📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 44 dokumen

DAMPAK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR BERBASIS REL TERHADAP NILAI LAHAN (STUDI KASUS LRT JAKARTA: STASIUN PEGANGSAAN DUA – STASIUN VELODROME)

Peningkatan aksesibilitas dengan cara pembangunan infrastruktur transportasi berbasis rel menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perubahan terhadap nilai lahan. Nilai lahan dalam suatu wilayah bisa mengalami kenaikan nilai lahan dan penurunan nilai lahan. Kenaikan nilai lahan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah sehingga dapat meningkatkan pendapatan pemerintah dan penurunan nilai lahan bisa disebabkan oleh dampak eksternalitas seperti kebisingan yang dapat merugikan masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya identifikasi terhadap perubahan nilai lahan untuk perencanaan tata ruang suatu wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah menginvestigasi pengaruh pembangunan infrastruktur berbasis rel terhadap nilai lahan dalam ruang lingkup wilayah LRT Jakarta dari Stasiun Pegangsaan Dua sampai dengan Stasiun Velodrome karena belum ada penelitian yang secara spesifik di lokasi wilayah LRT Jakarta. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta dan website resmi pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah spatial-statistic analysis, hedonic pricing model dengan menggunakan regresi linier berganda OLS, dan difference in differences analysis. Hasil dari penelitian ini adalah pembangunan infrastruktur berbasis rel memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai lahan di sekitarnya baik untuk radius buffer 800 m dan untuk radius buffer 2 km. Pengaruh perubahan nilai lahan dipengaruhi oleh variabel independen yaitu untuk buffer 800 m antara lain peruntukan lahan, jarak ke taman/RTH terdekat, jarak ke pusat perbelanjaan terdekat, jarak ke fasilitas pendidikan terdekat, dan jarak ke terminal bus terdekat. Pada buffer 2 km variabel independen yang mempengaruhi nilai lahan antara lain kepadatan penduduk, jarak ke rumah sakit terdekat, jarak ke pusat perbelanjaan terdekat, dan jarak ke halte transjakarta terdekat. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pembangunan infrastruktur berbasis rel berpengaruh signifikan terhadap nilai lahan di kawasan sekitarnya. Oleh karena itu, rekomendasi penelitian ini berkaitan dengan perlu adanya peningkatan aksesibilitas yang baik untuk menuju stasiun LRT Jakarta.

2024
👤 Penulis: Yopi Juansyah Abdulrahman
🏷️ Geografis 🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN SARANA PENYALIRAN PADA ULTIMATE PIT LIMIT TAMBANG TERBUKA AREA IUP LEMPUNG DAN LATERIT PT XYZ

PT XYZ merupakan sebuah perusahaan tambang yang akan menambang komoditas lempung dan laterit untuk menunjang kegiatan utama dengan metode tambang terbuka pada area operasi di wilayah Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Secara umum, kondisi hidrologi dari area operasi akan mempengaruhi proses kemajuan tambang yang ada, maka dari itu diperlukan suatu rancangan sarana penyaliran agar kegiatan pertambangan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan. Perencanaan diawali dengan analisa data hujan pada stasiun penakaran selama periode 2013-2021 dengan menggunakan persebaran data Log Pearson III sehingga diperoleh curah hujan rencana sebesar 130.07 mm dan intensitas hujan rencana sebesar 21.68 mm/jam untuk periode ulang 15 tahun. Berdasarkan data topografi yang diperoleh, dilakukan pembuatan sub-catchment area dengan luas total sebesar 136.36 ha yang terbagi menjadi 22 area. Sesuai dengan kebutuhan dan kondisi existing fasilitas pengendapan yang ada, dilakukan analisis terhadap dua skenario pengaliran air dengan skenario terpilih untuk memisahkan jaringan air antara area penambangan lempung dan laterit. Maka dari itu, dibutuhkan sarana penyaliran berupa saluran terbuka, drop structure, gorong-gorong, kolam retensi, dan kolam pengendapan pada area penambangan. Saluran terbuka dikategorikan menjadi empat jenis yang berbentuk trapesium dengan dimensi lebar penampang bawah x lebar penampang atas x tinggi sebesar 1,08x0,5x1 m; 1,61x0,8x0,7 m; 1,92x1x0,8 m; 2,35x1,2x1 m. Pembangunan drop structure dilakukan pada lereng yang bersifat curam sebanyak 4 (empat) buah, dan dibuat 2 jenis gorong-gorong dengan diameter 1,5 m untuk di bawah jalan tambang dan 1,2 m untuk di bawah ramp. Pengelolaan air dari area penambangan lempung dilakukan dengan melalui pembangunan kolam retensi dengan kebutuhan volume 111,710.25 dan penggunaan kolam pengendap existing Sediment Pond C dengan volume 36.730 m3. Sementara pengelolaan air dari area penambangan laterit dilakukan melalui pembangunan kolam retensi dengan kebutuhan volume 58.454.68 m3 dan kolam pengendapan dengan kebutuhan volume 8.208,67 m3.

