📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

PENERAPAN TEKNIK SAINS DATA DALAM PROSES IDENTIFIKASI KAWASAN TERDUGA KUMUH DI KOTA BANDUNG

Pendataan kawasan kumuh memerlukan data spasial yang akurat dan mutakhir dalam mendukung perencanaan serta penanganan yang tepat sasaran. Namun, proses identifikasi kawasan kumuh masih menghadapi tantangan berupa ketepatan data, konsistensi definisi, dan keterbatasan pemantauan perubahan kondisi kawasan secara berkala. Keterbatasan ini berdampak pada efektivitas perencanaan dan penentuan priortas penanganan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model deteksi kawasan terduga kumuh berbasis Convolutional Neural Network (CNN), mengidentifikasi karakteristik morfologi kawasan kumuh, serta menganalisis distribusi spasialnya di Kota Bandung. Model dikembangkan menggunakan pendekatan transfer learning ResNet50V2 dengan data citra satelit resolusi tinggi yang diproses melalui teknik tiling. Selain itu, penelitian ini merupakan bagian dari memperkuat framework konsep U-DEVELOP yang berfungsi sebagai tahap awal dalam mendukung peningkatan kualitas permukiman kumuh dengan bantuan AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki performa yang baik dengan nilai akurasi 88,18%, F1-score 87,79%, dan AUC 0,9512. Analisis Grad-CAM menunjukkan bahwa model mampu mengenali karakteristik morfologi kawasan kumuh berupa kepadatan bangunan tinggi, ketidakteraturan pola permukiman, heterogenitas tekstur, variasi atap bangunan, dan minimnya ruang terbuka. Secara spasial, kawasan terdeteksi cenderung terkonsentrasi pada sempadan sungai, rel kereta api, dan sekitar pusat kota. Hasil validasi lapangan menunjukkan kesesuaian yang baik antara hasil deteksi dan kondisi eksisting. Temuan ini menunjukkan bahwa CNN berpotensi digunakan sebagai alat deteksi awal kawasan terduga kumuh secara cepat, sistematis, dan berbasis karakteristik spasial lokal.

2026
👤 Penulis: Fadjar Iman Nugroho
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Spasial 🏷️ Manajemen Ruang

STUDI AB INITIO SIFAT ELEKTRONIK MATERIAL HETEROBILAYER MOS2 – MOSE2 DENGANKETIDAKMURNIAN KARBON

Penggabungan material transition metal dichalcogenides (TMDs) dua dimensi (2D) menjadi heterobilayer membuka peluang munculnya sifat elektronik yang lebih unggul dibandingkan lapisan tunggalnya. Namun, residu karbon (C) seringkali ditemukan pada material tersebut saat proses sintesisnya. Keberadaan residu karbon ini berpotensi mengubah karakteristik elektronik material TMDs. Penelitian ab initio pun dilakukan untuk menganalisis pengaruh ketidakmurnian karbon terhadap sifat elektronik material TMDs heterobilayer. Heterobilayer MoS2–MoSe2 memiliki rapat keadaan dan struktur pita energi yang unik bergantung pada konfigurasi susunan strukturnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa heterobilayer MoS2–MoSe2 dengan konfigurasi AB’ memiliki energi interaksi paling stabil dengan celah pita langsung sebesar 0,75 eV serta band alignment tipeII, dimana pita valensi maksimum dan pita konduksi minimum berasal dari lapisan yang berbeda. Penambahan atom karbon sebagai adatom mempertahankan karakter celah pita langsung sebesar 0,22 eV, sedangkan karbon sebagai dopan substitusi menghasilkan celah pita tidak langsung sebesar 0,36 eV. Adanya ketidakmurnian karbon menurunkan celah pita energi heterobilayer MoS?–MoSe?, sedangkan band alignment tetap tipe-II dan hanya berubah menjadi tipe-I pada konfigurasi tertentu.

2026
👤 Penulis: Ashma Nisa Sholihah Adma
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

OPTIMASI TATA LETAK VISCOELASTIC DAMPER (VED) PADA STRUKTUR RANGKA BETON BERTULANG DENGAN KETIDAKBERATURAN TORSI AKIBAT SETBACK MENGGUNAKAN GAUSSIAN PROCESS REGRESSION (GPR)

