📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

PEMBUATAN MODEL NUMERIK BERBASIS FINITE DIFFERENCE METHOD (FDM) UNTUK ANALISIS REMBESAN LATERAL DI TANAH YANG RETAK

Penelitian ini mengembangkan model numerik mandiri berbasis Finite Difference Method (FDM) untuk mensimulasikan rembesan lateral transien pada retakan clayshale dengan mengintegrasikan parameter dinamis konduktivitas hidraulik tak jenuh (????????) dan kompresibilitas (Multi-????????). Pengujian fisik infiltrasi selama 255 menit pada compacted crushed clayshale asal Cisomang digunakan sebagai acuan empiris mutlak (ground truth). Model FDM 2D dibangun menggunakan skema implisit penuh dan Lookup Table untuk pembaruan parameter secara seketika (real-time). Hasil validasi Root Mean Square Error (RMSE) menunjukkan bahwa penggunaan parameter tak jenuh (????????) berhasil mereplikasi mekanisme hambatan aliran (flow retardation) secara logis dengan RMSE sebesar 5,02%, menekan galat secara drastis dari asumsi aliran jenuh yang mencapai 9,73%. Kesamaan hasil luaran juga membuktikan bahwa pada durasi 4 jam pertama, variabel tahanan hidraulik mendominasi proses infiltrasi dibandingkan dengan respons kembang-susut matriks tanah. Analisis komparatif mengukuhkan bahwa algoritma FDM mandiri ini lebih superior dan presisi (RMSE 5,02%) dibandingkan perangkat lunak komersial GeoStudio SEEP/W (RMSE 7,31%), dengan tingkat stabilitas spasio-temporal yang sangat tinggi tanpa mengalami osilasi numerik.

2026
👤 Penulis: Muhammad Ikhsan Muslimin
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Rembesan Lateral 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

PENGEMBANGAN MODEL MACHINE LEARNING UNTUK APLIKASI DETEKSI FERTILITAS TELUR SECARA REAL TIME

Deteksi fertilitas telur pada peternakan umumnya masih dilakukan secara manual menggunakan metode candling yang membutuhkan waktu relatif lama, tenaga kerja banyak, serta bergantung pada operator. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem deteksi fertilitas telur ayam berbasis deep learning menggunakan algoritma YOLO untuk mengidentifikasi telur secara otomatis, real-time, dengan kapasitas multi-telur. Perangkat keras yang digunakan meliputi Raspberry Pi 4, kamera Arducam IMX477, sistem pencahayaan LED, serta aplikasi dasbor untuk proses inferensi dan pengaturan kamera. Tahapan penelitian diawali dengan perbandingan performa model YOLOv11n dan YOLOv12n pada beberapa variasi epoch, dilanjutkan studi pengaruh praproses serta augmentasi dataset. Model terbaik diimplementasikan pada sistem dasbor untuk pengujian optimasi parameter kamera (brightness, contrast, sharpness–saturation). Evaluasi dilakukan menggunakan metrik precision, recall, mAP@0.5, dan F1-score. Hasil menunjukkan model YOLOv12n dengan 100 epoch dan penerapan data preparation memberikan performa terbaik dengan nilai precision 0.983, recall 0.996, dan mAP@0.5 0.995. Selain itu, optimasi parameter kamera pada kombinasi contrast 1.4, brightness -0.40 dan sharpness–saturation 1.0 menghasilkan nilai F1-score sebesar 1.00 (100%). Implementasi sistem berhasil mendeteksi 36 telur dalam satu frame secara otomatis dengan hasil klasifikasi yang sesuai dengan kondisi fertilitas sebenarnya. Sistem ini berpotensi menjadi alternatif proses candling manual yang lebih cepat, konsisten, dan efisien pada peternakan unggas.

