๐ Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 40 dokumenRECOMMENDATIONS TO INCREASE COLLABORATION PRODUCT PERFORMANCE BETWEEN LOCAL CHARACTER-BASED INTELLECTUAL PROPERTY CREATORS AND CONSUMER BRANDS
Indonesia adalah negara dengan potensi kekayaan intelektual (KI) yang besar, khususnya pada sektor ekonomi kreatif. Sektor ini diprediksi menghasilkan perputaran ekonomi hingga 300 triliun rupiah pada tahun 2025. Namun, sebagian besar potensi ini didominasi oleh kreator KI asing dan hanya memberikan pangsa pasa kurang dari 1% bagi kreator lokal. Untuk menghadapi tantangan ini, PT Infia Mega Semesta, yang dikenal sebagai INFIA Group, memfasilitasi kreator KI lokal untuk berkembang dengan memberikan bantuan dalam memonetisasi aset KI mereka, salah satunya melalui proyek lisensi dengan merek lokal. Namun, strategi INFIA saat ini dalam membantu pelaksanaan proyek lisensi klien mereka belum tervalidasi secara empiris. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan pendekatan terhadap masalah tersebut dengan mengembangkan model yang terdiri dari hipotesis terkait faktor-faktor yang memengaruhi performa proyek berdasarkan resource- based theory. Model yang dikembangkan dalam penelitian ini mencakup delapan faktor: customer input, product advantage, product newness, launch proficiency, predevelopment task proficiency, technological proficiency, customer orientation, competitor orientation, dan inter-functional orientation. Model ini diuji melalui partial least square structural equation modeling (PLS-SEM) menggunakan 91 sampel proyek kolaborasi antara merek lokal dan kreator KI lokal di bawah naungan INFIA. Analisis ini menunjukkan bahwa customer input dan launch proficiency berpengaruh positif, sedangkan product newness berpengaruh negatif tehradap collaboration product performance. Selain itu, customer orientation dan competitor orientation memengaruhi collaboration product performance secara tidak langsung melalui launch proficiency. Hasil PLS-SEM diperluas dengan memetakan faktor-faktor tersebut ke dalam importance-performance map untuk menentukan faktor yang harus diprioritaskan guna meningkatkan performa proyek. Dari faktor-faktor yang signifikan, customer input dan product newness merupakan prioritas utama. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi INFIA untuk meningkatkan performa proyek kolaborasi antara kreator KI berbasis karakter lokal dan merek konsumen lokal melalui (1) investasi dalam penelitian pasar, (2) inovasi bertahap, dan (3) optimalisasi sumber daya.
PERENCANAAN BANGUNAN PELIMPAH BENDUNGAN JLANTAH
Bendungan Jlantah dibangun sebagai solusi terhadap permasalahan keairan yang dialami oleh Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya.Kabupaten tersebut menghadapi krisis air di musim kemarau, sementara pertumbuhan penduduk yang tinggi juga meningkatkan kebutuhan air. Oleh karena itu, pembangunan Bendungan Jlantah dianggap sebagai solusi yang tepat karena memiliki beberapa fungsi, yaitu penyediaan air baku dan irigasi, sumber energi terbarukan, dan pengendali banjir. Bendungan Jlantah termasuk sebagai salah satu proyek megastruktur yang harus dijamin keamanannya. Oleh karena itu diperlukan bangunan pelimpah sebagai salah satu fitur keamanan pada bendungan. Bangunan pelimpah ini akan berfungsi untuk melimpaskan kelebihan air pada bendungan agar air tidak meluap melewati puncak bendungan. Bangunan Pelimpah didesain bertipe ogee overflow dengan kapasitas Q0,25BMB. Pada laporan tugas akhir ini dilakukan perhitungan secara hidraulis terhadap struktur pelimpah dimulai dari saluran pengarah, mercu, saluran transisi, saluran peluncur, peredam energi, dan analisa stabilitas struktur pelimpah. Beri Kesimpulan singkat.
