📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 91 dokumen

STUDI PERBANDINGAN FATIGUE LIFE SEBELUM DAN SESUDAH MODIFIKASI DEK PADA ANJUNGAN LEPAS PANTAI TIPE JACKET TIGA KAKI DI SELAT MAKASSAR

Ketika suatu struktur anjungan lepas pantai mengalami modifikasi dek yang mengakibatkan penambahan massa, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap respons struktur, termasuk fatigue life. Pemeriksaan fatigue life penting dilakukan untuk memastikan nilainya masih melampaui design life struktur setelah mengalami modifikasi dek. Tugas Akhir ini menganalisis struktur anjungan lepas pantai tipe jacket tiga kaki di Selat Makassar pada kedalaman 51,10 m dengan menggunakan standar API RP-2A WSD 22nd Edition dan AISC 9th Edition 1989. Analisis yang dilakukan meliputi inplace, seismic, dan fatigue baik sebelum maupun sesudah modifikasi dek. Analisis inplace dilakukan pada struktur sesudah modifikasi dek untuk kondisi operating dan storm masing-masing untuk kedalaman minimum dan maksimum. Pada analisis inplace, sebelum dilakukan strengthening terdapat 20 member pada struktur yang tidak memenuhi kriteria member UC. Setelah dilakukan strengthening pada beberapa member, hasil analisis inplace menunjukkan bahwa nilai member unity check (UC), joint punching shear, defleksi, dan pile safety factor telah memenuhi kriteria desain. Selanjutnya, analisis seismic juga dilakukan pada struktur sesudah mengalami modifikasi dek dengan mempertimbangkan kondisi Extreme Level Earthquake (ELE) dengan periode ulang 475 tahun dan Abnormal Level Earthquake (ALE) dengan periode ulang 2000 tahun. Analisis seismic dilakukan untuk mengetahui respons struktur terhadap beban gempa. Hasil analisis seismic menunjukkan bahwa struktur juga memenuhi kriteria member UC, joint punching shear, pile safety factor, dan defleksi vertikal, meskipun terdapat beberapa joint dengan defleksi horizontal melebihi batas izin, tetapi masih dapat diterima karena platform bersifat unmanned. Kemudian, analisis fatigue dilakukan untuk mengetahui fatigue damage dan fatigue life akibat beban siklik dari struktur. Hasil analisis fatigue menunjukkan bahwa modifikasi dek menyebabkan penurunan signifikan pada fatigue life. Dari 264 joint yang ditinjau, 87,5% joint mengalami penurunan fatigue life, termasuk tiga joint (1699, 404, 407) yang semula tidak memenuhi design life sebesar 21 tahun. Setelah dilakukan pengurangan ketebalan marine growth dari 10 cm menjadi 5 cm pada elevasi tertentu, ketiga joint tersebut kembali memenuhi kriteria dengan fatigue life minimum sebesar 47,8 tahun pada joint 404. Selain itu, modifikasi dek sebesar 556 ton atau sekitar 17% dari berat struktur eksisting mengakibatkan penambahan periode natural struktur dari 3,36 detik menjadi 3,63 detik. Namun, secara keseluruhan struktur sesudah mengalami modifikasi dek masih memenuhi kriteria desain untuk beroperasi sesuai service life yang direncanakan.

2025
👤 Penulis: Fauzi Sudrajat
🏷️ Fatigue 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Modifikasi Dek Anjungan Lepas Pantai