2026
👤 Penulis: Anggi Faradyba
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Optimasi Parameter 🏷️ Deteksi Fertilitas Telur

REDESAIN BENTENG TAKIMPO LIPU OGENA SEBAGAI BAGIAN DARI STRATEGI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA BUTON

Benteng Takimpo Lipu Ogena di Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara, merupakan salah satu warisan cagar budaya peninggalan Kesultanan Buton dengan nilai historis, arsitektural, serta sosial budaya yang tinggi. Benteng ini tidak hanya berfungsi sebagai sistem pertahanan, tetapi juga sebagai ruang hidup masyarakat yang mencerminkan struktur sosial dan kosmologi lokal. Namun, kondisi eksisting menunjukkan terjadinya degradasi fisik, melemahnya fungsi sosial budaya dan belum optimalnya pengembangan potensi ekonomi dalam pengelolaan sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep yang menghasilkan simulasi redesain Benteng Takimpo Lipu Ogena sebagai bagian dari strategi pelestarian cagar budaya Buton untuk menjawab tantangan pelestarian fisik, penguatan fungsi sosial budaya, serta pengembangan potensi ekonomi kawasan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi kajian pustaka, studi preseden, analisis kebijakan pelestarian, analisis tapak dan kebutuhan ruang yang kemudian disintesis menjadi konsep perancangan yang menghasilkan simulasi desain. Kajian menunjukan bahwa pelestarian benteng tidak cukup dilakukan melalui konservasi fisik semata, tetapi memerlukan pendekatan desain yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan berdasarkan nilai sejarah, sosial dan budaya. Perancangan didasarkan pada lima prinsip utama yaitu pelestarian otentisitas dan integritas, adaptasi fungsional berbasis pelestarian, partisipasi masyarakat dalam kerangka living heritage, edukasi dan interpretasi budaya, serta keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan ecotourism. Prinsip-prinsip tersebut dielaborasi menjadi kerangka analisis dan diterjemahkan ke dalam konsep tapak dan bangunan dengan pendekatan contextual continuity yang menginterpretasikan nilai arsitektur tradisional Buton ke dalam bahasa arsitektur kontemporer. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu menjaga identitas dan nilai historis benteng, sekaligus menghidupkan kembali fungsi sosial melalui aktivitas budaya, ruang publik, dan edukasi. Selain itu, pengembangan potensi ekonomi dilakukan melalui integrasi wisata berbasis budaya dan lingkungan yang melibatkan masyarakat lokal secara aktif. Dengan demikian, redesain Benteng Takimpo Lipu Ogena dapat menjadi model perancangan pelestarian kawasan cagar budaya yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Muhamad Rezky Ramadhan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN APLIKASI PEMODELAN RISIKO PAPARAN PANAS BERBASISKAN DATA SPASIAL DAN DATA SOSIAL- EKONOMI

Peningkatan suhu permukaan di wilayah perkotaan akibat urbanisasi dan perubahan tutupan lahan berpotensi meningkatkan risiko paparan panas yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Analisis risiko paparan panas umumnya melibatkan berbagai tahapan pengolahan data spasial yang dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang relatif lama dan rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Thermato (THERMal Risk Mapping and Analysis TOol), yaitu aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasiskan data spasial berupa plugin Quantum Geographic Information System (QGIS) yang mampu mengotomasi proses analisis risiko paparan panas melalui integrasi parameter Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), dan kepadatan penduduk dalam satu alur kerja terstruktur. Pengembangan produk dilakukan menggunakan metode Waterfall serta memanfaatkan bahasa pemrograman Python, API PyQGIS, dan standar QGIS Plugin Architecture. Model risiko dibangun menggunakan metode Weighted Linear Combination (WLC) dengan mengintegrasikan komponen bahaya (hazard), paparan (exposure), dan kerentanan (vulnerability) berbasiskan data spasial untuk menghasilkan indeks risiko paparan panas. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Thermato berhasil diimplementasikan sebagai plugin QGIS yang mampu melakukan validasi data, penyamaan resolusi raster, pembobotan parameter, klasifikasi risiko, pembentukan data vektor, dan pembuatan laporan analisis secara otomatis. Pengujian komparatif menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 92,62% pada Risk Continuous Raster serta 95,48% pada Risk Classified Raster dan Risk Vector dibandingkan dengan alur kerja manual. Selain itu, waktu pemrosesan berhasil dikurangi dari ratarata 113,33 menit menjadi 8,67 menit sehingga meningkatkan efisiensi analisis secara signifikan sebesar sekitar 1.307%. Hasil evaluasi pengguna juga menunjukkan tanggapan positif terhadap kemudahan penggunaan, kejelasan alur kerja, dan kualitas keluaran yang dihasilkan. Dengan demikian, Thermato dapat menjadi aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasis data spasial yang efektif untuk mendukung analisis dan pemetaan risiko paparan panas secara lebih cepat, konsisten, dan terstandarisasi dalam lingkungan Sistem Informasi Geografis.

