πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 58 dokumen

TOMOGRAFI ATENUASI SEISMIK MENGGUNAKAN DATA GEMPA SUSULAN DARI JARINGAN SEISMOGRAF TEMPORER ITB UNTUK IDENTIFIKASI ZONA SEISMOGENIK DI ZONA SUMBER GEMPA CIANJUR 2022 (MW5,6)

Gempa bumi Cianjur pada tahun 2022 dengan magnitudo Mw 5,6 yang terjadi di Jawa Barat, Indonesia, menimbulkan guncangan kuat (MMI V–VI) dan mengakibatkan korban jiwa yang cukup besar. Untuk memahami kondisi bawah permukaan yang terkait dengan kejadian ini, studi tomografi atenuasi seismik dilakukan dengan memanfaatkan data dari jaringan seismograf lokal temporer. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui karakteristik lapisan seismogenik yang berperan dalam proses terjadinya gempa bumi utama dan aktivitas susulannya. Data gelombang seismik dari kejadian gempa susulan dianalisis menggunakan pendekatan spectral matching dengan metode Gridsearch, Metropolis, dan gabungan untuk menghitung waktu atenuasi ????? ???? dan ????? ????. Selanjutnya, model tiga dimensi koefisien kualitas gelombang P (????????) dan gelombang S (????????) dimodelkan menggunakan perangkat lunak simul2023. Resolusi dari model diperiksa melalui uji checkerboard, Derivative Weight Sum (DWS), dan Diagonal Resolution Elements (DRE). Hasil tomografi menunjukkan adanya zona Q rendah yang dominan di atas pusat gempa utama dan berdekatan dengan Gunung Gede Pangrango. Zona ini mengindikasikan keberadaan batuan yang cenderung lunak, atau memiliki zona rekahan berfluida dan temperatur tinggi. Temuan ini dapat menjelaskan sulitnya ditemukan rekahan permukaan akibat gempa utama. Rekahan permukaan yang jelas tentu akan sulit diamati di lapisan lunak beratenuasi tinggi di dekat permukaan ini. Sebaliknya, zona Q tinggi ditemukan pada kedalaman lebih dari 6 km, yang mencerminkan batuan yang lebih padat dan kaku dan diinterpretasikan sebagai zona seismogenik. Batas transisi antara zona Q rendah dan Q tinggi ini menunjukkan korelasi yang sangat kuat dengan sebaran aktivitas gempa susulan. Sedangkan gempa utama sendiri terjadi di dalam zona Q tinggi, di sekitar wilayah peralihan antara zona kuat dan lemah. Hal ini dikarenakan di kondisi inilah batuan mampu menahan beban gaya, tetapi cenderung tidak sekuat bagian lainnya sehingga terjadilah gempa di area ini. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa model atenuasi seismik dapat memberikan informasi penunjang yang melengkapi model kecepatan seismik karena sensitivita

2025
πŸ‘€ Penulis: Theo Alvin Ryanto
🏷️ Seismologi 🏷️ Tomografi Atenuasi Seismik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Gempa Bumi

IDENTIFIKASI FASA GELOMBANG BODI PADA GEMPA BUMI SUSULAN CIANJUR 2022 MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING

Pulau Jawa memiliki seismisitas yang tinggi akibat pertemuan Lempeng IndoAustralia dan Lempeng Eurasia. Pertemuan lempeng tersebut menyebabkan adanya tunjaman mengakibatkan terjadinya gempa dan terbentuk sesar-sesar aktif di Pulau Jawa, salah satunya Sesar Cimandiri di Jawa Barat. Cianjur, yang terletak di Jawa Barat, Indonesia, berada di sebelah utara segmen Rajamandala dari sesar Cimandiri dengan mekanisme sesar geser, sehingga sangat rentan terhadap gempa bumi. Penentuan fasa gelombang bodi dan lokasi hiposenter gempa bumi dengan cepat dan akurat merupakan pekerjaan yang sangat penting dalam seismologi. Oleh karena itu, dibutuhkan metode untuk mendeteksi fasa gelombang bodi yang mampu memproses data yang besar dengan cepat, akurat, dan efisien. Penelitian ini berfokus pada data gempa bumi dari wilayah Cianjur, khususnya gempa bumi susulan dari gempa bumi Mw 5,6 tanggal 21 November 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasa gelombang P dan S dari gempa susulan Cianjur 2022 menggunakan program berbasis machine learning dengan menggunakan dataset rekaman dari 19 seismometer (3-komponen) selama 30 hari dari 22 November hingga 22 Desember 2022. Penelitian ini menggunakan PhaseNet, sebuah metode deteksi fasa seismik berbasis deep learning untuk mengidentifikasi fasa gelombang seismik dari gempa susulan, kemudian diintegrasikan dengan asosiasi fasa gempa GaMMA untuk masing-masing event kejadian gempa dan teknik penentuan lokasi hiposenter NonLinLoc untuk membuat katalog gempa. Hasil penelitian menunjukkan PhaseNet mendeteksi lebih banyak fasa seismik dibandingkan katalog hasil penentuan fasa seismik secara manual. Sebanyak 421 event gempa teridentifikasi baik di PhaseNet dan Katalog dengan gradien diagram Wadati sebesar 0.7245 (Vp/Vs=1.7245). Rata-rata selisih waktu gempa antara hasil NonLinloc dan Katalog sebesar 0.874946 detik, dan rata-rata selisih lintang, bujur, dan kedalaman masing-masing adalah 1.55332 km, 1.283005 km, dan 2.315193 km. Katalog gempa berbasis machine learning menawarkan keuntungan yang signifikan dalam hal efisiensi, asosiasi seismik, dan deteksi lokasi yang sangat bermanfaat untuk memproses data lebih cepat dan hasil katalog yang lebih akurat

