📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 33 dokumenPERANCANGAN SISTEM INFORMASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN DI PT DIRGANTARA INDONESIA
Praktik Kerja Lapangan merupakan kegiatan penting dalam dunia pendidikan tinggi yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menghadapi dunia kerja. Program PKL ini memungkinkan siswa untuk menerapkan teori yang diajarkan di kelas ke dalam contoh nyata di dunia kerja, serta mengembangkan keterampilan lain seperti komunikasi, berpikir kritis, kerja sama tim, serta untuk memahami budaya dan etika kerja yang profesional. PT Dirgantara Indonesia, sebagai salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dibidang aerospace, membuka kesempatan PKL bagi siswa, namun proses pendaftaran PKL yang masih manual dinilai kurang efisien, terutama bagi siswa yang mendaftar di luar kota bandung, karena prosedur seperti pengiriman email, percetakan kartu identitas, hingga pembuatan surat keterangan PKL membutuhkan sumber daya yang cukup banyak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi berbasis online yang dapat mengefektifkan dan mengefisiensi proses pendaftaran dan pengelolaan data PKL. Metode yang digunakan dalam perancangan sistem adalah metode Prototyping. Metode ini dipilih karena memungkinkan pengembangan secara iteratif dengan umpan balik langsung dari pengguna. Sehingga sistem informasi yang dirancang dapat dibuat dalam waktu yang lebih singkat dan sesuai dengan kebutuhan dari pengguna. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah prototipe sistem informasi yang berbentuk sebuah website yang dirancang dengan perangkat lunak Xampp yang menggunakan bahasa pemgrograman PHP dan basis data MySQL. Berdasarkan hasil uji coba, rancangan prototipe berhasil memenuhi kebutuhan dari pengguna serta dapat mengefisiensi kerja pengguna dalam mengelola data PKL. Oleh karena itu sistem ini dapat digunakan atau dijadikan acuan pengembangan lanjut untuk PT Dirgantara Indonesia dalam menerapkan sistem pengelolaan dari Praktik Kerja Lapangan secara digital dan online sehingga mengefisiensi proses bisnis PKL.
PENGEMBANGAN SISTEM CAD KOLABORATIF PADA TAHAP PERANCANGAN KONSEPTUAL – PERWUJUDAN
Konsep Industri 4.0 yang berpusat kepada konektivitas adalah perkembangan paradigma terbaru dalam industri manufaktur. Teknologi informasi, komunikasi dan komputasi sebagai pilar dari konsep Industri 4.0 memungkinkan terjadinya kolaborasi antara berbagai fungsi produksi, baik di dalam suatu organisasi maupun antar organisasi yang berbeda. Perkembangan tersebut mendorong terselenggaranya produksi kolaboratif yang diharapkan dapat memberikan keuntungan lebih bagi seluruh pihak yang berpartisipasi di dalamnya. Agar efisiensi kegiatan produksi kolaboratif dapat terus ditingkatkan maka kegiatan produksi kolaboratif perlu untuk mencakup berbagai fungsi produksi, termasuk diantaranya kegiatan penelitian dan pengembangan kolaboratif. Agar kegiatan kolaboratif dapat berjalan dengan baik, maka dibutuhkan pengembangan teknologi yang tepat sehingga kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi performansi organisasi. Dalam kaitannya dengan perancangan dan pengembangan produk secara spesifik, teknologi yang banyak digunakan adalah teknologi Computer Aided Design (CAD) sebagai sarana untuk membantu desainer dalam melakukan visualisasi dan dokumentasi bentuk produk yang dirancang. Namun, teknologi CAD yang populer digunakan saat ini lebih banyak difokuskan untuk penggunaan mandiri dan pada tahap perancangan akhir yang mencakup detail design dan engineering analysis. Sebaliknya, dukungan sistem CAD untuk tahap perancangan awal (functional design, conceptual design, dan embodiment design) masih dapat dibilang minim. Goel dkk. (2012) mencetuskan konsep 4C sebagai karakteristik yang perlu dimiliki oleh sistem CAD masa depan, yaitu Collaborative, Conceptual, Creative dan Cognitive. Oleh karena itu, penelitian ini akan berfokus pada pengembangan prototipe sistem CAD yang mencoba memenuhi karakteristik tersebut, terutama untuk memberikan dukungan pada tahap perancangan awal secara kolaboratif yang akan semakin diperlukan seiring dengan bertambah populernya konsep Industri 4.0. Perancangan sistem CAD dilakukan berdasarkan teori kognitif Coevolution Design Theory (Maher, 2000) sebagai model yang menggambarkan proses mental manusia dalam melakukan perancangan. Penggabungan teori tersebut dengan fase-fase desain yang dilakukan secara sekuensial mensyaratkan bahwa agar kegiatan desain pada fase awal dapat berjalan dengan baik, sistem CAD yang ada harus dapat membantu desainer untuk melakukan perancangan fungsi dan bentuk awal produk secara berkesinambungan serta dapat memudahkan desainer untuk bergerak diantara kedua domain tersebut dalam perancangan yang dilakukan. Hal ini menjadi basis untuk perancangan fitur dan modul dari sistem CAD yang akan dirancang untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu, pada situasi perancangan kolaboratif, dibutuhkan juga sebuah mekanisme untuk melakukan pemilihan desain agar tidak terjadi kebuntuan jika para desainer yang terlibat mengusulkan alternatif desain yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini juga akan mengusulkan mekanisme pemilihan alternatif desain untuk mengatasi kondisi tersebut beserta aliran kerja untuk penggunaan sistem CAD secara keseluruhan agar perancangan kolaboratif tersebut dapat berjalan dengan baik. Setelah konsep dari sistem CAD dikembangkan dan alur perancangannya divalidasikan menggunakan contoh kasus sederhana, maka prototipe sistem CAD diwujudkan menggunakan teknologi perangkat lunak yang bersesuaian agar dapat diuji coba lebih lanjut. Evaluasi prototipe sistem CAD dilakukan melalui eksperimen dengan beberapa grup responden yang diminta untuk menyelesaikan kasus perancangan menggunakan prototipe sistem CAD tersebut, sementara grup responden lain yang tidak menggunakan sistem CAD tersebut juga diminta melakukan perancangan yang sama. Analisis terhadap hasil perancangan dan proses perancangan melalui wawancara terpandu dan analisis retrospektif dilakukan terhadap responden untuk mendapatkan masukan perbaikan bagi prototipe sistem CAD yang telah dirancang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa prototipe sistem CAD yang ada telah dapat memenuhi tujuannya yaitu untuk membantu dalam perancangan kolaboratif, terutama untuk membantu dalam pertukaran ide desain, memberikan struktur bagi pelaksanaan desain secara kolaboratif, dan membantu dalam pelacakan keberlangsungan desain. Namun, prototipe sistem CAD yang ada dan aliran kerjanya juga perlu diperhatikan agar tidak bersifat restriktif sehingga menyulitkan desainer untuk melakukan perancangan. Di masa depan, perbaikan dapat dilakukan pada prototipe sistem CAD dengan menambahkan mekanisme untuk memandu bagian dari proses perancangan yang pada saat ini masih berada di luar sistem, seperti pendefinisian fungsi produk, pendefinisian atribut teknis produk, dsb.
USULAN STRATEGI PENGEMBANGAN APLIKASI SELULER SOJEM (STUDI KASUS DI PT.FAM)
-
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SERVER TEROTOMATISASI UNTUK SMART SURVEILLANCE SYSTEM
Peningkatan kualitas hidup manusia merupakan tujuan dasar dari suatu teknologi. Dengan meningkatnya laju perkembangan teknologi, tentunya akan dibarengi dengan peningkatan kualitas hidup manusia yang signifikan. Dalam mencapai peningkatan kualitas hidup manusia, diusulkan sebuah konsep bertajuk smart city. Konsep smart city sendiri diimplementasikan dengan menggunakan teknologi ICT, IoT, otomatisasi, serta AI. Smart city terdiri dari berbagai sektor, mulai dari kesehatan, mobilitas, energi, sampah, komunitas, perkembangan ekonomi, serta keamanan. Sektor keamanan dari smart city sendiri memiliki banyak potensi yang dapat digali. Salah satu implementasi smart city dalam sektor keamanan adalah dalam bentuk smart surveillance. Smart surveillance memiliki banyak implementasi yang dapat menguntungkan masyarakat, seperti untuk pengamatan lingkungan, manajemen lalu lintas, keamanan publik, serta mencegah kejahatan. Smart surveillance sendiri telah memiliki sejarah yang panjang. Dari konsepsi awalnya yang digunakan untuk tujuan perang, hingga perkembangan modern yang menggunakan AI. Pengembangan dari smart surveillance sendiri berkembang cukup pesat, baik dari sisi edge device seperti kamera, ataupun processing device seperti NVR atau VMS. Pada 2012, muncul gagasan untuk menghilangkan ketergantungan NVR dan menggunakan edge storage. Namun ide tersebut dihapus pada 2014 karena permasalahan