📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 110 dokumenANALISIS KINERJA KEUANGAN PT BHINEKA PERKASA JAYA DAN KAPASITAS KONTRIBUSINYA KEPADA PEMERINTAH DAERAH
Studi ini mengevaluasi kinerja keuangan PT Bhineka Perkasa Jaya, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah dan berkontribusi terhadap pendapatan daerah. Meskipun memiliki mandat yang sama, perusahaan tersebut kesulitan memenuhi target kontribusi keuangan, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang efisiensi operasional dan keberlanjutan jangka panjangnya. Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian ini menggunakan analisis rasio keuangan, analisis DuPont, dan Free Cash Flow to Equity (FCFE) untuk menilai kondisi keuangan perusahaan dari tahun 2020 hingga 2024. Analisis deret waktu menunjukkan bahwa meskipun likuiditas dan manajemen aset tetap kuat, indikator profitabilitas menunjukkan perubahan haluan yang signifikan, beralih dari imbal hasil negatif pada tahun 2020 menjadi Return on Equity sebesar 16,35% pada tahun 2024. Analisis DuPont mendukung kemajuan ini, dengan menyoroti peningkatan margin laba bersih, efisiensi aset, dan leverage keuangan. Analisis FCFE lebih lanjut menunjukkan bahwa kapasitas riil perusahaan untuk berkontribusi kepada pemerintah daerah lebih tercermin melalui arus kas daripada laba bersih. Meskipun simpanan aktual hampir mencapai target, masih terdapat perbedaan, yang menunjukkan adanya ruang untuk perbaikan dalam perencanaan keuangan dan alokasi dana. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun perusahaan telah melakukan perbaikan yang signifikan, terutama dalam beberapa tahun terakhir, tindakan strategis diperlukan untuk meningkatkan kinerja operasional. Rekomendasi yang diberikan meliputi optimalisasi efisiensi biaya, peningkatan alokasi modal internal, dan penguatan tata kelola agar kapasitas keuangan lebih selaras dengan ekspektasi pemerintah.
MENILAI KELAYAKAN FINANSIAL PEMBUKAAN CABANG KEDAI BARU RUMAH KOPI TORAJA
Industri makanan dan minuman di Indonesia terus berkembang pesat seiring perubahan gaya hidup masyarakat dan meningkatnya jumlah pelaku usaha. DKI Jakarta, sebagai pusat ekonomi dan budaya, menjadi lokasi yang strategis untuk melakukan eskpansi. Toraja Coffee House, perusahaan yang telah beroperasi di Jl. Casablanca berencana untuk membuka cabang baru di kawasan kuliner Panglima Polim, Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan finansial dari rencana ekspansi tersebut serta mengidentifikasi potensi risikonya. Studi ini menyusun proyeksi keuangan selama lima tahun berdasarkan asumsi pertumbuhan volume, penyesuaian harga, dan biaya operasional. Metode analisis penganggaran modal digunakan sebagai pendekatan utama dengan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period untuk menilai kelayakan proyek. Untuk mengidentifikasi potensi risiko, digunakan analisis sensitivitas dan simulasi Monte Carlo terhadap variabel-variabel kunci. Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek ekspansi layak secara finansial dengan NPV sebesar Rp1.631.096.188, IRR sebesar 30%, dan Payback Period selama 3,39 tahun. Simulasi Monte Carlo menunjukkan bahwa dari 1.000 iterasi, seluruh simulasi menghasilkan NPV positif dengan rata-rata Rp1.619.125.138,21, mencerminkan risiko rendah terhadap kegagalan investasi. Berdasarkan hasil ini, pembukaan cabang baru Toraja Coffee House di Panglima Polim dapat direkomendasikan, dengan catatan perusahaan tetap memperhatikan empat variabel paling sensitif yaitu harga jual makanan, harga jual minuman, biaya pokok penjualan makanan, dan biaya pokok penjualan minuman.
