πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4,000 dokumen

REE DOWNSTREAM FINANCING STRATEGY THROUGH FUTURE FLOW ASSET SECURITIZATION: A CASE STUDY OF REFINERY AND NDFEB MAGNET FACILITY FINANCING

Indonesia memiliki cadangan Rare Earth Elements (REE) yang signifikan secara global di Bangka-Belitung, namun belum mewujudkan kilang pengolahan terpadu di hilir. Pembiayaan proyek konvensional tidak mampu memperhitungkan tiga risiko yang saling berkaitan β€” volatilitas harga keranjang REE, kendala sovereign ceiling yang membatasi peringkat kredit BUMN pada batas peringkat kedaulatan Indonesia, dan ketidakpastian tingkat pemulihan pemisahan kimia REE β€” sehingga menciptakan kesenjangan pembiayaan struktural yang menghalangi kebijakan hilirisasi untuk mengubah pasir mineral berat kaya monasit menjadi rantai pasokan Separated Rare Earth Oxides yang berbasis domestik. Dengan rancangan metode campuran pragmatis (Analisis Tekno-Ekonomi, pemodelan arus kas terdiskonto, analisis sensitivitas dan pengujian stres; serta wawancara ahli semi-terstruktur dengan OJK, BAPETEN, BAPPENAS, praktisi keuangan terstruktur, praktisi hukum, dan manajemen senior Perminas), penelitian ini mengkaji Future Flow Asset Securitization (SA) melalui tiga lini pertanyaan: pengukuran kumpulan aset yang dapat disekuritisasi, perancangan struktur SA yang sesuai regulasi Indonesia, serta pembandingan SA dengan pembiayaan proyek konvensional pada dimensi keuangan dan non-keuangan. Proyek terpadu tiga provinsi (Bangka-Belitung, Sulawesi Barat, Aceh; CAPEX USD 1.048 juta; NPV USD 192,5 juta; IRR 15,6%) layak pada baseline namun tidak memadai secara struktural di bawah pembiayaan konvensional; piutang ko mineral di Blok Tami'ang memberikan peningkat kredit alami pada empat kategori aset yang dapat disekuritisasi (RQ1). SPV luar negeri yang terlindungi dari kebangkrutan dengan True Sale melalui empat jalur regulasi (ESDM, KIK-EBA, DBH, perizinan subnasional) dapat diimplementasikan dalam kerangka POJK (RQ2). SA berpotensi menghasilkan pengurangan Biaya Modal 200–600 basis poin di atas sovereign ceiling, tenor sesuai Life of Mine, DSCR terjaga dalam kondisi stres, dan kapasitas CAPEX penuh melalui tranching β€” mengungguli pada tiga dari empat dimensi non-keuangan (RQ3). Studi ini membawa Sekuritisasi Aliran Kas Masa Depan ke ranah kumpulan multi aset ko-mineral dalam arsitektur KIK-EBA. Secara praktis, penelitian ini menghasilkan cetak biru struktural bagi Perminas, jalur operasionalisasi KIK-EBA bagi OJK, serta referensi koordinasi bagi BAPPENAS dalam kerangka RPJMN.

2026
πŸ‘€ Penulis: Yusri Amsal
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

EFEKTIVITAS MULTIMEDIA INTERAKTIF FLAZZLE β€œYUK SHALAT” BERBASIS AUGMENTED REALITY TERHADAP RETENSI MEMORI ANAK

Rendahnya retensi memori anak terhadap tata cara salat disebabkan oleh metode konvensional yang kurang interaktif dan tidak sesuai dengan karakteristik kognitif anak fase operasional konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas media interaktif komersial Flazzle "Yuk Shalat" berbasis Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan retensi memori serta menganalisis hubungan antara pengalaman pengguna (UX) dengan retensi memori anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest- posttest control group design dan delayed test (7 hari). Subjek penelitian terdiri dari 60 siswa kelas 2 Madrasah Ibtidaiyyah yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (menggunakan media Flazzle AR) dan kelompok kontrol (menggunakan buku modul konvensional). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test, Mann-Whitney U, dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Flazzle AR secara signifikan efektif dalam meningkatkan pemahaman langsung siswa (p= 0,000, p<0,05), dimana pemahaman pada aspek visualisasi gerakan dan bacaan memiliki proporsi yang seimbang. Namun, efektivitasnya dalam mempertahankan retensi memori tidak lebih unggul dibandingkan metode konvensional karena adanya faktor pengulangan aktif melalui program pembiasaan keagamaan di sekolah. Lebih lanjut, tidak ditemukan hubungan signifikan antara pengalaman pengguna (UX) dengan retensi memori (r= 0,081, p= 0,675), yang mengindikasikan bahwa aspek kesenangan dan kemudahan dalam desain media tidak cukup untuk menjamin informasi dapat bertahan dalam jangka waktu lama. Kesimpulannya, media AR efektif untuk pemahaman awal, namun untuk memperkuat retensi memori, desain interaktif perlu mengintegrasikan elemen retrieval practice dan pengulangan terjadwal dalam bentuk fitur notifikasi yang mengingatkan anak mengulang materi, kuis mengingat dengan tingkatan level, integrasi fitur dengan praktik nyata seperti β€œPraktikkan aku” yang nantinya akan mendorong anak mempelajari kembali materi yang sudah didapatkan. Kontribusi penelitian ini menekankan pentingnya integrasi antara prinsip pedagogis dan psikologi kognitif dalam perancangan media interaktif berbasis AR untuk anak.