reabilitas data yang berpotensi rusak serta kapasitas penyimpanan. Pertimbangan-pertimbagan tersebut mendorong munculnya suatu gagasan. Didasari keuntungan-keuntungan dari smart surveillance dalam konteks smart city yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, smart surveillance dapat dikembangkan menjadi suatu hal yang berguna. Meninjau upaya yang sudah pernah dilakukan pada 2012, dengan upaya utilisasi edge device lebih lanjut namun gagal, fokus gagasan diubah menjadi processing device, dalam bentuk sebuah server. Tentunya, dalam konteks smart city, server tersebut tentunya menggunakan teknologi-teknologi smart city, yaitu teknologi ICT, IoT, otomatisasi, dan AI. Atas pertimbangan-pertimbangan tersebut, lahirlah gagasan “Desain dan Implementasi Server Terotomatisasi untuk Smart Surveillance System”. ii Dalam “Desain dan Implementasi Server Terotomatisasi untuk Smart Surveillance System”, fokus otomatisasi yang dilakukan adalah pemrosesan data. Hal ini berarti bahwa proses otomatisasi mencakup pengambilan stream hingga pengiriman laporan kepada user. Pengambilan stream dilakukan dengan menggunakan protokol RTSP, standar ONVIF, serta software Zoneminder. Dimana, data stream tersebut ditampilkan dalam front end website menggunakan HTML, CSS, dan JS melalui back end website berupa Flask. Stream tersebut lalu diproses dengan dilakukannya deteksi gerakan via frame differencing dan gaussian blur, diikuti dengan deteksi objek via YOLO, deteksi wajah via Dlib, dan analisis wajah via DeepFace. Hasil analisis wajah tersebut disimpan dalam suatu laporan yang digenerasi menggunakan pustaka FPDF, dan dikirimkan via email menggunakan pustaka smtplib. Setelah pengiriman berhasil dilakukan, user mendapatkan notifikasi via WhatsApp dan Telegram, yang menggunakan pustaka Twilio dan Telegram Bot. Server yang dijalankan menggunakan OS Ubuntu sebagai basisnya. Sistem yang diimpelementasikan menghasilkan hasil yang cukup menjanjikan, dengan keseluruhan proses dari pemrosesan stream hingga generasi laporan berada pada kisaran rata-rata sekitar 995.47 ms atau dibawah satu detik. Hal tersebut menunjukkan potensi yang realistis dalam implementasi suatu server terotomatisasi pada smart surveillance system.
USULAN STRATEGI BISNIS PT ACEINNO TECHNOLOGIES UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN DENGAN MENERAPKAN LAYANAN OTOMASI PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK
Penelitian ini mengkaji strategi PT ACEINNO Technologies untuk meningkatkan proposisi nilai, meningkatkan pendapatan, dan mengidentifikasi peluang pertumbuhan dalam industri pengujian perangkat lunak TI. Dengan menggunakan analisis SWOT, TOWS, dan PESTEL, penelitian ini mengungkapkan kekuatan utama seperti kepuasan pelanggan yang tinggi dan Otomatisasi Pengujian yang canggih, serta kelemahan seperti kendala waktu proyek dan area yang perlu ditingkatkan dalam proses Otomatisasi Pengujian. Studi ini mengusulkan tiga keharusan strategis bagi PT ACEINNO Technologies. Pertama, hal ini menekankan perlunya meningkatkan proposisi nilai perusahaan dengan memanfaatkan AI dan alat Test Automation yang canggih, yang akan membedakan PT ACEINNO dari pesaing dan meningkatkan efektivitas layanan. Kedua, mendukung pengembangan strategi bisnis baru yang berfokus pada perluasan pasar, diversifikasi layanan, dan efisiensi operasional. Hal ini termasuk menjajaki pasar baru, menawarkan layanan konsultasi dan pelatihan, serta mengoptimalkan proses untuk mengurangi biaya dan meningkatkan profitabilitas. Rencana penerapannya melibatkan pendekatan sistematis terhadap riset pasar, integrasi AI, serta pembelajaran dan pengembangan berkelanjutan bagi karyawan. PT ACEINNO Technologies disarankan untuk berinvestasi pada alat Test Automation, sistem manajemen proyek yang canggih, dan pelatihan karyawan secara berkala agar tetap kompetitif dan responsif terhadap tren pasar. Selain itu, perusahaan harus fokus pada layanan profesional dan manajemen talenta untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik. Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini menunjukkan bahwa PT ACEINNO Technologies dapat mencapai diferensiasi yang lebih besar, meningkatkan pendapatan, dan menciptakan peluang pertumbuhan baru dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki secara strategis, mengatasi kelemahan, dan memanfaatkan tren yang muncul. Rekomendasi mencakup langkah-langkah praktis untuk tim QA, implikasi manajerial bagi manajemen senior dan SDM, dan saran untuk penelitian lebih lanjut mengenai alat QA yang didukung AI dan dampaknya terhadap kinerja bisnis
