📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5,228 dokumenPENGARUH KEPERCAYAAN DAN KEAMANAN KONSUMEN TERHADAP NIAT PEMBELIAN ONLINE PADA PRODUK HOME APPLIANCES: PERAN MODERASI LITERASI DIGITAL
Teknologi digital telah berkembang pesat di berbagai bidang dan secara khusus telah mengubah cara bisnis berkomunikasi dengan konsumen melalui platform e commerce. Perkembangan ekosistem digital di Indonesia telah mendorong bisnis untuk menerapkan sistem omnichannel yang menggabungkan saluran pembelian online dan offline. Meskipun pertumbuhan ini jelas terlihat, transaksi offline terus mendominasi pasar peralatan rumah tangga yang menunjukkan bahwa belanja online untuk produk elektronik masih berada pada tahap awal. Produk peralatan rumah tangga diklasifikasikan sebagai produk dengan keterlibatan tinggi karena harga mereka yang relatif tinggi, kompleksitas teknis, dan risiko yang menyertainya dibandingkan dengan barang-barang konsumen sehari-hari. Akibatnya, konsumen sering kali melakukan penilaian yang lebih intensif terhadap perilaku belanja online mereka. Kepercayaan konsumen dan persepsi keamanan oleh karena itu merupakan pendorong kritis dari niat pembelian online dalam konteks ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kepercayaan konsumen dan keamanan terhadap niat pembelian produk peralatan rumah tangga secara online menggunakan platform e-commerce. Selain itu, penelitian ini meneliti literasi digital sebagai perspektif moderasi dalam hubungan kepercayaan dan keamanan dengan preferensi pembelian pada belanja online yang paling umum. Motivasi untuk penelitian ini adalah banyaknya konsumen di bidang elektronik yang memilih untuk membeli produk menggunakan toko offline meskipun saluran pembelian digital kini tersedia. Kualitas produk, keaslian produk, keamanan pembayaran, risiko pengiriman, dan ketidakpastian pasca-penjualan adalah beberapa titik sakit yang terkait dengan konsumen. Selain itu, pengetahuan tentang teknologi digital juga dapat mempengaruhi konsumen dalam memproses dan menilai informasi tentang risiko yang dipersepsikan dalam transaksi online. Dalam penelitian ini, kami memiliki studi kuantitatif menggunakan metode survei. Penelitian ini mengandalkan data primer dengan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengumpulkan dari konsumen yang memiliki pengalaman atau kecenderungan terhadap e-commerce produk peralatan rumah tangga. Teknik pengambilan sampel acak sederhana digunakan untuk mendapatkan 160 responden. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert lima poin untuk menilai persepsi kepercayaan, keamanan, literasi digital, dan niat pembelian online di antara responden. Data diproses menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Analisis melibatkan penilaian model luar, di mana validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas konstruk diperiksa, serta evaluasi model dalam untuk menguji hubungan struktural dan konstruk moderasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kepercayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian online. Konsumen lebih suka membeli fitur produk peralatan rumah tangga secara online ketika mereka merasakan kredibilitas, keandalan, dan transparansi informasi produk dari penjual. Juga terungkap bahwa keamanan dan niat beli online memiliki pengaruh signifikan yang positif. Seseorang dapat lebih percaya diri dalam bertransaksi online, jika mereka percaya bahwa transaksi dan informasi pribadi mereka akan tetap aman, produk pasti melewati jaminan kualitas, dan penjual dapat dipercaya. Literasi digital tidak secara signifikan memoderasi hubungan antara kepercayaan dan niat untuk melakukan pembelian online, menurut analisis moderasi. Kami menemukan bahwa ketika perdagangan dilakukan dalam lingkungan yang dapat dipercaya, kemampuan digital pelanggan tidak memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap keputusan pembelian mereka dibandingkan dengan kepercayaan itu sendiri. Bertentangan dengan prediksi, terdapat efek moderasi positif yang kuat dari literasi digital terhadap hubungan antara keamanan dan niat pembelian online. Pelanggan yang melek digital lebih mampu untuk memeriksa apa yang mereka lihat secara online, mengenali vendor resmi dan prosedur keamanan, serta mengidentifikasi sistem perlindungan transaksi. Karena hal ini, konsumen dengan tingkat literasi digital yang lebih tinggi lebih terpengaruh oleh keamanan saat melakukan pembelian online. Mengingat hal ini, rekomendasi strategis disarankan dalam studi ini dan disusun sesuai dengan 7P Marketing Mix (Produk, Harga, Tempat, Promosi, Orang, Proses, dan Bukti Fisik). Strategi yang diusulkan diharapkan dapat memastikan keamanan transaksi, meningkatkan persepsi literasi digital dalam hal keamanan saat melakukan transaksi online, meningkatkan kualitas layanan, dan meningkatkan kepercayaan konsumen dalam penggunaan saluran pembelian online. Inisiatif-inisiatif ini diasumsikan dapat berkontribusi pada peningkatan niat pembelian online dan memperkuat pertumbuhan penjualan online serta mengurangi perbedaan antara hasil pembelian online dan offline dalam kategori peralatan rumah tangga.