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL ATAS EKSPANSI HOTEL DAIRI JAYA DI SITINJO, KABUPATEN DAIRI, SUMATERA UTARA
Pasca pandemi COVID-19, Pemerintah Indonesia telah mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama konektivitas jalan raya. Peningkatan ini juga sejalan dengan adanya kenaikan pada mobilitas antar wilayah serta pemulihan ekonomi pasca pandemi. Dengan lokasinya yang strategis di sepanjang jalur Medan-Danau Toba, Kabupaten Dairi berkembang menjadi pusat transportasi yang penting untuk pariwisata dan logistik. Melihat perkembangan ini sebagai peluang, Dairi Jaya Hotel berencana untuk memperluas operasinya ke Sitinjo, yang terletak di sepanjang jalan Trans-Sumatera. Untuk menilai kelayakan performa keuangan dari keuangan proyek ini, dilakukan studi kelayakan finansial. Studi ini menggunakan teknik analisis keuangan: Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period, yang didukung dengan penilaian risiko melalui analisis sensitivitas, analisis skenario, dan simulasi Monte Carlo. Hasil penelitian menunjukkan periode pengembalian selama 6,63 tahun dan periode pengembalian yang didiskontokan selama 14,39 tahun, di bawah batas waktu yang telah ditentukan yaitu selama 15 tahun, nilai bersih sekarang (NPV) yang menunjukkan angka positif sebesar Rp 541 juta, dan serta tingkat pengembalian internal (IRR) sebesar 16,46% yang menunjukkan angka lebih tinggi dari biaya ekuitas sebesar16,01%. Simulasi Monte Carlo yang dilakukan dengan 1.000 kali iterasi mendukung analisis profitabilitas proyek dalam berbagai scenario yang menunjukkan peluang sebesar 86,55% untuk mencapai nilai bersih saat ini yang positif. Tingkat hunian hotel, kinerja restoran, dan strategi penetapan harga merupakan variabel-variabel yang paling memengaruhi profitabilitas proyek. Hasil simulasi menunjukkan bahwa variabel- variabel tersebut memerlukan perhatian khusus serta optimalisasi strategis untuk mencapai kinerja yang optimal. Terlepas dari itu, studi ini menyimpulkan bahwa proyek ini layak secara finansial dan memiliki posisi strategis untuk memanfaatkan peningkatan mobilitas regional dan aktivitas pariwisata. Oleh karena itu, direkomendasikan agar perusahaan dapat mempertahankan upaya pengembangannya sambil menerapkan strategi operasional yang fleksibel dan juga mempersiapkan langkah-langkah yang kuat untuk mitigasi risiko keuangan.
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL HOMESCHOOL INTERNASIONAL DI BSD CITY
Pertumbuhan pesat Educational Technology (EdTech) di Indonesia telah mendorong munculnya model pembelajaran hibrida. PT XYZ, perusahaan EdTech terkemuka di Asia Tenggara, berencana memperluas program International Homeschool dengan mendirikan pusat pembelajaran hibrida yang menyasar keluarga kelas menengah atas di BSD City. Studi ini menilai kelayakan finansial proyek ekspansi menggunakan metode capital budgeting seperti Payback Period, Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return (IRR). Dengan total investasi sebesar IDR 3,58 miliar, proyek menghasilkan NPV positif sebesar IDR 9,093 miliar, IRR sebesar 39.72%, dan Payback Period selama 3,58 tahun, yang berarti memenuhi seluruh tolok ukur finansial. Simulasi Monte Carlo dengan 1.000 skenario menunjukkan hanya 6.43% risiko NPV negatif, yang mengkonfirmasi ketahanan proyek di tengah ketidakpastian. Hasil ini menunjukkan bahwa proyek ekspansi ini layak secara finansial dan strategis untuk mendukung pertumbuhan PT XYZ di sektor pendidikan premium Indonesia.
