📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 124 dokumen

PERANCANGAN KERANGKA PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA STRATEGI PENGADAAN DENGAN INTEGRASI KRALJIC PORTFOLIO MATRIX DAN AHP-TOPSIS

Pengadaan jasa konsultansi enjiniring merupakan elemen kunci dalam menjamin ketepatan waktu dan kualitas pelaksanaan proyek ketenagalistrikan di PT PLN Enjiniring. Namun, kinerja pengadaan masih menghadapi permasalahan struktural berupa keterlambatan penyelesaian pekerjaan, tingginya frekuensi amandemen kontrak, serta proses pengambilan keputusan yang belum sepenuhnya berbasis analisis risiko dan dampak strategis. Kondisi tersebut tercermin dari belum optimalnya pencapaian indikator On-Time Delivery (OTD) dan berpotensi menghambat akselerasi proyek ketenagalistrikan nasional sesuai RUPTL 2025– 2034 Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan merancang kerangka pengambilan keputusan strategi pengadaan melalui integrasi Kraljic Portfolio Matrix dan metode Analytic Hierarchy Process (AHP)–Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metode Delphi diterapkan untuk mengidentifikasi dan memvalidasi kriteria Supply Risk dan Profit Impact serta kriteria pemilihan supplier sesuai karakteristik pengadaan jasa konsultansi enjiniring. AHP digunakan dalam dua tahapan utama, yaitu untuk menghitung bobot kriteria Supply Risk dan Profit Impact sebagai dasar pemetaan item pengadaan pada Kraljic Portfolio Matrix, serta untuk menentukan bobot kriteria dan sub-kriteria pemilihan supplier pada masing-masing kuadran Kraljic. Selanjutnya, TOPSIS digunakan untuk melakukan pemeringkatan alternatif supplier berdasarkan tingkat kedekatan terhadap solusi ideal pada setiap kategori ii pengadaan. Objek penelitian mencakup pengadaan jasa konsultansi pada infrastruktur transmisi, gardu induk, dan pembangkit di PT PLN Enjiniring Hasil penelitian menunjukkan bahwa item pengadaan PT PLN Enjiniring dapat diklasifikasikan secara sistematis ke dalam empat kuadran Kraljic, yaitu non- critical, leverage, bottleneck, dan strategic, dengan profil risiko dan dampak strategis yang berbeda antara kelompok transmisi dan gardu induk dan pembangkit. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi adanya penambahan dan diferensiasi kriteria pemilihan supplier pada beberapa kuadran Kraljic, yang tidak sepenuhnya tercakup dalam model Kraljic konvensional, sebagai respons terhadap kompleksitas teknis, risiko kinerja, dan kebutuhan kolaborasi jangka panjang pada pengadaan jasa konsultansi enjiniring. Pembobotan menggunakan AHP menunjukkan bahwa kriteria dominan pada setiap kuadran bersifat spesifik dan tidak seragam, sementara hasil pemeringkatan supplier menggunakan TOPSIS menghasilkan urutan prioritas supplier yang berbeda dibandingkan praktik eksisting, sehingga menyediakan dasar pengambilan keputusan pengadaan yang lebih objektif, terukur, dan kontekstual terhadap profil risiko serta kepentingan strategis perusahaan.

2026
👤 Penulis: Mohammad Hafiz Setyasnomo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

DIVERSIFIKASI DANVALIDASIPREDIKSISERTA PERHITUNGAN VALUE-AT-RISK BESAR KLAIM ASURANSI KESEHATAN

Akurasi modelrisikountukprediksibesarklaimdapatditingkatkandenganproses diversifikasidanvalidasi.Diversifikasimodeldilakukandenganmelibatkan sejumlah parameteryangmemengaruhibesarklaimmelaluimodellinearterampat. Model yangterdiversifikasidibangunberdasarkandatahistorisuntukklaim asuransi dandapatdivalidasimenggunakandatalainnya.Hasilpenelitian menunjukkan bahwamodelterdiversifikasidapatmemprediksiaspek-aspek tertentu denganlebihbaikdibandingkanmodelhomogen(sebelumdiversifikasi). Value-at-Risk (VaR)digunakansebagaiukuranrisikodarimodel.Karenasebagian besar klaimbernilainol,ukuranVaRdimodifikasi.Selainitu,nilaiinijuga dinyatakanbergantungbeberapaparameteruntukVaRpadamodelrisiko terdiversifikasidanyangtelahdiverifikasi.

