📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6,268 dokumenPENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN MATEMATIKA SMA/MA DENGAN PENDEKATAN PEMIKIRAN TINGKAT TINGGI PADA MATERI ALJABAR DAN KALKULUS
Kemampuan berpikir tingkat tinggi perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika, terutama agar peserta didik tidak hanya menggunakan rumus atau prosedur, tetapi juga mampu menganalisis informasi, mengevaluasi strategi, dan menyusun gagasan atau penyelesaian baru. Materi aljabar memiliki potensi untuk mendukung kemampuan tersebut karena menuntut peserta didik untuk bernalar, mengenali pola, menyatakan hubungan, dan mengonstruksi hubungan antarkonsep. Oleh karena itu, proyek ini bertujuan untuk mengembangkan buku pengayaan matematika SMA/MA dengan pendekatan pemikiran tingkat tinggi pada materi aljabar serta mendeskripsikan hasil evaluasi terhadap buku yang dikembangkan. Buku pengayaan ini dikembangkan sebagai bahan ajar pendamping dengan cakupan materi fungsi, barisan dan deret, matriks, eksponen dan logaritma, serta ketaksamaan. Pengembangan dilakukan menggunakan model ADDIE yang dimodifikasi, yaitu melalui tahap analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi, tanpa tahap implementasi. Tahap analisis digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan buku; tahap desain untuk menetapkan cakupan materi, struktur bab, alur penyajian, serta arah penyusunan contoh dan latihan; tahap pengembangan untuk menghasilkan produk awal buku pengayaan; dan tahap evaluasi untuk menilai produk melalui validasi ahli materi serta angket respons guru dan peserta didik sebagai calon pengguna. Setelah revisi berdasarkan masukan validator, angket respons guru yang melibatkan 12 orang guru matematika SMA/MA memperoleh rata-rata keseluruhan 3,38, sedangkan angket respons peserta didik yang melibatkan 31 orang peserta didik SMA/MA memperoleh rata-rata keseluruhan 3,57. Keduanya berada pada kategori sangat sesuai. Dengan demikian, buku pengayaan matematika SMA/MA dengan pendekatan pemikiran tingkat tinggi pada materi aljabar dinilai layak oleh validator dan memperoleh respons positif dari calon pengguna sebagai bahan ajar pendamping dalam kegiatan pengayaan matematika.
KONSTRUKSI TABEL MORBIDITAS INSIDENSI PENYAKIT KATASTROPIK: PENDEKATAN ESTIMASI AREA KECIL DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengelola program Jaminan Kesehatan Nasional yang memerlukan instrumen manajemen risiko akurat berupa tabel morbiditas. Tabel ini sangat krusial dalam memproyeksikan beban klaim penyakit katastropik dan menjaga solvabilitas dana jaminan sosial. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi tabel morbiditas insidensi penyakit katastropik di tingkat kabupaten/kota menggunakan data historis BPJS Kesehatan periode 2018-2023. Fokus penelitian mencakup delapan penyakit katastropik utama dengan rentang usia 0 hingga 109 tahun bagi peserta laki-laki dan perempuan. Metodologi yang digunakan melibatkan perhitungan angka insidensi standar usia (ASIR) dan graduasi pola nasional dengan metode Gaussian Kernel Smoothing. Selanjutnya, metode Estimasi Area Kecil (SAE) model Fay-Herriot diterapkan untuk mengestimasi tingkat morbiditas di 514 kabupaten/kota dengan memanfaatkan variabel penyerta sosial-ekonomi, yaitu: Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per Kapita dan Harapan Lama Sekolah (HLS). Pengaruh faktor-faktor tersebut divalidasi melalui uji signifikansi dan deteksi multikolinearitas menggunakan Variance Inflation Factor (VIF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SAE Fay-Herriot berhasil meningkatkan presisi estimasi secara signifikan, ditandai dengan nilai Mean Squared Error (MSE) EBLUP yang secara konsisten lebih rendah dibandingkan varians sampling estimasi langsung. Model ini mampu memberikan estimasi risiko yang logis bagi wilayah dengan klaim terobservasi nol melalui mekanisme borrowing strength. Penentuan tabel morbiditas lokal dilakukan menggunakan pendekatan Rasio Morbiditas Terstandarisasi (SMR) yang disesuaikan dengan penambahan batas atas kepercayaan sebagai margin keamanan. Hasil visualisasi spasial menunjukkan keragaman risiko yang tinggi dengan konsentrasi tingkat morbiditas yang lebih intens pada wilayah dengan kapasitas ekonomi dan edukasi yang lebih maju.