PENINGKATAN AKURASI PERAMALAN UNTUK MENINGKATKAN TINGKAT LAYANAN PELANGGAN DAN EFISIENSI MODAL KERJA: STUDI KASUS RANTAI PASOKAN SUKU CADANG ALAT BERAT
PT Cakra Harmoni Sentosa, distributor alat berat terbesar di Indonesia, mencatat transaksi suku cadang senilai IDR 1,1 triliun per tahun di Plant Sungai Danau (SDU). Namun demikian, tingkat layanan pelanggan (Customer Service Level atau CSL) hanya mencapai 75%, di bawah target 80%, sementara Days of Inventory (DOI) mencapai 87 hari, melampaui target 75 hari. Kondisi ini mencerminkan masalah kelebihan stok dan kekurangan stok yang terjadi secara bersamaan, yang bersumber dari ketergantungan perusahaan pada metode peramalan Moving Average 12 bulan (MA12). Metode ini tidak mampu mengakomodasi pola permintaan intermittent dan lumpy yang mendominasi 90% portofolio suku cadang. Penelitian ini menerapkan kerangka klasifikasi permintaan Syntetos-Boylan-Croston (2005) untuk mengelompokkan seluruh SKU aktif berdasarkan Average Demand Interval (ADI) dan Squared Coefficient of Variation (CV²), kemudian mengevaluasi 23 variasi model peramalan per kategori pola permintaan menggunakan walk-forward validation. Pemilihan model didasarkan pada weighted average rank yang menggabungkan 75% SPEC dan 25% akurasi berbasis MAPE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pola permintaan secara konsisten mengungguli kebijakan peramalan seragam. Untuk item lumpy (11.51% dari SKU), Ensemble SES, SBA, LSTM, dan N-Beats mencapai performa terbaik. Untuk item smooth (6.67%) dan intermittent (78.66%), Ensemble CatBoost, MLP, dan ARIMA terbukti lebih unggul. Untuk item erratic (3.16%), SES dikombinasikan dengan safety stock buffer yang ditingkatkan untuk mencapai service level 90% direkomendasikan sebagai pendekatan yang paling sesuai. Simulasi Stock Level Maximum menggunakan metode yang diusulkan dan kalibrasi safety stock dinamis per SKU dengan formula SS = Z dikali sigma-demand dikali akar dari LT memproyeksikan peningkatan CSL dari 75% menjadi sekitar 81%, atau satu poin persentase di atas target, serta penurunan DOI dari 87 hari menjadi 74 hari. Penurunan ini setara dengan pelepasan modal kerja senilai IDR 39 miliar. Analisis feature importance pada komponen machine learning mengidentifikasi variabel lag permintaan, rolling mean dan standar deviasi, jumlah alat berat aktif, harga batu bara, serta statistik lead time sebagai pendorong utama akurasi peramalan di seluruh kategori pola permintaan.
MELAMPAUI ALGORITMA: ADAPTASI MODEL PERJODOHAN KOREA UNTUK DINAMIKA PENCARIAN PASANGAN DI INDONESIA PADA ERA DIGITAL
Sementara pasar aplikasi kencan digital di Indonesia berkembang pesat karena pertumbuhan ekonomi dan penetrasi ponsel pintar, para lajang profesional berpenghasilan tinggi masih menghadapi tantangan signifikan dalam menemukan pasangan yang andal dan aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatasi "defisit kepercayaan" (trust deficit) pada platform yang ada saat ini—yang sangat bergantung pada algoritma data—dengan menetapkan strategi lokalisasi dan Go-to-Market (GTM) guna memperkenalkan model biro jodoh premium berbasis manusia (human matchmaking) asal Korea yang telah terbukti ke pasar berpenghasilan tinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain riset metode campuran (mixed-methods), yang menggabungkan survei kuantitatif terhadap 368 individu lajang atau cerai berusia 24 hingga 45 tahun di seluruh Indonesia, dengan fokus utama di wilayah Jabodetabek, setelah melakukan wawancara mendalam secara kualitatif dengan para pakar dari perusahaan biro jodoh terkemuka di Korea. Analisis kuantitatif yang komprehensif dilakukan untuk mengonfirmasi potensi permintaan yang kuat sebelum mengembangkan strategi Go-to-Market. Secara khusus, Analisis Tabulasi Silang (Cross-Tabulation Analysis) digunakan untuk menyegmentasikan pasar dan mengidentifikasi audiens target yang optimal, yaitu para profesional berusia 30-an dan 40-an yang tinggal di Jabodetabek dengan pendapatan bulanan di atas IDR 15 juta. Hasil analisis empiris menggunakan analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa dua faktor merupakan prediktor yang signifikan secara statistik terhadap Tingginya Kesediaan untuk Membayar Layanan Premium (High Willingness to Pay Premium Services); kedua faktor tersebut adalah seberapa ketat dokumen diverifikasi dan tingkat keahlian profesional dalam manajemen. Selain itu, statistik deskriptif dan analisis frekuensi digunakan untuk menentukan faktor pembelian utama, menyusun struktur tingkatan harga yang optimal, dan menetapkan persyaratan minimum bagi perusahaan mitra sebagai bagian dari Proposisi Nilai (Value Proposition) perusahaan. Oleh karena itu, berdasarkan temuan empiris dari penelitian ini, sebuah alur kerja operasional dikembangkan berdasarkan business model canvas yang telah dilokalisasi dan bauran pemasaran 4P. Tiga strategi yang memperkuat model bisnis ini meliputi: Pertama, penerapan struktur pembayaran terbagi yang mencakup biaya pendaftaran (joining fee) dan biaya keberhasilan (success fee). Pembagian biaya ini memungkinkan pengurangan hambatan masuk (barrier to entry) yang disesuaikan dengan budaya lokal. Kedua, karena keterbatasan informasi yang tersedia dari basis data publik lokal dan untuk memenuhi tujuan utama dalam menyediakan proses verifikasi terbaik bagi klien, sebuah jaringan verifikasi manual dikembangkan melalui perjanjian kemitraan dengan beberapa firma hukum lokal dan lembaga pemeringkat kredit. Terakhir, berdasarkan basis pengguna yang telah berpengalaman dengan aplikasi kencan dan memiliki niat kuat untuk beralih menjadi pelanggan berbayar, Strategi Saluran Hibrida O2O (O2O Hybrid Channel Strategy) telah diterapkan dengan memanfaatkan aplikasi yang aman serta lounge fisik kelas atas, yang memungkinkan efisiensi sekaligus kepercayaan dalam hal bertemu dengan calon pasangan. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini, terlihat jelas bahwa meskipun sekadar mentransfer model bisnis internasional yang mapan dapat efektif dalam hal kesuksesan, pengembangan strategi lokalisasi berbasis data mampu mengatasi kebutuhan yang belum terpenuhi (unmet needs) di pasar baru secara signifikan. Cetak biru bisnis inovatif yang disajikan dalam penelitian ini menciptakan pergeseran paradigma bagi industri biro jodoh di Indonesia, serta berfungsi sebagai landasan teoritis dan praktis yang kokoh untuk ekspansi bisnis di masa depan ke Asia Tenggara.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS PRODUK MIX MELALUI COSTING BERBASIS RUTE PRODUKSI: STUDI KASUS PADA INDUSTRI MANUFAKTUR POLYPROPYLENE
Produsen polypropylene menghadapi tekanan berkelanjutan dari volatilitas biaya bahan baku, pergerakan harga pasar, persaingan impor, dan keterbatasan kapasitas produksi. Dalam kondisi tersebut, keputusan product mix tidak hanya memerlukan pertimbangan permintaan dan operasional, tetapi juga visibilitas biaya dan margin kontribusi yang lebih rinci. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka costing berbasis route-level untuk mendukung perencanaan bauran produk yang mempertimbangkan margin pada perusahaan manufaktur polypropylene. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kuantitatif pada PT PRP, berdasarkan data sekunder internal periode 2024, yang mencakup data produksi, pemetaan grade-formula-route, Bill of Materials, konsumsi utilitas, data costing, dan data harga jual. Kerangka yang diusulkan mengombinasikan Bill of Materials dan logika Activity-Based Costing untuk menghitung variable cost dan route-sensitive pada tingkat grade-formula-route. Sebanyak 36 kombinasi grade-formula-route dianalisis dan dibandingkan dengan metode costing saat ini yang berbasis grade-level. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan margin kontribusi antara metode costing saat ini dan metode ABC-BOM yang diusulkan berkisar kurang dari USD 1 per ton hingga lebih dari USD 17 per ton. Hal ini menunjukkan bahwa grade-level costing dapat mengaburkan perbedaan biaya dan margin yang disebabkan oleh variasi formula dan rute produksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa route-level costing dapat mendukung pengambilan keputusan manajerial dengan membantu PT PRP menyeimbangkan komitmen permintaan, kelayakan operasional, dan prioritas margin dalam perencanaan product mix.
PENILAIAN KELAYAKAN: STUDI PRA-KELAYAKAN UNTUK PENGEMBANGAN INDUSTRI BIOSIMILAR DI INDONESIA MENUJU KEMANDIRIAN DAN PELAYANAN KESEHATAN YANG TERJANGKAU
ndonesia saat ini menghadapi Defisit Struktural Ganda yang berada di persimpangan antara jaminan kesehatan nasional dan stabilitas makroekonomi. Kerentanan negara ini juga terlihat pada sektor farmasi nasional yang sangat bergantung pada impor, yakni sebesar 90 persen untuk obat-obatan biologis. Ketergantungan impor ini menciptakan celah keamanan yang membuat sistem kesehatan rentan terhadap krisis rantai pasokan global. Selain itu, hal ini meningkatkan beban fiskal negara yang tidak berkelanjutan. Pada tahun 2023, pengeluaran untuk penyakit katastropik di bawah program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melonjak menjadi Rp 34,7 triliun. Peningkatan pengeluaran ini didorong oleh mahalnya biaya terapi impor. Secara historis, tingginya volume impor turut mendorong terjadinya Defisit Transaksi Berjalan, yang pada gilirannya akan melemahkan stabilitas mata uang kita.Analisis menggunakan Porter's five forces (lima kekuatan Porter) menunjukkan bahwa industri biosimilar menghadapi hambatan yang besar untuk masuk ke pasar. Industri ini membutuhkan pengeluaran modal yang sangat besar dan teknologi yang rumit, sehingga sulit dibiayai dengan persyaratan komersial perbankan. Masalah utamanya adalah belum adanya model industri yang menggabungkan kelayakan teknis dengan pendanaan strategis untuk membantu industri ini mengatasi rintangan pasar. Oleh karena itu, Studi Kelayakan Awal sangat diperlukan untuk mengembangkan model bagi kemajuan industri biosimilar nasional. Studi ini akan meneliti prospek pengembangan tiga molekul biosimilar: Dulaglutide, Trastuzumab, dan Pembrolizumab, untuk tahap produksi awal di Indonesia.Studi tersebut memiliki dua tujuan utama; tujuan pertama adalah menguji Kelayakan Tekno-Ekonomi dari strategi Percepatan Transfer Teknologi (In-Licensing) dibandingkan dengan Penelitian dan Pengembangan (R&D) mandiri. Tujuan kedua adalah menghitung Dampak Makroekonomi, termasuk Dampak Langsung, Tidak Langsung, serta Efek Pengali (Multiplier Effects), untuk membenarkan penggunaan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Bank Indonesia sebagai solusi pembiayaan.Apakah Anda ingin saya membantu meringkas teks ini, menjelaskan istilah teknis seperti biosimilar dan In-Licensing dengan lebih sederhana, atau mencari informasi terbaru terkait pengembangan industri biosimilar di Indonesia saat in.
