πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 42 dokumen

MEMAHAMI PENGALAMAN DAN KETERLIBATAN MAHASISWA INTERNASIONAL DI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman akademik dan sosial mahasiswa internasional di Institut Teknologi Bandung, dengan berfokus pada kualitas layanan, inklusivitas, dan kepuasan secara keseluruhan. Melalui metode kualitatif, penelitian ini menekankan pada aspek-aspek positif, seperti fasilitas yang lengkap dan staf yang responsif, yang dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa internasional. Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti komunikasi yang kurang jelas dan mekanisme umpan balik yang kurang mendukung. Secara umum, Institut Teknologi Bandung menyambut mahasiswa internasional dengan baik dan berupaya membangun lingkungan yang inklusif. Akan tetapi, tantangan dalam proses adaptasi budaya tentu tidak dapat dihindari, melainkan hanya dapat diminimalisir. Sebagai rekomendasi, dapat dilakukan upaya keberlanjutan untuk memperbaiki layanan-layanan yang kurang optimal sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswa internasional.

2024
πŸ‘€ Penulis: Chindy Sukmawati
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kepuasan Pelanggan 🏷️ Inklusivitas

USULAN STRATEGI BISNIS PT ACEINNO TECHNOLOGIES UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN DENGAN MENERAPKAN LAYANAN OTOMASI PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK

Penelitian ini mengkaji strategi PT ACEINNO Technologies untuk meningkatkan proposisi nilai, meningkatkan pendapatan, dan mengidentifikasi peluang pertumbuhan dalam industri pengujian perangkat lunak TI. Dengan menggunakan analisis SWOT, TOWS, dan PESTEL, penelitian ini mengungkapkan kekuatan utama seperti kepuasan pelanggan yang tinggi dan Otomatisasi Pengujian yang canggih, serta kelemahan seperti kendala waktu proyek dan area yang perlu ditingkatkan dalam proses Otomatisasi Pengujian. Studi ini mengusulkan tiga keharusan strategis bagi PT ACEINNO Technologies. Pertama, hal ini menekankan perlunya meningkatkan proposisi nilai perusahaan dengan memanfaatkan AI dan alat Test Automation yang canggih, yang akan membedakan PT ACEINNO dari pesaing dan meningkatkan efektivitas layanan. Kedua, mendukung pengembangan strategi bisnis baru yang berfokus pada perluasan pasar, diversifikasi layanan, dan efisiensi operasional. Hal ini termasuk menjajaki pasar baru, menawarkan layanan konsultasi dan pelatihan, serta mengoptimalkan proses untuk mengurangi biaya dan meningkatkan profitabilitas. Rencana penerapannya melibatkan pendekatan sistematis terhadap riset pasar, integrasi AI, serta pembelajaran dan pengembangan berkelanjutan bagi karyawan. PT ACEINNO Technologies disarankan untuk berinvestasi pada alat Test Automation, sistem manajemen proyek yang canggih, dan pelatihan karyawan secara berkala agar tetap kompetitif dan responsif terhadap tren pasar. Selain itu, perusahaan harus fokus pada layanan profesional dan manajemen talenta untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik. Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini menunjukkan bahwa PT ACEINNO Technologies dapat mencapai diferensiasi yang lebih besar, meningkatkan pendapatan, dan menciptakan peluang pertumbuhan baru dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki secara strategis, mengatasi kelemahan, dan memanfaatkan tren yang muncul. Rekomendasi mencakup langkah-langkah praktis untuk tim QA, implikasi manajerial bagi manajemen senior dan SDM, dan saran untuk penelitian lebih lanjut mengenai alat QA yang didukung AI dan dampaknya terhadap kinerja bisnis

2024
πŸ‘€ Penulis: Rakesh Kumar Mudavath
🏷️ Teknologi Informasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kepuasan Pelanggan