PENGEMBANGAN SISTEM PERSENYAWAAN MULTIKOMPONEN ANTIBIOTIK MOKSIFLOKSASIN DENGAN NSAID GOLONGAN ASAM FENEMAT (ASAM MEFENAMAT, ASAM NIFLUMAT, DAN ASAM FLUFENAMAT)
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengkarakterisasi garam moksifloksasin-asam fenamat: asam mefenamat, asam niflumat, dan asam flufenamat untuk mengetahui dampaknya terhadap kelarutan dan stabilitas yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. Garam dibuat menggunakan metode slurry dan dilanjut dengan analisis keadaan padat menggunakan elektrotermal dan Powder X-ray Diffraction (PXRD) untuk mengonfirmasi terbentuknya sistem padatan baru, serta Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan ^1H-Nuclear Magnetic Resonance (^1H-NMR) untuk menentukan struktur interaksi antara moksifloksasin dengan asamasam tersebut. Uji kelarutan garam dilakukan menggunakan spektrofotometer UV derivatif dan uji stabilitas (75 ± 5,0% RH/25 ± 3°C) dievaluasi menggunakan FTIR dan PXRD. Hasil karakterisasi PXRD menunjukkan senyawa baru yang terbentuk merupakan garam amorf. Karakterisasi dengan FTIR dan ^1H-NMR mengonfirmasi adanya interaksi ionik pada garam moksifloksasin–asam niflumat (MN) 1:1 dan moksifloksasin–asam flufenamat (MF) 1:1, serta interaksi ionik yang disertai ikatan hidrogen pada garam moksifloksasin–asam mefenamat (MM) 2:1. Seluruh sistem garam menunjukkan stabilitas fisik yang baik selama penyimpanan empat minggu berdasarkan hasil analisis dengan PXRD dan FTIR. Pembentukan garam tersebut meningkatkan kelarutan ketiga asam fenamat secara signifikan dalam medium dapar KCl pH 2 dan hanya meningkatkan kelarutan asam mefenamat dalam medium dapar fosfat pH 6.8, tetapi menurunkan kelarutan moksifloksasin baik dalam medium dapar KCl pH 2, maupun medium dapar fosfat pH 6.8
STUDI KELAYAKAN TEKNO EKONOMI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA UNTUK PENGEMBANGAN GREEN HYDROGEN SEBAGAI PENDINGIN GENERATOR PADA PLTGU GRESIK.
Produksi hidrogen pada PLTGU Gresik digunakan sebagai media pendingin generator, sebagian besar energi listrik yang digunakan untuk memproduksi hidrogen tersebut masih disuplai dari listrik jaringan. Kontribusi PLTS eksisting masih terbatas, sehingga hidrogen yang dihasilkan belum dapat dikategorikan sebagai green hydrogen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan tekno-ekonomi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi listrik untuk produksi green hydrogen pada PLTGU Gresik. Kajian dilakukan dengan mempertimbangkan performa teknis PLTS, kelayakan finansial, emisi gas rumah kaca, serta kestabilan sistem kelistrikan. Metode penelitian dilakukan melalui integrasi tiga perangkat lunak utama. PVsyst digunakan untuk memodelkan produksi energi PLTS berdasarkan data iklim, konfigurasi modul, inverter, orientasi panel, serta rugi-rugi sistem. HOMER Pro digunakan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi, biaya produksi hidrogen, kontribusi energi terbarukan, serta emisi pada setiap skenario. Selanjutnya, DIgSILENT digunakan untuk menganalisis kelayakan integrasi sistem terhadap jaringan kelistrikan melalui simulasi load flow, quasi-dynamic, serta respons dinamis terhadap kehilangan daya PLTS secara instan dan ramping. Skenario yang dianalisis meliputi S0 sebagai kondisi eksisting dengan 10% PV menggunakan 2-unit elektroliser alkalin, S1 dengan 50% PV menggunakan 2-unit elektroliser alkalin, S2 dengan 100% PV menggunakan 4-unit elektroliser alkalin serta S3 dengan 100% PV menggunakan 1-unit elektroliser PEM. Hasil simulasi PVsyst menunjukkan bahwa semua skenario memiliki kinerja teknis yang baik, dengan nilai performance ratio berada di atas 75%. Hasil kelayakan ekonomi pada HOMER Pro menunjukkan hasil yang baik serta kompetitif untuk skenario S2 dan S3. Skenario S3 memberikan performa terbaik dengan nilai LCOH Rp53.904-62.443/kgH2, present worth sebesar Rp1,86-2,96 miliar, ROI sebesar 27,02-50,13%, IRR sebesar 10,93-14,26%, serta discounted payback period sebesar 7,62-10,45 tahun. Hasil evaluasi tingkat emisi menunjukkan bahwa peningkatan kontribusi PLTS mampu menurunkan intensitas emisi secara signifikan, dengan nilai lifecycle GHG intensity sebesar 19,86 kgCO2/kgH2 menjadi 0,13 kgCO2/kgH2 pada skenario S2 dan S3, sehingga hidrogen yang dihasilkan dapat dikategorikan sebagai green hydrogen. Hasil simulasi DIgSILENT menunjukkan bahwa semua skenario masih berada dalam batas operasi kelistrikan yang aman. Deviasi tegangan maksimum berada sekitar -0,64% terhadap tegangan nominal 380 V, sedangkan respons frekuensi akibat kehilangan daya PLTS secara instan maupun ramping tetap berada dalam rentang operasi yang stabil. Berdasarkan hasil scoring, skenario S3 dipilih sebagai skenario terbaik karena memberikan kombinasi paling optimal antara performa teknis, kelayakan ekonomi, penurunan emisi, fleksibilitas operasi elektroliser, dan kestabilan sistem kelistrikan. Analisis sensitivitas pada skenario S3 menunjukkan bahwa kelayakan ekonomi paling dipengaruhi oleh harga jual hidrogen dan tingkat diskonto, sedangkan tarif listrik memberikan pengaruh yang relatif kecil karena suplai energi pada skenario S3 didominasi oleh PLTS. Hasil evaluasi menunjukkan pengembangan PLTS dengan elektroliser PEM layak dipertimbangkan sebagai strategi pengembangan green hydrogen untuk pendingin generator di PLTGU Gresik.
