📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 32 dokumenKONSEP DAN KETENTUAN TEKNIS PERANCANGAN (DEVELOPMENT BRIEF) KAWASAN PEMERINTAHAN PROVINSI DI KOTABARU LAMPUNG
Kota Bandarlampung sebagai ibukota Provinsi Lampung telah ditetapkan melebihi kapasitasnya karena memiliki fungsi yang bertumpuk, yaitu sebagai Pusat Pemerintahan Provinsi Lampung, Pusat Pemerintahan Kota Bandarlampung, hingga pusat ekonomi, pelayanan, serta perdagangan dan jasa di Provinsi Lampung. Penetapan kawasan serta perumusan master plan Kotabaru Lampung sebagai pusat pemerintahan provinsi merupakan salah satu upaya untuk mengurangi beban Kota Bandarlampung. Namun, masih terdapat persoalan terkait konsep dan ketentuan teknis perancangan pada master plan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan Konsep dan Ketentuan Teknis Perancangan Kawasan Pemerintahan Provinsi di Kotabaru Lampung, dengan melakukan pembenahan atas persoalan yang ada dari master plan awal. Perumusan kriteria dan prinsip perancangan kawasan pusat pemerintahan di kota baru menjadi dasar perumusan konsep dan ketentuan teknis perancangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, serta metode perancangan fragmental dan teknik perancangan divison by aspect. Hasil dari penelitian ini adalah Konsep dan Ketentuan Teknis Perancangan Kawasan Pemerintahan Provinsi di Kotabaru Lampung yang sesuai dengan standar. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pemangku kepentingan setempat atau daerah lain untuk dapat diterapkan pada pembangunan Kotabaru Lampung atau pada pengembangan kawasan serupa.
GEO-KEWIRAUSAHAAN MENUJU PEMBANGUNAN PEDESAAN BERKELANJUTAN: STUDI KASUS TERPILIH DARI DESA-DESA TINGKAT MENENGAH DI PROVINSI JAWA TENGAH, INDONESIA
Pemerintah Indonesia mengalokasikan dana setiap tahun melalui Kementerian Desa untuk meningkatkan perekonomian lokal melalui kemandirian desa. Oleh karenanya, setiap desa harus menyadari potensi sumber daya yang dimilikinya untuk aktivitas ekonomi produktif. Menilik kondisi tersebut, geo-kewirausahaan yang mengintegrasikan pendekatan spasial dan sosial harus diterapkan sebagai solusi inovasi untuk geo-adaptasi secara berkelanjutan, khususnya bagi desa-desa tingkat menengah yang memiliki risiko tinggi untuk turun ke tingkat yang lebih rendah akibat adanya perangkap ekonomi menengah. Oleh karenanya, studi ini bertujuan untuk menemukan strategi efektif melalui penyelesaian masalah menjadi kolaborasi adaptif guna pembangunan pedesaan berkelanjutan pada desa-desa tingkat menengah di Indonesia, melalui variable: karakter geografis (GC), kualitas demografi (DQ), dukungan kewirausahaan (ES), & geo-kewirausahaan (GE). Selain itu, analisis penjelasan sekuensial diterapkan dengan 3 metode pengumpulan data: survei kuesioner, observasi, dan wawancara. Sebanyak 457 kuesioner diperoleh secara snowball sampling di 3 desa menengah di Jawa Tengah untuk analisis statistik deskriptif & PLS-SEM, dilanjutkan dengan observasi untuk analisis spasial dan wawancara mendalam terhadap 15 responden untuk analisis proposisi. Statistik deskriptif mengidentifikasi item pendukung dan kontradiktif dalam variable, yang kemudian dilanjutkan dengan PLS-SEM. Temuan PLS-SEM menunjukkan korelasi GC ke GE tidak signifikan yang mana memerlukan penghubung berupa ES sebagai mediator. Di lain sisi, DQ berkorelasi positif ke GE, secara langsung maupun tidak langsung. Hasil ini kemudian dijelaskan berdasarkan kondisi lapangan melalui analisis spasial & proposisi untuk mendukung PLS-SEM. Singkatnya, kerangka teori yang diusulkan adalah bentuk ideal dari gagasan pembangunan pedesaan berkelanjutan. Namun, dalam studi ini, situasi aktual menunjukkan GC belum sepenuhnya dieksplorasi. Oleh karena itu, diperlukan tindakan positif pemerintah, peningkatan pengetahuan dan kreasi, serta modal finansial untuk mengaktifkan penciptaan geo-potensi menjadi geo- wirausaha, sehingga penguatan ekosistem sebagai landasan inovasi pembangunan pedesaan berkelanjutan akan memperkuat ketahanan perekonomian local, khususnya di Indonesia.