📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 55 dokumenDAMPAK EMPLOYER BRANDING TERHADAP DAYA TARIK DAN RETENSI TALENTA GENERASI Z DI INDUSTRI MIGAS ARAB SAUDI
Generasi Z, yang umumnya didefinisikan sebagai mereka yang lahir dari pertengahan hingga akhir 1990-an hingga awal 2010-an, semakin banyak memasuki dunia kerja di seluruh dunia, termasuk di Kerajaan Arab Saudi (KSA). Selain bergabung ke dalam angkatan kerja, Generasi Z Arab Saudi juga mengambil peran yang lebih krusial, menandakan pentingnya mereka dalam pembangunan negara. Selama bertahun-tahun, perekonomian Arab Saudi sangat bergantung pada industri minyak dan gas. Namun, seiring dunia yang terus berkembang dan mengutamakan energi bersih serta terbarukan, Kerajaan Arab Saudi meluncurkan rencana induk bernama Saudi Vision 2030 untuk mendiversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada minyak dan gas. Program Saudi Vision 2030, meskipun memiliki niat baik untuk memperluas dan meningkatkan pendapatan negara, juga menimbulkan ancaman karena rencana ini mendorong Generasi Z Saudi keluar dari industri minyak dan gas dan beralih ke sektor-sektor yang lebih bersih dan dinamis, seperti energi terbarukan, pariwisata, kendaraan listrik, dan lainnya. Selain menawarkan gaji yang setara (atau mungkin lebih baik) dibandingkan industri minyak dan gas, industri-industri baru yang didukung oleh Saudi Vision 2030 ini juga memenuhi aspek dan kebutuhan lain Generasi Z yang menarik minat mereka untuk melamar dan bertahan di perusahaan dalam jangka panjang. Industri minyak dan gas perlu merumuskan strategi baru dengan meningkatkan employer branding mereka untuk meningkatkan minat Generasi Z melamar dan bertahan di industri ini. Hal ini sangat penting karena program Saudi Vision 2030 sendiri sebagian besar didanai oleh pendapatan minyak dan gas. Temuan penelitian mengungkap aspek-aspek employer branding yang sangat memengaruhi Generasi Z untuk melamar di industri minyak dan gas serta bertahan di perusahaan dalam waktu lama. Selain itu, terdapat temuan yang menunjukkan strategi rekrutmen seperti apa yang dibutuhkan untuk menarik dan mempertahankan Generasi Z, sehingga membantu industri minyak dan gas tetap berkembang dan mendukung kesuksesan Saudi Vision 2030.
BLOK M STYLE HUB "WHERE DESIGN MEET DELIGHT"
Meskipun perkembangan teknologi dan e-commerce semakin pesat, pusat perbelanjaan tetap menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi oleh masyarakat, terutama generasi muda. Mal tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai pusat hiburan, rekreasi, dan interaksi sosial. Dominasi generasi muda, khususnya Generasi Z, merupakan faktor penting dalam kunjungan ke pusat perbelanjaan. Karakteristik Gen Z yang cenderung mencari pengalaman unik dan interaktif mempengaruhi preferensi mereka dalam belanja. Tujuan utama proyek ini adalah untuk merancang pusat perbelanjaan yang dapat memenuhi kebutuhan generasi muda dengan menyediakan pengalaman sosial dan interaksi yang lebih menarik. Saat ini, banyak mal menghadapi tantangan untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen setelah pandemi dan preferensi generasi muda saat ini, di mana pengalaman sosial dan interaksi lebih diutamakan dibandingkan sekadar berbelanja. Muncul gagasan untuk menggabungkan konsep lifestyle center dengan creative hub, sehingga menciptakan ruang publik yang tidak hanya sebagai tempat pertemuan, tetapi juga sebagai wadah inovasi dan ekspresi kreatif.
