📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 41 dokumen

STUDI KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK PRODUKSI PESAWAT EVTOL OLEH PT XYZ

Pertumbuhan transportasi di Indonesia yang meningkat terutama di perkotaan, membuat waktu perjalanan semakin lama dan menyebabkan kemacetan. Salah satu Solusi untuk mengatasi permasalhan tersebut adalah taksi udara yang menggunakan pesawat elektrik yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal (eVTOL). Sebagai salah satu negara yang dapat memproduksi pesawat terbang, PT XYZ melihat kesempatan untuk memproduksi eVTOL dalam negeri. eVTOL ini nantinya juga akan digunakan untuk salah satu mode transportasi di IKN nanti. Sebagai satu-satunya pemain di industri pesawat eVTOL, PT XYZ berencana untuk memproduksi pesawat eVTOL dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan studi kelayakan finansial secara komperhensif ke PT XYZ. Proyek ini direncanakan dari tahun 2024 sampai 2035 dan kelayakan finansial proyak ini diperlukan. Dari tahun 2024 sampai 2028, PT XYZ akan menambah kapital untuk pengembangan dan persiapan proyek ini. Tahun 2029 sampai 2035 PT XYZ berencana untuk menjuam total 1710 pesawat eVTOL yang telah dimulai produksinya. Dengan biaya investasi sebesar $327,292,103.88, proyek ini menghasilkan nilai Net Present Value yang positif dan Internal Rate of Return yang melebihi weighted average cost of capital.dengan payback period selama 8 tahun. PT XYZ berencana untuk menjual pesawatnya dengan harga $2,283,626.96 dengan harga pokok produksi sebesar $2,470,673.59. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proyek produksi pesawat eVTOL layak secara finansial dengan beberapa variabel dan probabilitas yang memepengaruhi nilai Net Present Value proyek ini. Dengan menggunakan sensitivity analysis variabel yang mempengaruhi Net present Value proyek ini adalah harga jual pesawat dan harga pokok produksi. Dengam menggunakan Monte Carlo Simulation, probabilitas proyek ini memiliki nilai net Present Value yang positif adalah 80% dengan 50% kemungkinan net present value yang melebihi basis

2024
👤 Penulis: Haryo Senggoro Adikusumo
🏷️ Ekonomi Transportasi 🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Hidrologi

MENGANALISIS LANSKAP MANAJEMEN PROYEK DALAM PROYEK KELAPA SAWIT DI PT.ABC

Pertumbuhan signifikan pasar minyak sawit global telah mendorong PT. ABC untuk memperluas pabriknya guna memenuhi permintaan pasar. Namun, selama proyek ekspansi, beberapa masalah muncul terkait waktu, biaya, dan kualitas, dengan keterlambatan proyek menjadi kontributor paling signifikan terhadap masalah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan solusi atas masalah yang terjadi selama ekspansi proyek PT. ABC. Metodologi penelitian melibatkan eksplorasi masalah bisnis, pengumpulan data, dan analisis akar penyebab melalui analisis tematik dan diagram Pareto. Analisis akar penyebab mengidentifikasi tiga penyebab utama: praktik manajemen proyek, masalah tim proyek, dan masalah terkait kontraktor atau vendor. Untuk menemukan solusi, ketiga penyebab ini dianalisis menggunakan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Praktik manajemen proyek mencakup proses dan alat yang digunakan untuk merencanakan, melaksanakan, dan memantau proyek. Masalah umum dalam sistem ini, seperti manajemen komunikasi yang tidak memadai, telah diidentifikasi. Untuk masalah terkait tim proyek, metode kuantitatif akan digunakan dengan mengacu pada kapasitas manajemen strategis. Untuk masalah terkait kontraktor dan vendor, penting untuk menemukan metode terbaik dalam proses seleksi untuk meningkatkan kinerja kontraktor atau vendor yang terlibat dalam proyek. Dari penelitian ini, diamati bahwa solusi bisnis untuk mengatasi masalah tersebut meliputi peningkatan perencanaan sumber daya, pengembangan rencana komunikasi, dan penerapan Proses Hierarki Analitik dalam seleksi kontraktor atau vendor. Keterbatasan penelitian ini adalah kurangnya perspektif dari sudut pandang biaya. Mengingat keterlambatan proyek memiliki dampak signifikan terhadap biaya, sangat penting untuk melakukan studi lebih lanjut untuk mengukur kerugian finansial yang sebenarnya terjadi.