MODEL DUEL SEPAK BOLA SATU LAWAN SATU MENGGUNAKAN TEORIPERMAINAN DAN PEMBELAJARAN PENGUATAN
Duel satu lawan satu dalam sepakbola merupakan interaksi mikro yang sangat berpengaruh terhadap dinamika taktis pertandingan, di mana hasil duel dapat menentukan keberhasilan proses menggiring bola, transisi menyerang-bertahan, hingga penciptaan peluang gol. Tugas Akhir ini membangun model komputasional duel 1v1 sepak bola dengan menggabungkan kerangka teori permainan dan pembelajaran penguatan (reinforcement learning). Pendekatan teori permainan dilakukan dengan mengonstruksi matriks bayaran duel berbasis data atribut pemain Football Manager, untuk kemudian menentukan kesetimbangan Nash secara matematis. Sementara itu, pendekatan pembelajaran penguatan dilakukan dengan melatih dua agen PPO (Proximal Policy Optimization) berspesifikasi ruang keadaan simetris berdimensi 23 dalam lingkungan lapangan kontinu dua dimensi. Melalui penambahan fitur observasi blok (Blocking Obs), kedua agen dilatih lewat mekanisme self-play hingga dicapai konvergensi strategi optimal dari masing-masing pihak. Hasil pengujian mandiri menunjukkan agen penyerang mencatat goal rate sebesar 0,320, sedangkan agen pemain bertahan berhasil mencapai blocked rate sebesar 0,593 lewat jalur pertahanan pasif. Pada pengujian bersama lewat self-play, model menghasilkan kesetimbangan yang didominasi oleh kondisi kebuntuan (draw-dominated) mencapai 82,0%, dengan nilai permainan empiris akhir sebesar +0,0562 dan metrik divergensi yang rendah sebesar 0,1598. Temuan ini membuktikan adanya fenomena reversal perilaku taktis akibat kepekaan informasi blok, di mana penyerang bergeser dari manuver dribble agresif (5,0%) menjadi tindakan menahan bola (hold) sebesar 78,1% demi mencari sudut dengan risiko blok terendah.
APLIKASI FLEXIBLE PARAMETRIC SURVIVAL MODEL UNTUK ANALISIS RISIKO PENYAKIT GAGAL JANTUNG DAN PENETAPAN PREMI
Penyakit gagal jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia dengan tingkat mortalitas yang tinggi. Tingginya risiko kematian pada pasien gagal jantung menimbulkan ketidakpastian dalam penentuan premi asuransi. Oleh karena itu, diperlukan model yang mampu menggambarkan risiko kematian secara akurat sebagai dasar penetapan premi berbasis risiko individu. Penelitian ini bertujuan memodelkan kelangsungan hidup pasien gagal jantung menggunakan Flexible Parametric Survival Model, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi risiko kematian, serta mengaplikasikan hasil model dalam perhitungan premi asuransi. Data yang digunakan merupakan Heart Failure Clinical Records yang terdiri atas 299 pasien. Analisis dilakukan melalui pengujian asumsi, pembentukan model FPSM, evaluasi model menggunakan Concordance index dan calibration plot, serta validasi internal menggunakan bootstrap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel age, ejection fraction, serum creatinine, serum sodium, dan high blood pressure berpengaruh signifikan terhadap risiko kematian pasien. Model terbaik dipilih berdasarkan nilai AIC dan BIC terkecil serta memiliki kemampuan diskriminasi dan kalibrasi yang baik. Fungsi kesintasan yang dihasilkan digunakan untuk menghitung premi bersih dan diimplementasikan dalam bentuk kalkulator premi berbasis risiko individu.