USULAN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN COINFEST ASIA

Tujuan dari studi ini adalah untuk meneliti tantangan yang dihadapi Coinfest Asia dalam memperoleh sponsor, menanggapi persaingan dari konferensi lain, dan membuat rencana pemasaran yang sukses. Studi ini menilai hambatan utama dalam memperoleh sponsor serta pendekatan yang diambil untuk mengatasinya. Studi ini juga mengeksplorasi bagaimana keberhasilan Coinfest Asia dipengaruhi oleh persaingan dari konferensi mata uang kripto lain dan strategi khas yang digunakan untuk menonjol. Kemudian, tujuan lebih lanjut dari studi ini adalah menilai keberhasilan inisiatif pemasaran Coinfest Asia dalam menarik peserta dan sponsor. Langkah selanjutnya adalah mencari tahu bagaimana acara konferensi dapat ditingkatkan untuk meningkatkan hasilnya di masa mendatang. Tujuan utama studi ini adalah untuk meneliti kesulitan yang dihadapi Coinfest Asia dalam hal strategi pemasaran, persaingan, dan sponsor. Penelitian ini mengeksplorasi strategi dan pendekatan Coinfest Asia untuk menarik dan mempertahankan sponsor serta pengaruh persaingan dari konferensi lain terhadap kinerja acara Coinfest Asia. Untuk menjamin kepuasan peserta dan sponsor, strategi pemasaran Coinfest Asia juga dievaluasi dalam penelitian ini. Dikarenakan cakupan penelitian dibatasi pada data yang tersedia untuk umum dan laporan internal yang relevan dari Coinfest Asia, maka dari itu, penelitian ini tidak menyelidiki lebih jauh aspek operasional lain yang tidak terkait langsung dengan topik utama. Dengan menggunakan metodologi kualitatif, penelitian ini menggunakan wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan dan sponsor Coinfest Asia yang relevan untuk menentukan masalah dan solusi. Analisis dokumen memberikan lebih banyak informasi tentang metode dan strategi yang digunakan. Contoh dokumen meliputi laporan acara, data sponsor, dan materi pemasaran. Untuk memahami lingkungan kompetitif dan strategi diferensiasi, penelitian ini juga mencakup studi kasus konferensi mata uang kripto lainnya. Hasilnya dimaksudkan untuk memberikan pemahaman lengkap kepada pembaca tentang peluang dan tantangan Coinfest Asia serta saran untuk strategi masa yang akan datang. 4 Penelitian ini menyimpulkan bahwa peluang jaringan, fasilitas tempat penyelenggaraan yang berkualitas, dan infrastruktur teknologi yang kuat di Coinfest Asia merupakan faktor utama yang memengaruhi kepuasan pelanggan. Peserta senang β€œnetworkingβ€œ dengan individu – individu berpengaruh di bidang tersebut, berkenalan dengan sesama pengguna uang kripto, dan menerima informasi tentang peluang karier atau proyek. Untuk memenuhi harapan pelanggan, kualitas fasilitas tempat penyelenggaraan, khususnya konektivitas WiFi dan internet, sangatlah penting. Coinfest Asia menonjol dari konferensi regional lainnya karena lokasinya yang ideal di Bali, yang menyediakan suasana jaringan yang santai. Namun, Coinfest Asia harus secara konsisten mengembangkan kegiatannya dan mempertahankan unsur kejutan untuk lebih meningkatkan pengalaman pelanggan jika ingin mempertahankan dan meningkatkan posisi kompetitifnya. Penelitian mendatang dapat berupa studi tentang area lain yang dapat memengaruhi keberhasilan Coinfest Asia, seperti komponen B2B konferensi dan aspek keuangan serta operasional. Fokus yang lebih luas ini dapat menawarkan pemahaman yang lebih baik tentang variable – variable yang memengaruhi Coinfest Asia dan membantu membentuk rencana pertumbuhan dan pengembangan di masa mendatang.

2024
πŸ‘€ Penulis: Andrea Theresia
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kepuasan Pelanggan

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN, KEPUASAN PELANGGAN, PERSEPSI PELANGGAN, DAN LOYALITAS MEREK PADA NESTLE INDONESIA OFFICIAL STORE DI SHOPEE