2024
👤 Penulis: Rama Kurnia Lie
🏷️ Tambang Terbuka 🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Desain Sistem Penyaliran Air

ANALISIS KINERJA SIMPANG MENGGUNAKAN MODEL MIKROSIMULASI(STUDI KASUS: SIMPANG SANTA – SIMPANG GUNAWARMAN – SIMPANG SENOPATI).

Kemacetan lalu lintas merupakan masalah yang semakin kompleks di perkotaan besar, khususnya di kota-kota metropolitan seperti Jakarta. Simpang Pasar Santa, Simpang Gunawarman, dan Simpang Senopati adalah beberapa contoh simpang penting di Jakarta yang mengalami tekanan lalu lintas tinggi. Ketiga simpang ini merupakan bagian dari jaringan jalan yang menghubungkan berbagai kawasan bisnis, perumahan, dan rekreasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang di lokasi studi dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas dan juga akan mengeksplorasi berbagai alternatif solusi untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan di simpang-simpang tersebut. Dalam penelitian ini melibatkan data primer dan sekunder dengan rincian: geometrik jalan, panjang antrian kendaraan, data lalu lintas (volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, arah pergerakan lalu lintas, fase dan waktu siklus). Dalam konteks ini, analisis kinerja simpang menggunakan aplikasi VISSIM dengan skenario do-nothing untuk kondisi eksisting dan do-something yang terdiri dari tiga alternatif yaitu, penambahan jumlah lajur, penambahan APILL untuk simpang tak bersinyal, dan pembangunan flyover. Berdasarkan hasil simulasi kondisi eksisting (do-nothing) menunjukkan bahwa Simpang Pasar Santa memiliki rata-rata tundaan sebesar 483,57 detik, Simpang Gunawarman sebesar 524,82 detik, dan Simpang Senopati sebesar 356,72 detik, dengan semua simpang berada pada Level of Service F. Selanjutnya untuk analisis do-something menghasilkan peningkatan kinerja lalu lintas yang signifikan, di mana Simpang Pasar Santa mengalami penurunan rata-rata tundaan menjadi 118,61 detik dengan Level of Service B, Simpang Gunawarman menjadi 110,29 detik dengan Level of Service B, dan Simpang Senopati menjadi 168,46 detik dengan Level of Service C.

2024
👤 Penulis: Mohamad Risky Ibrahim
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Lalu Lintas 🏷️ Analisis Hidrologi