2026
👤 Penulis: Dean Hartono
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

PENGEMBANGAN MODEL ESTIMASI BIAYA & JADWAL TERINTEGRASI BERBASIS RISIKO UNTUK MENINGKATKAN AKURASI ANGGARAN PROYEK DI INDUSTRI MINYAK & GAS HILIR INDONESIA

Keterlambatan jadwal dan pembengkakan biaya merupakan masalah yang sering terjadi pada proyek minyak dan gas bumi hilir di Indonesia. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh estimasi biaya yang kurang akurat, perencanaan biaya dan jadwal yang belum terintegrasi dengan baik, serta belum optimalnya pertimbangan risiko dalam penyusunan anggaran. Akibatnya, anggaran proyek yang telah disetujui sering kali berbeda jauh dari hasil aktual, sehingga menurunkan kredibilitas estimasi investasi dan mengganggu proses pengambilan keputusan di perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi estimasi anggaran proyek dengan mengembangkan Model Estimasi Biaya dan Jadwal Terintegrasi Berbasis Risiko. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-method) yang diawali dengan proses benchmarking terhadap standar internasional seperti AACE, PMI, GAO, dan NASA. Hasil benchmarking kemudian divalidasi secara kualitatif melalui wawancara dengan pemangku kepentingan internal, serta secara kuantitatif menggunakan data historis dari proyek-proyek yang telah selesai di perusahaan minyak dan gas bumi hilir Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa proses estimasi saat ini hanya mencapai 64% untuk biaya dan 52% untuk jadwal dibandingkan dengan model proses baru dari hasil pembandingan. Hasil validasi menunjukkan bahwa model ini mampu meningkatkan akurasi estimasi hingga memenuhi rentang akurasi yang diharapkan dari AACE Kelas 3 (rentang rendah dari -10 hingga -20% dan tinggi dari +10% hingga +30%), dengan hasil kasus uji sebesar +15% untuk biaya dan +0,6% untuk jadwal terhadap nilai aktual.

2026
👤 Penulis: Muhammad Fadhli Zilikram
🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Manajemen Proyek Minyak Gas 🏷️ Estimasi Biaya Dan Jumlah

PEMETAAN INDEKS KERENTANAN WILAYAH PESISIR TERHADAP ABRASI DALAM PERSPEKTIF PERENCANAAN PEMBANGUNAN (WILAYAH STUDI : KECAMATAN MUARA GEMBONG)

Muara Gembong merupakan salah satu kecamatan yang terletak di pantai utara Provinsi Jawa Barat dan terkena dampak dari adanya fenomena abrasi. Abrasi merupakan fenomena berubahnya garis pantai akibat terkikisnya daerah pantai. Fenomena ini merupakan hal yang cukup serius karena menyebabkan berkurangnya lahan yang ada di kecamatan tersebut. Untuk mengetahui seberapa rentan desa yang ada di Kecamatan Muara Gembong terhadap abrasi, maka perlu dilakukan pemetaan indeks kerentanan pesisir terhadap abrasi (IKPA) di daerah tersebut. Nilai IKPA pada wilayah pesisir didapat dengan mengklasifikasikan variabelvariabel indeks kerentanan terhadap abrasi berdasarkan nilai kelasnya dan kemudian nilai kelas tersebut dikali dengan nilai bobot masing-masing variabel. Variabel ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu variabel fisik dan variabel non fisik. Variabel fisik terdiri dari tunggang pasut maksimum, kecepatan arus maksimum, tinggi gelombang signifikan, sudut datang gelombang dominan terhadap garis pantai, kemiringan topografi, jenis sedimen, jenis tutupan lahan, curah hujan, dan kecepatan angin rata-rata. Sedangkan variabel non fisik terdiri dari kepadatan penduduk, harga tanah, produktivitas lahan, dan nilai location quotient (LQ). Hasil penghitungan nilai indeks disajikan dalam bentuk tabel dan peta kerentanan.Hasil penelitian tugas akhir ini menunjukan bahwa 3 (tiga) dari 5 (lima) desa di Kecamatan Muara Gembong berada dalam kondisi rentan berdasarkan variabel fisik dan variabel gabungan fisik dan non fisik. Jika berdasarkan variabel non fisik saja, semua desa pesisir di kecamatan tersebut berada dalam kondisi rentan.

