📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 44 dokumenIDENTIFIKASI PERSPEKTIF STAKEHOLDERS TERHADAP PROYEK TANGGUL NCICD FASE A: STUDI KASUS KECAMATAN PENJARINGAN, DAERAH KHUSUS JAKARTA
Fenomena kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, menimbulkan risiko yang signifikan terhadap eksistensi masyarakat pesisir. Sebagai upaya adaptasi, proyek pembangunan tanggul NCICD fase A telah diinisiasi untuk melindungi wilayah dari ancaman banjir rob. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perspektif stakeholders—masyarakat, pemerintah, dan LSM—terhadap tanggul NCICD fase A. Penelitian ini merupakan penelitian convergent parallel design dan quantitative dominant (QUAN+qual) mixed method. Pengumpulan data mencakup kuesioner, wawancara semiterstruktur, dan observasi visual. Analisis dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif menggunakan teknik statistika deskriptif, enumerasi, estimasi karakteristik populasi, analisis asosiasi, analisis komparatif, dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pemahaman dan sikap masyarakat terhadap keberadaan tanggul, yang dipengaruhi oleh karakteristik responden. Selain itu, pembangunan tanggul membawakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan. Menurut Pemerintah Kecamatan Penjaringan, pembangunan tanggul NCICD fase A adalah struktur pelindung pantai yang sangat dibutuhkan masyarakat. Meskipun begitu, pembangunan tanggul NCICD fase A menghadapi sejumlah kritik, seperti infrastruktur yang maladaptif karena memberikan rasa aman yang palsu kepada masyarakat dan solusi jangka pendek yang belum mengatasi akar persoalan yang mengancam eksistensi masyarakat. Sementara itu, mayoritas responden mendukung pembangunan tanggul NCICD fase A dan merasa yakin bahwa tanggul tersebut dapat melindungi Kecamatan Penjaringan secara jangka panjang, meskipun mayoritas responden masih belum sepenuhnya merasa aman dari risiko pesisir karena ada kekhawatiran tanggul NCICD fase A jebol. Dengan demikian, mayoritas responden telah dan akan investasi dalam peninggian rumah dan/atau jalan serta perbaikan drainase.
SISTEM INFORMASI DESA WISATA SUMBER MUJUR KABUPATEN LUMAJANG
Desa Wisata Sumbermujur terletak pada Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang berada pada kompleks kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sehingga memiliki potensi wisata yang sangat besar. Wisata di sekitar Gunung Semeru mengedepankan wisata alam yang didukung oleh ketersediaan penginapan (homestay) serta fasilitas transportasi. Akan tetapi, pengelolaan penunjang wisata di Desa Wisata Sumbermujur masih belum dapat dikelola dengan baik, ditambah dengan perubahan kondisi desa akibat seringnya aktivitas erupsi gunung semeru membuat kualitas dan kuantitas fasilitas wisata tidak tetap. Untuk itu diperlukan perbaruan informasi secara berkala. Sistem informasi geografis ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi suatu sistem informasi terpadu yang dapat diperbarui secara berkala untuk memudahkan wisatawan yang akan berkunjung dan dapat meningkatkan perekonomian desa.
STRATEGI PENENTUAN LOKASI VIVA APOTEK DI JAKARTA SELATAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)
Seiring dengan pertumbuhan penduduk, meningkatnya harapan hidup, dan membaiknya kualitas hidup manusia, maka peningkatan sarana kesehatan yang mendukung pertumbuhan tersebut juga diperlukan. Ketersediaan sarana kesehatan yang mudah diakses menjadi faktor penting dalam mendukung hal ini. Menurut pedoman yang dikeluarkan WHO, rasio ideal antara jumlah apoteker, yang dalam penelitian ini mewakili jumlah apotek, dengan jumlah penduduk adalah 1:2000. Sedangkan untuk Indonesia sendiri, target yang ditetapkan adalah 1:1099. Sayangnya, belum ada satupun kabupaten/kota di Indonesia yang memenuhi kriteria tersebut. Sesuai dengan rencana ekspansi VIVA Apotek yang berfokus pada penempatan lokasi baru di area yang belum memiliki apotek VIVA namun memiliki potensi pelanggan online yang tinggi, maka Jakarta Selatan terpilih sebagai target area. Data dari Tokopedia menunjukkan bahwa Jakarta Selatan merupakan wilayah dengan jumlah pelanggan pemesanan online terbanyak di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan lokasi terbaik bagi Apotek VIVA di Jakarta Selatan. Dengan menggunakan proses AHP ditentukan kategori dan subkategori yang mempengaruhi dalam penentuan lokasi apotek. Terdapat total 7 kategori dan total 17 subkategori dalam penentuan lokasi ini. Setelah memenuhi nilai konsistensi yang ditentukan dalam metode AHP, penelitian dilanjutkan dengan pemilihan lokasi terbaik dari 3 lokasi yang telah disurvei. Hasil penilaian menunjukkan bahwa lokasi B dengan total poin 70,89 merupakan pilihan terbaik, diikuti oleh lokasi A dengan nilai 66,80 dan lokasi C dengan total poin 57,27. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa VIVA Apotek akan mendirikan apotek barunya di Jakarta Selatan, tepatnya di Jl. Amil No.26D 2, Kalibata, Kecamatan Pancoran.
