📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5,228 dokumen

PROVISION OF OCEAN WEATHER-INFORMED MARINE TOURISM ACTIVITY IN KEPULAUAN SERIBU TO MAINTAIN SAFETY STANDARDS AND QUALITY OF USER EXPERIENCE

Kepulauan Seribu is a marine tourism destination with high dependence on oceanographic and meteorological conditions, yet no single platform has previously provided integrated tidal, weather, and activity safety information accessible to tourists and tourism operators. This study addresses that gap by developing Searibu, a WebGIS-based marine information system that delivers harmonic tidal predictions using the TPXO10-atlas model, marine weather and ocean condition forecasts from the ECMWF IFS, MFWAM, and SMOC models accessed through the Open-Meteo API, an automated activity safety assessment classifying eleven marine tourism activities as Safe, Caution, or Avoid based on current and forecast metocean conditions, and a water-level data export module producing IHO S-104 Edition 2.0.0-compliant HDF5 files. The system was developed using the Iterative and Incremental Development methodology on a three-tier architecture comprising a PostgreSQL and SQLite data layer, a Flask and Python application logic layer, and a React and TypeScript presentation layer. Quality evaluation against ISO/IEC 25010 assessed seven of eight quality characteristics as Fulfilled. These results confirm that Searibu provides an accessible, interpretable, and standards-compliant approach to supporting safer and better-informed marine tourism activities in Kepulauan Seribu.

2026
👤 Penulis: Revalia Aura Cahaya Prasetyo
🏷️ Maritim 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PROVISION OF OCEAN WEATHER-INFORMED MARINE TOURISM ACTIVITY IN KEPULAUAN SERIBU TO MAINTAIN SAFETY STANDARDS AND QUALITY OF USER EXPERIENCE

Kepulauan Seribu is a marine tourism destination with high dependence on oceanographic and meteorological conditions, yet no single platform has previously provided integrated tidal, weather, and activity safety information accessible to tourists and tourism operators. This study addresses that gap by developing Searibu, a WebGIS-based marine information system that delivers harmonic tidal predictions using the TPXO10-atlas model, marine weather and ocean condition forecasts from the ECMWF IFS, MFWAM, and SMOC models accessed through the Open-Meteo API, an automated activity safety assessment classifying eleven marine tourism activities as Safe, Caution, or Avoid based on current and forecast metocean conditions, and a water-level data export module producing IHO S-104 Edition 2.0.0-compliant HDF5 files. The system was developed using the Iterative and Incremental Development methodology on a three-tier architecture comprising a PostgreSQL and SQLite data layer, a Flask and Python application logic layer, and a React and TypeScript presentation layer. Quality evaluation against ISO/IEC 25010 assessed seven of eight quality characteristics as Fulfilled. These results confirm that Searibu provides an accessible, interpretable, and standards-compliant approach to supporting safer and better-informed marine tourism activities in Kepulauan Seribu.

2026
👤 Penulis: Evin Petra Pebrina Debataraja
🏷️ Maritim 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PEMODELAN SPASIO-TEMPORAL DEFORESTASI DAN STOK KARBON HUTAN BERDASARKAN SKENARIO KEBIJAKAN PERLINDUNGAN GAMBUT-HUTAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN PANGAN DI KALIMATAN TENGAH (1990-2040)

Provinsi Kalimantan Tengah memiliki ekosistem gambut terluas di Indonesia sekaligus menghadapi tekanan deforestasi yang tinggi, dipengaruhi oleh sejarah Pengembangan Lahan Gambut (PLG) satu juta hektar serta kebijakan baru berupa program ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan dan laju deforestasi secara spasio-temporal; (2) mengestimasi simpanan karbon dan kehilangan karbon (carbon loss) historis periode 1990–2020 berdasarkan variasi kerapatan vegetasi; serta (3) mengevaluasi carbon loss antar skenario kebijakan pada proyeksi tutupan lahan tahun 2030 dan 2040 serta implikasinya terhadap kebijakan pengelolaan hutan. Analisis perubahan tutupan lahan dilakukan dengan teknik overlay secara wall-to-wall data KLHK tahun 1990, 2000, 2011, dan 2020 untuk memperoleh matriks perubahan, neraca lahan (land account), dan laju deforestasi. Estimasi simpanan karbon menggunakan metode look-up table dengan nilai referensi studi terdahulu, yang dipadukan dengan klasifikasi kerapatan vegetasi berbasis ambang batas NDVI (>0,4 kategori rapat dan <0,4 kategori jarang) pada tutupan hutan, sedangkan carbon loss dihitung dengan pendekatan stock-change. Pemodelan tutupan lahan tahun 2030 dan 2040 dilakukan menggunakan Land Change Modeler dengan pendekatan Multi-Layer Perceptron dan CA-Markov, seleksi variabel pendorong berdasarkan nilai Cramer’s V (?0,15). Empat skenario kebijakan dikembangkan, yaitu Business as Usual (BAU), Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP), Peatland Protection (PLP), dan Protected Forest Area (PFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 1990–2020 Provinsi Kalimantan Tengah kehilangan hutan alam seluas 3,87 juta hektar dengan penurunan terbesar pada hutan rawa sekunder. Laju deforestasi menurun dari 2,08%/tahun (1990–2000) menjadi 1,01%/tahun (2010–2020). Perubahan tersebut menurunkan simpanan karbon dari 2,30 Gt C (1990) menjadi 1,95 Gt C (2020), dengan total carbon loss mencapai 674,29 juta ton C atau setara 2,47 Gt ????????2????. Validasi model menunjukkan nilai Kappa sebesar 0,7574 (kategori kesepakatan kuat). Proyeksi menunjukkan bahwa skenario PFA menghasilkan carbon loss terendah (41% lebih rendah dibandingkan BAU), sedangkan skenario KSPP menghasilkan carbon loss lebih tinggi dibandingkan PFA dan PLP, mengindikasikan potensi konflik antara target ketahanan pangan dan komitmen mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencapaian FOLU Net Sink 2030 di Kalimantan Tengah memerlukan pendekatan kebijakan terpadu yang mengintegrasikan perlindungan hutan, restorasi gambut, dan perencanaan tata ruang berbasis jasa ekosistem karbon.