2026
👤 Penulis: ALDILA PRADHANA (NIM: 15108092); Pembimbing: Dr.rer.nat. Wiwin Windupranata, M.Si.; Dr. Ir. Dwi Wisa
🏷️ Geografi 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Manajemen Lahan

RISK ASSESSMENT OF GROUNDWATER FROM SALINE WATER INTRUSION IN PULAU PRAMUKA

Pulau Pramuka is one of inhabited islands in Kepulauan Seribu in the South West of Java Sea. During the latest few years (2000s) the population is increasing. This growth also drives conversion of land cover, typically from vegetation or bareland into built up. This growth also increases the demand of the freshwater. The only source of freshwater in this island is groundwater. The conversion of land cover and the increase the demand of freshwater will be impacted to the quality of freshwater, especially in terms increasing water salinity. This research is intended to create groundwater risk model. Method that used to do assessment about the groundwater risk is created from overlay between groundwater vulnerability, hazard, and exposure map. Vulnerability map is created using DRASTIC modified method. To produce hazard map is using the land use map and exposure map is created from land cover map and distance from shoreline parameter. It is found that the according to the model of groundwater risk in Pulau Pramuka falls in to low, medium, and high risk. Land cover type of building is classified into high risk (9% of area) and medium risk (37% of area). The other land covers are classified into low risk (54% of area). The produced risk map indicates that spatial distribution of groundwater risk correlates well with salinity distribution throughout the island

2026
👤 Penulis: BUDI DIPA PRABOWO (NIM 15108059); Pembimbing: Dr. rer. nat. Poerbandono
🏷️ Geologi Air Tanah 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air

ASSESSING THE IMPACT OF LAND USE CHANGE ON SEISMIC VULNERABILITY IN BUKITTINGGI CITY

This study presents a spatio-temporal assessment of seismic vulnerability in Bukittinggi City, a region of high seismic hazard, by analyzing the impact of land use change from 2015 to a projected 2027 scenario. Using a land use change model (MOLUSCE) and a multi-criteria vulnerability assessment grounded in the Indonesian National Disaster Management Agency (BNPB) framework, this research quantifies how historical and future urban expansion affects the city's risk profile. Vulnerability was calculated by integrating monetized values for physical and economic assets with population data. The findings reveal a clear and consistent upward trend in overall seismic vulnerability across the study period, directly correlated with the expansion of built-up areas. The analysis identifies two distinct risk typologies: the district of Guguk Panjang (GP) is the current epicenter of concentrated risk, characterized by high-density commercial and residential assets in hazard-prone zones. In contrast, Mandiangin Koto Selayan (MKS) is identified as the frontier of emerging risk, where projected urban growth is expected to significantly increase population and asset exposure. This differentiation provides a data-driven basis for tailored policy interventions: focusing on retrofitting and managing existing risk in GP, while implementing proactive, risk-sensitive land use planning to guide future development in MKS. The resulting vulnerability maps serve as a critical tool for local policymakers to enhance urban resilience.