Loyalitas pelanggan adalah faktor penting untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang dengan cara menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan. Pelanggan yang loyal ditunjukkan oleh perilakunya dalam melakukan pembelian ulang, ingin merekomendasikan produk perusahaan, dan menunjukkan kekebalan terhadap produk pesaing. Tingkat kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan oleh perusahaan adalah prediktor terhadap perilaku loyalitas pelanggan. Strategi baru yang dilakukan oleh Nestle Indonesia dengan membuka toko daring melalui beberapa perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia, meningkatkan kesempatan pelanggan untuk mengakses produk perusahaan. Namun, pengalaman pembelian daring pelanggan Nestle mengalami permasalahan dengan adanya perbedaan yang besar antara harapan dengan penilaian kinerja aktual kualitas pelayanan Nestle. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keterkaitan kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, persepsi pelanggan, dan loyalitas merek menggunakan pendekatan analisis jalur berbasis Partial Least Square (PLS). Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 400 orang pelanggan yang ditetapkan dengan penggunaan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan kepada 400 orang tersebut menggunakan purposive sampling. Hasil pada penelitian ini menunjukkan kualitas pelayanan Nestle dianggap belum optimal, terutama berkaitan dengan aspek kehandalan dan daya tanggap. Hal ini pada akhirnya berpengaruh terhadap rendahnya kepuasan pelanggan, buruknya persepsi pelanggan terhadap Nestle, dan konsekuensinya adalah loyalitas pelanggan yang rendah. Pengaruh kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, dan persepsi pelanggan terhadap loyalitas pelanggan sebesar 90.9% dan persepsi pelanggan mampu berperan sebagai variabel yang memediasi kualitas pelayanan dengan loyalitas merek

2024
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Madani
🏷️ Kepuasan Pelanggan 🏷️ Persepsi Pelanggan 🏷️ Loyalitas Merek

SOLUSI BISNIS UNTUK OPTIMASI KEUNTUNGAN DI KLINIK PBS

Profitabilitas layanan kesehatan merupakan faktor penting bagi keberlanjutan dan pertumbuhan klinik seperti Klinik PBS. Klinik PBS, seperti banyak penyedia layanan kesehatan lainnya, menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan kualitas layanan dengan kelayakan finansial. Masalah-masalah ini secara kolektif berkontribusi terhadap profitabilitas yang kurang optimal, sehingga memerlukan penyelidikan menyeluruh dan intervensi strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akar permasalahan menurunnya keuntungan pada klinik PBS dan usulan solusi bisnis untuk meningkatkan pendapatan dan menekan biaya pada klinik PBS. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan metode, yang menggabungkan pengumpulan dan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif akan dikumpulkan melalui data keuangan, statistik volume pasien, dan survei kepuasan. Data kualitatif akan diperoleh dari wawancara dan focus group dengan staf. Hasil peninjauan menemukan bahwa Akar penyebab menurunnya keuntungan di klinik PBS meliputi: jam praktik yang tidak tepat sehingga mengurangi kunjungan pasien, sistem TI yang tidak efisien sehingga menghambat efisiensi operasional dan penyampaian layanan, pelatihan staf yang tidak memadai mempengaruhi kualitas layanan, konstruksi yang sedang berlangsung membatasi ruang dan layanan, masalah pembayaran asuransi yang membatasi fleksibilitas keuangan, dan lemahnya upaya pemasaran mengurangi visibilitas dan daya tarik klinik dalam pasar layanan kesehatan yang kompetitif. Solusi yang diusulkan mencakup perluasan layanan klinik, peningkatan pelatihan dan fasilitas staf, penyederhanaan proses pembayaran asuransi, dan pemanfaatan digitalisasi. Penelitian ini penting karena menjawab kebutuhan mendesak bagi klinik untuk beradaptasi terhadap perubahan tuntutan layanan kesehatan dan tekanan ekonomi.

2024
πŸ‘€ Penulis: Deas Mellyana
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kepuasan Pelanggan 🏷️ Digitalisasi Dalam Kesehatan

ANALISIS DIMENSI KUALITAS LAYANAN DAN DIGITALISASI TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI ZARA PONDOK INDAH MALL JAKARTA