2025
πŸ‘€ Penulis: Putri Khaerunnisa
🏷️ Seismologi 🏷️ Machine Learning 🏷️ Analisis Data Seismik

IDENTIFIKASI SATURASI GAS PADA RESERVOIR BATU PASIR IMPEDANSI RENDAH MENGGUNAKAN PENGARUH FREKUENSI TERHADAP KECEPATAN DAN SPEKTRUM AMPLITUDO GELOMBANG SEISMIK: STUDI KASUS PADA LAPANGAN LAUT DALAM SADEWA, CEKUNGAN KUTAI, KALIMANTAN - INDONESIA

Parameter elastik seperti impedansi akustik, impedansi geser, kecepatan gelombang P dan S, Poisson’s ratio yang diturunkan dari inversi data seismik post-stack maupun pre-stack tidak melibatkan pengaruh frekuensi terhadap besaran tersebut. Padahal, frekuensi merupakan besaran Fisika yang sangat sensitif terhadap kehadiran fluida gas di dalam pori atau rekahan batuan. Pengaruh frekuensi terhadap atribut gelombang seismik yang merambat pada medium berpori yang tersaturasi fluida gas ditunjukkan dengan adanya fenomena dispersi dan atenuasi pada gelombang seismik tersebut. Pada fenomena dispersi, nilai kecepatan gelombang seismik akan berubah seiring dengan berubahnya frekuensi gelombang seismik. Sedangkan pada fenomena atenuasi, amplitudo dan frekuensi gelombang seismik akan mengalami penurunan/pelemahan ketika gelombang seismik tersebut merambat melalui medium tertentu. Batuan reservoir yang tersaturasi fluida gas akan lebih bersifat dispersif dan atenuatif bila dibandingkan dengan batuan yang tidak tersaturasi fluida gas ketika gelombang seismik merambat melalui medium tersebut. Fenomena dispersi dan atenuasi gelombang seismik yang melalui medium berpori yang tersaturasi fluida dapat dijelaskan dengan konsep WIFF (Wave Induced Fluid Flow). Ketika gelombang seismik ……….P merambat di batuan berpori yang tersaturasi fluida, beberapa bagian batuan mengalami kompresi dan beberapa bagian yang lain mengalami dilatasi. Secara alami, di zona kompresi, tekanan pori lebih tinggi daripada di zona dilatasi. Jika pori batuan terhubung, fluida akan mengalir dari tekanan pori tinggi ke tekanan pori rendah. Aliran fluida relatif akan menginduksi kehilangan energi. Dengan kata lain, gelombang mengalami atenuasi. Bersamaan dengan atenuasi, dispersi kecepatan juga terjadi selama perambatan gelombang. Pada penelitian ini, atribut atenuasi kecepatan gelombang seismik akan diturunkan dari data seismik partial angle-stack dan atribut dispersi kecepatan gelombang seismik akan diturunkan dari data seismik partial angle-gather. Atribut atenuasi iv dihitung menggunakan metode amplitude-versus-frequency (AVF). Sedangkan atribut dispersi dihitung dari inversi linear aproksimasi persamaan AVO oleh Shuey. Input yang digunakan untuk kedua perhitungan tersebut adalah hasil spektral dekomposisi data seismik partial angle-stack dan partial angle-gather. Pada penelitian ini, data seismik partial angle-stack dan partial angle-gather dibagi menjadi tiga jenis, yaitu near angle (0?-15?), mid angle (15?-30?), dan far angle (30?-45?). Atribut atenuasi dan atribut dispersi yang diturunkan dari data seismik partial angle-stack dan partial angle-gather tersebut dikonvolusi dengan operator filter yang diperoleh dari Least Square Inverse Filtering. Pada proses Least Square Inverse Filtering, input yang digunakan adalah atribut atenuasi dan atribut dispersi, sedangkan output yang diinginkan adalah data log saturasi gas. Langkah berikutnya adalah melakukan crossplot antara atribut atenuasi dan dispersi yang sudah dikonvolusi dengan operator filter untuk masing-masing sudut terhadap nilai saturasi gas. Berdasarkan hasil crossplot tersebut kita dapat simpulkan bahwa atribut atenuasi yang diturunkan dari data mid angle-stack memiliki korelasi tertinggi terhadap nilai saturasi gas. Sedangkan untuk atribut dispersi yang diturunkan dari data near angle-gather memiliki korelasi tertinggi terhadap nilai saturasi gas. Selain atribut atenuasi dan atribut dispersi, saturasi gas pada reservoir batu pasir juga dipengaruhi oleh nilai porositas batuan. Berdasarkan analisa crossplot, nilai porositas berbanding terbalik terhadap nilai densitas batuan. Oleh sebab itu, kombinasi antara atribut atenuasi, atribut dispersi, dan densitas tersebut akan digunakan untuk memetakan sebaran reservoir batu pasir yang tersaturasi gas di Lapangan Sadewa cekungan Kutai. Berdasarkan hasil crossplot dari ketiga atribut tersebut, maka saturasi gas dapat dihitung dengan menggunakan persamaan ????????=(????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????)1/20.3337.?????????????????????????????0.02577. Pada penelitian ini digunakan enam trace seismik untuk setiap data seismik partial angle gather yang digunakan untuk menurunkan atribut dispersi. Hal ini disebabkan karena keterbatasan komputasi yang digunakan dalam mengolah data seismik tersebut. Untuk penelitian kedepannya diharapkan dapat menggunakan trace seismik yang lebih banyak pada data partial angle gather untuk menurunkan atribut dispersi sehingga dapat meningkatkan akurasi dalam mengidentifikasi keberadaan gas.

