📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 4,000 dokumenEMPOWERING THE ELDERLY: PERANCANGAN LONG-TERM CARE FACILITY DENGAN PENDEKATAN ACTIVE LIVING & HEALING ENVIRONMENT
Tugas akhir ini mengangkat topik Active Living dan healing environment dalam arsitektur melalui perancangan Long-Term Care Facility (LTCF) bagi lansia yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 (Good Health and Well-Being), poin 11 (Sustainable Cities and Communities), dan poin 13 (Climate Action) yang menekankan pentingnya penyediaan lingkungan hidup yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat lanjut usia. Permasalahan yang melatarbelakangi perancangan ini adalah meningkatnya jumlah penduduk lansia di Indonesia yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan angka usia produktifnya, banyak dari penduduk lansia ini yang kemudian tinggal tanpa pendamping yang mampu membantu aktivitas sehari-hari, sementara fasilitas hunian dan perawatan jangka panjang yang mampu mengakomodasi kebutuhan fisik, psikologis, medis, dan sosial lansia masih terbatas. Tetapi tentunya banyak kendala dalam perancangan fasilitas ini seperti, lansia yang berpindah dari rumah dan lingkungan komunitas yang telah lama mereka tempati sering kali mengalami penurunan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap lingkungan baru sehingga muncul perasaan ‘terasing’ dan berkurangnya kenyamanan psikologis. Kondisi ini semakin diperkuat oleh fenomena pergeseran pola hunian, di mana generasi muda cenderung meninggalkan kawasan perumahan horizontal dan berpindah ke hunian vertikal, menyebabkan berkurangnya interaksi sosial yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari lansia. Di sisi lain, lingkungan fasilitas perawatan yang bersifat institusional dan memiliki tata ruang kompleks sering kali menyulitkan lansia dalam memahami orientasi ruang dan bernavigasi secara mandiri. Keterbatasan akses terhadap ruang terbuka dan elemen alam juga mengurangi kesempatan lansia untuk berinteraksi dengan lingkungan natural yang berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik maupun psikologis mereka. Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, perancangan menerapkan konsep Sense of Belonging, Spatial Orientation, dan Connection to Nature sebagai landasan utama pembentukan healing environment. Konsep Sense of Belonging diwujudkan melalui lingkungan hunian yang menyerupai suasana rumah dan perumahan dengan penyediaan ruang komunal, teras, dan area interaksi yang mendukung hubungan sosial serta kenyamanan emosional lansia. Konsep Spatial Orientation diterapkan melalui pengaturan zonasi, sirkulasi, dan sistem wayfinding yang jelas sehingga memudahkan penghuni memahami lingkungan dan beraktivitas secara mandiri. Sementara itu, konsep Connection to Nature diwujudkan melalui pendekatan biofilik yang menghadirkan vegetasi, pencahayaan dan ventilasi alami, elemen air, material alami, serta hubungan visual yang kuat dengan ruang terbuka hijau. Ketiga konsep tersebut didukung oleh pendekatan Active Living bagi lansia rentan dan Therapeutic Design bagi lansia rawat untuk mendukung aktivitas, pemulihan, dan perawatan secara optimal. Perancangan dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, dan analisis komparatif guna menghasilkan rancangan konseptual Long-Term Care Facility yang mampu meningkatkan kualitas hidup lansia melalui lingkungan yang mendukung kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, interaksi sosial, dan kedekatan dengan alam.
ANALISIS JARINGAN KOMPLEKS MULTILAYER PADA SISTEM EKONOMI DAN KEUANGAN INDONESIA MENGGUNAKAN RANDOM MATRIX THEORY DAN MINIMUM SPANNING TREE
Sistem ekonomi dan keuangan merupakan sistem kompleks yang terbentuk dari interaksi berbagai faktor global, regional, domestik, dan komoditas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur keterkaitan antar variabel ekonomi dan keuangan Indonesia menggunakan pendekatan Ekonofisika melalui metode Random Matrix Theory (RMT), Minimum Spanning Tree (MST), dan Multilayer Complex Network. Data yang digunakan terdiri atas indikator pasar global, regional, domestik, dan komoditas pada periode 2016–2026 yang dibagi menjadi periode prapandemi, pandemi COVID-19, dan pasca-pandemi. Metode RMT digunakan untuk menyaring korelasi antar variabel dengan memisahkan informasi ekonomi yang signifikan dari noise acak. Hasil analisis MST menunjukkan bahwa struktur jaringan mengalami perubahan antar periode. Pada periode pra-pandemi, jaringan didominasi oleh variabel regional seperti SGD/USD, sedangkan pada periode pandemi S&P 500 menjadi simpul pusat akibat meningkatnya pengaruh faktor global. Pada periode pasca-pandemi, jaringan kembali mengalami reorganisasi dengan meningkatnya peran komoditas energi dan variabel regional sebagai penghubung antar sistem. Analisis multilayer menunjukkan bahwa hubungan antar layer tidak bersifat konstan, melainkan berubah mengikuti kondisi ekonomi global. Variabel dengan nilai centrality tinggi berperan sebagai hub dan bridge dalam transmisi keterkaitan antar pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan jaringan kompleks multilayer mampu menggambarkan pola hubungan dan transmisi risiko dalam sistem ekonomi dan keuangan Indonesia secara lebih komprehensif.
PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI PETIR INTERNAL PADA SARANA LIGHT RAILWAY TRANSIT (LRT) JAKARTA-DEPOK-BEKASI
Sistem Light Rail Transit (LRT) modern sangat bergantung pada peralatan listrik dan elektronik yang rentan terhadap tegangan lebih akibat petir. Kerentanan ini menjadi penting pada wilayah Jabodebek yang memiliki kerapatan petir sekitar 40–60 sambaran/km²/tahun. Penelitian ini bertujuan merancang sistem proteksi petir internal dan sistem grounding untuk sarana LRT Jabodebek berdasarkan IEC 62305, IEC 62497-1, dan SNI 8833:2019. Perancangan dilakukan melalui koordinasi isolasi, pemilihan spesifikasi arrester, penentuan lokasi pemasangan arrester, serta perbaikan sistem pentanahan pada track. Hasil perancangan menunjukkan bahwa tegangan residual arrester berada di bawah Basic Insulation Level (BIL) seluruh peralatan yang dilindungi sehingga mampu memberikan proteksi terhadap surja petir maupun switching. Analisis induksi petir menunjukkan bahwa sambaran pada struktur tinggi di sekitar jalur dapat menghasilkan tegangan induksi sebesar 15,4–186,2 kV dan arus induksi sebesar 0,31–3,72 kA pada sarana. Selain itu, pemasangan arrester pada running rail dan third rail memungkinkan track tetap bersifat floating pada kondisi normal untuk meminimalkan stray current, sekaligus menyediakan jalur pelepasan arus gangguan saat terjadi surja. Sistem yang diusulkan meningkatkan keandalan proteksi dan keselamatan operasional LRT.
COUPLED DEGRADATION AND MECHANOREGULATION IN BONE HEALING WITH BIODEGRADABLE IMPLANT USING FINITE ELEMENT ANALYSIS
Biodegradable magnesium implants are promising temporary supports for fracture fixation because they can gradually degrade while transferring load back to the healing bone. Computational modelling, especially finite element analysis, provides useful approach to investigate the mechanical and biological interaction between healing tissue and degrading implants. However, bone healing and implant degradation are often modelled separately, even though both processes interact through changes in stiffness, stability, and local mechanical stimulus. This study aims to develop a Python-based finite element framework that couples mechanoregulation-based bone healing with biodegradable scaffold degradation as a proof-ofconcept simulation approach. The framework was developed using stepwise modelling strategy. Simplified model with prescribed callus geometry was first used to test the main computational modules, followed by an estimated callus model generated through low-strain element removal. The bone healing module includes cell diffusion, mechanoregulation-based tissue phenotype prediction, and tissue property update. The degradation module simulates progressive scaffold material loss, with the degradation parameter tuned using a bisection method to control the remaining scaffold percentage. The coupled simulation was implemented using a serial day-by-day procedure, where callus properties were updated first, followed by scaffold degradation and geometry update. The developed framework successfully integrated callus maturation and scaffold degradation within one finite element workflow. The model can produce cell concentration distribution, tissue phenotype evolution, callus stiffness development, scaffold degradation pattern, and remaining scaffold percentage. Although the model uses simplified geometry and static loading, it provides a modular computational basis for future studies involving realistic loading, experimental calibration, and validation.
KETERBATASAN TRANSFORMASI LAPLACE DI RUANG MORREY
Keterbatasan transformasi Laplace di berbagai ruang fungsi telah dikaji oleh Hardy dan para matematikawan dalam berbagai literatur. Penelitian ini mengkaji keterbatasan transformasi Laplace di ruang tipe-Morrey, suatu generalisasi dari ruang Morrey. Sebagai akibat, keterbatasan transformasi Laplace di ruang Morrey dan ruang Lebesgue akan didapatkan. Selain itu, dikaji pula keterbatasan transformasi Laplace di ruang Morrey–Lorentz. Terakhir, transformasi Laplace pada Rd + ditinjau dan diperoleh keterbatasannya di ruang Morrey anisotropik dan ruang Lebesgue anisotropik.