2025
👤 Penulis: Rahmi Elsa Instita
🏷️ Geofisika 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Analisis Risiko

PERANCANGAN STRATEGI PENGELOLAAN RISIKO PEMANGKU KEPENTINGAN BERBASIS PROSES BISNIS PADA PT PUTRA KATES SIMOELIKKI

PT Putra Kates Simoelikki merupakan perusahaan keluarga yang bergerak di bidang obat tradisional dengan produk berupa jamu lancar haid. Perusahaan mengalami penurunan volume penjualan dari distributor existing dalam periode 2022 hingga 2024 meskipun permintaan pasar diperkirakan stabil. Hal ini ditandai dengan adanya 8 distributor yang tidak lagi melakukan repeat order. Mereka mengeluhkan keterlambatan pengiriman produk dan inkonsistensi mutu produk yang terjadi secara berulang. Di sisi lain, terjadi peningkatan proporsi biaya pabrik tidak terduga hingga 52%. Setelah ditelusuri, peningkatan ini disebabkan oleh pembelian simplisia pada periode yang tidak tepat sehingga harga tinggi dan kebutuhan biaya perawatan reaktif mesin tak terduga. Permasalahan tersebut menunjukkan adanya hambatan yang tidak diselesaikan sehingga terakumulasi. Hambatan ini dipicu oleh adanya risiko operasional dan kompleksitas interaksi pemangku kepentingan yang ditimbulkan ketidakpastian. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan risiko berbasis pemangku kepentingan untuk mencegah masalah terhadap pencapaian tujuan strategis terjadi kembali di kemudian hari. Penelitian ini menggunakan risiko pendekatan berbasis pemangku kepentingan yang dipetakan menurut proses bisnis inti dari kerangka American Productivity & Quality Center (APQC). Terdapat 8 pemangku kepentingan utama yang dianalisis, terdiri dari 6 pihak internal (pemilik, manajer umum, produksi, pengemasan, procurement & distribusi, dan SG&A) serta 2 pihak eksternal (distributor dan supplier). Dari identifikasi awal sebanyak 136 risiko, dilakukan 3 tahap penyaringan, yaitu validasi risiko dengan 93 risiko dilanjutkan, Pareto Analysis dari hasil Risk Significance (RS) dengan 50 risiko diprioritaskan, dan pemetaan interaksi antar risiko menggunakan Risk Network Model (RNM) dengan 15 risiko berjenis source terpilih untuk dimitigasi. Strategi pengelolaan yang diusulkan mencakup pendekatan avoid, transfer, mitigate, dan accept, serta strategi keterlibatan pemangku kepentingan melalui communicate, negotiate, monitor, dan collaborate. Setiap strategi dilengkapi dengan penanggung jawab, rencana aksi yang implementasinya disesuaikan dengan Integrated Risk Priority (IRP), output, dan periode pemantauan dalam risk mitigation charter.

2025
👤 Penulis: Amaris Rea Ananda
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko

ANALISIS RISK ASSESTMENT BERDASARKAN RESIDUAL LIFE DAN RE-ENGINEERING DESAIN PADA PIPA BAWAH LAUT DI PERAIRAN LAUT JAWA

Pipa bawah laut merupakan infrastruktur penting dalam distribusi minyak dan gas dari fasilitas lepas pantai ke daratan. Seiring bertambahnya usia operasional, risiko degradasi akibat korosi meningkat dan dapat mengurangi integritas struktural. Upaya analisis ini bertujuan mengevaluasi kelayakan pipa eksisting berdasarkan residual life dan penilaian risiko dari paduan probabilitas kegagalan dan konsekuensinya. Analisis dimulai dengan pengumpulan data gelombang, arus, dan batimetri sebagai dasar desain. Ketebalan dinding pipa dihitung menggunakan DNV-ST-F101 dan diverifikasi dengan API 5L. Evaluasi kestabilan dilakukan mengacu pada DNV-RP-F109. Analisis bentang bebas dilakukan berdasarkan DNV-RP-F105 guna menghindari kegagalan akibat beban hidrodinamika. Sistem proteksi katodik dirancang menggunakan DNVRP- F103 dan ISO 15589-2, melalui perhitungan kebutuhan arus, jumlah anoda, dan jarak penempatannya. Residual life dinilai dari ketebalan aktual pipa hasil inspeksi setelah 20 tahun operasi, sedangkan evaluasi risiko dilakukan secara semi-kuantitatif berdasarkan ASME B31.4. Hasil menunjukkan ketebalan minimum pipa sebesar 12,7 mm tanpa pelindung beton. Panjang bentang bebas yang diizinkan sebesar 23,387 m. Jumlah anoda yang dibutuhkan sebanyak 99 buah dengan jarak 300 meter. Hasil analisis risiko termasuk kategori risiko tinggi. Oleh karena itu, diperlukan inspeksi lanjutan, re-engineering desain, dan langkah mitigasi untuk menjaga integritas pipa.

2025
👤 Penulis: Adinda Tresnaasih
🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Desain Pipa Bawah Laut 🏷️ Korosi Pipa

PENGEMBANGAN MODUL VISUALISASI ROLLING SPHERE METHOD DAN PERHITUNGAN BIAYA PADA PERANGKAT LUNAK SISTEM PROTEKSI PETIR

karena iklim tropis dan letak geografisnya, sehingga sistem proteksi petir sangat penting. Perancangan sistem proteksi petir saat ini masih dilakukan secara manual dan kurang akurat, sehingga diperlukan perangkat lunak yang mampu mengakomodasi variabel iklim dan melakukan visualisasi otomatis untuk perlindungan yang lebih efektif. Perencanaan biaya proteksi juga harus mempertimbangkan ukuran bangunan, metode, dan karakteristik petir setempat agar optimal. Perangkat lunak proteksi petir dikembangkan dengan metode SDLC, mengintegrasikan data petir dan kondisi bangunan di Indonesia untuk analisis akurat. Visualisasi 3D rolling sphere method setelah dilakukan pemasangan tiang proteksi memudahkan dalam melihat daerah lindung. Perhitungan biaya dilaksanakan berdasarkan jumlah dan tipe komponen utama sistem proteksi yakni air terminal, down conductor, dan grounding system. Selain itu, biaya instalasi dihitung dari jumlah pekerja dan durasi pengerjaan, yang pengguna dapat sesuaikan secara fleksibel sesuai kebutuhan proyek. Rincian biaya yang dihasilkan memberi gambaran menyeluruh mengenai pengeluaran untuk pembangunan sistem proteksi petir sambil tetap memperhatikan aspek keselamatan dan standar teknis yang berlaku. Pendekatan ini memberikan solusi proteksi petir yang efektif dan efisien. Hasil pengembangan dan pengujian menunjukkan perangkat lunak proteksi petir telah memenuhi kebutuhan fungsional dan mampu melakukan perencanaan sistem proteksi petir dengan waktu sekitar 10 menit mulai dari analisis risiko, visualisasi RSM, penempatan tiang, hingga perhitungan biaya. Perangkat lunak ini berhasil menjadi sebuah one stop solution untuk melakukan perancangan sistem proteksi petir. Hasil pengujian juga menunjukkan kemudahan penggunaan dan kelengkapan fitur seperti analisis risiko, penentuan penempatan tiang, serta perhitungan biaya. Oleh karena itu, perangkat lunak ini dapat membantu pengguna dalam mempercepat proses perancangan sistem proteksi petir secara signifikan.

