📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 37 dokumen

KAJIAN IDENTIFIKASI FENOMENA FLASH DROUGHT DI WILAYAH INDONESIA

Fenomena kekeringan yang berkembang progresif, dikenal sebagai flash drought sering kali tidak terdeteksi oleh sistem pemantauan dan peringatan dini. Berbagai metode identifikasi dikembangkan dengan tujuan mengurangi risiko dan menangkap fitur khusus yang membedakan fenomena ini dari kekeringan konvensional. Namun, ketiadaan definisi kuantitatif yang berlaku universal menyebabkan ketidakpastian hasil identifikasi flash drought pada kajian terdahulu. Frekuensi, distribusi, dan intensitas flash drought cenderung bervariasi bergantung metode, kriteria, dan indikator yang digunakan dalam identifikasi. Kajian global berbasis penurunan persentil kelembapan tanah mengidentifikasi Benua Maritim Indonesia (BMI) sebagai hotspot flash drought. Namun, hal ini belum terkonfirmasi karena keterbatasan data observasi dan penggunaan kriteria yang didasarkan pada hasil studi di wilayah lintang menengah dan subtropis. Kajian ini mengidentifikasi flash drought melalui modifikasi metode penurunan persentil kelembapan tanah, dengan penyesuaian kriteria laju intensifikasi untuk kawasan tropis berdasarkan hasil uji sensitivitas. Distribusi spasio-temporal intensitas flash drought mempertimbangkan komponen laju intensifikasi dan tingkat keparahan kekeringan sebagai fitur utama flash drought. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi kriteria laju intensifikasi berpengaruh signifikan terhadap frekuensi kejadian flash drought, dengan BMI terdeteksi sebagai hotspot global disebabkan karena penggunaan kriteria yang terlalu sensitif. Flash drought di Indonesia umumnya terbentuk dalam 1-2 pentad, dengan area hotspot yang bervariasi secara musiman. Intensitas kejadian cenderung tinggi sepanjang tahun di Provinsi Papua Tengah dan Papua Selatan, mencerminkan periode intensifikasi cepat sebagai karakteristik klimatologi wilayah tersebut.

2024
👤 Penulis: Putri Wulandari
🏷️ Flash Drought 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS PENGARUH FAKTOR GEOMORFOLOGI DAN SURFACE AERODYNAMICS TERHADAP HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN ANGIN MAKSIMUM DAN RATA-RATA

Hubungan antara kecepatan angin maksimum dan kecepatan angin rata-rata tidak bersifat linear dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Berdasarkan studi yang telah dilakukan sebelumnya, geomorfologi dan surface aerodynamics merupakan faktor yang mungkin dapat mempengaruhi hubungan kedua variabel secara signifikan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis pengaruh faktor geomorfologi dan surface aerodynamics terhadap hubungan antara kecepatan angin maksimum dan rata-rata secara statistik. Digunakan pengolahan data kecepatan angin maksimum dan rata-rata harian tahun 2016 – 2022 dari 56 Automatic Weather System (AWS) milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang tersebar di seluruh Indonesia. Data ini diolah ke dalam bentuk distribusi gabungan untuk mendapatkan pola distribusi kecepatan angin yang mewakili tiap stasiun AWS. Pola distribusi tersebut dikelompokkan dengan metode K-Means untuk memisahkan stasiun dengan pola distribusi yang serupa. Selanjutnya, dilakukan identifikasi kecenderungan fitur geomorfologi dan surface aerodynamics pada tiap grup untuk menemukan karakteristik yang signifikan. Ditemukan enam kelompok stasiun AWS dengan pola distribusi yang serupa, mengindikasikan pengaruh faktor geomorfologi dan surface aerodynamics dalam beberapa kasus. Analisis variasi karakteristik geomorfologi menunjukkan perbedaan yang mungkin memengaruhi distribusi kecepatan angin, sementara variabel surface aerodynamics perlu dilakukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui perbedaan signifikan antar grup. Penelitian ini mengindikasikan bahwa tiap kelompok stasiun memiliki kecenderungan karakteristik geomorfologi dan surface aerodynamics, tetapi tidak ada parameter spesifik yang konsisten mengontrol hubungan kecepatan angin maksimum dan rata-rata.