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN LAPORAN AKHIR SHIFT PADA PT MODULE INTRACS YASATAMA
PT Module Intracs Yasatama atau Intracs merupakan perusahaan swasta yang berperan dalam pembangunan dan pemeliharaan berbagai macam peralatan tol di Indonesia. Setiap teknisi Intracs diwajibkan untuk mencatat detail aktivitas yang dilakukan selama shift berlangsung dalam laporan akhir shift (LAS). LAS dikumpulkan dan direkapitulasi untuk pembuatan laporan ruas tol yang perlu dievaluasi oleh pihak manajemen. Namun, pihak manajemen mengeluh karena sering terjadinya perbedaan hasil perhitungan pada laporan ruas tol dengan catatan gudang. Selain itu, pihak manajemen juga menyayangkan bahwa banyak teknisi yang tidak lengkap mengisi LAS. Setelah dilakukan pencarian akar masalah dengan 5 whys, didapat akar masalah yaitu sistem yang dimiliki perusahaan masih cukup rumit untuk digunakan dan belum dapat mengintegrasikan seluruh proses pengelolaan LAS. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk merancang sistem informasi yang dapat mengelola LAS dengan baik dan mudah digunakan oleh para stakeholders. Perancangan sistem informasi dilakukan dengan menggunakan salah satu metodologi pengembangan sistem informasi, yaitu prototyping. Metodologi ini terdiri dari empat tahap umum yang terdapat pada metodologi pengembangan sistem informasi lainnya, yaitu tahap pendahuluan, tahap analisis kebutuhan sistem, tahap desain sistem, serta tahap analisis dan evaluasi rancangan sistem. Tahap analisis kebutuhan sistem dan desain sistem dilakukan secara iteratif hingga prototipe yang dibuat memenuhi seluruh ekspektasi dari para pengguna. Penelitian ini menghasilkan rancangan sistem informasi untuk proses pengelolaan LAS berupa proses bisnis usulan, logical design terkait proses dan struktur data, serta prototipe dalam bentuk user interface. Hasil rancangan sistem informasi diverifikasi dengan kebutuhan sistem dan divalidasi dengan objektif pengembangan sistem oleh pengguna. Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi, dapat dikatakan bahwa hasil rancangan sistem informasi untuk pengelolaan LAS mempermudah proses pengelolaan LAS secara keseluruhan.
PERANCANGAN SISTEM PEMESANAN SARANA OLAHRAGA DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN KEMUDAHAN PEMESANAN SARANA
Implementasi sistem pemesanan sarana olahraga di Indonesia belum optimal dalam memanfaatkan teknologi. Salah satu tolak ukur yang dapat dilihat adalah proses pemesanan pada mayoritas sarana olahraga yang masih bersifat konvensional. Hal ini mempengaruhi tingkat kemudahan dalam pemesanan sarana karena sulitnya mendapatkan informasi mengenai kondisi jadwal dari sarana olahraga yang tersedia. Dengan melihat perkembangan sistem pemesanan yang telah diimplementasikan oleh beberapa negara berkembang, seperti Inggris dan Polandia, penulis memiliki keinginan untuk merancang sistem pemesanan sarana olahraga yang dapat mempermudah proses pemesanan sarana olahraga. Hal ini juga akan membantu transisi industri olahraga di Indonesia ke arah industri 4.0 yang sudah memanfaatkan teknologi informasi untuk memaksimalkan nilai operasional. Sistem rancangan yang dikembangkan memiliki purwarupa berbentuk sebuah website yang dapat diakses menggunakan perangkat yang terhubung dengan jaringan internet. Rancangan sistem mencakup business layer, data layer, serta application layer pada sistem. Sistem mengimplementasi sebuah alur autentikasi yang dapat memudahkan pengguna dalam melakukan aktivitas di dalam sistem secara langsung tanpa harus melalui proses login/register. Pengujian telah dilakukan kepada 24 pengguna dan memiliki hasil senilai 83.33 dari 100 dengan metode pengujian System Usability Scale (SUS, selanjutnya akan ditulis SUS) yang berupa kuesioner yang terdiri dari 10 pertanyaan utama mengenai pengalaman pengguna selama mencoba melakukan pemesanan sarana melalui sistem. Hal ini membuktikan bahwa sistem berguna dalam membantu pengguna dalam pemesanan lapangan.