2025
👤 Penulis: Afnan Edsa Ramadhan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

PERHITUNGAN HEALTH INDEX GAS INSULATED SWITCHGEAR (GIS) DENGAN WEIGHT AND SCORE METHOD DAN WORST APPROACH METHOD

Penelitian ini membandingkan metode Weight and Score Method (WSM) dan Worst Approach Method (WAM) dalam perhitungan Health Index (HI) untuk 21 unit GIS (224 bay) di wilayah kerja PT PLN UIT JBM. WSM menghitung HI berdasarkan bobot dan skor pada 8 komponen utama menggunakan metode AHP, sedangkan WAM mengikuti CIGRE 858:2021 dengan fokus pada kondisi terburuk dari 5 subsistem. Hasilnya, WSM mengklasifikasikan lebih banyak bay dalam kondisi “bad” dan “moderate” yaitu 127 bay dalam kondisi “bad”, 93 bay “moderate”, dan 4 bay “good”, sedangkan WAM menghasilkan klasifikasi lebih ekstrem, dengan 146 bay dalam kondisi “very bad”, 38 “bad”, 38 “moderate”, dan hanya 2 bay “very good”. Perbedaan signifikan antara kedua metode disebabkan oleh pendekatan evaluasi: WSM bersifat rata-rata dan berbobot, sedangkan WAM lebih konservatif karena fokus pada kondisi terburuk. Hasil ini menunjukkan bahwa WAM lebih sensitif terhadap kegagalan potensial, sedangkan WSM memberikan gambaran yang lebih proporsional terhadap keseluruhan kondisi. Oleh karena itu, berdasarkan hasil analisis Weight and Score Method (WSM) merupakan metode yang paling efektif dan dapat diandalkan dalam memprediksi kondisi dan masa pakai GIS untuk strategi pemeliharaan berbasis kondisi. Metode ini mempertimbangkan seluruh komponen secara menyeluruh dan sesuai untuk pengambilan keputusan jangka panjang. Sedangkan Worst Approach Method (WAM) sebaiknya digunakan sebagai pelengkap untuk memperkuat kewaspadaan terhadap kerusakan ekstrem pada satu atau lebih komponen kritikal.

2025
👤 Penulis: Irianti Romauli Tampubolon
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Perencanaan Pemeliharaan

STUDI KELAYAKAN IMPLEMENTASI PROYEK EOR DI LAPANGAN “COMBATH” BERDASARKAN ANALISIS PREDIKTIF DAN EVALUASI RISIKO MENGGUNAKAN SOFTWARE PERTAEOR-LITE

This study evaluates the feasibility of COâ‚‚ injection in the Combath field using a series of screenings, a three-scenario predictive model, and Monte Carlo simulations. The main results indicate that the 10-acre scenario has the highest net present value (NPV), while the 28-acre scenario achieves the best internal rate of return (IRR). Sensitivity analysis identified oil price and reservoir porosity as the dominant factors. Based on the expected economic value and risk, the 20-acre scenario, after controlled parameter optimization, is recommended as a balanced option. These findings provide strategic guidance for EOR implementation in this field.

2025
👤 Penulis: Enjel Oktaviani Pardede
🏷️ Energi Oksigen Alam 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Optimisasi Sistem