PERANCANGAN KOLAM RETENSI CISIRUNG DALAM MENGATASI BANJIR DI KECAMATAN DAYEUHKOLOT KABUPATEN BANDUNG

Kabupaten Bandung merupakan salah satu daerah dengan jumlah penduduk terbanyak dan terpadat di Indonesia dengan beragam problematika. Banjir merupakan salah masalah terbesar yang sering terjadi pada bidang sumber daya air yang dapat dengan salah satu daerah yang sering mengalami banjir adalah Kecamatan Daeyuhkolot. Banjir tersebut menggenangi perkampungan yang berada di dekat beberapa sungai seperti Sungai Citarum dan Sungai Cipalasari sehingga diperlukan penyelesaian masalah banjir untuk mengurangi potensi dan dampak banjir di masa depan. Pada tugas akhir ini digunakan kolam retensi sebagai solusi penanganan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung terutama di Jalan Cisirung. Perancangan kolam retensi dilakukan dengan menganalisis data curah hujan dan tanah di daerah lokasi, dengan tinjauan berupa Sungai Cipalasari. Setelah itu, dilakukan analisis hidrograf sintesis satuan untuk mengetahui debit banjir di Sungai Cipalasari dan dilakukan pemodelan banjir menggunakan aplikasi HEC-RAS. Dengan pemodelan 2D diperoleh penanganan banjir berupa kolam retensi dengan saluran box culvert dan pompa serta normalisasi Sungai Cipalasari berupa pendalaman sungai sehingga tidak didapatkan kembali genangan. Luas genangan tereduksi diperoleh bertahap yaitu 97,78% dan 100%. Dilakukan pula analisis stabilitas tanah berupa analisis lereng kolam retensi dan daya dukung fondasi rumah pompa untuk memastikan bahwa struktur bangunan air di sekitar kolam retensi kokoh. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan pemberian operasi dan pemeliharaan juga dilakukan agar dapat memastikan bahwa kolam retensi dapat berjalan dengan baik.

2024
👤 Penulis: Muhammad Zaky
🏷️ Banjir 🏷️ Kolam Retensi 🏷️ Analisis Hidrologi

PENGEMBANGAN MODEL SUPERVISED MACHINE LEARNING UNTUK MENGKLASIFIKASIKAN PIPA MENGGUNAKAN QUANTITATIVE RISK ASSESSMENT DALAM MENINGKATKAN PERANGKAT LUNAK PEATRICE

Pipa banyak digunakan pada industri minyak dan gas untuk menyalurkan fluida karena efektivitas biaya, keandalan, dan keamanannya. Namun, kegagalan selama pemasangan dan operasi sering terjadi, sehingga penilaian risiko diperlukan. Penilaian risiko melibatkan evaluasi probabilitas kegagalan (PoF) dan konsekuensi kegagalan (CoF). Perangkat lunak PEATRICE menyediakan perhitungan mengenai penilaian ini, tetapi memerlukan banyak data, analisis yang kompleks, dan waktu yang lama. Tugas akhir ini mengembangkan machine learning untuk memprediksi tingkat risiko pipa sebagai hasil penilaian risiko. Metode penilaian risiko yang digunakan adalah penilaian risiko kuantitatif untuk mengevaluasi 361 segmen pipa. Kemudian, lima aloritma machine learning, logistic regression, random forest, support vector machine, k-nearest neighbor, and decision tree, digunakan untuk memprediksi tingkat risiko berdasarkan beberapa fitur. Hasil penilaian menunjukkan bahwa 58% dari total segmen memiliki PoF kategori 4, 71% memiliki area konsekuensi kategori D, dan 45% memiliki konsekuensi keuangan kategori D. Kandungan CO2 juga berkorelasi positif dengan probabilitas kegagalan. Selain itu, lebih dari 78% segmen memiliki tingkat risiko medium-high. Kemudian, machine learning terbukti dapat membuat prediksi berdasarkan fitur yang dipilih, dengan support vector machine mencapai akurasi 78,24% untuk prediksi tingkat risiko berbasis area dan logistic regression 84,8% untuk keuangan.