PREDIKSI WILAYAH POTENSIAL PENANGKAPAN IKAN LAYANG BENGGOL (DECAPTERUS RUSSELLI) DI WPPNRI 711 MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING
WPPNRI 711 dikenal memiliki potensi sumber daya ikan pelagis kecil yang cukup tinggi, dengan ikan layang benggol (Decapterus russelli) sebagai salah satu spesies dominan hasil tangkapan. Penentuan wilayah potensial penangkapan ikan masih menjadi tantangan, karena lokasi penangkapan bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh perubahan kondisi oseanografi. Penelitian ini bertujuan memprediksi wilayah potensial penangkapan ikan layang benggol di WPPNRI 711 secara bulanan menggunakan model Convolutional Neural Network (CNN), mengevaluasi performa model serta kesesuaian spasial hasil prediksi terhadap lokasi penangkapan aktual, dan menganalisis kontribusi parameter oseanografi terhadap prediksi model. Data yang digunakan meliputi posisi kapal dari Vessel Monitoring System (VMS) dan Automatic Identification System (AIS) periode 2022–2024, serta parameter oseanografi dari Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS) berupa suhu permukaan laut, klorofil-a, salinitas, komponen arus, kecepatan arus, dan Sea Surface Height (SSH). Data tahun 2022–2023 digunakan sebagai data latih, sedangkan data tahun 2024 digunakan sebagai data uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN mampu memetakan probabilitas wilayah potensial penangkapan ikan layang benggol setiap bulan dengan kesesuaian spasial yang baik terhadap lokasi penangkapan aktual. Pada skenario VMS, model menghasilkan akurasi sebesar 0,70, presisi 0,68, recall 0,75, F1-score 0,71, AUC- ROC 0,81, dan PR-AUC 0,82. Pada skenario AIS, model menghasilkan akurasi sebesar 0,79, presisi 0,76, recall 0,85, F1-score 0,81, AUC-ROC 0,87, dan PR- AUC 0,89. Analisis feature importance menunjukkan bahwa suhu permukaan laut menjadi parameter paling berpengaruh pada skenario VMS, sedangkan komponen arus zonal (timur-barat) paling berpengaruh pada skenario AIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi data aktivitas kapal, parameter oseanografi, dan model CNN dapat merepresentasikan karakteristik habitat ikan layang benggol serta mendukung identifikasi wilayah potensial penangkapan ikan di WPPNRI 711.
ANALISIS PERBANDINGAN METODE KOREKSI INHOMOGENITAS PARU PADA PERHITUNGAN DOSIS FOTON DALAM FANTOM BERLAPIS AIR- PARU-AIR
Perhitungan dosis yang akurat merupakan salah satu aspek penting dalam radioterapi untuk memastikan dosis yang diterima target sesuai dengan dosis yang direncanakan serta meminimalkan paparan pada jaringan sehat di sekitarnya. Pada kasus penyinaran daerah paru, keberadaan jaringan paru yang memiliki densitas lebih rendah dibandingkan jaringan lunak menyebabkan terjadinya inhomogenitas yang dapat memengaruhi distribusi dosis radiasi. Oleh karena itu, diperlukan metode koreksi inhomogenitas yang mampu memperhitungkan pengaruh perbedaan densitas medium terhadap distribusi dosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan performa beberapa metode koreksi inhomogenitas, yaitu Equivalent Path Length (EPL), Batho berbasis Tissue-Air Ratio (TAR), Batho berbasis Tissue- Maximum Ratio (TMR), dan Equivalent Tissue-Air Ratio (ETAR), pada medium tidak homogen yang merepresentasikan jaringan paru. Perhitungan dilakukan pada fantom berlapis air–paru–air dengan variasi ketebalan lapisan paru dan ukuran lapangan penyinaran. Distribusi dosis dihitung menggunakan data dosimetri yang diperoleh dari parameter radioterapi yang relevan, kemudian dievaluasi berdasarkan perbedaan hasil yang dihasilkan oleh masing-masing metode koreksi.
