📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS PRODUK MIX MELALUI COSTING BERBASIS RUTE PRODUKSI: STUDI KASUS PADA INDUSTRI MANUFAKTUR POLYPROPYLENE

Produsen polypropylene menghadapi tekanan berkelanjutan dari volatilitas biaya bahan baku, pergerakan harga pasar, persaingan impor, dan keterbatasan kapasitas produksi. Dalam kondisi tersebut, keputusan product mix tidak hanya memerlukan pertimbangan permintaan dan operasional, tetapi juga visibilitas biaya dan margin kontribusi yang lebih rinci. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka costing berbasis route-level untuk mendukung perencanaan bauran produk yang mempertimbangkan margin pada perusahaan manufaktur polypropylene. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kuantitatif pada PT PRP, berdasarkan data sekunder internal periode 2024, yang mencakup data produksi, pemetaan grade-formula-route, Bill of Materials, konsumsi utilitas, data costing, dan data harga jual. Kerangka yang diusulkan mengombinasikan Bill of Materials dan logika Activity-Based Costing untuk menghitung variable cost dan route-sensitive pada tingkat grade-formula-route. Sebanyak 36 kombinasi grade-formula-route dianalisis dan dibandingkan dengan metode costing saat ini yang berbasis grade-level. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan margin kontribusi antara metode costing saat ini dan metode ABC-BOM yang diusulkan berkisar kurang dari USD 1 per ton hingga lebih dari USD 17 per ton. Hal ini menunjukkan bahwa grade-level costing dapat mengaburkan perbedaan biaya dan margin yang disebabkan oleh variasi formula dan rute produksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa route-level costing dapat mendukung pengambilan keputusan manajerial dengan membantu PT PRP menyeimbangkan komitmen permintaan, kelayakan operasional, dan prioritas margin dalam perencanaan product mix.

2026
👤 Penulis: Gabriela Melati Sari
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Biaya

PENILAIAN KELAYAKAN: STUDI PRA-KELAYAKAN UNTUK PENGEMBANGAN INDUSTRI BIOSIMILAR DI INDONESIA MENUJU KEMANDIRIAN DAN PELAYANAN KESEHATAN YANG TERJANGKAU

ndonesia saat ini menghadapi Defisit Struktural Ganda yang berada di persimpangan antara jaminan kesehatan nasional dan stabilitas makroekonomi. Kerentanan negara ini juga terlihat pada sektor farmasi nasional yang sangat bergantung pada impor, yakni sebesar 90 persen untuk obat-obatan biologis. Ketergantungan impor ini menciptakan celah keamanan yang membuat sistem kesehatan rentan terhadap krisis rantai pasokan global. Selain itu, hal ini meningkatkan beban fiskal negara yang tidak berkelanjutan. Pada tahun 2023, pengeluaran untuk penyakit katastropik di bawah program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melonjak menjadi Rp 34,7 triliun. Peningkatan pengeluaran ini didorong oleh mahalnya biaya terapi impor. Secara historis, tingginya volume impor turut mendorong terjadinya Defisit Transaksi Berjalan, yang pada gilirannya akan melemahkan stabilitas mata uang kita.Analisis menggunakan Porter's five forces (lima kekuatan Porter) menunjukkan bahwa industri biosimilar menghadapi hambatan yang besar untuk masuk ke pasar. Industri ini membutuhkan pengeluaran modal yang sangat besar dan teknologi yang rumit, sehingga sulit dibiayai dengan persyaratan komersial perbankan. Masalah utamanya adalah belum adanya model industri yang menggabungkan kelayakan teknis dengan pendanaan strategis untuk membantu industri ini mengatasi rintangan pasar. Oleh karena itu, Studi Kelayakan Awal sangat diperlukan untuk mengembangkan model bagi kemajuan industri biosimilar nasional. Studi ini akan meneliti prospek pengembangan tiga molekul biosimilar: Dulaglutide, Trastuzumab, dan Pembrolizumab, untuk tahap produksi awal di Indonesia.Studi tersebut memiliki dua tujuan utama; tujuan pertama adalah menguji Kelayakan Tekno-Ekonomi dari strategi Percepatan Transfer Teknologi (In-Licensing) dibandingkan dengan Penelitian dan Pengembangan (R&D) mandiri. Tujuan kedua adalah menghitung Dampak Makroekonomi, termasuk Dampak Langsung, Tidak Langsung, serta Efek Pengali (Multiplier Effects), untuk membenarkan penggunaan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Bank Indonesia sebagai solusi pembiayaan.Apakah Anda ingin saya membantu meringkas teks ini, menjelaskan istilah teknis seperti biosimilar dan In-Licensing dengan lebih sederhana, atau mencari informasi terbaru terkait pengembangan industri biosimilar di Indonesia saat in.