2026
πŸ‘€ Penulis: Nurul Khikmatul A M
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS KEADILAN SPASIAL DALAM PENYEDIAAN TAMAN TERHADAP MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI KOTA BANDUNG

Tingkat kepadatan penduduk Kota Bandung yang sangat tinggi (15.233 jiwa/kmΒ²), diiringi dengan dominasi lahan terbangun sebesar 67,76%, telah menyebabkan ruang perkotaan menjadi semakin terbatas dan kompetitif. Tekanan spasial tersebut secara langsung memicu krisis penyediaan taman kota, yang tercermin dari capaian Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik yang baru menyentuh angka 12,15%. Di tengah keterbatasan tersebut, Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) menjadi kelompok yang paling rentan. Keterbatasan daya beli menjebak mereka pada segregasi hunian padat dan menyempitkan akses terhadap ruang rekreasi komersial. Oleh karena itu, keberadaan taman publik aktual yang dekat dan bebas biaya menjadi kebutuhan strategis bagi kelompok ini. Sayangnya, penilaian terhadap taman perkotaan pada studi terdahulu kerap bertumpu pada distribusi spasial dan cakupan radius semata, sehingga mengabaikan realitas kompleks terkait hambatan rute pejalan kaki dan kapasitas layanan taman. Padahal, penyediaan taman bagi kawasan MBR tidak dapat dinilai sekadar dari dokumen perencanaan, melainkan harus dikaitkan dengan pemerataan manfaat layanan aktual yang diterima penduduk. Penelitian ini mengisi celah tersebut dengan menerapkan pendekatan multidimensional untuk mengevaluasi bagaimana taman aktual lintas hierarki benar-benar melayani permukiman MBR. Secara spesifik, penelitian ini menganalisis keadilan spasial penyediaan taman di Kota Bandung melalui pendekatan spasial-kuantitatif yang meliputi: validasi taman aktual, identifikasi permukiman MBR, pemodelan sebaran penduduk mikro, pengukuran dimensi Spatial Proximity, Density, Connectivity, dan Diversity, serta penyusunan Indeks Keadilan Taman (IKT) pada skenario 500 meter dan 1.000 meter. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa dari 455 objek taman yang tercatat di RDTR, hanya 303 objek yang tervalidasi sebagai taman aktual. Ketersediaan taman aktual tersebut kemudian dianalisis tingkat pelayanannya terhadap permukiman MBR yang teridentifikasi ke dalam tipologi formal, swadaya, dan liar. Berdasarkan pengukuran tersebut, nilai rata-rata IKT pada skenario 500 meter hanya mencapai 0,13 dengan median 0, yang mengindikasikan bahwa mayoritas kawasan MBR belum terlayani secara memadai. Ketika batas jangkauan diperluas menjadi 1.000iv meter, rata-rata IKT meningkat menjadi 0,38. Namun, peningkatan ini bersifat bersyarat karena perbaikan layanan baru dapat diakses setelah kelompok MBR menanggung pengorbanan ekstra berupa tambahan waktu tempuh dan kelelahan fisik di luar batas toleransi ideal. Secara spasial, deprivasi layanan tetap persisten pada permukiman organik berkepadatan tinggi (seperti Batununggal) meskipun batas jangkauan telah ditingkatkan. Sebaliknya, keadilan taman yang tinggi justru secara paradoks terkonsentrasi di sekitar kawasan perumahan terpadu skala besar (seperti Gedebage), dengan akses MBR lebih didorong oleh fenomena eksternalitas positif yang terjadi. Kontras antara sebagian kecil kelompok MBR yang diuntungkan secara lokasi dengan mayoritas MBR lain yang masih terisolasi ini mempertegas wujud ketimpangan spasial di Kota Bandung. Berangkat dari fenomena tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakadilan taman bagi kelompok MBR berakar pada tiga tipologi persoalan: Krisis Ketersediaan Ruang, Beban Kepadatan Berlebih, dan Beban Jarak Aksesibilitas. Secara konseptual dan metodologis, penyusunan IKT menawarkan instrumen yang menggeser tata ruang dari sekadar pemenuhan kuota hijau menjadi evaluasi kerentanan spasial. Pada akhirnya, pendekatan ini menegaskan bahwa arahan penanganan tidak dapat dilakukan melalui satu intervensi tunggal, melainkan harus diarahkan secara spesifik sesuai dengan tipologi persoalan pada kawasan prioritas, agar penyediaan taman dapat memberikan pemerataan manfaat yang berkeadilan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Fauzan Arfanjani
🏷️ Geografis 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN DAN OPTIMASI TURBIN HIDROKINETIK JENIS H-DARRIEUS PADA TAILRACE OPEN CHANNEL PLTA JATIGEDE