Zara merupakan perusahaan fashion global yang telah berdiri di beberapa negara, salah satunya Indonesia. Salah satu tokonya di Indonesia terletak di Pondok Indah Mall dan penelitian ini akan menganalisis seberapa baik kualitas layanan dan digitalisasi Zara Pondok Indah Mall Jakarta sudah cukup memadai untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara Kualitas Layanan dengan metode SERVQUAL dan Digitalisasi terhadap Kepuasan Pelanggan. Untuk mengkajinya, penulis akan menganalisis penelitian dengan mempertanyakan β€œBagaimana Kualitas Layanan dan Digitalisasi memberikan dampak terhadap Kepuasan Pelanggan di Zara Pondok Indah Mall”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner dan memperoleh sembilan puluh satu responden. Dari keenam dimensi tersebut, terdapat tiga dimensi yang diterima yaitu variabel Responsiveness dengan nilai t hitung 3,195 dan signi?kansi 0,002 yang berada di bawah 0,05 serta variabel Empathy dan Digitalization memiliki nilai t hitung dan signi?kansi yang berada di bawah 0,05. Secara keseluruhan, kemampuan variabel independen seperti digitalization, responsiveness, tangible, stability, empathy dan assurance mampu mempengaruhi kepuasan pelanggan sebesar 81,7%, sedangkan sisanya sebesar 18,3% dipengaruhi oleh variabel independen lainnya yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

2024
πŸ‘€ Penulis: Hana Namira Andarwan
🏷️ Kepuasan Pelanggan 🏷️ Digitalisasi 🏷️ Manajemen Layanan

EVALUASI KINERJA PELAYANAN BUS RAPID TRANSIT (BRT) TRANS JOGJA BERDASARKAN KEPUASAN PENGGUNA (STUDI KASUS: JALUR 7 GIWANGAN - BABARSARI).

Trans Jogja Jalur 7 yang menghubungkan Giwangan dan Babarsari merupakan salah satu moda transportasi penting bagi masyarakat Kota Yogyakarta. Seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan banyaknya pilihan moda transportasi yang tersedia, evaluasi kualitas layanan Trans Jogja Jalur 7 menjadi krusial untuk memastikan layanan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas layanan Trans Jogja Jalur 7 menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Parameter layanan yang dianalisis meliputi indikator headway, load factor, kecepatan, dan waktu tempuh. Analisis wilayah cakupan juga dilakukan untuk mengetahui sejauh mana Trans Jogja Jalur 7 melayani kebutuhan transportasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan beberapa masalah yang memengaruhi kinerja Trans Jogja Jalur 7, seperti informasi rute yang kurang jelas, kebersihan bus yang tidak maksimal, dan responsivitas petugas yang rendah. Analisis IPA menunjukkan bahwa dari enam dimensi yang terdiri dari 25 indikator, terdapat 4 indikator dengan kinerja dan harapan sesuai, 5 indikator dengan kinerja dan harapan rendah, 9 indikator dengan kinerja rendah namun harapan tinggi, serta 7 indikator dengan kinerja tinggi namun harapan rendah. Analisis CSI menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan berada pada kategori "Cukup Puas" dengan nilai indeks sebesar 58%. Evaluasi lebih lanjut terhadap indikator kinerja seperti headway, kecepatan, load factor, dan waktu tempuh menunjukkan bahwa meskipun beberapa indikator memenuhi harapan penumpang, masih ada area penting yang memerlukan perbaikan untuk memenuhi standar yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan Minimum (SPM) berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. 27 Tahun 2015. Dengan demikian, peningkatan frekuensi layanan, kebersihan, responsivitas petugas, dan kejelasan informasi rute sangat diperlukan. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan Trans Jogja Jalur 7 sehingga dapat memberikan kepuasan dan kenyamanan optimal bagi pengguna serta mematuhi regulasi yang ada.

2024
πŸ‘€ Penulis: Kirfan Stevanly Bleskadit
🏷️ Transportasi Publik 🏷️ Kepuasan Pelanggan 🏷️ Analisis Kinerja Layanan