2026
👤 Penulis: Hifzhan Zhafir Faza
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Riset 🏷️ Geografi Ilmiah

PERANCANGAN APLIKASI PEMODELAN RISIKO PAPARAN PANAS BERBASISKAN DATA SPASIAL DAN DATA SOSIOEKONOMI.

Peningkatan suhu permukaan di wilayah perkotaan akibat urbanisasi dan perubahan tutupan lahan berpotensi meningkatkan risiko paparan panas yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Analisis risiko paparan panas umumnya melibatkan berbagai tahapan pengolahan data spasial yang dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang relatif lama dan rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Thermato (THERMal Risk Mapping and Analysis TOol), yaitu aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasiskan data spasial berupa plugin Quantum Geographic Information System (QGIS) yang mampu mengotomasi proses analisis risiko paparan panas melalui integrasi parameter Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), dan kepadatan penduduk dalam satu alur kerja terstruktur. Pengembangan produk dilakukan menggunakan metode Waterfall serta memanfaatkan bahasa pemrograman Python, API PyQGIS, dan standar QGIS Plugin Architecture. Model risiko dibangun menggunakan metode Weighted Linear Combination (WLC) dengan mengintegrasikan komponen bahaya (hazard), paparan (exposure), dan kerentanan (vulnerability) berbasiskan data spasial untuk menghasilkan indeks risiko paparan panas. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Thermato berhasil diimplementasikan sebagai plugin QGIS yang mampu melakukan validasi data, penyamaan resolusi raster, pembobotan parameter, klasifikasi risiko, pembentukan data vektor, dan pembuatan laporan analisis secara otomatis. Pengujian komparatif menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 92,62% pada Risk Continuous Raster serta 95,48% pada Risk Classified Raster dan Risk Vector dibandingkan dengan alur kerja manual. Selain itu, waktu pemrosesan berhasil dikurangi dari ratarata 113,33 menit menjadi 8,67 menit sehingga meningkatkan efisiensi analisis secara signifikan sebesar sekitar 1.307%. Hasil evaluasi pengguna juga menunjukkan tanggapan positif terhadap kemudahan penggunaan, kejelasan alur kerja, dan kualitas keluaran yang dihasilkan. Dengan demikian, Thermato dapat menjadi aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasis data spasial yang efektif untuk mendukung analisis dan pemetaan risiko paparan panas secara lebih cepat, konsisten, dan terstandarisasi dalam lingkungan Sistem Informasi Geografis.

2026
👤 Penulis: M. Titus Gideon
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Riset 🏷️ Geografi Ilmiah

PERANCANGAN APLIKASI PEMODELAN RISIKO PAPARAN PANAS BERBASISKAN DATA SPASIAL DAN DATA SOSIOEKONOMI

Peningkatan suhu permukaan di wilayah perkotaan akibat urbanisasi dan perubahan tutupan lahan berpotensi meningkatkan risiko paparan panas yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Analisis risiko paparan panas umumnya melibatkan berbagai tahapan pengolahan data spasial yang dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang relatif lama dan rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Thermato (THERMal Risk Mapping and Analysis TOol), yaitu aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasiskan data spasial berupa plugin Quantum Geographic Information System (QGIS) yang mampu mengotomasi proses analisis risiko paparan panas melalui integrasi parameter Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), dan kepadatan penduduk dalam satu alur kerja terstruktur. Pengembangan produk dilakukan menggunakan metode Waterfall serta memanfaatkan bahasa pemrograman Python, API PyQGIS, dan standar QGIS Plugin Architecture. Model risiko dibangun menggunakan metode Weighted Linear Combination (WLC) dengan mengintegrasikan komponen bahaya (hazard), paparan (exposure), dan kerentanan (vulnerability) berbasiskan data spasial untuk menghasilkan indeks risiko paparan panas. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Thermato berhasil diimplementasikan sebagai plugin QGIS yang mampu melakukan validasi data, penyamaan resolusi raster, pembobotan parameter, klasifikasi risiko, pembentukan data vektor, dan pembuatan laporan analisis secara otomatis. Pengujian komparatif menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 92,62% pada Risk Continuous Raster serta 95,48% pada Risk Classified Raster dan Risk Vector dibandingkan dengan alur kerja manual. Selain itu, waktu pemrosesan berhasil dikurangi dari ratarata 113,33 menit menjadi 8,67 menit sehingga meningkatkan efisiensi analisis secara signifikan sebesar sekitar 1.307%. Hasil evaluasi pengguna juga menunjukkan tanggapan positif terhadap kemudahan penggunaan, kejelasan alur kerja, dan kualitas keluaran yang dihasilkan. Dengan demikian, Thermato dapat menjadi aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasis data spasial yang efektif untuk mendukung analisis dan pemetaan risiko paparan panas secara lebih cepat, konsisten, dan terstandarisasi dalam lingkungan Sistem Informasi Geografis.