Pemanfaatan energi hidrokinetik pada aliran keluaran PLTA merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan tanpa memerlukan pembangunan infrastruktur utama yang signifikan. PLTA Jatigede memiliki saluran tailrace open channel yang merupakan saluran keluaran air yang berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi pemasangan turbin hidrokinetik karena masih memiliki energi kinetik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan dan optimasi turbin hidrokinetik tipe H-Darrieus yang sesuai dengan karakteristik aliran pada tailrace open channel PLTA Jatigede. Perancangan dilakukan dengan menentukan beberapa parameter tetap berdasarkan literatur dan tiga parameter yang divariasikan yaitu solidity (?), blade pitch angle (?), dan tip speed ratio (TSR) untuk mencari nilai koefisien daya (CP) yang optimum. Data perancangan diperoleh dari karakteristik aliran tailrace PLTA Jatigede. Debit perancangan ditentukan berdasarkan debit andalan Q40 sebesar 60 m3/s. Hasil pengukuran menggunakan Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) menunjukkan debit rata-rata terukur sebesar 59,7 m3/s, kecepatan rata-rata aliran sebesar 0,868 m/s, dan kedalaman maksimum sebesar 2,28 m. Berdasarkan kondisi tersebut, turbin H-Darrieus dirancang dengan tinggi 2 m, diameter 1,33 m, dan aspect ratio 1,5 dengan profil hydrofoil S-1046 sebanyak tiga buah sudu. Dengan dimensi tersebut, daya turbin hidrokinetik teoretis maksimum adalah sebesar 870,39 W untuk satu unit turbin. Penelitian dilakukan menggunakan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) 2D transien dengan model turbulensi k-? SST. Simulasi CFD digunakan untuk mendapatkan nilai respons koefisien daya (CP) pada setiap kombinasi parameter input. Titik awal simulasi disusun menggunakan metode maximin Latin Hypercube Design untuk memperoleh sebaran titik yang merata pada ruang desain. Kemudian data hasil simulasi CFD digunakan untuk membangun surrogate model berbasis Gaussian Process Regression (GPR). Proses optimasi dilakukan menggunakan Bayesian optimization dengan acquisition function berupa Expected Improvement (EI). Model GPR digunakan untuk memprediksi respons CP optimum dan menentukan kandidat titik simulasi tambahan yang memiliki potensi peningkatan performa. Proses ini dilakukan secara iteratif hingga tercapai konvergensi pada desain optimum. Hasil optimasi menunjukkan bahwa konfigurasi optimum diperoleh pada ? = 0,1821, ? = ?6,3077o, dan TSR = 1,7628 dengan nilai koefisien daya (CP) sebesar 0,4370 yang menghasilkan daya turbin sebesar 380,34 W untuk satu unit turbin. Model GPR akhir mampu menggambarkan hubungan antara parameter input dan respons CP dengan tingkat kesesuaian yang cukup baik dengan evaluasi nilai R2 = 0,9998, RMSE = 0,0017, dan MAE = 0,00103. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi simulasi CFD, model GPR, dan proses Bayesian optimization cukup baik digunakan untuk mendukung proses optimasi turbin hidrokinetik dengan jumlah simulasi yang terbatas. Analisis terkait pengaruh parameter menunjukkan bahwa solidity, blade pitch angle, dan TSR berpengaruh signifikan terhadap performa turbin. Parameter solidity yang terlalu tinggi menyebabkan pembentukan daerah wake yang lebih luas, vortex yang lebih kuat, dan efek blockage yang menyebabkan munculnya torsi negatif pada beberapa posisi azimuth angle. Parameter blade pitch angle yang terlalu negatif menurunkan torsi maksimum akibat sudut serang efektif yang kurang optimum, sedangkan blade pitch angle 0o dan positif memicu separasi aliran, vortex, dan potensi terjadinya dynamic stall. TSR yang terlalu rendah menghasilkan daya turbin rendah akibat kecepatan sudut turbin yang kecil, sedangkan TSR yang terlalu tinggi meningkatkan wake interaction dan vortex sehingga torsi maksimum menurun dan menyebabkan torsi negatif muncul pada beberapa posisi azimuth angle. Konfigurasi optimum menghasilkan keseimbangan terbaik antara torsi maksimum, torsi minimum yang tetap positif, serta karakteristik aliran yang lebih stabil dibandingkan konfigurasi lainnya. Evaluasi juga dilakukan pada variasi kecepatan aliran tailrace 0,5 – 1,5 m/s dengan konfigurasi turbin optimum dan pada kecepatan putar turbin yang konstan. Perubahan kecepatan aliran memengaruhi TSR operasi turbin dan daya yang dihasilkan, namun nilai koefisien daya cenderung terjaga ketika turbin dioperasikan pada TSR yang mendekati nilai optimum. Hasil ini menunjukkan bahwa pola pengaturan operasi turbin agar tetap berada pada rentang TSR optimum menjadi faktor penting untuk memaksimalkan pemanfaatan energi hidrokinetik pada tailrace PLTA Jatigede dengan kondisi kecepatan aliran yang bervariasi.

2026
πŸ‘€ Penulis: Angga Lionix Manullang
🏷️ Turbin Hidrokinetik 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

PEMODELAN PROYEKSI PENURUNAN NILAI ASET AKIBAT FAKTOR IKLIM : STUDI KASUS PADA BANGUNAN DI DKI JAKARTA

Peningkatan risiko banjir di Jakarta akibat perubahan iklim dan penurunan muka tanah menuntut integrasi risiko fisik hidrologi ke dalam valuasi aset korporasi sesuai dengan pedoman standar akuntansi seperti PSAK 236. Penelitian ini memodelkan risiko banjir menggunakan perangkat lunak HEC-RAS pada skenario Shared Socioeconomic Pathways. Kedalaman genangan ditranslasikan menjadi persentase kerugian aset fisik melalui depth-damage curve, sementara eskalasi biaya rekonstruksi diproyeksikan menggunakan algoritma SARIMAX. Integrasi dari parameter hidrologi dan finansial ini menghasilkan Expected Annual Loss yang berfungsi untuk mendiskonto nilai wajar aset menjadi Risk-Adjusted Fair Value Less Cost of Disposal. Hasil analisis menunjukkan skenario emisi ekstrem memicu beban EAL yang lebih masif. Meskipun pengujian penurunan nilai aset skenario dasar tidak mengharuskan pengakuan kerugian, shock scenario testing dengan amplifikasi damage factor sebesar +40% secara definitif memicu pencatatan Impairment Loss di tahun 2030 dan 2040. Penelitian ini secara empiris membuktikan bahwa risiko fisik iklim mampu menggerus recoverable amount aset secara sistematis dan esensial untuk diinkorporasikan ke dalam Laporan Keuangan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Nathanael Marvin Efendi
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Aset Korporasi 🏷️ Analisis Risiko Finansial