2026
👤 Penulis: Carina Citra Dewi Joe
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN KERANGKA KERJA PENETRASI PASAR UNTUK PUSAT DATA HIPERSKALA DI INDONESIA: STUDI KASUS ARSA GLOBAL DATA CENTRES

Tujuan dari tesis ini adalah untuk menyusun kerangka kerja penetrasi pasar bagi ARSA Global Data Center (ARSA GDC) Indonesia, yang sejak masuk ke Indonesia pada tahun 2020 hanya memiliki satu pelanggan. ARSA GDC memiliki infrastruktur yang kuat dan dukungan finansial yang baik, namun menghadapi kesulitan di pasar. Oleh karena itu, penelitian ini akan berfokus pada tiga hal utama, yaitu: siapa target pasar ARSA GDC, apa kebutuhan mereka, dan bagaimana strategi untuk memenangkan pasar. Pendekatan mixed-method akan digunakan dalam penelitian ini. Data akan dikumpulkan melalui wawancara dengan 8 pakar industri, serta didukung oleh survei terhadap 40 tenaga profesional di bidang IT. Konteks tambahan dan validasi juga akan menggunakan riset pasar sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar dapat dikelompokkan menjadi empat kategori. Pertama, hyperscalers yang berfokus pada infrastruktur yang siap AI, liquid cooling, dan keberlanjutan. Kedua, institusi jasa keuangan (Financial Service Institution/FSI) yang berfokus pada kepatuhan dan dukungan audit. Ketiga, perusahaan (enterprise) yang berfokus pada layanan terkelola dan harga. Keempat, sektor terkait pemerintah yang berfokus pada kedaulatan data. Penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan besar terkait ARSA GDC. Mayoritas responden menganggap ARSA GDC memiliki rekam jejak lokal yang terbatas dan belum mengenal perusahaan tersebut. Hal ini menjadi tantangan besar dalam penetrasi pasar. Namun demikian, ARSA GDC masih memiliki peluang untuk berkembang. Pemain yang sudah ada seperti DCI Indonesia memiliki kekurangan di area penting seperti liquid cooling, densitas tinggi, dan keberlanjutan, sementara ARSA GDC justru memiliki keunggulan di area tersebut. Selain itu, ARSA GDC juga didukung oleh kekuatan finansial dari Kamal serta pendekatan carrier-neutral. Hal ini memberikan diferensiasi bagi ARSA GDC. Kerangka kerja penetrasi pasar yang diusulkan terdiri dari beberapa lapisan yang saling terhubung, yaitu: hyperscaler sebagai segmen utama, penawaran berbasis aset dengan fasilitas JKT1 dan JKT3, lima pilar arah strategis, tiga fase implementasi, serta KPI dan tata kelola untuk memantau pelaksanaan strategi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ARSA GDC sebaiknya memperoleh hyperscaler Tier-1 untuk membangun kepercayaan publik. Hal ini akan mempermudah pencapaian tujuan lainnya. Pada akhirnya, kerangka kerja yang diusulkan memberikan peta jalan yang jelas untuk menjadikan ARSA GDC sebagai platform infrastruktur digital yang berfokus pada AI dan berkelanjutan di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Fariz Pradana
🏷️ Pasar Data 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

LIMBAH SERAT BUAH LONTAR ( BORASSUS FLABELLIFER L.) SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL PADA BATAKO BERBASIS TANAH KAPURAN (CALCAREOUS SOIL) UNTUK MATERIAL DINDING RUMAH SEDERHANA DI KUPANG