PREDIKSI TOKSISITAS SENYAWA POTENSI ANTI-AGING SECARA IN SILICO DAN PENGUJIAN TOKSISITAS AKUT PADA EMBRIO ZEBRAFISH (DANIO RERIO)
Penuaan kulit merupakan proses biologis yang dipengaruhi faktor intrinsik dan ekstrinsik, seperti paparan sinar ultraviolet yang menginduksi pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) dan mendegradasi kolagen. Untuk mengatasi gejala penuaan, telah dikembangkan berbagai senyawa aktif sebagai bahan utama produk kosmetika. Aspek keamanan sediaan topikal tersebut harus dievaluasi secara ketat demi menjamin keamanan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji profil toksisitas dan keamanan dari 12 senyawa potensial anti-aging, yaitu alfa arbutin, asam askorbat, bisabolol, asam ferulat, asam glikolat, asam laktat, asam maltobionat, niacinamide, pantenol, asam suksinat, feniletil resorsinol, dan asam traneksamat. Penelitian dilakukan melalui prediksi toksisitas secara in silico menggunakan program Toxtree dan pkCSM serta validasi biologis secara in vivo dengan metode Fish Embryo Acute Toxicity (FET) pada embrio zebrafish (Danio rerio) berdasarkan pedoman OECD Guideline Test No. 236. Metode FET dilakukan untuk menentukan LC50 dari senyawa uji dengan pemaparan zat uji pada embrio zabrafish selama 96 jam, mortalitas diamati dengan empat parameter, yaitu koagulasi embrio, kegagalan pembentukan somit, kegagalan pelepasan ekor dari kuning telur, dan tidak adanya detak jantung. Hasil prediksi in silico dengan Toxtree menunjukkan bahwa alfa arbutin, asam ferulat, asam glikolat, asam laktat, dan asam suksinat termasuk dalam Cramer Kelas I (toksisitas rendah), sedangkan tujuh senyawa lainnya termasuk dalam Cramer Kelas III (toksisitas tinggi) karena kompleksitas strukturnya. Toxtree mendeteksi adanya structural alerts sensitisasi kulit pada asam askorbat, asam ferulat, asam traneksamat, dan feniletil resorsinol, sementara pkCSM memprediksi potensi sensitisasi kulit spesifik pada bisabolol dan feniletil resorsinol. Pada pengujian toksisitas akut in vivo melalui limit test (100 bpj), sebanyak 11 dari 12 senyawa menunjukkan LC50 > 100 bpj sehingga dikategorikan sebagai senyawa yang praktis tidak toksik menurut standar OECD. Senyawa feniletil resorsinol menunjukkan profil toksisitas akut yang signifikan dengan mortalitas embrio mencapai 100% pada konsentrasi 100 bpj. Melalui uji definitif (full study test), diperoleh nilai LC50 untuk feniletil resorsinol sebesar 6,882 bpj sehingga termasuk ke dalam kategori senyawa toksik.
PENGEMBANGAN MODEL TAKAFUL HIBRID DENGAN AKUN TABARRU’, AKUN PERUSAHAAN, DAN TABUNGAN BERBASIS TEORI RUIN
Pertumbuhan industri asuransi syariah (Takaful) yang pesat mendorong penerapan model Takaful Hibrid 3-Akun, yang memisahkan kontribusi peserta ke dalam Dana Perusahaan, Dana Tabarru’, dan Dana Tabungan. Namun, pemisahan yang kaku ini menimbulkan fenomena fragmentasi dana yang menyebabkan peluang kebangkrutannya menjadi lebih tinggi dibandingkan asuransi konvensional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model mitigasi risiko lintas-akun (cross-subsidization) yang patuh syariah untuk menurunkan peluang kebangkrutan tersebut. Mekanisme yang diusulkan bekerja dengan mengalokasikan sebagian porsi keuntungan investasi Dana Tabungan ke dalam Qard Hasan (dana pinjaman tanpa bunga) secara periodik melalui nisbah yang disepakati, sehingga tersedia cadangan likuiditas tambahan tanpa melanggar prinsip syariah. Simulasi Monte Carlo yang diuji menggunakan solusi analitik eksak model Cramer- Lundberg. Hasil simulasi menggunakan asumsi peneliti pada skenario deterministik (V1) menunjukkan peluang kebangkrutan model Takaful modifikasi lebih rendah dibandingkan model konvensional, yaitu 7,751% berbanding 8,463% (selisih penurunan risiko ? = 0,712%). Hasil ini tetap konsisten pada skenario stokastik (V2) dengan volatilitas pasar ? = 12%, dengan peluang 7,814% berbanding 8,469% (selisih ? = 0,655%). Analisis sensitivitas terhadap dua belas parameter internal dan eksternal menunjukkan perilaku model yang stabil, dengan porsi Dana Tabarru’ (?2) dan porsi Dana Tabungan (?2) sebagai parameter internal yang paling berpengaruh terhadap peluang kebangkrutan.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN, RANTING DAN BATANG TUMBUHAN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DENGAN METODE DPPH DAN CUPRAC
An'oksidan merupakan senyawa yang dapat mencegah penyakit degenera'f dengan cara menetralisir atau mengkap radikal bebas. Tumbuhan kelor (Moringa oleifera) merupakan tumbuhan yang masif digunakan oleh masyarakat sebagai bahan masakan dapat menjadi sumber an'oksidan. Peneli'an ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagian tumbuhan kelor yang masih jarang digunakan yakni ran'ng dan batang. Dalam peneli'an ditentukan kadar fenol total, flavonoid total dan ak'vitas an'oksidan dari ekstrak bagian daun, ran'ng, dan batang kelor. Metode ekstraksi yang digunakan adalah refluks menggunakan pelarut dengan polaritas ber'ngkat yaitu n-heksana, e'l asetat dan etanol. Total fenol dan flavonoid dilakukan dengan spektrofotometri UV-sinar tampak. Uji ak'vitas an'oksidan dilakukan dengan metode DPPH dan CUPRAC. Korelasi total fenol, flavonoid terhadap ak'vitas an'oksidan serta korelasi dua metode uji dilakukan dengan Korelasi Pearson. Ak'vitas an'oksidan dengan metode DPPH bernilai antara 2,208 hingga 66,105 mg AEAC/g, sedangkan metode CUPRAC pada rentang 21,995 - 73,808 mg AEAC/g. Secara umum, korelasi antara senyawa golongan fenol dan flavonoid dengan ak'vitas an'oksidan yaitu kuat hingga sangat kuat, sedangkan korelasi antara kedua metode uji ak'vitas an'oksidan yaitu kuat hingga sangat kuat. Ekstrak etanol daun kelor mengandung kuerse'n dengan kadar 1,498 ± 0,378 mg/g. Bagian tumbuhan ran'ng dapat dilakukan ekplorasi karena memiliki ak'vitas yang baik dalam ak'vitas an'oksidan.