ESTIMASI RISIKO BANJIR AKIBAT DAMPAK EKSPANSI KAWASAN TERBANGUN BERBASIS EXPECTED ANNUAL DAMAGE (EAD) DI KAWASAN BANJIR BALEENDAH, KABUPATEN BANDUNG

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang dominan di Kabupaten Bandung, sementara Kecamatan Baleendah berada pada zona cekungan terendah Citarum Hulu sehingga rentan terhadap genangan berkepanjangan. Dalam dua dekade terakhir, Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Hulu mengalami ekspansi kawasan terbangun yang berpotensi meningkatkan limpasan permukaan, keterpaparan aset, dan kerugian ekonomi akibat banjir. Pekerjaan ini bertujuan menganalisis pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap risiko banjir di kawasan banjir Baleendah menggunakan pendekatan Expected Annual Damage (EAD). Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi tata guna lahan tahun 2000 dan 2020 menggunakan kerangka hazard – exposure – vulnerability – risk. Data tata guna lahan hasil asimilasi GLAD UMD dan RBI memiliki overall accuracy sebesar 83%, sedangkan model HEC-HMS yang digunakan menunjukkan kinerja baik dengan NSE 0,676, RMSE 0,6 m3/s, dan PBIAS 11,81%. Kemudian, debit hasil simulasi digunakan pada model HEC-RAS 2D untuk menghasilkan karakteristik genangan yang kemudian diintegrasikan dengan data bangunan dan valuasi aset untuk menghitung EAD. Hasil pekerjaan menunjukkan bahwa luas kawasan terbangun meningkat sebesar 12,69%, menyebabkan kenaikan nilai Curve Number (CN) dari 65,54 menjadi 67,67 (+3%) dan debit maksimum tahunan sebesar 12,4%. Jumlah bangunan yang terpapar banjir periode ulang 1 tahun meningkat dari 18.531 menjadi 34.924 unit, sedangkan nilai EAD meningkat dari Rp233,88 miliar menjadi Rp465,25 miliar per tahun atau naik 98,92%. Di sisi lain, curah hujan ekstrem menurun sekitar 6,3% pada periode 2011–2020 dibandingkan dengan periode 2001–2010. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan risiko banjir di Baleendah lebih dipengaruhi oleh ekspansi kawasan terbangun dibandingkan dengan perubahan curah hujan, sehingga perubahan tata guna lahan menjadi faktor dominan dalam peningkatan kerugian ekonomi akibat banjir.

2026
πŸ‘€ Penulis: Luthfi Yasser Aryasa
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN ULANG PARK AND RIDE MRT FATMAWATI DALAM MENDUKUNG FUNGSI KAWASAN BERORIENTASI TRANSIT FATMAWATI - DKI JAKARTA

Stasiun MRT Fatmawati merupakan simpul transit utama pada koridor selatan Jakarta dengan beban komuter yang tinggi. Fasilitas park and ride eksisting belum berfungsi sebagai titik parkir terpusat, sedangkan aktivitas drop-off, pick-up, dan tunggu layanan ride-hailing masih berlangsung di badan jalan sehingga menimbulkan hambatan samping. Kondisi ini menunjukkan bahwa park and ride belum dioptimalkan sebagai instrumen manajemen permintaan perjalanan atau transportation demand management untuk mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang fasilitas park and ride dengan fasilitas drop-off dan pick-up dan ruang tunggu penumpang yang terintegrasi dengan MRT Fatmawati. Penelitian menggunakan metode campuran sequential explanatory dengan data dari kuesioner terhadap 206 responden, wawancara, dan observasi. Analisis disusun atas kriteria user-oriented, connected, dan responsiveness pada tujuh elemen rancang kota Shirvani, dengan proyeksi permintaan parkir melalui regresi linear (tahun dasar 2026) dan kebutuhan loket melalui teori antrian M/M/1. Hasil analisis menunjukkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada keterbatasan kapasitas, melainkan pada keterpisahan ruang dan konflik aktivitas di badan jalan. Proyeksi tahun 2031 menghasilkan kebutuhan 191 satuan ruang parkir mobil dan 953 satuan ruang parkir motor. Konsep perancangan menyatukan tapak seluas 13.000 meter persegi dengan gedung parkir tiga lantai, sirkulasi satu arah yang dilengkapi underpass, area drop-off dan pick-up yang tertata, serta keterhubungan empat arah menuju MRT, Transjakarta, Jaklingko, dan ride-hailing. Sumbangan utama penelitian terletak pada pengintegrasian ruang tunggu ridehailing sebagai bagian dari sistem transit pada simpul berlahan terbatas yang dapat menjadi rujukan dalam pengembangan park and ride yang efisien dan terintegrasi.