Penerapan viscoelastic damper (VED) terbukti efektif mereduksi respons seismik struktur. Namun, kompleksitas desain tata letak dan tingginya biaya investasi menjadi kendala utama penerapannya di Indonesia. Penelitian ini mengusulkan metode kecerdasan buatan berbasis Gaussian Process Regression (GPR) terintegrasi fungsi akuisisi Expected Hypervolume Improvement (EHVI) untuk menyelesaikan Multi-Objective Optimization Problem pada penempatan VED. Tujuan utama dari optimasi ini adalah meminimalkan biaya struktur dan gaya geser dasar (base shear) secara simultan, dengan tetap memenuhi tiga batasan Engineering Demand Parameter (EDP) yang ketat: simpangan antar tingkat (drift), deformasi VED, dan rasio ketidakberaturan torsi. Studi kasus diaplikasikan pada struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) beton bertulang 12 lantai dengan dua variasi geometri: 1 bay setback (SRPMK 1) dan 2 bay setback (SRPMK 2). Dataset inisial dikumpulkan menggunakan Fast Nonlinear Analysis (FNA). Hasil optimasi membuktikan bahwa metode GPR-EHVI secara akurat mampu memetakan ruang solusi yang feasible. Pada SRPMK 1, teridentifikasi spektrum trade-off yang elastis antara pengeluaran biaya dan reduksi base shear. Hasil analisis juga membuktikan bahwa penumpukan VED secara terpusat dan berlebihan akan memicu over-stiffening, yang justru merugikan kinerja struktur akibat tarikan gaya inersia gempa yang lebih besar. Sebaliknya pada SRPMK 2, kebutuhan VED yang sedari awal sudah banyak mengakibatkan trade-off multi objektif yang tidak signifikan seperti SRPMK 1. Verifikasi NLTHA mengonfirmasi bahwa konfigurasi VED hasil optimasi dengan metode FNA berhasil memenuhi semua syarat evaluasi NLTHA. Secara keseluruhan, kerangka kerja GPR-EHVI menawarkan solusi desain struktur tahan gempa yang mutakhir, presisi, dan komprehensif dalam menyelaraskan efisiensi mekanika dengan kelayakan finansial.

2026
👤 Penulis: Rionathaniel M. P. Nababan
🏷️ Optimasi Tata Letak 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Struktur Rangka Beton Bertulang

PENGEMBANGAN MODEL HIDRAULIKA UNTUK DAYA RUSAK AIR DENGAN METODE BEDA HINGGA (FDM) SKEMA EKSPLISIT MACCORMACK

Dampak destruktif bencana tsunami menuntut pemodelan hidraulika yang cepat dan akurat untuk mendukung mitigasi bencana. Meskipun Shallow Water Equation (SWE) 2D efektif digunakan, resolusi spasial tinggi yang dibutuhkan menghasilkan beban komputasi yang sangat besar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membangun, menguji performa stabilitas, serta menganalisis akurasi hasil simulasi dari model numerik eksplisit SWE 2D berbasis skema MacCormack dalam mensimulasikan berbagai fenomena aliran air yang berdaya rusak. Model dibangun menggunakan Metode Beda Hingga (FDM) eksplisit MacCormack dua tahap (prediktor-korektor), yang ditunjang algoritma ambang batas basah-kering (wet-dry threshold) serta Hansen Filter sebagai peredam osilasi numerik pada gelombang kejut. Evaluasi keandalan model dilakukan melalui skenario dam-break (linear dan sirkular), propagasi gelombang soliter pada kedalaman konstan, run-up gelombang soliter (non-breaking dan breaking) pada pantai kanonik, serta simulasi tsunami run-up pada pulau kerucut (Conical Island) dengan validasi berbasis Root-Mean-Square-Error (RMSE) terhadap data analitik dan eksperimen laboratorium. Hasil simulasi menunjukkan model mampu menangani kasus dam-break dengan RMSE sebesar 0,075 m (linear) dan 0,084 m (sirkular), serta mempertahankan bentuk gelombang soliter pada kedalaman konstan secara stabil (rata-rata RMSE 0,0715%–0,150%). Pada run-up pantai kanonik, hasil simulasi selaras dengan eksperimen (RMSE rata-rata 0,3804 untuk non-breaking dan 2,92 untuk breaking). Namun, pada kasus kompleks 2D Conical Island, model mengalami penjalaran gelombang ~5% lebih cepat (dilatasi waktu) dan kurang presisi dalam mereplikasi tinggi limpasan maksimum di sisi belakang pulau (lee side run-up) serta fenomena surut (rundown drawback), dengan rata-rata RMSE total sebesar 0,0147 m. Deviasi ini diidentifikasi terjadi akibat difusi numerik filter Hansen serta hambatan artifisial dari parameter wet-dry threshold pada lereng curam. Dapat disimpulkan bahwa skema eksplisit MacCormack yang dikembangkan stabil dan mampu menyajikan fenomena hidrodinamika secara kualitatif, tetapi memiliki keterbatasan fisis dalam memprediksi kuantitas limpasan pada topografi 2D yang kompleks. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan skema numerik orde lebih tinggi serta optimasi parameter batas basah-kering.