PERANCANGAN KERANGKA KERJA PENETRASI PASAR UNTUK PUSAT DATA HIPERSKALA DI INDONESIA: STUDI KASUS ARSA GLOBAL DATA CENTRES
Tujuan dari tesis ini adalah untuk menyusun kerangka kerja penetrasi pasar bagi ARSA Global Data Center (ARSA GDC) Indonesia, yang sejak masuk ke Indonesia pada tahun 2020 hanya memiliki satu pelanggan. ARSA GDC memiliki infrastruktur yang kuat dan dukungan finansial yang baik, namun menghadapi kesulitan di pasar. Oleh karena itu, penelitian ini akan berfokus pada tiga hal utama, yaitu: siapa target pasar ARSA GDC, apa kebutuhan mereka, dan bagaimana strategi untuk memenangkan pasar. Pendekatan mixed-method akan digunakan dalam penelitian ini. Data akan dikumpulkan melalui wawancara dengan 8 pakar industri, serta didukung oleh survei terhadap 40 tenaga profesional di bidang IT. Konteks tambahan dan validasi juga akan menggunakan riset pasar sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar dapat dikelompokkan menjadi empat kategori. Pertama, hyperscalers yang berfokus pada infrastruktur yang siap AI, liquid cooling, dan keberlanjutan. Kedua, institusi jasa keuangan (Financial Service Institution/FSI) yang berfokus pada kepatuhan dan dukungan audit. Ketiga, perusahaan (enterprise) yang berfokus pada layanan terkelola dan harga. Keempat, sektor terkait pemerintah yang berfokus pada kedaulatan data. Penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan besar terkait ARSA GDC. Mayoritas responden menganggap ARSA GDC memiliki rekam jejak lokal yang terbatas dan belum mengenal perusahaan tersebut. Hal ini menjadi tantangan besar dalam penetrasi pasar. Namun demikian, ARSA GDC masih memiliki peluang untuk berkembang. Pemain yang sudah ada seperti DCI Indonesia memiliki kekurangan di area penting seperti liquid cooling, densitas tinggi, dan keberlanjutan, sementara ARSA GDC justru memiliki keunggulan di area tersebut. Selain itu, ARSA GDC juga didukung oleh kekuatan finansial dari Kamal serta pendekatan carrier-neutral. Hal ini memberikan diferensiasi bagi ARSA GDC. Kerangka kerja penetrasi pasar yang diusulkan terdiri dari beberapa lapisan yang saling terhubung, yaitu: hyperscaler sebagai segmen utama, penawaran berbasis aset dengan fasilitas JKT1 dan JKT3, lima pilar arah strategis, tiga fase implementasi, serta KPI dan tata kelola untuk memantau pelaksanaan strategi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ARSA GDC sebaiknya memperoleh hyperscaler Tier-1 untuk membangun kepercayaan publik. Hal ini akan mempermudah pencapaian tujuan lainnya. Pada akhirnya, kerangka kerja yang diusulkan memberikan peta jalan yang jelas untuk menjadikan ARSA GDC sebagai platform infrastruktur digital yang berfokus pada AI dan berkelanjutan di Indonesia.
MEMPERTAHANKAN VISIBILITAS MEREK DI ERA AI OVERVIEW: PENDEKATAN AWAL TIKTOK-AUGMENTED SEO UNTUK NOOK
Peluncuran Google AI Overviews pada 2024 mengubah lanskap pencarian global karena menyediakan jawaban instan yang mengurangi klik ke situs web. Meskipun meningkatkan pengalaman pengguna, hal ini memicu penurunan lalu lintas (traffic) web di seluruh dunia. Studi kasus pada perusahaan co-living Nook di Indonesia ini meneliti dampaknya terhadap visibilitas merek sekaligus mengusulkan respons strategis. Penelitian ini menggunakan desain Action Research dalam dua fase berurutan. Fase 1 menganalisis data Google Search Console selama 12 bulan untuk melacak titik penurunan terbesar. Fase 2 menerapkan intervensi lintas saluran dalam dua siklus tindakan (Desember 2025 dan Januari 2026) melalui tahapan Rencana, Tindakan, Pengamatan, dan Refleksi, yang didukung oleh data kuantitatif digital dan wawancara informan kunci. Fase 1 menunjukkan penurunan terpusat pada subdomain blog Nook (-59,9% klik), menandakan adanya masalah kesenjangan kesadaran (awareness gap). Fase 2 menguji pengalihan anggaran dari SEO ke Iklan Kesadaran TikTok. Hasilnya, jangkauan TikTok melonjak 58,8%, pencarian merek naik 6,8%, Pangsa Suara Organik tumbuh 2,1 poin persentase, dan prospek (leads) SEO meningkat 24,6%, meskipun tren traffic blog turun 11,4%. Studi ini mengusulkan kerangka kerja SEO awal yang diintegrasikan dengan TikTok sejak awal. Iklan kesadaran TikTok dirancang untuk memperluas jangkauan dan memicu pencarian merek di Google, yang pada gilirannya memperkuat otoritas merek serta peringkat kata kunci non-merek. Strategi ini terbukti berdampak positif pada performa SEO keseluruhan, meskipun temuan ini masih bersifat indikatif karena keterbatasan waktu dua bulan dan desain kasus tunggal.
