π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6,268 dokumenANALISIS BIAS SISTEMATIS PARAMETER PEMULIHAN MODEL STOKASTIK CARMA(2, 1) AKIBAT KONTAMINASI DAN KETERBATASAN DATA DERET WAKTU PADA VARIABILITAS UV/OPTIK AGN
Variabilitas ultraviolet/optik inti galaksi aktif (active galactic nuclei, AGN) bersifat aperiodik dan stokastik, dan mekanisme fisis utama yang mendorongnya hingga kini belum diketahui secara pasti. Untuk mengkarakterisasi variabilitas tersebut, dikembangkan pendekatan statistik berbasis proses stokastik, dan model yang dipandang paling baik saat ini adalah proses CARMA(2, 1) atau Damped Harmonic Oscillator (DHO), yang memberikan deskripsi lebih akurat dibandingkan model-model lain. Parameter model ini dilaporkan berkaitan dengan besaran fisis AGN, seperti massa lubang hitam dan luminositas, sehingga pemulihannya yang akurat menjadi penting. Akan tetapi, kurva cahaya hasil pengamatan mengandung keterbatasan dan kontaminasi data, sehingga parameter DHO yang diinferensi rentan terhadap bias sistematis. Penelitian ini mengkuantifikasi bias tersebut melalui simulasi Monte Carlo dengan parameter intrinsik yang diketahui secara pasti, pada dua kasus redaman, yakni overdamped (? = 1,74) dan underdamped (? = 0,7). Tiga faktor diuji secara terisolasi, yaitu celah pengamatan, panjang survei, dan kontaminasi sinyal non-stokastik. Hasil menunjukkan bahwa celah acak tidak menimbulkan bias sistematis, sedangkan celah musiman menimbulkan bias berarah yang bergantung kasus dengan batas toleransi fraksi celah sekitar 0,73. Pengaruh panjang survei juga bergantung kasus, yakni berupa estimasi terlalu rendah secara monoton pada skala waktu peluruhan untuk kasus overdamped sebagai efek panjang berhingga, dan estimasi terlalu tinggi yang tidak monoton pada kasus underdamped. Kontaminasi berdampak asimetris, dengan kasus underdamped jauh lebih rentan terhadap supernova, sementara microlensing menjadi kontaminan paling merusak secara multivariat. Implikasi terhadap estimasi massa lubang hitam tetap terkendali sepanjang syarat fraksi celah dan panjang survei minimum dipenuhi.
MODEL SISTEM DINAMIS UNTUK ANALISIS KEBIJAKAN KONVERSI LIQUIFIED PETROLEUM GAS (LPG) KE DIMETIL ETER (DME) DI INDONESIA
Liquified petroleum gas (LPG) merupakan sumber energi rumah tangga yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Tingginya ketergantungan Indonesia pada LPG impor (sebesar 79%) untuk memenuhi energi rumah tangga domestik menimbulkan permasalahan dalam ketahanan energi nasional. Sebagai upaya untuk mengurangi risiko permasalahan tersebut, pemerintah Indonesia berupaya untuk menggantikan sebagian LPG dengan sumber energi alternatif, yaitu dimetil eter (DME) yang diperoleh dari teknologi gasifikasi batu bara domestik. Meskipun konversi ini sebagai salah satu program prioritas yang ditetapkan dalam Perpres No. 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), pelaksanaan program ini melibatkan banyak pemangku kepentingan di dalamnya. Pemangku kepentingan dan aktor yang terlibat dalam program konversi LPG ke DME ini diantaranya Pemerintah Indonesia sebagai problem owner, PT Bukit Asam sebagai penyedia batu bara, pabrik DME sebagai produsen DME, PT Pertamina Patra Niaga sebagai off-taker dan distributor DME, serta masyarakat yang terdampak dari konversi energi rumah tangga. Pelaksanaan program konversi LPG ke DME ini merupakan salah satu contoh sistem transisi energi nasional. Kinerja dari sistem transisi ini menentukan tingkat keberhasilan transisi dan dampaknya pada aktor yang terlibat. Peran pemerintah melalui kebijakan fiskal dan non fiskal yang dibuat diperlukan untuk menjaga kualitas dari kinerja sistem transisi energi nasional tersebut. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian untuk memodelkan rekomendasi strategi kebijakan yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan keberhasilakn konversi LPG ke DME di Indonesia. Melalui pengembangan model sistem dinamis, pengaruh setiap alternatif rekomendasi strategi kebijakan fiskal dan non fiskal yang akan disusun oleh pemerintah terhadap kinerja sistem dapat disimulasikan. Untuk mengukur kinerja sistem, digunakan kriteria performansi tingkat pencapaian target produksi DME, tingkat impor LPG nasional, dan rasio beban fiskal nasional dalam implementasi konversi DME. Model yang dikembangkan mempertimbangkan aspek fiskal berupa adanya insentif, subsidi dan penghematan fiskal dan aspek teknis berupa tingkat konversi batu bara ke DME dan learning rate. Untuk memodelkan bagaimana performansi konversi dapat meningkatkan keekonomian DME, digunakan mekanisme learning curve terhadap biaya produksi DME. Pada penelitian ini dikembangkan kondisi business as usual (BAU) yang merepresentasikan implementasi kebijakan sesuai rencana pemerintah. Hasil simulasi pada target blending ratio (BR) 20% dan 50% menunjukkan tingkat pencapaian produksi DME masing-masing sebesar 41,93% dan 53,30%, penurunan impor LPG menjadi 72,89% dan 54,63%, tingkat penghematan terhadap pengeluaran 144% dan 368%, serta keuntungan dari penjualan batu bara sebesar 59,2 juta dan 190,5 juta USD/tahun. Evaluasi tiga skenario kebijakan, yaitu Technology Plateau (TPL), Technology Push (TPU), dan Energy Security Push (ESP), menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) menunjukkan bahwa strategi yang paling sesuai bergantung pada target BR. Pada BR 20%, skenario konservatif melalui TPL memberikan keseimbangan terbaik antara pemenuhan kebutuhan DME, efisiensi fiskal, dan manfaat ekonomi, sedangkan pada BR 50%, ESP lebih sesuai untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi melalui pemberian insentif serta percepatan pengembangan industri dan learning effect. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan transisi LPG ke DME perlu diterapkan secara bertahap sesuai target blending ratio.
MENGUNGKAP BEBAN TERSEMBUNYI TUBERKULOSIS (TB) UNTUK PENENTUAN PRIORITAS INTERVENSI DI JAWA BARAT
Estimasi beban tuberkulosis (TB) yang merepresentasikan suatu wilayah menghadapi tantangan berupa bias kapasitas diagnostik. Hal ini dapat menjadi pemicu kesalahan dalam penentuan fokus intervensi kesehatan. Tingginya angka kasus di suatu wilayah bisa jadi hanya mencerminkan implikasi dari banyaknya alat tes, bukan merepresentasikan beban penyakit yang sebenarnya. Studi ini melakukan analisis dan evaluasi dari kondisi penyakit TB di Provinsi Jawa Barat dengan menyoroti ketimpangan distribusi alat diagnostik, yaitu GeneXpert, dengan mempertimbangkan kondisi sosioekonomi, demografi, dan lingkungan dari masing-masing wilayah. Melalui pendekatan pemodelan inferensi Bayesian, studi ini berhasil membangun model yang mengoreksi bias laporan data kasus akibat persebaran GeneXpert yang tidak merata dan membuktikan bahwa variasi laporan kasus di wilayah yang ada di Jawa Barat saat ini lebih didorong oleh heterogenitas ketersediaan alat diagnostik, sedangkan positivity rate di masyarakat sebenarnya relatif homogen antarwilayah di Jawa Barat. Untuk memahami hubungan kerentanan beban penyakit antarwilayah secara spasial, dilakukan pengonstruksian jaringan yang memetakan konektivitas kerentanan TB berdasarkan kemiripan sosioekonomi dan kedekatan geografis. Jaringan yang terbentuk kemudian dievaluasi melalui beberapa metrik konektivitas, seperti k- Core, Betweenness Centrality, Eigenvector Centrality, dan PageRank Centrality. Lebih jauh, dari evaluasi yang dilakukan pada jaringan teridentifikasi bahwa kawasan Ciayumajakuning sebagai wilayah dengan tingkat prioritas tinggi untuk dilakukan intervensi. Temuan ini memberikan landasan saintifik bagi pemangku kebijakan untuk membuat intervensi dan alokasi sumber daya lebih optimal dan adil, serta hasil dari studi ini dapat memberikan informasi untuk wilayah yang lebih prioritas untuk fokus intervensi ketika sumber daya yang dimiliki terbatas.