2026
👤 Penulis: Epi Rahayu
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

KARAKTERISASI RESERVOIR DAN ESTIMASI SUMBER DAYA HIDROKARBON PADA LAPANGAN SSONNE, CEKUNGAN SARAWAK, MALAYSIA

Minyak dan gas bumi merupakan salah satu energi utama bagi kehidupan manusia. Lapangan SSONNE merupakan lapangan hidrokarbon yang terletak di Cekungan Sarawak, Malaysia dengan luas 10.05 km2. Lapangan SSONNE memiliki potensi hidrokarbon yang cukup menjanjikan sehingga diperlukan kajian mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi Lapangan SSONNE secara komprehensif, meliputi fasies dan lingkungan pengendapan, properti petrofisika, serta estimasi sumber daya hidrokarbon (OGIP). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sumur yang mencakup rangkuman deskripsi keratan bor, log tali kawat, dan data seismik. Penelitian ini dilakukan melalui analisis stratigrafi sikuen, analisis fasies dan lingkungan pengendapan, analisis petrofisika, serta estimasi sumber daya hidrokaron secara terintegrasi dan berurutan. Hasil analisis stratigrafi sikuen menunjukkan interval penelitian yang terletak pada NBC 2 – NBC 3 merupakan endapan LST/TST dan HST. Interval NBC 2 – NBC 3 dibagi menjadi dua reservoir berdasarkan parasikuennya, yaitu Reservoir 1 (NBC 3 – SB 2) dan Reservoir 2 (FS 6 – SB 1). Secara stratigrafi, sikuen terbagi menjadi dua batas sikuen. Hasil analisis fasies berdasarkan deskripsi keratan bor dan log tali kawat serta deskripsi batuan inti sumur lainnya (SSW-001) pada interval NBC 3 – NBC 2, menunjukkan empat litofasies yaitu Smf, Sfvf, Fsm, dan C serta tiga asosiasi fasies yaitu tidal bar, tidal flat, dan salt marsh. Ketiga asosiasi fasies menyusun lingkungan pengendapan berupa tide-dominated estuary. Hasil analisis petrofisika menunjukkan interval penelitian memiliki nilai rata-rata volume serpih, porositas efektif, dan saturasi air masing-masing pada Reservoir 1 sebesar 0.3112, 0.1367, dan 0.5173 serta Reservoir 2 sebesar 0.2229, 0.1529, dan 0.5804. Hasil interpretasi seismik menunjukkan antiklin dan sesar normal pada interval penelitian. Hasil estimasi sumber daya hidrokarbon menghasilkan sumber daya OGIP masing-masing pada Reservoir 1 sebesar 4.52 BSCF dan Reservoir 2 sebesar 12.79 BSCF.

2026
👤 Penulis: Nazarina Aura Salsabilla
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KONSTRUKSI IDENTITAS BUDAYA SUNDA: ANALISIS REPRESENTASI OLEH KREATOR KONTEN TIKTOK