2025
πŸ‘€ Penulis: Mokhammad Puput Erlangga
🏷️ Hidrologi 🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Data Seismik

KARAKTERISASI MODEL SUMBER GEMPA MENTAWAI MW 7,0 2023 MENGGUNAKAN INVERSI BAYESIAN SEISMIK UNTUK MENGESTIMASI PEAK GROUND ACCELERATION (PGA) DI SEKITAR PULAU SIBERUT

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan adanya potensi gempa megathrust di Pulau Sumatra akibat kegagalan di Segmen Mentawai-Siberut. Segmen ini telah mengalami seismic gap sejak Gempa Mentawai Mw 8,6 1797. Salah satu kejadian terkini yang merepresentasikan bentuk pelepasan energi secara parsial adalah Gempa Mentawai Mw 7,0 2023 dengan episentrum pada koordinat 0,95 Β° LS dan 98,36 Β° BT serta kedalaman fokus 23 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi model sumber Gempa Mentawai Mw 7,0 2023 melalui inversi Bayesian data seismik dan formulasi semi-empiris. Data seismik diperoleh dari enam stasiun regional yang tergabung dalam jaringan GE (GEOFON), MY (MALAYSIA), dan TM (THAILAND). Hasil inversi menunjukkan bahwa gempa ini memiliki kedalaman fokus 21 km dan magnitudo momen Mw 7,0 dengan bidang sesar utama yang berorientasi strike 324 Β° , dip 21 Β° , dan rake 106 Β° (sesar naik). Sementara itu, hasil formulasi semi-empiris menunjukkan bahwa bidang sesar memiliki panjang 39 km, lebar 19,5 km, dan slip rata-rata 128 cm. Parameter sumber gempa tersebut selanjutnya digunakan untuk membuat model distribusi slip kinematik dengan pendekatan pseudo dynamic ii rupture. Hasil menunjukkan adanya variasi slip pada bidang sesar, sekitar 40 – 50 cm di tepi dan 200 – 210 cm di tengah. Secara historis, Gempa Mw 7,0 2023 yang terjadi di Segmen Siberut diperkirakan melengkapi Gempa Mw 8,5 2007 yang terjadi di Segmen Pagai. Kedua gempa besar tersebut dipandang sebagi awal dari supersiklus Gempa Mentawai setelah abad ke-19. Pemetaan Peak Ground Acceleration (PGA) secara deterministik menunjukkan nilai maksimum >0,95g (skala IX MMI) di sekitar sumber gempa. Pulau Siberut dan Pulau Tanabala mengalami guncangan hebat akibat gempa ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi bencana yang lebih intensif pada masa mendatang