2026
👤 Penulis: Sulaiman Veda Ananta
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Numerik

PENGARUH DIGITAL LEADERSHIP DAN DIGITAL INNOVATION NETWORK TERHADAP PEMANFAATAN GENERATIVE AI SERTA DAMPAKNYA PADA PRODUKTIVITAS DAN PERTUMBUHAN UMKM

Kemunculan Generative Artificial Intelligence (GenAI) menghadirkan peluang strategis bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengatasi keterbatasan sumber daya melalui efisiensi proses. Namun, faktor struktural yang mendorong UMKM memanfaatkan kapabilitas GenAI serta dampaknya terhadap kinerja organisasi belum banyak dikaji secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana digital leadership dan digital innovation network, sebagai faktor struktural UMKM, memengaruhi perilaku pemanfaatan GenAI, dan bagaimana pemanfaatan tersebut berdampak pada produktivitas serta pertumbuhan. Penelitian menggunakan paradigma Structure-Conduct-Performance (SCP) sebagai kerangka teoretis, dengan digital leadership dan digital innovation network diposisikan sebagai struktur, GenAI capability utilization sebagai perilaku organisasi, serta productivity dan growth sebagai dua dimensi kinerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dengan skala Likert 6 poin terhadap 103 responden pegawai UMKM yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap GenAI capability utilization, sementara digital innovation network tidak terbukti memiliki pengaruh langsung yang signifikan, namun mempengaruhi digital leadership. Pengaruh jejaring bisnis terhadap pemanfaatan GenAI bekerja melalui kepemimpinan digital. Dengan kata lain, paparan pimpinan UMKM pada jejaring bisnis membentuk orientasi dan visi digitalnya, dan justru lewat pimpinan ini pemanfaatan GenAI di organisasi terdorong. Selanjutnya, GenAI capability utilization berpengaruh positif dan signifikan terhadap productivity maupun growth, serta memediasi hubungan digital leadership dengan kedua dimensi kinerja. Temuan ini menempatkan kepemimpinan digital sebagai faktor struktural paling menentukan dalam pemanfaatan GenAI di UMKM, sekaligus sebagai saluran utama yang menerjemahkan paparan jejaring bisnis menjadi pemanfaatan teknologi dan kinerja organisasi.

2026
👤 Penulis: Bersa Kirandika
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Digital Leadership 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

PENGEMBANGAN MODEL ANALISIS PERANAUGMENTED REALITY TERHADAP USER STICKINESS PADA M-COMMERCE

Teknologi Augmented Reality (AR) dalam mobile commerce semakin banyak digunakan untuk meningkatkan kualitas pengalaman belanja digital. Namun, bukti empiris mengenai bagaimana karakteristik AR membentuk keterikatan penggunaan berkelanjutan pengguna pada platform masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik AR terhadap user stickiness pada mcommerce melalui kerangka Stimulus–Organism–Response. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan survei online terhadap 216 pengguna aplikasi m-commerce berbasis AR di Indonesia. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vividness, interactivity, reality congruence, dan modality richness berpengaruh positif terhadap customer satisfaction, yang selanjutnya membentuk emotional attachment pengguna. Emotional attachment terbukti menjadi determinan user stickiness, sementara customer satisfaction dan value cocreation behavior tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa customer satisfaction dan value co-creation behavior secara signifikan berkontribusi terhadap user stickiness, namun pengaruh keduanya sepenuhnya dimediasi oleh emotional attachment, mengindikasikan bahwa baik kepuasan fungsional maupun partisipasi aktif pengguna hanya mampu mendorong keterikatan jangka panjang apabila terlebih dahulu bertransformasi menjadi ikatan afektif dengan platformPada penelitian ini diberikan kontribusi teoretis dengan menempatkan emotional attachment sebagai mediator penting antara karakteristik AR dan user stickiness, serta memberikan pemahaman tambahan mengenai peran value co-creation behavior dalam konteks m-commerce berbasis teknologi AR.

2026
👤 Penulis: Fella Amalia
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

DETERMINAN SOSIO-EKONOMI DAN KONDISI KETENAGAKERJAAN TERHADAP PROBABILITAS BEKERJA DI INSTANSI PEMERINTAH PADA PROVINSI JAWA BARAT