IDENTIFIKASI FAKTOR PENDORONG PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN BERBASISKAN MODEL REGRESI LOGISTIK BINER SECARA SPASIAL DI WILAYAH PENGEMBANGAN PROVINSI JAWA TIMUR
Ketersediaan lahan merupakan sumberdaya terbatas, sedangkan kebutuhan lahan semakin meningkat. Kondisi demikian menyebabkan terjadinya fenomena perubahan tutupan lahan. Apabila tidak direncanakan atau dikendalikan dengan baik, fenomena perubahan tutupan lahan dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Fenomena perubahan tutupan lahan terjadi dikarenakan oleh faktor pendorong tertentu dan dipengaruhi oleh karakteristik dari wilayah terkait. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pendorong perubahan tutupan lahan pada wilayah pengembangan Provinsi Jawa Timur menggunakan model regresi logistik biner (RLB). RLB merupakan suatu metode analisis data yang digunakan untuk mencari hubungan kausalitas antara variabel tetap yang bersifat biner dengan variabel bebas yang bersifat polikotomus. Adapun variabel yang digunakan dalam analisis antara lain jarak dari jalan utama, jarak dari pusat industri, jarak dari pusat perekonomian, populasi penduduk, ketinggian, serta kemiringan lahan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pendorong perubahan tutupan lahan pada masing-masing wilayah pengembangan adalah berbeda. Hal ini dikarenakan karakteristik yang berbeda antara kedua wilayah, mulai dari kegiatan perekonomian utama hingga aspek geografis wilayah. Diharapkan dengan identifikasi faktor pendorong perubahan tutupan lahan yang dilakukan pada tugas akhir ini dapat memberikan pengetahuan dan menjadi bahan pertimbangan pengambilan keputusan oleh pihak berwenang dalam pengendalian perubahan tutupan lahan di Provinsi Jawa Timur.
MEMBANGUN SISTEM INFORMASI GEOSPASIAL TERKAIT PEMENUHAN HAK-HAK LANSIA DAN PENYANDANG DISABILITAS
Pergerakan Disabilitas dan Lansia (DILANS), suatu organisasi yang bergerak di bidang advokasi pemenuhan hak penyandang disabilitas, menginisiasikan serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan pemenuhan hak penyandang disabilitas, terutama di Kecamatan Sumur Bandung. Menurut United Nations Conference on the Rights of Persons with Disabilities, aksesibilitas dan layanan tanpa hambatan adalah salah satu hak penyandang disabilitas yang harus dipenuhi. Dalam rangka melakukan pemenuhan hak aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, keberadaan informasi mengenai tingkat pemenuhan hak aksesibilitas menjadi penting sebagai landasan terhadap pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan. Proyek ini bertujuan untuk menghasilkan informasi dalam bentuk peta tematik visual yang dapat menunjukan tingkat pemenuhan hak aksesibilitas penyandang disabilitas di Kecamatan Sumur Bandung. Peta yang dihasilkan diantaranya adalah Peta Tematik Kondisi Aktual Infrastruktur Fasilitas Pejalan Kaki dan Bangunan Fasilitas Umum bagi Penyandang Disabilitas di Kecamatan Sumur Bandung serta Peta Tingkat Pemenuhan Hak Aksesibilitas Penyandang Disabilitas terhadap Fasilitas Umum. Metode yang digunakan diantaranya adalah Gravity Method yang diimplementasikan menggunakan metode OD Cost Matrix Analysis serta Interpolasi Spasial. Peta yang dihasilkan kemudian ditampilkan secara daring pada suatu dasbor yang bersifat interaktif dan informatif. Produk yang dihasilkan telah melalui proses uji berupa Cross Validation Hasil Interpolasi, Black Box Testing, serta Perbandingan dengan Data Verifikasi Persepsi Penyandang Disabilitas.