2025
πŸ‘€ Penulis: Nazal Rhinta Hawari
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Bayesian 🏷️ Geofisika

ANALISIS PERSEBARAN DAN ECONOMIC PAY RESERVOIR BATUPASIR 920 – 990 MENGGUNAKAN INTEGRASI SEISMIK CONDITIONING, AMPLITUDE VERSUS OFFSET (AVO), INVERSI SIMULTAN DAN ATRIBUT PADA LAPANGAN ”RUBY”, CEKUNGAN KUTAI

Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, merupakan salah satu cekungan hidrokarbon terbesar dan terdalam di Indonesia, dengan potensi geometri struktural dan stratigrafi yang mendukung peningkatan produksi migas. Optimalisasi eksplorasi dilakukan dengan menganalisis potensi hidrokarbon pada lapisan tipis, seperti di lapangan "Ruby". Lapangan ini telah dianalisis menggunakan data seismik post-stack dan partial-stack untuk memetakan persebaran reservoir, namun identifikasi lapisan tipis masih sulit karena keterbatasan resolusi data seismik. Penelitian ini bertujuan meningkatkan rasio signal-to-noise pada data seismik pre-stack gather melalui preconditioning, melakukan analisis AVO untuk mengevaluasi respons kelas reservoir batupasir pada kedalaman 920–990, dan memetakan distribusi reservoir net pay yang ekonomis pada interval tersebut dengan seismik inversi simultan dan atribut. Proses pre-conditioning data seismik berhasil meningkatkan signal-to-noise ratio, menghasilkan reflektor seismik yang lebih jelas dengan peningkatan frekuensi dominan dan perubahan rata-rata ketebalan tuning thickness dari 224,4 ft menjadi 200 ft. Untuk meningkatkan karakterisasi dan pemetaan distribusi reservoir, penelitian ini menggunakan data seismik yang telah dilakukan pre-conditioning sebagai input AVO dan seismik inversi simultan. Analisis AVO pada seismik gather setelah preconditioning menunjukkan citra reflektor yang lebih baik dibanding sebelum preconditioning dengan sudut efektif di bawah 30Β°. Namun, terdapat perbedaan kelas antara hasil AVO gradien analisis log-based (kelas III) dan analisis AVO seismic-based (kelas I dan IV). Lithologi sand dan shale dibedakan berdasarkan parameter densitas, dengan cut-off sand terisi hidrokarbon di bawah 2.32 (g/cc) dan P-Impedance di bawah 7000 (m/s)(g/cc). Keberadaan fluida gas pada interval batupasir 920–990 teridentifikasi melalui nilai Lambda-Rho dibawah 20 (GPa*g/cc). Hasil inversi simultan ini mengonfirmasi nilai cut-off yang diperoleh dari analisis sensitivitas. Pemetaan hidrokarbon menggunakan peta Lambda-Rho dan densitas pada batupasir 930 dan 960 memberikan gambaran distribusi geometri slope fan dan channel yang terisi fluida lebih baik dibandingkan dengan hasil seismik partial angle stack

2025
πŸ‘€ Penulis: Radhina Zahra
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Avo 🏷️ Geofisika Kontinuasi

PERBANDINGAN METODE K-MEANS CLUSTER DAN TOPOLOGICAL DATA ANALYSIS PADA DATA GEMPA MEGATHRUST DAN IRIS

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat aktivitas seismik tertinggi di dunia karena letaknya di pertemuan tiga lempeng tektonik utama. Oleh karena itu, pemahaman karakteristik gempa megathrust sangat penting untuk mendukung upaya mitigasi bencana. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis klasterisasi terhadap data gempa megathrust dan dataset Iris menggunakan dua metode berbeda, yaitu K-Means Clustering dan Topological Data Analysis (TDA). K-Means adalah metode berbasis centroid yang umum digunakan dalam analisis klasterisasi, sedangkan TDA merupakan pendekatan berbasis topologi yang mampu menangkap struktur data yang kompleks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode K-Means memiliki akurasi klasterisasi yang lebih tinggi dibandingkan TDA ketika dibandingkan dengan kategori asli pada dataset Iris. Sementara itu, dalam analisis data gempa megathrust, metode TDA lebih efektif dalam mengidentifikasi pola seismik yang kompleks, terutama dalam mendeteksi hubungan antara kedalaman, magnitudo, dan distribusi spasial gempa. Di sisi lain, KMeans cenderung membentuk klaster berdasarkan distribusi numerik, yang lebih mudah diinterpretasikan. Evaluasi menggunakan Silhouette Score dan Davies-Bouldin Index (DBI) menunjukkan bahwa TDA menghasilkan klaster yang lebih terpisah dan kompak dibandingkan K-Means, tetapi K-Means tetap lebih unggul dalam menyesuaikan klaster dengan kategori yang sudah ada.