2024
👤 Penulis: Michelle Rebecca Panjaitan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Risiko Pipa 🏷️ Analisis Hidrologi

ANALISIS HIDROLOGI UNTUK PENCEGAHAN LIMPASAN AIR TAMBANG PADA MATA AIR WARGA SEKITAR BUKAAN TAMBANG PT ABC

Pembukaan lahan tambang dapat mengubah bentang alam, mempengaruhi aliran sungai alami, dan meningkatkan risiko gangguan sumber air. Analisis hidrologi diperlukan guna memahami perubahan setelah pembukaan lahan tambang, untuk melindungi mata air dari kontaminasi tambang. Salah satu komponen penting dalam analisis hidrologi adalah analisis curah hujan menggunakan Distribusi Gumbel, yang telah diuji dengan goodness of fit test untuk memastikan akurasi dan kesesuaian model. Berdasarkan hasil analisis, rencana perlindungan mata air warga dapat dirancang. Terdapat lima daerah tangkapan air (DTA) yang diidentifikasi pengamatan lapangan dan analisis topografi, dengan DTA nomor 2, 3, dan 4 berasal dari daerah penambangan. Kolam retensi akan diletakkan pada outlet dari DTA tersebut untuk menampung air limpasan tambang sehingga tidak menggangu mata air warga. Pembuatan paritan keliling juga digunakan untuk mengarahkan aliran air secara sehingga tidak menggangu mata air. Strategi ini penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas mata air, dan memastikan keberlanjutan sumber daya air.

2024
👤 Penulis: Yudhistira Audley Alghiffary
🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Manajemen Sumber Air 🏷️ Topografi

KERANGKA KERJA PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS BERBASIS AHP UNTUK PEMILIHAN LOKASI OPTIMAL FASILITAS RADIOFARMAKA

Bagi perusahaan farmasi, pemilihan lokasi fasilitas produksi radiofarmaka yang optimal menjadi krusial untuk memastikan efisiensi operasional, efektifitas biaya, dan daya saing pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja pengambilan keputusan multi-kriteria untuk pemilihan lokasi optimal fasilitas radiofarmaka di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian dimulai dengan identifikasi lokasi alternatif, yaitu Cikarang, Cibitung, Cikampek, dan Banjaran yang kemudian identifikasi kriteria utama relevan, yaitu kedekatan dengan pelanggan, aksesibilitas transportasi, dukungan operasional, penerimaan publik, dan penerimaan hukum. Data wawancara dengan para ahli dan pemangku kepentingan dikumpulkan untuk menentukan bobot prioritas setiap kriteria dan sub-kriteria menggunakan perbandingan berpasangan dalam AHP. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa kedekatan dengan pelanggan merupakan kriteria yang paling penting. Sub-kriteria "jumlah rumah sakit yang dilayani" memiliki bobot prioritas tertinggi dalam kriteria kedekatan dengan pelanggan, sedangkan "jarak ke gerbang tol terdekat" menjadi sub-kriteria yang paling penting dalam kriteria aksesibilitas transportasi. Lokasi yang paling optimal untuk pembangunan fasilitas radiofarmaka adalah di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Lokasi ini memiliki keunggulan dalam hal kedekatan dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan, akses transportasi yang baik, serta pemenuhan terhadap regulasi dan perizinan yang berkontribusi pada perolehan skor tertinggi dalam analisis AHP. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa hasil pemilihan lokasi cukup robust terhadap perubahan bobot kriteria. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dengan memberikan kerangka kerja pengambilan keputusan multi-kriteria yang sistematis dalam pemilihan lokasi fasilitas radiofarmaka. Selain itu, penelitian ini juga memberikan wawasan tentang faktor-faktor kunci yang perlu dipertimbangkan.

2024
👤 Penulis: Fakar Daras K, S.Farm. Apt
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Hidrologi

ANALISIS NERACA AIR DAS MAJALAYA TERHADAP PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN MENGGUNAKAN SWAT+

abstrak bisa dilihat di filenya

2024
👤 Penulis: Abdul Wahab Ihsan S.H Lihawa
🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Air 🏷️ Geografi Klimatologi