PERANCANGAN ULANG KAWASAN TERPADU KARET TENGSIN PLATINUM BERBASIS URBAN COOLING DALAM UPAYA MITIGASI URBAN HEAT ISLAND (UHI)
Fenomena Urban Heat Island (UHI) menjadi salah satu permasalahan kawasan perkotaan yang dipengaruhi oleh tingginya intensitas bangunan, dominasi material penyerap panas, keterbatasan ruang terbuka hijau, serta tingginya aktivitas manusia. Kawasan Terpadu Karet Tengsin Platinum sebagai bagian dari kawasan strategis Segitiga Emas Jakarta memiliki potensi peningkatan panas kawasan sehingga diperlukan perancangan ulang berbasis urban cooling. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang Kawasan Terpadu Karet Tengsin Platinum berbasis urban cooling dalam upaya mitigasi UHI melalui pemodelan tiga dimensi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-evaluatif dengan teknik pengumpulan data melalui kajian literatur, observasi, kuesioner, citra satelit, dan dokumen PRK. Penilaian dilakukan menggunakan teknik pseudo-evaluation terhadap 23 indikator yang mencakup fitur hijau, fitur biru, fitur abu, shading, geometri kota dan guna lahan, serta energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketercapaian prinsip urban cooling pada kondisi eksisting sebesar 34,78% atau 8 dari 23 indikator, kemudian meningkat menjadi 78,26% atau 18 indikator setelah rancangan ulang. Peningkatan tersebut dilakukan melalui penambahan RTH, penambahan fitur biru, penggunaan material beralbedo tinggi dan permeabel, penambahan elemen peneduh, penerapan green roof, cool roof, secondary skin, vertical greenery, serta penguatan konektivitas pejalan kaki dan transportasi publik. Meskipun demikian, beberapa indikator geometri kota tetap belum tercapai karena kawasan telah banyak terbangun. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa arahan desain kawasan terpadu yang lebih adaptif terhadap panas perkotaan dan dapat menjadi masukan dalam penerapan prinsip urban cooling untuk mitigasi UHI.
ANALISIS PERSEPSI PEKERJA TERHADAP DAMPAK SOSIAL RENCANA PROYEK PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI ENERGI LISTRIK (PSEL) DI TPA SUMUR BATU
Pengelolaan sampah di Kota Bekasi menghadapi tekanan berat seiring kondisi TPA Sumur Batu yang telah lama kelebihan beban. Sebagai jalan keluar, pemerintah merencanakan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan teknologi moving grate incinerator, yang menandai pergeseran dari sistem padat karya menuju sistem termal padat modal dan membawa implikasi sosial bagi pekerja TPA. Kajian dampak sosial selama ini lebih banyak menyoroti penolakan warga di luar lokasi, sementara persepsi pekerja di dalam kawasan sebagai pihak yang paling langsung berhadapan dengan disrupsi masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis persepsi pekerja terhadap dampak sosial rencana proyek tersebut berdasarkan persepsi pekerja, dengan sasaran menganalisis alasan di balik pola pikir pekerja, mengidentifikasi karakteristik demografi dan sebaran opini, serta mengukur tingkat persepsi, penerimaan sosial, dan kesiapan adaptasi. Penelitian bersifat deskriptif evaluatif dengan pendekatan metode campuran strategi concurrent embedded, memadukan data sekunder, wawancara, dan kuesioner berskala Likert yang dipilih secara purposive, lalu dianalisis melalui analisis kualitatif deskriptif, statistik deskriptif, dan indeks persepsi dengan kerangka Social Impact Assessment. Hasil penelitian menunjukkan pekerja formal menerima rencana proyek dengan sangat baik, dengan penerimaan peluang dan kesiapan adaptasi yang tinggi serta persepsi risiko terhadap pekerjaan pada titik terendah, meski masih disertai kesenjangan informasi karena sosialisasi baru menjangkau tingkat manajerial. Berbeda dari studi sejenis yang menjadikan persepsi risiko warga sebagai penentu sikap dan menemukan penerimaan baru menguat setelah fasilitas beroperasi, penelitian ini mendapati penerimaan tinggi sudah muncul sebelum konstruksi dimulai. Kebaruannya terletak pada pengalihan fokus dari masyarakat luar pagar ke pekerja di dalam kawasan TPA, sekaligus menegaskan bahwa garis antara pekerja yang aman dan yang terancam berimpit dengan garis antara status formal dan informal. Penelitian ini menyumbang landasan empiris bahwa keberhasilan sosial proyek semacam ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh pemerataan informasi dan keadilan terhadap kelompok yang paling sedikit terlindungi.
