📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 109 dokumen

MENINGKATKAN KEBERHASILAN RESELLER: STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN RESELLER DAN KINERJA PENJUALAN PADA PLATFORM CONNECTED COMMERCE: STUDI KASUS EVERMOS

Pertumbuhan pesat e-commerce telah membuka peluang besar bagi bisnis untuk memperluas jangkauan mereka. Namun, bagi platform seperti Evermos, sebuah platform perdagangan sosial di Indonesia, keterlibatan reseller tetap menjadi tantangan penting yang memengaruhi kinerja penjualan. Meskipun memiliki model bisnis yang menjanjikan, Evermos gagal mencapai target penjualan 2024 sebesar 35%. Penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan dalam keterlibatan reseller dan kinerja penjualan, serta faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap kekurangan ini. Reseller memainkan peran penting dalam keberhasilan Evermos, namun banyak yang menghadapi tantangan dalam memahami sepenuhnya fitur-fitur platform, yang membatasi kemampuan mereka untuk mengoptimalkan penjualan. Studi ini mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan dalam penggunaan platform, serta hambatan eksternal seperti biaya pengiriman yang tinggi dan persaingan pasar, yang berkontribusi terhadap kesenjangan penjualan. Pendekatan metode campuran, yang melibatkan survei dengan 561 reseller dan diskusi kelompok terfokus, mengungkapkan tingkat keterlibatan reseller dengan fitur platform dan menyoroti tantangan utama yang mereka hadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan strategi untuk meningkatkan keterlibatan reseller dan mengurangi kesenjangan penjualan. Strategi-strategi ini berfokus pada peningkatan pelatihan, perbaikan komunikasi mengenai manfaat platform, dan mengatasi hambatan eksternal. Rekomendasi termasuk implementasi gamifikasi, penawaran dukungan yang dipersonalisasi, dan klarifikasi struktur komisi. Studi ini menyimpulkan bahwa dengan meningkatkan keterlibatan reseller, Evermos dapat menutup kesenjangan penjualan dan memperkuat posisinya di pasar e-commerce yang kompetitif.

2025
👤 Penulis: Valen Kerin Parerung
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ E-Commerce 🏷️ Pemasaran Digital

MENINGKATKAN DAYA SAING PASAR KEUANGAN MELALUI INOVASI FINTECH DAN PEMASARAN LAYANAN KEUANGAN DIGITAL OLEH PT. BANK SHINHAN INDONESIA

Industri perbankan di Korea Selatan telah menjadi kekuatan pendorong utama di balik pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Namun, munculnya pandemi COVID-19 yang tidak terduga secara signifikan mempercepat perkembangan dan inovasi dalam bidang fintech dan keuangan digital, yang mendorong bank-bank tradisional ke dalam krisis dan dengan cepat mengubah struktur pasar keuangan. Secara khusus, pasar keuangan domestik mulai menunjukkan tanda-tanda kejenuhan, dan peningkatan regulasi pemerintah semakin membatasi ekspansi di dalam negeri. Sebagai respons terhadap perubahan ini, Shinhan Bank telah secara konsisten berupaya untuk bertransformasi menjadi bank berbasis digital dan memperluas jangkauannya ke pasar global. Khususnya, bank ini secara aktif mendorong ekspansi ke pasar Asia Tenggara dengan fokus pada Indonesia, yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat dan memiliki lingkungan yang ramah terhadap fintech. Penelitian ini menganalisis bagaimana PT. Bank Shinhan Indonesia (BSI), anak perusahaan utama Shinhan Bank, merespons pasar keuangan Indonesia dan mengusulkan strategi inovasi fintech yang terlokalisasi serta strategi pemasaran digital. Untuk melakukan analisis yang lebih mendalam, penelitian ini mengadopsi desain penelitian campuran yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui laporan keuangan selama lima tahun terakhir, sementara wawasan kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan eksekutif kunci, pesaing, dan pelanggan. Teknik statistik seperti analisis regresi dan analisis korelasi juga diterapkan. Untuk mendukung analisis ini, penelitian ini menggunakan berbagai kerangka analisis strategis termasuk analisis PETSEL, Lima Kekuatan Porter, kerangka STP, dan bauran pemasaran 7P. Pendekatan terpadu ini memungkinkan evaluasi yang objektif terhadap lingkungan internal dan eksternal PT. Bank Shinhan Indonesia (BSI), dan menghasilkan rekomendasi strategis. Temuan dalam penelitian ini diharapkan memberikan wawasan yang bermakna bagi bank asing yang beroperasi di pasar negara berkembang, terutama dalam merumuskan strategi inovasi dan mengembangkan model pertumbuhan yang berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Changhye Jeong
🏷️ Inovasi Fintech 🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Analisis Strategis