REDESAIN GEDUNG RAWAT JALAN DAN FASILITASNYA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. MOEWARDI SURAKARTA DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT BERBASIS EVIDENCE-BASED DESIGN
Gedung Wijaya Kusuma merupakan pusat rawat jalan utama di RSUD dr. Moewardi (RSDM). Berdasarkan hasil Evaluasi Pasca Huni (EPH) yang telah dilakukan RSDM, gedung tersebut memiliki nilai performansi yang sangat buruk. Data statistik menunjukkan gedung ini melayani lebih dari 2000 pasien dengan beban rata – rata kunjungan dalam satu hari 7386 orang per hari. Sehingga memicu masalah kapasitas ruang, sirkulasi, kebisingan, privasi serta kebutuhan area tunggu yang memadai. Sehingga penelitian ini bertujuan merumuskan ulang program ruang dan desain fasilitas yang efisien dan nyaman menggunakan metode perancangan berlandaskan kerangka kerja Evidence-Based Design (EBD). Pengumpulan data dilakukan melalui prosedur Place-Centered Mapping serta penggunaan Kuesioner Skala Likert dengan fokus pada kelompok penunggu pasien. Dilakukan juga pengolahan data udara menggunakan metode fotogrametri melalui perangkat lunak Agisoft Metashape Professional. Semua data dalam penelitian dipadukan dengan (EPH) dari pihak manajemen rumah sakit untuk merumuskan program ruang dan kebutuhan fasilitas gedung rawat jalan. Hasil sintesis data menghasilkan enam kriteria utama perancangan yaitu Sense of Personal Control & Privacy, Positive Distractions, Social Support, Eliminating Environmental Stressors, Connecting Patients to Natural Views, Engenders Feelings. Setiap kriteria diwujudkan dalam implementasi desain yang berfokus pada efisiensi dan kenyamanan, tujuanya perancangan baru ini mampu menyelesaikan masalah overkapasitas sebelumnya sekaligus menciptakan ruang penyembuhan (healing environment) yang optimal bagi pengguna di dalamnya.
DISEQUILIBRIUM SUPPLY DAN DEMAND LOGAM EMAS DI INDONESIA : ANALISISEKONOMI, EKONOMI POLITIK, DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN MENGGUNAKAN STUDIKASUS : PT ANEKA TAMBANG TBK.
Indonesia memiliki cadangan emas sekitar ±3.444 ton, namun menghadapi paradoks struktural berupa tingginya ketergantungan impor emas meskipun memiliki potensi sumber daya yang besar. Selama periode 2021–2025, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTAM) mengimpor rata-rata 28,04 ton emas per tahun, sementara pasokan domestik riil hanya mencapai 5,36 ton per tahun, dengan ketergantungan impor sebesar 94,4% pada tahun 2024 dan arus keluar devisa kumulatif lebih dari US$10 miliar. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan supply emas dari sumber lokal untuk memperkuat industri pengolahan emas dalam memenuhi demand emas domestik di Indonesia melalui identifikasi faktor-faktor struktural dan institusional penyebab ketidakseimbangan supply-demand, pengembangan model matematis supply–demand, simulasi berbagai skenario kebijakan Domestic Market Obligation (DMO), serta pengukuran dampak finansial, ekonomi, dan kelembagaan dari implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Applied Policy Modeling Research (APMR) yang mengintegrasikan model matematis supply–demand, analisis ekonomi politik kelembagaan, dan simulasi skenario kebijakan berbasis data operasional PT ANTAM periode 2021–2025 serta laporan McKinsey (2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gap struktural rata-rata sebesar 25,63 ton per tahun bukan disebabkan oleh keterbatasan geologi, melainkan oleh tujuh hambatan institusional, terutama distorsi fiskal dan belum tersedianya mekanisme Domestic Market Obligation (DMO) emas. Utilisasi Pabrik Logam Mulia (PLM) Pulogadung yang hanya mencapai 38,4% dari kapasitas terpasang sebesar 100 ton per tahun mengindikasikan bahwa permasalahan utama terletak pada aspek tata kelola. Analisis elastisitas menunjukkan nilai Ed sebesar +3,33 pada tahun 2024, yang mengonfirmasi karakteristik permintaan emas sebagai instrumen investasi yang bersifat procyclical. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario DMO Hybrid merupakan alternatif kebijakan yang paling optimal dengan potensi reduksi impor rata-rata sebesar 51,5%, penghematan devisa sebesar US$5,03–9,60 miliar dalam lima tahun, peningkatan utilisasi PLM, serta penguatan hilirisasi emas nasional. Penelitian ini merekomendasikan penerbitan Peraturan Menteri ESDM mengenai DMO Emas berbasis model hybrid, revisi PMK Nomor 51 Tahun 2025 untuk mengurangi distorsi fiskal, pembangunan sistem informasi nasional supply-demand emas, serta transformasi ANTAM menuju hybrid sourcing model yang terintegrasi dengan agenda hilirisasi nasional tahun 2025–2030.