2025
πŸ‘€ Penulis: Christian August
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Klasterisasi 🏷️ Topologi Data

ANALISIS SHEAR WAVE SPLITTING UNTUK IDENTIFIKASI ARAH POLARISASI (SFAST) DAN WAKTU TUNDA AFTERSHOCK GEMPA CIANJUR 2022

Pada tanggal 21 November 2022, gempa bumi dangkal dengan magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur, Jawa Barat. Gempa ini menyebabkan 602 orang meninggal, 7.810 luka-luka, 8 orang hilang, dan merusak 56.278 bangunan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gempa ini disebabkan oleh aktivitas sepanjang garis patahan yang baru diidentifikasi sebagai sesar konjugat. Analisis shear wave splitting (SWS) merupakan salah satu pendekatan untuk mengetahui kondisi anisotropi seismik di bawah permukaan bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan salah satu metode analisis SWS yaitu metode eigenvalue yang mampu mengidentifikasi parameter SWS berupa arah polarisasi (Sfast) dan waktu tunda. Kedua parameter ini dapat mengeksplorasi distribusi spasial dan variasi medan tegangan regional serta mengungkapkan struktur tektonik regional. Data yang digunakan merupakan 514 data aftershock yang direkam oleh 19 unit seismometer pada daerah gempa Cianjur 2022 dengan jumlah total rekaman yang diperoleh dalam rentang waktu satu bulan (22 November – 22 Desember 2022) adalah 3419 waktu kedatangan gelombang geser untuk seluruh stasiun. Parameter SWS yang diperoleh dari pengolahan data menggunakan algoritma library open-source software Pytheas. Hasil penelitian menunjukkan arah polarisasi rata-rata gelombang geser cepat di area penelitian adalah 81Β° Β± 7.3Β°, dengan dominasi orientasi WSW – ENE. Nilai rata-rata waktu tunda yang relatif tinggi sebesar 0.052 s/km juga menunjukkan medium anisotropi yang dilalui oleh gelombang geser di wilayah ini cukup kompleks.

2024
πŸ‘€ Penulis: Nurmaelia Rusliani Putri
🏷️ Seismologi 🏷️ Tektonika 🏷️ Analisis Shear Wave Splitting

KARAKTERISASI RESERVOIR MENGGUNAKAN INVERSI SEISMIK SIMULTAN SERTA ANALISIS SEISMIK STRATIGRAFI PADA LAPANGAN

Cekungan Sumatera Tengah merupakan salah satu cekungan penghasil hidrokarbon terbesar di Indonesia. Penelitian yang dilakukan pada Lapangan β€œTC” bertujuan mengidentifikasi persebaran hidrokarbon di Formasi Lower Sihapas yang merupakan reservoir rock dengan litologi batupasir dan batulempung. Berdasarkan analisis tuning thickness, lapisan tipis batupasir di Formasi Lower Sihapas berada di bawah resolusi vertikal data seismik, serta penelitian sebelumnya menunjukkan respon AVO yang kurang baik terhadap target dibawah tuning thickness. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah metode untuk mengidentifikasi persebaran litologi dan fluida secara optimal. Penelitian menggunakan data seismik 3D Pre-Stack Time Migration, dengan tiga data sumur kunci. Analisis pada data log sumur menunjukkan lambda-rho dan density merupakan parameter elastis yang sensitif mendeteksi keberadaan fluida gas dan litologi. Selanjutnya, dilakukan peningkatan resolusi data seismik untuk meningkatkan kualitas data, sehingga model inversi simultan yang dihasilkan mendekati kondisi bawah permukaan sebenarnya terutama dalam meresolusikan lapisan tipis. Hasil dari analisis seismik stratigrafi dan fasies yang telah dilakukan menunjukkan Formasi Lower Sihapas terendapkan pada fase transgressive yang ditunjukan dengan endapan batupasir tebal yang semakin tipis akibat kenaikan muka air laut.