EVALUASI SEISMIK STRUKTUR RUSUN EKSISTING YANG DIRANCANG BERDASAR SNI 1726:2002 SESUAI ASCE 41-17 (RSNI XXXX:20XX)
Infrastruktur di Indonesia terus berkembang sampai sekarang, hal ini menyebabkan banyak dijumpai bangunan ataupun struktur yang dirancang dengan SNI 1726:2002, yang berpotensi menghadapi berbagai defisiensi struktural dalam hal ketahanan terhadap gempa. Mengingat wilayah Indonesia yang rawan gempa, evaluasi dan perbaikan terhadap bangunan-bangunan ini menjadi krusial untuk memastikan keselamatan penghuninya. Penggunaan RSNI XXXX:20XX (ASCE 41-17) sebagai metode evaluasi menawarkan pendekatan komprehensif untuk menilai kinerja seismik bangunan yang ada. Dalam studi ini, ketidakberaturan geometri, ketidakpatuhan terhadap standar pelapisan pelat, rangka pracetak, dan tegangan geser pada kolom ditemukan melalui analisis Tier 1. Selanjutnya, analisis Tier 3 menggunakan Prosedur Statik Linier (PSL) mengidentifikasi bahwa banyak elemen struktural seperti balok, kolom, sambungan, dan dinding geser tidak memenuhi kriteria penerimaan untuk kapasitas lentur dan geser di bawah beban gempa BSE-1E dan BSE-2E. Prosedur Statik Nonlinier (PSN) juga menunjukkan adanya elemen yang berisiko kolaps pada kolom. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk merumuskan strategi retrofit yang dapat meningkatkan kapasitas lentur, geser, dan daktilitas struktur, sehingga memperkuat bangunan terhadap potensi kerusakan akibat gempa. Hasil analisis menegaskan perlunya tindakan retrofit yang ditargetkan untuk meningkatkan ketahanan seismik bangunan.
THE EFFECT OF ALUMINUM DOPING ON THE STRUCTURE AND ELECTROCHEMICAL PERFORMANCE OF LI[NI0.85MN0.07CO0.08-XALX]O2 CATHODE MATERIALS FOR LITHIUM โ ION BATTERIES
The majority of energy used globally comes from fossil fuels. Usage of this fuel will release CO2 emissions. Transportation is one of the main sources that produce CO2 emissions. A transition towards electric vehicles that use lithium-ion batteries as the main energy storage has been done to tackle this issue. One of the most important components of electric vehicle batteries is the cathode. The most common cathode used right now is the NMC cathode due to its high specific capacity. This high specific capacity is associated with the rich nickel content in the cathode. However, nickel-rich NMC cathode suffers from several problems, such as capacity fading caused by the formation of microcracks in its particles. Several efforts have been made to resolve this problem. One example is elemental substitution, also known as doping, with various elements. This research aims to investigate the effect of aluminum doping on the structural and electrochemical performance of Li[Ni0.85Mn0.07Co0.08-xAlx]O2 (x = 0, 0.02, 0.04, and 0.08) / NMC cathode materials. Synthesis processes were performed to produce metal-hydroxide using coprecipitation methods. The obtained metal-hydroxide was mixed with Li(OH)ยทH2O and Al(OH)3ยทH2O. The mixed hydroxide precipitate was sintered at 450 ? for 5 hours, followed by 750 ? for 12 hours to produce the NMC cathode active materials. This active material was then coated into the current collectors to obtain the electrode sheet. The electrode sheet was prepared and assembled into a coin cell. After that, the electrochemical performance of the coin cell was measured to analyze the effect of aluminum doping on its performance. To further understand the effect of doping on its atomic level, characterization such as SEM and XRD were also carried out on the synthesized active materials. The synthesized Li[Ni0.85Mn0.07Co0.08-xAlx]O2 is successfully formed. Adding aluminum results in a decrease in initial capacity. The decrease in capacity as the doping increases is due to the high cation mixing of the doped cathode. The rate performance shows that the 4%-mol doped cathode (NMCA-4) performed better than the other sample. The higher main peak of NMCA-4 in dQ/dV curve explains this performance. Furthermore, NMCA-4 performed better after long cycles than the 8%-mol (NMA) and 2%-mol (NMCA-2) doped cathode. The overall performance of NMCA-4, aside from the improvement of the diffusivity, is also attributed to the nanorod-like primary particle found on the SEM image.
PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN TIANG PONDASI DALAM PILE ABUTMENT PADA TANAH LEMPUNG LUNAK TERKONSOLIDASI DENGAN METODE ELEMEN HINGGA
(Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan) Perancangan struktur pondasi jembatan pada lapisan tanah lempung lunak merupakan hal yang menantang dalam desain dikarenakan rendahnya kekuatan tanah lempung lunak, besarnya nilai kompresibiltas, dan rendahnya nilai permeabilitas pada lapisan tanah lempung lunak. Efek timbunan di atas tanah lempung lunak akan berakibat pada stabilitas tiang dikarenakan karakterisitik tanah lempung lunak yang mudah untuk berdeformasi. Pada banyak kasus efek pergeseran tanah ini diatasi menggunakan dinding penahan tanah sehingga Pergerakan tanah dapat tereduksi. Pada penelitian ini akan dilakukan analisa terkait pengaruh sudut kemiringan pada fondasi tiang pile abutment, apakah pengaruh sudut kemiringan dapat mengatasi lateral displacement pada tiang yang diakibatkan oleh pergerakan tanah lempung lunak. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dampak kemiringan tiang pondasi terhadap karakteristik lateral displacement pada tiang, dan karakteristik gaya dalam terutama bending moment yang terjadi pada tiang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konfigurasi grup tiang menggunakan tiang lurus dan tiang dengan kemiringan berlawanan arah dengan arah gaya yang terjadi (negative inclined pile) dapat mereduksi momen lentur dan pergerakan lateral yang terjadi pada fondasi tiang. Pada penelitian juga didapatkan gaya yang bekerja pada kaki abutment memiliki peran signifikan terhadap pergerakan lateral yang terjadi pada fondasi tiang.
PERANCANGAN STRUKTUR TAHAN GEMPA ITB INNOVATION PARK DI KAWASAN TERPADU SUMMARECON BANDUNG
Science and Techno Park merupakan kawasan yang dikelola secara profesional dengan fokus utama meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitarnya melalui penggalakan budaya inovasi dan daya saing dari bisnis berbasis pengetahuan. ITB Innovation Park merupakan STP yang dibangun di Bandung, lebih tepatnya di Kawasan Summarecon Bandung. Proyek ini terdiri dari dua gedung utama yang dibangun di atas satu basement. Kedua gedung utama dibangun dengan sistem ganda, yakni sistem rangka pemikul momen khusus yang dilengkapi dengan dinding geser struktural khusus sebagai elemen pemikul beban gempa. Denah kedua gedung bersifat asimetris sehingga struktur dapat berpotensi rotasi dan berperilaku ketidakberaturan. Analisis struktur dilakukan dengan menggunakan prosedur analisis dua tahap. Pemodelan serta analisis struktur, baik struktur atas maupun bawah, akan dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS, SPColumn, dan Microsoft Excel. Perencanaan jarak pemisahan kedua gedung dihitung secara manual dengan mengacu pada SNI 1726:2019. Hasil dari perancangan berupa analisis struktur, jarak dilatasi, dan desain elemen struktur beton bertulang berupa, balok, kolom, pelat, dinding geser, diafragma, dan balok kopel.
STUDI KOMPARASI INTERAKSI TANAH-STRUKTUR DINDING TEROWONGAN DENGAN MENGGUNAKAN SOLUSI ANALITIK, MODEL BALOK-PEGAS, DAN METODE ELEMEN HINGGA PADA PROYEK MRT JAKARTA
Pesatnya pembangunan infrastruktur di dunia menyebabkan lahan kosong semakin menipis. Hal tersebut menyebabkan ruang yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur transportasi untuk mobilisasi menjadi terbatas. Oleh karena itu, salah satu infrastruktur yang dapat mengakomodasi mobilitas masyarakat adalah infrastruktur terowongan. Saat ini, perancangan terowongan umumnya dilakukan dengan menggunakan tiga buah pendekatan, yaitu solusi analitik (Curtis Muir Wood), model balok-pegas (beam-spring model) dan metode elemen hingga (finite element method) untuk mendapatkan interaksi tanah-struktur yang terjadi pada dinding terowongan. Selain meninjau interaksi tanah-struktur berupa