Peningkatan kebutuhan material bangunan yang ramah lingkungan mendorong pengembangan material konstruksi berbasis biomassa lokal sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan. Kota Kupang memiliki potensi tanah kapuran (calcareous soil) dan limbah serat buah lontar yang melimpah, namun pemanfaatannya sebagai material bangunan masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh substitusi parsial serat buah lontar terhadap karakteristik material, sifat fisik, mekanik, ketahanan api, performa termal, dampak lingkungan, serta potensi implementasinya sebagai material dinding rumah sederhana. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan variasi kadar serat sebesar 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5% terhadap berat tanah kapuran. Pengujian meliputi karakterisasi material penyusun, densitas, penyerapan air, susut pengeringan, kuat tekan, reaksi terhadap api, konduktivitas termal, tahanan termal (R-value), transmitansi termal (U-value), analisis mikrostruktur menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM), analisis korelasi Pearson, Life Cycle Assessment (LCA) berbasis cradle-to-gate (A1–A3), analisis keseimbangan pasokan–kebutuhan biomassa, serta robustness assessment berbasis Multi-Criteria Decision Making (MCDM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar serat menyebabkan penurunan kuat tekan dari 9,1 MPa pada BSL-0 menjadi 7,2 MPa, 6,3 MPa, dan 4,1 MPa pada BSL-2,5, BSL-5, dan BSL-7,5, namun seluruh variasi masih memenuhi persyaratan SNI 03-0349-1989 untuk batako non-struktural. Penambahan serat juga meningkatkan performa ketahanan api, sementara variasi BSL-2,5 menghasilkan konduktivitas termal terendah sehingga memberikan kemampuan isolasi termal terbaik. Analisis SEM menunjukkan bahwa penurunan kuat tekan dipengaruhi oleh terbentuknya interfacial transition zone, peningkatan porositas, dan penggumpalan serat pada kadar tinggi. Analisis LCA menunjukkan bahwa batako berbasis tanah kapuran berserat lontar memiliki embodied carbon yang lebih rendah dibandingkan material dinding konvensional, sedangkan analisis pasokan–kebutuhan membuktikan bahwa ketersediaan limbah serat buah lontar di Kota Kupang mampu mendukung produksi batako untuk pembangunan rumah sederhana secara berkelanjutan. Sintesis seluruh parameter melalui robustness assessment menetapkan variasi BSL-2,5 sebagai komposisi optimum karena memberikan keseimbangan terbaik antara performa mekanik, karakteristik fisik, performa termal, ketahanan api, dampak lingkungan, dan potensi implementasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa limbah serat buah lontar berpotensi menjadi biomassa lokal yang layak dikembangkan sebagai material dinding rendah karbon untuk mendukung pembangunan perumahan berkelanjutan di daerah tropis kering.

2026
👤 Penulis: Yudith Arunika Cempaka Wella
🏷️ Limbah Serat Buah Lontar 🏷️ Material Bangunan Berbasis Biomassa 🏷️ Kecerdasan Buatan

MEMPERTAHANKAN VISIBILITAS MEREK DI ERA AI OVERVIEW: PENDEKATAN AWAL TIKTOK-AUGMENTED SEO UNTUK NOOK

Peluncuran Google AI Overviews pada 2024 mengubah lanskap pencarian global karena menyediakan jawaban instan yang mengurangi klik ke situs web. Meskipun meningkatkan pengalaman pengguna, hal ini memicu penurunan lalu lintas (traffic) web di seluruh dunia. Studi kasus pada perusahaan co-living Nook di Indonesia ini meneliti dampaknya terhadap visibilitas merek sekaligus mengusulkan respons strategis. Penelitian ini menggunakan desain Action Research dalam dua fase berurutan. Fase 1 menganalisis data Google Search Console selama 12 bulan untuk melacak titik penurunan terbesar. Fase 2 menerapkan intervensi lintas saluran dalam dua siklus tindakan (Desember 2025 dan Januari 2026) melalui tahapan Rencana, Tindakan, Pengamatan, dan Refleksi, yang didukung oleh data kuantitatif digital dan wawancara informan kunci. Fase 1 menunjukkan penurunan terpusat pada subdomain blog Nook (-59,9% klik), menandakan adanya masalah kesenjangan kesadaran (awareness gap). Fase 2 menguji pengalihan anggaran dari SEO ke Iklan Kesadaran TikTok. Hasilnya, jangkauan TikTok melonjak 58,8%, pencarian merek naik 6,8%, Pangsa Suara Organik tumbuh 2,1 poin persentase, dan prospek (leads) SEO meningkat 24,6%, meskipun tren traffic blog turun 11,4%. Studi ini mengusulkan kerangka kerja SEO awal yang diintegrasikan dengan TikTok sejak awal. Iklan kesadaran TikTok dirancang untuk memperluas jangkauan dan memicu pencarian merek di Google, yang pada gilirannya memperkuat otoritas merek serta peringkat kata kunci non-merek. Strategi ini terbukti berdampak positif pada performa SEO keseluruhan, meskipun temuan ini masih bersifat indikatif karena keterbatasan waktu dua bulan dan desain kasus tunggal.

2026
👤 Penulis: Farhan Dwi Sarjono
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pemasaran Digital

DISEQUILIBRIUM SUPPLY DAN DEMAND LOGAM EMAS DI INDONESIA : ANALISISEKONOMI, EKONOMI POLITIK, DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN MENGGUNAKAN STUDIKASUS : PT ANEKA TAMBANG TBK.