MEMBANGUN TENAGA KERJA GENERASI Z YANG SETIA: MENELITI FAKTOR-FAKTOR PENGGERAK UTAMA RETENSI KARYAWAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi retensi karyawan Generasi Z di PT Altrak 1978, sebuah perusahaan distribusi alat berat di Indonesia. Gen Z dikenal memiliki karakteristik unik seperti ekspektasi tinggi terhadap fleksibilitas kerja, kebutuhan akan makna dalam pekerjaan, serta keinginan untuk pertumbuhan karier yang cepat. Dengan meningkatnya jumlah karyawan Gen Z di perusahaan, tingkat pergantian karyawan juga mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) yang menggabungkan data kuantitatif melalui survei terhadap 159 responden Gen Z, data kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan manajer, serta data sekunder dari laporan pergantian karyawan. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa praktik SDM dan sikap kerja berpengaruh signifikan terhadap retensi karyawan Gen Z, sementara kondisi kerja serta misi dan orientasi organisasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial. Temuan ini menyoroti pentingnya program pengembangan karier yang terstruktur, pelatihan yang relevan, komunikasi terbuka, serta sistem pengakuan berbasis digital untuk meningkatkan keterikatan dan loyalitas Gen Z. Penelitian ini juga menghasilkan rencana implementasi strategi retensi dalam bentuk mentoring, kebijakan kerja fleksibel, dan platform apresiasi berbasis teknologi. Rekomendasi disusun untuk membantu organisasi membangun lingkungan kerja yang sesuai dengan nilai-nilai dan ekspektasi Gen Z guna mencapai retensi jangka panjang.
KERANGKA STRATEGIS UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS UMKM FINANCING: LINI BISNIS BARU DARI PERDANA GROUP
ZETA merupakan lini bisnis baru dari PERDANA GROUP yang berfokus pada penyediaan solusi pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Penelitian ini mengkaji upaya strategis untuk meningkatkan brand awareness ZETA. Meskipun sejak diluncurkan pada tahun 2022 ZETA menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan, kontribusinya terhadap total portofolio pembiayaan PERDANA GROUP masih tergolong kecil. Rendahnya tingkat brand awareness dan keterlibatan digital yang terbatas diidentifikasi sebagai hambatan utama, terutama di kalangan pelaku UMKM dari Generasi Z yang kini semakin banyak mengambil peran sebagai pengambil keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed-methods), dengan menggabungkan analisis kuantitatif menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS) dan wawasan kualitatif dari diskusi kelompok terfokus (FGD) internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand awareness sangat dipengaruhi oleh word of mouth, brand exposure, dan customer engagement. Kehadiran offline seperti interaksi langsung dan materi promosi fisik terbukti meningkatkan eksposur dan keterlibatan pelanggan. Sementara itu, kehadiran online meskipun belum berdampak besar terhadap brand exposure, berperan penting dalam mendorong interaksi digital dan penyebaran informasi dari mulut ke mulut secara daring. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran ZETA saat ini telah membentuk fondasi awal, namun diperlukan pendekatan yang lebih terarah dan berbasis teknologi untuk menjangkau serta melibatkan pasar sasarannya secara lebih efektif. Penelitian ini merekomendasikan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) yang diperbarui dan disesuaikan dengan perilaku serta preferensi pelaku UMKM dari Generasi Z. Strategi yang disarankan mencakup kolaborasi dengan influencer, konten video pendek, pengalaman digital yang interaktif, serta proses pengajuan pembiayaan yang disederhanakan melalui aplikasi THETA. Rencana implementasi bertahap selama tiga hingga lima tahun diusulkan untuk membangun brand equity dan penetrasi pasar secara berkelanjutan. Karena keterbatasan waktu dan permintaan perusahaan untuk memulai implementasi pada semester kedua tahun 2025 (H2 2025), beberapa hipotesis dan item kuesioner terpaksa dihapus selama proses pembersihan data. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi kembali area tersebut secara lebih mendalam. Secara keseluruhan, studi ini memberikan wawasan praktis bagi penyedia layanan keuangan dalam memperkuat posisi merek dan menjawab kebutuhan UMKM di era digital Indonesia.