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI ANTRIAN SINGLE PHASE
Terdapat berbagai tipe layanan yang tersedia dan dapat digunakan oleh tiap orang. Dalam menggunakan sebuah layanan, terdapat kemungkinan dimana orang itu harus mengantri terlebih dahulu sebelum dapat menggunakan layanan. Sebuah antrian yang dilakukan secara offline memiliki beberapa kekurangan yang dapat diobservasi. Pada era globalisasi ini, antrian tersebut dapat didigitalisasi menjadi antrian online. Penelitian ini menganalisis kelebihan antrian online dibandingkan antrian offline, dan melihat sistem dan penelitian terkait untuk mencari aspek mana yang bisa lanjut dikembangkan. Hasil analisis tersebut digunakan untuk mendapatkan kebutuhan fungsional dan non fungsional dari aplikasi antrian, yang kemudian diimplementasi. Hasil implementasi diuji dengan pengujian functional capability dan usability testing. Pada pengujian functional capability, didapatkan kesimpulan bahwa aplikasi antrian dapat menjalankan seluruh kebutuhan fungsional yang telah ditentukan, lalu pada usability testing, didapat kesimpulan bahwa aplikasi antrian “Sangat Layak” untuk digunakan.
PERANCANGAN SISTEM SMART WASTE MANAGEMENT UNTUK SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA BANDUNG
Perkembangan teknologi yang kian pesat dapat dirasakan dalam kehidupan sehari – hari. Dalam kehidupan sehari – hari, tanpa disadari pemanfaatan teknologi semakin tersebar di berbagai bidang. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah (problem solving), memperbaiki (improvement), dan/atau inovasi (innovation). Saat ini, masih banyak negara yang mengalami permasalahan dalam pengelolaan sampah, termasuk Indonesia. Terbakarnya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti menjadi pertanda bahwa sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung masih perlu dioptimalkan. Sampah yang dihasilkan setiap harinya oleh masyarakat Kota Bandung masih belum dipisahkan berdasarkan jenisnya. Hal ini menyebabkan tidak optimalnya proses pengolahan sampah. Tidak optimalnya proses pengolahan sampah mempengaruhi jumlah sampah yang dibawa ke TPA setiap harinya. Tentunya Kota Bandung tidak diam saja dalam menghadapi permasalahan pada sistem pengelolaan sampahnya. Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka menyelesaikan permasalahan ini. Kota Bandung telah mengusungkan gerakan Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan Sampah), pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Refuse-Derived Fuel (RFD), dan aplikasi Bandung Waste Management. Akan tetapi, solusi – solusi tersebut masih belum dapat menjadi solusi atas permasalahan pada sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung. Oleh karena itu, diusulkanlah solusi untuk permasalahan pengelolaan sampah di Kota Bandung adalah suatu sistem yang dapat mengurangi jumlah sampah yang dibawa ke TPA setiap harinya. Pengurangan jumlah sampah ini dilakukan dengan cara pengoptimalan proses pengolahan sampah. Hal ini dapat terwujudkan dengan partisipasi masyarakat untuk memilah sampahnya terlebih dahulu sebelum dibuang. Berbekal ilmu yang telah dipelajari selama menjalankan pendidikan di Sistem dan Teknologi Informasi, dibuatlah sebuah tugas akhir untuk merancang suatu solusi berbasis Teknologi Informasi terhadap permasalahan pengelolaan sampah. Solusi yang dirancang adalah sistem smart waste management. Smart waste management adalah peningkatan atau optimalisasi pengelolaan sampah tradisional dengan teknologi informasi. Desain solusi akan memanfaatkan model yang direpresentasikan dengan meminjam konsep layer pada enterprise architecture. iii Empat layer yang merepresentasikan hasil rancangangan tugas akhir ini antara lain business layer, data layer, application layer, dan technology layer. Pada business layer, dihasilkan organization/actor catalog, driver/goal/objective catalog, role catalog, business service/function catalog, process/event/control/product catalog, actor/role matrix, dan process flow diagram. Pada data layer, dihasilkan data entity/data component catalog, data entity/business function matrix, dan logical data diagram. Pada application layer, dihasilkan application use-case diagram dan low fidelity prototype. Pada technology layer, dihasilkan technology portfolio catalog dan environment & location diagram. Berdasarkan hasil evaluasi, hasil rancangan sistem smart waste management terbukti dapat memenuhi kebutuhan untuk sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung. Dengan demikian, hasil rancangan model sistem smart waste management untuk sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung pada tugas akhir ini layak untuk diimplementasikan.