gaya dalam, perancangan terowongan juga harus memperhitungkan aspek konstruksi yang menyebabkan penurunan permukaan tanah eksisting. Evaluasi terhadap penurunan permukaan tanah dilakukan dengan menggunakan dua buah pendekatan, yaitu solusi analitik berdasarkan Peck (1969) dan metode elemen hingga (finite element method). Evaluasi terhadap interaksi tanah-struktur dan penurunan permukaan tanah juga akan dilakukan terhadap efek pembangunan twin tunnel di lokasi tinjauan terowongan serta dianalisis dalam kondisi statik 2D.. Masing-masing metode memiliki asumsi perancangan terowongan untuk memperoleh interaksi-tanah struktur berupa gaya dalam. Pada studi kasus yang dilakukan pada proyek MRT Jakarta CP203 kondisi single tunnel, diperoleh bahwa metode yang memberikan gaya dalam aksial maksimum dan momen maksimum adalah model balok-pegas, sedangkan metode yang memberikan gaya dalam aksial minimum adalah metode elemen hingga dan metode yang memberikan gaya dalam momen minimum adalah solusi analitik. Efek twin tunnel juga dievalusi dengan menggunakan metode elemen hingga dan diperoleh bahwa terjadi peningkatan gaya dalam aksial dan penurunan gaya dalam momen. Evaluasi terhadap penurunan permukaan tanah dilakukan dengan menggunakan solusi analitik dan metode elemen hingga. Pada studi kasus yang dilakukan pada proyek MRT Jakarta CP203, diperoleh bahwa solusi analitik memberikan hasil yang lebih besar dibandingkan dengan metode elemen hingga, baik dalam kondisi single tunnel ataupun twin tunnel. Adapun efek pembangunan twin tunnel menyebabkan terjadinya peningkatan penurunan tanah maksimum dan pergeseran lokasi penurunan tanah maksimum. Hasil pemodelan yang telah dilakukan pada lokasi studi kasus kemudian diverifikasi dengan studi-studi terowongan yang telah dilakukan sebelumnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi tanah yang berbeda memberikan hasil yang tidak konsisten dengan lokasi studi kasus. Hal tersebut dapat terjadi akibat asumsi yang berbeda untuk masing-masing metode dan kondisi tanah yang berbeda sehingga memberikan hasil interaksi tanah-struktur yang berbeda.
EVALUASI DAN OPTIMASI DESAIN PRESTRESSED CONCRETE I GIRDER UNTUK PERENCANAAN BIAYA INVESTASI PEKERJAAN KONSTRUKSI JEMBATAN JALAN TOL TRANS SUMATERA
<p align="justify">Jembatan tipe PCI Girder merupakan jenis jembatan yang paling digunakan pada pembangunan jalan tol Trans Sumatera. Tipe PCI Girder tersebut sangat bervariasi desainnya bergantung pada konsultan desain yang merencanakannya. Umumnya aspek biaya pada perencanaan desain PCI Girder tidak diperhitungkan, padahal biaya pekerjaan PCI Girder memiliki pengaruh besar terhadap total biaya konstruksi bagian atas jembatan. Atas dasar hal tersebut, evaluasi dan optimasi desain PCI Girder diperlukan untuk menghemat biaya konstruksi jembatan di jalan tol Trans Sumatera. Evaluasi dan optimasi PCI Girder dilakukan dengan memodelkan varisi PCI Girder dan variasi lebar jembatan dengan menggunakan software analisa struktur MIDAS Civil. Untuk variasi PCI girder berjumlah 16 tipe Girder sedangkan untuk lebar jembatan sebanyak 4 variasi. Setiap model dievaluasi kapasitas penampang meliputi tegangan, defleksi, lentur ultimit dan geser ultimit serta dihitung juga biaya struktur bangunan atas dari model tersebut. Optimasi dilakukan dengan mengubah CTC Girder pada model yang memberikan nilai biaya paling minimum dan memenuhi kriteria terhadap hasil evaluasi kapasitas penampangnya juga. Berdasarkan hasil analisis, optimasi PCI Girder untuk varisi lebar jembatan, tipe Girder dan CTC yaitu lebar jembatan 7,5 m dengan tipe Girder 30C, 35A, 40C dengan CTC 2,2 m; lebar jembatan 9 m dengan tipe Girder 16B, 25B, 30C, 35A, 40C dengan CTC 2,4 m; lebar jembatan 12,7 dengan tipe Girder 16B dengan CTC 2,2 m dan tipe Girder 25B, 30C, 35A, 40C dengan CTC 2,55 m; lebar jembatan 17,8 m dengan tipe Girder 16B dengan CTC 2,3 m dan tipe Girder 25B, 30C, 35A, 40C dengan CTC 2,55 m. Hasil optimasi PCI Girder dapat memberikan pengurangan biaya sebesar 20,97% untuk biaya struktur atas jembatan.<p align="justify">