2024
👤 Penulis: Kristian Lespaul
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Hidrologi Pertanian 🏷️ Analisis Masalah Bisnis

PERBAIKAN SISTEM MANAJEMEN PROYEK DALAM PEMBANGUNAN KONSTRUKSI: STUDI KASUS PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR UPPER CISOKAN

Studi ini berfokus pada optimalisasi sistem manajemen proyek dalam pengembangan konstruksi, khususnya pada kasus Pembangkit Listrik Tenaga Air Upper Cisokan (UCPS HEPP). Proyek dengan kapasitas 4x260 MW ini sangat penting bagi bauran energi dan tujuan lingkungan Indonesia. Namun, penundaan dan inefisiensi yang signifikan telah mengganggu kemajuan pekerjaannya, terutama karena tantangan dalam proses perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian. Studi ini menyoroti bahwa keterlambatan dalam menyelesaikan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial Kontraktor (C-ESMP), keterlambatan persiapan program terperinci, dan koordinasi lapangan yang buruk merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap kemunduran proyek. Dengan panduan teori Project Management Body of Knowledge (PMBOK), penelitian ini mengusulkan sistem manajemen proyek yang komprehensif yang mengidentifikasi penjadwalan, manajemen sumber daya manusia, komunikasi, manajemen kualitas, dan manajemen pemangku kepentingan untuk memitigasi isu-isu tersebut. Melalui Analytical Hierarchy Process (AHP), penelitian ini mengidentifikasi bahwa proses “Develop & Control Schedule” merupakan aktivitas manajemen proyek yang paling penting untuk diprioritaskan. Dengan memprioritaskan “Develop & Control Schedule”, perusahaan dapat mengatasi tantangan-tantangan ini dengan lebih efektif, memastikan bahwa sumber daya dialokasikan secara optimal, dan kemajuannya dipantau secara ketat. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan alat dan teknik manajemen proyek yang terdepan, seperti Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Primavera P6, untuk meningkatkan pelaksanaan proyek dan menyelaraskannya dengan ekspektasi para pemangku kepentingan. Studi ini memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan praktik manajemen proyek dalam proyek-proyek infrastruktur berskala besar, yang berkontribusi pada pelaksanaan proyek yang tepat waktu dan hemat biaya.

2024
👤 Penulis: Chandra Harianto Sinaga
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Pembangkit Listrik Tenaga Air 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI HIGH RISE BUILDING PADA PT. HUTAMA KARYA (PERSERO)