2024
👤 Penulis: Kidung Kinanti
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PENGARUH VARIABILITAS ANGIN TERHADAP KONSENTRASI SO2 DI PASTEUR, KOTA BANDUNG SELAMA TAHUN 2023

Bandung, salah satu kota di Jawa Barat yang mengalami peningkatan aktivitas kendaraan dan industri yang cukup pesat. Hal ini meningkatkan emisi gas polutan yang dihasilkan, termasuk gas sulfur dioksida (SO2). Tingkat konsentrasi gas polutan dipengaruhi oleh faktor cuaca, salah satunya adalah angin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabilitas angin terhadap besarnya konsentrasi SO2 yang diukur menggunakan alat Pandora, di Pasteur, Kota Bandung selama tahun 2023. Data penelitian yang digunakan meliputi konsentrasi gas sulfur dioksida (SO2) yang diukur menggunakan alat observasi Pandora, serta data kecepatan dan arah angin yang diukur dari alat Automatic Weather System (AWS). Penelitian dimulai dari 01 Desember 2022 hingga 30 November 2023 dengan melakukan analisis skala musiman, bulanan, dan diurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara musiman, konsentrasi SO? tertinggi terjadi pada musim JJA dan terendah pada musim DJF, sementara kecepatan angin tertinggi pada musim DJF dan terendah pada musim MAM. Secara bulanan, konsentrasi SO? tertinggi terjadi pada bulan Agustus dan terendah pada bulan Februari, dengan kecepatan angin tertinggi pada bulan Februari dan terendah pada bulan November. Secara diurnal, terdapat korelasi negatif antara kecepatan angin dan konsentrasi SO? pada musim DJF (-0,72), serta korelasi positif pada musim JJA (0,48). Pada musim DJF, konsentrasi SO? menurun ketika kecepatan angin melebihi 2 m/s, terutama dari arah barat. Pada musim JJA, konsentrasi SO? meningkat ketika kecepatan angin melebihi 3 m/s, terutama dari arah barat daya.

2024
👤 Penulis: Warda Madinatul Azzara
🏷️ Meteorologi 🏷️ Kondisi Udara 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan

STUDI INTENSITAS CURAH HUJAN MAKSIMUM TERHADAP KEMAMPUAN DRAINASE PERKOTAAN (STUDI KASUS JL. IR. H. JUANDA KOTA BANDUNG)

Masalah genangan air yang melanda perkotaan menunjukkan bahwa volume air yang masuk ke dalam saluran air melebihi kapasitas normal dari drainase dan ada faktor lain yang menyebabkan berkurangnya kapasitas dari saluran air itu sendiri. Salah satu hal yang menyebabkan kenaikan debit aliran air permukaan adalah intensitas curah hujan. Kenaikan intensitas curah hujan maksimum memberikan pengaruh besar terhadap besarnya debit limpasan air pada suatu drainase perkotaan. Perhitungan debit menggunakan metoda rasional menggunakan 3 faktor utama yaitu intensitas curah hujan maksimum, luas daerah, dan koefisien pengaliran. Intensitas maksimum dari data data curah hujan harian tahun 1950-2005 dihitung dengan menggunakan metoda Mononobe, sedangkan data luas daerah didapat dengan pengukuran langsung di lapangan. Perhitungan debit limpasan dari intensitas curah hujan maksimum periode tahun 1950-2005 di Jl.Ir.H. Juanda dengan menggunakan metode rasional didapatkan hasil yang lebih besar dibandingkan dengan debit air hasil perhitungan dimensi saluran air yang ada yaitu sebesar 0.52 m3/s. Dari hasil penelitian tersebut maka dimensi saluran yang ada sekarang perlu dikaji ulang lagi, terlebih untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

2024
👤 Penulis: Yudha Artika
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan

ISOLASI SENYAWA PADA DAUN KRATOM (MITRAGYNA SPECIOSA (KORTH.) HAVIL.) DENGAN PANDUANAKTIVITAS ANTIOKSIDAN PEREDAMAN 2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL (DPPH)