PENGARUH KETERGANTUNGAN PADA MODEL COPULA ARCHIMEDEAN TERHADAP PREMI DAN CADANGAN ASURANSI JIWA JOINT-LIFE
Asuransi jiwa joint-life merupakan produk asuransi jiwa yang melibatkan dua tertanggung atau lebih, dengan manfaat dibayarkan ketika salah satu tertanggung meninggal dunia. Dalam praktik aktuaria, perhitungan premi dan cadangan umumnya didasarkan pada asumsi bahwa sisa waktu hidup antar tertanggung bersifat saling bebas. Namun, pada kasus pasangan suami-istri, asumsi tersebut belum tentu sepenuhnya terpenuhi karena keduanya dapat memiliki ketergantungan akibat adanya faktor risiko bersama. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat ketergantungan pasangan suami-istri terhadap premi dan cadangan asuransi jiwa joint-life menggunakan model Copula Archimedean. Sebaran marginal laju kematian laki-laki dan perempuan dimodelkan berdasarkan Tabel Mortalitas Penduduk Indonesia 2023 melalui mixed model Gompertz, Makeham, dan Weibull, kemudian struktur ketergantungan pasangan dibangun menggunakan beberapa model Copula Archimedean, yaitu Copula Gumbel dan Copula Clayton, lalu dievaluasi untuk memperoleh model yang paling sesuai. Selanjutnya, premi dan cadangan dihitung menggunakan studi kasus untuk beberapa kombinasi usia, masa pertanggungan, dan tingkat ketergantungan yang direpresentasikan oleh Kendallβs tau dan diperoleh bahwa semakin tinggi tingkat ketergantungan antara pasangan suami-istri, semakin kecil nilai premi dan cadangan yang harus dibentuk.
INTEGRASI PANDANGAN INVESTOR BERBASIS DERET WAKTU DALAM PORTOFOLIO OPTIMAL MODEL BLACK-LITTERMAN
Pasar modal Indonesia beberapa tahun terakhir menunjukkan dinamika yang tinggi akibat berbagai faktor global dan domestik, seperti pandemi COVID-19, kebijakan moneter, serta fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar, yang berdampak pada meningkatnya volatilitas pasar dan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan investasi. Model Black-Litterman (BL) relevan dengan kondisi tersebut karena mampu mengintegrasikan informasi pasar dengan pandangan investor. Namun, model ini tidak memiliki aturan dalam pembentukan pandangan investor, sehingga model dapat dikembangkan dengan membentuk pandangan investor berbasis data menggunakan pendekatan deret waktu yang adaptif terhadap dinamika pasar. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan pandangan investor berbasis deret waktu ke dalam pembentukan portofolio optimal menggunakan model BL. Pendekatan ini mengombinasikan imbal hasil ekuilibrium dari Capital Asset Pricing Model (CAPM) dengan pandangan investor yang dibangun secara kuantitatif melalui model ARMA-GARCH/EGARCH. Hasil prediksi beserta selang kepercayaan digunakan untuk membentuk pandangan investor (????) dan matriks ketidakpastian (????) berupa batas atas (upper), titik estimasi (point forecast), dan batas bawah (lower) yang selanjutnya menghasilkan sembilan skenario pandangan investor. Nilai ???? divariasikan untuk menganalisis pengaruh antara informasi pasar dan pandangan investor terhadap hasil ekspektasi imbal hasil BL. Hasil menunjukkan bahwa arah ekspektasi imbal hasil sangat ditentukan oleh pandangan investor, sementara ketidakpastian pandangan memengaruhi tingkat ekstremitas imbal hasil. Peningkatan nilai ? memperkuat pengaruh pandangan investor terhadap ekspektasi imbal hasil dan komposisi portofolio. Pada tahap optimasi, skenario ekstrem menghasilkan portofolio yang lebih terkonsentrasi, sedangkan skenario moderat menghasilkan portofolio yang lebih terdiversifikasi. Evaluasi menggunakan Sharpe Ratio menunjukkan skenario ekstrem dengan keyakinan tinggi menghasilkan kinerja terbaik dengan nilai maksimum sebesar 1,7034 pada ???? = 1,00. Integrasi pandangan investor berbasis deret waktu dalam model BL mampu menghasilkan estimasi ekspektasi imbal hasil yang lebih adaptif, struktur portofolio yang fleksibel terhadap perubahan pandangan pasar, serta kinerja portofolio yang lebih optimal dibandingkan pendekatan konvensional.