Keterlambatan proyek konstruksi yang sering terjadi menyebabkan kerugian bagi kontraktor dan owner, termasuk pembengkakan biaya dan menurunnya kredibilitas. PT. Hutama Karya (Persero) sebagai salah satu kontraktor nasional skala besar yang mengalami keterlambatan proyek dapat berdampak pada target kinerja dan laba perusahaan. Adanya keterlambatan proyek high rise building dalam kurun waktu 6 tahun terakhir pada PT. Hutama Karya (Persero) dapat mengakibatkan target kinerja dan target laba dari perusahaan akan sulit tercapai, dikarenakan terjadi pembengkakan biaya pelaksanaan akibat dari keterlambatan proyek tersebut. Dengan adanya manajemen yang baik maka keterlambatan tersebut dapat segera diidentifikasi, dievaluasi dan dilakukan mitigasinya, sehingga mampu semua proyek dapat menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab keterlambatan pekerjaan pada proyek-proyek high rise building yang dikerjakan oleh PT. Hutama Karya (Persero), mengetahui peringkat (ranking) pengelompokan faktor-faktor penyebab keterlambatan pekerjaan pada proyek- proyek high rise building yang dikerjakan oleh PT. Hutama Karya (Persero), dan mengetahui faktor dominan penyebab utama keterlambatan penyelesaian proyek high rise building yang dikerjakan oleh PT. Hutama Karya (Persero). Identifikasi faktor risiko dilakukan menggunakan metode studi literatur dan dilanjutkan penyebaran kuesioner identifikasi risiko. Setelah faktor-faktor risiko terindentifikasi, dilanjutkan penyebaran kuesioner penilaian risiko berdasarkan probabilitas dan dampak dengan responden pihak manajemen proyek-proyek high rise building yang dikerjakan oleh PT. Hutama Karya (Persero). Metode yang digunakan dalam penelitian metode Agglomerative Hierarchical Clustering (AHC) yang menghasilkan cluster-cluster dari faktor risiko keterlambatan pelaksanaan proyek. Analisis menggunakan metode AHC dapat membentuk cluster berdasarkan probabilitas dan dampak dari faktor-faktor penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek high rise building. Pada tahapan AHC dilakukan penggabungan faktor penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek menggunakan pendekatan euclidean distance dan centroid linkage. Euclidean distance pada AHC bertujuan untuk mengukur jarak sehingga dalam satu anggota cluster dapat memiliki karakteristik probabilitas dan dampak yang sama sedangkan fungsi dari centroid linkage adalah menggabungkan faktor (leaf) atau cluster kecil (nodes) menjadi cluster yang lebih besar (root). Data mean dari probabilitas dan dampak yang dianalisis menggunakan AHC, kemudian dilanjutkan dengan penentuan ranking cluster dan faktor dominan menggunakan metode Euclidean Distance. Euclidean Distance sebagai tools pengukuran jarak dari cluster yang telah didapatkan sehingga dapat diketahui ranking cluster dan faktor dominannya. Dihasilkan 32 faktor risiko dari tahap identifikasi risiko yang relevan sebagai penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek high rise building yang dikerjakan oleh PT. Hutama Karya. Pada analisis AHC diperoleh 3 cluster utama yakni Cluster 1 berisi 23 anggota, Cluster 2 berisi 6 anggota, dan Cluster 3 berisi 3 anggota faktor risiko. Pada tahap perhitungan nilai Euclidean distance untuk penentuan ranking cluster dan faktor dominan. Diperoleh hasil bahwa Cluster 2 dengan nilai 5,070 merupakan ranking pertama, selanjutnya ranking kedua yaitu Cluster 1 dengan nilai 4,247, dan ranking ketiga adalah Cluster 3 dengan nilai 3,190. Sehingga, Cluster 2 dapat disebut sebagai high overall risk karena memiliki tingkat probabilitas dan dampak yang tinggi dalam menyebabkan keterlambatan pelaksanaan proyek high rise building pada PT. Hutama Karya (persero) yakni keterlambatan kedatangan peralatan dan material, kurangnya pengawasan terhadap pekerja, keputusan penting managemen yang lama, kurangnya koordinasi antara owner, konsultan dan kontraktor, perubahan desain dan desain yang kurang lengkap, dan rendahnya keahlian/ kemampu dari pekerja. Cluster 1 sebagai moderate overall risk dan Cluster 3 sebagai low overall risk.

2024
👤 Penulis: Kurniawan Bogo Yustanto
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS MISMANAJEMEN DALAM OPERASIONALISASI PROYEK DI AGENSI BRANDING

Penelitian ini menyelidiki tantangan signifikan dan masalah mismanagement dalam operasionalisasi manajemen proyek di sebuah biro branding. Penelitian ini menggunakan berbagai alat analisis, termasuk analisis akar penyebab dan analisis pohon objektif, untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah mendasar yang mempengaruhi hasil proyek agensi. Temuan utama menunjukkan bahwa kurangnya proses terstandarisasi, pengalaman yang tidak mencukupi di antara eksekutif akun, dan pengelolaan desainer yang tidak efektif merupakan faktor utama penyebab keterlambatan proyek dan ketidakpuasan klien. Penelitian ini mengusulkan solusi terstruktur, seperti menerapkan SOP yang komprehensif, meningkatkan program pelatihan untuk manajemen proyek dan account executive, dan mengembangkan sistem yang kuat untuk perekrutan dan pengelolaan desainer. Dengan mengatasi masalah inti tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proyek, kepuasan klien, dan kinerja agensi secara keseluruhan. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya menyelaraskan solusi yang diusulkan dengan kondisi keuangan dan tujuan strategis jangka panjang agensi. Integrasi Focus Group Discussion dan analisis SWOT memastikan bahwa solusi yang di hasilkan praktis dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik agensi. Pada akhirnya, penelitian ini memberikan peta jalan bagi agensi untuk meningkatkan kemampuan manajemen proyek dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