Indonesia memiliki cadangan emas sekitar ±3.444 ton, namun menghadapi paradoks struktural berupa tingginya ketergantungan impor emas meskipun memiliki potensi sumber daya yang besar. Selama periode 2021–2025, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTAM) mengimpor rata-rata 28,04 ton emas per tahun, sementara pasokan domestik riil hanya mencapai 5,36 ton per tahun, dengan ketergantungan impor sebesar 94,4% pada tahun 2024 dan arus keluar devisa kumulatif lebih dari US$10 miliar. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan supply emas dari sumber lokal untuk memperkuat industri pengolahan emas dalam memenuhi demand emas domestik di Indonesia melalui identifikasi faktor-faktor struktural dan institusional penyebab ketidakseimbangan supply-demand, pengembangan model matematis supply–demand, simulasi berbagai skenario kebijakan Domestic Market Obligation (DMO), serta pengukuran dampak finansial, ekonomi, dan kelembagaan dari implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Applied Policy Modeling Research (APMR) yang mengintegrasikan model matematis supply–demand, analisis ekonomi politik kelembagaan, dan simulasi skenario kebijakan berbasis data operasional PT ANTAM periode 2021–2025 serta laporan McKinsey (2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gap struktural rata-rata sebesar 25,63 ton per tahun bukan disebabkan oleh keterbatasan geologi, melainkan oleh tujuh hambatan institusional, terutama distorsi fiskal dan belum tersedianya mekanisme Domestic Market Obligation (DMO) emas. Utilisasi Pabrik Logam Mulia (PLM) Pulogadung yang hanya mencapai 38,4% dari kapasitas terpasang sebesar 100 ton per tahun mengindikasikan bahwa permasalahan utama terletak pada aspek tata kelola. Analisis elastisitas menunjukkan nilai Ed sebesar +3,33 pada tahun 2024, yang mengonfirmasi karakteristik permintaan emas sebagai instrumen investasi yang bersifat procyclical. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario DMO Hybrid merupakan alternatif kebijakan yang paling optimal dengan potensi reduksi impor rata-rata sebesar 51,5%, penghematan devisa sebesar US$5,03–9,60 miliar dalam lima tahun, peningkatan utilisasi PLM, serta penguatan hilirisasi emas nasional. Penelitian ini merekomendasikan penerbitan Peraturan Menteri ESDM mengenai DMO Emas berbasis model hybrid, revisi PMK Nomor 51 Tahun 2025 untuk mengurangi distorsi fiskal, pembangunan sistem informasi nasional supply-demand emas, serta transformasi ANTAM menuju hybrid sourcing model yang terintegrasi dengan agenda hilirisasi nasional tahun 2025–2030.

2026
👤 Penulis: Ahmad Syauqi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

REHABILITASI KESEHATAN MENTAL DENGAN PRINSIP HEALING ARCHITECTURE SEBAGAI RESPON ISU DEPRESI DI KOTA BANDUNG

Sebanyak 28 juta masyarakat Indonesia berpotensi mengalami gangguan kesehatan mental, dengan 87% penderita depresi tercatat tidak mencari pengobatan (Kemenkes, 2023). Kelompok usia 15–24 tahun tercatat memiliki prevalensi depresi tertinggi, sebesar 2%. Kondisi ini dipicu oleh keterbatasan tenaga profesional di Indonesia, dengan rasio psikiater mencapai 1 banding 250.000 penduduk, berbeda dari standar WHO sebesar 1:30.000. Stigma yang ada dan tumbuh di masyarakat membentuk kecenderungan penderita mengisolasi diri dan menunda pencarian bantuan profesional. Di Kota Bandung, kemacetan kronis akibat 2,2 juta kendaraan untuk 2,4 juta jiwa serta keterbatasan ruang terbuka hijau (12,3% dari standar minimum 30%) menjadi faktor tambahan yang memicu stres pada masyarakat perkotaan. Kondisi tersebut menjadi latar belakang bagi kebutuhan fasilitas yang dapat mengakomodasi layanan kesehatan mental secara terbuka dan terintegrasi dengan aktivitas publik. Penentuan tipologi didasarkan pada kebutuhan ruang yang mengaburkan batas antara fasilitas kesehatan mental dan ruang publik, sebagai respon terhadap tiga isu utama: akses layanan psikologis bagi kaum muda, ruang interaksi sosial dan dukungan komunitas, serta tekanan psikologis di lingkungan perkotaan. Fungsi tersebut diimplementasikan melalui integrasi layanan psikologi dan psikiatri dengan area komersial, restoran, pusat kebugaran, dan spa dalam satu bangunan. Kawasan Jalan Dipati Ukur, yang berbatasan dengan Jalan Teuku Umar, ditentukan sebagai tapak perancangan. Melalui prinsip cahaya alami, elemen biofilik, keseimbangan ruang, dan kontrol sensoris, Healing Architecture diwujudkan ke dalam tiga pilar respons desain. Pendekatan ini menciptakan lingkungan binaan yang aksesibel bagi layanan rehabilitasi, terintegrasi secara fungsi, dan memulihkan kondisi psikologis. Proses perancangan dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, analisis perilaku pengguna, serta studi komparatif terhadap tipologi fasilitas sejenis di tingkat nasional dan internasional, dengan hasil berupa gubahan massa yang merespons batas tapak melalui subtraksi volume tengah, pemisahan massa untuk sirkulasi, dan penyesuaian elevasi untuk penetrasi cahaya matahari, serta zonasi vertikal dengan tingkat privasi yang meningkat pada lantai atas. Perancangan proyek bertujuan mewujudkan fasilitas yang mengintegrasikan fungsi klinis, wellness, dan publik sebagai respon terhadap isu kesehatan mental pada kelompok muda. Luaran yang dituju berupa tipologi bangunan yang berkontribusi pada peningkatan akses terhadap layanan kesehatan mental, pengurangan stigma sosial, serta penguatan sistem dukungan bagi generasi muda di Kota Bandung