PENGEMBANGAN AWAL SISTEM OPTICAL MOTION CAPTURE UNTUK NAVIGASI OPERASI GIGI
Tidak ada deskripsi.
RANCANG BANGUN TRASH SKIMMER SKALA PRODUK
Permasalahan sampah, khususnya sampah perairan, di Indonesia merupakan permasalahan yang serius. Tercatat bahwa timbulan sampah pada DAS Citarum dapat mencapai 15.838 ton per hari dengan sebanyak 15,38% dari timbulan sampah tersebut berupa sampah plastik. Untuk mengurangi tingkat timbulan sampah perairan tersebut, dirancanglah suatu alat berupa kapal pengangkut sampah perairan yang diberi nama Trash Skimmer. Pada penelitian sebelumnya, purwarupa dari Trash Skimmer ini pernah dibuat sehingga pada penelitian kali ini, akan dibuat skala produksi dari Trash Skimmer tersebut. Pada desain skala produksi ini, Trash Skimmer akan dikendalikan secara nirkabel melalui gelombang RF 433 MHz yang ditransmisikan oleh rangkaian pengirim (transmitter) ke rangkaian penggerak / penerima (receiver). Sistem perintah kendali berdasarkan data nilai bacaan ADC dari joystick komponen horizontal dan vertikal serta kombinasi dari enam tombol akan dibuat. Selain itu, sistem kontrol loop terbuka berbasis sistem inferensi fuzzy akan dibuat untuk mengontrol pergerakkan kapal Trash Skimmer melalui kedua propeller. Pada penelitian ini, Trash Skimmer skala produksi berhasil dibuat di mana rangkaian pengirim dan penerima berhasil dibuat dengan meggunakan printed circuit board (PCB). Hasil pengujian komunikasi RF Trash Skimmer menunjukkan bahwa komunikasi dapat menjangkau jarak 100 m dengan tingkat kevalidan data yang dapat mencapai lebih dari 99%. Selain itu, diperoleh juga sistem gerak kapal Trash Skimmer berbasis sistem inferensi fuzzy dengan bidang kontrol yang kontinyu dan variatif dibandingkan dengan sistem kontrol berbasis logika klasik.
RANCANG BANGUN SISTEM MULTI-POINT SUCTION VACUUM UNTUK PREPARASI PENGUJIAN MUTU BIJI KOPI TANPA TUMPANG TINDIH DENGAN COMPUTER VISION
Indonesia merupakan salah satu negara dengan produksi biji kopi terbanyak di dunia. Dengan produksi yang besar, Indonesia juga termasuk negara dengan ekspor komoditas biji kopi terbesar di dunia. Pada tahun 2022, Indonesia memiliki total nilai ekspor mencapai USD 1,3 miliar. Sebagai salah satu negara penghasil biji kopi terbesar di dunia, Indonesia bergabung dengan International Coffee Organization (ICO). Indonesia sebagai anggota ICO, wajib mengikuti peraturan dari ICO salah satunya adalah larangan memperjualbelikan kopi dengan mutu rendah yang terdapat pada aturan International Coffee Council Resolution No. 407. Salah satu metode untuk mengetahui kualitas biji kopi adalah dengan melakukan pengujian mutu biji kopi. Pengujian mutu biji kopi merupakan metode yang dilakukan untuk mengetahui mutu dari biji kopi. Saat ini pengujian mutu biji kopi masih dilakukan secara manual dengan metode organoleptik visual oleh penguji bersertifikat berdasarkan SNI 01-2907-2008. Penelitian dengan metode yang masih manual ini cukup lambat dan tidak efisien. Diperlukan sebuah perangkat untuk dijadikan alternatif pengujian mutu biji kopi. Alternatif yang dapat digunakan adalah dengan computer vision. Pengujian mutu biji kopi dengan computer vision memerlukan tahapan preparasi biji kopi. Tahap preparasi secara manual dapat mengurangi efisiensi waktu pengujian sehingga diperlukan tahap preparasi yang lebih cepat. Multi-point suction vacuum dirancang untuk memenuhi kebutuhan preparasi biji kopi yang lebih cepat pada pengujian mutu kopi dengan computer vision. Tata letak biji kopi dan pengambilan sampel harus tetap diperhatikan untuk mencegah biji kopi tumpang tindih. Penelitian ini telah melakukan percobaan untuk mencari konfigurasi desain pada multi-point suction vacuum. Perancangan multi-point suction vacuum dilakukan dengan uji coba biji kopi secara langsung. Pada tahap awal perancangan, SolidWorks digunakan untuk membantu dalam proses perancangan. Pada penelitian ini juga didapatkan rancangan multi-point suction vacuum dengan tingkat keberhasilan 78,24% untuk biji kopi arabika dan 82,11% untuk biji kopi robusta dalam menyusun biji kopi pada tahap preparasi pengujian mutu biji kopi. Kata kunci: biji kopi, pengujian mutu biji kopi, multi-point suction vacuum, preparasi biji kopi, SolidWorks.