Penelitian ini menganalisis hubungan antara karakteristik sosio-ekonomi dan kondisi ketenagakerjaan dengan probabilitas bekerja di instansi pemerintah pada Provinsi Jawa Barat. Studi ini menggunakan data pooled cross-sectional Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) tahun 2021-2024, yang mencakup periode dengan dinamika kebijakan rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang signifikan. Estimasi dilakukan melalui pendekatan kuantitatif asosiatif menggunakan model regresi logistik (logit), yang dilengkapi year fixed effects, cluster-robust standard error pada tingkat kabupaten/kota, dan prosedur pairs cluster bootstrap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan merupakan determinan terkuat karena fungsinya sebagai syarat administratif yang melekat pada setiap formasi ASN. Pada aspek generasi, Gen X memiliki probabilitas lebih tinggi dan Gen Z lebih rendah dibandingkan Baby Boomer, sedangkan Milenial tidak berbeda signifikan, pola ini menggambarkan efek keterbatasan dan ketidakpastian penyelenggaraan rekrutmen saat setiap generasi memasuki pasar kerja daripada perbedaan preferensi. Pada aspek pengalaman ketenagakerjaan, individu yang belum pernah bekerja dan memiliki masa transisi dari kelulusan ke pekerjaan yang lebih singkat memiliki probabilitas terserap lebih tinggi, menegaskan bahwa instansi pemerintah cenderung menyerap tenaga kerja pada tahap awal karier. Di tingkat wilayah, dari empat indikator hanya proporsi pekerja informal yang berhubungan positif sebagai indikator terkuat dan UMK yang berhubungan negatif yang signifikan, menunjukkan bahwa instansi pemerintah menjadi penyedia kerja formal utama pada wilayah dengan sektor formal di luar instansi pemerintah yang terbatas, meskipun besaran kontribusinya lebih kecil dibandingkan faktor individu. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa keterserapan pekerja ke instansi pemerintah di Provinsi Jawa Barat bukan sekadar hasil pilihan rasional individu atas pekerjaan yang stabil, melainkan bentuk alokasi yang terkendala oleh regulasi dan mekanisme rekrutmen, dengan kualifikasi pendidikan dan tahap awal karier sebagai penyaring yang lebih berperan dibandingkan kondisi makro pasar tenaga kerja.

2026
👤 Penulis: Destya Ayu Laela Rhomadhona
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

MORFOLOGI KAWAH DI BULAN DENGAN DIAMETER 15-20 KM

Kawah tumbukan di Bulan terbentuk akibat tumbukan benda langit kecil dengan permukaan Bulan. Ukuran dan bentuk kawah dipengaruhi oleh karakteristik penumbuk, yaitu diameter, kecepatan, material, sudut tumbukan, dan kondisi geologi permukaan Bulan. Dua wilayah utama di Bulan yaitu Mare dan Highland, memiliki sifat geologi yang berbeda. Mare berupa dataran rendah yang tersusun atas batuan basalt, sedangkan Highland berupa dataran tinggi yang tersusun atas batuan anortosit. Batuan basalt adalah batuan yang terbentuk oleh lava yang membeku, sedangkan batuan anortosit adalah batuan yang terbentuk karena kristalisasi lava. Kawah diklasifikasikan kedalam dua tipe utama, yaitu kawah sederhana yang merupakan kawah tanpa puncak di pusat kawah dan kawah kompleks yang merupakan kawah dengan puncak di pusat kawah. Morfologi kawah dengan ukuran diameter 15–20 km bervariasi antara tipe kawah sederhana dan kawah kompleks, bergantung kondisi permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi morfologi dan morfometri kawah Bulan berdiameter 15–20 km di Mare dan Highland. Data diperoleh dari misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) dan dianalisis menggunakan QGIS dan Python. Kawah yang dipilih pada penelitian ini adalah kawah yang tepinya terlihat jelas atau disebut sebagai tipe A, tidak berbentuk elips, dan tepi kawah tidak terpotong. Kawah-kawah ini terletak pada 60?LU–60?LS. Dari kriteria tersebut ditemukan 76 buah kawah, yang terdiri dari 68 buah kawah sederhana dan sisanya berupa kawah kompleks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan hubungan signifikan antara kedalaman kawah dan diameter kawah. Berdasarkan data yang dianalisis, pada kawah sederhana di Mare tidak dijumpai kawah dengan kedalaman kurang dari 1, 81 ± 0, 10 km atau d D < 0, 122 ± 0, 008, sedangkan pada Highland tidak dijumpai kawah dengan kedalaman kurang dari 1, 74 ± 0, 08 km atau d D < 0, 099 ± 0, 005. Untuk kawah kompleks di Mare, tidak dijumpai kawah dengan kedalaman kurang dari 1, 75±0, 10 km atau d D < 0, 104±0, 009, sedangkan di Highland tidak dijumpai kawah dengan kedalaman kurang dari 2, 66±0, 09 km atau d D < 0, 155±0, 019. Temuan ini menunjukkan bahwa, dalam data yang digunakan, kawah kompleks di Highland cenderung lebih dalam dibandingkan kawah sederhana di Highland maupun kawah di Mare.