KORELASI MORFOLOGI PARTIKEL KATODE LINI0,5MN1,5O4 TERHADAP KINERJA ELEKTROKIMIA PADA BATERAI ION LITIUM
Peningkatan kebutuhan baterai ion litium (LIBs) dan tantangan berupa jangkauan berkendara yang lebih jauh pada electric vehicle (EV) mendorong fokus pengembangan pada katode dengan tegangan operasional dan kepadatan energi tinggi. Katode spinel LiNi0.5Mn1.5O4 (LNMO) dengan tegangan operasional dan kepadatan energi yang tinggi, jalur difusi ion 3D, serta struktur bebas kobalt menjadi salah satu kandidat yang kuat dan menjanjikan. Namun, komersialisasi LNMO masih terhambat oleh masalah fundamental yaitu stabilitas struktur pada tegangan tinggi. Salah satu strategi yang sering digunakan adalah rekayasa morfologi partikel. Pada penelitian ini, dilakukan sintesis material katode LNMO dengan morfologi berbeda melalui metode kopresipitasi sederhana untuk dianalisis hubungan dengan kinerja elektrokimianya. Material yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi untuk menginvestigasi struktur kristal, morfologi, dan kinerja elektrokimianya menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM), pengujian charge-discharge, dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Masing-masing material menunjukkan karakteristik elektrokimia yang berbeda: LNMO-P (polihedral) unggul dalam kapasitas, LNMOO (oktahedral) unggul dalam stabilitas, dan LNMO-T (oktahedral terpotong) unggul dalam rate capability. Karakteristik ini dibuktikan dengan kapasitas discharge awal LNMO-P sebesar 135,02 mAh g -1 , stabilitas siklus LNMO-O dengan retensi kapasitas sebesar 95,26% setelah 200 siklus, dan kemampuan rate capability LNMO-T dengan kapasitas discharge 108,54 mAh g -1 pada 5C. Perbedaan ini disebabkan karena tiap morfologi mengekspos faset yang berbeda, yaitu faset {111} untuk stabilitas struktur dan faset {100} untuk peningkatan kinetika transfer ion Li+ .
PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING PARAMETER LINGKUNGAN BERBASIS ARDUINO BERBIAYA MURAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN EFEK GAS RUMAH KACA DAN FOTOSINTESIS
Keterbatasan media pembelajaran berbasis eksperimen menyebabkan pengamatan perubahan parameter lingkungan pada materi efek gas rumah kaca dan fotosintesis belum dapat dilakukan secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring lingkungan berbasis Arduino sebagai media pembelajaran efek gas rumah kaca dan fotosintesis, menguji kinerja sistem dalam mengukur parameter lingkungan pada kondisi yang berbeda, serta menyusun modul ajar eksperimen. Sistem yang dikembangkan berupa greenhouse dua ruang berbasis Arduino yang dilengkapi sensor MQ135, DHT22, dan LDR. Data hasil pengukuran ditampilkan secara real-time melalui LCD dan Graphical User Interface (GUI), kemudian diuji melalui model efek gas rumah kaca dan eksperimen fotosinteisis pada kondisi terang dan gelap. Hasil kalibrasi menunjukkan sensor LDR memiliki nilai R² sebesar 0,9803 dan 0,9725, sedangkan sensor MQ135 memberikan performa terbaik menggunakan regresi polinomial dengan nilai R² sebesar 0,850 dan 0,975. Sensor DHT22 menghasilkan nilai MAE sebesar 0,836°C dan 1,418°C, serta RMSE sebesar 1,070°C dan 1,657°C. Pada eksperimen fotosintesis, konsentrasi CO? pada ruang terang menurun dari 105 ppm menjadi 89,13 ppm, sedangkan pada ruang gelap meningkat dari 173 ppm menjadi 201,67 ppm selama pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring yang dikembangkan mampu melakukan pengukuran dan visualisasi suhu, kelembaban, konsentrasi CO?, dan intensitas cahaya secara real-time pada berbagai kondisi eksperimen. Selain menghasilkan instrumen yang berfungsi dengan baik, penelitian ini juga menghasilkan modul ajar eksperimen sebagai panduan penggunaan sistem pada materi efek gas rumah kaca dan fotosintesis di jenjang IPA SMP, Fisika SMA, dan Biologi SMA.