2026
👤 Penulis: Prasasta Adhitya Gunawan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Riset 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN APLIKASI PEMODELAN RISIKO PAPARAN PANAS BERBASISKAN DATA SPASIAL DAN DATA SOSIAL- EKONOMI

Peningkatan suhu permukaan di wilayah perkotaan akibat urbanisasi dan perubahan tutupan lahan berpotensi meningkatkan risiko paparan panas yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Analisis risiko paparan panas umumnya melibatkan berbagai tahapan pengolahan data spasial yang dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang relatif lama dan rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Thermato (THERMal Risk Mapping and Analysis TOol), yaitu aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasiskan data spasial berupa plugin Quantum Geographic Information System (QGIS) yang mampu mengotomasi proses analisis risiko paparan panas melalui integrasi parameter Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), dan kepadatan penduduk dalam satu alur kerja terstruktur. Pengembangan produk dilakukan menggunakan metode Waterfall serta memanfaatkan bahasa pemrograman Python, API PyQGIS, dan standar QGIS Plugin Architecture. Model risiko dibangun menggunakan metode Weighted Linear Combination (WLC) dengan mengintegrasikan komponen bahaya (hazard), paparan (exposure), dan kerentanan (vulnerability) berbasiskan data spasial untuk menghasilkan indeks risiko paparan panas. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Thermato berhasil diimplementasikan sebagai plugin QGIS yang mampu melakukan validasi data, penyamaan resolusi raster, pembobotan parameter, klasifikasi risiko, pembentukan data vektor, dan pembuatan laporan analisis secara otomatis. Pengujian komparatif menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 92,62% pada Risk Continuous Raster serta 95,48% pada Risk Classified Raster dan Risk Vector dibandingkan dengan alur kerja manual. Selain itu, waktu pemrosesan berhasil dikurangi dari ratarata 113,33 menit menjadi 8,67 menit sehingga meningkatkan efisiensi analisis secara signifikan sebesar sekitar 1.307%. Hasil evaluasi pengguna juga menunjukkan tanggapan positif terhadap kemudahan penggunaan, kejelasan alur kerja, dan kualitas keluaran yang dihasilkan. Dengan demikian, Thermato dapat menjadi aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasis data spasial yang efektif untuk mendukung analisis dan pemetaan risiko paparan panas secara lebih cepat, konsisten, dan terstandarisasi dalam lingkungan Sistem Informasi Geografis.

2026
👤 Penulis: Muhammad Ar Rayyan Ramadhani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Riset 🏷️ Geografi Ilmiah