MEASURING THE LEVEL OF SERVICE QUALITY AND INITIATING DEVELOPMENT PLAN FOR EMPLOYEE IN XYZ COFFEE HOUSE BANDUNG

XYZ Coffee House, yang didirikan pada bulan September 2018, dimulai dengan tim yang terdiri dari tujuh karyawan. Lonjakan jumlah kedai kopi di Bandung, terutama di daerah Buah Batu, telah memperketat persaingan bagi XYZ Coffee House. Meskipun demikian, lokasinya yang strategis dan suasana yang unik terus menarik arus pengunjung yang stabil. Untuk mempertahankan posisinya di pasar di tengah persaingan yang semakin ketat, XYZ Coffee House telah fokus pada penyediaan "Service Excellence" untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan membangun loyalitas. XYZ Coffee House belum memiliki dokumentasi atau kegiatan rutin untuk menilai kualitas layanan yang diberikan. Hal ini mengakibatkan belum adanya upaya perbaikan kualitas layanan di XYZ Coffee House. Dalam penelitian ini, pengumpulan data akan dilakukan untuk mengevaluasi tingkat kualitas layanan untuk setiap atribut layanan yang diberikan kepada pelanggan. Penelitian ini juga akan mengidentifikasi kompetensi yang diperlukan oleh karyawan untuk memenuhi standar kualitas layanan yang harus diberikan dan mengukur kesenjangan antara kemampuan karyawan dan standar tersebut. Hal ini akan memungkinkan peneliti untuk mengusulkan rencana tindakan untuk mengembangkan standar kompetensi, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode SERVQUAL untuk mengidentifikasi indikator layanan yang diperlukan guna mengukur kualitas layanan. Untuk mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan metode Triangulasi, data dikumpulkan dari pemilik, karyawan, dan pelanggan yang dilakukan melalui wawancara mendalam dan juga CBI (Competency Based Interview) untuk menilai tingkat kompetensi karyawan dalam kualitas layanan yang telah ditetapkan. Penelitian ini menemukan bahwa pelanggan, karyawan, dan pemilik XYZ Coffee House menyatakan kepuasan umum terhadap kualitas layanan yang diberikan. Namun, perusahaan perlu meningkatkan konsistensi dalam menjaga standar layanan di seluruh karyawan untuk mencegah keluhan potensial, karena tingkat layanan yang diberikan bervariasi di antara staf. Penelitian ini juga menemukan faktor-faktor penting menurut pemilik, karyawan, dan pelanggan, yaitu: Memberikan Layanan Cepat dari Responsiveness of Service Quality, Berkomitmen pada Tingkat Layanan dari Reliability of Service Quality, dan Memiliki Pengetahuan Produk dari Assurance of Service Quality. Terdapat pula beberapa kompetensi yang perlu ditingkatkan oleh karyawan XYZ Coffee House untuk meningkatkan kualitas layanan mereka, yaitu Konsistensi, Pengetahuan Produk, Inisiatif, dan Komunikasi Layanan. Untuk mengatasi masalah ini, solusi yang diusulkan dalam penelitian ini termasuk menetapkan Standar Operasional Layanan, melaksanakan Pelatihan Service Excellence, melakukan Survei Umpan Balik, dan menerapkan Pembinaan dan Umpan Balik Kinerja karyawan. Inisiatif ini sangat penting untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi karyawan. Dengan fokus pada strategi-strategi ini, XYZ Coffee House dapat meningkatkan kualitas layanan, memenuhi harapan pelanggan, dan mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar kedai kopi Bandung yang terus berkembang.

2024
πŸ‘€ Penulis: Aulia Khairunisa Widarto
🏷️ Kepuasan Pelanggan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Kafe 🏷️ Penilaian Layanan

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, FASILITAS, DAN NILAI TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DAN LOYALITAS PELANGGAN DI BOBOCABIN CIKOLE BANDUNG

Meskipun industri perhotelan di Indonesia telah mengalami pemulihan yang signifikan, sektor glamping yang sedang berkembang memiliki tantangan, termasuk infrastruktur tidak memadai dan akses yang terbatas ke lokasi glamping, yang menghambat pengalaman pelanggan yang istimewa. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah ini dengan meneliti dampak kualitas layanan, fasilitas, dan nilai terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan di Bobocabin Cikole Bandung. Menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan mengumpulkan data dari kuesioner online yang diisi oleh 200 pelanggan yang menginap di Bobocabin Cikole antara Juni 2023 dan Juni 2024. Analisis dilakukan menggunakan PLS-SEM menunjukkan bahwa kualitas layanan tidak secara signifikan mempengaruhi kepuasan atau loyalitas pelanggan. Namun, fasilitas dan nilai memiliki dampak yang signifikan. Kepuasan pelanggan memediasi hubungan antara fasilitas, nilai, dan loyalitas, tetapi tidak antara kualitas layanan dan loyalitas. Operator glamping harus meningkatkan fasilitas, nilai, dan pengalaman unik untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Penelitian lebih lanjut harus meneliti berbagai jenis glamping, sampel yang lebih besar, dan alasan dampak kualitas layanan yang terbatas. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang pengalaman pelanggan dalam konteks glamping dan memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan di operasi glamping Indonesia.