ANALISIS KERUGIAN EKONOMI PADA PENGENDALIAN BANJIR DI SUNGAI CILETUH - CIKALONG KABUPATEN SUKABUMI
Banjir di DAS Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, merupakan bencana berulang yang berdampak signifikan terhadap sektor permukiman, pertanian, dan fasilitas publik. Kejadian ini dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi, perubahan tata guna lahan, serta penurunan kapasitas tampung sungai akibat sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik hidrologi dan hidraulika Sungai Ciletuh, mengestimasi kerugian ekonomi banjir, serta mengevaluasi skenario pengendalian banjir struktural dan non-struktural. Metodologi penelitian mengintegrasikan analisis hidrologi melalui perhitungan hujan rencana dan nilai Curve Number (CN) dengan pemodelan HEC-HMS, serta analisis hidraulika menggunakan HEC-RAS 2D untuk memetakan kedalaman dan luas genangan banjir. Estimasi kerugian ekonomi mencakup kerugian langsung dan tidak langsung menggunakan metode Economic Commission for Latin America and the Caribbean (ECLAC) untuk sektor permukiman dan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk sektor pertanian. Selain itu, penelitian ini menganalisis pengaruh penebalan sedimen terhadap eskalasi genangan dan kerugian ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor permukiman merupakan kontributor terbesar terhadap total kerugian ekonomi, baik pada kerugian langsung maupun tidak langsung. Skenario struktural berupa normalisasi sungai dan skenario non-struktural berupa konservasi DAS berbasis agroforestry terbukti layak secara ekonomi dalam periode analisis 25 tahun dengan nilai NPV positif dan BCR > 1. Temuan ini merekomendasikan strategi pengendalian banjir terpadu sebagai upaya mitigasi risiko banjir dan pengelolaan daya rusak air yang berkelanjutan di DAS Ciletuh.
PENGARUH FERMENTASI MENGGUNAKAN SYMBIOTIC CULTURE OF BACTERIA AND YEAST TERHADAP KANDUNGAN DAN BIOAKTIVITAS KOMBUCHA BERBASIS CASCARA DARI KOPI EXCELSA (COFFEA LIBERICA VAR. DEWEVREI)
Cascara dari kopi excelsa (Coffea liberica var. dewevrei) merupakan produk samping pengolahan kopi yang melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh waktu fermentasi menggunakan Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY) selama 0, 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 hari terhadap profil keasaman, kandungan senyawa bioaktif, serta bioaktivitas kombucha berbasis cascara dari kopi excelsa. Metode penelitian meliputi preparasi seduhan cascara 20 g/L dengan gula 50 g/L, inokulasi SCOBY 25 g/L (laju pertumbuhan spesifik 0,40 g/L-hari), dan fermentasi pada suhu ruang (25 ?C). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan waktu fermentasi menyebabkan penurunan pH hingga mencapai 3,67 ± 0,05 serta peningkatan kadar asam total menjadi 0,38 ± 0,05 g/100 mL pada hari ke-6. Pada akhir fermentasi, kandungan senyawa bioaktif berupa total phenolic content (TPC) mencapai 895,60 ± 34,14 µg GAE/mL, total flavonoid content (TFC) sebesar 19,13 ± 0,22 µg QE/mL, dan konsentrasi asam askorbat sebesar 0,11 ± 0,01 mg/mL. Aktivitas antioksidan menunjukkan stabilitas dengan nilai DPPH (IC50) sebesar 207,04 ± 3,28 mL/L dan FRAP sebesar 11,81 ± 1,06 mM FeSO4. Aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus baru terdeteksi pada hari ke-6 dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 500 µL/mL. Aktivitas antiinflamasi (IC50) pada hari ke-6 tercatat sebesar 28,184.40 ± 3,176.22 ppm. Dapat disimpulkan bahwa fermentasi selama 6 hari efektif meningkatkan keasaman, TPC, dan aktivitas antibakteri, sekaligus mempertahankan TFC, asam askorbat, serta kapasitas antioksidan dan antiinflamasi dari kombucha berbasis cascara kopi excelsa.