PENILAIAN KEMATANGAN MANAJEMEN PENGETAHUAN SEBAGAI ALAT STRATEGIS UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN GENERASI Z DAN MENDUKUNG OPERASI BERKELANJUTAN: STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MRO DI INDONESIA
Penelitian ini mengkaji tantangan kritis Knowledge Management (KM) yang dihadapi PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) dalam industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO), terutama integrasi karyawan Generasi Z dan kemajuan operasi berkelanjutan. GMF menghadapi pergeseran demografis yang signifikan dengan pensiunnya pekerja berpengalaman dan meningkatnya jumlah tenaga kerja Gen Z. Hal ini diperparah oleh kesenjangan rekrutmen historis, yang berisiko hilangnya pengetahuan dan berdampak pada stabilitas operasional. Sistem KM GMF saat ini, meskipun ada, dianggap kaku dan gagal memenuhi preferensi Gen Z akan format pembelajaran digital, interaktif, dan akses cepat, sehingga menghambat keterlibatan dan pengembangan keterampilan. Studi ini bertujuan untuk menilai tingkat kematangan KM GMF sebagaimana dipersepsikan oleh Gen Z, mengidentifikasi tantangan spesifik mereka, dan mengusulkan perbaikan untuk meningkatkan keterlibatan dan mendukung keberlanjutan. Studi kasus metode campuran dengan desain paralel konvergen diterapkan, menggunakan Alat Penilaian KM APO untuk survei kuantitatif terhadap 60 karyawan Gen Z. Ini didukung oleh data kualitatif dari Focus Group Discussion dengan Gen Z, wawancara dengan manajer, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan persepsi kematangan KM secara keseluruhan berada pada Level 4, meskipun staf non-MT mempersepsikannya lebih dekat ke Level 3. Dimensi 'Proses Pengetahuan' mendapatkan skor terendah, sejalan dengan temuan kualitatif yang menyoroti kegunaan Portal KM yang buruk, silo informasi yang lazim, ketidaksesuaian dengan preferensi belajar Gen Z, tidak adanya strategi KM dan sistem penghargaan yang terlihat, serta lemahnya kaitan antara KM dan inisiatif keberlanjutan. Berdasarkan penyebab yang disebutkan, diusulkan solusi bisnis lima pilar, yaitu (1) Peningkatan Teknologi & Platform, (2) Optimalisasi Proses & Tata Kelola, (3) Transformasi Budaya & Komitmen Kepemimpinan, (4) Keterlibatan & Pengembangan Gen Z, dan (5) Mengintegrasikan KM dengan Keberlanjutan. Dengan menerapkan tindakan strategis ini, GMF akan didukung untuk menciptakan lingkungan KM yang lebih efektif dan menarik, memastikan kesinambungan pengetahuan, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
MENELITI NIAT KONSUMEN GENERASI Z DALAM MEMBELI PRODUK BUMBU MASAKAN
Industri bumbu makanan di Indonesia memainkan peran penting dalam warisan kuliner negara ini dan terus mengalami pertumbuhan yang pesat. Seiring dengan perkembangan industri ini, tantangan-tantangan seperti persaingan yang ketat, perubahan preferensi konsumen, dan masalah integritas produk menjadi hal yang harus dihadapi, yang memerlukan inovasi dan adaptasi yang berkelanjutan. Industri ini bertanggung jawab dalam produksi, pengolahan, dan distribusi berbagai bahan yang ditambahkan pada makanan untuk meningkatkan rasa dan aroma, yang meliputi rempah-rempah alami hingga bahan tambahan sintetis. Dengan meningkatnya permintaan konsumen terhadap kenyamanan dan beragam rasa, sektor ini telah mengalami perubahan signifikan, yang didorong oleh kemajuan teknologi dan selera konsumen yang terus berkembang (Mwale, 2023). Salah satu perubahan terbesar dalam industri ini adalah pengaruh besar dari Generasi Z. Dikenal sebagai generasi yang lahir di era digital, Gen Z sangat dipengaruhi oleh kesadaran akan kesehatan, kepedulian terhadap lingkungan, dan pengaruh media sosial. Generasi ini menghargai keberlanjutan, konsumsi yang etis, dan transparansi dalam memilih produk, terutama dalam hal bumbu makanan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami nilai-nilai dan motivasi yang mendorong keputusan pembelian mereka, agar dapat menargetkan segmen pasar ini dengan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian Generasi Z terhadap produk bumbu makanan, khususnya yang berkaitan dengan kesadaran kesehatan dan keberlanjutan. Penelitian ini mengkaji beberapa faktor kunci, termasuk atribut produk (seperti bahan alami dan keragaman rasa), masalah kesehatan (seperti kekhawatiran terhadap bahan tambahan, alergen, dan dampak kesehatan secara keseluruhan), tanggung jawab sosial dan lingkungan (fokus pada sumber bahan yang berkelanjutan dan kemasan ramah lingkungan), strategi pemasaran (penggunaan influencer media sosial, keaslian merek, dan keterlibatan), sensitivitas harga (menyeimbangkan keterjangkauan dan kualitas), serta aksesibilitas (kemudahan pembelian melalui saluran ritel dan online). Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan sampel 240 individu Generasi Z yang tinggal di DKI Jakarta dan memiliki kebiasaan memasak setidaknya sekali seminggu. Analisis data akan dilakukan menggunakan regresi linier berganda melalui SPSS, untuk mengkaji hubungan antara berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian. Hasil sementara menunjukkan bahwa nilai kesehatan dan strategi pemasaran secara signifikan mempengaruhi niat pembelian Generasi Z. Dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, variabel Kesehatan menunjukkan pengaruh positif yang kuat terhadap perilaku pembelian, sementara variabel Strategi Pemasaran, dengan nilai signifikansi sebesar 0,004, juga secara signifikan memengaruhi niat pembelian. Temuan ini menekankan pentingnya bahan-bahan yang peduli kesehatan dan strategi pemasaran yang efektif dalam membentuk keputusan pembelian konsumen Gen Z. Berdasarkan temuan-temuan ini, penelitian ini akan mengusulkan strategi-strategi yang dapat diterapkan oleh perusahaan-perusahaan dalam industri bumbu makanan untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi Generasi Z yang terus berkembang, memastikan mereka tetap kompetitif dan relevan di pasar yang terus berubah ini.