ANALISIS KEPUTUSAN UNTUK MEMPERBAIKI PRAKTIK FIFO DENGAN MENGKOMBINASIKAN METODE PDCA-AHP

Gudang Cikampek PT Asahimas Flat Glass Tbk. membutuhkan manajemen persediaan yang baik dalam kegiatan hilirnya. Gudang Cikampek telah menggunakan metode FIFO. Namun, praktik FIFO tidak diterapkan secara efektif. Berdasarkan data historis, pada tahun 2023 rata-rata persentase Not FIFO adalah 1,69% untuk produk kaca lembaran. Sementara target Not FIFO mereka adalah 0,7%. Salah satu dampak dari Not FIFO adalah adanya produk yang lebih lama berada di gudang, mereka menyebutnya Slow-Moving Stock (SMS). Jika sebuah produk berada di gudang terlalu lama dan melewati masa penyimpanan, maka kualitasnya akan menurun. Sehingga perusahaan harus menjual produk kaca lembaran yang menjadi NG (Not Good) dengan harga diskon yang besar, sehingga mengakibatkan berkurangnya pendapatan perusahaan. Selain itu, PT Asahimas Flat Glass Tbk. akan mengalami peningkatan biaya penyimpanan dan perawatan gudang yang menambah beban operasional yang berpengaruh pada arus kas perusahaan. Dampak lainnya warehouse operations yang terhambat, sulitnya mengambil produk dari gudang dan membuat proses pemuatan barang jadi untuk pengiriman menjadi terlambat. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar permasalahan dari ketidakefektifan praktik FIFO eksisting, menentukan strategi alternatif untuk mencegah terjadinya Not FIFO yang lebih banyak, dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektifitas praktik FIFO secara keseluruhan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan dan studi literatur. Pengolahan data kualitatif menggunakan 5-Whys Analysis sementara analisis kualitatif dan kuantitatif dengan menggabungkan metode Plan-Do-Check-Act (PDCA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar permasalahan dari praktik FIFO yang tidak efektif disebabkan kurangnya kontrol terhadap praktik FIFO, Standard Operating Procedure (SOP) yang kurang detail. Hasil analisis kombinasi metode PDCA-AHP menghasilkan alternatif terbaik yang dipilih oleh perusahaan, yaitu dengan perbaikan FIFO Flow (43.7%). Dan sebagai rekomendasi untuk meningkatkan efektifitas praktik FIFO secara keseluruhan, dengan Standard Operating Procedure (SOP) melalui pengontrolan dan evaluasi secara berkala untuk mendukung perbaikan berkelanjutan. Rekomendasi strategi ini akan diformulasikan ke dalam Warehousing and Delivery Control Strategy, sehingga dapat membantu perusahaan untuk pengelolaan persediaan kaca yang lebih baik, dan menciptakan efisiensi operasional di gudang serta mempertahankan pendapatan yang lebih tinggi dan mencegah biaya operasional yang tidak perlu.

2024
👤 Penulis: Alya Raisa Khanza
🏷️ Manajemen Persediaan 🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

DESAIN BANGUNAN PENGELAK BENDUNGAN BAGONG, KAB. TRENGGALEK, JAWA TIMUR

Bendungan Bagong merupakan salah satu bendungan di Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur. Bendungan Bagong direncanakan memiliki fungsi tak hanya sebagai sumber air baku, melainkan juga sebagai pengendali banjir, sumber daerah irigasi dan berpotensi menjadi destinasi baru pariwisata. Salah satu proses penting konstruksi Bendungan Bagong adalah pengelakan sungai dengan bangunan pengelak yang terdiri dari terowongan pengelak dan bendungan pengelak. Bendungan Bagong direncanakan mulai konstruksi tahun 2018 dan selesai tahun 2022 namun terkendala pada pembebasan lahan yang membuat jadwal konstruksi tertunda. Karena itu dibutuhkan perencanaan ulang desain bangunan pengelak yang menyesuaikan kondisi aktual di lapangan. Perencanaan ulang meliputi analisis hidrologi yang didasarkan pada buku petunjuk teknis debit banjir pada bendungan dan analisis hidraulika terowongan dengan bantuan perangkat lunak HY-8. Dari hasil perhitungan didapat dimensi terowongan rencana berpenampang lingkaran berdiameter 6 m sepanjang 497 m dengan debit maksimum outflow sebesar 220.27 m3/s dan elevasi muka air banjir maksimum di +274.09 m. Dimensi bendungan pengelak (cofferdam) dipilih tipe zonal inti miring dengan kemiringan lereng 1:4 dan puncak bendungan pengelak pada elevasi +276 m. Rancangan anggaran biaya untuk bangunan pengelak sekitar Rp87.18 milyar.