Perkembangan media digital telah menggeser kendali representasi budaya dari institusi media konvensional ke tangan individu. TikTok, sebagai platform video pendek dengan pengguna terbesar di Indonesia, menjadi ruang representasi budaya lokal, termasuk budaya Sunda, namun logika algoritma dan viralitasnya membuka kemungkinan reinterpretasi nilai kesundaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi budaya Sunda dalam konten TikTok dan memahami bagaimana identitas budaya tersebut dikonstruksi, mencakup bentuk representasi, unsur budaya yang muncul, pola representasi lintas kategori konten, serta indikasi pergeseran pemaknaan nilai kesundaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan metode analisis representasi berbasis kerangka encoding-decoding Stuart Hall (1980; 1997), diperkaya Circuit of Culture (du Gay dkk., 1997). Data dikumpulkan melalui pengamatan digital non-partisipan dan purposive sampling terhadap dua belas video dari sebelas kreator, dikelompokkan ke dalam empat kategori konten: persona, hiburan, kesenian, dan edukasi. Hasil menunjukkan bahasa Sunda hadir konsisten lintas seluruh kreator sebagai infrastruktur representasi identitas. Dari delapan nilai kesundaan yang dianalisis, distribusi kemunculannya tidak merata dan umumnya hadir melalui tindakan, bukan deklarasi eksplisit. Keempat kategori konten menunjukkan mekanisme representasi yang berbeda tanpa satu kategori yang lebih “Sunda” dari yang lain, dan posisi encoding kreator tersebar dari dominan-afirmatif hingga oposisional. Terkait reinterpretasi, yang dominan terjadi adalah mediasi, bukan mutasi: substansi nilai tidak berubah, yang berubah adalah medium, jangkauan audiens, dan format kemasannya. Ditemukan pula tiga kemunculan baru: morfologi linguistik baru, medium transmisi berbasis video pendek, dan perluasan komposisi penutur otoritatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi budaya Sunda di TikTok adalah proses identitas yang becoming, perluasan ruang ekspresi nilai, bukan perubahan substansinya. Penelitian ini menyumbangkan perluasan kerangka encoding-decoding dan Circuit of Culture ke konteks platform digital, serta menjadi referensi bagi kreator, akademisi, dan pihak pelestarian budaya lokal.

2026
👤 Penulis: Abdurrahman Raihan Syahid
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

TUBUH ANTROPOSEN: POETIC DYSTOPIA KEKARYAAN DENGAN METODE OTONOMI-HETERONOMI

Penelitian penciptaan ini berangkat dari persoalan pluralitas paradigma dalam seni rupa kontemporer yang tidak lagi dapat dipahami melalui satu pendekatan estetik maupun metodologis yang tunggal. Dalam konteks tersebut, penelitian ini memusatkan perhatian pada tubuh manusia sebagai metafor paradoksal dalam era Antroposen: manusia sebagai pelaku sekaligus korban krisis ekologis global. Antroposen dipahami bukan sekadar sebagai isu lingkungan, melainkan sebagai kondisi yang mengubah relasi manusia dengan dunia, serta memengaruhi cara manusia merasakan, mempersepsi, dan membayangkan masa depan ekologisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan practice-based research melalui metode otonomi–heteronomi, yaitu pendekatan yang mempertahankan ketegangan antara kebebasan eksplorasi estetik dengan keterhubungan karya terhadap konteks sosial ekologis. Metode tersebut dioperasikan melalui dua pendekatan yang saling berkaitan, yaitu research-led practice dan practice-led research. Tahap pertama dilakukan melalui kajian terhadap seni rupa kontemporer, Antroposen, teori afek, pengalaman estetik, serta representasi tubuh. Tahap kedua diwujudkan melalui praktik penciptaan karya yang mengeksplorasi tubuh, materialitas, ruang, cahaya, dan atmosfer visual melalui medium patung, instalasi, expanded painting, dan light box. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan otonomi–heteronomi memungkinkan karya menghadirkan pengalaman estetik yang bekerja melalui afek, persepsi, dan sensibilitas tubuh, alih-alih melalui penyampaian pesan ekologis yang bersifat langsung atau didaktik. Tubuh-tubuh yang rusak, ambigu, dan paradoksal dihadirkan melalui strategi puitik distopis yang membangun ketegangan antara daya tarik visual dan rasa genting, melahirkan pengalaman horror sublime dan uncanny yang bersifat reflektif namun tidak sepenuhnya stabil. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengalaman seni rupa kontemporer tidak dapat dijamin menghasilkan kesadaran ekologis publik secara linear maupun terukur, karena pengalaman pemirsa selalu dipengaruhi oleh kondisi persepsi, habitus visual, dan konteks sosial yang melingkupinya. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan metode otonomi–heteronomi sebagai kerangka praktik penciptaan seni rupa kontemporer berbasis Antroposen, sekaligus memperlihatkan bahwa seni dapat berfungsi sebagai ruang pengalaman estetik yang mempertahankan kompleksitas, ambiguitas, dan kerentanan krisis ekologis tanpa harus direduksi menjadi instrumen komunikasi moral maupun solusi sosial yang bersifat langsung.