PERANCANGAN APLIKASI PEMODELAN RISIKO PAPARAN PANAS BERBASISKAN DATA SPASIAL DAN DATA SOSIAL- EKONOMI

Peningkatan suhu permukaan di wilayah perkotaan akibat urbanisasi dan perubahan tutupan lahan berpotensi meningkatkan risiko paparan panas yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Analisis risiko paparan panas umumnya melibatkan berbagai tahapan pengolahan data spasial yang dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang relatif lama dan rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Thermato (THERMal Risk Mapping and Analysis TOol), yaitu aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasiskan data spasial berupa plugin Quantum Geographic Information System (QGIS) yang mampu mengotomasi proses analisis risiko paparan panas melalui integrasi parameter Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), dan kepadatan penduduk dalam satu alur kerja terstruktur. Pengembangan produk dilakukan menggunakan metode Waterfall serta memanfaatkan bahasa pemrograman Python, API PyQGIS, dan standar QGIS Plugin Architecture. Model risiko dibangun menggunakan metode Weighted Linear Combination (WLC) dengan mengintegrasikan komponen bahaya (hazard), paparan (exposure), dan kerentanan (vulnerability) berbasiskan data spasial untuk menghasilkan indeks risiko paparan panas. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Thermato berhasil diimplementasikan sebagai plugin QGIS yang mampu melakukan validasi data, penyamaan resolusi raster, pembobotan parameter, klasifikasi risiko, pembentukan data vektor, dan pembuatan laporan analisis secara otomatis. Pengujian komparatif menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 92,62% pada Risk Continuous Raster serta 95,48% pada Risk Classified Raster dan Risk Vector dibandingkan dengan alur kerja manual. Selain itu, waktu pemrosesan berhasil dikurangi dari ratarata 113,33 menit menjadi 8,67 menit sehingga meningkatkan efisiensi analisis secara signifikan sebesar sekitar 1.307%. Hasil evaluasi pengguna juga menunjukkan tanggapan positif terhadap kemudahan penggunaan, kejelasan alur kerja, dan kualitas keluaran yang dihasilkan. Dengan demikian, Thermato dapat menjadi aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasis data spasial yang efektif untuk mendukung analisis dan pemetaan risiko paparan panas secara lebih cepat, konsisten, dan terstandarisasi dalam lingkungan Sistem Informasi Geografis.

2026
👤 Penulis: Rafi Dwi Nugroho
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Riset 🏷️ Geografi Ilmiah

MIKROENKAPSULASI PROBIOTIK MENGGUNAKAN TEPUNG KAYA PREBIOTIK DAN HIDROKOLOID

Gangguan pencernaan yang meningkat di Indonesia memicu pengembangan probiotik Lactobacillus acidophilus, namun viabilitasnya mudah menurun akibat panas dan kondisi asam di dalam tubuh. Oleh karena itu, diperlukan metode mikroenkapsulasi untuk melindungi bakteri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi bahan penyalut berupa tepung kaya prebiotik dan hidrokoloid terhadap viabilitas probiotik, menentukan pengaruh kondisi operasi spray drying terhadap viabilitas probiotik setelah proses pengeringan, serta menganalisis pengaruh mikroenkapsulasi terhadap stabilitas probiotik selama proses penyimpanan. Enkapsulasi dilakukan menggunakan variasi inulin (5%, 10%) dan sodium alginat (0,3%, 0,5%, 1%) pada temperatur inlet 120°C dan 150°C. Hasil menunjukkan efisiensi enkapsulasi tertinggi dalam mempertahankan viabilitas diperoleh pada formulasi 10% inulin + 1% sodium alginat pada 120°C (12,38 ± 1,48%). Peningkatan temperatur inlet terbukti menurunkan viabilitas awal probiotik, namun menghasilkan stabilitas penyimpanan bubuk yang lebih baik. Karakteristik fisik seperti kadar air (3,22 – 6,38%) tergolong memenuhi persyaratan standar mutu, sementara higroskopisitas (10,44 – 12,68%) seluruh sampel tergolong moderat higroskopis, dimana keduanya dipengaruhi secara signifikan oleh temperatur inlet. Uji stabilitas penyimpanan menunjukkan bahwa sel terenkapsulasi jauh lebih stabil dibandingkan sel bebas yang punah total dalam 6 hari, di mana sel terenkapsulasi masih terdeteksi setelah 30 hari. Lebih lanjut, uji in vitro sekuensial mengonfirmasi bahwa matriks inulin-alginat mampu mempertahankan viabilitas sel dari 5,7 menjadi 4,8 log CFU/mL melalui fase Simulated Gastric Fluid dan Simulated Intestinal Fluid, sedangkan sel bebas mengalami kematian total.