2026
👤 Penulis: Dewi Kamila Nurhasanah
🏷️ Geologi Bulan 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Morfometri

SACRED STILLNESS: INTEGRASI RUANG PEMAKAMAN DAN TERAPI DALAM MELEWATI MASA DUKA DI BANDUNG BARAT

Berbagai suku di Indonesia memiliki tradisi upacara pemakaman yang beragam; banyak diantaranya memandang kematian sebagai perayaan kehidupan, sehingga mengalihkan fokus dari sekadar perpisahan menjadi penghormatan terhadap perjalanan hidup orang terkasih. Prosesi ini sering kali melibatkan keluarga besar dan kerabat, sehingga ketersediaan ruang yang tenang menjadi aspek yang sangat penting. Tradisi pemakaman di Indonesia sangat bervariasi dalam hal ini; setiap tradisi memiliki cara pandang yang berbeda terhadap kematian. Mengingat perlunya perubahan perspektif dalam memandang kematian, diperlukan desain rumah duka yang universal sehingga dapat mampu mengakomodasi berbagai jenis upacara pemakaman. Oleh karena itu, penting untuk mendefinisikan ulang konsep rumah duka tradisional dengan mengintegrasikan aspek psikologis dan terapeutik. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan suasana rumah duka yang lebih akrab dan hangat, serta menjauhi kesan formal maupun industrial yang kaku. Kematian tak lepas dari rasa duka, terlepas dari bagaimana peristiwa tersebut dipersepsikan. Anak-anak dan remaja sering kali mengalami kesepian secara emosional dan sosial akibat kehilangan anggota keluarga atau sosok yang memiliki ikatan batin yang kuat dengan mereka. Mereka yang mengalami kedukaan ini menghadapi risiko lebih tinggi terhadap masalah kesehatan mental, rasa kesepian, dan hambatan perkembangan. Demikian pula, orang dewasa juga menghadapi tantangan serupa akibat kehilangan orang yang dicintai. Tanpa penanganan sosial yang tepat dan segera, banyak orang dewasa dilaporkan mengalami kesepian dan rasa duka yang berkepanjangan setelah kehilangan. Pesatnya urbanisasi dan tingginya tingkat migrasi di Bandung Barat menyebabkan lemahnya jaringan dukungan sosial, sehingga muncul kebutuhan untuk memfasilitasi interaksi sosial masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran fasilitas yang dapat mengakomodasi berbagai kelompok usia menjadi sangat krusial. Proyek ini berlokasi di Bandung Barat, tepatnya di kawasan Lembang. Lokasi ini memiliki keunggulan berupa sirkulasi udara alami yang sejuk serta pemandangan pegunungan yang menenangkan. Keunggulan tersebut tidak hanya mendukung aspek pemulihan melalui bangunan, tetapi juga memungkinkan komersialisasi sebagian area bagi masyarakat umum. Mengingat karakteristik lokasi tersebut, diperlukan berbagai pertimbangan matang untuk memastikan proyek ini memiliki dampak lingkungan yang minim dan tidak merugikan kawasan sekitarnya. Hal ini penting untuk menjamin keberlanjutan proyek dalam jangka panjang. Proyek ini berkaitan dengan tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG). Salah satunya adalah SDG ketiga, yaitu good health and well-being. Fokus utama proyek ini adalah pemulihan kesehatan mental bagi mereka yang sedang berduka. Hal ini secara langsung mendukung tujuan tersebut karena berdampak positif terhadap kesejahteraan penduduk Bandung Barat.

2026
👤 Penulis: Evelyn Naibaho
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