2024
πŸ‘€ Penulis: Wijil Bagus Kurniawan
🏷️ Seismologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KARAKTERISASI RESERVOIR KARBONAT MENGGUNAKAN INVERSI SEISMIK SIMULTAN PADA FORMASI MENTAWA-MINAHAKI, LAPANGAN β€œGAS”, CEKUNGAN BANGGAI, SULAWESI TENGAH

Cekungan Banggai merupakan salah satu cekungan migas produktif di Indonesia. Formasi Mentawa - Minahaki sebagai reservoir karbonat, memiliki karakteristik yang kompleks dimana porositasnya memiliki heterogenitas yang tinggi akibat adanya proses diagenesis, khususnya pada carbonate reef build-up Formasi Mentawa yang telah terbukti sebagai reservoir gas. Untuk mengevaluasi reservoir batuan karbonat tersebut, dilakukan karakterisasi reservoir guna optimasi lebih lanjut terhadap pengembangan lapangan β€œGAS” batuan karbonat Formasi Mentawa - Minahaki di Blok Senoro - Toili. Pada penelitian ini, digunakan data seismik 3D Gather, Velocity RMS, dan dua data sumur. Analisis karakterisasi reservoir dilakukan dengan menggunakan metode inversi simultan. Metode ini dilakukan dengan menggunakan data seismik partial angle stack untuk menganalisis pengaruh sudut datang gelombang, sehingga inversi seismik simultan dapat memanfaatkan informasi perbedaan respons amplitudo berdasarkan sudut. Analisis sensitivitas menunjukan bahwa parameter densitas dan lambda-rho sensitif mengidentifikasi fluida gas pada batuan karbonat, serta impedansi akustik dapat digunakan untuk mengidentifikasi karbonat porous, less porous, dan tight serta memiliki tren linear terhadap porositas, sehingga hasil inversi impedansi akustik dapat digunakan untuk memprediksi nilai porositas. Selanjutnya, hasil identifikasi fasies karbonat menunjukkan bahwa lapangan penelitian memiliki karakteristik yang terdiri dari dua jenis, yaitu bagian atas berupa fasies reefal dan bagian bawah berupa fasies platform carbonate. Hasil dari inversi simultan dapat memetakan persebaran zona reservoir karbonat yang mengandung hidrokarbon, ditunjukkan dengan nilai P-Impendance (<8500 m/s*g/cc), densitas (<2.15 g/cc) dan lambda-rho rendah (<24 GPa), serta nilai porositas tinggi hingga (>26%) di daerah carbonate reef build-up. Porositas yang tinggi pada reef build up menujukkan pengaruh dari perubahan muka air laut relatif, sesuai dengan peristiwa diagenesis zona vadose yang terjadi pada Cekungan Banggai yang telah berkontribusi pada peningkatan porositas batuan karbonat.

2024
πŸ‘€ Penulis: Kem Achmad Insani Rahadian
🏷️ Seismologi 🏷️ Karbonat 🏷️ Optimasi Pengembangan Lapangan Migas

KORELASI SILANG AMBIENT SEISMIC NOISE UNTUK PEMANTAUAN PERUBAHAN KECEPATAN SEISMIK RELATIF DI LAPANGAN ZX

Kegiatan re-injeksi fluida pada Lapangan ZX memberikan gangguan pada kestabilan lapisan bawah permukaan yang berimplikasi adanya nilai perubahan kecepatan relatif. Pemantauan perubahan kecepatan seismik relatif dapat memberikan informasi tentang dinamika reservoir, seperti terjadinya retakan maupun pergerakan fluida. Pada penelitian ini, data yang digunakan adalah data rekaman seismik yang terekam secara kontinyu pada 37 stasiun seismometer di Lapangan ZX. Durasi rekaman data adalah dua bulan dengan rincian 1 bulan sebelum injeksi fluida dan setelah injeksi fluida 1 bulan. Proses pemantauan perubahan kecepatan seismik relatif memanfaatkan data ambient seismic yang terekam pada beberapa pasangan stasiun. Metode yang diaplikasikan adalah cross correlation function (CCF) untuk beberapa pasangan stasiun yang melewati sumur injeksi dan sumur produksi. CCF harian untuk setiap pasangan stasiun dilakukan proses stacking untuk meningkatkan signal to noise rasio (SNR). Berdasarkan hasil stacking CCF tersebut dilakukan perhitungan delay time dan juga perubahan kecepatan seismik relatif. Perhitungan ini dilakukan dengan cara membandingkan antara CCF current dan CCF referensi dengan metode Moving Window Cross Spectrum (MWCS). Referensi yang digunakan adalah periode ketika sebelum dilakukannya injeksi fluida. Setelah itu didapatkan plot perubahan kecepatan relatif setiap pasangan stasiun seismik yang menggambarkan perubahan fisis bawah permukaan. Fase sebelum injeksi fluida menunjukkan tren perubahan kecepatan yang tidak terlalu signifikan, hal ini menandakan keadaan normal medium. Kecepatan seismik relatif di sekitar sumur injeksi dan sumur produksi menunjukkan pola stabil. Fase injeksi fluida menunjukkan tren penurunan di sekitar sumur produksi W12. Ketika kegiatan injeksi fluida berakhir, beberapa pasangan stasiun seismik masih menunjukkan penurunan kecepatan seismik yang kemungkinan besar masih dipengaruhi oleh efek fluida yang terinjeksi.

