📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5,228 dokumenPENGARUH METODE PERENDAMAN LUMPUR DAN AIR TERHADAP SIFAT MEKANIK BAMBU BETUNG (DENDROCALAMUS ASPER)
Pengaruh Metode Perendaman Lumpur dan Air Terhadap Sifat Mekanik Bambu Betung (Dendrocalamus asper). Dibimbing oleh Yoyo Suhaya dan Ihak Sumardi. Bambu betung (Dendrocalamus asper) merupakan material alami yang memiliki potensi tinggi sebagai bahan konstruksi karena memiliki sifat mekanik yang baik dan sebanding dengan kayu. Namun, bambu memiliki kelemahan berupa kerentanan terhadap serangan organisme perusak sehingga diperlukan proses pengawetan. Salah satu metode pengawetan tradisional yang umum digunakan adalah perendaman dalam air dan lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode perendaman terhadap sifat mekanik bambu betung serta menentukan perlakuan perendaman yang menghasilkan sifat mekanik terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan, yaitu kontrol, rendam air, dan rendam lumpur selama 6 bulan. Sampel bambu dibedakan berdasarkan umur (muda dan tua) serta segmen batang (pangkal, tengah, dan ujung). Parameter yang diamati meliputi Modulus of Elasticity (MOE), Modulus of Rupture (MOR), dan kekuatan tarik sejajar serat. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap nilai MOE (p = 0,154), MOR (p = 0,065), dan kekuatan tarik sejajar serat (p = 0,387). Nilai MOE bambu muda berada pada kisaran 5–11 GPa, sedangkan bambu tua mencapai 15–21 GPa. Nilai MOR bambu muda berkisar antara 40–90 MPa dan meningkat pada bambu tua hingga mencapai 170–220 MPa. Sementara itu, nilai kekuatan tarik berada pada kisaran 280–350 MPa. Faktor umur dan segmen batang memberikan pengaruh yang lebih nyata terhadap sifat mekanik bambu dibandingkan perlakuan perendaman. Bambu tua menunjukkan performa mekanik lebih tinggi dibandingkan bambu muda, sedangkan segmen tengah dan ujung memiliki sifat mekanik lebih baik dibandingkan segmen pangkal. Perlakuan rendam lumpur cenderung menghasilkan sifat mekanik yang lebih stabil dibandingkan rendam air karena kondisi anaerob diduga mampu mempertahankan integritas struktur lignoselulosa bambu.
PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI PETIR INTERNAL PADA SARANA LIGHT RAILWAY TRANSIT (LRT) JAKARTA-DEPOK-BEKASI
Sistem Light Rail Transit (LRT) modern sangat bergantung pada peralatan listrik dan elektronik yang rentan terhadap tegangan lebih akibat petir. Kerentanan ini menjadi penting pada wilayah Jabodebek yang memiliki kerapatan petir sekitar 40–60 sambaran/km²/tahun. Penelitian ini bertujuan merancang sistem proteksi petir internal dan sistem grounding untuk sarana LRT Jabodebek berdasarkan IEC 62305, IEC 62497-1, dan SNI 8833:2019. Perancangan dilakukan melalui koordinasi isolasi, pemilihan spesifikasi arrester, penentuan lokasi pemasangan arrester, serta perbaikan sistem pentanahan pada track. Hasil perancangan menunjukkan bahwa tegangan residual arrester berada di bawah Basic Insulation Level (BIL) seluruh peralatan yang dilindungi sehingga mampu memberikan proteksi terhadap surja petir maupun switching. Analisis induksi petir menunjukkan bahwa sambaran pada struktur tinggi di sekitar jalur dapat menghasilkan tegangan induksi sebesar 15,4–186,2 kV dan arus induksi sebesar 0,31–3,72 kA pada sarana. Selain itu, pemasangan arrester pada running rail dan third rail memungkinkan track tetap bersifat floating pada kondisi normal untuk meminimalkan stray current, sekaligus menyediakan jalur pelepasan arus gangguan saat terjadi surja. Sistem yang diusulkan meningkatkan keandalan proteksi dan keselamatan operasional LRT.