NIAT PEMBELIAN GEN-Z: PENDEKATAN INOVASI STRATEGI PEMASARAN UNTUK BISNIS KACAMATA OPTIK PASTI
Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi niat pembelian (purchase intention) Generasi Z di pasar kacamata. Dengan fokus pada faktor utama seperti kesadaran merek, pengaruh media sosial, kualitas produk, layanan pelanggan, serta interaksi antara pengalaman belanja online dan offline. Penelitian ini juga mengkaji peran faktor mediasi yakni nilai yang dirasakan, kepercayaan merek, dan kepercayaan pelanggan dalam membentuk keputusan pembelian. Generasi Z, sebagai generasi yang tumbuh di era digital dan aktif secara teknologi, menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi bisnis seperti Optik Pasti, yang merupakan toko kacamata tradisional di Tangerang Selatan, Indonesia. Meskipun Optik Pasti berhasil melayani pelanggan yang lebih tua melalui pendekatan offline, mereka masih menghadapi kesulitan dalam menarik minat beli Generasi Z yang lebih menyukai platform digital dan pengalaman belanja yang menggabungkan kanal online dan offline. Dengan menganalisis dinamika ini, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan strategis guna meningkatkan minat beli gen z khususnya pada produk kacamata dengan segmen pasar yang berkembang seperti saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang didistribusikan kepada konsumen Generasi Z di Tangerang Selatan. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor-faktor utama serta peran faktor penghubung dalam membentuk niat pembelian. Jumlah responden akhir terkumpul sebanyak 99 orang, dihitung menggunakan rumus Slovin. Analisis ini diperkuat dengan pendekatan TOWS yang digunakan untuk merumuskan strategi yang relevan berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi posisi strategis Optik Pasti. Hasil analisis menggunakan SEM menunjukkan bahwa pengaruh media sosial, kesadaran merek, kualitas produk, dan layanan pelanggan merupakan faktor yang signifikan dalam mempengaruhi niat pembelian Generasi Z. Faktor penghubung, khususnya nilai yang dirasakan dan kepercayaan merek, terbukti memperkuat dampak faktor-faktor utama tersebut. Kemudian, pengaruh media sosial ditemukan terbukti berperan penting dalam membangun kepercayaan merek dan meningkatkan yang akhirnya juga berperan positif bagi niat pembelian. Sementara itu, meskipun belanja online menawarkan kemudahan, hasil SEM menunjukkan bahwa generasi Z, dalam konteks kacamata, masih tertarik untuk berbelanja secara langsung di toko, yang juga didukung oleh penelitian sebelumnya pada sektor yang berbeda. Hal ini menunjukkan pentingnya strategi omnichannel yang dapat mengintegrasikan pengalaman digital dan fisik secara efektif. Hasil dari TOWS menunjukkan bahwa terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan seperti layanan omnichannel dan pemanfaatan sosial media. Di samping itu, terdapat kelebihan-kelebihan yang dimiliki optik pasti yaitu keberadaan toko offline yang sudah lama dan established, peralatan yang mumpuni dan ketersediaan stock yang bervariasi. Kelebihan tersebut perlu ditingkatkan dan disesuaikan untuk meraih segmen pasar baru yaitu generasi Z tanpa melupakan segmen konsumen setia yang sudah terbentuk sejak lama. Sebagai pelengkap, Business Model Canvas (BMC) disusun untuk memberikan rekomendasi strategis bagi Optik Pasti, yang mencakup peningkatan pemasaran digital, pengembangan platform e-commerce yang kuat, peningkatan keterlibatan melalui media sosial, serta peningkatan kualitas layanan pelanggan baik secara online maupun offline. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk memahami dan menjawab kebutuhan Generasi Z dalam pasar kacamata. Optik Pasti diharapkan dapat menyesuaikan strategi operasionalnya untuk memenuhi ekspektasi generasi ini tanpa mengorbankan loyalitas pelanggan yang lebih tua. Temuan dari penelitian ini diharapkan memberikan manfaat tidak hanya bagi Optik Pasti, tetapi juga bagi peritel lain yang ingin menarik perhatian Generasi Z dalam pasar yang semakin kompetitif.