PERANCANGAN STRUKTUR BAWAH GEDUNG SENTRA PALMERAH DI TANAH KOSAMBI BARAT, TANGERANG

Pembangunan gedung bertingkat tinggi memerlukan perencanaan struktur bawah yang matang untuk menjamin stabilitas dan keamanan bangunan. Tugas Akhir ini bertujuan untuk merancang struktur bawah Gedung Sentra Palmerah yang terletak di Tanah Kosambi Barat, Tangerang. Ruang lingkup perancangan meliputi evaluasi karakteristik tanah, desain dinding penahan tanah (dinding diafragma), serta sistem fondasi dalam berupa tiang bor dan pile cap untuk dua tower apartemen setinggi 20 lantai. Analisis diawali dengan interpretasi data penyelidikan tanah dari 4 titik bor dan 9 titik sondir, serta data laboratorium. Berdasarkan parameter tersebut, dilakukan penentuan kelas situs seismik sesuai SNI 1727:2019. Dinding penahan tanah dirancang menggunakan metode elemen hingga dengan perangkat lunak PLAXIS 2D untuk memastikan kestabilan global dan batas defleksi aman selama proses konstruksi top-down. Sistem fondasi yang digunakan adalah fondasi tiang bor yang dianalisis secara tunggal menggunakan LPILE untuk beban lateral dan GROUP untuk analisis grup tiang. Kapasitas aksial, daya dukung lateral, serta penurunan total dan diferensial dianalisis sesuai SNI 8460:2017. Perancangan pile cap mempertimbangkan interaksi antar-tiang dan kebutuhan penulangan berdasarkan analisis momen dan geser dua arah. Hasil akhir menunjukkan bahwa sistem struktur bawah yang dirancang telah memenuhi syarat stabilitas dan deformasi, serta mampu menunjang beban bangunan secara efektif.

2025
👤 Penulis: Evan Joseph Shelim
🏷️ Geoteknik 🏷️ Struktur Gedung Bertingkat Tinggi 🏷️ Analisis Struktur

STUDI KOMPARASI SISTEM FONDASI PILED RAFT DAN DISCONNECTED PILED RAFT PADA TANGKI TIMBUN DI TANAH LUNAK

Tangki timbun berkapasitas besar sering kali memberikan beban yang besar ke tanah di bawahnya. Sedangkan, tangki sering kali terletak di daerah pesisir dengan tanah lunak. Namun, solusi fondasi dalam seringkali memberikan desain yang terlalu konservatif dan terlalu mahal, padahal struktur tangki baja dapat menoleransi uniform settlement yang cukup besar. Studi ini membandingkan hasil desain antara sistem fondasi piled raft dan disconnected piled raft untuk kasus tangki 40,000 kL di atas tanah lunak dalam aspek settlement, gaya dalam raft, dan biaya material menggunakan kriteria desain yang biasa digunakan dalam industri. Selain itu, dilakukan juga studi parametrik pada rigid inclusion untuk memberikan gambaran lebih lanjut terkait pengaruh dari tiap komponen rigid inclusion menggunakan program elemen hingga. Hasil studi ini menunjukkan bahwa fondasi disconnected piled raft mengurangi biaya material sebesar 16% dibandingkan piled raft. Namun, sistem disconnected piled raft memberikan settlement yang lebih besar. Dalam aspek gaya dalam pada raft, kedua sistem cenderung masih memberikan gaya dalam yang besar. Studi ini mengindikasikan sistem disconnected piled raft merupakan sistem yang ekonomis untuk digunakan pada kasus tangki di tanah lunak.

2025
👤 Penulis: Ahmad Haziq Al Musyarrif
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Manajemen Biaya

PERANCANGAN DINDING DIAFRAGMA DAN FONDASI PADA KONSTRUKSI MRT JAKARTA CP203 PROYEK STASIUN KOTA

Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2 merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan di Ibu Kota dengan memperluas jangkauan transportasi publik. Salah satu tantangan utama dalam proyek ini adalah perancangan struktur bawah tanah yang aman dengan menggunakan metode top down di Stasiun Kota. Tugas akhir ini berfokus pada perancangan dinding diafragma dan fondasi dalam untuk konstruksi Stasiun MRT Jakarta CP203. Metodologi yang digunakan mencakup studi literatur, pengumpulan, dan interpretasi data tanah. Perancangan dinding penahan tanah menggunakan metode top down, dengan analisis stabilitas galian, termasuk potensi basal heave, piping, dan uplift. Selain itu, analisis potensi likuifaksi dilakukan pada lapisan tanah pasir. Analisis dan pemodelan struktur juga dilakukan menggunakan perangkat lunak PLAXIS 3D untuk kondisi undrained (fase konstruksi) dan drained (jangka panjang).Hasil perancangan menunjukkan bahwa dinding diafragma dan fondasi yang telah didesain sudah aman dan memenuhi segala persyaratan standar yang ada.