2026
πŸ‘€ Penulis: Zalfa Marsha Qutranada
🏷️ Transportasi Umum 🏷️ Manajemen Permintaan Perjalanan 🏷️ Hidrologi

IKLAN AMBIENT MEDIA PADA RUANG DIGITAL DALAM PERSPEKTIF KAJIAN BUDAYA

Ambient media mengalami transformasi mendasar dari media berbasis ruang fisik menjadi praktik komunikasi dalam ekosistem digital yang berbasis jaringan. Perubahan ini tidak hanya menggeser cara penyampaian pesan, tetapi juga mengubah relasi antara produsen, media, dan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi tersebut serta mengkaji bagaimana karakteristik, proses produksi, dan konstruksi makna ambient media berkembang dalam ruang digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi ke lingkungan digital telah menggeser paradigma komunikasi dari spatial experience ke networked experience, di mana nilai iklan tidak lagi terletak pada lokasi, melainkan pada kemampuan sirkulasi dan reproduksi pesan dalam jaringan digital. Dalam konteks ini, audiens mengalami rekonfigurasi peran menjadi aktif memproduksi, mendistribusikan, dan menginterpretasikan ulang pesan. Selain itu, viralitas muncul bukan sekadar sebagai efek komunikasi, tetapi sebagai mekanisme utama yang menentukan keberhasilan penyebaran pesan melalui logika partisipasi dan replikasi sosial. Lebih lanjut, media sosial berfungsi sebagai arena negosiasi makna yang terbuka, di mana pesan iklan tidak lagi bersifat tunggal, melainkan mengalami afirmasi, resistensi, dan reinterpretasi oleh audiens. Temuan ini juga mengungkap bahwa praktik ambient media di ruang digital mengandung dimensi ideologis yang mencerminkan relasi kuasa serta berperan dalam membentuk identitas sosial. Dengan demikian, ambient media tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai praktik wacana yang berkontribusi dalam produksi makna dan konstruksi budaya digital.

2026
πŸ‘€ Penulis: Firmanda Satria
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

INTEGRASI MODEL HEC-HMS DAN HEC-RAS UNTUK MENGESTIMASI KERUGIAN EKONOMI BANJIR BERBASIS EXPECTED ANNUAL DAMAGE (EAD) DI KAWASAN BANJIR BALEENDAH, KABUPATEN BANDUNG

Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung merupakan wilayah yang sering mengalami banjir akibat posisinya di dataran banjir DAS Citarum Hulu dan karakteristik topografi yang berbentuk cekungan. Pekerjaan ini bertujuan mengintegrasikan model HEC-HMS dan HEC-RAS untuk mengestimasi kerugian ekonomi banjir menggunakan pendekatan Expected Annual Damage (EAD). Pemodelan hidrologi dilakukan menggunakan HEC-HMS dengan pendekatan continuous simulation pada periode 2001 – 2023 untuk menghasilkan debit jangka panjang. Model kemudian dikalibrasi dan divalidasi menggunakan data debit observasi sehingga mampu merepresentasikan respons hidrologi DAS Citarum Hulu. Selanjutnya, analisis debit ekstrem dilakukan menggunakan metode Peak Over Threshold (POT) dengan distribusi Generalized Pareto Distribution (GPD) untuk memperoleh debit rancangan pada periode ulang 1, 2, 5, 10, 20, 50, dan 100 tahun. Debit rancangan tersebut digunakan sebagai masukan model hidrolika HEC RAS 2D untuk mensimulasikan kedalaman dan luasan genangan banjir. Hasil simulasi genangan kemudian diintegrasikan dengan data keterpaparan bangunan, nilai aset, dan kurva kerentanan (damage factor) untuk menghitung kerugian ekonomi pada setiap periode ulang, yang selanjutnya digunakan dalam perhitungan Expected Annual Damage (EAD). Hasil pekerjaan menunjukkan bahwa debit rancangan meningkat dari 372,38 mΒ³/s pada periode ulang 1 tahun menjadi 444,12 mΒ³/s pada periode ulang 100 tahun. Luas genangan banjir meningkat dari 1.120,30 ha menjadi 1.286,83 ha, sedangkan jumlah bangunan residensial terdampak meningkat dari 27.881 unit menjadi 31.499 unit. Integrasi komponen risiko menghasilkan nilai EAD sebesar 466,69 miliar rupiah per tahun. Hasil ini menunjukkan bahwa kawasan banjir Baleendah memiliki tingkat risiko ekonomi banjir yang sangat tinggi dan memerlukan upaya mitigasi yang berkelanjutan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Aisyah Ashma' Widyanto
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Risiko Banjir 🏷️ Model Simulasi Geografis

PEMODELAN SPASIO-TEMPORAL DEFORESTASI DAN STOK KARBON HUTAN BERDASARKAN SKENARIO KEBIJAKAN PERLINDUNGAN GAMBUT-HUTAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN PANGAN DI KALIMATAN TENGAH (1990-2040)