Radikal bebas merupakan molekul yang secara independen mengandung elektron yang ????dak berpasangan dalam orbital atom yang mampu menyerang makromolekul penting yang mengakibatkan kerusakan sel dan gangguan homeostasis. An????oksidan adalah kelompok senyawa yang menangkal radikal bebas dalam sel sehingga dapat memberikan perlindungan terhadap kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Kratom ( Mitragyna speciosa ) merupakan salah satu tanaman perdu yang banyak tumbuh di Kalimantan dan dikonsumsi daunnya sebagai teh secara tradisional untuk meningkatkan stamina. Peneli????an ini bertujuan untuk menentukan senyawa yang memiliki aktivitas an????oksidan pada daun kratom dengan pengujian menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun kratom dengan pelarut e????l asetat dan etanol 96% memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC 50 berturut-turut sebesar 37,73 2,09 µg/ml dan 15,89 0,32 µg/ml. Terhadap ekstrak etanol dilakukan fraksinasi dengan ± ± metode kromatograficair vakum (KCV). Fraksi 2, 3, dan 8 secara kualita????f menunjukkan ak????vitas an????oksidan sehingga dilanjutkan pada tahap pemurnian. Hasil pemurnian dengan kromatografi radial (KR) menghasilkan 4 isolat murni (F2.1, F2.2, F3, F8). Isolat F2.1 yang merupakan golongan alkaloid dengan %inhibisi sebesar 15,82 6,26 pada konsentrasi 500 µg/ml; F2.2 merupakan ± golongan steroid/triterpenoid dengan nilai IC 50 sebesar 37,50 0,84 µg/ml; F3 yang diprediksi ± merupakan senyawa golongan fenilpropanoid, memiliki nilai IC 50 sebesar 170,37 0,25; dan F8 ± yang diprediksi merupakan senyawa terpenoid glikosida subgolongan seskuiterpenoid , memiliki % inhibisi sebesar 18,16 2,72 pada konsentrasi 100 µg/ml. ± Dari hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% hasil ekstraksi ber????ngkat, memiliki ak????vitas an????oksidan paling dengan nilai IC 50 sebesar 15,89 0,32 µg/ml. Hasil isolasi ± didapatkan isolat ak????f an????oksidan golongan alkaloid (F2.1), steroid/triterpenoid (F2.2), fenilpropanoid (F3), dan seskuiterpenoid (F8).

2024
👤 Penulis: Moch Fauzi Syahbana
🏷️ Krutikar-Kusnezoff 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Fraksinasi Kimia

PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA CIKASO (STUDI KASUS: DESA CIKASO, KABUPATEN KUNINGAN)

Pariwisata merupakan penggerak perekonomian yang dapat memanfaatkan potensi daerah menjadi pasar, bahkan industri melalui paduan atraksi, layanan, dan perjalanan. Untuk menggerakkan perekonomian desa, konsep desa wisata dapat menjadi opsi percepatan pembangunan desa. Dalam pengembangan desa wisata, perlu diperhatikan nilai-nilai lokal, terutama dengan memberdayakan masyarakat sebagai pengelola utama. Hal ini turut terjadi di Desa Wisata Cikaso yang meskipun masih dalam kategori berkembang, tetapi sudah menunjukkan perkembangannya yang pesat, salah satu pencapaiannya berupa memenangkan penghargaan 300 besar ADWI 2021. Penelitian ini juga dilakukan karena kebutuhan untuk meneliti mengenai partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata yang berkategori berkembang, serta perlunya mengecek kesesuaian implementasi program pengembangan desa wisata dalam Pedoman Desa Wisata dengan kenyataan. Meskipun sudah terdapat lembaga pengelola desa wisata, tumpang tindih bentuk partisipasi antar masyarakat masih terjadi, maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan Desa Wisata Cikaso. Penggunaan analisis pengkodean dan deskriptif kualitatif dijadikan dasar pengolahan hasil wawancara, observasi, dan studi dokumen mengenai studi kasus partisipasi masyarakat di Desa Wisata Cikaso. Berdasarkan penelitian, menunjukkan bahwa masyarakat berperan dominan dalam partisipasi berbentuk keahlian/keterampilan. Tingkat partisipasi keseluruhan tahap pengembangan desa wisata semakin mengerucut ke arah pemangku kepentingan awam, komunikasi melalui diskusi dan negosiasi, serta otoritas dan kekuasaan dipegang oleh masyarakat.