PENGARUH KEMASAN PRODUK FESYEN PADA KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN GENERASI Z DI PLATFORM SHOPEE
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemasan produk fesyen pada kepuasan dan loyalitas konsumen Generasi Z di platform Shopee. Dengan semakin meningkatnya persaingan di pasar e-commerce, terutama di segmen fesyen, kemasan produk menjadi salah satu elemen yang berperan penting dalam menciptakan pengalaman belanja yang memuaskan bagi konsumen. Menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada konsumen Generasi Z, penelitian ini mengidentifikasi elemen-elemen pada kemasan produk fesyen yang paling berpengaruh terhadap kepuasan dan loyalitas. Elemen pada kemasan produk fesyen yang dianalisis meliputi bentuk, warna, tipografi, dan informasi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemasan produk fesyen berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen, dengan nilai R Square sebesar 0.846, yang berarti bahwa kemasan produk fesyen menjelaskan sebagian besar variasi dalam kepuasan konsumen. Selain itu, hasil regresi juga menunjukkan bahwa kemasan produk fesyen berkontribusi positif terhadap loyalitas konsumen dengan nilai R Square sebesar 0.798. Elemen kemasan produk fesyen seperti tipografi yang mudah dibaca dan warna yang menarik terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam memengaruhi persepsi konsumen terhadap kualitas produk fesyen di Shopee. Konsumen cenderung lebih loyal dan puas terhadap produk yang dikemas dengan baik, memberikan kesan estetis, sekaligus memastikan keamanan produk selama pengiriman. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya strategi kemasan produk fesyen dalam mempertahankan kepuasan dan loyalitas konsumen Generasi Z di platform e-commerce seperti Shopee. Saran diberikan kepada pelaku usaha untuk terus mengoptimalkan aspek visual dan fungsional kemasan produk fesyen mereka guna menghadapi persaingan di pasar online.
PERSEPSI GENERASI Z TERHADAP ASPEK ESTETIKA DAN ETIKA BERBUSANA PADA VISUALISASI KOSTUM BUSTIER BERNUANSA SUNDA PENYANYI YURA YUNITA
Di era modern ini, kostum panggung tidak hanya memperhatikan pada aspek estetika tetapi juga sebagai media dalam penyampaian pesan moral dan budaya. Pada konteks ini, generasi Z sebagai kelompok yang memiliki karakteristik unik berupa kebebasan berekspresi dan berkreasi dan fear of missing out (FoMO) memiliki pandangan yang unik terhadap penilaian antara aspek visual estetika dan etika. Etika berbusana menjadi aturan dan keseimbangan nilai moral dalam berbusana di masyarakat agar terjadi kepatuhan bersama. Penggunaan pakaian bustier sebagai kostum panggung menjadi contoh pada terjadinya pergeseran etika yang berlaku sebagai pakaian dalam menjadi pakaian luar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengidentifikasi wujud visual desain kostum (bustier) nuansa Sunda Yura Yunita terkait etika berbusana dan menganalisis persepsi generasi Z terhadap visualisasi desain kostum (bustier) nuansa Sunda penyanyi Yura Yunita pada aspek estetika dan etika berbusana. Penelitian ini menunjukkan bahwa menurut persepsi generasi Z penggunaan kostum panggung (bustier) Yura Yunita terkategori sedikit estetika dan beretika memiliki kesan yang sopan dengan visual yang menarik. Estetika pada konsep berbusana berkaitan dengan kesan inovasi, estetik, warna, dan detail. Estetika berbusana merujuk pada kesan bentuk tubuh ideal dalam nuansa Sunda diperlihatkan pada pemilihan garniture dan posisi penempatannya. Aspek terselubungi menjadi faktor utama pada kesan etika dan faktor selanjutnya pada pemilihan bahan kain.