PERANCANGAN RUANG TERBUKA BERBASIS INFRASTRUKTUR HIJAU DI KAWASAN CAGAR BUDAYA KOTABARU YOGYAKARTA
Kawasan Cagar Budaya (KCB) Kotabaru Yogyakarta merupakan pusat aktivitas beridentitas Garden City yang kini mengalami dinamika perkembangan fungsi ruang. Transformasi tersebut memicu berbagai persoalan spasial pada ruang terbuka publik, khususnya di sekitar simpul Stadion Kridosono dan koridor sekitarnya. Permasalahan utama meliputi belum optimalnya pemanfaatan stadion sebagai ruang terbuka publik inti, konflik kebutuhan ruang antara area publik dan permukiman, alih fungsi ruang hijau menjadi lahan terbangun, tingginya dominasi kendaraan, serta jaringan jalur pejalan kaki yang belum terintegrasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi penataan ulang untuk mengoptimalkan kawasan tersebut sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekaligus pusat aktivitas komunal. Perancangan ini menerapkan pendekatan infrastruktur hijau untuk menempatkan RTH sebagai inti pengembangan kawasan. Melalui fragmental process sebagai metode perancangan, studi ini mengintegrasikan analisis deskriptif dan perhitungan Indeks Hijau-Biru Indonesia (IHBI). Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, digitasi citra satelit, dan kompilasi data sekunder. Sebagai respons desain, diterapkan empat prinsip utama: activate the public realm, historic identity, enhancing green infrastructure, dan seamless connectivity. Strategi perancangan diwujudkan melalui pemertahanan struktur ruang eksisting, rekonfigurasi jaringan sirkulasi kendaraan dan pedestrian, optimalisasi Stadion Kridosono sebagai simpul utama, penciptaan koridor jalan yang aktif, serta pengintegrasian elemen hijau. Strategi tersebut disimulasikan pada Stadion Kridosono dan tiga koridor utama, yaitu Jalan Suroto, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Lempuyangan. Simulasi ini menghasilkan rancangan aksis ruang terbuka yang menerus dan berpusat di Kridosono. Melalui penerapan infrastruktur hijau, perhitungan IHBI menunjukkan peningkatan persentase RTH di KCB Kotabaru sebesar 5,67% (dari 13,53% menjadi 19,20%), serta menyumbang kenaikan proporsi RTH skala Kota Yogyakarta sebesar 0,13% (dari 18,69% menjadi 18,82%). Ruang-ruang ini tidak hanya berhasil ditransformasikan menjadi wadah aktivitas publik harian, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas ruang terbuka hijau, sekaligus melestarikan identitas historis Kotabaru sebagai kawasan perkotaan berkonsep Garden City.
REHABILITASI KESEHATAN MENTAL DENGAN PRINSIP HEALING ARCHITECTURE SEBAGAI RESPON ISU DEPRESI DI KOTA BANDUNG
Sebanyak 28 juta masyarakat Indonesia berpotensi mengalami gangguan kesehatan mental, dengan 87% penderita depresi tercatat tidak mencari pengobatan (Kemenkes, 2023). Kelompok usia 15–24 tahun tercatat memiliki prevalensi depresi tertinggi, sebesar 2%. Kondisi ini dipicu oleh keterbatasan tenaga profesional di Indonesia, dengan rasio psikiater mencapai 1 banding 250.000 penduduk, berbeda dari standar WHO sebesar 1:30.000. Stigma yang ada dan tumbuh di masyarakat membentuk kecenderungan penderita mengisolasi diri dan menunda pencarian bantuan profesional. Di Kota Bandung, kemacetan kronis akibat 2,2 juta kendaraan untuk 2,4 juta jiwa serta keterbatasan ruang terbuka hijau (12,3% dari standar minimum 30%) menjadi faktor tambahan yang memicu stres pada masyarakat perkotaan. Kondisi tersebut menjadi latar belakang bagi kebutuhan fasilitas yang dapat mengakomodasi layanan kesehatan mental secara terbuka dan terintegrasi dengan aktivitas publik. Penentuan tipologi didasarkan pada kebutuhan ruang yang mengaburkan batas antara fasilitas kesehatan mental dan ruang publik, sebagai respon terhadap tiga isu utama: akses layanan psikologis bagi kaum muda, ruang interaksi sosial dan dukungan komunitas, serta tekanan psikologis di lingkungan perkotaan. Fungsi tersebut diimplementasikan melalui integrasi layanan psikologi dan psikiatri dengan area komersial, restoran, pusat kebugaran, dan spa dalam satu bangunan. Kawasan Jalan Dipati Ukur, yang berbatasan dengan Jalan Teuku Umar, ditentukan sebagai tapak perancangan. Melalui prinsip cahaya alami, elemen biofilik, keseimbangan ruang, dan kontrol sensoris, Healing Architecture diwujudkan ke dalam tiga pilar respons desain. Pendekatan ini menciptakan lingkungan binaan yang aksesibel bagi layanan rehabilitasi, terintegrasi secara fungsi, dan memulihkan kondisi psikologis. Proses perancangan dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, analisis perilaku pengguna, serta studi komparatif terhadap tipologi fasilitas sejenis di tingkat nasional dan internasional, dengan hasil berupa gubahan massa yang merespons batas tapak melalui subtraksi volume tengah, pemisahan massa untuk sirkulasi, dan penyesuaian elevasi untuk penetrasi cahaya matahari, serta zonasi vertikal dengan tingkat privasi yang meningkat pada lantai atas. Perancangan proyek bertujuan mewujudkan fasilitas yang mengintegrasikan fungsi klinis, wellness, dan publik sebagai respon terhadap isu kesehatan mental pada kelompok muda. Luaran yang dituju berupa tipologi bangunan yang berkontribusi pada peningkatan akses terhadap layanan kesehatan mental, pengurangan stigma sosial, serta penguatan sistem dukungan bagi generasi muda di Kota Bandung