2026
👤 Penulis: Hilda Rizki Ardhani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

DIAGNOSIS KESULITAN KEUANGAN DAN STRATEGI TRANSFORMASI PADA HOLDING BADAN USAHA MILIK NEGARA PERTAHANAN INDONESIA: PENDEKATAN TERINTEGRASI ADAPTED ALTMAN Z-SCORE DAN SYSTEMS THINKING

DEFEND ID, holding badan usaha milik negara industri pertahanan Indonesia (PT Len Industri bersama PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dahana), tetap berada dalam kesulitan keuangan sejak pembentukannya pada 2022: adapted Altman Z-score-nya bergerak dari 0,87-0,93 selama 2021-2024 menjadi 0,70 pada 2025, jauh di bawah ambang zona aman 2,99. Dengan desain metode campuran yang memadukan adapted Altman Z-score, diagnostik DuPont dan delapan rasio terhadap lima belas perusahaan sejenis global, sebelas wawancara, dan diagram lingkar sebab-akibat systems thinking, penelitian ini mendiagnosis kesulitan tersebut dan merancang pemulihan hingga 2030. Kesulitan bersifat struktural dan spesifik bagi DEFEND ID, didorong oleh defisiensi marjin operasi dan produktivitas aset, bukan leverage, serta dipertahankan oleh tiga lingkar umpan balik penguat yang berpasangan: spiral utang–profitabilitas, siklus erosi teknologi, dan jebakan modal kerja. Strategi transformasi terintegrasi enam program memulihkan Z-score menjadi sekitar 3,03 pada 2030, dengan syarat penyertaan modal negara (PMN) bersyarat-milestone sebesar Rp3,0 triliun sepanjang 2026–2027 dan pemulihan marjin yang berkelanjutan, dikoordinasikan oleh Komite Pengarah Bersama tripartit. Penelitian ini memperluas teori turnaround klasik dengan dimensi kelembagaan keempat untuk badan usaha milik negara multi-prinsipal.

2026
👤 Penulis: Yogi Firdaus
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PEMODELAN DINAMIKA NERACA BANK DI MALAYSIA MENGGUNAKAN SISTEM PERSAMAAN DIFERENSIAL DETERMINISTIK

Kesehatan finansial dan keberlanjutan operasional bank komersial ditentukan oleh interaksi dinamis antara Dana Pihak Ketiga (DPK), kredit, dan ekuitas. Perilaku jangka panjang dari ketiga komponen neraca ini dapat dikaji melalui sistem persamaan diferensial deterministik. Penelitian ini menerapkan kerangka tersebut pada sistem perbankan Malaysia. Data yang digunakan adalah laporan keuangan kuartalan Public Bank, AM Bank, dan Bank of China Malaysia untuk periode 2015–2025. Suku bunga DPK dan kredit diaproksimasi menggunakan deret Fourier, sedangkan parameter struktural model ditaksir dengan algoritma dual annealing. Titik kesetimbangan beserta kestabilannya kemudian dianalisis melalui nilai eigen matriks Jacobi. Sebagai pelengkap, analisis sensitivitas dilakukan untuk mengidentifikasi batas kritis penarikan simpanan dan kredit macet yang dapat memicu kolaps neraca bank. Analisis konsistensi dinamik diterapkan untuk membandingkan kesesuaian sifat dinamik model dengan model persamaan beda pada penelitian paralel. Pemodelan ini terbukti akurat dalam menggambarkan kondisi neraca bank, dengan galat Mean Absolute Percentage Error (MAPE) untuk seluruh komponen berhasil ditekan di bawah 10%. Selain akurat, hasil analisis kestabilan menunjukkan bahwa titik kesetimbangan operasi normal bersifat stabil asimtotik. Hal ini secara utuh merepresentasikan kondisi operasional perbankan yang sehat dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Priscilla Serafina Wijaya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Dinamis 🏷️ Manajemen Risiko Bank