ANALISIS PENGARUH STRATEGI EMPLOYER BRANDING TERHADAP KEINGINAN GENERASI Z DALAM MENARIK TALENTA POTENSIAL PADA PERUSAHAAN START-UP: STUDI KASUS ANDALIN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi employer branding, khususnya dalam konteks karyawan Generasi Z di perusahaan rintisan. Perusahaan rintisan telah muncul sebagai pilihan karier yang menonjol bagi Generasi Z di era globalisasi saat ini karena lingkungan kerja yang inovatif dan dinamis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aspek daya tarik perusahaan yang selaras dengan aspirasi dan nilai-nilai Generasi Z, khususnya PT Eximku Teknologi Indonesia (Andalin). Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, yang melibatkan wawancara mendalam dengan karyawan internal Andalin dan karyawan eksternal perusahaan rintisan. Tujuan dari pengumpulan data adalah untuk mengidentifikasi bagaimana karyawan memiliki variasi dalam tanggapan mereka terhadap berbagai aspek daya tarik perusahaan, seperti Nilai Sosial, Nilai Pengembangan, Nilai Aplikasi, Nilai Keamanan, dan Nilai Ekonomi. Menurut penelitian, karyawan Andalin sebagian besar merasa puas pada sebagian besar kriteria kecuali Nilai Ekonomi, di mana beberapa responden percaya beban kerja mereka tidak diberikan dengan tepat. Responden eksternal merasa tidak puas dengan sebagian besar karakteristik, kecuali nilai sosial, pengembangan, dan ekonomi, yang menunjukkan kurangnya rasa memiliki organisasi dan stabilitas pekerjaan jangka panjang di perusahaan rintisan. Hasil penting menunjukkan bahwa media sosial secara efisien menampilkan lingkungan kerja kepada Generasi Z dan menarik perhatian mereka, menunjukkan betapa pentingnya hal itu bagi citra perusahaan. Strategi lain yang disarankan untuk meningkatkan kesadaran akan budaya, visi, misi, dan nilai-nilai inti perusahaan adalah dengan meningkatkan situs web karier. Lebih jauh, menawarkan kursus keterampilan pendidikan atau pengembangan secara gratis disarankan sebagai cara yang efisien untuk mendasari pengembangan berkelanjutan dalam organisasi, yang menghasilkan daya tarik bagi calon karyawan. Studi penelitian berlanjut dengan rekomendasi bagi Andalin untuk menjalankan strategi pencitraan perusahaan ini secara bersamaan guna meningkatkan daya tariknya bagi calon pelamar dalam jangka waktu satu tahun. Studi mendatang dapat menggunakan berbagai strategi pengumpulan data, seperti kuesioner, untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan menyertakan responden dari berbagai latar belakang ekonomi dan industri perusahaan rintisan. Metode ini akan menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang strategi pencitraan perusahaan yang menarik bagi karyawan Generasi Z.