2026
👤 Penulis: Toriq Ihza Faruq Asshara
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

SIRKL* KINA: SIMPUL KREASI KOLABORATIF MELALUI ADAPTIVE REUSE DI KAWASAN PABRIK KINA

Kota Bandung memiliki sejarah panjang sebagai episentrum medis global, salah satunya ditandai oleh berdirinya Pabrik Kina pada tahun 1896. Saat ini, seiring dengan transisi Bandung menjadi Kota Kreatif UNESCO yang menaungi puluhan ribu pelaku ekonomi kreatif, terjadi peningkatan kebutuhan ruang kolaboratif di tengah masyarakat. Namun, berhentinya operasional Pabrik Kina menyisakan struktur raksasa yang terbengkalai. Proyek ini merespons tiga isu utama yang muncul akibat kondisi tersebut: stagnasi aset cagar budaya yang memicu degradasi ruang, memudarnya memori kolektif masyarakat terhadap identitas historis kawasan, serta karakter tipologi industri peninggalan yang tertutup dan terisolasi. Sebagai jawaban arsitektural atas tantangan tersebut, diajukan perancangan "Sirkl' Kina", sebuah Collaborative and Circular Creative Hub dengan pendekatan Adaptive Reuse. Pendekatan pelestarian ini bekerja dengan strategi mempertahankan cangkang fisik (shell) berupa dinding fasad dan struktur atap bentang lebar yang memiliki signifikansi historis, sembari menyuntikkan program ruang baru yang relevan di dalamnya. Tipologi pabrik industri yang sebelumnya kaku dan tertutup direkontekstualisasi menjadi fasilitas mixed-use yang permeabel, mencakup area komersial, ruang kerja kolaboratif, serta ruang pameran kultural. Design framework yang digunakan adalah force-based approach, di mana desain akhir merupakan hasil negosiasi dinamis antara kekuatan lingkungan (mempertahankan cangkang fisik bangunan), sosial (merawat memori kolektif), dan ekonomi (mewadahi ekosistem kreatif). Metodologi ini diimplementasikan melalui studi literatur, observasi lapangan, analisis komparatif, dan pemetaan sistem untuk mensintesis data menjadi konsep spasial yang efektif. Luaran yang diharapkan adalah sebuah rancangan arsitektural yang komprehensif dan inovatif, serta dapat berkontribusi sebagai fasilitas yang menyelamatkan artefak peninggalan industri dari kerusakan sekaligus mendukung transisi Bandung menuju kota kreatif

2026
👤 Penulis: Agur Widi Admaja
🏷️ Desain Arsitektural 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

MODEL NUMERIK UNTUK EVOLUSI KETEBALAN ES MENGGUNAKAN METODE FTCS DAN CFDM

Proses pelelehan es di dalam pipa merupakan fenomena perubahan fase yang dipengaruhi oleh kondisi termal, difusi, serta bentuk geometri domain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model numerik pelelehan es dengan menggunakan metode Forward Time Centered Space (FTCS) orde empat dan Compact Finite Di!erence Method (CFDM) orde empat. Ketebalan es dimodelkan sebagai fungsi dua dimensi terhadap ruang dan waktu yang memenuhi persamaan adveksi-difusipelelehan. Beberapa formulasi laju pelelehan dikaji, yaitu baseline melting, heattransfer modification, sub-melting formulation, dan oscillatory sub-melting. Model tersebut diterapkan pada geometri lingkaran dan elips untuk melihat pengaruh bentuk domain terhadap distribusi ketebalan es, lokasi puncak, serta evolusi ketebalan maksimum terhadap waktu. Hasil simulasi tanpa difusi menunjukkan bahwa kedua metode numerik mampu mereproduksi solusi analitik dengan sangat baik. Pada kasus dengan difusi, FTCS dan CFDM menghasilkan profil ketebalan, nilai puncak, dan lokasi puncak yang sangat berdekatan. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada efisiensi komputasi, dengan metode FTCS yang secara umum membutuhkanwaktu simulasi lebih singkat dibandingkan CFDM. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa difusi berperan dalam meratakan distribusi ketebalan es dan menurunkan nilai puncak, sedangkan parameter heat-transfer dan parameter submelting memengaruhi intensitas perubahan ketebalan es. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan model numerik untuk proses pelelehan es dan fenomena perubahan fase lainnya pada sistem perpipaan.