2024
👤 Penulis: Nadhira Alsya Qaulika
🏷️ Desain Pengembangan Desa Wisata 🏷️ Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan

IDENTIFIKASI MARINE DEBRIS DI PESISIR INDRAMAYU MENGGUNAKAN UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) DENGAN METODE SUPERVISED LEARNING

Marine debris sudah menjadi isu global terkait dengan dampaknya yang besar terhadap ekosistem, manusia, ekonomi, estetika pantai, dan sebagainya. Melihat tingginya pencemaran marine debris dari waktu ke waktu, diperlukan penanganan yang tepat sasaran guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Kemajuan teknologi pengindraan jauh memberikan solusi yang efektif untuk pemantauan lingkungan, termasuk pemantauan marine debris di wilayah pesisir. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi marine debris yang dominan dengan menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan transek langsung di Pesisir Laut Moi-Moi dan Pantai Junti. Pengambilan foto udara dilakukan masing-masing sebanyak 5 kali di waktu yang berbeda untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi marine debris. Pengambilan di Pesisir Laut Moi-Moi dilakukan pada pukul 09:46, 09:56, 11:24, 11:48, dan 14:28, sedangkan di Pantai Junti pengambilan dilakukan pada pukul 09:08, 10:46, 11:10, 14:18, dan 14:59. Orthophoto yang diperoleh diambil dengan menggunakan UAV jenis DJI Phantom 4 Multispectral dan DJI Mavic Air 2S yang diterbangkan dengan ketinggian 50 m di Pesisir Laut Moi-Moi dan 35 m di Pantai Junti. Penelitian ini menggunakan metode Supervised Learning, yakni Object-Based Image Analysis (OBIA) dan Arsitektur U-Net. Training data yang digunakan untuk OBIA sebanyak 1.249 untuk pasir, 780 untuk plastik, dan 46 untuk kayu, sehingga total seluruh training data adalah sebanyak 2.075 data. OBIA menggunakan parameter skala 15, bentuk 0,1, dan kekompakan 0,9. Sedangkan UNet menggunakan 114 gambar berukuran 512x512 piksel. U-Net menggunakan parameter epoch 50, batch size 8, dan Adam Optimizers. Dari hasil transek langsung didapatkan bahwa sampah yang dominan di kedua pantai tersebut adalah sampah plastik dan kayu dengan persentase plastik sebesar 33,58% dan kayu sebesar 23,33% di Pesisir Laut Moi-Moi, sedangkan di Pantai Junti persentase plastik sebesar 39,80% dan kayu sebesar 46,59%. Sehingga pada proses klasifikasi ditentukan 3 kelas yaitu kayu, pasir, dan plastik. Metode OBIA menggunakan hasil klasifikasi tersebut untuk mengidentifikasi jenis marine debris dan menghasilkan nilai akurasi tertinggi sebesar 0,97. Sedangkan U-Net diperoleh nilai akhir untuk loss sebesar 0,48, validation loss sebesar 0,50, nilai akurasi sebesar 0,97 dan akurasi validasi sebesar 0,96. Terdapat resolusi dan akurasi yang berbeda-beda tiap orthophoto menghasilkan luasan tutupan yang diperoleh berbeda-beda. Berdasarkan 5 kali pengambilan foto udara di Pesisir Laut Moi-Moi dan Pantai ii Junti, dapat disimpulkan bahwa marine debris yang berada di zona intertidal terpengaruh oleh swash dan backwash. Hal ini berdasarkan penampakan marine debris yang bertambah, berkurang atau berpindah tempat pada setiap orthophoto yang dihasilkan.

2024
👤 Penulis: Annisa Irandah
🏷️ Penginderaan Jauh 🏷️ Identifikasi Sampah Laut 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan
Halaman 3 dari 3
💬