2025
👤 Penulis: Khairina Fariz Dwiputri
🏷️ Konstruksi Bawah Tanah 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Mrt Jakarta

PERANCANGAN FONDASI STRUKTUR UTAMA DAN DINDING PENAHAN TANAH GALIAN DOLPHINARIUM AQUAMARINE PARK, PULAU SERANGAN, BALI

Perencanaan struktur fondasi dan dinding penahan tanah yang aman dan efektif menjadi aspek penting dalam pembangunan, terutama pada wilayah yang memiliki potensi gempa dan kondisi tanah jenuh pasir. Tugas akhir ini membahas perencanaan struktur fondasi untuk struktur utama dan struktur penahan tanah untuk dolphinarium pada Proyek Aquamarine Park yang berlokasi di Pulau Bali. Lokasi ini memiliki percepatan gempa (PGAM) sebesar 0.576 dan menunjukkan potensi likuifaksi pada titik pengeboran BH-02 dan BH-03. Struktur fondasi utama dirancang menggunakan fondasi tiang pancang tipe spun pile dengan diameter 800 mm dan panjang 16 meter. Tiga konfigurasi pile cap yang digunakan yaitu 2×1, 2×2, dan 3×2. Analisis meliputi daya dukung aksial dan lateral, serta settlement dan differential settlement, dengan hasil yang menunjukkan bahwa seluruh konfigurasi memenuhi batas izin perencanaan. Sementara itu, struktur penahan tanah menggunakan sistem soldier pile berdiameter 1000 mm dengan spacing 1000 mm dan kedalaman 18 meter, diperkuat dengan dua buah ground anchor serta tambahan tension pile untuk mengatasi gaya angkat (uplift). Perilaku dinding penahan tanah dianalisis menggunakan pendekatan numerik berbasis metode elemen hingga, dan hasilnya menunjukkan bahwa deformasi lateral serta safety factor berada dalam batas yang diizinkan.

2025
👤 Penulis: Nabila Maritza Rafifa Wibowo
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Pembangunan Air Terjun

PERENCANAAN GEOTEKNIK GEDUNG MALL DI MAKASSAR, SULAWESI SELATAN

Tugas akhir desain membahas tentang lingkup perencanaan geoteknik suatu gedung mall di Makassar, Sulawesi Selatan. Perencanaan geoteknik yang dilakukan bertujuan untuk menentukan titik letak investigasi tanah, melakukan pengolahan hasil investigasi tanah, menentukan jenis dan desain fondasi, menentukan jenis dan desain dinding penahan tanah beserta dengan sistem penunjangnya, dan memverifikasi perhitungan dengan menggunakan perangkat lunak untuk analisis dengan metode elemen hingga. Metode yang digunakan dalam perencanaan adalah metode-metode yang umumnya digunakan dan diberikan pada syarat yang berlaku. Dengan berbagai pertimbangan, digunakan kombinasi tiang bor dan dinding diafragma dengan lantai basement sebagai sistem penunjang terpilih pada perencanaan geoteknik.