PERANCANGAN STRUKTUR ATAS BAJA KOMPOSIT TAHAN GEMPA DENGAN SISTEM RANGKA BRESING KONSENTRIK PADA APARTEMEN 12 LANTAI DI KAWASAN TRANSIT-ORIENTED DEVELOPMENT FATMAWATI
Peningkatan jumlah penduduk Kota Jakarta sebesar 0,23% per tahun memicu tingginya kebutuhan hunian di tengah keterbatasan lahan. Kondisi tersebut mendorong terjadinya fenomena commuting jarak jauh yang kurang efisien bagi masyarakat perkotaan. Sebagai solusi, konsep Transit-Oriented Development (TOD) diterapkan untuk mengintegrasikan hunian dengan akses transportasi umum. Kawasan Stasiun MRT Fatmawati dipilih sebagai lokasi strategis karena menghubungkan wilayah penyangga Jakarta Selatan dengan pusat kota. Pada kawasan ini, dilakukan perancangan gedung apartemen kelas menengah urban yang terdiri dari 12 lantai sebagai struktur tahan gempa. Diimplementasikan konsep baja komposit yang terdiri dari kolom komposit, balok komposit, serta pelat komposit dek baja. Sistem penahan gaya lateral direncanakan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Rangka Bresing Konsentrik Khusus (SRBKK). Digunakan sambungan terprakualifikasi tipe Welded Unreinforced Flange-Welded Web (WUF-W) pada sambungan balok-kolom pada SRPMK untuk memenuhi persyaratan daktilitas struktur tahan gempa. Tata cara pembebanan dan analisis struktur yang dilakukan mengacu pada SNI 1727:2020 dan SNI 1726:2019 dengan persyaratan kekuatan dan detailing sambungan mengikuti SNI 1729:2020, SNI 7860:2020, dan SNI 7972:2020.
DOMINASI LOKASI PADA HASIL KALI KARTESIUS GRAF DENGAN GRAF LENGKAP
Misalkan G graf sederhana. Himpunan D ? V (G) disebut himpunan dominasi lokasi dari graf G jika untuk setiap dua titik berbeda u, v ? V (G) \ D berlaku ? ?= N(u) ? D ?= N(v) ? D ?= ?. Kardinalitas minimum dari semua himpunan dominasi lokasi di G disebut bilangan dominasi lokasi dari G dan dinotasikan dengan ?L(G). Hasil kali Kartesius dari G1 dan G2, dinotasikan dengan G1?G2, didefinisikan sebagai graf dengan himpunan titik V = V1 Γ V2 = {(u, v) | u ? V1, v ? V2} dan himpunan sisi E = ((u1, v1), (u2, v2)) ???? u1 = u2 dan (v1, v2) ? E2 atau ???? v1 = v2 dan (u1, u2) ? E1 . Pada tesis ini, ditentukan batas atas dan batas bawah bilangan dominasi lokasi dari G?Kn untuk G adalah sebarang graf dan Kn adalah graf lengkap dengan n ? 3. Selain itu, ditentukan juga bilangan dominasi lokasi dari G?Kn dengan G merupakan graf bintang, graf lengkap, dan graf bipartit lengkap dengan orde masing-masing partisi adalah 2.
USULAN STRATEGI RETENSI DONATUR ALUMNI DANA LESTARI BADAN PENGELOLA USAHA DAN DANA LESTARI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Kemandirian finansial merupakan aspek krusial bagi institusi pendidikan seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Dana lestari (endowment fund) yang dikelola oleh Badan Pengelola Usaha dan Dana Lestari (BPUDL) memegang peranan strategis dalam mendorong kemandirian finansial ITB. Namun, data historis menunjukkan keberadaan fluktuasi dan inkonsistensi dalam penerimaan dana tahunan yang menghambat pertumbuhan dana lestari. Akar permasalahan utama yang teridentifikasi adalah rendahnya tingkat retensi berdonasi alumni ITB dengan mayoritas alumni hanya menjadi one-time-donor saat kelulusan. Rendahnya tingkat berdonasi ini berpotensi mengancam kestabilan finansial jangka panjang yang sedang dibangun ITB melalui dana lestari yang dikelola BPUDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam menginisiasi dan mendorong retensi donasi dari alumni ITB. Metode pengolahan data kuantitatif multivariat berupa PLS-SEM menjadi pilihan pada penelitian ini untuk mendukung sifat eksploratif dari tujuan penelitian. Model penelitian dikembangkan dengan merujuk pada tiga penelitian terdahulu, yaitu penelitian Behl dkk. (2023), Nasution dkk. (2025), dan Shen & Sha (2020). Penyebaran kuesioner dengan teknik convenience sampling terhadap alumni ITB memperoleh 301 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa philanthropic intentions, alumni engagement, social impact, openness, dan assurance of legitimacy memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap donation retention. Akan tetapi, konstruk brand equity dan conversational voice teridentifikasi tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Analisis tingkat kepentingan dan performa konstruk akan diukur dengan Importance-Performance Map Analysis (IPMA) dan keberadaan heterogenitas kelompok responden diuji dengan Multigroup Analysis (MGA). Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh, penelitian ini mengusulkan strategi retensi donasi dana lestari alumni ITB kepada BPUDL, yaitu: (I) peningkatan intensi filantropi alumni; (II) penyusunan cerita inspiratif dari alumni penerima bantuan filantropi ITB; (III) peningkatan keterikatan alumni terhadap ITB; dan (IV) penyebaran informasi relevan berdasarkan kekhawatiran alumni.