PEMBUATAN PETA 3D UNTUK KEPERLUAN SIMULASI EVAKUASI PENDUDUK DI AREA TERDAMPAK ERUPSI GUNUNG SEMERU
Gunung Semeru, sebagai gunung berapi aktif tertinggi di Pulau Jawa, memiliki potensi erupsi yang dapat membahayakan keselamatan penduduk di sekitarnya. Salah satu desa yang paling terdampak adalah Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Pengembangan sistem informasi berbasis web untuk jalur evakuasi sangat penting untuk meminimalkan risiko dan memfasilitasi proses evakuasi yang lebih terorganisir. Tujuan dari proyek ini adalah untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah WebGIS yang memberikan informasi jalur evakuasi efektif dan simulasi pergerakan penduduk bagi masyarakat Desa Supiturang. Metodologi yang digunakan dalam proyek ini mencakup pengumpulan data primer melalui survei dan wawancara dengan pihak terkait seperti Pemerintah Desa Supiturang, serta akuisisi data lain dari laman resmi lembaga. Desain website dibuat sesuai dengan spesifikasi pedoman Badan Standar Nasional untuk memastikan kenyamanan dan kemudahan penggunaan bagi pengguna. Pengembangan website dilakukan menggunakan teknologi HTML dengan format data geografis GeoJSON sesuai dengan standar internasional. Hasil dari proyek ini adalah sebuah website yang informatif dan interaktif yang dapat diakses publik melalui berbagai perangkat. WebGIS menyediakan peta jalur evakuasi lengkap dengan informasi navigasi menuju titik evakuasi utama, serta simulasi pergerakan penduduk yang menampilkan skenario mitigasi bencana yang efektif dan efisien berdasarkan keadaan yang sebenarnya. Uji coba sistem dilakukan dengan metode pengujian kegunaan, dengan masyarakat Desa Supiturang mencoba langsung produk, menilai, serta memberikan umpan balik sebagai acuan pengembangan produk. Diharapkan produk WebGIS dengan menu utama peta digital jalur evakuasi dan simulasi pergerakan penduduk saat melakukan evakuasi ini mampu menjadi alat bantu yang efektif dalam upaya mitigasi bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
PEMETAAN RISIKO BENCANA KAWASAN SESAR LEMBANG SECARA PARTISIPATIF
Pemetaan risiko bencana merupakan langkah penting dalam upaya mitigasi dan pengurangan dampak bencana terutama untuk wilayah yang rawan bencana seperti Kawasan Sesar Lembang. Capstone Project ini bertujuan untuk memetakan risiko bencana di Kawasan Sesar Lembang secara partisipatif, dengan melibatkan masyarakat setempat dalam pengumpulan data dan proses analisisnya. Area studi untuk pemetaan risiko bencana ini adalah 19 RW yang berada di 4 desa yakni Desa Gudangkahuripan, Lembang, Pagerwangi, dan Langensari. Peta risiko bencana ini disajikan dalam skala yang besar disebabkan belum tersedianya peta risiko bencana berskala besar untuk wilayah ini. Metode yang digunakan pada project ini meliputi survei lapangan, wawancara langsung, dan pengolahan data-data sekunder. Seluruh data tersebut akan digunakan dalam perhitungan seluruh indikator penyusun faktor risiko kebencanaan seperti bahaya, kerentanan, dan kapasitas. Data-data tersebut diolah dan dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis untuk menghasilkan peta risiko bencana yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 RW di Kawasan Sesar Lembang memiliki indeks rata-rata tingkat risiko bencana yang tinggi untuk gempa bumi dan tingkat sedang untuk tanah longsor. Peta risiko bencana yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar untuk perencanaan dan pengambilan keputusan dalam mitigasi bencana di Kawasan Sesar Lembang serta dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana yang ada di Kawasan Sesar Lembang.