EVALUASI KESELAMATAN PEJALAN KAKI SAAT MENGGUNAKAN PONSEL DI TROTOAR PUBLIK

Penggunaan ponsel saat berjalan di trotoar publik semakin umum dan dapat menimbulkan risiko keselamatan akibat terganggunya perhatian pejalan kaki terhadap lingkungan sekitar. Fenomena ini perlu dikaji lebih lanjut untuk memahami besarnya ancaman terhadap keselamatan pejalan kaki. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat risiko keselamatan pejalan kaki yang menggunakan ponsel saat berjalan di trotoar publik. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuesioner dengan instrumen smombie scale yang disebarkan kepada 394 responden untuk mengidentifikasi tingkat risiko akibat penggunaan ponsel saat berjalan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji beda, dan CB-SEM. Hasil dari penelitian ini akan digunakan sebagai dasar dalam perancangan intervensi yang bertujuan mengurangi potensi bahaya bagi pejalan kaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81% responden tergolong memiliki risiko tinggi mengalami kecelakaan atau gangguan keselamatan saat menggunakan ponsel di trotoar publik. Risiko yang paling sering dialami cenderung bersifat ringan, seperti tidak mendengar saat orang lain berbicara, melewatkan sinyal penyeberangan, atau menabrak pejalan kaki lain. Meskipun demikian, risiko-risiko tersebut tetap berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti kecelakaan lalu lintas. Tingginya tingkat risiko ini didorong oleh tingginya ketergantungan responden terhadap ponsel yang digunakan tidak hanya saat keadaan statis tetapi juga dinamis. Beberapa aktivitas seperti membalas pesan, mendengarkan musik, dan menggunakan fitur navigasi terbukti berkontribusi terhadap peningkatan risiko, sedangkan aktivitas menelepon dan melihat media sosial tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Berdasarkan temuan tersebut, intervensi dikembangkan dalam bentuk poster edukatif yang menghasilkan 3 poster dengan tone yang berbeda, yaitu netral, fokus pada dampak negatif, dan fokus pada manfaat.

2025
👤 Penulis: Putri Rizki Dwi Hamsy Harahap
🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Lalu Lintas 🏷️ Analisis Risiko

PENGARUH LITERASI KEUANGAN, PERILAKU KONSUMEN, DAN PROFIL RISIKO TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) DI KALANGAN INVESTOR GENERASI Z DI INDONESIA

Tren investasi di kalangan Generasi Z di Indonesia semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi keuangan dan akses yang mudah ke pasar modal. Namun, banyak di antara mereka yang belum memiliki pemahaman keuangan yang memadai, yang berpotensi menyebabkan keputusan investasi yang tidak bijaksana. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi keuangan, perilaku konsumen, dan profil risiko terhadap pengambilan keputusan investasi saham di kalangan Generasi Z di Indonesia. Selain itu, metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui distribusi kuesioner online kepada 120 responden yang memiliki pengalaman investasi. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, deskriptif, dan korelasi Pearson menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan pengambilan keputusan investasi (r > 0.96, p < 0.001). Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi literasi keuangan, pengendalian perilaku dalam berinvestasi, dan kesesuaian profil risiko memainkan peran penting dalam membentuk keputusan investasi yang lebih rasional di kalangan Generasi Z.

2025
👤 Penulis: Fikri Arlizal
🏷️ Literasi Keuangan 🏷️ Perilaku Konsumen Investasi 🏷️ Analisis Risiko

PERANCANGAN MODEL ESTIMASI BIAYA PROYEK PENGEMBANGAN PRODUK PADA PT ALGATEK KARBON NUSANTARA DENGAN PENDEKATAN RANTAI MARKOV DAN SIMULASI MONTE CARLO

Upaya Indonesia dalam menurunkan emisi karbon mendorong pengembangan teknologi inovatif, salah satunya melalui pemanfaatan biomassa alga. PT Algatek Karbon Nusantara menjadi pelopor dalam pengembangan produk hilir berbasis alga, seperti bioremediator dan pakan ikan. Namun, pengembangan produk tersebut masih berada pada tahap konseptual dan menghadapi tantangan berupa iterasi teknis, ketidakpastian durasi, serta variabilitas biaya, yang menyulitkan perusahaan dalam mengestimasi kebutuhan anggaran secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model simulasi estimasi biaya proyek pengembangan produk yang mampu mengakomodasi kemungkinan pengulangan dan penghentian aktivitas pada setiap tahapan. Proyek dimodelkan menggunakan pendekatan Stage-Gate dan dikategorikan ke dalam tiga fase, yakni feasibility, development, dan manufacturing. Transisi antar tahapan dimodelkan secara probabilistik melalui pendekatan rantai Markov. Estimasi durasi setiap tahapan dilakukan dengan mempertimbangkan tiga scenario, yakni best case, most likely, dan worst case, sedangkan komponen biaya diklasifikasikan menjadi biaya tetap dan biaya berbasis durasi. Estimasi biaya proyek pengembangan produk dilakukan dengan menggunakan model rantai Markov dilakukan melalui simulasi Monte Carlo. Hasil simulasi menunjukkan bahwa untuk proyek bioremediator dengan target durasi 120 hari, rata-rata biaya proyek mencapai Rp 63,7 juta, sementara anggaran minimum yang diperlukan perusahaan untuk mengantisipasi iterasi dan proyek gagal adalah sebesar Rp 259 juta. Untuk proyek pakan ikan dengan target durasi 150 hari, rata-rata biaya proyek adalah sebesar Rp 70,5 juta dengan anggaran minimum yang dibutuhkan sebesar Rp 348 juta. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa keberhasilan proyek dalam mencapai target durasi sangat dipengaruhi oleh probabilitas pengulangan tahapan dan probabilitas penghentian proyek. Model ini dapat bermanfaat sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis risiko yang lebih terukur untuk pengelolaan anggaran dan perencanaan proyek.