2025
👤 Penulis: Juan Marvel
🏷️ Geoteknik 🏷️ Desain Gedung Mall 🏷️ Analisis Struktur

STUDI KOMPARATIF KINERJA STRUKTUR APARTEMEN IREGULER DENGAN FLUID VISCOUS DAMPER DAN DINDING GESER

Dinding geser merupakan elemen struktur yang berpotensi memperbesar pengaruh iregularitas struktur. Dengan bantuan Fluid Viscous Damper (FVD) yang penempatannya relatif fleksibel, keduanya diharapkan dapat berperan secara efektif dalam menahan gaya gempa. Tugas akhir ini menganalisis perbedaan yang ada pada struktur ireguler dengan dinding geser dengan dan tanpa FVD. Analisis struktur dan penentuan dimensi elemen-elemen struktur dilakukan dengan menggunakan analisis respons spektra, yang kemudian akan dianalisis perbedaannya dengan menggunakan analisis pushover. Beberapa aspek yang ditinjau adalah torsi, energi, drift, gaya geser dasar, performance point, jumlah sendi plastis, tingkat kinerja struktur. Berdasarkan hasil analisis yang didapat, diketahui bahwa penambahan FVD damping ratio 6.94% dan 6.51% untuk arah X dan arah Y secara berurutan menyebabkan peningkatan performa struktur dengan cukup signifikan pada tiap aspek yang telah disebutkan.

2025
👤 Penulis: Ernestiadi Djianto
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN FONDASI DAN DINDING DIAFRAGMA UNTUK BASEMEN PADA TYPE C GENERAL HOSPITAL DI JAKARTA SELATAN

Type C General Hospital di Jakarta merupakan rumah sakit yang dibangun sebagai fasilitas kesehatan yang terjangkau dan berkualitas untuk masyarakat Jakarta. Bangunan ini terdiri dari 10 lantai + atap dan 3 tingkat basement. Perencanaan struktur bawah ini meliputi sistem fondasi berupa tiang bor dan dinding penahan tanah berupa dinding diafragma untuk mendukung proses konstruksi basement. Dinding penahan tanah didesain untuk mendukung proses metode top-down konstruksi basement 3 tingkat dengan kedalaman galian 12 meter. Jenis dinding penahan tanah yang digunakan adalah dinding diafragma dengan sistem pendukung lateral berupa slab itu sendiri. Dinding diafragma akan menggunakan ketebalan 1000 mm. Slab akan menggunakan ketebalan 150 mm dan akan dicor pada elevasi 5 m, 8,5 m, dan 12m. Analisis dan perencanaan dinding penahan tanah akan didukung dengan penggunaan perangkat lunak PLAXIS 2D. Fondasi yang digunakan pada bangunan ini adalah jenis fondasi tiang bor. Tiang bor akan menggunakan diameter 1400 mm dan diikat dalam pile cap. Tiang bor memiliki panjang 24 m untuk bore hole 1 dan 28 m untuk bore hole 2. konfigurasi pile cap yang digunakan adalah 4 tiang, 6 tiang, 12 tiang, 18 tiang, dan 20 tiang. Analisis dan perencanaan fondasi akan didukung dengan perangkat lunak ENSOFT LPILE, ENSOFT GROUP, spColumn, dan Settle3.

2025
👤 Penulis: Muhammad Ghazi Nurhidayat
🏷️ Konstruksi Bangunan 🏷️ Metode Top-Down Konstruksi Basement 🏷️ Analisis Struktur

ANALISIS METODE ELEMEN HINGGA ENGINEERING MATERIALS ARRESTED SYSTEM (EMAS) FOAM CONCRETE.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan overrun, FAA mensyaratkan adanya Runway End Safety Area (RESA) dengan panjang 1000 ft (300 m) pada ujung landasan untuk memberi jarak berhentian pesawat yang tergelincir dengan kecepatan 70 knots. namun beberapa bandara kesulitan untuk memenuhi persyaratan ini dengan alasan kurangnya lahan yang tersedia dan biaya yang dibutuhkan terlalu besar. Penelitian ini betujuan mengetahui parameter-parameter yang penting dalam memodelkan engineered material arrested system (EMAS), mengetahui akurasi hasil simulasi menggunakan FEM dengan pendekatan SPH dengan hasil uji eksperimental, mengetahui kinerja EMAS berbasis foam concrete dengan penambahan variasi fiber menggunakan FEM dengan pendekatan smooth particle hydrodinamic (SPH). Hasil simulasi elemen hingga dengan pendekatan SPH pada material dengan uji drop-weigth test menunjukkan hasil deviasi antara simulasi elemen hingga dan eksperimental sebesar 8% dan 2% hal ini menunjukkan bahwa pemodelan foam concrete fiber dengan pendekatan SPH memiliki akurasi yang tinggi.