MENINGKATKAN KETERLIBATAN PELANGGAN MELALUI STRATEGI KONTEN MEDIA SOSIAL DI INDUSTRI ARSITEKTUR

Di era digital saat ini, studio arsitektur dan desain interior semakin dituntut untuk tetap kompetitif dan terlihat, terutama di pasar yang jenuh seperti Indonesia. Banyak firma muda mengalami kesulitan bukan karena kurangnya kemampuan desain, melainkan karena kurangnya pemahaman bisnis dan strategi pemasaran—khususnya dalam memanfaatkan media sosial untuk pertumbuhan merek. Penelitian ini menjawab permasalahan tersebut dengan menyelidiki bagaimana strategi konten media sosial dapat secara efektif meningkatkan keterlibatan pelanggan dan mendorong perolehan klien. Penelitian ini mengeksplorasi dua aspek utama: dimensi strategis konten (edukatif, inspiratif, menghibur, dan membangun kepercayaan) serta karakteristik konten (kehidupan visual, interaktivitas, imersivitas, dan informatif). Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis PLS-SEM, studi ini menguji bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi keterlibatan pelanggan, niat beli, dan word-of-mouth elektronik (eWOM) pada pengguna media sosial yang akrab dengan akun arsitektur dan desain interior. Hasil temuan menunjukkan bahwa konten imersif dan interaktif memiliki pengaruh paling signifikan terhadap keterlibatan, yang menyarankan agar studio desain memprioritaskan format ini dalam perencanaan kontennya. Dengan mengidentifikasi kombinasi konten yang paling berdampak, studi ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap literatur akademik dalam pemasaran digital di industri kreatif, tetapi juga menawarkan rekomendasi praktis bagi firma desain kecil yang ingin tumbuh secara berkelanjutan melalui penggunaan media sosial yang strategis.

2025
👤 Penulis: Muhammad Sapta
🏷️ Desain Interior 🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Media Sosial

KERANGKA STRATEGIS UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS UMKM FINANCING: LINI BISNIS BARU DARI PERDANA GROUP

ZETA merupakan lini bisnis baru dari PERDANA GROUP yang berfokus pada penyediaan solusi pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Penelitian ini mengkaji upaya strategis untuk meningkatkan brand awareness ZETA. Meskipun sejak diluncurkan pada tahun 2022 ZETA menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan, kontribusinya terhadap total portofolio pembiayaan PERDANA GROUP masih tergolong kecil. Rendahnya tingkat brand awareness dan keterlibatan digital yang terbatas diidentifikasi sebagai hambatan utama, terutama di kalangan pelaku UMKM dari Generasi Z yang kini semakin banyak mengambil peran sebagai pengambil keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed-methods), dengan menggabungkan analisis kuantitatif menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS) dan wawasan kualitatif dari diskusi kelompok terfokus (FGD) internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand awareness sangat dipengaruhi oleh word of mouth, brand exposure, dan customer engagement. Kehadiran offline seperti interaksi langsung dan materi promosi fisik terbukti meningkatkan eksposur dan keterlibatan pelanggan. Sementara itu, kehadiran online meskipun belum berdampak besar terhadap brand exposure, berperan penting dalam mendorong interaksi digital dan penyebaran informasi dari mulut ke mulut secara daring. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran ZETA saat ini telah membentuk fondasi awal, namun diperlukan pendekatan yang lebih terarah dan berbasis teknologi untuk menjangkau serta melibatkan pasar sasarannya secara lebih efektif. Penelitian ini merekomendasikan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) yang diperbarui dan disesuaikan dengan perilaku serta preferensi pelaku UMKM dari Generasi Z. Strategi yang disarankan mencakup kolaborasi dengan influencer, konten video pendek, pengalaman digital yang interaktif, serta proses pengajuan pembiayaan yang disederhanakan melalui aplikasi THETA. Rencana implementasi bertahap selama tiga hingga lima tahun diusulkan untuk membangun brand equity dan penetrasi pasar secara berkelanjutan. Karena keterbatasan waktu dan permintaan perusahaan untuk memulai implementasi pada semester kedua tahun 2025 (H2 2025), beberapa hipotesis dan item kuesioner terpaksa dihapus selama proses pembersihan data. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi kembali area tersebut secara lebih mendalam. Secara keseluruhan, studi ini memberikan wawasan praktis bagi penyedia layanan keuangan dalam memperkuat posisi merek dan menjawab kebutuhan UMKM di era digital Indonesia.