Provinsi Kalimantan Tengah memiliki ekosistem gambut terluas di Indonesia sekaligus menghadapi tekanan deforestasi yang tinggi, dipengaruhi oleh sejarah Pengembangan Lahan Gambut (PLG) satu juta hektar serta kebijakan baru berupa program ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan dan laju deforestasi secara spasio-temporal; (2) mengestimasi simpanan karbon dan kehilangan karbon (carbon loss) historis periode 1990–2020 berdasarkan variasi kerapatan vegetasi; serta (3) mengevaluasi carbon loss antar skenario kebijakan pada proyeksi tutupan lahan tahun 2030 dan 2040 serta implikasinya terhadap kebijakan pengelolaan hutan. Analisis perubahan tutupan lahan dilakukan dengan teknik overlay secara wall-to-wall data KLHK tahun 1990, 2000, 2011, dan 2020 untuk memperoleh matriks perubahan, neraca lahan (land account), dan laju deforestasi. Estimasi simpanan karbon menggunakan metode look-up table dengan nilai referensi studi terdahulu, yang dipadukan dengan klasifikasi kerapatan vegetasi berbasis ambang batas NDVI (>0,4 kategori rapat dan <0,4 kategori jarang) pada tutupan hutan, sedangkan carbon loss dihitung dengan pendekatan stock-change. Pemodelan tutupan lahan tahun 2030 dan 2040 dilakukan menggunakan Land Change Modeler dengan pendekatan Multi-Layer Perceptron dan CA-Markov, seleksi variabel pendorong berdasarkan nilai Cramer’s V (?0,15). Empat skenario kebijakan dikembangkan, yaitu Business as Usual (BAU), Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP), Peatland Protection (PLP), dan Protected Forest Area (PFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 1990–2020 Provinsi Kalimantan Tengah kehilangan hutan alam seluas 3,87 juta hektar dengan penurunan terbesar pada hutan rawa sekunder. Laju deforestasi menurun dari 2,08%/tahun (1990–2000) menjadi 1,01%/tahun (2010–2020). Perubahan tersebut menurunkan simpanan karbon dari 2,30 Gt C (1990) menjadi 1,95 Gt C (2020), dengan total carbon loss mencapai 674,29 juta ton C atau setara 2,47 Gt ????????2????. Validasi model menunjukkan nilai Kappa sebesar 0,7574 (kategori kesepakatan kuat). Proyeksi menunjukkan bahwa skenario PFA menghasilkan carbon loss terendah (41% lebih rendah dibandingkan BAU), sedangkan skenario KSPP menghasilkan carbon loss lebih tinggi dibandingkan PFA dan PLP, mengindikasikan potensi konflik antara target ketahanan pangan dan komitmen mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencapaian FOLU Net Sink 2030 di Kalimantan Tengah memerlukan pendekatan kebijakan terpadu yang mengintegrasikan perlindungan hutan, restorasi gambut, dan perencanaan tata ruang berbasis jasa ekosistem karbon.

2026
πŸ‘€ Penulis: Epi Rahayu
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PEMODELANMULTISKALAPENYAKITALZHEIMERAKIBAT AKUMULASIPROTEINPATOLOGISDENGANPENDEKATANMODELWILSON-COWANDANMODELKURAMOTO

Penyakit Alzheimer merupakan salah satu bentuk demensia paling umum. Patogenesis dari penyakit ini disebabkan oleh akumulasi progresif protein Amiloid-???? dan Tau pada jaringan otak, menyebar melalui mekanisme prion-like sesuai dengan pola Stadium Braak. Perubahan patologis ini berlangsung bertahun-tahun sebelum gejala kognitif muncul, sehingga pemahaman kuantitatif mengenai dinamika penyebaran menjadi penting untuk deteksi dini penyakit. Penelitian ini membangun model matematika multiskala tiga lapis untuk mensimulasikan progresi penyakit Alzheimer pada jaringan enam regio otak awal yang terdampak sesuai pola Stadium Braak. Lapisan pertama memformulasikan model kinetika protein makroskopik yang diturunkan dari sistem heterodimer empat variabel menjadi sistem dua variabel logistik, disertai mekanisme cross-seeding Amiloid-???? dan Tau, serta umpan balik aktivitas saraf terhadap laju proliferasi protein. Lapisan kedua menggunakan model Wilson-Cowan yang dimodifikasi dengan suku hiperaktivasi berbasis konsentrasi protein Tau untuk menangkap ketidakseimbangan eksitasi-inhibisi. Lapisan ketiga mengintegrasikan model Kuramoto dengan pergeseran frekuensi berbasis aktivitas saraf dan mekanisme penalti kopling berbasis akumulasi protein untuk mengukur degradasi sinkronisasi fungsional antar-regio. Sistem tiga lapis ini didiskretisasi pada jaringan enam simpul berbasis matriks Laplacian dengan titik infeksi awal di regio Transentorhinal, dan diselesaikan secara numerik menggunakan metode Runge-Kutta orde empat terhadap 30 persamaan diferensial biasa secara simultan. Analisis titik tetap pada lapisan protein menghasilkan tiga kesetimbangan: kondisi sehat yang tidak stabil ????1(0, 0), titik pelana ????2(0, 1), dan kondisi neurodegeneratif total yang stabil asimtotik ????3 (1, 1), yang secara matematis mengkonfirmasi sifat progesi dan ireversibel penyakit. Analisis bifurkasi Hopf pada modelWilson-Cowan menunjukkan bahwa peningkatan faktor sensitivitas hiperaktivasi ???? menggeser titik kritis menuju konsentrasi protein yang lebih rendah, mengkonfirmasi adanya umpan balik positif destruktif antara eksitasi saraf dan proliferasi protein. Simulasi sistem penuh menunjukkan fenomena coherence window, yaitu periode ketika jaringan otak masih mempertahankan sinkronisasi meskipun protein patologis sudah berkembang, yang berkorelasi secara kualitatif dengan fase Mild Cognitive Impairment (MCI) pada Stadium Braak III-IV. Penurunan sinkronisasi yang bermakna secara klinis (R < 0.5) hanya terjadi melalui gabungan antara kerusakan struktural kopling dan gangguan fungsional hiperaktivasi, sementara hiperaktivasi berperan sebagai akselerator temporal yang menyempitkan jendela koherensi tersebut. Model multiskala yang dibangun berhasil menghasilkan karakteristik biologis progresi penyakit Alzheimer secara kualitatif dan menunjukkan bahwa lebar coherence window dapat berperan sebagai penanda kuantitatif potensial untuk deteksi dini sebelum transisi menuju fase demensia akut. Intervensi yang memperlebar jendela koherensi tersebut, baik melalui penguatan kopling struktural maupun penekanan hiperaktivasi neural, secara teoritis paling efektif dalam memperlambat laju progresi penyakit.