EVALUASI EKONOMI DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK BATUAN ANDESIT : STUDI KASUS PT. XYZ
Peningkatan pembangunan infrastruktur nasional mendorong kenaikan permintaan terhadap batuan andesit sebagai bahan konstruksi utama. PT XYZ sebagai perusahaan tambang batuan andesit menghadapi tantangan dalam menyusun strategi produksi dan pemasaran yang efisien serta menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi dan strategi pemasaran produk batuan andesit melalui analisis terhadap lima skenario pengalokasian produksi. Masing-masing skenario mempertimbangkan kombinasi antara pemenuhan kontrak eksisting, optimalisasi profit, serta kemungkinan pengenaan penalti jika target kontrak tidak tercapai. Metode yang digunakan meliputi analisis ekonomi dengan pendekatan Discounted Cash Flow (DCF) untuk menghitung nilai Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR), serta Linear Programming (LP) untuk menentukan alokasi produksi yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh skenario layak secara ekonomi karena memiliki NPV positif dan IRR lebih besar dari Weighted Average Cost of Capital (WACC) sebesar 12,91%. Skenario 3, yaitu optimalisasi produksi tanpa penalti dengan penambahan produk basecoarse B dan berangkal, menunjukkan performa terbaik dengan NPV sebesar Rp 59.052.799.557,19 dan IRR sebesar 138%. Skenario 5 menjadi alternatif terbaik dalam kondisi kontrak jangka panjang, dengan NPV Rp 53.410.101.092,57 dan IRR 127%, meskipun dikenakan penalti. Sementara itu, Skenario eksisting (Skenario 1) memiliki performa ekonomi terendah dengan NPV Rp 35.465.325.153,78 dan IRR 94%. Dari hasil evaluasi, disimpulkan bahwa skenario optimal sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kontraktual dan strategi jangka panjang perusahaan. Skenario 3 direkomendasikan jika perusahaan bebas kontrak, sedangkan Skenario 5 cocok untuk perusahaan dengan kontrak jangka panjang yang ingin tetap efisien dan memperoleh profit tinggi. Penelitian ini memberikan landasan data yang kuat bagi PT XYZ dalam mengambil keputusan strategis terkait alokasi produksi dan penetrasi pasar produk batuan andesit.
PENGEMBANGAN TOOL UNTUK MEMBANTU PENILAIAN LEVEL KAPABILITAS PROSES COBIT 2019
COBIT 2019 merupakan salah satu framework tata kelola informasi dan teknologi yang populer digunakan untuk menyelaraskan strategi bisnis dan TI suatu perusahaan. Salah satu keunggulan COBIT 2019 adalah menyediakan performance management yang memungkinkan perusahaan menilai keberhasilan implementasi framework tersebut. Salah satu penilaian yang saat ini umum digunakan adalah penilaian level kapabilitas proses dan kematangan focus area. Saat ini, praktik penilaian yang dilakukan, terutama di lingkungan konsultan memiliki beberapa tantangan. Tantangan utama pada penilaian adalah perbedaan pemahaman dan penafsiran praktisi atas pemenuhan aktivitas-aktivitas yang didefinisikan oleh COBIT. Tantangan lain yang dihadapi adalah sulitnya melakukan pelacakan klausul pemenuhan aktivitas berbasis dokumen, keterbatasan transparansi pelaporan, dan potensi eror akibat modifikasi struktur spreadsheet secara tidak sengaja. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan custom developed tool dalam bentuk aplikasi web yang dirancang khusus untuk mendukung proses penilaian kapabilitas proses COBIT 2019. Pengembangan dilakukan dengan pendekatan Waterfall Software Development Life Cycle (SDLC) yang mencakup analisis kebutuhan, pemodelan dan desain solusi, implementasi, dan pengujian. Tool yang dihasilkan kemudian diuji dalam lingkungan pengguna untuk memvalidasi hasil implementasinya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tool ini mampu mengatasi permasalahan yang telah diidentifikasi. Fitur-fitur utama yang disediakan antara lain pelacakan klausul berbasis tag komentar yang merujuk pada halaman dokumen, baseline aktivitas untuk menyamakan persepsi antar penilai, manajemen dokumen dan proyek dengan hak akses spesifik, serta dashboard pelaporan otomatis. Meskipun telah menyelesaikan tantangan utama dalam proses penilaian, tool ini masih memiliki ruang pengembangan lebih lanjut, terutama dalam hal pemeliharaan rutin dan peningkatan fitur untuk mendukung efektivitas serta efisiensi proses penilaian secara keseluruhan.