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KEAMANAN KONSUMEN TERHADAP NIAT PEMBELIAN ONLINE PADA PRODUK HOME APPLIANCES: PERAN MODERASI LITERASI DIGITAL
Teknologi digital telah berkembang pesat di berbagai bidang dan secara khusus telah mengubah cara bisnis berkomunikasi dengan konsumen melalui platform e commerce. Perkembangan ekosistem digital di Indonesia telah mendorong bisnis untuk menerapkan sistem omnichannel yang menggabungkan saluran pembelian online dan offline. Meskipun pertumbuhan ini jelas terlihat, transaksi offline terus mendominasi pasar peralatan rumah tangga yang menunjukkan bahwa belanja online untuk produk elektronik masih berada pada tahap awal. Produk peralatan rumah tangga diklasifikasikan sebagai produk dengan keterlibatan tinggi karena harga mereka yang relatif tinggi, kompleksitas teknis, dan risiko yang menyertainya dibandingkan dengan barang-barang konsumen sehari-hari. Akibatnya, konsumen sering kali melakukan penilaian yang lebih intensif terhadap perilaku belanja online mereka. Kepercayaan konsumen dan persepsi keamanan oleh karena itu merupakan pendorong kritis dari niat pembelian online dalam konteks ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kepercayaan konsumen dan keamanan terhadap niat pembelian produk peralatan rumah tangga secara online menggunakan platform e-commerce. Selain itu, penelitian ini meneliti literasi digital sebagai perspektif moderasi dalam hubungan kepercayaan dan keamanan dengan preferensi pembelian pada belanja online yang paling umum. Motivasi untuk penelitian ini adalah banyaknya konsumen di bidang elektronik yang memilih untuk membeli produk menggunakan toko offline meskipun saluran pembelian digital kini tersedia. Kualitas produk, keaslian produk, keamanan pembayaran, risiko pengiriman, dan ketidakpastian pasca-penjualan adalah beberapa titik sakit yang terkait dengan konsumen. Selain itu, pengetahuan tentang teknologi digital juga dapat mempengaruhi konsumen dalam memproses dan menilai informasi tentang risiko yang dipersepsikan dalam transaksi online. Dalam penelitian ini, kami memiliki studi kuantitatif menggunakan metode survei. Penelitian ini mengandalkan data primer dengan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengumpulkan dari konsumen yang memiliki pengalaman atau kecenderungan terhadap e-commerce produk peralatan rumah tangga. Teknik pengambilan sampel acak sederhana digunakan untuk mendapatkan 160 responden. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert lima poin untuk menilai persepsi kepercayaan, keamanan, literasi digital, dan niat pembelian online di antara responden. Data diproses menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Analisis melibatkan penilaian model luar, di mana validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas konstruk diperiksa, serta evaluasi model dalam untuk menguji hubungan struktural dan konstruk moderasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kepercayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian online. Konsumen lebih suka membeli fitur produk peralatan rumah tangga secara online ketika mereka merasakan kredibilitas, keandalan, dan transparansi informasi produk dari penjual. Juga terungkap bahwa keamanan dan niat beli online memiliki pengaruh signifikan yang positif. Seseorang dapat lebih percaya diri dalam bertransaksi online, jika mereka percaya bahwa transaksi dan informasi pribadi mereka akan tetap aman, produk pasti melewati jaminan kualitas, dan penjual dapat dipercaya. Literasi digital tidak secara signifikan memoderasi hubungan antara kepercayaan dan niat untuk melakukan pembelian online, menurut analisis moderasi. Kami menemukan bahwa ketika perdagangan dilakukan dalam lingkungan yang dapat dipercaya, kemampuan digital pelanggan tidak memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap keputusan pembelian mereka dibandingkan dengan kepercayaan itu sendiri. Bertentangan dengan prediksi, terdapat efek moderasi positif yang kuat dari literasi digital terhadap hubungan antara keamanan dan niat pembelian online. Pelanggan yang melek digital lebih mampu untuk memeriksa apa yang mereka lihat secara online, mengenali vendor resmi dan prosedur keamanan, serta mengidentifikasi sistem perlindungan transaksi. Karena hal ini, konsumen dengan tingkat literasi digital yang lebih tinggi lebih terpengaruh oleh keamanan saat melakukan pembelian online. Mengingat hal ini, rekomendasi strategis disarankan dalam studi ini dan disusun sesuai dengan 7P Marketing Mix (Produk, Harga, Tempat, Promosi, Orang, Proses, dan Bukti Fisik). Strategi yang diusulkan diharapkan dapat memastikan keamanan transaksi, meningkatkan persepsi literasi digital dalam hal keamanan saat melakukan transaksi online, meningkatkan kualitas layanan, dan meningkatkan kepercayaan konsumen dalam penggunaan saluran pembelian online. Inisiatif-inisiatif ini diasumsikan dapat berkontribusi pada peningkatan niat pembelian online dan memperkuat pertumbuhan penjualan online serta mengurangi perbedaan antara hasil pembelian online dan offline dalam kategori peralatan rumah tangga.