DAMPAK STRATEGI DIGITAL HIJAU TERHADAP LOYALITAS MEREK KONSUMEN DI ANTARA GENERASI Z DI INDONESIA
Generasi Z menjadi demografi kunci dalam kerangka pasar Indonesia yang berubah cepat karena mereka sangat dipengaruhi oleh perkembangan digital dan keberlanjutan. Melibatkan generasi yang sadar lingkungan ini bergantung pada pengetahuan tentang bagaimana pemasaran hijau memengaruhi loyalitas merek, khususnya dalam konteks greenwashing. Studi ini meneliti bagaimana strategi pemasaran digital hijau memengaruhi loyalitas merek di antara konsumen Generasi Z di Indonesia. Tujuan utama lainnya adalah menyelidiki apakah greenwashing sebagai variabel moderasi dapat memengaruhi loyalitas merek. Dengan menggunakan paradigma positivis dan pendekatan kuantitatif, studi ini sebagian besar pada pengumpulan data empiris dan analisis statistik. Dipilih dengan metode pengambilan sampel non-probabilitas untuk menjamin sampel cukup mencerminkan populasi target, studi ini melakukan jajak pendapat terhadap 106 responden Generasi Z dari Indonesia. Dengan menekankan sikap peserta terhadap pemasaran hijau, kesadaran akan greenwashing, dan loyalitas merek, data diperoleh melalui kuesioner online terstruktur yang dikirim melalui Google Forms dan didistribusikan melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan regresi linier sederhana untuk menentukan pengaruh pemasaran digital hijau yang strategis terhadap loyalitas merek dan juga melakukan analisis regresi termoderasi untuk menyelidiki peran moderasi kesadaran konsumen terhadap greenwashing pada hubungan antara pemasaran digital hijau dan loyalitas merek. Hasilnya menunjukkan bahwa di antara Generasi Z di Indonesia, teknik pemasaran digital hijau meningkatkan loyalitas merek. Namun, kekhawatiran konsumen tentang greenwashing mengurangi korelasi ini dan menekankan perlunya keaslian dalam kampanye pemasaran hijau. Studi ini menekankan bagaimana manajer harus menerapkan rencana pemasaran hijau yang jujur dan terbuka untuk mengembangkan dan mempertahankan loyalitas merek di antara konsumen yang peduli terhadap lingkungan sekitar. Dengan menekankan peran penting kesadaran greenwashing dalam membentuk kepercayaan dan loyalitas konsumen, secara teoritis hal ini menambah isi penelitian tentang pemasaran berkelanjutan.
PENGARUH STRATEGI CO-BRANDING MEREK-MEREK MEWAH DENGAN DISNEY TERHADAP PERSEPSI KEMEWAHAN DAN MINAT BELI DI KALANGAN GEN Z
Merek-merek mewah, yang dikenal dengan prestise, eksklusivitas, dan keahlian, kini mengadopsi strategi "masstige" dengan menawarkan produk berkualitas tinggi pada harga yang lebih terjangkau untuk memenuhi aspirasi konsumen kelas menengah. Penelitian ini mengkaji dampak co-branding antara merek mewah dan Disney terhadap persepsi kemewahan dan niat beli Generasi Z, dengan fokus pada dua strategi (masstige) yang berbeda: born-masstige dan luxury-masstige. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, sampling non-probabilitas (400 responden), dan analisis data menggunakan PLS-SEM, studi ini mengungkapkan bahwa favorabilitas ekstensi (EF) secara signifikan meningkatkan niat beli, prestise merek, dan desirabilitas merek untuk kedua strategi tersebut. Secara khusus, EF yang lebih tinggi berdampak positif pada niat beli dan prestise merek untuk merek born-masstige, sejalan dengan preferensi Generasi Z terhadap produk yang mudah diakses namun aspiratif. Sebaliknya, merek luxury-masstige menunjukkan efek signifikan pada niat beli dan desirabilitas, meskipun dampaknya terhadap eksklusivitas merek kurang menonjol. Dengan menjembatani pemahaman tentang persepsi kemewahan Generasi Z, studi ini memperluas pengetahuan mengenai strategi co-branding dan sikap konsumen, menekankan dampak berbeda dari strategi co-branding terhadap prestise, desirabilitas, dan eksklusivitas merek. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi pemasar untuk meningkatkan strategi yang selaras dengan nilai merek dan beresonansi dengan audiens target, yang dapat meningkatkan niat beli dan memperbaiki posisi pasar.
ANALISIS ADOPSI PLATFORM REKSA DANA ONLINE OLEH GENERASI Z DI INDONESIA
Reksa dana adalah alternatif investasi yang diciptakan sebagai cara untuk mengumpulkan uang dari individu yang ingin berinvestasi tetapi tidak memiliki banyak waktu atau pengalaman. Selain itu, reksa dana diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan investor regional di pasar modal. Platform investasi reksa dana online pertama diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2016 dengan tujuan mendorong lebih banyak orang untuk menjadi investor. Selanjutnya, platform serupa lainnya mulai bermunculan. Penelitian ini menggunakan teori adopsi untuk meneliti bagaimana generasi Z di Indonesia menggunakan investasi reksa dana online sebagai fokus utama penelitian. Teori Kesatuan Penerimaan dan Penggunaan Teknologi (UTAUT2) menggunakan tujuh variabel internal dan tiga variabel eksternal. Hasilnya, berdasarkan data yang dikumpulkan dari 212 responden, menunjukkan bahwa beberapa variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, yaitu niat perilaku untuk menggunakan platform reksa dana online. Variabel-variabel tersebut meliputi Ekspektasi Kinerja, Ekspektasi Upaya, Pengaruh Sosial, Kondisi yang Memfasilitasi, Kepercayaan yang Dirasakan, Nilai Harga, Kualitas Desain Konten, Antarmuka Pengguna dan Kebiasaan. Selain itu, dua variabel, Kualitas Desain Konten dan Antarmuka Pengguna, memiliki dampak signifikan terhadap Ekspektasi Kinerja, Ekspektasi Upaya. Temuan ini berguna bagi pengembang platform investasi reksa dana online dalam transisi dari format reksa dana konvensional ke platform online.