EVALUASI KINERJA KEUANGAN UNTUK PEMILIHAN SUBKONTRAKTOR PT XYZ PADA PROYEK PENAMBANGAN PIT X DI PT VWX
Penelitian ini bertujuan untuk membantu PT XYZ dalam memilih subkontraktor yang paling layak secara finansial untuk pelaksanaan proyek jasa penambangan (PIT X) yang diperoleh dari PT VWX Mengingat keterbatasan modal kerja internal, PT XYZ berencana menunjuk pihak ketiga sebagai subkontraktor. Dalam konteks tersebut, proses pengambilan keputusan memerlukan analisis kinerja keuangan yang terstruktur agar subkontraktor yang dipilih mampu memenuhi tuntutan operasional dan finansial sepanjang masa proyek. Penelitian ini menggunakan analisis rasio keuangan yang mencakup empat dimensi utama: likuiditas, aktivitas, solvabilitas, dan profitabilitas. Rasio yang dianalisis meliputi current ratio, quick ratio, perputaran total aset, debt ratio, interest coverage, net profit margin, return on assets, dan return on equity. Tiga perusahaan kandidat yaitu PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), dan PT Petrosea Tbk (PTRO). Untuk menentukan tingkat kepentingan relatif dari setiap rasio keuangan, metode Analytic Hierarchy Process (AHP) digunakan dengan mengumpulkan masukan dari para ahli guna menetapkan bobot rasio berdasarkan signifikansi strategisnya. Bobot tersebut kemudian digunakan dalam metode Weighted Scoring Method (WSM) untuk menghasilkan skor komprehensif yang mencerminkan kesehatan keuangan masingmasing perusahaan secara keseluruhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa PT Petrosea Tbk (PTRO) memperoleh skor tertinggi, menandakan kondisi keuangan yang lebih solid dan efisiensi operasional yang lebih baik dibandingkan para pesaingnya. PTRO unggul pada aspek pemanfaatan aset, solvabilitas, dan profitabilitas, sehingga dinilai paling layak untuk ditunjuk sebagai subkontraktor proyek PIT X. Penelitian ini memberikan kerangka objektif dan berbasis data untuk mendukung proses seleksi subkontraktor, serta dapat diadaptasi dalam proses evaluasi vendor di industri padat modal lainnya.