2026
👤 Penulis: Asmudjo Jono Irianto
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EVALUASI ADOPSI TEKNOLOGI OTOMASI UNTUK OPTIMASI PRODUKSI: KERANGKA KEPUTUSAN STRATEGIS MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

Di tengah persaingan global yang ketat, sektor manufaktur di Indonesia mengadapi tekanan ketat dalam upaya meningkatkan produktivitas dan meminimalisir pemborosan operasional. PT Sepatu Kanan, perusahaan manufactur alas kaki di Indonesia dengan jumlah karyawan 28,000 dan kapasitas produksi 3.000 pasang sepatu per hari, mengahadapi tantangan tersebut secara nyata pada proses calendaring mixing, tahapan penting dalam pembuatan komponen outsole yang bertujuan untuk menjaga ketebalan pada komponen karet lembaran, secara persisten gagal dalam memenuhi standar target kinerja internal. Target internal dari tingkat pemborosan material dibawah 5%, sedangkan saat ini masih tercatatat sebesar 11,53%. Dengan target konsistensi kualitas diatas 90%, situasi saat ini konsistensis kualitas berada dikisaran antara 73% hingga 82%. Kesenjangan terhadap target kinerja tetap signifikan, meskipun uji coba otomasi percontohan pada Q1-Q2 2025 berhasil memperkecil variasi ketebalan dari +- 0,24mm menjadi +- 0,09mm. Permasalahan utama yang ditemukan dalam studi ini adalah tidak adanya kerangka pengambilan keputusan untuk mengevaluasi alternatif secara sistematis Pendekatan studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tiga kerangka analitik secara berurutan, dimulai dengan mengidetifikasi akar masalah menggunakan Kepner-Tregoe Problem Analysis, Value-Focused Thinking untuk menghasilkan solusi alternatif, dan mengevaluasi semua alternative dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Departemen Produksi, Quality Control, Automation, dan Top Level Management sebagai Subject Matter Expert memberikan Pairwise Comparison terhadap 6 kriteria sukses sudah disepakati sebelumnya. Hasil AHP menunjukan System Optimization (Alternatif 2) sebagai Solusi terbaik dengan skor 38,4%, unggul atas Advanced Automation (38%) dan Enhanced Manual Process (23,6%). Integrasi dari ketiga kerangka KT-VFT-AHP merupakan kontribusi utama dalam penelitian ini dan dapat diimplementasikan sebagai alat pengambilan keputusan untuk strategi adopsi teknologi di manufaktur, khususnya bagi perusahaan yang sedang menjalani transisi Industri 4.0 dengan sumber daya yang terbatas.

2026
👤 Penulis: Jelsi Ratu Berlianne
🏷️ Optimasi Produksi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

CIRCUIT BREAKER DENGAN ENFORCEMENT DI DATA PATH KERNEL PADA SERVICE MESH MENGGUNAKAN EBPF

Arsitektur microservice rentan terhadap partial failure dan amplifikasi antrean saat beban memuncak. Pada service mesh, pola circuit breaker (CB) lazim dipakai sebagai mekanisme fail-fast, namun sebagian besar pendekatan menempatkan deteksi dan enforcement CB di user space, sehingga keputusan CB baru berdampak setelah traffic menempuh seluruh lintasan pemrosesan proxy dan menambah latency serta overhead. Penelitian ini mengusulkan Kernel-Assisted Circuit Breaker (KA-CB), yaitu filter berbasis extended Berkeley Packet Filter (eBPF) yang memisahkan policy di user space dari enforcement yang dipindahkan ke tingkat kernel melalui hook XDP dan TC, sehingga memproses permintaan lebih dini dan bersifat melengkapi, bukan menggantikan, CB user space. Prototype dievaluasi pada service mesh berbasis Istio mengikuti Design Science Research Methodology (DSRM) melalui controlled experiment yang membandingkan Istio, Linkerd, dan Cilium sebagai baseline dengan Istio yang dipadukan KA-CB, pada skenario transient overload dan noisy neighbors dengan workload Online Boutique di Google Kubernetes Engine, masing-masing sepuluh run dan diuji secara non-parametrik disertai ukuran efek. Istio-kacb-hybrid mencatat latency terendah pada seluruh sel, dengan penurunan p95 sekitar 65-70% terhadap istio-baseline yang signifikan dan berukuran efek besar serta setidaknya setara dengan linkerd-baseline. Penggunaan CPU sidecar dan laju context switch turun sekitar 13-24% secara neto, dengan peningkatan memori kecil sekitar 4-5%. Keunggulan tersebut menyertai satu trade-off, yaitu success rate istio-kacb-hybrid merupakan yang terendah, sekitar 50-51% dibandingkan 65-82% pada ketiga baseline, sehingga perbaikan latency dibaca sebagai pertukaran antara latency dan ketersediaan layanan dan bukan perbaikan tanpa syarat. Kebaruan penelitian terletak pada relokasi enforcement CB ke data path kernel sementara policy tetap di user space, yang memperluas pola eBPF network function ke ranah operasi resiliensi.