2024
πŸ‘€ Penulis: Danniella Nathannia Nimeesha
🏷️ Kepuasan Pelanggan 🏷️ Loyalitas Pelanggan 🏷️ Manajemen Fasilitas Dan Nilai

PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN KULITAS LAYANAN ELEKTRONIK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DAN LOYALITAS KONSUMEN: STUDI KASUS TERHADAP NASABAH BANK CENTRAL ASIA

Sektor perbankan Indonesia menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan adanya kemunculan bank digital. Hal ini menyebabkan perubahan selera pelanggan, dengan meningkatnya permintaan akan pengalaman perbankan digital yang lancar. Meskipun BCA memiliki pasar yang kuat, namun terdapat keluhan yang berkaitan dengan aplikasi mobile banking-nya (M-BCA) terutama terkait tampilan dan pengalaman pengguna, yang mengindikasikan adanya masalah dalam kualitas layanan dan kualitas layanan elektronik. Ditengah ketidakstabilan yang dihadapi kalangan bank konvensional seperti BCA, kebutuhan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas pelanggan semakin berkembang. Riset ini meneliti dampak kualitas layanan (SERVQUAL) dan kualitas layanan elektronik (e-SERVQUAL) terhadap kepuasan pelanggan, kepuasan elektronik pelanggan, dan loyalitas pelanggan BCA, agar dapat menghadapi tantangan persaingan yang semakin ketat dari bank digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 210 nasabah BCA Generasi Z dan Generasi Y di Jabodetabek dan Bandung. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menegaskan bahwa SERVQUAL dan e-SERVQUAL secara signifikan dan positif mempengaruhi kepuasan pelanggan, yang pada gilirannya sangat mempengaruhi loyalitas pelanggan. Namun, e-SERVQUAL tidak terbukti memiliki dampak langsung pada loyalitas pelanggan, menunjukkan adanya hubungan yang lebih kompleks. Meskipun layanan digital semakin penting, kualitas layanan konvensional tetap menjadi pendorong utama loyalitas pelanggan. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya bagi bank konvensional seperti BCA untuk mempertahankan standar kualitas layanan yang tinggi terlebih dahulu dan kemudian terus meningkatkan penawaran digital agar tetap kompetitif di era digital.

2024
πŸ‘€ Penulis: Saskia Deffa Febriend
🏷️ Kepuasan Pelanggan 🏷️ Loyalitas Pelanggan 🏷️ Perbankan Digital