ANALISIS PROYEK INVESTASI UNTUK LAPANGAN HIDROKARBON KOMPLEKS LEPAS PANTAI DENGAN MENGGUNAKAN PENAMBAHAN BASE SPLIT: STUDI KASUS LAPANGAN GALA BUNGA – BLOK MATAHARI
GLB merupakan proyek pengembangan minyak dan gas lepas pantai yang berada pada reservoir fluida multi-fase, dengan tantangan teknis, operasional, dan ekonomi yang berat. PSC Gross Split berbeda dengan cost recovery, tidak memberikan penggantian biaya pengembangan; sebagai gantinya, pendapatan produksi langsung dibagi antara pemerintah dan kontraktor di hulu. Namun, Peraturan Menteri ESDM No. 52 Tahun 2017 memberikan insentif tambahan untuk proyek-proyek yang secara ekonomi tergolong marginal, memiliki biaya tinggi, atau kompleks secara teknis—sehingga memberikan fleksibilitas fiskal tertentu bagi proyek seperti GLB. Model keuangan disusun berdasarkan asumsi parameter proyek, termasuk skenario harga minyak, cadangan hidrokarbon, estimasi profil produksi, serta perkiraan CAPEX dan OPEX yang merujuk pada proyek sejenis. Analisis menggunakan metode konvensional Discounted Cash Flow seperti NPV, IRR, PI, dan POT menunjukkan hasil NPV sedikit positif pada skenario dasar. Analisis sensitivitas terhadap variabel CAPEX, OPEX, volume produksi, dan harga minyak dalam rentang ±20% menunjukkan NPV sangat sensitif, terutama terhadap harga minyak dan volume produksi. Selain itu, untuk menilai tingkat risiko proyek, dilakukan simulasi Monte Carlo sebanyak 1.000 iterasi, yang menghasilkan 44% dari NPV yang disimulasikan bernilai negatif, mengindikasikan kerentanan ekonomi tinggi dan ketergantungan besar terhadap kondisi pasar yang volatil. Berdasarkan skenario dan simulasi tersebut, proyek dinilai tidak layak secara finansial jika tetap menggunakan skema gross split default. Namun, penambahan porsi split untuk kontraktor terbukti dapat meningkatkan indikator keuangan, khususnya NPV dan IRR. Setiap kenaikan 1% porsi split untuk kontraktor meningkatkan NPV sekitar USD 2,3 juta, yang secara signifikan meningkatkan daya tarik investasi proyek. Maka, diperlukan penyesuaian fiskal yang lebih menguntungkan dalam strategi implementasi proyek secara bertahap. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan kelayakan proyek, meminimalkan risiko negatif, serta mendukung pencapaian kebijakan nasional dalam target produksi.
ADAPTASI STRATEGI PEMASARAN RITEL LINTAS SEGMEN B2B DAN B2C: STUDI KASUS PERITEL MAKANAN BEKU DI INDONESIA
Seiring meningkatnya persaingan dan tekanan ekonomi di sektor ritel makanan beku di Indonesia, strategi untuk mempertahankan trafik pengunjung toko (offline foot traffic) menjadi sangat krusial. Penelitian ini mengevaluasi adaptasi strategi ritel FrozenMart terhadap segmen B2B dan B2C, dengan fokus pada peningkatan pengalaman pelanggan, loyalitas, dan frekuensi pembelian. Tujuan utamanya adalah menjawab kesenjangan trafik antara bulan-bulan musiman dan bulan reguler. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed-method), dengan survei kuantitatif (n=300) di 10 cabang toko dan wawancara kualitatif untuk menggali lebih dalam pandangan pelanggan. Analisis data meliputi statistik deskriptif, Importance-Performance Analysis (IPA), clustering dengan algoritma K-Means, serta simulasi kelayakan finansial (CPA, ROI, BEP, NPV, IRR). Variabel utama yang dianalisis mencakup preferensi display produk, pengaruh program membership, dan perilaku terhadap promosi. Hasil menunjukkan bahwa hampir 70% pelanggan B2C adalah perempuan dan mayoritas berdomisili di sekitar toko, menegaskan pentingnya strategi pemasaran lokal. Meskipun partisipasi membership rendah (23,7%), lebih dari 90% responden menyatakan bahwa program tersebut mempengaruhi keputusan belanja. Pelanggan sangat menyukai promosi berupa potongan harga langsung dan display produk yang ditata berdasarkan kategori. Pada segmen B2B, promosi khusus dan layanan pengantaran menjadi ekspektasi utama. Simulasi keuangan menunjukkan potensi ROI positif, dengan strategi hibrida seperti bundling, membership tersegmentasi, dan event komunitas memberikan proyeksi kinerja terbaik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi strategi ritel berbasis pengalaman dan aktivasi lokal merupakan kunci keberlangsungan di pasar ritel frozen food Indonesia yang semakin kompetitif.