2025
👤 Penulis: Aprido Galih Prayoga
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (Umkm) 🏷️ Generasi Z

USULAN STRATEGI PEMASARAN MSTEX UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK DAN NIAT PEMBELIAN

Di era digital saat ini, industri tekstil berubah dengan cepat, terutama dengan semakin banyaknya bisnis yang beralih ke platform daring. MSTEX, perusahaan tekstil lokal yang berdiri di Tanah Abang sejak 2013, terkenal karena menawarkan kain berkualitas baik dengan harga terjangkau. Meskipun MSTEX memiliki kehadiran yang kuat di pasar luring, perusahaan ini masih berjuang untuk membangun kesadaran merek di ruang daring. Pesaing seperti BM Textile, CM Textile, dan Sewing telah menggunakan media sosial dan acara untuk mengembangkan merek mereka. Sementara itu, keterlibatan daring MSTEX, terutama di Instagram, masih sangat rendah, sehingga semakin sulit untuk menarik pelanggan baru. Penelitian ini bertujuan untuk membantu MSTEX memperkuat kehadiran daringnya dengan mencari tahu faktor-faktor apa yang memengaruhi minat pelanggan dan bagaimana kesadaran merek dapat ditingkatkan. Sebuah survei dibagikan kepada pelanggan B2B yang sudah ada dan calon pelanggan untuk mendapatkan wawasan nyata. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS 23 untuk menguji validitas dan reliabilitas pada 30 responden terlebih dahulu, dan SMART PLS untuk menguji model dan hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat beli yang dipengaruhi oleh kualitas produk dengan harga yang terjangkau dan pemasaran melalui media sosial tidak mempengaruhi brand awareness. Berdasarkan temuan tersebut, beberapa ide praktis yang disarankan seperti meningkatkan strategi media sosial MSTEX dengan konten yang lebih menarik, berkolaborasi dengan influencer, mengikuti pameran tekstil, dan membagikan testimoni dari pelanggan setia. Strategi ini didasarkan pada analisis internal dan eksternal menggunakan alat SWOT, TOWS Matrix, dan QSPM, dan dirancang untuk membantu MSTEX mengembangkan mereknya di pasar yang lebih kompetitif.

2025
👤 Penulis: Yustisiana Tika Hapsari
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Kesehatan Merek 🏷️ Analisis Swot

FORMULASI STRATEGI PEMASARAN PADA BISNIS FURNITURE STUDI KASUS EMBET FURNITURE LTD.

Embet Furniture Ltd. adalah perusahaan furnitur asal Indonesia yang menyediakan produk furnitur kayu jati berkualitas tinggi melalui jalur penjualan ritel maupun online, Embet Furniture Ltd. didirikan pada tahun 2000 dan telah berkembang dengan menawarkan berbagai produk furnitur, meliputi produk standar sesuai katalog (dari kayu jati dan kayu solid lainnya), furnitur kustom (menggunakan material kayu solid, multiplex HPL, dan baja), serta layanan perbaikan furnitur, setelah beroperasi selama bertahun-tahun, Embet Furniture Ltd. telah bekerja sama dengan beberapa klien ternama, seperti hotel butik, arsitek, dan firma desain interior, namun perusahaan menghadapi tantangan dalam performa penjualan yang cenderung tidak mencapai target, terutama akibat meningkatnya persaingan dari produk impor dan strategi pemasaran digital yang belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi terkini Embet Furniture Ltd., mengevaluasi model bisnis yang saat ini diterapkan, serta merumuskan strategi pemasaran baru untuk implementasi di masa depan, penelitian ini menggunakan metode analisis eksternal seperti analisis PESTEL, analisis pesaing melalui Porter’s 5 Forces, dan analisis persepsi pelanggan, secara internal, penelitian ini menerapkan analisis STP, analisis IRO, Business Model Canvas, serta evaluasi Marketing Mix, hasil dari analisis tersebut digunakan untuk menilai model bisnis yang ada dan mengembangkannya kembali dengan mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi perusahaan, strategi pemasaran baru kemudian diusulkan untuk meningkatkan brand awareness, memperbaiki performa penjualan, serta memperluas segmen pasar B2C dan B2B melalui inisiatif pemasaran digital yang lebih efektif untuk mendorong peningkatan pendapatan, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Embet Furniture Ltd. maupun perusahaan lain di industri furnitur, khususnya yang bergerak di bidang ritel dan furnitur kustom, guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Muhammad Haikal Mahdi
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Analisis Swot Perusahaan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN (STUDI KASUS: LINGKAR KACAMATA)