2025
👤 Penulis: Afdhal M. Ikhsan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Struktur

DESAIN STRUKTUR ANJUNGAN LEPAS PANTAI TIPE TETAP TIGA KAKI DENGAN FONDASI SUCTION PILE PADA KONDISI IN-SERVICE SERTA ANALISIS LIFTING DAN UPENDING JACKET

Cadangan minyak dan gas bumi di daratan yang semakin menipis, menjadikan eksplorasi sumber energi primer mulai beralih ke perairan lepas. Salah satu fasilitas penting dalam industri hulu minyak dan gas bumi adalah anjungan lepas pantai. Banyaknya perairan di Indonesia yang termasuk dalam perairan dangkal, menjadikan anjungan lepas pantai tipe tetap dengan fondasi suction pile seringkali menjadi pilihan. Struktur anjungan lepas pantai harus dirancang dengan tepat untuk menjamin keamanan dalam setiap aktivitas yang berlangsung di atasnya. Dalam tugas akhir ini, dirancang anjungan lepas pantai tipe tetap tiga kaki dengan fondasi suction pile yang direncanakan beroperasi di Laut Jawa. Struktur anjungan lepas pantai didesain sesuai standar API RP2A – WSD 22nd Edition. Dalam proses desain, perlu dilakukan analisis terhadap kemampulayanan struktur dalam proses instalasi dan saat beroperasi akibat beban yang bekerja di lokasi. Proses desain struktur dilakukan pada kondisi in-place. Setelahnya dilakukan analisis lifitng dan upending untuk struktur jacket sesuai standar API RP2A WSD 22nd Edition dan DNV-ST- N001. Struktur hasil optimasi kemudian dilakukan analisis lebih lanjut, yaitu analisis in-service, yang mencakup analisis in-place, seismic, dan fatigue. Hasil dari penelitian ini diperoleh konfigurasi sling, tahapan upending, struktur jacket hasil optimasi dari hasil analisis lifting dan upending, dan perhitungan kebutuhan internal ring stiffener pada 3 joint yang tidak dapat memenuhi kriteria joint punching shear.

2025
👤 Penulis: Muhammad Ghalum Gumilang
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Fondasi Suction Pile 🏷️ Anjungan Lepas Pantai

ASESMEN STRUKTURAL BAGIAN SEMEN TERPERFORASI MENGGUNAKAN ANALISIS ELEMEN HINGGA (FEA) DENGAN SENSITIVITAS PERFORASI: STUDI KASUS LAPANGAN LEPAS PANTAI GOLDENEYE

Ensuring the long-term integrity of perforated cemented well sections is critical for the success and safety of carbon capture and storage (CCS) operations. This study investigates the structural performance of perforated cement sheaths in CO? injection wells using Finite-Element Analysis (FEA), with a focus on how perforation phasing influences tensile stress accumulation and crack formation. The Goldeneye Field in the UK North Sea is selected as a case study due to its suitability for long-term CO? storage. A 3D finite-element model of the casing– cement–formation system is developed and evaluated under five years of time-stepped injection pressures. Simulation results demonstrate that compressive stress remains safely below the 35.8 MPa capacity of API Class G cement across all cases. However, tensile integrity proves highly sensitive to perforation design. The 45°/5 shots-per-foot (SPF) configuration induces sustained tensile failure, with crack widths exceeding 20 ?m and no observed recovery. The 60°/5 SPF case shows partial recovery but still maintains critical apertures, while the base case (90°/4 SPF) remains below failure thresholds. The findings reveal that tensile damage, once initiated, is irreversible under injection pressures typical of CCS operations, and can pose long-term leakage risks through microannuli. Conservative perforation designs and advanced cement formulations are recommended to mitigate failure. This study contributes a predictive framework for assessing well integrity risks in perforated CCS wells and supports improved perforation planning and zonal isolation strategies.