ANALISA PENGUSULAN INVESTASI PROYEK PENGEMBANGAN SUMUR MINYAK DAN GAS PADA STRUKTUR MUGI 2B PT PERTAMINA HULU ROKAN ZONA 4
Lifting produksi minyak dan gas bumi setiap tahun terus mengalami penurunan. Dalam rangka upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi diperlukan pengusulan investasi proyek pengembangan sumur minyak dan gas bumi. Suatu investasi proyek pengembangan sumur minyak dan gas bumi akan mendapatkan persetujuan pembiayaan oleh negara , jika parameter keekonomian dikatakan layak untuk dilaksanakan. Dalam pengusulan investasi proyek pengembangan sumur minyak dan gas bumi ini, dilakukan analisa terhadap 2 opsi pengembangan, yaitu opsi pertama adalah melakukan sewa Early Production Facilities dan membangun fasilitas produksi permanen atau opsi yang kedua adalah melakukan sewa Early Production Facilities dan tidak membangun fasilitas produksi permanen. Studi ini mengidentifikasi usulan proyek investasi untuk pengembangan sumur minyak dan gas dengan Net Present Value (NPV) sebesar $42,555 MUSD, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 40,20%, dan Pay Out Time selama 4,50 tahun. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa lifting minyak (produksi) & harga minyak merupakan variabel yang paling sensitif. Selain itu, analisis skenario dengan skenario maksimum (terbaik) menghasilkan NPV sebesar 79,210 dan skenario minimum (terburuk) menghasilkan NPV sebesar 8,557 MUSD, sedangkan simulasi Monte Carlo menunjukkan probabilitas NPV < 0 sebesar 0% dan NPV > 0 sebesar 100%.
USULAN STRATEGI USAHA DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENDAPATAN GETPARK: SEBUAH STUDI KASUS PADA LAYANAN PENGELOLAAN PARKIR PT JASAMARGA TOLLROAD OPERATOR
-
MENILAI KELAYAKAN EKSPANSI STRATEGIS: STUDI KASUS PEMBUKAAN CABANG BARU MCG COFFEE
Penelitian ini mengkaji kelayakan MCG Coffee untuk membuka cabang baru, secara finansial, melalui studi kelayakan finansial. Meskipun terdapat permintaan pelanggan yang cukup stabil, penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai kendala di cabang saat ini, seperti keterbatasan ruang, jam operasional yang terbatas, serta kapasitas yang belum memadai untuk layanan katering dan kegiatan komunitas, sehingga menghambat skalabilitas. Kondisi tersebut, ditambah dengan meningkatnya persaingan di sektor kedai kopi Jakarta, mendasari kebutuhan ilmiah untuk mengevaluasi ekspansi melalui analisis keuangan yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah pembukaan cabang kedua layak secara finansial dengan menyusun proyeksi laporan keuangan selama sepuluh tahun, berdasarkan data historis, riset pasar, pertimbangan manajerial, serta pembandingan terhadap kompetitor. Analisis keuangan menggunakan Capital Budgeting Tools seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Discount rate sebesar 12,55% dihitung menggunakan pendekatan Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan mempertimbangkan bahwa MCG sebagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sepenuhnya didanai ekuitas. Analisis sensitivitas dilakukan untuk mengevaluasi dampak dari fluktuasi variabel kunci seperti pendapatan penjualan, biaya pokok penjualan (HPP), dan discount rate. Analisis SWOT dan Porter’s Five Forces selanjutnya digunakan untuk mendukung analisis strategis dari sisi internal dan eksternal perusahaan terhadap rencana ekspansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembukaan cabang baru yang diusulkan adalah layak secara finansial, dengan nilai NPV sebesar Rp145.349.216, IRR sebesar 25%, dan periode pengembalian modal (PP) selama 4 tahun 7 bulan. Hasil analisis sensitivitas mengonfirmasi bahwa pertumbuhan pendapatan dan efisiensi HPP merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap profitabilitas. Penelitian ini berkontribusi untuk memberikan pemahaman praktis terkait perencanaan investasi berskala UMKM di sektor makanan dan minuman dengan menyajikan pendekatan ekspansi cabang yang terstruktur, berbasis data, dan dapat direplikasi.