2026
👤 Penulis: Catherine Verrencia
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Model Numerik 🏷️ Perubahan Fase

ANALISIS DISTRIBUSI DOSIS BNCT PADA OTAK BERBASIS PHANTOM BOLA BERLAPIS MENGGUNAKAN SIMULASI MONTE CARLO PHITS

Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) merupakan radioterapi berbasis neutron yang berpotensi memberikan dosis radiasi tinggi secara selektif pada tumor otak melalui reaksi ¹?B(n,?)?Li. Efektivitas terapi ini dipengaruhi oleh distribusi fluks neutron epitermal dan dosis radiasi pada jaringan target maupun jaringan sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh energi neutron sumber dan kedalaman jaringan terhadap fluks neutron termal dan dosis BNCT, hubungan konsentrasi Boron dengan dosis boron pada Gross Tumor Volume (GTV), serta selektivitas dosis melalui parameter Tumor-to-Brain Ratio (TBR) dan Tumor-toSkin Ratio (TSR). Simulasi dilakukan dengan metode Monte Carlo menggunakan PHITS pada phantom kepala berbasis bola berlapis (GTV, CTV, PTV, otak, tulang tengkorak, kulit) dengan komposisi material mengacu ICRP. Sembilan skenario disimulasikan dari kombinasi tiga energi neutron sumber (5,0×10??; 5,0×10??; 5,0×10?? MeV) dan tiga konsentrasi Boron (30, 40, 50 µg/g), dengan fluks dihitung via tally T-Track dan dosis via tally T-Deposit. Hasil menunjukkan energi neutron dan kedalaman berpengaruh signifikan terhadap fluks termal, dengan titik persilangan (crossing point) pada kedalaman 3–4 cm antara neutron berenergi rendah (unggul di kedalaman dangkal) dan tinggi (unggul di kedalaman besar). Dosis boron pada GTV berbanding lurus terhadap konsentrasi Boron, dengan gradien tercuram pada energi 5×10?? MeV. Nilai TBR berkisar 1,7– 2,8 dan TSR 1,75–3,5, keduanya meningkat seiring naiknya konsentrasi boron dan energi neutron. Kombinasi boron 50 µg/g dan energi 5×10?? MeV memberikan dosis boron GTV serta selektivitas (TBR/TSR) tertinggi, menjadi kondisi optimum pada model yang dikaji.

2026
👤 Penulis: Raidah Yanfa Adilah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

URBAN FOODSCAPE BANDUNG: INTEGRATED ARCHITECTURE TO RESTORE HUMAN–FOOD ATTACHMENT AND REDUCE FOOD DEPENDENCY

Urbanisasi di Kota Bandung menyebabkan meningkatnya ketergantungan terhadap pasokan pangan dari wilayah sekitar, sementara keterbatasan lahan produktif dan perubahan iklim meningkatkan kerentanan sistem pangan perkotaan. Kondisi tersebut turut mengurangi keterlibatan masyarakat dalam proses produksi pangan sehingga memunculkan keterputusan hubungan masyarakat dengan sistem pangan (urban food attachment). Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan arsitektur yang mengintegrasikan sistem pangan perkotaan dengan aktivitas publik sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membangun kembali keterhubungan masyarakat terhadap sumber pangannya. Perancangan dilakukan melalui pendekatan adaptive reuse terhadap bangunan mangkrak The Maj Dago Apartment di Kota Bandung menjadi Urban Foodscape Bandung, yaitu pusat urban farming terpadu yang mengintegrasikan fungsi pembibitan, budidaya, panen, pengolahan, distribusi, konsumsi, edukasi, dan komunitas dalam satu sistem ruang. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi tapak, analisis preseden, serta pengembangan konsep dan simulasi desain. Strategi perancangan disusun berdasarkan alur siklus pangan (food journey), didukung penerapan sistem hidroponik berteknologi tinggi, prinsip ekonomi sirkular, pemanfaatan struktur eksisting, serta integrasi energi terbarukan melalui photovoltaic panel. Hasil perancangan berupa fasilitas urban farming terpadu yang menghubungkan aktivitas produksi pangan dengan ruang publik melalui pengalaman spasial yang berkesinambungan. Rancangan ini mengintegrasikan fungsi produksi, edukasi, distribusi, dan interaksi sosial dalam satu kesatuan sistem sehingga mendukung peningkatan ketahanan pangan perkotaan, pemanfaatan kembali bangunan eksisting, serta penguatan keterhubungan masyarakat dengan sistem pangan.