ANALISIS VISUAL DESAIN TAPIS LAMPUNG TERHADAP MINAT PAKAI GENERASI Z UNTUK PENGEMBANGAN KAIN SARUNG TAPIS
Indonesia adalah negara dengan karya produk tekstil yang beragam. Tiap daerahnya memiliki keunikannya tersendiri pada produk tekstilnya. Salah satu produk tekstil Indonesia adalah tapis yang berasal dari Lampung. Tapis adalah kain tradisional dari Lampung yang biasanya digunakan sebagai busana bawahan. Saat ini penggunaan kain tapis sudah mulai mengalami perubahan sehingga penggunaanya tidak hanya untuk acara formal adat saja. Perkembangan gaya busana dapat terpengaruh dari suatu tren. Gaya berbusana dan minat Generasi Z turut berperan pada perkembangan tren busana. Sebagaimana batik saat ini menjadi salah satu pakaian tradisional yang sering digunakan dan dipadu-padankan dengan berbagai style dan menjadi salah satu tren dalam busana Generasi Z. Tapis sebagai salah satu kain tradisional juga memiliki potensi yang sama untuk dipopulerkan sehingga lebih dikenal masyarakat khususnya kalangan muda untuk terus dilestarikan dan dikembangkan. Penelitian ini melakukan analisis visual desain Tapis Lampung terhadap minat pakai Generasi Z serta mengidentifikasi metode/proses pengembangan alternatif desain yang bisa menarik Generasi Z. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil data kuesioner preferensi desain Generasi Z yang kemudian menjadi salah satu acuan dalam pengembangan desain. Penelitian ini menghasilkan hasil analisis visual desain kain tapis Lampung dan desain yang menarik bagi Generasi Z dari segi motif, warna, komposisi, dan harga, sehingga dapat meningkatkan minat pakainya dengan tujuan pelestarian kain tradisional daerah yang dapat dipopulerkan melalui tren busana.
MERANCANG STRATEGI PEMASARAN MEDIA SOSIAL YANG MENARGETKAN GENERASI Z DENGAN MENJELAJAHI KEBIASAAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL MEREKA TERKAIT PERUMAHAN BERSUBSIDI DI INDONESIA (STUDI KASUS PT. GRAHA PUTRA ASIDO)
PT. Graha Putra Asido, sebuah perusahaan perumahan di Pematangsiantar yang berfokus pada perumahan bersubsidi, belum memiliki strategi pemasaran yang terarah, dengan hanya 22,22% pembeli berasal dari Generasi Z meskipun kelompok ini mendominasi program perumahan bersubsidi di Indonesia. Untuk menghindari kehilangan pasar dan memanfaatkan penggunaan media sosial yang signifikan oleh Gen Z, penelitian ini dilakukan untuk mengusulkan strategi pemasaran yang sesuai dengan preferensi dan perilaku Generasi Z guna meningkatkan jangkauan dan keterlibatan pasar PT. Graha Putra Asido, menggunakan metode P.O.S.T dan sentuhan pada Strategi P.O.E.M. Melalui pendekatan metode campuran, termasuk survei pasar dan wawancara informan kunci, penelitian ini mengeksplorasi pola penggunaan dan preferensi media sosial Gen Z, serta strategi pemasaran dari perusahaan saat ini. Penelitian ini menyimpulkan dengan rencana yang komprehensif, termasuk sebuah bagan Gantt, untuk mencapai tiga tujuan utama dengan menerapkan strategi media sosial yang terarah, seperti jadwal posting yang dioptimalkan, konten fokus platform, visual yang menarik, kemitraan dengan influencer, dan kampanye menarik yang disesuaikan dengan preferensi Generasi Z.