STRATEGI BISNIS MELALUI AKUISISI DENGAN MENGEMBANGKAN MODEL PROSES SELEKSI PADA PERUSAHAAN SASARAN (STUDI KASUS PT SINCERITY INVESTAMA ABADI, JAKARTA, INDONESIA)
Tesis ini mengembangkan kerangka model proses seleksi untuk mengakuisisi perusahaan target dengan fokus pada metode penilaian dan analisis rasio keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dalam akuisisi bisnis. Studi kasus pada PT Sincerity Investama Abadi di Jakarta, Indonesia, mengintegrasikan metode Discounted Cash Flow (DCF) dan Adjusted Net Asset Method (ANAM) untuk menilai nilai perusahaan secara komprehensif. Rasio keuangan seperti likuiditas, profitabilitas, dan leverage dianalisis untuk mengevaluasi kesehatan keuangan calon target akuisisi. Model penilaian tertimbang digunakan untuk menyaring dan memprioritaskan kandidat secara sistematis. Penelitian ini bertujuan memberikan kerangka kerja yang praktis dan adaptif bagi perusahaan ekuitas swasta dan investor untuk mengoptimalkan pilihan akuisisi, mengurangi risiko, dan meningkatkan penciptaan nilai. Rekomendasi meliputi langkah-langkah implementasi strategis untuk memperbaiki proses seleksi dan mendukung keputusan investasi yang berkelanjutan.
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL UNTUK MEMASUKI PASAR BARU TEKNOLOGI PENGHITUNGAN LALU LINTAS BERBASIS AI (STUDI KASUS PT. JASA MARGA TOLLROAD OPERATOR)
Studi ini mengevaluasi kelayakan finansial PT. Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO) untuk memasuki pasar baru dengan teknologi penghitungan lalu lintas berbasis AI. Didorong oleh meningkatnya kemacetan lalu lintas dan potensi AI dalam mengoptimalkan pemantauan lalu lintas, penelitian ini menerapkan analisis strategis dan finansial. Kombinasi penilaian internal dan eksternal, termasuk kerangka kerja PESTEL, Lima Kekuatan Porter, dan VRIO, digunakan untuk memahami dinamika pasar dan keunggulan kompetitif. Kelayakan finansial ditentukan menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP), dan Profitability Index (PI), dengan wawasan tambahan dari analisis sensitivitas dan simulasi Monte Carlo. Hasil menunjukkan NPV positif sebesar Rp 1,57 miliar, IRR sebesar 16,06% (lebih tinggi dari WACC sebesar 13,79%), PI sebesar 1,165, dan periode pengembalian investasi selama 3,35 tahun, yang menegaskan kelayakan finansial proyek. Analisis sensitivitas mengungkapkan bahwa harga jual dan biaya operasional merupakan faktor risiko utama, sementara simulasi Monte Carlo menunjukkan probabilitas NPV negatif sebesar 0%. Temuan ini mendukung langkah strategis JMTO untuk memasuki pasar penghitungan lalu lintas berbasis AI dan merekomendasikan pengendalian biaya yang proaktif, pengadaan strategis, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan pemerintah untuk mengurangi risiko dan meningkatkan keberhasilan implementasi.
PENDEKATAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PENGAJUAN PERUBAHAN FISCAL TERM: ANALISA FINANSIAL PADA PENGEMBANGAN LAPANGAN MINYAK TUA JAVA OFFSHORE
Java Offshore merupakan salah satu lapangan minyak tua di Indonesia. Wilayah kerja ini membentang di Provinsi Jawa Barat (laut Jawa). Lapangan ini telah beroperasi sejak tahun 1971, dengan puncak produksi minyak sebesar seratus tujuh puluh lima ribu barel minyak per hari (175.000 BOPD) pada tahun 1984 dan empat ratus delapan puluh juta standar kaki kubik gas per hari (484 MMSCFD) pada tahun 2002. Beberpa perusahaan minyak dunia dari Amerika dan Eropa telah mengoperasikan wilayah kerja Java Offshore sejak awal. Pada tahun 2017, Java Offshore Enterprise (JVE) ditunjuk sebagai operator oleh pemerintah Indonesia dengan skema fiscal Gross Split (GS), yang menjadikannya sebagai operator PSC pertama di indonesia mengimplementasikan skema fiskal ini. Masalah selanjutnya muncul ketika operator menghitung ulang evaluasi keekonomian dengan menggunakan kerangka fiscal GS, karena data perkiraan menunjukan arus kas menjadi negatif mulai tahun 2025. Namun demikian, berdasarkan data sumber daya (reserves) wilayah kerja perusahaan, masih terdapat potensi cadangan minyak dan gas yang cukup besar untuk dikembangkan hingga berakhirnya kontrak bagi hasil (PSC). Untuk menyelesaikan studi ini, penulis menggunakan pendekatan dua tahap: tahap pertama, penulis mengumpulkan data sekunder, menganalisa hasilnya, dan menggunakan temuan tersebut untuk merencanakan tahap kedua. Hasil analisa tahap pertama akan digunakan untuk menentukan jenis responden dan jenis pertanyaan yang akan diajukan. Tujuan utama dari metode ini adalah agar data kualitatif dapat membantu menjelaskan temuan temuan dari analisa data keuangan. Langkah langkahnya adalah: (1) Mengumpulkan data teknis (perkiraan profil produksi, CAPEX,OPEX) untuk masing masing skenario yang diusulkan; (2) Mengevaluasi indikator keekonomian dari skema fiskal saat ini; (3) Membuat asumsi dasar untuk melakukan perhitungan keekonomian; (4) Metode Looking forward 2024 baik untuk skema Gross Split maupun Cost Recovery (5) Melakukan analisa sensitivitas (baik menggunakan tornado chart ataupun simulasi montecarlo); (6) Analisa pengambilan keputusan menggunakan metode SMART untuk mengevaluasi kedua opsi fiskal tersebut. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk menetapkan metodologi pengambilan keputusan dalam menentukan skema fiscal apa yang paling cocok untuk keberlanjutan operasi wilayah kerja lepas Java Offshore. Kerangka kerja strategi bisnis dikembangkan dengan menggunakan analisa internal dan eksternal antara lain PESTLE dan Porter’s Five Forces, Resource Based-View, dan kerangka kerja VRIO. Metode tersebut kemudian digunakan untuk menyusun analisa SWOT, dari analisa tersebut menunjukan bahwa JVE memiliki kompetensi meneruskan operasional lapangan minyak ini. Keputusan investasi proyek didasarkan pada perspekif strategis dengan menggunakan pendekatan teknis dan keekonomian melalui indikator penganggaran modal, seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) , dan Profitability Index (PI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Cost Recovery merupakan pilihan terbaik untuk melanjutkan pengembangan wilayah kerja Java Offshore serta memberikan pengembalian investasi yang layak bagi kontraktor dan pendapatan negara yang adil bagi pemerintah Indonesia. Lapangan minyak Java Offshore memiliki potensi cadangan sebesar 164 juta barrel minyak dan 354 miliar kaki kubik gas. Penerapan penyesuaian fiskal untuk wilayah kerja ini tidak hanya memperpanjang kelangsungan operasional dan produksi JVE, tetapi juga akan membantu kontribusi produksi minyak dan gas nasional, sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional antara lain efek multiplier terhadap perekonomian secara keseluruhan, namun juga merangsang pertumbuhan industri regional. Transisi model ini dapat dijadikan referensi dan acuan bagi lapangan lapangan minyak dan gas tua lainnya di Indonesia dalam menghadapi masalah fiskal dan keberlangsungan operasional.