COUPLED DEGRADATION AND MECHANOREGULATION IN BONE HEALING WITH BIODEGRADABLE IMPLANT USING FINITE ELEMENT ANALYSIS
Biodegradable magnesium implants are promising temporary supports for fracture fixation because they can gradually degrade while transferring load back to the healing bone. Computational modelling, especially finite element analysis, provides useful approach to investigate the mechanical and biological interaction between healing tissue and degrading implants. However, bone healing and implant degradation are often modelled separately, even though both processes interact through changes in stiffness, stability, and local mechanical stimulus. This study aims to develop a Python-based finite element framework that couples mechanoregulation-based bone healing with biodegradable scaffold degradation as a proof-ofconcept simulation approach. The framework was developed using stepwise modelling strategy. Simplified model with prescribed callus geometry was first used to test the main computational modules, followed by an estimated callus model generated through low-strain element removal. The bone healing module includes cell diffusion, mechanoregulation-based tissue phenotype prediction, and tissue property update. The degradation module simulates progressive scaffold material loss, with the degradation parameter tuned using a bisection method to control the remaining scaffold percentage. The coupled simulation was implemented using a serial day-by-day procedure, where callus properties were updated first, followed by scaffold degradation and geometry update. The developed framework successfully integrated callus maturation and scaffold degradation within one finite element workflow. The model can produce cell concentration distribution, tissue phenotype evolution, callus stiffness development, scaffold degradation pattern, and remaining scaffold percentage. Although the model uses simplified geometry and static loading, it provides a modular computational basis for future studies involving realistic loading, experimental calibration, and validation.
SINTESIS KATALIS BASA HETEROGEN DARI ABU SARGASSUM SP. DENGAN IMPREGNASI KOH UNTUK REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK SAWIT
Biodiesel merupakan bahan bakar terbarukan yang dihasilkan melalui reaksi transesterifikasi minyak dengan alkohol. Di Indonesia, produksi biodiesel terus meningkat dan diproyeksikan mencapai 19,5 juta kiloliter pada tahun 2026. Peningkatan produksi ini mendorong kebutuhan katalis dalam proses transesterifikasi. Biodiesel umumnya diproduksi dari minyak sawit menggunakan katalis homogen yang bersifat korosif, rentan menyebabkan saponifikasi, serta sulit dipisahkan dari produk reaksi. Oleh karena itu, katalis heterogen dikembangkan sebagai alternatif yang lebih efisien dan mudah dipisahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis katalis basa heterogen berbasis abu Sargassum sp. melalui proses pengabuan, impregnasi KOH, dan kalsinasi, serta menganalisis pengaruh suhu kalsinasi (600, 700, dan 800 °C) dan persentase katalis (1, 3, dan 5 wt%) terhadap perolehan dan karakteristik biodiesel. Karakterisasi katalis meliputi pengujian kebasaan, kandungan kalium, luas permukaan, volume pori, dan morfologi permukaan menggunakan metode titrasi, atomic absorption spectroscopy (AAS), Brunauer–Emmett–Teller (BET), dan scanning electron microscopy (SEM). Katalis kemudian digunakan pada reaksi transesterifikasi minyak sawit untuk menghasilkan biodiesel. Karakteristik biodiesel dianalisis berdasarkan densitas, viskositas kinematik, dan komposisi fatty acid methyl ester (FAME) menggunakan gas chromatography–mass spectrometry (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis terbaik diperoleh pada suhu kalsinasi 700 °C dengan kebasaan 13,619 mmol/g, luas permukaan 2,2464 m2/g, dan volume pori 0,003635 cm3/g, serta morfologi permukaan yang kasar dan berpori. Suhu kalsinasi memberikan pengaruh signifikan terhadap kebasaan katalis dengan rentang 10,809–13,619 mmol/g. Selain itu, suhu kalsinasi dan persentase katalis juga berpengaruh signifikan terhadap perolehan biodiesel, yaitu sebesar 94,24–97,45% (w/w). Suhu kalsinasi turut mempengaruhi karakteristik biodiesel secara signifikan, dengan densitas sebesar 0,852–0,899 g/mL dan viskositas sebesar 6,49–7,96 cSt. Berdasarkan analisis GC- MS, biodiesel yang dihasilkan pada kondisi terbaik (700 °C, 1 wt%) memiliki kandungan FAME sebesar 98,57%.