2026
πŸ‘€ Penulis: Pamela Kayla Kamal
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Model Matematika 🏷️ Hidrologi

PEMODELAN RESERVOIR STATIS 3D DAN ESTIMASI SUMBER DAYA HIDROKARBON PADA FORMASI GUMAI, LAPANGAN BORNEO, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN

Lapangan Borneo merupakan lapangan migas matang (mature field) yang telah memproduksikan hidrokarbon dari reservoir batupasir Formasi Gumai sejak tahun 2004. Seiring dengan lamanya periode produksi, diperlukan pembaruan model reservoir statis (updated static reservoir model) yang selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar dalam mengevaluasi potensi hidrokarbon yang masih tersisa. Serta karakterisasi reservoir untuk mengevaluasi distribusi properti reservoir. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan analisis fasies, petrofisika, dan pemodelan reservoir statis 3 dimensi guna mengevaluasi kembali interval batupasir Gumai di Cekungan Sumatra Selatan. Penelitian ini menggunakan data well log, batuan inti (core), dan analisis petrofisika dari 16 sumur. Tahapan penelitian meliputi analisis fasies, interpretasi lingkungan pengendapan, analisis petrofisika, pemodelan reservoir statis, dan perhitungan volumetrik hidrokarbon menggunakan metode Stock Tank Oil Initially in Place (STOIIP). Berdasarkan data batuan inti, daerah penelitian tersusun atas 9 litofasies yang dikelompokkan ke dalam tiga asosiasi fasies, yaitu tidal sand bar, tidal sand flat, dan tidal mixed flat, yang menunjukkan lingkungan pengendapan estuari dengan dominasi pasang surut serta arah sedimentasi dari barat daya ke timur laut. Model reservoir statis menunjukkan bahwa distribusi properti reservoir dikontrol oleh persebaran fasies dan arah sedimentasi. Fasies tidal sand bar memiliki kualitas reservoir terbaik yang ditunjukkan oleh dominasi rock type 1 (RT-1), nilai porositas efektif dan permeabilitas yang relatif lebih tinggi, serta distribusi net reservoir yang paling dominan pada model NTG. Sementara itu, distribusi saturasi air (Sw) tidak menunjukkan tren fasies yang signifikan karena lebih dikontrol oleh Height Above Free Water Level (HFWL) dan tekanan kapiler melalui metode Leverett J-function. Berdasarkan hasil perhitungan volumetrik menggunakan metode STOIIP, estimasi sumber daya hidrokarbon pada daerah penelitian mencapai 41,295 MMSTB atau sekitar 41 juta stock tank barrel (STB) minyak di tempat.

2026
πŸ‘€ Penulis: Erlanka Ezar
🏷️ Hidrologi 🏷️ Reservoir Statis 🏷️ Estimasi Sumber Daya Hidrokarbon

KARAKTERISASI RESERVOIR DAN ESTIMASI SUMBER DAYA HIDROKARBON PADA LAPANGAN SSONNE, CEKUNGAN SARAWAK, MALAYSIA

Minyak dan gas bumi merupakan salah satu energi utama bagi kehidupan manusia. Lapangan SSONNE merupakan lapangan hidrokarbon yang terletak di Cekungan Sarawak, Malaysia dengan luas 10.05 km2. Lapangan SSONNE memiliki potensi hidrokarbon yang cukup menjanjikan sehingga diperlukan kajian mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi Lapangan SSONNE secara komprehensif, meliputi fasies dan lingkungan pengendapan, properti petrofisika, serta estimasi sumber daya hidrokarbon (OGIP). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sumur yang mencakup rangkuman deskripsi keratan bor, log tali kawat, dan data seismik. Penelitian ini dilakukan melalui analisis stratigrafi sikuen, analisis fasies dan lingkungan pengendapan, analisis petrofisika, serta estimasi sumber daya hidrokaron secara terintegrasi dan berurutan. Hasil analisis stratigrafi sikuen menunjukkan interval penelitian yang terletak pada NBC 2 – NBC 3 merupakan endapan LST/TST dan HST. Interval NBC 2 – NBC 3 dibagi menjadi dua reservoir berdasarkan parasikuennya, yaitu Reservoir 1 (NBC 3 – SB 2) dan Reservoir 2 (FS 6 – SB 1). Secara stratigrafi, sikuen terbagi menjadi dua batas sikuen. Hasil analisis fasies berdasarkan deskripsi keratan bor dan log tali kawat serta deskripsi batuan inti sumur lainnya (SSW-001) pada interval NBC 3 – NBC 2, menunjukkan empat litofasies yaitu Smf, Sfvf, Fsm, dan C serta tiga asosiasi fasies yaitu tidal bar, tidal flat, dan salt marsh. Ketiga asosiasi fasies menyusun lingkungan pengendapan berupa tide-dominated estuary. Hasil analisis petrofisika menunjukkan interval penelitian memiliki nilai rata-rata volume serpih, porositas efektif, dan saturasi air masing-masing pada Reservoir 1 sebesar 0.3112, 0.1367, dan 0.5173 serta Reservoir 2 sebesar 0.2229, 0.1529, dan 0.5804. Hasil interpretasi seismik menunjukkan antiklin dan sesar normal pada interval penelitian. Hasil estimasi sumber daya hidrokarbon menghasilkan sumber daya OGIP masing-masing pada Reservoir 1 sebesar 4.52 BSCF dan Reservoir 2 sebesar 12.79 BSCF.