STRATEGI BERBASIS ANALISIS SENTIMEN UNTUK MENINGKATKAN REPUTASI GRAND PARADISE HOTEL

Secara umum dinamika suatu industri perhotelan dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik secara internal maupun eksternal, dan hotel dituntut untuk memenuhi standar tertentu agar dapat beroperasi dengan baik. Faktor tersebut terdiri dari aspek ekonomi, teknologi, pengalaman dan preferensi konsumen, keberlanjutan, serta regulasi. Namun di antara semua itu, teknologi memiliki peran yang lebih penting karena industri secara keseluruhan kini berada pada periode 4.0. Agar lebih mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan dan mempertahankan atau bahkan meningkatkan reputasi, hotel dapat mencoba memanfaatkan teknologi dengan membuat beberapa strategi mengenai bisnis operasional mereka berdasarkan suara pelanggan selain berspekulasi secara mandiri dari sumber informasi lain, sehingga tindakan yang diambil dapat lebih tepat. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan analisis sentimen, yang penting bagi hotel karena suatu penelitian menunjukkan bahwa masyarakat selalu membaca ulasan sebuah hotel sebelum memutuskan untuk memesannya. Tesis ini khusus membahas tentang analisis sentimen terhadap Grand Paradise Hotel, di mana hotel tersebut memiliki arsitektur yang mewah, tetapi bintang sebenarnya hanyalah tiga, dan peringkatnya ternyata tidak terlalu tinggi di beberapa situs perjalanan dan ulasan ternama. Berdasarkan ulasan online pelanggan yang dimodelkan dengan Naive Bayesian Classifier berakurasi 80%, bintang tiga dan peringkat rendah pada Grand Paradise Hotel disebabkan oleh manajemen bisnis operasional yang kurang baik, di mana mencakup topik perwujudan, keandalan, daya tanggap, dan jaminan dalam layanan model berkualitas; dan faktor yang menjadi penyebabnya sebagian besar dianggap sebagai kelemahan hotel karena banyak pelanggan yang mengeluhkan hal tersebut. Strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut sehingga hotel dapat memiliki reputasi yang lebih baik dan diharapkan menjadi berbintang empat adalah dengan melakukan pemeliharaan berkelanjutan, mengadakan program pengembangan karyawan, memaksimalkan sumber daya internal hotel, memperkuat kawasan sekitar, menciptakan nilai jual yang unik, dan bermitra dengan bisnis lokal lain di dekat lokasi hotel. Hasil penelitian tesis ini ditujukan utamanya kepada manajer Hotel Grand Paradise, di mana beliau perlu mengevaluasi dan menyesuaikan hasilnya dengan kondisi hotel terkini, lalu menugaskan departemen terkait untuk melaksanakannya secara bertahap dan berkesinambungan. pemantauan rutin untuk melacak kemajuan, serta memvalidasi hasil nyata mereka di akhir, apakah telah mencapai sesuai target atau tidak.

2024
πŸ‘€ Penulis: Ariella Vania Lynn
🏷️ Analisis Sentimen 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Hotel 🏷️ Kepuasan Pelanggan

EVALUASI PROGRAM TRAINING DASAR DI INDUSTRI HOTEL MENGGUNAKAN METODE KIRKPATRICK, STUDI KASUS DI PADMA HOTEL BANDUNG

Dalam bidang perhotelan, sumber daya manusia tidak dapat dipungkiri merupakan aset yang paling berharga. Para pemimpin di industri ini harus hati-hati mempertimbangkan cara menarik individu-individu yang luar biasa dan secara efektif memanfaatkan bakat dan potensi karyawan mereka untuk membantu mencapai tujuan dan sasaran organisasi. Salah satu pendekatan efektif untuk meningkatkan kinerja staf adalah dengan menerapkan program pelatihan yang komprehensif. Dengan membekali karyawan dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan, organisasi dapat memberdayakan tenaga kerja mereka untuk bekerja pada potensi tertinggi mereka. Penelitian ini dilakukan di Padma Hotel Bandung, hotel bintang lima yang berlokasi di Bandung. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak program pelatihan komprehensif terhadap kinerja karyawan hotel secara keseluruhan, dengan fokus singkat pada dampaknya terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada tamu. Program pelatihan ini berlangsung selama empat bulan dan mencakup topik-topik penting yang direncanakan dan diselenggarakan dengan cermat oleh Manajer Pelatihan Korporat. Untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang disempurnakan, memanfaatkan wawancara mendalam, menganalisis menggunakan metode deskriptif, dan mengumpulkan data tambahan dari sumber terpercaya seperti jurnal dan catatan internal perusahaan. Selain itu, peneliti menggunakan Model Kirkpatrick, sebuah kerangka teoritis yang diakui secara luas untuk mengevaluasi hasil program pelatihan. Temuan penelitian, penulis menemukan bahwa tujuan utama program pelatihan adalah untuk meningkatkan kinerja karyawan. Program pelatihan ini telah memberikan kontribusi efektif terhadap peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan kinerja karyawan secara keseluruhan. Hasilnya, peningkatan kinerja menghasilkan peningkatan kepuasan di antara seluruh tamu yang memilih untuk menginap di hotel. Pada akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa meskipun program pelatihan yang dilaksanakan oleh hotel telah menunjukkan hasil yang menjanjikan, terdapat beberapa aspek yang memerlukan evaluasi dan perbaikan untuk lebih meningkatkan kualitas program pelatihan inti di masa depan.

2024
πŸ‘€ Penulis: Ayu Diah Lestari
🏷️ Training Karyawan 🏷️ Kepuasan Pelanggan 🏷️ Model Kirkpatrick
Halaman 3 dari 3
πŸ’¬