PERANCANGAN ULANG KAWASAN TERPADU KARET TENGSIN PLATINUM BERBASIS URBAN COOLING DALAM UPAYA MITIGASI URBAN HEAT ISLAND (UHI)
Fenomena Urban Heat Island (UHI) menjadi salah satu permasalahan kawasan perkotaan yang dipengaruhi oleh tingginya intensitas bangunan, dominasi material penyerap panas, keterbatasan ruang terbuka hijau, serta tingginya aktivitas manusia. Kawasan Terpadu Karet Tengsin Platinum sebagai bagian dari kawasan strategis Segitiga Emas Jakarta memiliki potensi peningkatan panas kawasan sehingga diperlukan perancangan ulang berbasis urban cooling. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang Kawasan Terpadu Karet Tengsin Platinum berbasis urban cooling dalam upaya mitigasi UHI melalui pemodelan tiga dimensi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-evaluatif dengan teknik pengumpulan data melalui kajian literatur, observasi, kuesioner, citra satelit, dan dokumen PRK. Penilaian dilakukan menggunakan teknik pseudo-evaluation terhadap 23 indikator yang mencakup fitur hijau, fitur biru, fitur abu, shading, geometri kota dan guna lahan, serta energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketercapaian prinsip urban cooling pada kondisi eksisting sebesar 34,78% atau 8 dari 23 indikator, kemudian meningkat menjadi 78,26% atau 18 indikator setelah rancangan ulang. Peningkatan tersebut dilakukan melalui penambahan RTH, penambahan fitur biru, penggunaan material beralbedo tinggi dan permeabel, penambahan elemen peneduh, penerapan green roof, cool roof, secondary skin, vertical greenery, serta penguatan konektivitas pejalan kaki dan transportasi publik. Meskipun demikian, beberapa indikator geometri kota tetap belum tercapai karena kawasan telah banyak terbangun. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa arahan desain kawasan terpadu yang lebih adaptif terhadap panas perkotaan dan dapat menjadi masukan dalam penerapan prinsip urban cooling untuk mitigasi UHI.
ANALISIS PERSEPSI PEKERJA TERHADAP DAMPAK SOSIAL RENCANA PROYEK PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI ENERGI LISTRIK (PSEL) DI TPA SUMUR BATU
Pengelolaan sampah di Kota Bekasi menghadapi tekanan berat seiring kondisi TPA Sumur Batu yang telah lama kelebihan beban. Sebagai jalan keluar, pemerintah merencanakan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan teknologi moving grate incinerator, yang menandai pergeseran dari sistem padat karya menuju sistem termal padat modal dan membawa implikasi sosial bagi pekerja TPA. Kajian dampak sosial selama ini lebih banyak menyoroti penolakan warga di luar lokasi, sementara persepsi pekerja di dalam kawasan sebagai pihak yang paling langsung berhadapan dengan disrupsi masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis persepsi pekerja terhadap dampak sosial rencana proyek tersebut berdasarkan persepsi pekerja, dengan sasaran menganalisis alasan di balik pola pikir pekerja, mengidentifikasi karakteristik demografi dan sebaran opini, serta mengukur tingkat persepsi, penerimaan sosial, dan kesiapan adaptasi. Penelitian bersifat deskriptif evaluatif dengan pendekatan metode campuran strategi concurrent embedded, memadukan data sekunder, wawancara, dan kuesioner berskala Likert yang dipilih secara purposive, lalu dianalisis melalui analisis kualitatif deskriptif, statistik deskriptif, dan indeks persepsi dengan kerangka Social Impact Assessment. Hasil penelitian menunjukkan pekerja formal menerima rencana proyek dengan sangat baik, dengan penerimaan peluang dan kesiapan adaptasi yang tinggi serta persepsi risiko terhadap pekerjaan pada titik terendah, meski masih disertai kesenjangan informasi karena sosialisasi baru menjangkau tingkat manajerial. Berbeda dari studi sejenis yang menjadikan persepsi risiko warga sebagai penentu sikap dan menemukan penerimaan baru menguat setelah fasilitas beroperasi, penelitian ini mendapati penerimaan tinggi sudah muncul sebelum konstruksi dimulai. Kebaruannya terletak pada pengalihan fokus dari masyarakat luar pagar ke pekerja di dalam kawasan TPA, sekaligus menegaskan bahwa garis antara pekerja yang aman dan yang terancam berimpit dengan garis antara status formal dan informal. Penelitian ini menyumbang landasan empiris bahwa keberhasilan sosial proyek semacam ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh pemerataan informasi dan keadilan terhadap kelompok yang paling sedikit terlindungi.