PENGEMBANGAN MODEL MULTIFIDELITY-PHYSICS INFORMED NEURAL NETWORK BERBASIS MODIFIED CAM CLAY UNTUK MEMPREDIKSI KURVA STRESS-STRAIN TANAH LEMPUNG
Prediksi kurva stress-strain tanah lempung menggunakan machine learning telah berkembang pesat di bidang teknik geoteknik, meskipun sebagian besar pendekatan machine learning hanya melakukan curve fitting β pendekatan tersebut membutuhkan data yang masif, mengabaikan aspek mekanika tanah, dan jarang memperhitungkan pore stress. Sebagian besar penelitian sebelumnya juga berfokus pada tanah pasir dan hanya memprediksi perilaku deviatoric stress. Penelitian ini mengusulkan model neural network berupa MultifidelityβPhysics-Informed (MPINN) dua tahap yang memprediksi baik deviatoric stress maupun pore stress tanah lempung berdasarkan index properties-nya. Tahap 1 menggunakan neural network berupa Artificial Neural Network (ANN) untuk mengkalibrasi parameter Modified Cam Clay (MCC) dan menghasilkan kurva low-fidelity yang konsisten secara fisika melalui batasan keras. Tahap 2 menggunakan LSTM atau BiLSTM untuk mempelajari residual antara kurva MCC tahap 1 dan data pengujian laboratoriun Triaxial CU sebagai target, sehingga menghasilkan mekanisme multifidelity berbasis residual. Dalam penelitian ini, hyperparameter dioptimasi menggunakan Bayesian Optimization dan 5-Fold Cross Validation, serta lima model β RF, LSTM-Only, BiLSTM-Only, LSTM-MPINN, dan BiLSTM-MPINN β dibandingkan performanya untuk 176 pasang kurva. LSTM-MPINN memberikan kinerja terbaik dan paling robust (RΒ² = 0,869 pada data uji), dengan performa terbaik berada pada rentang water content 44β85%, plasticity index 58β80%, dan void ratio 1,15β2,17. Selain itu, analisis SHAP menunjukkan bahwa MPINN menggeser fitur penting dari parameter yang secara mekanik merupakan parameter yang lemah (berat jenis basah, gravitasi spesifik) ke parameter yang lebih sesuai dengan mekanika (PI, LI), sehingga menghasilkan prediksi yang tidak hanya lebih akurat tetapi juga dapat diinterpretasikan secara geoteknik. Kerangka ini memberikan model yang efisien dalam penggunaan data dan konsisten secara fisika untuk memprediksi perilaku tanah lempung pada tahap awal selagi menunggu hasil hasil laboratorium. Nilai error E50, puncak q, dan ????? ketika puncak q juga dievaluasi pada penelitian ini. Meskipun hasil penelitian ini tidak menunjukkan pola karakteristik tanah tertentu yang memberikan error terkecil, secara umum seluruh model menunjukkan bahwa error terhadap puncak q lebih kecil dibandingkan error E50 dan ????? ketika puncak q.