USULAN STRATEGI MANAJEMEN JALUR KARIR UNTUK MENGATASI KEBUNTUAN KARIR KARYAWAN : STUDI KASUS DI PT PERTA SAMTAN GAS

PT Perta Samtan Gas (PSGas) adalah perusahaan pengolahan gas patungan yang mapan dalam ekosistem energi milik negara Indonesia. Diatur oleh Perjanjian Pemegang Saham (SHA) yang mensyaratkan konsensus dari Dewan Direksi kedua belah pihak untuk semua keputusan strategis, PSGas menghadapi hambatan struktural dalam karir bagi karyawan yang dipekerjakan langsung, yang mengakibatkan hambatan sistematis terhadap promosi, mobilitas karir, dan pengembangan peran, sehingga menyebabkan kebuntuan karir. Studi ini membahas tiga pertanyaan penelitian: kondisi kebuntuan karir saat ini di PSGas; hubungan antara struktur organisasi, tata kelola sistem karir, dan kebuntuan karir; serta perumusan strategi manajemen jalur karir untuk mengatasinya. Desain studi kasus tunggal metode campuran digunakan, yang mengintegrasikan kuesioner terstruktur yang diberikan kepada 126 karyawan yang dipekerjakan langsung (90.6% dari populasi 139 karyawan, melebihi minimum rencana awal yang hanya 105), dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS 3.0, dan wawancara mendalam dengan sebelas informan kunci, dianalisis melalui pengkodean tematik terbuka, aksial, dan selektif. Temuan ini menegaskan bahwa kebuntuan karir tersebar luas, dengan rata-rata keseluruhan Career Stuckness (CS) sebesar 4.13 (kategori Tinggi) dan 61.1% karyawan tetap tidak dipromosikan selama lebih dari lima tahun. Analisis PLS- SEM mengungkapkan bahwa Struktur Organisasi (ORS) berdampak positif terhadap Career Stuckness (? = +0.592, p < 0.001) dan Tata Kelola Sistem Karir (GCS) berdampak negatif terhadap Career Stuckness (? = -0.343, p < 0.001), dengan daya penjelas gabungan sebesar R² = 0.595. Analisis kualitatif mengidentifikasi tiga akar penyebab: kendala tata kelola SHA, kekakuan sistem Grup Pertamina, dan perbedaan budaya Indonesia-Korea di antara pemegang saham. Berdasarkan temuan ini, studi ini mengusulkan Kerangka Manajemen Jalur Karir Terintegrasi menggunakan Model Penyelarasan 7S McKinsey. Tujuh strategi intervensi diorganisasikan ke dalam tiga fase implementasi: jangka pendek (Staf, Gaya, Keterampilan), jangka menengah (Sistem, Struktur), dan jangka panjang (Strategi, Nilai Bersama), yang semuanya dirancang untuk beroperasi dalam batasan tata kelola SHA yang ada. Kerangka kerja ini bertujuan untuk mengurangi kebuntuan karir dari 4.13 menjadi di bawah 3.67 (kategori Menengah) melalui peningkatan tata kelola dan infrastruktur karir secara simultan.

2026
👤 Penulis: Mohammad Irwan Trimulyono
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PERAMALAN DEBIT SUNGAI BERBASIS MODEL LSTM DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR AKTIVITAS MANUSIA

Prediksi debit aliran sungai yang akurat sangat krusial bagi sistem peringatan dini banjir dan manajemen sumber daya air yang berkelanjutan. Penelitian ini menyajikan sebuah pendekatan baru dalam memprediksi debit sungai dengan mengintegrasikan faktor aktivitas manusia di samping variabel hidrometeorologi ke dalam kerangka kerja deep learning melalui arsitektur model LSTM. Variabel hidrometeorologi berupa curah hujan dan debit sungai diperoleh melalui stasiun pengamatan sedangkan variabel temperatur dan faktor aktivitas manusia diekstraksi melalui platform Google Earth Engine. Faktor aktivitas manusia tersebut direpresentasikan melalui indeks spektral satelit multi-temporal selama 11 tahun (2015–2025), yang meliputi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), dan Nighttime Lights (NTL). Dengan menyertakan proksi aktivitas manusia ini, model yang dibangun bertujuan untuk menangkap hubungan kompleks antara transformasi tata guna lahan dan dinamika debit sungai. Model LSTM ini dipilih karena kemampuannya yang unggul dalam menangkap dependensi jangka panjang dan memproses input multivariat yang kompleks. Penelitian ini berfokus pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciletuh di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebuah wilayah yang rawan terhadap peristiwa banjir. Penelitian ini membangun 3 model yang memiliki perbedaan pada input fitur dengan arsitektur dan hyperparameter model yang sama. Evaluasi performa model dilaksanakan melalui skema 5-fold time series split dan five-time running pada fold terakhir menggunakan metrik evaluasi RMSE, MAE, dan NSE, yang sering kali digunakan dalam pemodelan hidrologi. Selain itu, penelitian ini melakukan permutation feature importance di setiap model untuk mengetahui kontribusi tiap variabel input di dalam model. Temuan utama dari penelitian ini ialah pemilihan variabel aktivitas manusia secara selektif, khususnya indeks lahan terbangun (NDBI), mampu memberikan kontribusi yang moderat bagi performa model dibandingkan model yang hanya menggunakan variabel hidrometeorologi sebagai variabel input. Hal tersebut ditunjukkan melalui peningkatan metrik evaluasi NSE sebesar 7,42% dan penurunan RMSE sebesar 1,78%.

2026
👤 Penulis: Arianto Aditya Nugraha
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air