2026
👤 Penulis: Aditiya Lityanian Al Nasir
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN WEARABLE BERBASIS FUSI SENSORINERSIA KARDIA UNTUK ANALISIS PERFORMA LARI

Pemantauan performa lari pada pelari rekreasional idealnya mengintegrasikan beban eksternal (external load), yang merepresentasikan usaha mekanik, dan beban internal (internal load), yang mencerminkan respons fisiologis, namun perangkat wearable komersial yang tersedia umumnya terfragmentasi dan bersifat tertutup (black box). Tugas Akhir ini merancang dan mengimplementasikan prototipe wearable berbasis dada (chest-mounted) terbuka yang memfusikan sensor inersia dan elektrokardiografi (EKG) untuk analisis performa dan kelelahan lari. Sistem dibangun pada mikrokontroler XIAO ESP32-C3 dengan sensor inersia LSM6DSO, barometer BMP388, dan modul EKG satu sadapan MAX30003, serta telemetri nirkabel berbasis MQTT menuju dashboard web. Parameter gait diekstraksi dari sinyal IMU, sedangkan running power diestimasi menggunakan model analitik berbasis fisika dengan kalibrasi empiris berbasis komponen aerodinamik, percepatan horizontal, elevasi, dan osilasi vertikal, kemudian difusikan dengan heart rate untuk menghitung efficiency index (EI) dan mengidentifikasi fenomena cardiac drift sebagai indikator relatif penurunan efisiensi fisiologis selama aktivitas lari berkepanjangan. Pengujian melibatkan enam subjek pada skenario indoor (treadmill 6, 8, dan 10 km/jam), outdoor, dan endurance, dengan acuan Stryd, Garmin Forerunner, dan sistem akuisisi BIOPAC. Heart rate dan cadence merupakan parameter paling andal dengan MAPE masing-masing sekitar 5% dan 6%, sedangkan estimasi kecepatan dan running power absolut masih bersifat moderat dengan MAPE masing-masing sekitar 15% dan 17%; validasi terhadap BIOPAC menunjukkan heart rate dan mean RR yang sangat mendekati acuan kelas laboratorium dengan MAPE sekitar 2%. Komponen daya elevasi (Pclimb) bekerja sesuai prinsip fisika, dan cardiac drift terdeteksi pada lima dari enam subjek serta selaras dengan persepsi kelelahan subjektif. Karena validasi terhadap BIOPAC dan Pclimb dilakukan pada satu subjek, kontribusi utama penelitian ini adalah demonstrasi feasibility kerangka sistem pemantauan performa lari yang terintegrasi dan bersifat white box, dengan akurasi parameter biomekanik absolut dan perluasan jumlah subjek validasi sebagai area pengembangan selanjutnya.

2026
👤 Penulis: Kanzha Haiqa Arsytya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGARUH JENIS KEMASAN SEKUNDER PADA TRANSPORTASI DARAT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN MUTU TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM L.) SELAMA PENYIMPANAN

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan komoditas hortikultura yang mudah mengalami kerusakan selama proses transportasi dan penyimpanan akibat sifatnya yang mudah rusak dan sensitif terhadap tekanan mekanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis kemasan sekunder pada transportasi darat terhadap karakteristik fisik dan mutu tomat selama penyimpanan suhu ruang, serta menentukan jenis kemasan yang paling efektif dalam mempertahankan kualitas tomat. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan empat perlakuan jenis kemasan, yaitu cardboard single wall, cardboard double wall, styrofoam, dan keranjang plastik, dengan enam ulangan. Tomat disimulasikan mengalami transportasi darat, kemudian disimpan pada suhu ruang selama delapan hari. Parameter yang diamati meliputi kekerasan, total padatan terlarut, total asam tertitrasi, rasio gula asam, susut bobot, warna (L* dan Hue°), kerusakan fisik, serta uji organoleptik (warna, tekstur, aroma, dan rasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan sekunder berpengaruh terhadap perubahan karakteristik fisik dan mutu tomat selama penyimpanan. Kemasan styrofoam dan cardboard double wall mampu mempertahankan kekerasan buah, menekan susut bobot, serta menurunkan tingkat kerusakan fisik dibandingkan kemasan lainnya. Secara organoleptik, seluruh perlakuan masih berada pada kategori cukup disukai hingga disukai panelis, namun perbedaan kemasan mempengaruhi pola penerimaan panelis selama penyimpanan. Berdasarkan hasil tersebut, kemasan styrofoam dan cardboard double wall direkomendasikan sebagai kemasan sekunder yang paling efektif untuk mempertahankan mutu tomat selama transportasi darat dan penyimpanan suhu ruang.

2026
👤 Penulis: Panji Lintang Muqitta
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

REKOMENDASI STRATEGIS UNTUK MEMPERBAIKI POSISI HONDA SCOOPY DI PASAR MELALUI PENINGKATAN RELEVANSI PRODUK DAN KESELARASAN KOMUNIKASI