2024
👤 Penulis: Muhammad Farhan Rizaldy
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Biro Branding 🏷️ Kepuasan Klien

APLIKASI DAN REKOMENDASI MANAJEMEN PROYEK PADA PROYEK TURNAROUND OIL REFINERY PERTAMINA RU V

Proyek Turnaround pada kilang minyak merupakan proyek skala besar berulang yang penting untuk dilakukan sebagai bentuk perawatan dalam rangka menjaga kehandalan kilang. Selama proses pekerjaan, seluruh kilang akan dihentikan operasinya (Planned Shutdown), sehingga manajemen proyek yang baik sangat diperlukan mengingat kendala seperti penundaan dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Eksekusi proyek turnaround yang tidak terencana dan tereksekusi dengan baik juga dapat mengakibatkan terjadinya Unplanned Shutdown yang dapat mengakibatkan kerugian finansial berantai lebih besar lagi. Pertamina RU V, sebagai pemasok 26% dari kebutuhan bahan bakar di Indonesia, penting untuk memperhatikan efisiensi dari Proyek Turnaround yang akan mereka laksanakan. Tercatat bahwa terdapat empat kali Unplanned Shutdown pada tahun 2015- 2017, hingga lonjakan kebutuhan anggaran Turnaround mencapai 115% pada tahun 2020, menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan pada manajemen proyek Turnaround di unit ini. Penelitian ini memberikan rekomendasi dan aplikasi untuk penerapan manajemen proyek melalui analisa akar permasalahan dengan menggunakan Diagram Ishikawa terhadap dokumentasi laporan pasca Turnaround di RU V. Dengan penerapan Project Management Body of Knowledge (PMBOK) dan metode Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART), maka didapatkan prioritas akan faktor kritis dalam kesuksesan proyek Turnaround mulai dari performa proyek, perencanaan, tim, pengembangan, pemangku kepentingan, pengiriman, tolok ukur, dan ketidakpastian. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi pedoman untuk pelaksanaan proyek Turnaround secara efisien di masa yang akan datang

2024
👤 Penulis: Rima Andari Putri
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Hidrologi Minyak 🏷️ Analisis Ishikawa

PERANCANGAN SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING MENGGUNAKAN APLIKASI ODOO UNTUK PENGELOLAAN PROYEK PENELITIAN

PT ABC merupakan salah satu anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa layanan informasi, telekomunikasi dan jaringan telekomunikasi di Indonesia. PT ABC merupakan anak perusahaan yang berperan sebagai pusat pelatihan (learning center) dari salah satu BUMN. Terdapat beberapa unit di dalam PT ABC. Salah satu unit di PT ABC adalah Unit X. Beberapa masalah terjadi pada Unit X tersebut. Salah satu masalah yang diidentifikasi berkaitan erat dengan kurang optimalnya pengelolaan proyek. Kurang optimalnya pengelolaan proyek ditandai dengan setiap subdivisi memiliki metode tersendiri dalam mengelola proyek seperti alur penelitian, penyimpanan data, dokumen yang berbeda-beda, belum adanya sistem yang mengintegrasikan pengelolaan penelitian, dan lain sebagainya. Sistem ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sistem yang digunakan oleh perusahaan untuk mengelola dan mengintegrasikan proses bisnis dalam satu platform yang terintegrasi. Sistem ERP berpotensi mengurangi permasalahan yang dialami Unit X di atas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang sebuah sistem ERP agar dapat mengoptimalkan proyek pada Unit X secara efektif dan efisien. Sistem ERP Odoo dipilih karena sesuai dengan kondisi perusahaan yang memiliki keterbatasan biaya. Proses perancangan sistem ERP menggunakan metodologi ERP adoption life cycle dan standard package. Kemudian pada metodologi penelitian terdapat penyesuaian dengan mengacu pada serta ISO 31000:2018 terkait manajemen risiko. Perancangan sistem ERP didasarkan atas proses bisnis yang terjadi pada Unit X dengan melakukan identifikasi masalah kemudian merancang proses bisnis usulan yang telah terverifikasi bersama stakeholders. Sistem ERP yang dirancang memanfaatkan modul-modul pada aplikasi Odoo, seperti accounting, document, project, purchase, inventory, sign, employees, dan approval. Prototipe telah melalui tahap validasi dengan memguji kesuksesan aplikasi Odoo dalam mengelola data dan menghasilkan output yang diinginkan. Hasil rancangan sistem ERP menggunakan aplikasi Odoo menunjukkan bahwa sistem ERP dapat membantu Unit X dalam mengelola proyek secara efektif dan efisien.