PEMETAAN RISIKO BENCANA KAWASAN SESAR LEMBANG SECARA PARTISIPATIF
Pemetaan risiko bencana merupakan langkah penting dalam upaya mitigasi dan pengurangan dampak bencana terutama untuk wilayah yang rawan bencana seperti Kawasan Sesar Lembang. Capstone Project ini bertujuan untuk memetakan risiko bencana di Kawasan Sesar Lembang secara partisipatif, dengan melibatkan masyarakat setempat dalam pengumpulan data dan proses analisisnya. Area studi untuk pemetaan risiko bencana ini adalah 19 RW yang berada di 4 desa yakni Desa Gudangkahuripan, Lembang, Pagerwangi, dan Langensari. Peta risiko bencana ini disajikan dalam skala yang besar disebabkan belum tersedianya peta risiko bencana berskala besar untuk wilayah ini. Metode yang digunakan pada project ini meliputi survei lapangan, wawancara langsung, dan pengolahan data-data sekunder. Seluruh data tersebut akan digunakan dalam perhitungan seluruh indikator penyusun faktor risiko kebencanaan seperti bahaya, kerentanan, dan kapasitas. Data-data tersebut diolah dan dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis untuk menghasilkan peta risiko bencana yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 RW di Kawasan Sesar Lembang memiliki indeks rata-rata tingkat risiko bencana yang tinggi untuk gempa bumi dan tingkat sedang untuk tanah longsor. Peta risiko bencana yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar untuk perencanaan dan pengambilan keputusan dalam mitigasi bencana di Kawasan Sesar Lembang serta dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana yang ada di Kawasan Sesar Lembang.
PENGELOLAAN DATA SPASIAL DI KECAMATAN SUMUR BANDUNG UNTUK MENINGKATKAN PEMENUHAN HAK – HAK PENYANDANG DISABILITAS DAN LANSIA
Pergerakan Disabilitas dan Lansia (DILANS), suatu organisasi yang bergerak di bidang advokasi pemenuhan hak penyandang disabilitas, menginisiasikan serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan pemenuhan hak penyandang disabilitas, terutama di Kecamatan Sumur Bandung. Menurut United Nations Conference on the Rights of Persons with Disabilities, aksesibilitas dan layanan tanpa hambatan adalah salah satu hak penyandang disabilitas yang harus dipenuhi. Dalam rangka melakukan pemenuhan hak aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, keberadaan informasi mengenai tingkat pemenuhan hak aksesibilitas menjadi penting sebagai landasan terhadap pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan. Proyek ini bertujuan untuk menghasilkan informasi dalam bentuk peta tematik visual yang dapat menunjukan tingkat pemenuhan hak aksesibilitas penyandang disabilitas di Kecamatan Sumur Bandung. Peta yang dihasilkan diantaranya adalah Peta Tematik Kondisi Aktual Infrastruktur Fasilitas Pejalan Kaki dan Bangunan Fasilitas Umum bagi Penyandang Disabilitas di Kecamatan Sumur Bandung serta Peta Tingkat Pemenuhan Hak Aksesibilitas Penyandang Disabilitas terhadap Fasilitas Umum. Metode yang digunakan diantaranya adalah Gravity Method yang diimplementasikan menggunakan metode OD Cost Matrix Analysis serta Interpolasi Spasial. Peta yang dihasilkan kemudian ditampilkan secara daring pada suatu dasbor yang bersifat interaktif dan informatif. Produk yang dihasilkan telah melalui proses uji berupa Cross Validation Hasil Interpolasi, Black Box Testing, serta Perbandingan dengan Data Verifikasi Persepsi Penyandang Disabilitas.