Industri kacamata di Indonesia telah berkembang pesat, sebagian besar disebabkan oleh perubahan kebiasaan konsumen, meningkatnya belanja online, dan permintaan yang semakin besar terhadap kacamata yang terjangkau namun tetap modis. Penelitian ini berfokus pada Lingkar Kacamata, sebuah merek yang relatif baru di pasar kacamata online, dan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi posisi dan potensi pertumbuhannya. Dengan menganalisis faktor internal dan eksternal, penelitian ini bertujuan untuk merekomendasikan strategi pemasaran terbaik guna membantu Lingkar Kacamata memperkuat kehadirannya di pasar. Penelitian menunjukkan bahwa Lingkar Kacamata telah membangun merek yang solid dengan menawarkan kacamata berkualitas dengan harga terjangkau dan mempertahankan hubungan pelanggan yang kuat melalui platform seperti Instagram dan WhatsApp. Namun, perusahaan menghadapi tantangan dalam mengikuti tren pemasaran digital terkini, terutama jika dibandingkan dengan pesaing yang telah dengan cepat mengadopsi platform seperti TikTok. Salah satu temuan utama adalah identifikasi tiga kelompok pelanggan yang berbeda berdasarkan demografi, lokasi, preferensi, dan perilaku pembelian mereka. Kelompok-kelompok ini menunjukkan tingkat sensitivitas harga dan keterlibatan teknologi yang bervariasi. Di antara kelompok-kelompok tersebut, Cluster 2, yang terdiri dari pelanggan yang cukup sadar harga dan mencari keseimbangan antara harga dan kualitas, menonjol sebagai target pasar terbaik untuk Lingkar Kacamata. Segmen ini akan paling tertarik dengan penawaran value-for-money merek yang tetap mempertahankan kualitas yang baik. Penelitian ini juga menggunakan analisis Value Chain Porter, yang mengungkapkan bahwa meskipun Lingkar Kacamata unggul dalam efisiensi operasional dan layanan pelanggan, upaya pemasaran digital dan adopsi teknologinya tertinggal dari pesaing. Adopsi tren pemasaran baru yang lambat, seperti TikTok, telah memperlambat pertumbuhannya. Untuk mengatasi hal ini, penelitian merekomendasikan agar Lingkar Kacamata meningkatkan strategi pemasaran digitalnya dengan mengadopsi platform seperti TikTok untuk menjangkau konsumen yang lebih muda dan melek teknologi. Peningkatan layanan pelanggan dan dukungan purna jual juga sangat penting untuk memastikan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Sebagai kesimpulan, penelitian menyarankan bahwa Lingkar Kacamata harus terus menawarkan produk yang disesuaikan, yang membedakannya dari pesaing. Dengan meningkatkan kehadiran online, membuat interaksi pelanggan lebih efisien, dan tetap terdepan dengan tren pemasaran terkini, perusahaan dapat meningkatkan pangsa pasar dan mencapai pertumbuhan yang lebih baik.

2025
👤 Penulis: Ikhrami Nur Jannah
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Value Chain

STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN MELALUI PLATFORM E-COMMERCE PADA CV. CAKRAWALA HARAPAN JAYA

CV. Cakrawala Harapan Jaya merupakan penyedia pengadaan barang pendidikan yang berfokus pada pasar sekolah penerima dana BOS. Di tengah persaingan platform e-commerce seperti SIPLah, CV Cakrawala Harapan Jaya menghadapi tantangan dalam menyampaikan keunggulan produk secara efektif dan membangun kepercayaan sebagai mitra pengadaan. Kurangnya promosi digital, ketidakteraturan katalog, dan komunikasi yang belum terintegrasi menyebabkan rendahnya konversi pembelian dari calon pelanggan institusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur kepada kepala sekolah, operator, dan tim internal CV Cakrawala Harapan Jaya. Data juga diperkuat melalui analisis kompetitor dan kondisi eksternal menggunakan SWOT dan matriks TOWS. Temuan utama menunjukkan bahwa sekolah lebih memilih vendor yang menawarkan kemudahan input katalog, kejelasan informasi produk, serta bukti sosial seperti testimoni dari sekolah lain. Hambatan utama CV Cakrawala Harapan Jaya adalah kurangnya konsistensi pesan dan belum optimalnya kanal komunikasi seperti WhatsApp dan katalog SIPLah. Sebagai solusi, penelitian ini merumuskan strategi komunikasi pemasaran terpadu (IMC) yang mencakup optimalisasi WhatsApp Business, penyusunan katalog bundling per jenjang sekolah, aktivasi konten media sosial, dan pengumpulan testimoni untuk membangun kredibilitas. Strategi ini bertujuan menjadikan CV Cakrawala Harapan Jaya bukan sekadar penjual produk, tetapi mitra pengadaan sekolah yang terpercaya dan solutif di era digital.

2025
👤 Penulis: Muhammad Irfan Arinanda
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Sekolah 🏷️ Komunikasi Pemasaran

PEMANFAATAN SOCIAL MEDIA INSTAGRAM UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS OLEH DITIMORE CAFÉ BERDAMPAK PADA PERTUMBUHAN BISNIS

Pertumbuhan industri makanan dan minuman (F&B) di Indonesia mendorong persaingan yang sengit, terutama bagi para mikro-entrepreneur seperti Ditimore Café di Jakarta Timur. Sumber daya yang terbatas dan lokasi yang kurang strategis adalah tantangan utama bagi Ditimore Café dalam menarik konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana strategi pemasaran digital, khususnya penggunaan media sosial Instagram, dimanfaatkan oleh Ditimore Café untuk meningkatkan kesadaran merek yang berdampak pada pertumbuhan bisnis. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran melalui wawancara semi-terstruktur dengan pemilik dan survei terhadap 105 responden di wilayah Jabodetabek. Analisis menggunakan model RACE (Reach, Act, Convert, Engage) serta indikator kesadaran merek seperti citra merek, pengenalan merek, dan ingatan merek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ditimore Café menggunakan strategi seperti konten visual di Instagram, MetaAds, kolaborasi dengan nano-KOL, dan partisipasi dalam acara komunitas. Meskipun keterbatasan sumber daya menjadi tantangan bagi konsistensi konten, media sosial telah terbukti mampu meningkatkan kesadaran merek dan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan strategi konten yang konsisten dan relevan serta mengoptimalkan kolaborasi komunitas sebagai cara untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dan daya saing bisnis.

2025
👤 Penulis: Christian Crisna
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

USULAN STRATEGI BISNIS UNTUK MENCIPTAKAN PERTUMBUHAN BISNIS YANG BERKELANJUTAN BAGI PT CIP

Dalam menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif, perusahaan perlu mengembangkan strategi yang mampu menyeimbangkan antara pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan jangka panjang. PT Cendana Indo Pearl (CIP), produsen mutiara laut selatan premium asal Indonesia, berada dalam posisi strategis untuk merespons meningkatnya permintaan terhadap produk mewah yang beretika dan dapat ditelusuri asal-usulnya. Meskipun CIP telah memiliki kemampuan unggul dalam budidaya mutiara dan integrasi rantai pasok, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam memperkuat posisi merek, kehadiran digital, dan penetrasi pasar internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur kepada para pemangku kepentingan utama, serta dilengkapi dengan data sekunder. Alat analisis strategis seperti SWOT, PESTEL, Lima Kekuatan Porter, dan VRIO digunakan untuk mengevaluasi sumber daya internal dan kondisi eksternal perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa CIP memiliki kapabilitas yang bernilai dan langka, namun perlu peningkatan dalam aspek organisasi agar keunggulan tersebut dapat dimaksimalkan. Strategi yang diusulkan merupakan strategi diferensiasi fokus, yang menekankan pada penguatan merek berkelanjutan, pemasaran langsung ke konsumen (D2C), inovasi produk kustom, dan ekspansi pasar global. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing CIP dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Hardha Dedali Poernomoputra
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Inovasi Produk

MENINGKATKAN STRATEGI PROMOSI PEMASARAN UNTUK OUVAL RESEARCH DENGAN MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