KOMUNITAS BURUNG PADA EMPAT TUTUPAN LAHAN SEPANJANG SUNGAI CI GEDE GUNUNG SAWAL, CIAMIS, JAWA BARAT
Gunung Sawal merupakan gunung hutan hujan tropis di Ciamis, Jawa Barat. Gunung Sawal merupakan habitat bagi satwa endemik dari beragam taksa, salah satunya adalah avifauna (burung) yang memiliki beragam jasa ekologi bagi manusia. Gunung ini dilewati oleh beragam sungai yang merupakan zona riparian, salah satunya adalah Sungai Ci Gede, yang membentang dari area non konservasi hingga Suaka Margasatwa Gunung Sawal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan perbedaan komunitas burung di area non konservasi dan konservasi serta area prioritas konservasi di sepanjang Sungai Ci Gede, Gunung Sawal. Penelitian dilakukan pada empat tutupan lahan, yaitu kebun (KB), agroforestri (AG), Suaka Margasatwa area peralihan (PR), dan area curug (CR). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 Juni β 12 Juli 2025, menggunakan metode pengamatan point count radius 50 meter dengan total 12 titik pengamatan. Pengamatan pagi dilakukan selama 12 periode (15 menit/periode) dalam rentang waktu pukul 06:00 β 10:00 WIB. Perbedaan komunitas burung dianalisis dengan menghitung taxonomic diversity (diversity index, Non-metric Multidimensional Scaling (NMDS), dan Shannon Entropy Heatmap) serta functional diversity (Multifaceted Functional Diversity (MFD). Penentuan area prioritas konservasi dianalisis menggunakan Conservation Value Index (CVI). Berdasarkan hasil penelitian, tercatat 49 spesies, 28 famili, dan 1.919 individu burung. Analisis NMDS menunjukkan bahwa terdapat komunitas burung yang berbeda pada area konservasi (PR dan CR) dan non konservasi (KB dan AG) yang kekerabatannya divisualisasikan dengan Heatmap Shannon Entropy. Keanekaragaman spesies tertinggi dijumpai pada tutupan lahan agroforestri (AG) (Hβ = 2,511). Analisis MFD menunjukkan adanya keragaman relung spesies berdasarkan traits fungsional berupa feeding guild dan stratum vegetasi. Komunitas burung yang merupakan spesies forest-dependent hanya ditemui di area konservasi (Suaka Margasatwa area peralihan (PR) & area curug (CR)). Sedangkan spesies generalis dapat ditemukan di seluruh tutupan lahan. Analisis CVI menunjukkan bahwa kebun (KB) merupakan tutupan lahan dengan dengan nilai prioritas konservasi tertinggi, yaitu 12.602 karena terdapat perjumpaan dengan elang jawa (Nisaetus bartelsi Stresseman, 1994) dengan status konservasi IUCN Endangered (EN).
ANALISIS MULTI-LEVEL PERSPECTIVE PADA KASUS PROGRAM PENGEMBANGAN LEMBAGA PENGELOLA SAMPAH TINGKAT KAWASAN DI KOTA BANDUNG
Krisis persampahan di Kota Bandung, khususnya pasca keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, menunjukkan perlunya transformasi sistem pengelolaan sampah yang selama ini didominasi pendekatan angkut-buang. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, dikembangkan Program Pembentukan Lembaga Pengelola Sampah Tingkat Kelurahan (PSTK) yang bertujuan memperkuat pengelolaan sampah organik berbasis pada kelurahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pembentukan dan pengembangan PSTK sebagai inovasi kelembagaan dalam transisi pengelolaan sampah perkotaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus pada PSTK di Kelurahan Panjunan dan Kelurahan Nyengseret, Kota Bandung. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan kerangka Multi-Level Perspective (MLP), Microfoundations of Sustainability Transitions, Institutional Complexity, dan Niche Configurations untuk memahami interaksi antara inovasi, aktor, institusi, serta dinamika perubahan dalam sistem pengelolaan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSTK berkembang sebagai institutional niche yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengolahan sampah organik, tetapi juga sebagai inovasi tata kelola yang mengintegrasikan perubahan perilaku, penguatan kapasitas masyarakat, dan pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis kelurahan. Perkembangan PSTK berlangsung dalam situasi institutional complexity yang ditandai oleh interaksi antara logika lingkungan, logika administratif negara, logika komunitas, dan logika ekonomi sirkular yang memengaruhi arah pengembangan kelembagaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transisi yang terjadi tidak mengarah pada penggantian rezim pengelolaan sampah yang telah ada, melainkan pada proses incremental regime adaptation, yaitu adaptasi rezim melalui integrasi inovasi kelembagaan yang berkembang pada level niche. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan analisis transisi persampahan melalui integrasi perspektif MLP, microfoundations, dan institutional complexity untuk menunjukkan bahwa niche dalam transisi pengelolaan sampah tidak selalu berbentuk inovasi teknologi, tetapi dapat berupa inovasi kelembagaan yang berperan sebagai arena negosiasi berbagai logika kelembagaan dalam mendorong transformasi sistem pengelolaan sampah perkotaan.