ANALISIS KEBERLANJUTAN PRODUKSI VANILI ORGANIK DI KABUPATEN LOMBOK UTARA DAN LOMBOK TIMUR

Vanili (Vanilla planifolia) merupakan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang memiliki potensi besar di pasar global, khususnya untuk segmen organik. Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Pulau Lombok, memiliki potensi pengembangan vanili organik, namun dihadapkan pada tantangan produktivitas yang rendah, fluktuasi harga, dan kerentanan terhadap perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan produksi vanili organik, mengidentifikasi peran dan hubungan antar stakeholder, serta merumuskan strategi pengembangan yang berkelanjutan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur menggunakan metode campuran (mixed method). Analisis keberlanjutan dilakukan menggunakan Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) pada lima dimensi (lingkungan, ekonomi, sosial, kelembagaan, teknologi). Peran aktor dianalisis menggunakan metode MACTOR (Matrix of Alliances and Conflicts: Tactics, Objectives, and Recommendations), dan perumusan strategi dilakukan melalui Analisis Prospektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa status keberlanjutan produksi vanili organik secara agregat adalah berkelanjutan dengan indeks 78,93. Dimensi lingkungan memiliki indeks tertinggi (94,50), sedangkan dimensi teknologi memiliki indeks terendah (47,57) dan berstatus kurang berkelanjutan, menjadi faktor pembatas utama. Analisis stakeholder menempatkan UD. Rempah Organik Lombok dan ICS sebagai aktor dominan, sementara petani berada pada posisi dependen. Faktor kunci penentu keberlanjutan di masa depan adalah dukungan dan peran pemerintah, penggunaan benih unggul, adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim, produktivitas, inovasi teknologi, tingkat adopsi GAP dan pascapanen vanili. Strategi prioritas yang dirumuskan adalah mendorong kebijakan daerah untuk menetapkan vanili sebagai komoditas unggulan dan penyediaan kebun induk benih unggul untuk meningkatkan produktivitas dan adopsi teknologi.

2026
👤 Penulis: Redy Aditya Permadi
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN UPAYA MITIGASI OSILASI DAYA (POWER SWING) MELALUI ANALISIS STRATEGI RESTORASI SISTEM PASCA GANGGUAN UNTUK PENINGKATAN RESILIENSI SISTEM SULAWESI BAGIAN SELATAN

Seiring dengan berkembangnya sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), meningkatnya kompleksitas sistem mempertinggi risiko terjadinya pemadaman massal yang memerlukan strategi restorasi yang sangat terkoordinasi dan cepat. Makalah ini mengusulkan kerangka restorasi pasca-blackout tiga tahap yang komprehensif untuk jaringan interkoneksi Sulbagsel, didemonstrasikan melalui Simulasi Quasi-Dynamic di DIgSILENT PowerFactory. Pada Tahap 1, seluruh unit pembangkit diklasifikasikan ke dalam kategori Black Start (BS) dan Non-Black Start (NBS) berdasarkan karakteristik mesin penggerak dan kondisi starting termal (Hot, Warm, dan Cold Start), yang menjadi dasar pembentukan enam island restorasi independen secara geografis berpusat pada unit BS yang terverifikasi, yaitu island Bakaru, Barru, Kendari, Sengkang, Poso, dan Makassar. Pada Tahap 2, Rencana Restorasi Jaringan (Network Restoration Plan/NRP) dikembangkan dengan mengenergisasi jalur cranking dari unit BS ke unit NBS secara berurutan dengan interval switching 10 menit, sambil memantau profil tegangan untuk mencegah overvoltage Ferranti. Pada Tahap 3, skema pemulihan beban bertahap dirancang sesuai ramp rate generator, diikuti sinkronisasi island yang terkoordinasi untuk mengintegrasikan kembali sistem interkoneksi secara penuh. Hasil menunjukkan bahwa pada kondisi beban puncak, strategi enam island awal mencapai restorasi penuh dalam 274 menit, yang berkurang menjadi 158 menit, peningkatan 42%, melalui penambahan lima unit Black Start. Pada kondisi beban dasar, restorasi diselesaikan dalam 128 menit. Kondisi sinkronisasi terpenuhi di seluruh titik interkoneksi dengan deviasi tegangan dalam ±3,5% jauh dalam batas regulasi.

2026
👤 Penulis: Safwan Arshad
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Energi 🏷️ Analisis Risiko Dan Mitigasi