PERANCANGAN STRUKTUR JEMBATAN PCI GIRDER DENGAN PILAR TUNGGAL (STUDI KASUS RELOKASI JALAN AEK LATONG SUMATERA UTARA)
<p align="justify">Penelitian ini bertujuan untuk merancang struktur jembatan PCI girder dengan pilar tunggal pada proyek relokasi jalan di Aek Latong, Sumatera Utara, pada STA 7+400. Latar belakang dari penelitian ini adalah kebutuhan akan infrastruktur yang aman dan tahan lama guna mendukung mobilitas dan aksesibilitas daerah yang terletak pada lokasi sesar sumatera yang notabene seringkali menyebabkan kerusakan struktur di atasnya. Metode yang digunakan meliputi analisis struktural menggunakan software Midas Civil 2019 untuk pemodelan dan analisis struktural, serta perhitungan manual untuk validasi hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain jembatan dengan PCI girder dan pilar tunggal memiliki kekuatan dan stabilitas yang memadai untuk kondisi layan dan gempa serta sesuai dengan standar SNI 2833:2016 tentang Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Jembatan. Selain itu, pada tugas akhir ini dilakukan pula perbandingan efektivitas struktur dengan studi lain. Studi pembanding merupakan desain struktural dengan kondisi dan lokasi yang sama, tetapi menggunakan pilar portal dan menggunakan jarak antar girder yang berbeda. Kesimpulannya, struktur jembatan yang dirancang mampu menahan beban layan dan gempa, sehingga layak untuk diterapkan pada lokasi tersebut. Terkait dengan efektivitas struktur, terdapat beberapa kesimpulan yang didasarkan pada beberapa kategori pembanding sehingga setiap jenis struktur memiliki kelebihan dan kekurangan pada kategori tertentu.<p align="justify">
MENGUKUR FAKTOR KEBERHASILAN UTAMA PROGRAM KESELAMATAN KERJA DALAM OPERASI PENGEBORAN DAN PERAWATAN SUMUD DI PT. PERTAMINA HULU MAHAKAM
Usaha minyak dan gas ditandai dengan tingkat bahaya pekerjaan yang sangat tinggi. Menurut laporan IOGP tahun 2022, telah terjadi peningkatan yang konsisten dalam tingkat kecelakaan selama tiga tahun terakhir. Divisi Pemboran dan Intervensi Sumur (DWI) dari PT. Pertamina Hulu Mahakam, sebuah anak perusahaan dari Perusahaan Minyak dan Gas Milik Negara di Indonesia, juga mengalami peningkatan insiden. Oleh karena itu, DWI menerapkan berbagai inisiatif keamanan untuk mencegah insiden. Meskipun melakukan berbagai kegiatan, belum dilakukan penilaian untuk menentukan efektivitas program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan elemen-elemen yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan program keamanan dalam operasi pemboran dan intervensi sumur di PT. Pertamina Hulu Mahakam. Penulis melakukan pengukuran dengan mengadopsi variabelvariabel yang berkaitan dengan faktor keberhasilan kritis dari program keamanan dari beberapa kertas. Selanjutnya, penulis memperkenalkan sistem insentif dalam variabel yang dikuantifikasi sebagai kebaruan dari penelitian ini berdasarkan wawancara dengan para ahli subjek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner untuk pengumpulan data. Beberapa responden diundang, terdiri dari individu yang bekerja dalam peran Pemboran dan Intervensi Sumur di banyak lokasi, termasuk situs, lapangan, tongkang, rig, dan kota. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), dengan menggunakan perangkat lunak smartPLS4. Hasil studi menemukan bahwa tiga dari lima variabel yang diteliti, yaitu Komitmen Manajemen, Pengaturan Keamanan, dan Sistem Penghargaan, secara signifikan dan positif memengaruhi efektivitas program keamanan. Penelitian ini diakhiri dengan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas inisiatif keamanan dalam operasi pemboran dan intervensi sumur.