PENGELOLAAN DATA SPASIAL DI KECAMATAN SUMUR BANDUNG UNTUK MENINGKATKAN PEMENUHAN HAK – HAK PENYANDANG DISABILITAS DAN LANSIA
Pergerakan Disabilitas dan Lansia (DILANS), suatu organisasi yang bergerak di bidang advokasi pemenuhan hak penyandang disabilitas, menginisiasikan serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan pemenuhan hak penyandang disabilitas, terutama di Kecamatan Sumur Bandung. Menurut United Nations Conference on the Rights of Persons with Disabilities, aksesibilitas dan layanan tanpa hambatan adalah salah satu hak penyandang disabilitas yang harus dipenuhi. Dalam rangka melakukan pemenuhan hak aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, keberadaan informasi mengenai tingkat pemenuhan hak aksesibilitas menjadi penting sebagai landasan terhadap pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan. Proyek ini bertujuan untuk menghasilkan informasi dalam bentuk peta tematik visual yang dapat menunjukan tingkat pemenuhan hak aksesibilitas penyandang disabilitas di Kecamatan Sumur Bandung. Peta yang dihasilkan diantaranya adalah Peta Tematik Kondisi Aktual Infrastruktur Fasilitas Pejalan Kaki dan Bangunan Fasilitas Umum bagi Penyandang Disabilitas di Kecamatan Sumur Bandung serta Peta Tingkat Pemenuhan Hak Aksesibilitas Penyandang Disabilitas terhadap Fasilitas Umum. Metode yang digunakan diantaranya adalah Gravity Method yang diimplementasikan menggunakan metode OD Cost Matrix Analysis serta Interpolasi Spasial. Peta yang dihasilkan kemudian ditampilkan secara daring pada suatu dasbor yang bersifat interaktif dan informatif. Produk yang dihasilkan telah melalui proses uji berupa Cross Validation Hasil Interpolasi, Black Box Testing, serta Perbandingan dengan Data Verifikasi Persepsi Penyandang Disabilitas.
PENGELOLAAN DATA SPASIAL DI KECAMATAN SUMUR BANDUNG UNTUK MENINGKATKAN PEMENUHAN HAK – HAK PENYANDANG DISABILITAS DAN LANSIA
Pergerakan Disabilitas dan Lansia (DILANS), suatu organisasi yang bergerak di bidang advokasi pemenuhan hak penyandang disabilitas, menginisiasikan serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan pemenuhan hak penyandang disabilitas, terutama di Kecamatan Sumur Bandung. Menurut United Nations Conference on the Rights of Persons with Disabilities, aksesibilitas dan layanan tanpa hambatan adalah salah satu hak penyandang disabilitas yang harus dipenuhi. Dalam rangka melakukan pemenuhan hak aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, keberadaan informasi mengenai tingkat pemenuhan hak aksesibilitas menjadi penting sebagai landasan terhadap pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan. Proyek ini bertujuan untuk menghasilkan informasi dalam bentuk peta tematik visual yang dapat menunjukan tingkat pemenuhan hak aksesibilitas penyandang disabilitas di Kecamatan Sumur Bandung. Peta yang dihasilkan diantaranya adalah Peta Tematik Kondisi Aktual Infrastruktur Fasilitas Pejalan Kaki dan Bangunan Fasilitas Umum bagi Penyandang Disabilitas di Kecamatan Sumur Bandung serta Peta Tingkat Pemenuhan Hak Aksesibilitas Penyandang Disabilitas terhadap Fasilitas Umum. Metode yang digunakan diantaranya adalah Gravity Method yang diimplementasikan menggunakan metode OD Cost Matrix Analysis serta Interpolasi Spasial. Peta yang dihasilkan kemudian ditampilkan secara daring pada suatu dasbor yang bersifat interaktif dan informatif. Produk yang dihasilkan telah melalui proses uji berupa Cross Validation Hasil Interpolasi, Black Box Testing, serta Perbandingan dengan Data Verifikasi Persepsi Penyandang Disabilitas.