INTEGRASI SEKTOR INFORMAL KE DALAM PEREKONOMIAN PERKOTAAN: URBAN FOOD HUB DI JALAN JAMIKA, BANDUNG

Pertumbuhan Kota Bandung yang pesat sangat bergantung pada sektor ekonomi informal yang menopang keseharian penduduknya. Per Agustus 2024, tercatat 43,45% tenaga kerja (545,1 ribu orang) bekerja di sektor informal, meningkat 78,9 ribu orang dibanding tahun sebelumnya. Sebaliknya, pekerja formal menurun 26,8 ribu orang karena banyak keluarga beralih ke sektor informal demi bertahan hidup. Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi representasi nyata dari kebutuhan ini. Meskipun bermodal minim dan bertahan tanpa kepastian tempat atau perlindungan regulasi, keberadaan PKL tetap menghidupkan jalanan kota, sekaligus menyokong sektor pendidikan, pariwisata, dan industri kreatif. Komoditas PKL mencakup pakaian, barang, dan jasa, dengan pedagang makanan sebagai sektor utama yang erat kaitannya dengan wisata kuliner urban. Namun, keterbatasan lahan dan peningkatan kepadatan memicu persaingan ruang yang ketat di trotoar dan koridor jalan. Penerapan kebijakan yang tidak konsisten dan menyeluruh akhirnya menjebak pedagang dalam siklus penggusuran dan negosiasi akibat konflik spasial. Fenomena ini diteliti di Jalan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, kawasan padat penduduk dan lalu lintas yang berdekatan dengan pusat sejarah Bandung. Konflik sirkulasi dengan pemilik toko telah memicu usulan relokasi, padahal koridor ini berpotensi kuat sebagai zona transisi untuk menguji integrasi sektor formal dan informal. Tugas Akhir ini mengusulkan sebuah Urban Food Hub untuk mengonsolidasikan pedagang ke dalam fasilitas yang mudah diakses. Berbeda dari pusat jajanan biasa, hub ini berfungsi sebagai katalis placemaking yang mengubah koridor jalan menjadi jangkar komunitas dan simpul budaya kuliner. Alih-alih memandang informalitas secara negatif, proyek ini memaknainya kembali sebagai identitas kota dengan merancang ruang yang inklusif bagi semua pengguna. Melalui observasi lapangan dan pemetaan perilaku, studi ini menangkap ritme spasial pedagang serta alur pergerakan pengunjung. Analisis tapak mengungkap kesenjangan aktivitas koridor yang sepi di siang hari namun ramai di malam hari, memperjelas jarak antara tata guna lahan formal dan praktik riil. Dengan studi preseden pasar formal, tipologi sirkulasi vertikal, serta wawancara partisipatif bersama warga dan pedagang, proyek ini bertujuan mengembangkan strategi arsitektural yang mampu meregulasi aktivitas informal dalam kerangka kota formal demi menyelesaikan konflik ruang sekaligus mendukung pencapaian SDG 8 dan SDG 11.

2026
👤 Penulis: Reynara Evan Verdana Gultom
🏷️ Urban Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

MANAJEMEN RISIKO PEMBENGKAKAN BIAYA DALAM PROYEK KONSTRUKSI JALAN TOL: STUDI KASUS JALAN TOL SERBELAWAN– PEMATANG SIANTAR

Pembengkakan biaya (cost overrun) merupakan salah satu tantangan utama dalam proyek konstruksi jalan tol karena berdampak terhadap kinerja proyek, profitabilitas kontraktor, serta pencapaian target pembangunan infrastruktur. Proyek Jalan Tol Serbelawan–Pematang Siantar menghadapi berbagai permasalahan selama pelaksanaannya, antara lain keterlambatan pembebasan lahan, perubahan desain, kenaikan harga material, gangguan logistik, dan ketidakpastian eksternal yang menyebabkan peningkatan biaya dan keterlambatan penyelesaian proyek. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko yang efektif diperlukan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi faktor-faktor penyebab pembengkakan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi faktor-faktor risiko utama yang menyebabkan pembengkakan biaya pada Proyek Jalan Tol Serbelawan–Pematang Siantar; (2) menganalisis tingkat prioritas, akar penyebab, serta hubungan antar faktor risiko menggunakan Root Cause Analysis (RCA), Analytic Hierarchy Process (AHP), dan Event Tree Analysis (ETA); serta (3) merumuskan strategi mitigasi yang efektif untuk meminimalkan pembengkakan biaya pada proyek jalan tol di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods melalui studi kasus dengan memanfaatkan tinjauan pustaka, dokumentasi proyek, wawancara semi-terstruktur, serta kuesioner penilaian pakar (expert judgment). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan pembebasan lahan merupakan faktor risiko paling dominan yang menyebabkan pembengkakan biaya, diikuti oleh perubahan desain, kenaikan harga material, gangguan logistik, dan ketidakpastian eksternal. Hasil analisis AHP menempatkan keterlambatan pembebasan lahan sebagai risiko dengan prioritas tertinggi. Analisis RCA mengidentifikasi bahwa lemahnya koordinasi antarinstansi, tumpang tindih regulasi, lamanya proses administrasi, serta belum optimalnya sistem verifikasi kepemilikan lahan merupakan akar penyebab utama keterlambatan pembebasan lahan. Selanjutnya, hasil analisis ETA menunjukkan bahwa penerapan strategi mitigasi secara preventif dan korektif mampu menurunkan probabilitas serta dampak pembengkakan biaya melalui peningkatan identifikasi risiko sejak tahap awal dan penguatan mekanisme pengendalian proyek. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, direkomendasikan pembentukan satuan tugas (task force) pembebasan lahan yang terintegrasi, peningkatan kualitas Detailed Engineering Design (DED) sebelum konstruksi dimulai, penerapan strategi pengadaan berbasis risiko, penguatan mekanisme pengelolaan kontrak yang lebih adaptif terhadap risiko proyek, serta implementasi sistem pemantauan proyek berbasis digital. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan, mengurangi ketidakpastian selama pelaksanaan proyek, serta meminimalkan