MENENUN KEHIDUPAN DI ATAS PASAR: HUNIAN VERTIKAL INKLUSIF BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI SADANG SERANG, BANDUNG
Urbanisasi yang terus meningkat di Kota Bandung menyebabkan kebutuhan hunian semakin tinggi di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga tanah dan rumah yang melampaui daya beli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sehingga memperbesar backlog perumahan dan mendorong munculnya permukiman berkualitas rendah. Di sisi lain, kawasan Pasar Sadang Serang merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang berada pada lokasi strategis, namun belum mampu mengakomodasi kebutuhan hunian yang layak bagi para pedagang dan masyarakat berpenghasilan rendah di sekitarnya. Perancangan Menenun Kehidupan di Atas Pasar mengusulkan regenerasi Pasar Sadang Serang melalui pengembangan kawasan mixed-use yang mengintegrasikan fungsi pasar tradisional dengan hunian vertikal inklusif bagi MBR. Integrasi ini bertujuan mempertahankan kedekatan masyarakat dengan sumber mata pencaharian sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan lahan perkotaan. Program hunian dilengkapi ruang usaha, ruang komunal, fasilitas publik, ruang bermain anak, serta area pelatihan yang mendukung interaksi sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Perancangan menerapkan pendekatan community-based design yang berorientasi pada manusia (people-oriented) dengan mengedepankan prinsip inklusivitas, konektivitas spasial, efisiensi penggunaan lahan, dan keberlanjutan lingkungan. Strategi desain diwujudkan melalui integrasi pasar dan hunian, sirkulasi terbuka yang meningkatkan interaksi sosial, aksesibilitas bagi seluruh pengguna termasuk penyandang disabilitas, sistem ventilasi alami dan desain pasif yang sesuai dengan iklim tropis, serta penyediaan ruang komunal yang memperkuat kehidupan bertetangga. Unit hunian dirancang dalam tipe 24 dan tipe 36 guna mengakomodasi kebutuhan berbagai kelompok keluarga MBR dengan tetap menjaga keterjangkauan biaya. Hasil perancangan diharapkan mampu menghadirkan model hunian vertikal yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal layak dan terjangkau, tetapi juga memperkuat keberlangsungan ekonomi pasar tradisional serta membangun komunitas yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan. Proyek ini menjadi alternatif regenerasi pasar tradisional di kawasan perkotaan padat melalui integrasi fungsi hunian dan perdagangan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 1 (No Poverty), SDGs 11 (Sustainable Cities and Communities), dan SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth).
SIRKL* KINA: SIMPUL KREASI KOLABORATIF MELALUI ADAPTIVE REUSE DI KAWASAN PABRIK KINA
Kota Bandung memiliki sejarah panjang sebagai episentrum medis global, salah satunya ditandai oleh berdirinya Pabrik Kina pada tahun 1896. Saat ini, seiring dengan transisi Bandung menjadi Kota Kreatif UNESCO yang menaungi puluhan ribu pelaku ekonomi kreatif, terjadi peningkatan kebutuhan ruang kolaboratif di tengah masyarakat. Namun, berhentinya operasional Pabrik Kina menyisakan struktur raksasa yang terbengkalai. Proyek ini merespons tiga isu utama yang muncul akibat kondisi tersebut: stagnasi aset cagar budaya yang memicu degradasi ruang, memudarnya memori kolektif masyarakat terhadap identitas historis kawasan, serta karakter tipologi industri peninggalan yang tertutup dan terisolasi. Sebagai jawaban arsitektural atas tantangan tersebut, diajukan perancangan "Sirkl' Kina", sebuah Collaborative and Circular Creative Hub dengan pendekatan Adaptive Reuse. Pendekatan pelestarian ini bekerja dengan strategi mempertahankan cangkang fisik (shell) berupa dinding fasad dan struktur atap bentang lebar yang memiliki signifikansi historis, sembari menyuntikkan program ruang baru yang relevan di dalamnya. Tipologi pabrik industri yang sebelumnya kaku dan tertutup direkontekstualisasi menjadi fasilitas mixed-use yang permeabel, mencakup area komersial, ruang kerja kolaboratif, serta ruang pameran kultural. Design framework yang digunakan adalah force-based approach, di mana desain akhir merupakan hasil negosiasi dinamis antara kekuatan lingkungan (mempertahankan cangkang fisik bangunan), sosial (merawat memori kolektif), dan ekonomi (mewadahi ekosistem kreatif). Metodologi ini diimplementasikan melalui studi literatur, observasi lapangan, analisis komparatif, dan pemetaan sistem untuk mensintesis data menjadi konsep spasial yang efektif. Luaran yang diharapkan adalah sebuah rancangan arsitektural yang komprehensif dan inovatif, serta dapat berkontribusi sebagai fasilitas yang menyelamatkan artefak peninggalan industri dari kerusakan sekaligus mendukung transisi Bandung menuju kota kreatif