PERANCANGAN INDUSTRI PRODUKSI TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) KERING IRISAN DAN BUBUK
Tomat merupakan komoditas hortikultura dengan produksi tinggi di Indonesia, namun memiliki kadar air yang sangat tinggi (93β95%) sehingga mudah mengalami kerusakan dan kehilangan hasil (food loss) selama penyimpanan dan distribusi. Kondisi ini menyebabkan umur simpan tomat relatif pendek serta fluktuasi harga saat panen raya. Salah satu upaya untuk mengurangi kerusakan pascapanen adalah melalui proses pengeringan yang dapat menurunkan kadar air, menghambat pertumbuhan mikroorganisme, memperpanjang umur simpan, serta meningkatkan nilai tambah tomat. Namun, untuk menghasilkan tomat kering dengan mutu yang baik, proses pengeringan perlu didukung oleh tahapan pengolahan yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan perancangan proses yang terintegrasi guna menjaga kualitas produk selama pengolahan hingga penyimpanan. Perancangan industri ini bertujuan menghasilkan produk tomat kering dalam bentuk irisan dan bubuk yang berkualitas, aman, serta memiliki umur simpan yang lebih panjang. Sistem produksi dirancang secara terintegrasi mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi. Inovasi yang diterapkan meliputi pre-treatment menggunakan kalium metabisulfit (K?S?O?) dan kalsium klorida (CaCl?), pengeringan menggunakan food dehydrator, serta pengemasan vakum. Pre-treatment berfungsi untuk mempertahankan warna, tekstur, dan kandungan nutrisi, sedangkan food dehydrator akan memberikan hasil pengeringan yang lebih merata dan terkontrol. Pengemasan vakum digunakan untuk menghambat oksidasi dan pertumbuhan mikroorganisme sehingga dapat memperpanjang umur simpan tomat kering. Kapasitas produksi dirancang menggunakan 579 kg tomat segar per batch yang akan menghasilkan 248 kemasan irisan tomat kering serta 58 kemasan tomat bubuk, dengan bobot masing-masing 100 gram dan total produksi sekitar 984 kg per bulan. Sistem produksi menerapkan konsep zero waste, yaitu irisan tomat yang tidak memenuhi standar estetika diolah menjadi bubuk sehingga pemanfaatan bahan baku lebih optimal. Produk yang dihasilkan memiliki kadar air rendah, mutu mikrobiologis stabil, umur simpan lebih panjang, serta kandungan nutrisi dan antioksidan yang tetap terjaga. Analisis finansial menunjukkan bahwa industri ini layak dijalankan dengan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp3.016.032.531, Internal Rate of Return (IRR) 34%, Benefit Cost Ratio (BCR) 1,9, dan Payback Period (PP) selama 2 tahun 3 bulan. Analisis sensitivitas menunjukkan usaha masih layak pada kenaikan biaya bahan baku hingga 54% serta penurunan harga jual maupun volume penjualan hingga 13%.
ANALISIS DINAMIKA SENTIMEN BERITA DALAM PREDIKSI PERGERAKAN HARGA SAHAM UBER MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION
Pasar saham merupakan sistem kompleks nonlinear dimana dinamika pergerakan harganya sangat dipengaruhi oleh berbagai macam variabel termasuk data nonkuantitatif seperti informasi, opini publik, dan sentimen pasar. Keterbatasan model finansial dalam melakukan prediksi harga saham mendorong fokus pengembangan arsitektur model yang menggunakan integrasi data kualitatif dan kuantitatif pasar saham. Dalam penelitian ini, dirancang arsitektur model untuk memprediksi pergerakan harga saham Uber Technologies Inc. menggunakan algoritma backpropagation yang mengintegrasikan data sentimen berita dengan data historis harga saham. Data berita finansial dikumpulkan dengan menggunakan Google News API dalam rentang lima tahun dari 28 Desember 2020 hingga 5 Januari 2026. Reaksi pasar saham terhadap berita dianalisis dengan Event Study Methodology untuk meninjau abnormal return dalam tiga rentang waktu. Hasil prediksi menunjukkan bahwa model berhasil memprediksi harga saham dengan nilai ???? 2 sebesar 0,9684, ???????????? sebesar 3,7791, ???????????????? sebesar 1,9439, dan ???????????? sebesar 1,3868. Pengujian korelasi Spearman menunjukkan tidak adanya hubungan antara sentimen berita dengan pergerakan harga saham Uber (???????? = 0,0223 dan ???????????????????????? = 0,4291 ). Analisis dinamika pergerakan harga saham yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tren naik-turun saham Uber tidak digerakkan oleh sentimen berita harian saja, tetapi oleh berbagai macam faktor struktural. Fitur sentimen akan bermanfaat jika digunakan secara nonlinear bersama indikator teknikal lainnya.
