📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 17 dokumenANALISIS EFEK TONGUE-AND-GROOVE PADA LINAC VARIAN BERBASIS SIMULASI MONTE CARLO
Multileaf collimator (MLC) merupakan komponen penting dalam perangkat linear accelerator yang digunakan pada radioterapi. Penggunaan MLC mengakibatkan penurunan dosis radioterapi pada titik-titik pertemuan lembaran MLC. Fenomena penurunan dosis ini dikenal sebagai efek tongue-and-groove. Jadi, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persebaran dosis radioterapi akibat efek tongue-andgroove pada Linac Varian. Penelitian ini diimplementasikan melalui simulasi Monte Carlo yang dilakukan menggunakan perangkat lunak PRIMO. Simulasi tahap pertama memodelkan kepala Linac Varian TrueBeam. Berkas elektron yang digunakan berbentuk pencil beam dengan karakteristik monoenergetic bernilai 5,4 MeV dan 10,8 MeV berturut-turut untuk variasi 6 MV dan 10 MV. Tahapan ini menggunakan 3 × 108 partikel yang menghasilkan data ruang fasa untuk digunakan di tahapan selanjutnya. Simulasi tahap kedua merupakan pembentukan lapangan radiasi menggunakan MLC Millenium 120 berukuran 10 × 10 ????????2 dan 20 × 20 ????????2 . Tahap ini menggunakan 5 variasi lapangan radiasi yang diatur sedemikian sehingga membentuk 1, 3, 5, 7, dan 9 daerah penurunan dosis. Kemudian, simulasi tahap ketiga memodelkan fantom air berdimensi 35 × 40 × 38 ????????3 . Setelah ketiga tahapan selesai, dihasilkan data distribusi dosis yang akan dianalisis pada ???? = ???????????????? . Analisis profil sumbu-x (sejajar terhadap arah gerak MLC) menunjukkan bahwa geometri leaf-end MLC menyebabkan kenaikan dosis sebesar 23% di ???? = 0. Sedangkan analisis profil sumbu-y (ortogonal terhadap arah gerak MLC) menunjukkan bahwa geometri interleaf MLC menyebabkan penurunan dosis dengan nilai bervariasi pada rentang 7-12% di daerah-daerah tertentu sesuai variasi lapangan radiasi yang digunakan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan terkait efek tongue-and-groove yang menyebabkan ketidakhomogenan pada distribusi dosis radioterapi.
PENGURANGAN KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI DI PT FREEPORT INDONESIA DENGAN PENDEKATAN CRASHING CPM-PERT DAN SIMULASI MONTE CARLO
Pergeseran global menuju energi bersih membutuhkan praktik penambangan yang lebih berkelanjutan untuk bahan-bahan penting. Tembaga ditambang di Indonesia bagian timur oleh PT Freeport Indonesia untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Salah satu proyek yang sedang berlangsung, pembangunan Sistem Listrik Optimalisasi Pabrik (MOES), bertujuan untuk meningkatkan pasokan listrik di lokasi pabrik guna mendukung peningkatan produksi Namun, PT Freeport Indonesia sedang menghadapi masalah besar terkait dengan tertundanya kemajuan pembangunan MOES, sehingga menghambat proyeksi peningkatan produksi. Untuk mengatasi tantangan ini, dilakukan kajian mendalam untuk merancang strategi mempercepat dan menyelesaikan proyek MOES pada kuartal ketiga tahun 2024. Penelitian tersebut meliputi analisis jadwal proyek dari Januari hingga Mei 2024, kuesioner dengan personel yang terlibat, dan implementasi simulasi Monte Carlo. Penelitian ini menggunakan metode crashing CPM-PERT, yang didukung oleh perangkat lunak manajemen proyek Oracle Primavera. Metode simulasi Monte Carlo dengan menggunakan Microsoft Excel dilakukan untuk mengetahui kemungkinan waktu penyelesaian konstruksi. Temuan tersebut mengungkapkan kemungkinan 13,9% untuk menyelesaikan konstruksi dalam waktu 164 hari, dibandingkan dengan jangka waktu saat ini yang hanya 192 hari, melalui penerapan metode Crashing-PERT yang dikombinasikan dengan simulasi Monte Carlo. Kesimpulannya, penelitian ini menyoroti bahwa mengintegrasikan simulasi Monte Carlo ke dalam metode CPM-PERT pada proyek konstruksi MOES menawarkan pendekatan alternatif untuk mengurangi keterbatasan yang terkait dengan metode penjadwalan konvensional, sehingga mengurangi penundaan konstruksi. Wawasan ini memberikan kerangka kerja yang kuat untuk memajukan praktik penjadwalan proyek, memfasilitasi analisis jadwal yang lebih tepat, dan meningkatkan kinerja jadwal.