KERANGKA HYBRID AHP-TOPSIS UNTUK SELEKSI KONTRAKTOR INFRASTRUKTUR PADA INDUSTRI PERTAMBANGAN: STUDI KASUS PT XYZ

Pemilihan kontraktor merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan proyek infrastruktur di industri pertambangan. Namun, proses pemilihan kontraktor umumnya masih didasarkan pada persyaratan kualifikasi minimum dan penawaran harga terendah, sehingga belum sepenuhnya mencerminkan kapabilitas yang dibutuhkan untuk keberhasilan pelaksanaan proyek. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan evaluasi kontraktor yang lebih terstruktur untuk mendukung pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan, mengevaluasi, dan mengusulkan implementasi kerangka kerja Hybrid AHP TOPSIS untuk pemilihan kontraktor proyek infrastruktur di PT XYZ. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang mengombinasikan studi literatur, analisis dokumen, wawancara, serta metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Sebanyak sebelas responden ahli terlibat dalam penilaian AHP, dan bobot yang diperoleh digunakan dalam TOPSIS untuk mengevaluasi alternatif kontraktor pada tiga proyek infrastruktur yang telah selesai. Kerangka kerja yang diusulkan terdiri atas enam kriteria utama dan sembilan belas subkriteria, yaitu Technical, Health Safety Environment and Security (HSES), Financial, Performance History, Local Capability–Participation, dan Commercial. Hasil AHP menunjukkan bahwa Technical (25,1%) dan HSES (24,9%) merupakan dua kriteria dengan bobot tertinggi, dengan selisih yang sangat kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa kapabilitas teknis dipandang sebagai prasyarat utama keberhasilan pelaksanaan proyek, sementara HSES tetap menjadi pertimbangan yang sama pentingnya dalam pemilihan kontraktor. Kerangka kerja yang diusulkan menghasilkan peringkat kontraktor yang transparan dan konsisten pada ketiga studi kasus. Dibandingkan pendekatan yang berorientasi pada kualifikasi minimum dan harga terendah, kerangka kerja ini menyediakan proses evaluasi yang lebih komprehensif, transparan, dan dapat ditelusuri, serta tetap sesuai dengan tata kelola pengadaan PT XYZ. Dengan demikian, kerangka kerja Hybrid AHP-TOPSIS dapat menjadi alat bantu pengambilan keputusan untuk meningkatkan kualitas pemilihan kontraktor pada proyek infrastruktur pertambangan.

2026
👤 Penulis: Nizam Bagus Prabowo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keputusan

MIKROENKAPSULASI PROBIOTIK MENGGUNAKAN KOMBINASI TEPUNG KAYA PREBIOTIK DAN HIDROKOLOID

Gangguan pencernaan yang meningkat di Indonesia memicu pengembangan probiotik Lactobacillus acidophilus, namun viabilitasnya mudah menurun akibat panas dan kondisi asam di dalam tubuh. Oleh karena itu, diperlukan metode mikroenkapsulasi untuk melindungi bakteri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi bahan penyalut berupa tepung kaya prebiotik dan hidrokoloid terhadap viabilitas probiotik, menentukan pengaruh kondisi operasi spray drying terhadap viabilitas probiotik setelah proses pengeringan, serta menganalisis pengaruh mikroenkapsulasi terhadap stabilitas probiotik selama proses penyimpanan. Enkapsulasi dilakukan menggunakan variasi inulin (5%, 10%) dan sodium alginat (0,3%, 0,5%, 1%) pada temperatur inlet 120°C dan 150°C. Hasil menunjukkan efisiensi enkapsulasi tertinggi dalam mempertahankan viabilitas diperoleh pada formulasi 10% inulin + 1% sodium alginat pada 120°C (12,38 ± 1,48%). Peningkatan temperatur inlet terbukti menurunkan viabilitas awal probiotik, namun menghasilkan stabilitas penyimpanan bubuk yang lebih baik. Karakteristik fisik seperti kadar air (3,22 – 6,38%) tergolong memenuhi persyaratan standar mutu, sementara higroskopisitas (10,44 – 12,68%) seluruh sampel tergolong moderat higroskopis, dimana keduanya dipengaruhi secara signifikan oleh temperatur inlet. Uji stabilitas penyimpanan menunjukkan bahwa sel terenkapsulasi jauh lebih stabil dibandingkan sel bebas yang punah total dalam 6 hari, di mana sel terenkapsulasi masih terdeteksi setelah 30 hari. Lebih lanjut, uji in vitro sekuensial mengonfirmasi bahwa matriks inulin-alginat mampu mempertahankan viabilitas sel dari 5,7 menjadi 4,8 log CFU/mL melalui fase Simulated Gastric Fluid dan Simulated Intestinal Fluid, sedangkan sel bebas mengalami kematian total.

2026
👤 Penulis: Jefri Gunawan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 25 dari 418
💬