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR IKLIM TERHADAP RISIKO DEMAM BERDARAH DI SULAWESI
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang ditularkan oleh nyamuk Aedes dan penyebarannya dipengaruhi oleh faktor iklim, seperti suhu, curah hujan, dan kelembapan relatif. Hubungan antara faktor iklim dan kejadian DBD bersifat kompleks karena menunjukkan pola nonlinier serta efek keterlambatan (lag), sehingga diperlukan pendekatan pemodelan yang mampu mengakomodasi karakteristik tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan nonlinier dan efek lag antara faktor iklim dan kejadian DBD, menentukan spesifikasi model Distributed Lag Nonlinear Model (DLNM) terbaik, mengevaluasi kemampuan prediktif model, serta menginterpretasikan hubungan antara faktor iklim dan kejadian DBD berdasarkan estimasi Relative Risk (RR). Penelitian ini menggunakan data bulanan periode Januari 2019 hingga Oktober 2024 pada Kota Palu, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Buton Utara, dan Kabupaten Buton. Variabel respons berupa jumlah kasus DBD, sedangkan variabel prediktor meliputi suhu rata-rata, curah hujan, dan kelembapan relatif. Pemodelan dilakukan menggunakan Distributed Lag Nonlinear Model (DLNM) dalam kerangka Bayesian dengan distribusi Negative Binomial dan pendekatan Integrated Nested Laplace Approximation (INLA). Pemilihan model terbaik didasarkan pada nilai Mean Leave-One-Year-Out Cross Validation (LOYO CV) dan Deviance Information Criterion (DIC), sedangkan evaluasi model dilakukan menggunakan probabilitas outbreak, Receiver Operating Characteristic (ROC), Area Under the Curve (AUC), dan Confusion Matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara faktor iklim dan kejadian DBD bersifat nonlinier dengan efek lag hingga lima bulan, dengan pola yang berbeda pada setiap wilayah. Model terbaik di Kota Palu melibatkan curah hujan dan kelembapan relatif, di Kabupaten Buton Selatan dan Kabupaten Buton hanya melibatkan curah hujan, sedangkan di Kabupaten Buton Utara hanya melibatkan kelembapan relatif. Adapun di Kabupaten Buton Tengah tidak ada variabel iklim yang terpilih, sehingga model terbaiknya hanya memuat komponen temporal berupa efek musiman dan efek antar tahun. Secara umum, variabel suhu tidak terpilih pada satu pun wilayah, sedangkan curah hujan menjadi variabel iklim yang paling dominan. Evaluasi menggunakan LOYO CV menunjukkan bahwa model mampu menggambarkan pola temporal kejadian DBD, meskipun kemampuan prediktifnya bervariasi antarwilayah. Selain itu, estimasi Relative Risk menunjukkan bahwa besarnya risiko DBD dipengaruhi oleh tingkat paparan faktor iklim dan waktu lag. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan DLNM berbasis Bayesian mampu menggambarkan hubungan kompleks antara faktor iklim dan kejadian DBD serta berpotensi mendukung sistem peringatan dini dan pengendalian DBD yang lebih adaptif terhadap kondisi iklim di masing-masing wilayah.
PENGEMBANGAN KERANGKA CASH FLOW WATERFALL UNTUK ANALISIS STRUKTUR PEMBIAYAAN SUKUK BERDASARKAN KARAKTERISTIK AKAD
Total penerbitan sukuk global pada tahun 2024 mencapai USD205,1 miliar, sementara di Indonesia, per April 2026, terdapat 311 seri sukuk korporasi dengan nilai outstanding sebesar Rp92,82 triliun. Perkembangan tersebut mendorong berbagai penelitian mengenai pricing, yield, dan perilaku pasar sukuk. Namun, penelitian yang mengkaji mekanisme distribusi arus kas berdasarkan karakteristik akad masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan model stokastik untuk mengevaluasi mekanisme pembayaran sukuk sesuai karakteristik akad. Penelitian dilakukan dengan membangun model arus kas sukuk Ijarah dan Mudharabah. Arus kas perusahaan penerbit dimodelkan menggunakan Geometric Brownian Motion, kemudian diintegrasikan ke dalam konstruksi cash flow waterfall yang merepresentasikan mekanisme pembayaran masing-masing akad. Melalui simulasi Monte Carlo, performa mekanisme pembayaran dievaluasi berdasarkan Holder Internal Rate of Return, Issuer Benefit Ratio, dan Repayment Success Probability pada berbagai kondisi ekonomi. Khusus untuk sukuk Mudharabah, dilakukan optimisasi multiobjektif menggunakan NSGA-II untuk memperoleh nisbah bagi hasil yang memaksimalkan Holder IRR dan IB Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik akad memengaruhi distribusi manfaat ekonomi dan profil risiko yang tercermin pada ukuran performa struktur pembiayaan. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa peningkatan drift meningkatkan stabilitas struktur pembiayaan, sedangkan peningkatan volatilitas menurunkan stabilitasnya. Selain itu, diperoleh nisbah bagi hasil optimal untuk sukuk Mudharabah dari perspektif perusahaan penerbit.