Setelah merebaknya wabah Covid-19, industri mode Indonesia, seperti halnya sebagian besar dunia, telah mengalami perubahan besar. Pandemi Covid-19 mengubah perilaku pelanggan dalam berbagai cara yang akan berlangsung lama. Banyak perusahaan terpaksa mengubah metode penjualan mereka dan mengadopsi platform digital sebagai akibat dari terciptanya tren pelanggan baru akibat COVID-19. Setelah berbagai gangguan ini, e-commerce menjadi jalur vital bagi sektor pakaian jadi Indonesia. Belanja online meledak saat toko fisik tutup, dan situs-situs seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee menjadi penting untuk pengiriman barangbarang mode. E-commerce tidak hanya mengubah cara pelanggan membeli pakaian, tetapi juga cara perusahaan berinteraksi dengan pelanggan mereka. Penelitian ini mengkaji bagaimana perusahaan pakaian jalanan ternama Indonesia, Ouval Research, yang berdiri pada tahun 1997, menangani perubahanperubahan di sektor mode ini. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif untuk meneliti peluang dan masalah yang ditimbulkan oleh lingkungan pascapandemi, dengan perhatian khusus pada perubahan perilaku pelanggan, fungsi e-commerce dalam pemasaran, dan dampak strategi promosi baru. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan Analytical Hierarchy Process untuk menemukan strategi pemasaran promosi terbaik bagi Ouval Research, khususnya mengingat adanya revolusi digital dan perubahan permintaan pelanggan. Penelitian ini juga menawarkan saran praktis bagi merek tersebut untuk meningkatkan posisinya dalam industri mode pascapandemi yang kompetitif.

2025
👤 Penulis: Bimo Widyatama
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Perilaku Pelanggan 🏷️ Revolusi Mode

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK ERUTHA VET AND SHOP MAKASSAR UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN DI PASAR YANG KOMPETITIF

Fokus utama penelitian ini adalah mengembangkan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan daya saing dan keuntungan Erutha Vet and Shop (EVS), sebuah klinik hewan dan toko hewan peliharaan yang berlokasi di Makassar, Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa EVS perlu meningkatkan keuntungan dan daya saingnya, terutama dalam sumber pendapatan utamanya, layanan klinis yang mengalami penurunan. Untuk memahami preferensi pelanggan dan operasional bisnis, penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed-method) dalam pengumpulan data dengan menggabungkan wawancara kualitatif dan survei kuantitatif. Analisis internal dilakukan menggunakan kerangka kerja STP, VRIO, Rantai Nilai, dan Marketing Mix 7Ps. Sementara itu, analisis eksternal dievaluasi melalui PESTEL, Lima Kekuatan Porter, Analisis Kompetitor, dan Analisis Pelanggan. Kerangka kerja SERVQUAL gap analysis diterapkan untuk mengidentifikasi kesenjangan antara ekspektasi pelanggan dan kualitas layanan yang dirasakan. Kapasitas layanan kunjungan rumah, manajemen hubungan pelanggan, dan standar higienis ditemukan sebagai keunggulan kompetitif utama EVS. Namun, terdapat kesenjangan di bidang pemasaran digital, keterlibatan pelanggan, dan karyawan. Oleh karena itu, strategi baru bertujuan untuk meningkatkan kehadiran digital EVS, memperbaiki pengalaman pelanggan dan kualitas layanan, serta memanfaatkan layanan kunjungan rumah. Mengingat sumber daya klinik yang terbatas, implementasi triwulanan direkomendasikan untuk memastikan pelaksanaan yang terkelola dengan baik sesuai dengan harapan pelanggan dan permintaan pasar. Pada akhirnya, strategi ini diharapkan dapat meningkatkan posisi merek, mempertahankan loyalitas pelanggan, dan membalikkan tren penurunan pendapatan EVS.