2026
👤 Penulis: Sandy Raditya Bimantara
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko Proyek Konstruksi Jalan Tol 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGUJIAN DENDROCALAMUS ASPER (BAMBU BETUNG) SEBAGAI FITOREMEDIATOR LOGAM BERAT KADMIUM SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN KLOROFIL DAUN

Perkembangan aktivitas industri yang pesat meningkatkan pencemaran lingkungan melalui pelepasan limbah logam berat. Limbah industri tekstil di Kabupaten Bandung menjadi salah satu sumber pencemar Cd dengan konsentrasi yang melampaui baku mutu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan fitoremediasi bibit Dendrocalamus asper berdasarkan kemampuan translokasi dan bioakumulasi, serta efisiensi prosesnya. Dianalisis pula keberlangsungan hidup serta pertumbuhan bibit dan kandungan klorofil daun selama 90 hari. Penggunaan alat XRF untuk menganalisis Cd yang terserap serta unsur pembentuk klorofil (Mg, Mn, dan Fe). Hasil data kemampuan fitoremediasi diuji dengan korelasi Spearman, keberlangsungan hidup dihitung dengan survival rate, lalu regresi logistik, serta pertumbuhan bibit dan kandungan klorofil daun menggunakan 2-way ANOVA, lalu uji lanjut Tukey. Didapatkan bibit D. asper mampu menyerap Cd sebesar 62,71% dan 83,24% pada masing-masing 1,2 mg/L dan 2,4 mg/L Cd, akumulasi tertinggi pada daun (57,66%) dan akar (50,99%). Nilai TF > 1 dan BCF < 1 mengindikasikan D. asper belum tergolong hiperakumulator, namun baik dalam mereduksi kandungan Cd tanah. Kedua jenis bibit toleran hingga 2,4 mg/L Cd, survival rate bibit kultur jaringan 100% dan kondisi kesehatan lebih baik daripada bibit stek batang, sehingga dianjurkan untuk praktik fitoremediasi selanjutnya. Konsentrasi Cd yang diberikan masih di bawah batas toleran bibit D. asper dengan tidak terganggunya pertumbuhan bibit maupun kandungan klorofil daunnya. Hal ini terlihat pula dari belum adanya hambatan dalam penyerapan unsur pembentuk klorofil, yaitu Mg, Mn, dan Fe. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diimplementasikan sebagai solusi terhadap pencemaran lingkungan oleh logam berat.

2026
👤 Penulis: Nadine Dzaalika
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN PERPUSTAKAAN SERBAGUNA SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN BAHASA ASING DI KOTA BANDUNG

Performa literasi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah memicu diskusi tentang budaya membaca masyarakat Indonesia. Untuk dapat mendukung berkembangnya budaya membaca, akses pada buku bacaan harus terlebih dahulu memadai. Selain kemampuan literasi, kemampuan berbahasa asing juga menjadi nilai penting di era modern saat ini. Sama halnya dengan kemampuan literasi, sayangnya kemampuan berbahasa asing masyarakat Indonesia juga belum optimal. Lagi-lagi perpustakaan memiliki potensi sebagai solusi pendukung, karena ikatan kuat antara aktivitas membaca dan peningkatan kemampuan berbahasa. Perpustakaan dapat mendukung proses pembelajaran bahasa asing yang berkelanjutan dengan memfasilitasi baik kelas bahasa formal yang terstruktur dan menjadi sumber media baca dan informasi yang otentik. Dengan menghadirkan dua aspek tersebut, perpustakaan diharapkan dapat mendorong kemampuan berbahasa asing baik secara akademis maupun kemampuan percakapan sehari-hari; mengingat komunikasi adalah tujuan terpenting dalam pembelajaran bahasa asing. Penelitian ini mencari tahu masalah ataupun aspek-aspek yang belum ideal pada ruang-ruang literasi di Kota Bandung. Hasil pengumpulan data preferensi penduduk Kota Bandung dan Cimahi melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner akan menjadi dasar perancangan perpustakaan serbaguna bahasa asing di Kota Bandung.

2026
👤 Penulis: Fahm Ara Annisa Adorabella
🏷️ Perpustakaan 🏷️ Literasi Bahasa Asing 🏷️ Kecerdasan Buatan
Halaman 32 dari 418
💬