2024
👤 Penulis: Irfani Zahira Rustiawan
🏷️ Bendungan Bagong 🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Analisis Hydraulika

EVALUASI DAN PERENCANAAN DRAINASE JALAN LEUWI PANJANG KOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT

Pertambahan jumlah penduduk di Kota Bandung mempengaruhi tata guna lahan yang ada, salah satunya terkait daerah resapan air. Hal tersebut menyebabkan beberapa daerah menjadi rawan terjadi banjir ketika musim hujan. Salah satunya yaitu ruas Jalan Leuwi Panjang yang sering mengalami genangan/banjir ketika hujan. Penyusunan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas drainase Jalan Leuwi Panjang dan Sungai Citepus yang menjadi outlet drainase dari jalan tersebut. Metodologi yang dilakukan dalam Tugas Akhir ini terdiri dari analisis hidrologi, analisis hidraulika, pemodelan saluran drainase Jalan Leuwi Panjang menggunakan SWMM 5.1 dan pemodelan Sungai Citepus menggunakan HEC-RAS 6.5. Analisis hidrologi menghasilkan debit rencana sesuai kala ulang yang ditentukan, debit rencana pada saluran drainase jalan menggunakan metode 96rasional sedangkan debit rencana pada sungai menggunakan metode HSS. Kapasitas eksisting saluran drainase Leuwi Panjang (530 x 900) mm sebesar 0,462 m3/s tidak mampu menampung debit banjir rencana sehingga perlu dilakukan redesain saluran drainase jalan tersebut menggunakan U-Ditch (800 x 1500) mm. Kapasitas Sungai Citepus yang menjadi outlet drainase Jalan Leuwi Panjang masih dapat menampung beban layan drainase. Perencanaan redesain saluran drainase Jalan Leuwi Panjang ini diperkirakan membutuhkan biaya setidaknya sebesar Rp4.041.698.145,00

2024
👤 Penulis: Fauzan Muflih Sun
🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Analisis Hidraulika 🏷️ Desain Saluran Drainase

ANALISIS MIKROPLASTIK DI PELABUHAN KEJAWANAN CIREBON

Mikroplastik adalah plastik berukuran < 5 mm yang berasal dari plastik yang telah terdegradasi oleh proses fisik, kimiawi, dan biologis dalam jangka waktu tertentu. Kasus pencemaran mikroplastik di Indonesia khususnya wilayah Cirebon pada tahun 2020 volume sampahnya mencapai 1.319 m3/hari. Tercatat di wilayah pesisir Pantai Cirebon terdapat rata-rata 106 kg sampah yang sebagian besar berasal dari aktivitas manusia. Pelabuhan Kejawanan Cirebon merupakan salah satu lokasi di Cirebon yang tinggi dengan aktivitas manusia. Adanya kontaminasi mikroplastik di Pelabuhan Kejawanan dapat menimbulkan kerugian terhadap seluruh aspek dan merugikan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian analisis mikroplastik di Pelabuhan Kejawanan Cirebon. Data yang digunakan merupakan data primer yaitu sampel air permukaan laut yang diambil secara langsung di Pelabuhan Kejawanan Cirebon. Sampel air diambil di 14 titik. Titik 1-4 diambil pada bulan Oktober 2020 menggunakan manta net dengan ukuran mesh 350. Sedangkan untuk titik 5-14 diambil pada bulan Desember 2023 menggunakan plankton net dengan ukuran mesh 180. Sampel air tersebut selanjutnya dianalisis lebih lanjut di laboratorium untuk diamati bentuk visualnya dengan mikroskop dan dihitung kelimpahannya serta dianalisis menggunakan fourier transform infrared spectroscopy (FTIR) agar diketahui jenis polimernya. Berdasarkan hasil penelitian ini pada tahun 2020 di 4 lokasi Perairan Cirebon ditemukan mikroplastik jenis polyethylene, polyester, vinylidene chloride, polystyrene, dan polyprophylene. Rata-rata kelimpahan mikroplastik per luas dan per volume pada tahun 2020 berturut-turut adalah 0,579 partikel/m2 dan 125,3 partikel/m3 dan didominasi dalam bentuk film dan foam. Sedangkan pada tahun 2023 dengan pengambilan sampel di 10 lokasi yang sebagian besar di Pelabuhan Kejawanan ini, ditemukan jenis polyvinylpyrrolidone, polyethylene, vinylidene chloride, polyester, dan polyamide 6. Rata-rata kelimpahan per luas dan per volume mikroplastik pada tahun 2023 berturut-turut adalah 3,86 partikel/m2 dan 17.090,9 partikel/m3 dan didominasi bentuk fiber dan granule. Walaupun tidak dapat dibandingkan secara eksak antara hasil tahun 2020 dan 2023, tetapi penambahan luas dan volume dari mikroplastik ini diduga terjadi akibat aktivitas antropogenik dan terdistribusi oleh faktor oseanografi, seperti arus laut dan pasang surut.