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI OPERASIONAL PERGUDANGAN MENGGUNAKAN BUSINESS PROCESS IMPROVEMENT DAN FRAMEWORK FOR THE APPLICATION OF SYSTEMS THINKING DI GUDANG BARANG JADI PT XYZ CAB. BANDUNG
Gudang merupakan salah satu bagian penting dalam sistem rantai pasok karena memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran operasi suatu barang. Manajemen gudang yang baik akan membantu dalam peningkatan kinerja suatu perusahaan. PT XYZ merupakan salah satu perusahaan infrastruktur digital yang menyediakan berbagai jenis layanan diantaranya internet broadband, data center, dan cloud service. Gudang barang jadi pada PT XYZ berfungsi untuk menyimpan berbagai jenis barang jadi berupa material perangkat instalasi untuk menunjang layanan bisnis fix internet broabband. Aktivitas pokok yang terdapat pada gudang barang jadi terdiri atas aktivitas inbound gudang dan aktivitas outbound gudang. Aktivitas inbound gudang meliputi proses penerimaan barang, peletakan barang, dan penyimpanan barang. Sedangkan aktivitas outbound gudang meliputi proses pengambilan barang, pengemasan barang, dan pengiriman barang. Dalam penelitian ini ditemukan beberapa permasalahan diantaranya proses pengecekan barang masih menggunakan cara manual, belum adanya sistem yang membantu dalam proses penyimpanan barang ke dalam racking terkait dimana lokasi barang tersebut akan disimpan sehingga membuat proses pengambilan barang membutuhkan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan sistem informasi operasional pergudangan. Dimana penelitian ini diawali dengan melakukan pemetaan kondisi pergudangan saat ini menggunakan cross functional diagram, dari hasil pemetaan tersebut dilakukan analisis perbaikan menggunakan analisis streamlining dari metode business process improvement serta menggunakan benchmarking. Hasil analisis perbaikan yang dilakukan didapatkan perbaikan berupa perancangan sistem informasi operasional pergudangan untuk membantu permasalahan yang terjadi saat ini pada gudang barang jadi PT XYZ. Adapun dalam merancang sistem informasi operasional pergudangan menggunakan ii model acuan dari Zhang, et al (2022) dan menambahkan pendekatan dari metodologi framework for the application of systems thinking dibantu dengan mengintegrasikan penggunaan teknologi informasi berupa barcode. Teknologi ini dipilih berdasarkan kebutuhan dari user yang disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di gudang. Hasil dari penelitian ini berupa prototipe sistem informasi pergudangan yang menghasilkan dua module yaitu module receiving dan module shipping. Rancangan sistem informasi operasional pergudangan ini telah melalui tahap verifikasi dan validasi serta uji coba. Adapun perbaikan proses operasional pergudangan yang dilakukan menghasilkan pengurangan waktu kerja dari aktivitas operasional pergudangan yang awalnya sebelum perbaikan 510 menit, sesudah perbaikan melalui streamlining menjadi 280 menit. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi proses bisnis menggunakan BPMN Simulation untuk membantu memvalidasi kinerja baik sebelum dan sesudah perbaikan. Simulasi proses bisnis dalam penelitian ini terdiri atas model As Is Proses Bisnis dan Model To Be Proses Bisnis yang dijalankan dengan skenario tertentu. Simulasi dijalankan pada proses operasional pergudangan dengan hasil completion time tidak jauh berbeda dengan waktu kerja sebelum dan sesudah perbaikan melalui streamlining.