2026
👤 Penulis: Raia Rahmah Ramadani
🏷️ Urbanisasi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGARUH KINERJA PRASARANA FISIK DAN PRODUKTIVITAS TANAM TERHADAP ANGKA KEBUTUHAN NYATA OPERASI DAN PEMELIHARAAN (AKNOP) STUDI KASUS DAERAH IRIGASI GADUNG, JAWA BARAT

Pengelolaan sistem irigasi berperan penting guna mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya pada Daerah Irigasi yang memiliki peran strategis seperti Daerah Irigasi Gadung yang merupakan sub sistem dari Daerah Irigasi jatiluhur. Pengelolaan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi memerlukan perencanaan biaya yang sesuai dengan kondisi aktual jaringan agar pelayanan irigasi berlangsung efektif dan berkelanjutan. Penelitian terdahulu umumnya mengkaji kinerja sistem irigasi dan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) secara terpisah, sedangkan kajian yang mengintegrasikan kinerja prasarana fisik, produktivitas tanam, dan AKNOP dalam satu model kuantitatif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kinerja prasarana fisik dan produktivitas tanam terhadap AKNOP pada jaringan utama Daerah Irigasi Gadung, Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel terhadap data tahun 2020,2022, dan 2024 menggunakan perangkat lunak STATA. Variabel bebas terdiri atas kinerja prasarana fisik dan produktivitas tanam, sedangkan variabel terikat adalah AKNOP serta luas layanan sebagai variabel kontrol. Model terbaik yang diperoleh adalah Pooled Least Squares (PLS) atau Ordinary Least Squares (OLS). Hasil analisis diperoleh bahwa secara parsial kinerja prasarana fisik maupun produktivitas tanam tidak berpengaruh signifikan terhadap AKNOP. Namun, secara simultan model mampu menjelaskan variasi AKNOP sebesar 73,93% dengan persamaan ln(Y) = 14,10433 ? 0,007281 X? + 0,010107 X? ? 0,000442 Luas. Analisis skenario menunjukkan bahwa peningkatan kinerja prasarana fisik merupakan alternatif paling efektif dengan menurunkan nilai AKNOP menjadi Rp 1.345.622.329 atau 10,10% dibandingkan kondisi eksisting, lebih besar dibandingkan skenario peningkatan produktivitas tanam (11,85%) maupun skenario gabungan (19,31%). Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi kinerja prasarana fisik, produktivitas tanam, dan AKNOP dalam satu model analisis kuantitatif berbasis data aktual yang memberikan pendekatan evaluasi AKNOP.

2026
👤 Penulis: Evi Risniawati
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS REAKSI SAHAM SEKTOR MIGAS DI PASAR MODAL INDONESIA TERHADAP PERISTIWA DOMESTIK DAN GLOBAL TERKAIT ENERGI DENGAN METODE EVENT STUDY DAN INTERVENTION TIME SERIES

Sektor minyak dan gas bumi merupakan sektor yang sensitif terhadap informasi domestik dan global, seperti kebijakan energi, harga minyak dunia, nilai tukar, serta kondisi geopolitik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi saham sektor migas di pasar modal Indonesia terhadap peristiwa domestik dan global terkait energi menggunakan metode event study dan intervention time series. Analisis dilakukan pada sepuluh saham sektor migas yang terdaftar serta aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Metode event study digunakan untuk menguji reaksi pasar terhadap kenaikan harga BBM subsidi tahun 2022 melalui indikator abnormal return (AR), trading volume activity (TVA), dan security return variability (SRV). Selanjutnya, metode intervention time series digunakan untuk menganalisis pengaruh beberapa peristiwa energi terhadap AR saham sektor migas menggunakan model ARMA–GARCH dengan variabel intervensi pulse dan step. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi saham sektor migas tidak seragam antara agregat sektor dan individual emiten. Hasil event study menunjukkan adanya pola reaksi pasar melalui AR, TVA, dan SRV, meskipun tidak seluruh perubahan signifikan secara statistik. Sementara itu, hasil analisis intervensi dengan model utama ARMA(0,0)–GARCH(1,1) menunjukkan bahwa Perang Rusia–Ukraina, kenaikan harga BBM subsidi, dan Kepmen ESDM 91/2023 terkait HGBT berpengaruh signifikan terhadap AR agregat sektor. Pengaruh tersebut muncul dalam bentuk pulse sehingga respons pasar lebih mencerminkan reaksi sesaat pada event date bukan perubahan rata-rata AR yang berkelanjutan. Pada tingkat individual, respons saham bersifat heterogen dan bergantung pada karakteristik masing-masing emiten. Dengan demikian, kedua metode memberikan gambaran yang saling melengkapi mengenai reaksi pasar modal terhadap peristiwa energi.