2024
👤 Penulis: Alif Shidqie Al Bani
🏷️ Mikroplastik 🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN ULANG MANAJEMEN DAN REKAYASA KONSTRUKSI PROYEK REVITALISASI STASIUN MANGGARAI

Proyek Pembangunan Revitalisasi Stasiun Manggarai merupakan proyek yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan transportasi kereta api di area Jakarta Selatan. Proses revitalisasi ini akan membangun bangunan stasiun baru yang menghubungkan antar moda transportasi, terutama moda kereta api. Proyek Revitalisasi Stasiun Manggarai ini merupakan proyek yang kompleks sehingga diperlukan manajemen proyek yang efektif agar proyek dapat selesai tepat waktu dan mememuhi standar kualitas yang diharapkan. Oleh karena itu, aspek manajemen dan rekaya konstruksi memiliki peranan penting dalam pelaksanaan konstruksi. Dalam tugas akhir ini, akan dijelaskan mengenai metode pelaksanaan konstruksi, sistem manajemen keselamatan konstruksi, kuantifikasi volume pekerjaan, perhitungan produktivitas, penjadwalan, dan estimasi biaya konstruksi. Metode pelaksanaan konstruksi yang dirancang terdiri dari pekerjaan persiapan, tanah, struktur bawah, dan struktur atas. Proyek ini memiliki total durasi pembangunan selama 959 hari dengan nilai biaya langsung sebesar Rp589.725.589.644 dan biaya tidak langsung sebesar Rp31.764.195.071. Nilai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) proyek ini adalah sebesar Rp724.346.344.086.

2024
👤 Penulis: Devina Calista Pristiwanti
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Rekayasa Konstruksi 🏷️ Analisis Hidrologi

ANALISIS KOMPARATIF METODE PRAKIRAAN DEBIT DENGAN F. J. MOCK, MARKOV, ARIMA, DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORKS (STUDI KASUS: DAS GUNG, WS PEMALI-COMAL, JAWA TENGAH)