ROLL-OUT SISTEM ERP SECARA AGILE DALAM MENJAGA KEBERLANJUTAN PRODUKSI SELAMA FASE TRANSISI & LIKUIDASI PSC STUDI KASUS PT. PERTAMINA ALGERIA EP BLOCK405A
Dalam lanskap dinamis Industri Minyak & Gas, Teknologi Informasi (TI) muncul sebagai kekuatan pendorong utama yang membentuk kembali paradigma operasional bisnis. Melalui studi kasus di dunia nyata, tesis ini menyelidiki kekuatan perubahan dari sistem Enterprise Resource Planning (ERP), dengan fokus pada pendekatan yang agile untuk menyingkap peran penting dari peluncuran Sistem Aplikasi, dan Produk dalam Pemrosesan Data (SAP) melalui Layanan Software-as-a-Service (SaaS) dengan organisasi pendukung Shared Service Center (SSC) yang menyediakan sarana untuk menyelesaikan kesenjangan dalam proses bisnis mengantisipasi penerbitan Gazettal yang belum ditentukan waktunya, dan menyederhanakan operasi dalam menjaga keberlanjutan produksi minyak selama fase likuidasi dan transisi dalam suatu Kontrak Bagi Hasil (PSC). Pengumpulan data primer dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan pemangku kepentingan utama, termasuk tim gugus tugas yang melibatkan Manajemen Perusahaan, Subholding Upstream, dan Holding yang terdiri dari Konsultan SAP, dan Pemilik Proses Bisnis (Ahli terhadap Subjek). Menggabungkan tinjauan literatur untuk pengumpulan data sekunder untuk konteks yang lebih luas dan wawasan pembelajaran dalam kasus serupa. Analisis data berfokus pada External Strategic Factors Analysis Summary (EFAS) menggunakan PESTLE, Porter’s Five Forces, dan Competitor Analysis untuk lanskap kompetitif, sedangkan Internal Strategic Factors Analysis Summary (IFAS) dengan kerangka VRIO, menilai kemampuan internal perusahaan untuk mempertahankan keunggulan kompetitif, merangkum faktor-faktor kunci eksternal & internal untuk analisis SWOT menghasilkan strategi alternatif. Metode Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM) menganalisis skor daya tarik untuk meningkatkan kemungkinan memilih opsi strategis terbaik yang menjelaskan aplikasi SAP, sebagai kunci yang mendorong kemajuan industri menuju lanskap yang lebih tangkas, kompetitif, dan siap digunakan serta membuka kesempatan untuk studi kelayakan lebih lanjut dalam penerapan “solusi paket” SAP untuk kepentingan akuisisi blok berikutnya.
SISTEM KLASIFIKASI JENIS TRAFIK JARINGAN 5G DENGAN METODE INDIVIDUAL MACHINE LEARNING BERDASARKAN DATA NETWORK MONITORING TOOLS
Dalam era komunikasi yang semakin maju, jaringan 5G membawa beberapa kelebihan pada bidang telekomunikasi, salah satunya adalah menjanjikan koneksi dengan kecepatan dan kapasitas data yang tinggi. Kelebihan tersebut membuat pengelolaan trafik jaringan semakin kompleks dengan tingkat klasifikasi yang akurat untuk optimalisasi penggunaan pada berbagai aplikasi dan layanan. Sistem identifikasi jenis trafik berbasis protokol dan secara manual seringkali gagal dalam menangani pengklasifikasian yang mempengaruhi kinerja jaringan, kualitas layanan, dan pengalaman pengguna. Perancangan ini bertujuan untuk mengembangkan sistem klasifikasi sebagai alternatif yang efektif dan efisien menggunakan data dari network monitoring tools dengan memanfaatkan metode individual machine learning sehingga dapat menghasilkan model klasifikasi yang lebih akurat dan adaptif terhadap perubahan pola trafik yang dinamis. Algoritma individual machine learning yang dikembangkan adalah Support Vector Machine (SVM) dan k-Nearest Neighbor (kNN). Menggunakan pendekatan data trafik 5G yang ditarik pada network monitoring tools, kedua algoritma tersebut akan dilatih menggunakan fitur klasifikasi pada data yang telah diproses dan menghasilkan suatu model machine learning. Kemudian, pengguna dapat mengakses visualisai dan hasil pengujian berdasarkan pemilihan fitur terhadap penggunaan data dan jenis machine learning sesuai yang diinginkan melalui suatu website. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua model machine learning mampu mengklasifikasi jenis trafik dengan akurasi tinggi, yaitu sekitar 99% untuk keduanya. Sistem klasifikasi ini berpotensi diimplementasikan sebagai solusi untuk optimasi pengelolaan jaringan 5G dan pengingkatan kualitas layanan.