2024
πŸ‘€ Penulis: Mohammad Arsyad
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Data Seismik 🏷️ Kecerdasan Buatan

SUMATERA ANALISIS SEISMISITAS DAN PENENTUAN MEKANISME FOKUS GEMPA DI SUMEDANG MENGGUNAKAN METODE INVERSI MOMEN TENSOR

Gempa bumi dengan magnitudo 4.6 yang terjadi di wilayah Sumedang, Jawa Barat, pada akhir tahun 2023 menimbulkan guncangan yang dirasakan hingga Bandung dan sekitarnya. Menurut BMKG, gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif yang sebelumnya belum teridentifikasi. Untuk merekam gempa susulan, Tim Seismologi ITB memasang 22 stasiun perekam gempa Smartsolo, yang beroperasi sejak 2 Januari hingga 27 Januari 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas gempa susulan dan mekanisme fokus gempa Sumedang. Sebanyak 40 kejadian gempa bumi susulan berhasil diidentifikasi menggunakan metode deteksi otomatis dan manual. Penentuan waktu tiba gelombang P dan S dilakukan secara manual menggunakan perangkat lunak Seisgram2K dan analisis diagram Wadati. Mekanisme fokus ditentukan melalui metode inversi momen tensor dengan perangkat lunak ISOLA. Hasil analisis menunjukkan bahwa enam dari sepuluh kejadian gempa dengan magnitudo >2 menggambarkan kompleksitas mekanisme fokus dari dugaan Sesar Sumedang. Distribusi hiposentrum, peta mekanisme fokus, dan data geologi mengkonfirmasi keberadaan serta pergerakan Sesar Sumedang. Temuan ini memberikan kontribusi penting untuk pemahaman tektonik wilayah Sumedang dan upaya mitigasi bencana di wilayah sekitarnya.

2024
πŸ‘€ Penulis: Piero Paris Stefanus
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Momen Tensor 🏷️ Teknologi Perekam Gempa

PENENTUAN HIPOSENTER GEMPA DI KABUPATEN SUMEDANG MENGGUNAKAN METODE NONLINEAR SERTA MAGNITUDO MOMEN BERDASARKAN DATA TANGGAL 2 JANUARI - 27 JANUARI 2024

Gempa berkekuatan M4,1 terjadi di Kabupaten Sumedang pada 31 Desember 2024, menyebabkan kerusakan infrastruktur di wilayah sekitarnya. Gempa ini dipicu oleh aktivitas patahan yang belum terpetakan dan diikuti oleh sejumlah gempa susulan. Tim Seismologi ITB memasang 22 seismograf di sekitar area terdampak untuk mempelajari aktivitas gempa susulan dan pola seismisitas. Perekaman dilakukan secara kontinu sejak tanggal 2 Januari 2024 sampai 27 Januari 2024. Studi ini bertujuan untuk memahami tatanan tektonik daerah melalui analisis pola seismisitas, yang diperoleh dari hasil penentuan lokasi gempa menggunakan metode nonlinear. Relokasi hiposenter dilakukan menggunakan metode double-difference, menghasilkan 40 kejadian gempa bumi dengan 338 fase gelombang P dan S. Pemilihan waktu tiba fase gelombang menunjukkan hasil yang baik, ditunjukkan oleh nilai rasio Vp/Vs Diagram Wadati kumulatif sebesar 1,736. Distribusi hiposenter membentuk cluster yang tidak selaras langsung dengan patahan yang sudah terpetakan mengindikasikan adanya struktur atau patahan baru didaerah penelitian. Analisis magnitudo momen menunjukkan nilai rata-rata sebesar 1,3 Mw dengan magnitudo maksimum 1,9 Mw, yang masih berada dalam kategori aman. Meskipun begitu, penelitian ini menekankan potensi bahaya seismik dari keberadaan patahan yang belum terpetakan dan kemungkinan terjadinya gempa bumi yang lebih besar di masa depan.