2024
👤 Penulis: Faza Adzim Ramadhon
🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Sistem Informasi Perusahaan

STUDI KELAYAKAN FINANSIAL INSTALASI PERLENGKAPAN BARU CISITU BARU NUMBER 1 BOARDING HOUSE

Kos kosan XYZ berada di Jalan Cisitu Baru nomor 1. Sekarang kos kosan ini memiliki 26 kamar dengan harga IDR 1,150,000.00 per bulan. Kos kosan ini memiliki beberapa fasilitas seperti wifi, kamar mandi dalam, kasur, bantal, meja, dan kursi. Di sisi lain, kos kosan ini harus mengganti perabot tersebut dengan perabot baru, karena banyak perabot yang sudah tua dan tidak layak pakai. Lebih lagi, kos kosan ini juga perlu memasang pemanas air karena penghuni dan juga orang yang mencari kos kosan cenderung mencari kos kosan yang memiliki pemanas air karena cuaca dingin di bandung. Oleh karena itu, kos kosan XYZ perlu untuk mengganti perabot dan juga memasang pemanas air dengan kenaikan harga menjadi IDR 1,350,000.00 per bulan. Proyek ini memerlukan biaya sebesar IDR 122,222,000.00 dan akan dibiayai menggunakan 100% ekuitas. Untuk mengetahui proyek ini layak atau tidak, diperlukan perhitungan feasibility study menggunakan capital budgeting analysis. Berdasarkan hasil perhitungan capital budgeting analysis, Net Present Value dari proyek ini adalah IDR 87,166,396.20 dengan 33% Internal Rate of Return. Kemudian Payback Period di 2.71 tahun dengan Discounted Payback Period 3.89 tahun. Lebih lagi, untuk Profitability Index di 1.71. Berdasarkan hasil perhitungan capital budgeting analysis, proyek ini layak dan diterima karena memiliki positif Net Present Value, kemudian 33% Internal Rate of Return yang lebih besar dibandingkan Weighted Average Cost of Capital, lebih lagi proyek ini memiliki 2.71 tahun sebagai Payback Period dan 3.89 sebagai Discounted Payback Period dibawah 10 tahun sebagai batas maksimal Payback Period yang telah ditentukan oleh pemilik kos tersebut.

2024
👤 Penulis: Jason Valentino
🏷️ Keuangan Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keputusan Investasi 🏷️ Manajemen Proyek

PERANCANGAN ULANG MANAJEMEN DAN REKAYASA KONSTRUKSI PROYEK REVITALISASI STASIUN MANGGARAI

Proyek Pembangunan Revitalisasi Stasiun Manggarai merupakan proyek yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan transportasi kereta api di area Jakarta Selatan. Proses revitalisasi ini akan membangun bangunan stasiun baru yang menghubungkan antar moda transportasi, terutama moda kereta api. Proyek Revitalisasi Stasiun Manggarai ini merupakan proyek yang kompleks sehingga diperlukan manajemen proyek yang efektif agar proyek dapat selesai tepat waktu dan mememuhi standar kualitas yang diharapkan. Oleh karena itu, aspek manajemen dan rekaya konstruksi memiliki peranan penting dalam pelaksanaan konstruksi. Dalam tugas akhir ini, akan dijelaskan mengenai metode pelaksanaan konstruksi, sistem manajemen keselamatan konstruksi, kuantifikasi volume pekerjaan, perhitungan produktivitas, penjadwalan, dan estimasi biaya konstruksi. Metode pelaksanaan konstruksi yang dirancang terdiri dari pekerjaan persiapan, tanah, struktur bawah, dan struktur atas. Proyek ini memiliki total durasi pembangunan selama 959 hari dengan nilai biaya langsung sebesar Rp589.725.589.644 dan biaya tidak langsung sebesar Rp31.764.195.071. Nilai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) proyek ini adalah sebesar Rp724.346.344.086.