Ketersediaan air merupakan kebutuhan krusial yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi. Tantangan ketersediaan air dan potensi bencana akibat manajemen infrastruktur air yang kurang optimal merupakan perhatian serius. DAS Gung, bagian dari wilayah sungai (WS) Pemali-Comal, adalah salah satu sumber air utama di Kabupaten Tegal yang mengalami masalah ketersediaan air dan banjir akibat degradasi tutupan lahan. Terlebih, belum ada penelitian sebelumnya yang menganalisis prakiraan debit di wilayah ini. Sehingga, penelitian ini ditujukan untuk memperoleh rekomendasi model terbaik yang dapat digunakan untuk mengelola sumber daya air (SDA) di DAS Gung melalui analisis komparatif beberapa model sumber air dalam memprakirakan debit. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap komponen utama hidrologi yang meliputi pola hujan dan debit, serta menganalisis secara komparatif beberapa model prakiraan debit di DAS Gung. Model prakiraan debit yang dikomparasi pada penelitian ini mencakup model F. J. Mock, Markov A&B, ARIMA, dan Artificial Neural Networks (ANN). Validasi model-model tersebut kemudian dilakukan melalui analisis statistik koefisien koreasi (r), root mean square error (RMSE), dan Nash-Sutcliffe efficiency (NSE) dengan data debit sesungguhnya. Pengumpulan data sekunder pada penelitian ini mencakup data hidrologi dan klimatologi yang diperoleh melalui empat pos pencatat curah hujan (Stasiun P1 Dukuhwringin, P2 Procot, P3 Pagongan, dan P4 Slerok), satu pos pencatat debit (Q1 Pesayangan), dan satu stasiun pantau kondisi iklim di sekitar DAS Gung yang diperoleh dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Pemali-Comal dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tegal. Penelitian ini terbagi menjadi dua tahap yang saling berkesinambungan. Tahap pertama mencakup identifikasi tren pola curah hujan, debit, dan variasi iklim di DAS Gung. Tahap kedua mencakup analisis komparatif antara lima model sumber air yang kemudian diuji secara statistik untuk memperoleh model yang terbaik dalam memprakirakan debit di DAS Gung.Analisis tren hidroklimatologi DAS Gung dilakukan dengan data historis 20 tahun (2003-2022) untuk mempelajari kontinuitas dan konsistensi data curah hujan, debit, dan iklim. Metode yang terlibat termasuk pengisian data kosong, uji konsistensi, uji homogenitas, perhitungan rata-rata curah hujan wilayah, dan penentuan tipe iklim DAS Gung. Data debit yang terkumpul telah lengkap sehingga dapat langsung digunakan untuk analisis tren dan pemodelan. Data iklim dari BMKG Maritim Tegal, mencakup suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan lama penyinaran matahari selama 20 tahun (2003-2022). Wilayah DAS Gung memiliki tipe iklim muson dengan puncak musim hujan pada Februari dan musim kemarau pada Agustus. Tren pola hujan ini sejalan dengan pola aliran debit, dengan debit tertinggi pada musim hujan dan terendah pada musim kemarau. Tren klimatologi menunjukkan peningkatan suhu yang signifikan sepanjang tahun, sementara kelembaban dan kecepatan angin hanya sedikit meningkat, sehingga berdampak pada meningkatnya ekstremitas debit kering sepanjang tahun. Validasi model sumber air di DAS Gung dilakukan dengan mempertimbangkan perhitungan statistik r, RMSE, dan NSE dengan data debit sesungguhnya. Model Markov B (5 kelas) menjadi model yang terbaik dengan nilai korelasi (r) paling tinggi (0,9331), RMSE paling rendah (5,2555), dan NSE paling tinggi (0,8593). Kemudian dikuti dengan model arima ARIMA dengan nilai r (0,8214), RMSE (8,3593) dan NSE (0,6665); model ANN dengan nilai r (0,8034), RMSE (8,3593), dan NSE (0,6440), Markov A (3 kelas) dengan nilai r (0,8334), RMSE (8,8073), dan NSE (0,6049); model F. J. Mock dengan nilai r (0,7906), RMSE (12,2695), dan NSE (0,5281). Melalui penelitian ini, diperoleh informasi dinamika debit dan hidroklimatologi di sekitar DAS Gung. Penelitian ini juga dapat dijadikan referensi untuk pengelola SDA di DAS Gung untuk merencanakan SDA yang lebih optimal, mengingat masih banyak ditemukan permasalahan di wilayah tersebut, utamanya longsor, banjir, dan perubahan lahan. Tingkat akurasi dalam prakiraan debit menjadi penting dalam upaya mitigasi risiko bencana dan pemenuhan kebutuhan air. Penelitian ini juga berkontribusi secara signifikan karena masih belum ditemukan penelitian sebelumnya mengenai prakiraaan debit di DAS Gung.

2024
👤 Penulis: Ahya Aulia Oktarini
🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Model Prakiraan Debit 🏷️ Penanganan Bencana Alam
Halaman 3 dari 3
💬