2025
👤 Penulis: Firdaus Maulana
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Karbon Penampungan 🏷️ Tekanan Dan Crack

STUDI PARAMETRIK PENGARUH TEKANAN LATERAL TANAH AKIBAT TIMBUNAN DI ATAS TANAH LUNAK TERHADAP PERILAKU FONDASI TIANG TUNGGAL DI DEKATNYA

Pertumbuhan infrastruktur yang pesat di Indonesia khususnya dalam pembangunan jembatan dan jalan tol menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah konstruksi timbunan pada tanah lunak. Hal ini perlu mendapat perhatian, terutama pada kasus timbunan yang berdiri di atas tanah lunak dan berdekatan dengan infrastruktur lain. Sejumlah literatur terdahulu telah melaporkan beberapa kasus dimana timbunan dapat menyebabkan deformasi berlebih pada tiang fondasi di dekatnya. Dalam penelitian ini, akan dilakukan studi parametrik untuk mengevaluasi pengaruh parameter parameter utama pada studi kasus terhadap deformasi lateral dan momen lenturnya. Beberapa parameter utama yang divariasikan meliputi, jenis sambungan kepala tiang, karakteristik fondasi tiang (modulus elastisitas dan diameter) dan jarak fondasi tiang tunggal terhadap timbunan. Model yang digunakan merupakan model finite element method yang divalidasi oleh model centrifuge test dari penelitian yang telah dilakukan. Dari hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh bahwa pada kondisi fixed head, arah akan menghasilkan momen dan tegangan geser terbesar namun di sisi lain menghasilkan deformasi lateral yang paling kecil. Pada kondisi fixed head dengan perpindahan bebas pada arah x dan juga pada kondisi free head tren distribusi perilaku tiang cukup seragam dengan perbedaan nilai pada elevasi tertentu. Setelah dilakukan analisis variasi pada seluruh jenis kondisi diperoleh bahwa urutan parameter yang paling signifikan adalah diameter tiang, jarak tiang, dan modulus elastisitas tiang.

2025
👤 Penulis: Fakhrur Ismail Hidayat
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Hidrologi

STUDI EKSPERIMENTAL PROPERTI MATERIAL PASANGAN BATA DI INDONESIA

Indonesia adalah daerah rawan gempa, akan tetapi mayoritas bangunan yang ada di Indonesia adalah bangunan nir-rekayasa yang berisiko tinggi, biasanya adalah bangunan dengan dinding bata tidak terkekang, akibat kualitas material dan pengerjaan yang bervariasi. Keterbatasan waktu dan biaya untuk pengujian lapangan mendorong penelitian ini untuk menguji properti material penyusun (bata dan mortar) dan menentukan persamaan empiris yang mengestimasi kekuatan pasangan bata secara keseluruhan. Studi eksperimental pada penelitian ini meliputi uji kuat tekan unit bata, mortar, prisma pasangan bata, diagonal pasangan bata, dan geser hubungan bata-mortar. Hasil menunjukkan kuat tekan prisma berbanding lurus dengan kuat tekan bata dan mortar. Kuat tekan diagonal berbanding lurus dengan kuat tekan prisma, sedangkan kuat geser hubungan bata-mortar berbanding lurus dengan kuat tekan mortar saja. Modulus elastisitas juga berbanding lurus dengan kuat tekan mortar dan unit bata. Analisis regresi menghasilkan persamaan kuat tekan prisma fm?=0.72×fb0.64×fcm0.19 , menunjukkan dominasi kuat tekan bata. Untuk kuat tekan diagonal, vm=0.13×fm?0.82. Kuat geser hubungan bata-mortar dimodelkan oleh ?m=0.0038×fcm1.49. Modulus elastisitas Em=100×fm? mengindikasikan kekakuan yang lebih rendah dibanding referensi.