Sepeda motor memiliki peran yang penting dalam sistem mobilitas masyarakat Indonesia, baik sebagai alat transportasi maupun sebagai bagian dari aktivitas sosial dan kehidupan ekonomi sehari-hari. Di industri sepeda motor, kategori sepeda motor matic atau AT menjadi kategori yang paling dominan di pasar domestik, dan kategori ini masih memiliki tingkat kompetisi tertinggi di Indonesia. Salah satu kelompok desain yang menunjukkan trend positif adalah fashionable AT scooter. Namun, Honda Scoopy sebagai produk utama di segmen ini, menghadapi penurunan performa penjualan, walaupun segmen ini terus menunjukkan tren yang positif. Kondisi ini menjadi permasalahan bisnis karena penurunan performa tidak terjadi di kategori yang sedang melemah, melainkan di segmen yang masih memiliki potensi untuk bertumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi dan preferensi konsumen dalam membeli fashionable AT scooter, menganalisa faktor internal dan eksternal yang berkontribusi terhadap penurunan penjualan, serta formulasi rekomendasi strategis untuk memperkuat posisi Scoopy di pasar. Penelitian ini berfokus pada pasar domestik Indonesia, dengan Honda Scoopy sebagai objek utama, dan Yamaha Fazzio sebagai kompetitor utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena permasalahan yang dihadapi di penelitian ini terkait dengan persepsi konsumen, nilai simbolis, preferensi gaya hidup, relevansi produk, dan keselarasan komunikasi, yang membutuhkan eksplorasi mendalam melebihi data kuantitatif. Data primer didapatkan melalui wawancara dengan tim internal AHM, dan pengguna fashionable AT scooter, yang terdiri dari pengguna Scoopy dan Fazzio. Data sekunder diperoleh dari data internal AHM, laporan pasar, beberapa hasil survei, dan material komunikasi. Data dianalisa menggunakan analisis tematik dengan pendekatan metodologi Gioia untuk mempertahankan keterkaitan antara data mentah dari hasil wawancara, dengan first-order concepts, second-order themes, dan aggregate dimensions. Temuan penelitian kemudian dianalisa menggunakan beberapa alat analisis kondisi internal dan external, seperti PESTEL, Porter’s Five Forces, Product Life Cycle, Integrated Marketing Communication, Marketing Mix 7P, EFAS, IFAS, SFAS, dan TOWS matrix. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa preferensi konsumen di segment fashionable AT scooter, cukup kuat dipengaruhi oleh faktor identitas dan simbolis. Konsumen tidak hanya menilai sepeda motor mereka sebagai alat transportasi saja, tapi juga sebagai produk yang merepresentasikan gaya hidup, ekspresi diri, dan identitas visual. Warna dan ekspresi visual muncul sebagai factor yang penting dalam membentuk persepsi konsumen dan pertimbangan pembelian. Scoopy sendiri dipersepsikan dengan brand yang kuat dan terpercaya, namun mulai dipersepsikan sebagai motor yang aman, mainstream, dan kekurangan pembeda visual jika dibandingkan dengan Fazzio. Di sisi lain, Fazzio dipersepsikan sebagai motor yang ekspresif, muda dan memiliki pembeda visual yang kuat, terutama dari pilihan warna yang fresh dan sesuai dengan trend visual saat ini. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Scoopy menghadapi communication alignment gap. Media sosial, terutama Instagram dan TikTok, menjadi titik kontak yang penting dalam membentuk persepsi konsumen. Walau demikian, komunikasi Scoopy saat ini dipersepsikan kurang berkaitan dengan aktivitas harian, gaya hidup, dan ekspresi identitas dari target penggunanya. selain itu, eksekusi dealer dan titik kontak offline juga belum sepenuhnya sesuai dengan image fashionable yang ingin dikomunikasikan oleh perusahaan. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa penurunan performa Scoopy kurang terkait dengan pelemahan pasar, dan lebih terkait dengan kurang sesuainya perubahan ekspektasi konsumen dengan respon produk dan komunikasi Scoopy saat ini. Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini mengidentifikasi dua strategic gaps utama, yaitu product relevance gap dan communication alignment gap. Product relevance gap mencerminkan penurunan diferensiasi visual dan relevansi simbolis dari sudut pandang konsumen. Sedangkan communication alignment gap mencerminkan ketidakkonsistenan antara positioning yang diinginkan perusahaan dengan persepsi yang terbentuk di berbagai titik kontak. Sehingga, penelitian ini memformulasikan rekomendasi strategis yang berfokus pada peningkatan relevansi produk dan perbaikan keselarasan komunikasi. Rekomendasi-rekomendasi ini mencakup penguatan komunikasi media sosial dengan mengacu pada gaya hidup, peningkatan relevansi pesan, pengembangan warna baru pastel dan tone-down, pengembangan aksesoris retro, penyelarasan komunikasi antara dealer dengan frontliners, serta persiapan penyegaran produk yang bersifat jangka panjang dan berkelanjutan. Kontribusi dari penelitian ini terletak pada analisis strategis yang terintegrasi dengan produk mature yang menghadapi penurunan sales di segment yang sedang bertumbuh. Penelitian ini menggabungkan perilaku konsumen, relevansi produk, keselarasan komunikasi, dan alat manajemen stratejik untuk dapat menjelaskan bagaimana sebuah produk yang memiliki brand yang kuat bisa kehilangan relevansinya saat ekspektasi konsumen berubah. Selain itu, penelitian ini juga memberikan rekomendasi manajerial, roadmap implementasi, KPI dan pemetaan departemen yang bertanggung jawab untuk mendukung AHM dalam membuat keputusan terkait penguatan posisi Scoopy di segmen fashionable AT.