2025
👤 Penulis: Fadil Aidhil
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kualitas Layanan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NIAT BELI STUDI KASUS GEMILANG BAJA

Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi niat pembelian di Gemilang Baja, perusahaan bahan bangunan di Labuan, Pandeglang, Indonesia. Penelitian ini fokus pada peran iklan, kata kata (E- WoM), dan promosi penjualan dalam bentuk menentukan kepercayaan konsumen, nilai yang dirasakan, dan akhirnya, niat pembelian. Menggunakan pendekatan kuantitif, data diperoleh dari 170 responden melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS- SEM). Temuan menunjukkan bahwa iklan signifikan meningkatkan kepercayaan konsumen dan nilai yang dirasakan, sementara promosi penjualan memiliki pengaruh positif terhadap ke kedua konsumen tersebut. Meskipun E-WoM, meskipun mempengaruhi kepercayaan konsumen, tidak secara langsung mempengaruhi nilai yang dirasakan atau niat pembelian. Kepercayaan konsumen dan nilai yang dirasakan diidentifikasi sebagai tolok kunci antara kegiatan pemasaran dan niat pembelian. Penelitian berketujuan bahwa Gemilang Baja harus memrioritaskan strategi pemasaran yang menguatkan kepercayaan konsumen dan nilai yang dirasakan untuk mendor relasi usaha yang berkelan. Penelitian ini menyediakan rekomendasi untuk Gemilang Baja dan menawarkan rekomendasi untuk penelitian penelitian yang akan mengeksplorasi faktor tambahan dan dampak dampak perbedaan regional terhadap perilaku konsumen.

2025
👤 Penulis: Reytha Amalia Wahyu
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Kepercayaan Konsumen 🏷️ Nilai Yang Dirasakan

MENINGKATKAN KETERLIBATAN PELANGGAN DAN PERTUMBUHAN BISNIS MELALUI OPTIMISASI CRM PADA LAYANAN SURVEI: SEBUAH STUDI KASUS DI SEKTOR MULTI-LINIER

Penelitian ini mengikuti strategi studi kasus dengan fokus pada IDSurvey, salah satu peserta dalam bidang jasa survei. Penelitian ini mencoba untuk mengungkap fenomena seputar merek IDSurvey dan berupaya untuk memahami isu-isu mendasar yang terkait dengan manajemen, teknologi, dan pemasaran yang merupakan komponen utama untuk prestise merek. Penggabungan PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dengan PT SUCOFINDO dan PT Surveyor Indonesia menjadi satu perusahaan induk telah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap rendahnya serum ekuitas merek bagi IDSurvey dan perusahaan-perusahaan lain dalam industri jasa survei. Mungkin yang paling bermasalah adalah integrasi kebijakan pemasaran untuk tiga perusahaan yang sebelumnya independen yang masing-masing memiliki strategi, target pasar, dan kebijakan yang unik. Tantangannya terletak pada pendekatan pemasaran di mana kebutuhan individu dari setiap sektor industri yang tercakup harus dipenuhi melalui satu rencana pemasaran yang kohesif. Pendekatan pemasaran yang tidak terkoordinasi dalam struktur perusahaan yang sama juga dapat sangat melemahkan pengenalan merek kepada pelanggan. Lebih jauh lagi, merek dan portofolio bisnis di bawah perusahaan induk ini meningkatkan tantangan untuk mempertahankan komunikasi pemasaran yang konsisten. Dalam IDSurvey, setiap lini bisnis melayani berbagai segmen pasar untuk klasifikasi, inspeksi, sertifikasi, dan bahkan konsultasi dengan kebijakan pemasaran dan komunikasi yang disesuaikan. Hal ini menciptakan penawaran yang cukup menantang bagi pelanggan untuk dipahami sepenuhnya, yang menyebabkan ketidakkonsistenan dalam merek. Tidak adanya penggabungan teknologi juga mencegah optimalisasi kampanye pemasaran yang memerlukan analisis data. Selain itu, terkait dengan kombinasi ketiga perusahaan, ada kebutuhan yang sangat khusus dalam hal manajemen. Mungkin ada kurangnya komitmen terhadap satu identitas yang kuat dan kohesif untuk merek IDSurvey karena budaya kerja dan pendekatan manajemen yang berbeda dari ketiga entitas tersebut. Saling ketergantungan manajemen, teknologi, dan pemasaran menyebabkan tumpang tindih kompleksitas yang pada gilirannya, mengurangi pengakuan merek IDSurvey. Hal ini membuat semakin sulit bagi organisasi untuk memperkuat reputasinya dengan kliennya, terutama mereka yang berada dalam pasar industri multi-lini yang kompetitif. Oleh karena itu, tantangan multi-aspek ini harus ditangani oleh IDSurvey dengan menggabungkan pendekatan pemasaran, memanfaatkan infrastruktur untuk pemasaran digital melalui kampanye, dan mengoordinasikan kebijakan manajemen, yang semuanya akan memfasilitasi pengenalan merek yang lebih baik. Pengumpulan data untuk studi ini berupa wawancara, sumber primer, dan sumber sekunder membahas beberapa poin penting. Wawancara mengumpulkan sumber primer dari personel utama beserta perwakilan perusahaan yang dilengkapi dengan catatan sejarah perusahaan dan tinjauan pustaka. Fase analisis ini menggunakan analisis SWOT. Kemungkinan mengembangkan sistem CRM terpusat merupakan salah satu keuntungan penting dari anak perusahaan IDSurvey. Ketika data pelanggan dikumpulkan dalam satu CRM yang komprehensif, anak perusahaan dapat bekerja di basis yang sama, yang meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan personalisasi. Sistem terintegrasi yang dirancang dengan baik meningkatkan produktivitas dengan memungkinkan setiap anak perusahaan bekerja dari informasi pelanggan komprehensif bersama untuk membantu meningkatkan kepuasan dan loyalitas. Selain itu, akses data bersama mendorong kolaborasi di antara anak perusahaan, yang meningkatkan sinergi seluruh holding. Anak perusahaan dapat menggunakan kecerdasan kolaboratif, praktik terbaik, dan wawasan yang diperoleh dari unit kerja lain untuk menyediakan solusi inovatif baru yang meningkatkan produktivitas. Selain itu, CRM meningkatkan efisiensi dan kenyamanan operasional sekaligus membuka peluang baru. Perusahaan berencana untuk lebih meningkatkan CRM terintegrasi otomatisasi canggihnya, yang menghilangkan batasan antara karyawan operasi dan sistem ERP IDSurvey. Tidak diragukan lagi inisiatif ini akan mengangkat IDSurvey ke tingkat yang lebih tinggi dengan meningkatkan efisiensi, mengurangi pekerjaan manual, dan memperkuat pengambilan keputusan berbasis data. Secara keseluruhan, CRM telah memainkan peran penting dalam mentransformasi operasi internal IDSurvey, membuatnya lebih gesit dalam mengelola hubungan internal dan eksternal di tengah lanskap industri yang semakin kompetitif.