2024
👤 Penulis: Devina Calista Pristiwanti
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Rekayasa Konstruksi 🏷️ Analisis Hidrologi

KAJIAN TAHAPAN DAN FAKTOR PENDUKUNG IMPLEMENTASI INTEGRATED PROJECT DELIVERY

Industri konstruksi merupakan industri yang memiliki tingkat fragmentasi yang tinggi. Fragmentasi merupakan fenomena dimana terpecah/terbaginya pekerjaan suatu proyek konstruksi ke dalam beberapa subproses: perencanaan, pengadaan, dan pelaksanaan. Fragmentasi mengakibatkan peningkatan biaya pelaksanaan, keterlambatan proses, peningkatan waste, rendahnya produktivitas, dan konflik yang disebabkan oleh perselisihan sehingga industri konstruksi seringkali dikatakan sebagai industri yang tidak efisien. Sehingga dilakukan penelusuran terkait metode project delivery yang dapat menjawab permasalahan tersebut yaitu Integrated Project Delivery (IPD). IPD merupakan suatu metode project delivery yang mengintegrasikan sumber daya yang ada dalam proyek seperti orang, sistem, struktur dan praktik bisnis ke dalam suatu proses kolaboratif yang memanfaatkan talenta, bakat, dan wawasan yang dimiliki oleh seluruh pihak yang terlibat untuk meminimallisasi waste dan mengoptimalisasi efisiensi melalui seluruh fase perancangan, fabrikasi, dan konstruksi. Jika dibandingkan dengan traditional project delivery, IPD ini lebih menekankan hubungan baik, kolaborasi, dan tujuan bersama daripada tanggung jawab dan pencapaian individual. Ditemukan bahwa IPD memiliki 5 tahapan yaitu validation phase, preconstruction phase, construction phase, substantial completion, dan final completion & payment. Perbedaan jelas dari IPD dengan project delivery lainnya terdapat pada tahap preconstruction, yang dimana terdapat beberapa hal inti yang menjadi pembeda dari IPD seperti Target Value Design dan Target Value Pricing. Pada IPD juga seluruh pihak terlibat sedari awal hingga akhir proyek dan terdapat 17 faktor yang mendukung implementasi IPD yang tergolong ke dalam 4 kelompok, yaitu organisasional, lingkungan, kontraktual, dan teknikal.

2024
👤 Penulis: Muhammad Andhika
🏷️ Integrated Project Delivery (Ipd) 🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Hidrologi Konstruksi

ANALISIS RISIKO PEMERINTAH PADA TAHAP TRANSAKSI DALAM PROYEK KPBU TPPAS LEGOK NANGKA

Persampahan di wilayah Bandung Raya, memang masih menjadi polemik terutama untuk Kota Bandung dan Kota Cimahi. Setelah terjadinya insiden meledaknya TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Leuwigajah yang menyebabkan TPA tersebut tidak dapat lagi digunakan. TPK (Tempat Pengolahan Kompos) Sarimukti menjadi tempat pembuangan akhir sementara. TPK Sarimukti yang pada tahun 2017 seharusnya sudah tutup karena sudah overcapacity dan perlu dilakukan pemindahan TPPAS yang baru. Hal itu yang membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat merencanakan proyek pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) di daerah Legok Nangka dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Setiap proyek KPBU pasti memiliki risiko, oleh karena itu diperlukan analisis risiko yang akan dihadapi oleh pemerintah. Selain itu, perlu diidentifikasi pada tahapan transaksi mana potensi kegagalan mungkin terjadi dan faktor-faktor risiko apa yang memengaruhi situasi tersebut. Penelitian ini menggunakan analisis isi dan Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai metode penelitian. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pada tahap transaksi dalam KPBU TPPAS Legok Nangka, terdapat 11 faktor risiko yang berpotensi terhadap kegagalan KPBU TPPAS Legok Nangka dengan faktor risiko paling signifikan berpotensi memicu kegagalan adalah Risiko pengambilan keputusan pemerintah. Selain itu, langkah dalam tahap transaksi yang paling berisiko adalah pada saat dilaksanakannya pengadaan badan usaha. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pemerintah dalam mengelola risiko dan memastikan kesuksesan proyek TPPAS Legok Nangka. Dengan memahami faktor-faktor risiko dan mengambil tindakan yang tepat, diharapkan proyek ini dapat berjalan dengan efisien dan berkelanjutan.

2024
👤 Penulis: Afrizal Nurul Aziz
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Hidrologi
Halaman 3 dari 3
💬