KAJIAN ANALISIS KORESPONDENSI PADA DATA FUZZY
Analisis korespondensi (Correspondence Analysis/CA) merupakan metode statistika multivariat yang digunakan untuk mengidentifikasi pola asosiasi antara dua variabel kategorikal melalui representasi geometris dalam ruang berdimensi rendah. Pada perkembangannya, CA klasik diperluas menjadi Analisis Korespondensi pada Data Fuzzy (Correspondence Analysis on Fuzzy Data/CAFD) untuk menangani tabel kontingensi yang elemennya tidak bersifat pasti, melainkan mengandung ketidakpastian intra-sel. Tugas akhir ini mengkaji konsep CAFD secara teoritis, meliputi konstruksi tabel kontingensi fuzzy, formulasi masalah fuzzy, dan prosedur defuzzifikasi untuk memperoleh representasi geometris dan struktur asosiasi data. Pada CAFD, tabel kontingensi crisp diperkaya menjadi tabel kontingensi fuzzy yang elemennya berupa bilangan fuzzy segitiga (Tringular Fuzzy Number/TFN) asimetris, dengan spread ditentukan oleh Coefficient of Variation dari faktor-faktor penjelas pada setiap sel. Masalah eigenvalue fuzzy yang muncul diselesaikan melalui two-step method, kemudian dilanjutkan dengan defuzzifikasi menggunakan metode Arithmetic Mean Output. Sebagai penerapan konsep yang telah dikaji, dilakukan analisis korespondensi pada data tingkat kepuasan hidup global tahun 2019 yang bersumber dari World Happiness Report, dengan variabel wilayah geografis dan tingkat kepuasan hidup sebagai 2 variabel kategorikal yang ditinjau. Penerapan ini sekaligus berfungsi sebagai ilustrasi yang menunjukkan bagaimana CAFD memberikan informasi tambahan dibandingkan dengan CA klasik ketika ketidakpastian intra-sel dipertimbangkan.
PENINGKATAN AKURASI PERAMALAN UNTUK MENINGKATKAN TINGKAT LAYANAN PELANGGAN DAN EFISIENSI MODAL KERJA: STUDI KASUS RANTAI PASOKAN SUKU CADANG ALAT BERAT
PT Cakra Harmoni Sentosa, distributor alat berat terbesar di Indonesia, mencatat transaksi suku cadang senilai IDR 1,1 triliun per tahun di Plant Sungai Danau (SDU). Namun demikian, tingkat layanan pelanggan (Customer Service Level atau CSL) hanya mencapai 75%, di bawah target 80%, sementara Days of Inventory (DOI) mencapai 87 hari, melampaui target 75 hari. Kondisi ini mencerminkan masalah kelebihan stok dan kekurangan stok yang terjadi secara bersamaan, yang bersumber dari ketergantungan perusahaan pada metode peramalan Moving Average 12 bulan (MA12). Metode ini tidak mampu mengakomodasi pola permintaan intermittent dan lumpy yang mendominasi 90% portofolio suku cadang. Penelitian ini menerapkan kerangka klasifikasi permintaan Syntetos-Boylan-Croston (2005) untuk mengelompokkan seluruh SKU aktif berdasarkan Average Demand Interval (ADI) dan Squared Coefficient of Variation (CV²), kemudian mengevaluasi 23 variasi model peramalan per kategori pola permintaan menggunakan walk-forward validation. Pemilihan model didasarkan pada weighted average rank yang menggabungkan 75% SPEC dan 25% akurasi berbasis MAPE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pola permintaan secara konsisten mengungguli kebijakan peramalan seragam. Untuk item lumpy (11.51% dari SKU), Ensemble SES, SBA, LSTM, dan N-Beats mencapai performa terbaik. Untuk item smooth (6.67%) dan intermittent (78.66%), Ensemble CatBoost, MLP, dan ARIMA terbukti lebih unggul. Untuk item erratic (3.16%), SES dikombinasikan dengan safety stock buffer yang ditingkatkan untuk mencapai service level 90% direkomendasikan sebagai pendekatan yang paling sesuai. Simulasi Stock Level Maximum menggunakan metode yang diusulkan dan kalibrasi safety stock dinamis per SKU dengan formula SS = Z dikali sigma-demand dikali akar dari LT memproyeksikan peningkatan CSL dari 75% menjadi sekitar 81%, atau satu poin persentase di atas target, serta penurunan DOI dari 87 hari menjadi 74 hari. Penurunan ini setara dengan pelepasan modal kerja senilai IDR 39 miliar. Analisis feature importance pada komponen machine learning mengidentifikasi variabel lag permintaan, rolling mean dan standar deviasi, jumlah alat berat aktif, harga batu bara, serta statistik lead time sebagai pendorong utama akurasi peramalan di seluruh kategori pola permintaan.