2025
👤 Penulis: Adira Rachmawati Putri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

KAJIAN TEKNIK IMPUTASI BERBASIS MACHINE LEARNING UNTUK PENILAIAN RISIKO KUANTITATIF PADA PIPA PENYALUR PERTAMINA HULU KALIMANTAN TIMUR

Pada 2022, kebutuhan energi Indonesia mencapai 1,185 miliar BOE, didominasi industri migas. Namun, kerusakan pipa migas sangat berbahaya dengan rata-rata terjadi 634 kecelakaan, 55 luka, 12 jiwa, dan kerugian USD 516,5 juta per tahun di Amerika Serikat. Risk Based Inspection penting untuk menilai integritas pipa, tetapi data proses dan riwayat kegagalan sering hilang akibat akibat keterbatasan sensor dan kesalahan pencatatan sehingga metode imputasi tradisional, seperti imputasi nol, rata-rata, dan median mengubah signifikan distribusi dan variansi data. Machine learning menjadi solusi terkini untuk imputasi data yang memastikan analisis risiko tetap akurat dan efisien. Ketiga model yang dikaji, yaitu K-Nearest Neighbor, Multiple Imputation by Chained Equations, dan Random Forest. Pada tugas sarjana ini, dievaluasi metode-metode machine learning untuk imputasi data pada spesifikasi pipa dasar dan dampaknya terhadap parameter hasil asesmen risiko sistem perpipaan berdasarkan API RP 581 dan metode Muhlbauer. Pada Pertamina Hulu Kalimantan Timur, terdapat 597 segmen pipa yang dianalisis tingkat risikonya dari asesmen nilai probability of failure (POF) dan consequence of failure (COF). Pada uji dengan persentase amputasi data 10%, 15%, 20%, dan 30%, ketiga metode imputasi menunjukkan bahwa Random Forest paling unggul dengan rata-rata R² sebesar 66,3% dibandingkan MICE dengan 36,5%, dan KNN dengan 23,6%. Keunggulan dari Random Forest juga terlihat dalam analisis risiko dengan R² untuk POF mencapai 94,9% dengan bias relatif serendah 0,20%, untuk konsekuensi area hingga 83% dengan bias terendah 4,6%, dan untuk kerugian finansial hingga 96,2% dengan bias terendah 1,65%. Hasil confidence interval 95% memperlihatkan margin of error POF berkisar dari 0,006-0,007 per km-tahun, konsekuensi area antara 79,2 m2 hingga 119,2 m2, dan finansial rata-rata US$ 3,36 juta dengan standar deviasi sekitar US$ 1,04 juta.

2025
👤 Penulis: Muhammad Rafiuddin Rasyid
🏷️ Machine Learning 🏷️ Inspeksi Pipa Migas 🏷️ Analisis Risiko
Halaman 3 dari 9
💬