2025
👤 Penulis: Redisa Celica
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Kecerdasan Buatan

USULAN STRATEGI PEMASARAN DALAM RANGKA UNTUK MENINGKATKAN AKUISISI NASABAH PADA APLIKASI DIGITAL PERBANKAN ATOM24

Studi ini meneliti tantangan dan peluang yang dihadapi PT Bank Atom24 Indonesia platform perbankan digital yang baru-baru ini diperkenalkan di pasar yang sangat kompetitif. Meskipun menawarkan suku bunga tabungan dan deposito yang menarik dan berimbal hasil tinggi di samping aplikasi seluler yang mudah digunakan dan fleksibel, Atom24 terus berjuang dengan kesadaran merek yang rendah dan basis pelanggan yang terbatas dibandingkan dengan pesaing yang mapan. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini mengintegrasikan data survei kuantitatif dari 206 nasabah bank dengan wawancara kualitatif mendalam yang dilakukan dengan manajemen dan pengguna aktif. Dengan menerapkan kerangka kerja strategis termasuk SWOT, VRIO, STP, dan matriks TOWS. Analisis ini memberikan penilaian komprehensif terhadap sumber daya internal Atom24, posisi pasar, dan lanskap persaingan eksternal. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa meskipun kekuatan Atom24 terletak pada penawaran produk yang kompetitif dan platform digital yang gesit, ketergantungannya yang berlebihan pada taktik promosi organik digital saja telah menghambat penetrasi pasarnya. Untuk mengatasi masalah ini, studi ini mengusulkan strategi pemasaran multisaluran yang memadukan aktivasi media sosial, kemitraan dengan influencer, dan promosi offline untuk meningkatkan kesadaran merek dan mempercepat akuisisi pelanggan. Peta jalan strategis yang direkomendasikan menekankan pada proposisi nilai Atom24 suku bunga yang tinggi, kemudahan penggunaan, dan fitur-fitur inovatif untuk secara efektif menarik dan melibatkan populasi yang tidak memiliki rekening bank dan Generasi Milenial serta Generasi Z yang paham teknologi digital, yang pada akhirnya mendukung target pertumbuhan bank dalam industri perbankan digital yang berkembang pesat.

2025
👤 Penulis: Tio Geraldo Hutabarat
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Perbankan Digital
Halaman 3 dari 8
💬