PENGELOLAAN DATA SPASIAL DI KECAMATAN SUMUR BANDUNG UNTUK MENINGKATKAN PEMENUHAN HAK – HAK PENYANDANG DISABILITAS DAN LANSIA
Pergerakan Disabilitas dan Lansia (DILANS), suatu organisasi yang bergerak di bidang advokasi pemenuhan hak penyandang disabilitas, menginisiasikan serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan pemenuhan hak penyandang disabilitas, terutama di Kecamatan Sumur Bandung. Menurut United Nations Conference on the Rights of Persons with Disabilities, aksesibilitas dan layanan tanpa hambatan adalah salah satu hak penyandang disabilitas yang harus dipenuhi. Dalam rangka melakukan pemenuhan hak aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, keberadaan informasi mengenai tingkat pemenuhan hak aksesibilitas menjadi penting sebagai landasan terhadap pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan. Proyek ini bertujuan untuk menghasilkan informasi dalam bentuk peta tematik visual yang dapat menunjukan tingkat pemenuhan hak aksesibilitas penyandang disabilitas di Kecamatan Sumur Bandung. Peta yang dihasilkan diantaranya adalah Peta Tematik Kondisi Aktual Infrastruktur Fasilitas Pejalan Kaki dan Bangunan Fasilitas Umum bagi Penyandang Disabilitas di Kecamatan Sumur Bandung serta Peta Tingkat Pemenuhan Hak Aksesibilitas Penyandang Disabilitas terhadap Fasilitas Umum. Metode yang digunakan diantaranya adalah Gravity Method yang diimplementasikan menggunakan metode OD Cost Matrix Analysis serta Interpolasi Spasial. Peta yang dihasilkan kemudian ditampilkan secara daring pada suatu dasbor yang bersifat interaktif dan informatif. Produk yang dihasilkan telah melalui proses uji berupa Cross Validation Hasil Interpolasi, Black Box Testing, serta Perbandingan dengan Data Verifikasi Persepsi Penyandang Disabilitas.
PEMETAAN RISIKO BENCANA KAWASAN SESAR LEMBANG SECARA PARTISIPATIF
Pemetaan risiko bencana merupakan langkah penting dalam upaya mitigasi dan pengurangan dampak bencana terutama untuk wilayah yang rawan bencana seperti Kawasan Sesar Lembang. Capstone Project ini bertujuan untuk memetakan risiko bencana di Kawasan Sesar Lembang secara partisipatif, dengan melibatkan masyarakat setempat dalam pengumpulan data dan proses analisisnya. Area studi untuk pemetaan risiko bencana ini adalah 19 RW yang berada di 4 desa yakni Desa Gudangkahuripan, Lembang, Pagerwangi, dan Langensari. Peta risiko bencana ini disajikan dalam skala yang besar disebabkan belum tersedianya peta risiko bencana berskala besar untuk wilayah ini. Metode yang digunakan pada project ini meliputi survei lapangan, wawancara langsung, dan pengolahan data-data sekunder. Seluruh data tersebut akan digunakan dalam perhitungan seluruh indikator penyusun faktor risiko kebencanaan seperti bahaya, kerentanan, dan kapasitas. Data-data tersebut diolah dan dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis untuk menghasilkan peta risiko bencana yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 RW di Kawasan Sesar Lembang memiliki indeks rata-rata tingkat risiko bencana yang tinggi untuk gempa bumi dan tingkat sedang untuk tanah longsor. Peta risiko bencana yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar untuk perencanaan dan pengambilan keputusan dalam mitigasi bencana di Kawasan Sesar Lembang serta dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana yang ada di Kawasan Sesar Lembang.
KAJIAN TIPOLOGI BENTUK ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL INDONESIA DI DATARAN SEDANG (200-700 MDPL)
Indonesia memiliki beragam bentuk arsitektur lokal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Arsitektur tersebut tersebar pada ketinggian daerah yang bisa di bagi menjadi daerah dataran tinggi, dataran sedang, dataran rendah dan di setiap dataran memiliki kekhasan arsitekturnya masing-masing. Penelitian akan berfokus pada karakter tipikal bentuk rumah tradisional arsitektur Indonesia di dataran sedang. Ketinggian daerah dataran sedang (200-700 mdpl) menjadi tempat terkonsentrasinya sebagian besar pemukiman vernakular di Indonesia, menurut kategori geografi. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode analisis tipologi. Kajian tipologi dilakukan dengan cara melakukan klasifikasi karakteristik fisik dari dari bangunan dan lingkungan berdasarkan bentuk dari rumah tradisional di dalam batas lokasi geografis. Dari hasil kajian tipologi ini akan diturunkan kesimpulan yang bersifat karakteristik dari arsitektur dan pemukiman vernacular di dataran sedang. Selanjutnya hasil dari penelitian ini akan menjadi bahan untuk memetakan kekayaan arsitektur rumah tradisional di Indonesia khususnya di daerah dataran sedang.