📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 32 dokumenANALISIS KEPUTUSAN PENGEMBANGAN LAPANGAN GAS ANH DENGAN MENGGUNAKAN VALUE FOCUSED THINKING & ANALYTIC HIERARCHY PROCESS
Lapangan Gas ANH sebagai salah satu lapangan yang berada di area Sulawesi memiliki peran yang sangat penting bagi industri migas di Indonesia. Permintaan gas diperkirakan melampaui kemampuan pasok beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) yang berada di area Sulawesi. JOB PMTS sebagai K3S yang mengelola lapangan gas ANH juga mengalami hal serupa. Berdasarkan simulasi reservoir yang dilakukan, jika permintaan gas diasumsikan sama dengan kondisi saat ini maka akan terjadi kekurangan pasokan gas sejak tahun 2031. Kekurangan pasokan gas ini merupakan hal yang wajar terjadi karena belum adanya proyek baru untuk mengembangkan lapangan ini menyebabkan terbatasnya kemampuan reservoir dan fasilitas untuk mengalirkan gas sesuai permintaan. Pemilihan proyek pengembangan lapangan ini harus dilakukan dengan cermat. Proses pengambilan keputusan dimulai dengan menggali nilai-nilai perusahaan yang diwakili oleh empat pakar. Nilai ini akan menjadi dasar penentuan kriteria dan subkriteria yang nantinya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih skenario pengembangan. Terdapat empat kriteria dan delapan subkriteria yang diperoleh menggunakan pendekatan metode Value Focused Thinking. Data diperoleh dari hasil wawancara dan kuesioner kepada para pakar dan diolah oleh penulis. Pembobotan pada kriteria dan subkriteria dilakukan dengan metode Analytic Hierarchy Process melalui survei perbandingan kepada para pakar. Solusi alternatif pengembangan lapangan diperoleh dengan metode Focused Group Discussion. Terdapat tiga solusi yang akan dibandingkan oleh pakar. Dari hasil survei yang dilakukan, kriteria Profitability Proyek adalah kriteria dengan bobot terbesar sebesar 0.529, sedangkan subkriteria terpenting adalah Profitability Index (PI) ratio dan Net Present Value (NPV) masing-masing dengan bobot 0.266 dan 0.263. Solusi terpilih berdasarkan analisa yang dilakukan adalah skenario dua dengan bobot 0.477 dan nilai inconsistency sebesar 0.05. Lingkup kerja skenario ini adalah melakukan pengeboran 9 sumur, pembangunan pipeline dan instalasi kompresor yang dibagi dalam dua tahap dimulai dari compressor MP-HP dan compressor LP-MP.
KAJIAN POTENSI ANGKUTAN PENUMPANG PERKERETAAPIAN MAKASSAR - PAREPARE (STUDI KASUS: STASIUN MANGILU - STASIUNG GARONGKONG)
Proyek Perkeretaapian Makassar – Parepare merupakan moda transportasi kereta api pertama yang akan ada dan beroperasi di pulau Sulawesi. Kajian yang dilakukan untuk mengetahui potensi persentase penumpang yang menggunakan moda transportasi mobil yang beralih moda menggunakan moda transportasi kereta api pada rute Stasiun Mangilu – Stasiun Garongkong. Teori pemilihan moda didasarkan pada pendekatan individu yaitu discrete choice model. Data yang digunakan dalam model pemilihan moda diperoleh menggunakan teknik survey stated preference. Untuk target responden merupakan masyakarat Sulawesi Selatan yang diasumsikan berada dalam cathcment area stasiun kereta api dan memiliki akses terhadap kendaraan pribadi mobil. Metode survei yang dilakukan dengan membagikan tautan untuk kuesioner secara online melalui platform google form, dengan terlebih dahulu melakukan pilot survei untuk mengecek apakah desain kuesioner yang telah disusun sudah cukup tepat mengenai dari subtansi yang akan ditinjau sebelum dilakukannya survei utama. Atribut yang digunakan dalam skenario survei stated preference adalah biaya perjalanan, waktu perjalanan dan frekuensi keberangkatan. Pilihan yang diberikan pada setiap skenario pada survey stated preference dianalisis dengan pendekatan regresi maximum likelihood sehingga didapatkan model persamaan utilitas. Dalam analisis model pemilihan diskrit yang diaplikasikan adalah logit binomial, model yang dihasilkan dari selisih utilitas adalah ???????????????????????????? ???? ???????? ???????????? ???? ???????? ???????????????????????????????????? ???? ???????? ???????????????????????????????????????? ???? ???????? ????????????????????????????????????. Dari model utilitas tersebut teridentifikasi dua faktor atribut yang memberikan pengaruh besar terhadap pemilihan moda transportasi yaitu: biaya/tarif dan frekuensi keberangkatan kereta api. Probabilitas terpilihnya moda transportasi kereta api sebesar 55%, dengan kondisi dimana untuk selisih biaya atau tarif kereta api lebih murah Rp. 50,000 dibandingkan dengan biaya moda transportasi mobil, dan dengan kondisi frekuensi keberangkatan kereta api setiap 180 menit. Dalam analisis kajian kelayakan finansial untuk biaya operasi dan perawatan jalur kereta api dengan masa konsesi 17 tahun didapatkan parameter Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 21,643,822,108 atau bernilai positif, parameter Internal Rate of Return (IRR) sebesar 15.7% atau lebih besar dari suku bunga pinjaman sebesar 10.58%. Untuk gambaran umum alokasi risiko proyek didapatkan nilai rata-rata level risiko dari proyek ini masuk ke dalam kategori risiko tinggi.