📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 32 dokumenISOLASI SENYAWA ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK N-HEKSANA DAUN GATAL (LAPORTEA DECUMANA (ROXB.) WEDD.)
Radikal bebas merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan, sehingga cenderung sangat reaktif dan mampu merusak molekul-molekul dalam tubuh manusia. Akumulasi radikal bebas dapat menyebabkan komplikasi masalah kesehatan, seperti penuaan dini dan berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan adalah senyawa yang mampu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dengan menghentikan reaksi berantai berbahaya yang dapat merusak molekul-molekul biologis penting. Tanaman daun gatal (Laportea decumana (Roxb.) Wedd.) merupakan salah satu tumbuhan yang dikenal berpotensi sebagai penghasil antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak daun gatal dengan metode peredaman 2,2-difenil-1-pikrihidrazil (DPPH) dan mengisolasi serta mengkarakterisasi senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan pada daun gatal. Simplisia daun gatal diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut dengan kepolaran bertingkat (n- heksana, etil asetat, dan etanol). Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode peredaman DPPH pada panjang gelombang 517 nm dengan asam askorbat sebagai kontrol positif. Hasil uji kualitatif dan kuantitatif peredaman DPPH menunjukkan bahwa senyawa aktif antioksidan terdapat pada ekstrak n-heksana dan ekstrak etanol. Ekstrak n-heksana difraksinasi dengan metode kromatografi cair vakum (KCV), dilanjutkan subfraksinasi dengan metode kromatografi kolom klasik (KKK). Subfraksi yang mengandung senyawa target kemudian dilanjutkan ke tahap subfraksinasi 2 dengan metode Medium Pressure Liquid Chromatography (MPLC). Subfraksi yang diperoleh dimurnikan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) preparatif. Isolat diuji kemurniannya menggunakan metode KLT dengan tiga fase gerak dan KLT dua dimensi. Hasil KLT dipindai dengan KLT Spektrofotodensitometer untuk diperkirakan golongan senyawanya. Aktivitas antioksidan ekstrak daun gatal (Laportea decumana (Roxb) Wedd.) diurutkan dari yang paling kuat hingga paling lemah yaitu ekstrak etanol, ekstrak n-heksana dan ekstrak etil asetat dengan nilai IC50 berturut- turut sebesar 114,104 ± 1,263, 895,705 ± 1,734, dan > 5000 ?g/mL. Berdasarkan hasil karakterisasi dengan metode KLT Spektrofotodensitometri, diketahui bahwa isolat yang didapatkan dari ekstrak n-heksana merupakan senyawa golongan terpenoid, dengan subgolongan karotenoid. Isolat memiliki nilai persen peredaman DPPH sebesar 32,961 ± 0,227% pada konsentrasi 1000 ?g/mL.
KAJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH TIGA KULTIVAR PAPRIKA (CAPSICUM ANNUUM VAR. ANNUUM) MENGGUNAKAN METODE DPPH DAN CUPRAC
Radikal bebas secara luas tersebar dan berkontribusi terhadap kerusakan sel hingga berbagai penyakit kronis dan degeneratif. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat mencegah stres oksidatif akibat radikal bebas. Paprika (Capsicum annuum var. annuum) merupakan salah satu tanaman yang menjadi sumber antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas antioksidan ekstrak buah paprika (Capsicum annuum var. annuum) hijau, kuning, dan merah menggunakan metode DPPH dan CUPRAC, kadar fenol dan flavonoid total, korelasi total fenol dan flavonoid dengan aktivitas antioksidan, korelasi antar metode, serta penentuan kadar senyawa flavonoid dalam ekstrak terpilih. Ekstraksi sampel dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut dengan kepolaran bertingkat (nonpolar n-heksana, semipolar etil asetat, polar etanol 96%). Pengujian kadar fenol, kadar flavonoid, serta aktivitas antioksidan dilakukan dengan spektrofotometri UV-sinar tampak. Korelasi fenol dan flavonoid terhadap aktivitas antioksidan secara kualitatif diuji melalui pelat KLT dengan penampak bercak Folin-Ciocalteu, sitroborat, DPPH, dan CUPRAC. Uji korelasi kuantitatif menggunakan analisis statistik korelasi Pearson. Identifikasi dan kadar senyawa flavonoid dalam ekstrak terpilih ditentukan dengan kromatografi cair kinerja tinggi. Kadar fenol total tertinggi dihasilkan oleh ekstrak etil asetat paprika hijau (39,566 ± 3,195 mg GAE/g). Kadar flavonoid tertinggi dihasilkan oleh ekstrak etil asetat paprika merah (49,675 ± 3,913 mg QE/g). Berdasarkan uji DPPH dan CUPRAC, aktivitas antioksidan tertinggi dihasilkan oleh ekstrak etil asetat paprika hijau dengan nilai 44,931 ± 2,877 mg AEAC/g pada metode DPPH dan 71,347 ± 9,949 mg AEAC/g pada metode CUPRAC. Secara umum fenol dan flavonoid berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan dengan korelasi sedang hingga sangat kuat. Kedua metode uji antioksidan juga memberikan hasil linier dengan korelasi sedang hingga sangat kuat. Senyawa apigenin ditemukan dalam ekstrak etanol paprika hijau dengan kadar 0,129 ± 0,012 mg/g. Buah paprika hijau mempunyai potensi dikembangkan menjadi sumber antioksidan alami.