2026
👤 Penulis: Erwin Arifianto Lihawa
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kepatuhanan

MEMANFAATKAN AI DAN DATA ANALITIK DI INDUSTRI KEAMANAN UNTUK MENGURANGI PEMICU BIAYA DAN MEAN TIME TO RESPOND (MTTR) DI PT ARA DELVIN

Studi ini meneliti kinerja operasional PT ARA DELVIN di pasar yang semakin menuntut layanan keamanan yang lebih cepat, transparan, dan berbasis teknologi. Penelitian berfokus pada dua isu bisnis yang saling terkait: pemicu biaya (cost drivers) utama perusahaan dan Mean Time to Respond (MTTR). Meskipun PT ARA DELVIN memiliki posisi pasar yang kuat, operasinya masih sangat bergantung pada tenaga kerja, dan berbagai sistem pemantauan – alarm, CCTV, kontrol akses, dan sensor IoT – bersifat terfragmentasi dan tidak saling terhubung. Akibatnya, biaya operasional tinggi dan respons terhadap insiden lambat. MTTR saat ini rata-rata 32 hingga 37 menit, sedangkan target internal adalah 17 menit. Pemicu biaya utama yang teridentifikasi meliputi ketergantungan pada tenaga kerja, sistem multi-vendor yang terfragmentasi, koordinasi manual antara SROC dan tim lapangan, serta minimnya penggunaan analitik prediktif. Penelitian ini mengkaji bagaimana AI, IoT, dan analitik data dapat mengatasi pemicu biaya tersebut dan mengurangi MTTR. Studi ini merupakan studi kasus kualitatif eksploratif, dilengkapi lapisan kuantitatif menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) untuk menilai kesiapan pengguna, karena setiap implementasi sistem di organisasi padat tenaga kerja akan gagal tanpa kesiapan internal. Kerangka DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) digunakan untuk mendiagnosis secara sistematis pemicu biaya dan gap MTTR. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan manajemen dan staf operasional, focus group discussion, observasi lapangan, dan kuesioner terstruktur. Secara paralel, catatan insiden, laporan alarm, catatan MTTR, dan catatan pemeliharaan ditinjau untuk mengidentifikasi inefisiensi biaya. Empat isu utama muncul dari analisis: ketergantungan tinggi pada tenaga kerja yang menjadi pemicu biaya terbesar; sistem multi-vendor yang terfragmentasi sehingga sulit diintegrasikan; koordinasi manual antara SROC dan tim lapangan yang memperpanjang MTTR; dan minimnya penggunaan analitik prediktif sehingga operasi tetap reaktif. Solusi yang diusulkan berpusat pada satu platform terintegrasi yang menghubungkan sistem alarm, CCTV, sensor IoT, dan kontrol akses dalam satu dasbor, dengan pengiriman otomatis, peringatan real-time, dan pelaporan terintegrasi. Analitik prediktif memungkinkan perusahaan bertindak sebelum insiden meningkat. Dampak yang diharapkan bersifat ganda: penurunan pemicu biaya operasional utama (ketergantungan tenaga kerja yang lebih rendah, biaya pemeliharaan sistem terfragmentasi yang berkurang, serta penurunan rework) dan perbaikan signifikan MTTR menuju target internal 17 menit.

2026
👤 Penulis: Aled
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KERANGKA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENGAMANKAN PASOKAN SAF BERBASIS UCO UNTUK KEPATUHAN MANDAT NASIONAL DI PT PERTAMINA PATRA NIAGA

Dalam studi ini, isu bisnis yang dipertimbangkan melibatkan masalah pengambilan keputusan strategis yang dihadapi PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dalam memperoleh pasokan Minyak Jelantah (Used Cooking Oil/UCO) berkualitas yang memadai dan memenuhi persyaratan untuk produksi Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF). Pemerintah Indonesia memberlakukan aturan campuran SAF 1% pada tahun 2027 dan meningkatkannya menjadi 5% pada tahun 2029 sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 113.K/EK.05/MEM.E/2026. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) harus merumuskan strategi yang sesuai dengan aspek komersial dan hukum terkait rantai pasokan. Oleh karena itu, studi ini meneliti empat strategi alternatif: strategi 100% "Make" UCO, strategi 100% "Buy" UCO, strategi 100% "Make" SAF Domestik, dan strategi "Partially Buy” SAF. Penelitian ini menggunakan teknik multi-kriteria yang dikenal sebagai Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan mengumpulkan data utama melalui interview semi-tersetruktur dan kuesioner AHP di antara anggota Dewan Direksi Subholding Downstream PPN. Hasil analisis AHP mengungkapkan bahwa prioritas eksekutif menekankan pada Objektif Bisnis (59.1%) khususnya menyeimbangkan kelayakan Komersial dengan Objective Kepatuhan (40.9%). Sehingga, 100% "Make" SAF Domestik menjadi strategi yang dipilih dalam studi ini (36,2%), didukung dengan strategi 100% "Beli" UCO (31,3%) untuk pengadaan bahan baku. Untuk mencegah potensi inefisiensi rantai pasokan, seperti kekurangan bahan baku atau bahan baku yang tidak tersertifikasi, penelitian ini mengusulkan pendekatan dalam menyediakan bahan baku yang dapat dilacak secara digital: membeli pasokan UCO dalam jumlah besar dari pihak ketiga dengan berkolaborasi dengan jaringan masyarakat dan melibatkan Badan Gizi Nasional dalam kerangka program MBG. Pada akhirnya, studi ini menyediakan alat bantu pengambilan keputusan berbasis AHP yang komprehensif, menghasilkan rekomendasi berbasis fakta untuk menciptakan rantai pasokan UCO yang sesuai dan layak secara biaya dan kepatuhan guna mendukung mandat SAF nasional Indonesia.