REPRESENTASI VISUAL KELUARGA DALAM BUKU CERITA BERGAMBAR DAN PENERIMAANNYA PADA ANAK DARI IBU TUNGGAL
Tidak semua anak tumbuh dalam struktur keluarga yang lazim direpresentasikan dalam buku cerita anak Indonesia, yakni dikelilingi kehadiran lengkap figur ibu dan ayah. Ketimpangan antara realitas sosial dan keterbatasan representasi visual ini berisiko menciptakan alienasi simbolik bagi anak dari keluarga ibu tunggal. Kajian ini menawarkan kebaruan dengan menjembatani analisis wacana multimodal dan pengukuran afektif empiris untuk mengungkap dinamika negosiasi identitas pada pembaca usia 6-7 tahun. Melalui desain embedded mixed-methods, penelitian ini membedah representasi visual pada enam buku cerita bergambar yang mencakup kategori keluarga ibu tunggal, keluarga inti, dan keluarga besar. Analisis dilakukan melalui strategi encoding visual menggunakan kerangka Visual Grammar yang diintegrasikan dengan proses decoding melalui instrumen klasifikasi biner dan uji statistik Wilcoxon. Temuan mengungkap bahwa representasi keluarga ibu tunggal yang mengusung narasi resiliensi memberikan pengaruh signifikan dengan kekuatan efek yang besar terhadap peningkatan respons afektif positif anak. Integrasi data menunjukkan adanya pluralitas makna dalam proses decoding, di mana respons anak sangat dipengaruhi oleh resonansi memori personal terhadap detail objek keseharian yang berfungsi sebagai cermin atas realitas anak. Sebaliknya, citra keluarga inti yang terlalu normatif memicu kejenuhan atensi hingga resistensi afektif ekstrem sebagai bentuk oppositional reading. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bagi anak ibu tunggal, validasi struktur realitas merupakan prasyarat mutlak bagi terciptanya rasa aman sebelum mereka mampu mengakses dunia imajinasi. Sebagai implikasi praktis, strategi desain buku cerita bergambar untuk ibu tunggal sebaiknya menerapkan pemanfaatan objek akrab bagi anak, redefinisi otoritas ibu, mitigasi figur ayah, serta kontras warna sebagai navigasi afektif guna menjaga stabilitas emosi pembaca.
SINTESIS TURUNAN KUINAZOLIN TERDEUTERASI DAN POTENSINYA SEBAGAI INHIBITOR EGFR (ANTIKANKER) DAN BACE-1 (ALZHEIMER)
Kuinazolin merupakan senyawa N-heterosiklik yang telah banyak dimanfaatkan sebagai kerangka dasar dalam pengembangan obat antikanker, khususnya sebagai inhibitor EGFR generasi pertama dan kedua, seperti gefitinib, erlotinib, afatinib, dan dacomitinib. Selain itu, kerangka kuinazolin berpotensi dikembangkan sebagai inhibitor BACE-1 pada penyakit Alzheimer. Pada domain tirosin kinase EGFR, cincin kuinazolin berikatan pada kantong pengikatan ATP (ATP-binding site), di mana atom nitrogen pada cincin kuinazolin membentuk ikatan hidrogen dengan residu Met793 yang berada pada daerah hinge, sehingga menstabilkan pengikatan ligan pada situs aktif dan menghambat aktivitas tirosin kinase. Sementara itu pada BACE-1, cincin kuinazolin berinteraksi dengan residu katalitik Asp32 dan Asp228 pada sisi aktif enzim sehingga menghambat pemotongan amyloid precursor protein (APP) menjadi peptida ?-amiloid. Selain kerangka kuinazolin, substituen pada posisi C-4 juga diketahui berkontribusi terhadap interaksi dengan kantong hidrofobik protein target sehingga modifikasi pada posisi ini banyak dilakukan untuk meningkatkan aktivitas dan selektivitas senyawa. Meskipun demikian, keberadaan gugus metoksi pada posisi C-7 cincin kuinazolin rentan mengalami reaksi O-demetilasi yang dikatalisis oleh CYP450 terutama CYP2D6, menghasilkan metabolit hidroksi (–OH). Proses metabolisme ini meningkatkan polaritas senyawa sehingga mempercepat eliminasi, menurunkan stabilitas metabolik, dan berpotensi mengurangi efektivitas senyawa. Salah satu strategi yang banyak dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah deuterasi, yaitu penggantian atom hidrogen dengan deuterium pada gugus metoksi di posisi C-7 yang rentan mengalami reaksi O-demetilasi oleh enzim CYP2D6. Ikatan C–D yang lebih kuat dibandingkan ikatan C–H menyebabkan tahap pemutusan ikatan selama reaksi O-demetilasi berlangsung lebih lambat sehingga laju