2026
πŸ‘€ Penulis: Nazarina Aura Salsabilla
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPAN DAN KARAKTERISTIK BATUBARA PADA PIT LASKAR SEMESTA ALAM (LSA), KECAMATAN PARINGIN, KABUPATEN BALANGAN, KALIMANTAN SELATAN

Formasi Warukin merupakan salah satu formasi pembawa batubara utama di Cekungan Barito yang memiliki potensi sumber daya besar, sehingga diperlukan pemahaman mengenai kondisi geologi, lingkungan pengendapan, dan karakteristik batubara guna mendukung pengelolaan sumber daya secara optimal. Penelitian ini dilakukan pada area Pit LSA dengan luas sekitar 6,1 kmΒ² yang termasuk dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Laskar Semesta Alam, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi di lokasi penelitian, serta mengidentifikasi lingkungan pengendapan dan karakteristik batubara di lokasi penelitian. Untuk memetakan kondisi geologi daerah penelitian digunakan data observasi singkapan serta data lubang bor, kemudian data pengukuran penampang stratigrafi untuk analisis litofasies dalam penentuan lingkungan pengendapan batubara. Data lubang bor juga digunakan untuk korelasi lubang bor, sedangkan data hasil uji proksimat dan ultimat batubara lapisan A dan B digunakan untuk analisis kualitas dan peringkat batubara. Lokasi penelitian terdiri atas empat satuan batuan tidak resmi dari tua ke muda yaitu, satuan batugamping, satuan batulempung, satuan batulempung batupasir, dan satuan batupasir, dengan struktur geologi berupa antiklin tipe steeply inclined horizontal fold (Fleuty, 1964) dan sesar naik interpretatif. Batubara di lokasi penelitian diendapkan pada lingkungan transitional lower delta plain dengan asosiasi fasies channel, crevasse splay, interdistributary bay dan swamp. Karakteristik lapisan batubara A dan B dengan kadar abu rata-rata sekitar 1,36 %adb yang termasuk kategori sangat rendah (ISO 11760, 2005), serta kadar sulfur rata-rata sekitar 0,10 %adb yang termasuk kategori rendah (Chou, 2012). Berdasarkan ASTM D388-19a (2019), lapisan batubara A dan B termasuk kategori peringkat Subbituminous C Coal dengan nilai kalori rata-rata sebesar 9.180,21 btu/lb sekitar 21,35 MJ/kg.

2026
πŸ‘€ Penulis: Rizka Sabrina Rianty
🏷️ Geologi 🏷️ Manajemen Sumber Daya Mineral 🏷️ Hidrologi

KONSTRUKSI IDENTITAS BUDAYA SUNDA: ANALISIS REPRESENTASI OLEH KREATOR KONTEN TIKTOK

Perkembangan media digital telah menggeser kendali representasi budaya dari institusi media konvensional ke tangan individu. TikTok, sebagai platform video pendek dengan pengguna terbesar di Indonesia, menjadi ruang representasi budaya lokal, termasuk budaya Sunda, namun logika algoritma dan viralitasnya membuka kemungkinan reinterpretasi nilai kesundaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi budaya Sunda dalam konten TikTok dan memahami bagaimana identitas budaya tersebut dikonstruksi, mencakup bentuk representasi, unsur budaya yang muncul, pola representasi lintas kategori konten, serta indikasi pergeseran pemaknaan nilai kesundaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan metode analisis representasi berbasis kerangka encoding-decoding Stuart Hall (1980; 1997), diperkaya Circuit of Culture (du Gay dkk., 1997). Data dikumpulkan melalui pengamatan digital non-partisipan dan purposive sampling terhadap dua belas video dari sebelas kreator, dikelompokkan ke dalam empat kategori konten: persona, hiburan, kesenian, dan edukasi. Hasil menunjukkan bahasa Sunda hadir konsisten lintas seluruh kreator sebagai infrastruktur representasi identitas. Dari delapan nilai kesundaan yang dianalisis, distribusi kemunculannya tidak merata dan umumnya hadir melalui tindakan, bukan deklarasi eksplisit. Keempat kategori konten menunjukkan mekanisme representasi yang berbeda tanpa satu kategori yang lebih β€œSunda” dari yang lain, dan posisi encoding kreator tersebar dari dominan-afirmatif hingga oposisional. Terkait reinterpretasi, yang dominan terjadi adalah mediasi, bukan mutasi: substansi nilai tidak berubah, yang berubah adalah medium, jangkauan audiens, dan format kemasannya. Ditemukan pula tiga kemunculan baru: morfologi linguistik baru, medium transmisi berbasis video pendek, dan perluasan komposisi penutur otoritatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi budaya Sunda di TikTok adalah proses identitas yang becoming, perluasan ruang ekspresi nilai, bukan perubahan substansinya. Penelitian ini menyumbangkan perluasan kerangka encoding-decoding dan Circuit of Culture ke konteks platform digital, serta menjadi referensi bagi kreator, akademisi, dan pihak pelestarian budaya lokal.

2026
πŸ‘€ Penulis: Abdurrahman Raihan Syahid
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi
Halaman 21 dari 267
πŸ’¬