2026
👤 Penulis: Ahmad Tiko Widodo
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

KAJIAN METODE EKSTRAKSI DAN POLARITAS PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA (TEN.) STEENIS)

Binahong merupakan tumbuhan yang banyak digunakan di Indonesia sebagai obat tradisional dan kaya akan kandungan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode ekstraksi dan polaritas pelarut terhadap kapasitas antioksidan ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia). Metode ekstraksi yang digunakan adalah refluks dan maserasi dengan tiga jenis pelarut yang memiliki tingkat polaritas berbeda, yaitu n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Kapasitas antioksidan dievaluasi melalui uji penangkapan radikal bebas (DPPH), ferric reducing antioxidant power (FRAP), dan cupric ion reducing antioxidant capacity (CUPRAC), dengan hasil dinyatakan sebagai mg ascorbic acid equivalent antioxidant capacity per gram ekstrak (mg AEAC/g). Penetapan kapasitas antioksidan, kadar fenol total, dan kadar flavonoid total dilakukan menggunakan metode spektrofotometri ultraviolet-sinar tampak. Secara umum, metode refluks meningkatkan ekstraksi senyawa fenolik dan flavonoid dibandingkan dengan metode maserasi. Ekstrak etil asetat dengan metode refluks menunjukkan kadar fenol dan flavonoid tertinggi. Ekstrak etil asetat dan etanol memberikan performa yang lebih baik pada seluruh metode pengujian. Ekstrak etil asetat paling efektif dalam mereduksi ion Cu2+, sedangkan ekstrak etanol menunjukkan aktivitas penangkapan radikal bebas dan kemampuan reduksi besi (FRAP) yang signifikan. Senyawa golongan fenol dan flavonoid berkontribusi terhadap potensi antioksidan daun binahong. Teknik ekstraksi dan polaritas pelarut berperan penting dalam mengoptimalkan kapasitas antioksidan ekstrak daun Anredera cordifolia.

2026
👤 Penulis: Maria Adriana Widagdo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

MODEL DINAMIKA TUMOR-IMUN PADA KANKER PAYUDARA DENGAN INTERVENSI TERAPI

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan jumlah kasus yang tinggi, sehingga diperlukan pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan pengendaliannya. Tugas akhir ini membahas model dinamika tumor-imun pada kanker payudara dengan intervensi terapi. Model dasar yang digunakan menggambarkan interaksi antara sel tumor MCF-7, natural killer cell (NK cell), cytotoxic T lymphocyte (CTL), white blood cell (WBC), serta pengaruh estrogen terhadap pertumbuhan tumor. Kajian dilakukan melalui analisis titik kesetimbangan, kestabilan lokal, simulasi numerik, dan bifurkasi numerik terhadap parameter efektivitas CTL. Hasil analisis menunjukkan bahwa model dasar memiliki beberapa titik kesetimbangan yang dapat dikaitkan dengan kondisi bebas tumor, dormansi, dan escape. Bifurkasi numerik terhadap parameter p6 menunjukkan perubahan jumlah titik kesetimbangan dari tiga menjadi lima, kemudian kembali menjadi tiga, yang mengindikasikan adanya bifurkasi saddle-node. Selanjutnya, model dikembangkan dengan menambahkan kemoterapi dan imunoterapi berupa TIL dan IL-2 eksternal. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tanpa treatment, populasi tumor menuju kondisi escape, sedangkan seluruh skenario treatment yang dikaji mampu menekan tumor menuju kondisi dormansi atau terkendali. Skenario kombinasi simultan menghasilkan waktu masuk dormansi paling cepat, sedangkan skenario kombinasi sekuensial menghasilkan reduksi maksimum tumor terbesar. Hasil ini menunjukkan bahwa model matematika dapat digunakan untuk memahami secara kualitatif pengaruh terapi terhadap dinamika tumor-imun.

2026
👤 Penulis: Kamila Asmi Dewiyanti
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi
Halaman 27 dari 349
💬