2026
👤 Penulis: Valencia Michelle Liu
🏷️ Analisis Pasar Modal 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

KARAKTERISTIK SIFAT FISIS DAN MEKANIS LAMINATED VENEER BAMBOO (LVB) BERBAHAN DASAR STRIP BAMBU TALI (GIGANTOCHLOA APUS) BAGIAN LUAR, TENGAH, DAN DALAM

Bambu tali (Gigantochloa apus) merupakan material lignoselulosa yang melimpah di Indonesia dan berpotensi sebagai bahan baku Laminated Veneer Bamboo (LVB) untuk mendukung pengembangan material struktural ramah lingkungan. Perbedaan struktur anatomi pada bagian luar, tengah, dan dalam dinding bambu menyebabkan variasi distribusi serat dan vascular bundle yang memengaruhi karakteristik fisis dan mekanis produk LVB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh posisi strip bambu terhadap karakteristik sifat fisis dan mekanis LVB, serta menentukan tipe strip yang menghasilkan performa terbaik berdasarkan persyaratan sifat mekanis material lantai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan berupa tipe strip bambu yang terdiri atas strip bagian dalam, tengah, dan luar. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf 5% apabila menunjukkan perbedaan nyata. Kemudian diinterpretasikan menggunakan pendekatan visualisasi multidimensi berbasis bubble chart, radar/spider chart, dan heatmap desirability index untuk mengevaluasi hubungan antar parameter secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strip bambu berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter yang diuji. Strip bagian luar memiliki kerapatan tertinggi dan porositas terendah dibandingkan bagian tengah dan dalam. Seluruh produk LVB memiliki kadar air yang memenuhi standar SNI 01-5008.2-2000 serta tidak mengalami delaminasi yang menunjukkan kualitas perekatan yang baik. Selain itu, LVB berbahan strip bagian luar menghasilkan daya serap air dan pengembangan tebal terendah, serta memiliki nilai Modulus of Elasticity (MOE), Modulus of Rupture (MOR), dan keteguhan rekat tertinggi. Berdasarkan klasifikasi PKKI 1961, LVB strip luar termasuk ke dalam kayu kelas kuat II dan memenuhi persyaratan sifat mekanis material lantai berdasarkan standar ISO 21629-1:2021. Dengan demikian, strip bagian luar bambu tali merupakan konfigurasi paling optimal dalam menghasilkan LVB dengan performa fisis dan mekanis terbaik.

2026
👤 Penulis: Yemima Indani Arihta
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

RANCACILI 3.0: REKONFIGURASI RUANG TRANSISI PRIVAT-PUBLIK SEBAGAI STRATEGI PEMULIHAN SOSIAL PADA HUNIAN VERTIKAL

Pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan di Kota Bandung memicu backlog perumahan hingga lebih dari 636.000 unit. Sebagai solusi, pemerintah menghadirkan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk mengoptimalkan lahan melalui hunian vertikal. Namun, pendekatan rusunawa konvensional kerap memunculkan "paradoks hunian vertikal", sebagaimana terjadi di Rusunawa Rancacili, kawasan yang secara historis menjadi titik pendaratan bagi warga terdampak normalisasi bantaran sungai (Cikapundung/Citarum) maupun penggusuran permukiman padat di Kota Bandung. Sebagai hunian relokasi, kondisi rusunawa saat ini memicu trauma sosio-spasial, hilangnya ruang komunal dan interaksi, fragmentasi komunitas, potensi konflik antarwarga, hingga matinya ekosistem usaha mikro (UMKM) warga, yang diperparah oleh kondisi bangunan yang mangkrak dan kurang terawat. Merespons permasalahan tersebut, tugas akhir ini mengusulkan proyek "Rancacili 3.0: Rekonfigurasi Ruang Transisi Privat-Publik sebagai Strategi Pemulihan Sosial". Perancangan ini bertujuan meredefinisi standar hunian vertikal relokasi menjadi ekosistem kampung vertikal yang berdaya dan bermartabat. Pendekatan utama yang digunakan adalah Architecture as Repair, yang memosisikan arsitektur sebagai instrumen katalis pemulihan trauma relokasi sekaligus katalis perbaikan jaringan sosial-ekonomi penghuni. Strategi intervensi dirumuskan melalui tiga aspek utama, yaitu reintegrasi ekonomi mikro warga, penyediaan lingkungan hunian yang aman dan terpadu, serta optimalisasi ruang komunal untuk memfasilitasi interaksi sosial antarwarga. Rusunawa Rancacili dipilih sebagai studi kasus karena merepresentasikan kompleksitas persoalan nyata, yaitu desain rusunawa konvensional, kondisi bangunan yang kurang terawat, serta profil penghuni Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang sangat bergantung pada integrasi ruang dan ekonomi. Melalui tugas akhir ini, perancangan hunian vertikal diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan ruang tinggal dasar, tetapi juga dapat diimplementasikan sebagai model perbaikan struktur komunitas dan alat pemberdayaan masyarakat bagi kawasan permukiman padat perkotaan lainnya di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Arvino Caesario A.P.
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan
Halaman 27 dari 418
💬