ANALISIS DISTRIBUSI DOSIS BNCT PADA OTAK BERBASIS PHANTOM BOLA BERLAPIS MENGGUNAKAN SIMULASI MONTE CARLO PHITS
Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) merupakan radioterapi berbasis neutron yang berpotensi memberikan dosis radiasi tinggi secara selektif pada tumor otak melalui reaksi ¹?B(n,?)?Li. Efektivitas terapi ini dipengaruhi oleh distribusi fluks neutron epitermal dan dosis radiasi pada jaringan target maupun jaringan sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh energi neutron sumber dan kedalaman jaringan terhadap fluks neutron termal dan dosis BNCT, hubungan konsentrasi Boron dengan dosis boron pada Gross Tumor Volume (GTV), serta selektivitas dosis melalui parameter Tumor-to-Brain Ratio (TBR) dan Tumor-toSkin Ratio (TSR). Simulasi dilakukan dengan metode Monte Carlo menggunakan PHITS pada phantom kepala berbasis bola berlapis (GTV, CTV, PTV, otak, tulang tengkorak, kulit) dengan komposisi material mengacu ICRP. Sembilan skenario disimulasikan dari kombinasi tiga energi neutron sumber (5,0×10??; 5,0×10??; 5,0×10?? MeV) dan tiga konsentrasi Boron (30, 40, 50 µg/g), dengan fluks dihitung via tally T-Track dan dosis via tally T-Deposit. Hasil menunjukkan energi neutron dan kedalaman berpengaruh signifikan terhadap fluks termal, dengan titik persilangan (crossing point) pada kedalaman 3–4 cm antara neutron berenergi rendah (unggul di kedalaman dangkal) dan tinggi (unggul di kedalaman besar). Dosis boron pada GTV berbanding lurus terhadap konsentrasi Boron, dengan gradien tercuram pada energi 5×10?? MeV. Nilai TBR berkisar 1,7– 2,8 dan TSR 1,75–3,5, keduanya meningkat seiring naiknya konsentrasi boron dan energi neutron. Kombinasi boron 50 µg/g dan energi 5×10?? MeV memberikan dosis boron GTV serta selektivitas (TBR/TSR) tertinggi, menjadi kondisi optimum pada model yang dikaji.
PRESERVING COMMUNITY MARKET: REVITALISASI PASAR KIARACONDONG MELALUI PENGUATAN AKTIVITAS EKONOMI DAN PRODUKTIVITAS RUANG
Pasar tradisional merupakan salah satu pusat penggerak aktivitas ekonomi utama masyarakat di wilayah perkotaan, sekaligus menjadi pilihan masyarakat sekitar sebagai area perdagangan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Selain itu, pasar juga seringkali menjadi ruang interaksi dan aktivitas berbagai elemen lapisan masyarakat. Namun, keberadaannya saat ini sering dihadapkan pada permasalahan tata kelola, penurunan kualitas ruang, dan inefisiensi pemanfaatan lahan. Di kawasan Pasar Kiaracondong, ruang dagang yang tidak tertata dan sirkulasi yang buruk mengakibatkan kawasan ini tidak memiliki konektivitas yang baik terhadap lingkungan luar pasar maupun permukiman sekitarnya. Hal ini memicu penurunan tingkat kenyamanan, mobilitas, dan mematikan potensi ekonomi kawasan, sehingga pasar tradisional kerap memiliki citra buruk dan semakin ditinggalkan pengunjung jika dibandingkan dengan pasar modern. Merespons kondisi tersebut, perancangan ini mengusung gagasan "Preserving Community Market" yang berfokus pada revitalisasi Pasar Kiaracondong melalui penguatan aktivitas ekonomi dan produktivitas ruang. Pasar Tradisional dipilih sebagai tipologi bangunan yang dirancang ulang untuk menciptakan ruang dagang yang lebih adaptif, dinamis, dan optimal dalam pemanfaatan lahan. Ruang-ruang di dalam pasar dirancang serta dioptimalkan sebagai ruang sosial dan ekonomi yang fleksibel dan mampu mewadahi kepadatan aktivitas secara efektif tanpa mengurangi kenyamanan pengguna. Metode perancangan yang digunakan meliputi studi literatur mengenai revitalisasi pasar tradisional dan produktivitas tata ruang, observasi terhadap pola aktivitas dan pergerakan pengguna, serta analisis konfigurasi spasial untuk menilai efisiensi pemanfaatan lahan dan alur sirkulasi. Tujuan utama dari perancangan ini adalah menghadirkan model revitalisasi pasar tradisional yang mampu mempertahankan keberadaan komunitas lokal di sekitarnya, sekaligus meningkatkan daya saing melalui penciptaan ruang komersial yang produktif, terintegrasi, dan adaptif terhadap dinamika ekonomi perkotaan.