2024
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Farhan Tanujiwa
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Pola Seismisitas 🏷️ Tektonika Daerah

SURVEI SEISMIK 3D SPARSE AND IRREGULAR MENGGUNAKAN WIRELESS SEISMOMETER DAN ACCELERATED WEIGHT DROP DI KAWASAN KAMPUS ITB CIREBON

Survei seismik 3D konvensional tidak efektif dan efisien untuk monitoring (EOR/CCUS) karena waktu dan biaya yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas survei seismik 3D dengan desain sparse dan irregular, yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, menggunakan wireless seismometer dan accelerated weight drop di kawasan kampus ITB Cirebon. Dalam penelitian ini, operasi survei dan berbagai permasalahan yang dihadapi serta evaluasi terhadap hasil survei menjadi fokus penelitian. Tantangan utama dalam survei ini meliputi lokasi yang dekat dengan jalan raya utama, tingginya aktivitas manusia, serta adanya pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung. Proses akuisisi data dilakukan sesuai dengan prosedur survei seismik 3D sparse dan irregular sebagai konsekuensi dari keterbatasan yang dimiliki. Berbagai persiapan dan perencanaan dilakukan dalam melaksanakan eksperimen ini, meliputi scouting area, tes parameter, survei topografi, perizinan, dan lainnya. Hasil sementara penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu menghasilkan citra bawah permukaan yang memadai dengan keterbatasan yang ada. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti data timebreak yang tidak konsisten hingga source yang bounce back. Kendala tersebut dapat diatasi dengan pengolahan data yangiii canggih. Selain itu, metode ini terbukti lebih efisien dalam hal waktu dan biaya dibandingkan dengan survei seismik konvensional. Diskusi juga mencakup rekomendasi untuk aplikasi survei seismik di area lain dengan kondisi lingkungan yang serupa

2024
πŸ‘€ Penulis: Edward Dwi Armanto S
🏷️ Seismologi 🏷️ Monitoring Eor/Ccus 🏷️ Desain Seismik 3D Irregular

ANALISIS SEISMIC HAZARD FUNCTION DI KOTA-KOTA BESAR DI JAWA BAGIAN TENGAH

Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis bahaya seismik di tiga kota besar di Jawa bagian tengah, yaitu Yogyakarta, Semarang, dan Surakarta, yang rentan terhadap aktivitas seismik akibat subduksi Lempeng India-Australia dan sesar aktif di daratan. Dengan menggunakan metode Probability Seismic Hazard Analysis (PSHA), penelitian ini mengintegrasikan data seismicity rate dan katalog gempa dangkal dengan kedalaman maksimum 60 km. Estimasi b-value lokal dan regional dilakukan untuk membandingkan pengaruhnya terhadap kurva Seismic Hazard Function (SHF). Penggunaan b-value lokal menghasilkan kurva SHF yang lebih curam dibandingkan b-value regional, dengan nilai Probability of Exceedence (PE) yang lebih rendah pada nilai Peak Ground Acceleration (PGA) yang sama. Selain itu, dalam penelitian juga dilakukan evaluasi terhadap a-value, sehingga didapati adanya pengaruh a-value terhadap variabilitas SHF di setiap kota serta adanya keterkaitan seismik di antara ketiga wilayah. Di samping itu, penelitian juga membandingkan estimasi kurva SHF yang dilakukan dengan GMPE Fukushima & Tanaka (1992) dan Kanno, dkk. (2006) guna mengetahui perbedaan penggunaan kedua GMPE tersebut pada daerah penelitian. Penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang baik mengenai bahaya seismik di wilayah Jawa bagian tengah, yang penting untuk upaya mitigasi risiko bencana di masa depan.

2024
πŸ‘€ Penulis: Maharani
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Kejadian Gempa Bumi 🏷️ Geofisika

ANALISIS SEISMIC HAZARD CURVE : STUDI KASUS DI KOTA-KOTA BESAR JAWA BAGIAN TIMUR DAN BALI

Pulau Jawa Timur, khususnya daratannya, terletak di wilayah yang aktif secara tektonik. Peristiwa seismik historis, seperti gempa Bojonegoro tahun 1984 (magnitudo 4,7) dan gempa Wongsorejo tahun 2007 (magnitudo 4,4), menyoroti potensi aktivitas seismik di masa depan. Mengingat kedekatan kota-kota besar seperti Surabaya, Bojonegoro, Kediri, Malang, Pasuruan, dan Situbondo, memahami bahaya seismik sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bahaya seismik untuk kota-kota ini dengan menganalisis data perpindahan permukaan dan katalog gempa bumi dangkal. Dengan menggunakan Ground Motion Prediction Equation (GMPE) dan perhitungan momen seismik, kami memperkirakan potensi magnitudo dan dampak gempa bumi.

2024
πŸ‘€ Penulis: Arif Nur Rohman
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Data Perpindahan Permukaan 🏷️ Perhitungan Momen Seismik
Halaman 3 dari 4
πŸ’¬