2025
👤 Penulis: Mohamad Haikal Mahadana
🏷️ Geoteknik 🏷️ Material Bangunan 🏷️ Analisis Struktur

DEVELOPMENT OF AN AUTOMATED DATA GENERATION ENGINE FOR ELASTIC PROPERTIES OF HYBRID COMPOSITE MICROMECHANICS: A FINITE ELEMENT-BASED ABAQUS PLUGIN

Hybrid composite materials offer a strategic solution for designing lightweight structures with tailored properties, but their design complexity presents a significant challenge. The exploration of their vast design space through Finite Element Method (FEM) is limited by a data generation bottleneck, as the manual creation of numerous Representative Volume Element (RVE) models is prohibitively time-consuming. This research addresses this bottleneck by developing an automated data generation engine. The solution is a GUI-driven, Python-based plugin for Abaqus that automates the entire workflow of generating customizable, multi-fiber, unidirectional hybrid composite RVEs and calculating their longitudinal Young's Modulus. The accuracy of the engine was validated by comparing its output against data from scientific literature for single-fiber (carbon, glass, flax) and multi-fiber hybrid systems, with all results demonstrating a relative percentage difference of less than 5%. The plugin's capability was then demonstrated through the generation of trial datasets for various two- and three-fiber hybrid configurations, showcasing its effectiveness for conducting systematic parametric studies. The developed tool serves as a validated and efficient engine for enabling the high-throughput analysis required for the advanced, data-driven design of hybrid composite materials.

2025
👤 Penulis: Muhammad Ridhwan Azahir
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Hidrologi

DESAIN STRUKTUR DERMAGA CHIP TIPE DOLPHIN DI PELABUHAN AIR BUAYA, PULAU BURU, PROVINSI MALUKU

Pulau Buru merupakan salah satu pulau besar di Provinsi Maluku, memiliki wilayah yang sebagian besar ditutupi oleh hutan, sehingga kaya akan sumber daya hutan. Pemanfaatan sumber daya hutan di Pulau Buru didominasi oleh produksi hasil hutan kayu yang diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya serta akan didistribusikan keluar dari Pulau Buru. Hasil produksi hutan kayu tersebut akan didistribusikan keluar Pulau Buru melalui jalur laut, sehingga diperlukan adanya sarana dan prasarana yang mendukung, salah satunya adalah pelabuhan. Pelabuhan Air Buaya adalah salah satu pelabuhan di wilayah Pulau Buru, Provinsi Maluku. Pelabuhan ini memiliki potensi untuk dikembangkan, sehingga pelabuhan ini dapat membawa dampak positif dalam peningkatan arus distribusi logistik di Pulau Buru. Pada laporan tugas akhir ini akan dibahas mengenai Desain Struktur Dermaga Chip Tipe Dolphin Di Pelabuhan Air Buaya, Pulau Buru, Provinsi Maluku. Lingkup bahasan desain struktur dermaga chip ini meliputi perancangan dimensi umum dan dimensi elemen struktural dermaga, pemodelan dan analisis struktur, desain penulangan elemen struktural dermaga, serta analisis daya dukung tanah. Desain struktur dermaga dirancang untuk mampu melayani kapal curah kering dengan ukuran 6000 DWT. Desain awal struktur dirancang berdasarkan pembebanan yang bekerja pada struktur. Berdasarkan desain awal, dilakukan pemodelan dan analisis struktur menggunakan perangkat lunak SAP2000 hingga mencapai hasil optimum dan memenuhi kriteria desain unity check ratio (UCR) dan defleksi izin struktur. Selanjutnya, dilakukan perancangan penulangan elemen struktural berdasarkan output gaya dalam masing – masing elemen struktur serta analisis daya dukung tanah aksial dan lateral berdasarkan reaksi perletakan yang terjadi pada struktur.

2025
👤 Penulis: Madaniyah Fatika
🏷️ Desain Struktur Dermaga 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 3 dari 7
💬