MELAMPAUI ALGORITMA: ADAPTASI MODEL PERJODOHAN KOREA UNTUK DINAMIKA PENCARIAN PASANGAN DI INDONESIA PADA ERA DIGITAL
Sementara pasar aplikasi kencan digital di Indonesia berkembang pesat karena pertumbuhan ekonomi dan penetrasi ponsel pintar, para lajang profesional berpenghasilan tinggi masih menghadapi tantangan signifikan dalam menemukan pasangan yang andal dan aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatasi "defisit kepercayaan" (trust deficit) pada platform yang ada saat ini—yang sangat bergantung pada algoritma data—dengan menetapkan strategi lokalisasi dan Go-to-Market (GTM) guna memperkenalkan model biro jodoh premium berbasis manusia (human matchmaking) asal Korea yang telah terbukti ke pasar berpenghasilan tinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain riset metode campuran (mixed-methods), yang menggabungkan survei kuantitatif terhadap 368 individu lajang atau cerai berusia 24 hingga 45 tahun di seluruh Indonesia, dengan fokus utama di wilayah Jabodetabek, setelah melakukan wawancara mendalam secara kualitatif dengan para pakar dari perusahaan biro jodoh terkemuka di Korea. Analisis kuantitatif yang komprehensif dilakukan untuk mengonfirmasi potensi permintaan yang kuat sebelum mengembangkan strategi Go-to-Market. Secara khusus, Analisis Tabulasi Silang (Cross-Tabulation Analysis) digunakan untuk menyegmentasikan pasar dan mengidentifikasi audiens target yang optimal, yaitu para profesional berusia 30-an dan 40-an yang tinggal di Jabodetabek dengan pendapatan bulanan di atas IDR 15 juta. Hasil analisis empiris menggunakan analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa dua faktor merupakan prediktor yang signifikan secara statistik terhadap Tingginya Kesediaan untuk Membayar Layanan Premium (High Willingness to Pay Premium Services); kedua faktor tersebut adalah seberapa ketat dokumen diverifikasi dan tingkat keahlian profesional dalam manajemen. Selain itu, statistik deskriptif dan analisis frekuensi digunakan untuk menentukan faktor pembelian utama, menyusun struktur tingkatan harga yang optimal, dan menetapkan persyaratan minimum bagi perusahaan mitra sebagai bagian dari Proposisi Nilai (Value Proposition) perusahaan. Oleh karena itu, berdasarkan temuan empiris dari penelitian ini, sebuah alur kerja operasional dikembangkan berdasarkan business model canvas yang telah dilokalisasi dan bauran pemasaran 4P. Tiga strategi yang memperkuat model bisnis ini meliputi: Pertama, penerapan struktur pembayaran terbagi yang mencakup biaya pendaftaran (joining fee) dan biaya keberhasilan (success fee). Pembagian biaya ini memungkinkan pengurangan hambatan masuk (barrier to entry) yang disesuaikan dengan budaya lokal. Kedua, karena keterbatasan informasi yang tersedia dari basis data publik lokal dan untuk memenuhi tujuan utama dalam menyediakan proses verifikasi terbaik bagi klien, sebuah jaringan verifikasi manual dikembangkan melalui perjanjian kemitraan dengan beberapa firma hukum lokal dan lembaga pemeringkat kredit. Terakhir, berdasarkan basis pengguna yang telah berpengalaman dengan aplikasi kencan dan memiliki niat kuat untuk beralih menjadi pelanggan berbayar, Strategi Saluran Hibrida O2O (O2O Hybrid Channel Strategy) telah diterapkan dengan memanfaatkan aplikasi yang aman serta lounge fisik kelas atas, yang memungkinkan efisiensi sekaligus kepercayaan dalam hal bertemu dengan calon pasangan. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini, terlihat jelas bahwa meskipun sekadar mentransfer model bisnis internasional yang mapan dapat efektif dalam hal kesuksesan, pengembangan strategi lokalisasi berbasis data mampu mengatasi kebutuhan yang belum terpenuhi (unmet needs) di pasar baru secara signifikan. Cetak biru bisnis inovatif yang disajikan dalam penelitian ini menciptakan pergeseran paradigma bagi industri biro jodoh di Indonesia, serta berfungsi sebagai landasan teoritis dan praktis yang kokoh untuk ekspansi bisnis di masa depan ke Asia Tenggara.