metabolisme oksidatif dapat diperlambat melalui kinetic isotope effect, tanpa mengubah sifat elektronik maupun interaksi senyawa dengan residu penting pada kantong pengikatan ATP EGFR dan sisi aktif BACE-1. Pendekatan ini telah diterapkan pada beberapa obat, seperti deutetrabenazine yang disetujui FDA pada tahun 2017 untuk pengobatan korea pada penyakit Huntington (Huntington's disease-associated chorea) dan tardive dyskinesia, serta deuruxolitinib yang memperoleh persetujuan FDA pada tahun 2024 untuk pengobatan alopecia areata. Kedua obat tersebut menunjukkan peningkatan stabilitas farmakokinetik dan tolerabilitas dibandingkan senyawa induknya (nonterdeuterasi). Pada penelitian ini telah disintesis delapan turunan 4- anilinokuinazolin terdeuterasi (4a–h) melalui reaksi substitusi nukleofilik aromatik menggunakan CD3OD dan NaOH 50% (w/v) dengan rendemen sekitar 90–97%. Senyawa 4a–h kemudian direduksi gugus -NO2 menjadi delapan turunan kuinazolin-4,6-diamina (5a–h) dengan kondisi optimum reaksi menggunakan tiourea dioksida 5 ekivalen dan NaOH 1 M dalam metanol, menghasilkan rendemen sekitar 82–90%. Struktur senyawa 4h dikonfirmasi lebih lanjut melalui analisis Single-Crystal X-ray Diffraction (SC-XRD) yang menunjukkan bahwa senyawa ini mengkristal dalam sistem ortorombik dengan grup ruang Pbca (No. 61) sebagai solvat DMSO. Struktur yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dengan nilai final R-index sebesar 0,0443 dan telah didaftarkan pada Cambridge Crystallographic Data Centre (CCDC No. 2527423). Hasil analisis menunjukkan bahwa cincin kuinazolin bersifat hampir planar dengan sudut torsi gugus anilino sebesar ?30,4° terhadap cincin kuinazolin, menyerupai konformasi twisted aniline pada inhibitor EGFR seperti gefitinib. Kisi kristal distabilkan oleh ikatan hidrogen N–H···O antara gugus NH anilin dengan molekul DMSO solvat. Seluruh senyawa kemudian diuji aktivitas penghambatannya terhadap EGFR dan BACE-1 secara in vitro. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa senyawa 4g yang memiliki substituen 3,4-dikloroanilin memiliki aktivitas penghambatan EGFR tertinggi dengan persen inhibisi sebesar 65,96 ± 0,72% pada konsentrasi 100 nM. Sementara itu, senyawa 4h yang memiliki substituen 4-trifluorometilanilin menunjukkan aktivitas penghambatan BACE-1 tertinggi dengan persen inhibisi sebesar 101,93 ± 1,08% pada konsentrasi 100 µM. Secara keseluruhan, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa deuterasi pada posisi C-7 berpotensi meningkatkan aktivitas penghambatan terhadap BACE-1 pada beberapa turunan, yang ditunjukkan oleh peningkatan aktivitas inhibisi senyawa 4a, 4d, dan 4e dibandingkan senyawa nonterdeuterasinya.
EKSPLORASI ALKALOID INDOL MONOTERPEN DARI DAUN KOPSIA FRUTICOSA (APOCYNACEAE) DAN PENENTUAN STEREOKIMIA ABSOLUTNYA
Tumbuhan famili Apocynaceae dikenal sebagai sumber alkaloid bioaktif yang memiliki efek terapeutik, termasuk aktivitas antikanker (vinblastin) dan antipsikotik (alstonin). Berbagai senyawa dari famili ini menunjukkan aktivitas antikanker berdasarkan hasil uji praklinik. Salah satu spesies yang termasuk dalam famili Apocynaceae adalah Kopsia fruticosa. Di Indonesia, tumbuhan ini dikenal dengan nama lokal pink kopsia. Tumbuhan K. fruticosa telah diketahui menghasilkan metabolit sekunder utama yaitu alkaloid indol monoterpen (MIA). Sejumlah senyawa MIA di antaranya menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap berbagai sel kanker seperti sel BGC-823 (karsinoma lambung), MCF-7 (kanker payudara), W480 (kanker usus), HS-1, HS-4, SCL-1, dan A431 (dermatoma). Selain itu, beberapa senyawa MIA dari K. fruticosa seperti mersinin A dan kopsinin telah diuji aktivitas MDR reversal, antialergi, antidiabetes, dan antitusif. Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan terhadap daun K. fruticosa yang tumbuh di Kebun Raya Bogor, Indonesia, dua senyawa MIA telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi sebagai frutikosamin dan frutikosin. Stereokimia relatif dari kedua senyawa telah ditentukan berdasarkan data NMR dan putaran optik spesifik. Namun, stereokimia absolut kedua senyawa tersebut belum ditetapkan. Selain itu, dalam proses pemisahan, masih terdapat fraksi yang mengandung senyawa lain yang berpotensi untuk dapat dipisahkan lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian lanjutan ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi alkaloid indol monoterpen lain dari daun K. fruticosa. Selain itu, dilakukan pula penentuan stereokimia absolut dari senyawa hasil isolasi. Ekstraksi senyawa alkaloid dari daun K. fruticosa Indonesia diawali dengan maserasi serbuk daun kering denagan metanol. Terhadap ekstrak metanol dilakukan ekstraksi asam-basa dengan larutan asam asetat 10% dan larutan amonia 10% yang kemudian dilakukan ekstraksi cair-cair untuk memperoleh ekstrak alkaloid total. Pemisahan senyawa pada ekstrak alkaloid dilakukan dengan berbagai teknik kromatografi, meliputi kromatografi kolom gravitasi (KKG) dan kromatografi radial (KR). Uji kemurnian senyawa dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan tiga sistem eluen berbeda. Identifikasi struktur senyawa hasil isolasi dilakukan berdasarkan analisis spektroskopi NMR 1D (1H dan 13C) dan 2D (HSQC, HMBC, dan COSY). Selanjutnya dilakukan penentuan stereokimia absolut senyawa hasil isolasi menggunakan electronic circular dichroism (ECD) dan single-crystal X-ray diffraction (SC-XRD). Pada penelitian ini telah diisolasi dan diidentifikasi dua senyawa MIA selain frutikosamin dan frutikosin, yaitu metil N1-dekarbometoksikanofrutikosinat (4,8 mg) yang memiliki kerangka kanofrutikosinat dan KF-3 (9,8 mg) yang memiliki kerangka aspidofraktinin. Metil N1-dekarbometoksikanofrutikosinat memiliki nilai putaran optik spesifik 23,0 [????]???? +249,5° (c 0,073; CHCl3) sedangkan senyawa KF-3 menunjukkan nilai 23,0 rotasi [????]???? +21° (c 0,050; CHCl3). Senyawa metil N1-dekarbometoksikanofrutikosinat sebelumnya telah dilaporkan dari K. officinalis, K. arborea, K. hainanensis, dan K. pitardii, namun baru pertama kali dilaporkan dari K. fruticosa. Sementara itu, senyawa KF-3 diusulkan sebagai senyawa dengan kerangka analog dari frutikosin yang teroksidasi pada posisi C-3 dan strukturnya masih dalam proses konfirmasi. Sementara itu, senyawa frutikosamin dan frutikosin berhasil direkristalisasi dan hasil analisis ECD serta SC-XRD menunjukkan bahwa konfigurasi absolut (2S,6R,7R,16S,17R,20R,21S)- frutikosamin dan (2S,6R,7R,16R,17R,20R,21S)-frutikosin. Penentuan konfigurasi absolut dari kedua senyawa ini untuk pertama kali dilaporkan pada penelitian ini. Selanjutnya, stereokimia dari metil N1-dekarbometoksikanofrutikosinat dan KF-3 saat ini disarankan pula sebagai (2S,6R,7R,20R,21S)-metil N1-dekarbometoksikanofrutikosinat dan (2S,6R,7R,16R,17R,20R,21S)-KF-3 berdasarkan kemiripan struktur dan data spektroskopi dengan senyawa frutikosin.
MONITORING FENOMENA URBAN SPRAWL DENGAN TEKNIK ANALISIS SPEKTRAL CAMPURAN DARI DATA SATELIT LANDSAT DAN MODIS MULTITEMPORAL
Indonesia sebagai salah satu negara berkembang masih menghadapi permasalahan besar dalam perkembangan kota-kotanya. Gejala urban sprawl memberikan dampak terhadap perkembangan kota ke wilayah pinggiran bersifat sporadis dan tidak terpola dengan baik Sehubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan suatu metode pemantauan perkembangan kota, salah satunya adalah melalui metode penginderaan jauh. Pada metode klasifikasi konvensional, satu piksel citra diasumsikan hanya mengandung satu jenis obyek saja. Namun pada kenyataannya untuk satu piksel pada citra bisa memiliki lebih dari satu jenis obyek. Oleh karenanya, pemantauan fenomena urban sprawl pada studi ini dilakukan dengan menggunakan metode Spectral Mixture Analysis (SMA) dengan menggunakan model pemisahan linier (linier unmixing) yang memungkinkan untuk melakukan identifikasi serta penentuan proporsi spasialnya. Hasil yang diperoleh dari studi ini adalah citra fraksi dari endmember beserta proporsi spasialnya Selain waktu perolehan informasinya cepat dan murah, juga cakupan wilayah surveinya luas dan informasinya dapat diperoleh lebih berkesinambungan.