KORELASI MORFOLOGI PARTIKEL KATODE LINI0,5MN1,5O4 TERHADAP KINERJA ELEKTROKIMIA PADA BATERAI ION LITIUM
Peningkatan kebutuhan baterai ion litium (LIBs) dan tantangan berupa jangkauan berkendara yang lebih jauh pada electric vehicle (EV) mendorong fokus pengembangan pada katode dengan tegangan operasional dan kepadatan energi tinggi. Katode spinel LiNi0.5Mn1.5O4 (LNMO) dengan tegangan operasional dan kepadatan energi yang tinggi, jalur difusi ion 3D, serta struktur bebas kobalt menjadi salah satu kandidat yang kuat dan menjanjikan. Namun, komersialisasi LNMO masih terhambat oleh masalah fundamental yaitu stabilitas struktur pada tegangan tinggi. Salah satu strategi yang sering digunakan adalah rekayasa morfologi partikel. Pada penelitian ini, dilakukan sintesis material katode LNMO dengan morfologi berbeda melalui metode kopresipitasi sederhana untuk dianalisis hubungan dengan kinerja elektrokimianya. Material yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi untuk menginvestigasi struktur kristal, morfologi, dan kinerja elektrokimianya menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM), pengujian charge-discharge, dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Masing-masing material menunjukkan karakteristik elektrokimia yang berbeda: LNMO-P (polihedral) unggul dalam kapasitas, LNMOO (oktahedral) unggul dalam stabilitas, dan LNMO-T (oktahedral terpotong) unggul dalam rate capability. Karakteristik ini dibuktikan dengan kapasitas discharge awal LNMO-P sebesar 135,02 mAh g -1 , stabilitas siklus LNMO-O dengan retensi kapasitas sebesar 95,26% setelah 200 siklus, dan kemampuan rate capability LNMO-T dengan kapasitas discharge 108,54 mAh g -1 pada 5C. Perbedaan ini disebabkan karena tiap morfologi mengekspos faset yang berbeda, yaitu faset {111} untuk stabilitas struktur dan faset {100} untuk peningkatan kinetika transfer ion Li+ .
PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING PARAMETER LINGKUNGAN BERBASIS ARDUINO BERBIAYA MURAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN EFEK GAS RUMAH KACA DAN FOTOSINTESIS
Keterbatasan media pembelajaran berbasis eksperimen menyebabkan pengamatan perubahan parameter lingkungan pada materi efek gas rumah kaca dan fotosintesis belum dapat dilakukan secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring lingkungan berbasis Arduino sebagai media pembelajaran efek gas rumah kaca dan fotosintesis, menguji kinerja sistem dalam mengukur parameter lingkungan pada kondisi yang berbeda, serta menyusun modul ajar eksperimen. Sistem yang dikembangkan berupa greenhouse dua ruang berbasis Arduino yang dilengkapi sensor MQ135, DHT22, dan LDR. Data hasil pengukuran ditampilkan secara real-time melalui LCD dan Graphical User Interface (GUI), kemudian diuji melalui model efek gas rumah kaca dan eksperimen fotosinteisis pada kondisi terang dan gelap. Hasil kalibrasi menunjukkan sensor LDR memiliki nilai R² sebesar 0,9803 dan 0,9725, sedangkan sensor MQ135 memberikan performa terbaik menggunakan regresi polinomial dengan nilai R² sebesar 0,850 dan 0,975. Sensor DHT22 menghasilkan nilai MAE sebesar 0,836°C dan 1,418°C, serta RMSE sebesar 1,070°C dan 1,657°C. Pada eksperimen fotosintesis, konsentrasi CO? pada ruang terang menurun dari 105 ppm menjadi 89,13 ppm, sedangkan pada ruang gelap meningkat dari 173 ppm menjadi 201,67 ppm selama pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring yang dikembangkan mampu melakukan pengukuran dan visualisasi suhu, kelembaban, konsentrasi CO?, dan intensitas cahaya secara real-time pada berbagai kondisi eksperimen. Selain menghasilkan instrumen yang berfungsi dengan baik, penelitian ini juga menghasilkan modul ajar eksperimen sebagai panduan penggunaan sistem pada materi efek gas rumah kaca dan fotosintesis di jenjang IPA SMP, Fisika SMA, dan Biologi SMA.
PERENCANAAN PERBAIKAN TANAH STONE COLUMN PADA RUAS JALAN TOL TRANS-JAWA STA 4450 – 4625
Ruas Jalan Tol Trans-Jawa pada STA 4450 – 4625 di wilayah Yogyakarta berada di atas tanah dasar yang memiliki potensi likuifaksi akibat kondisi tanah pasir jenuh air dan dekat dengan dua sesar aktif, yaitu Sesar Opak dan Sesar Mataram. Evaluasi kondisi eksisting pada ketiga titik bor (BH-24A, BH-25B, dan BH-26B) menunjukkan bahwa sebagian besar lapisan tanah berpotensi mengalami likuifaksi. Selain itu, terjadi penurunan tanah berlebih khususnya pada BH-24A yang mencapai 10,9 cm, serta nilai faktor keamanan (SF) stabilitas lereng pada kondisi pseudostatik belum memenuhi kriteria minimum sebesar 1,1. Tugas akhir ini mencakup evaluasi potensi likuifaksi, perencanaan perbaikan tanah dengan metode stone column, serta analisis efektivitasnya terhadap pengendalian penurunan, peningkatan stabilitas lereng, dan mitigasi likuifaksi. Desain stone column dilakukan menggunakan metode Priebe (1995) berdasarkan pada model unit cell. Hasil analisis menunjukkan bahwa stone column efektif dalam memitigasi risiko likuifaksi dan mereduksi settlement hingga batas aman, dengan nilai terbesar 3,7 cm pada BH-24A berdasarkan pemodelan SIGMA/W. Evaluasi stabilitas lereng pascaperbaikan menggunakan metode Limit Equilibrium pada SLOPE/W menunjukkan peningkatan SF pada seluruh titik bor, dengan nilai kondisi pseudostatik yang telah memenuhi kriteria minimum di semua sisi lereng.
ANALISIS KERUGIAN EKONOMI PADA PENGENDALIAN BANJIR DI SUNGAI CILETUH - CIKALONG KABUPATEN SUKABUMI
Banjir di DAS Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, merupakan bencana berulang yang berdampak signifikan terhadap sektor permukiman, pertanian, dan fasilitas publik. Kejadian ini dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi, perubahan tata guna lahan, serta penurunan kapasitas tampung sungai akibat sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik hidrologi dan hidraulika Sungai Ciletuh, mengestimasi kerugian ekonomi banjir, serta mengevaluasi skenario pengendalian banjir struktural dan non-struktural. Metodologi penelitian mengintegrasikan analisis hidrologi melalui perhitungan hujan rencana dan nilai Curve Number (CN) dengan pemodelan HEC-HMS, serta analisis hidraulika menggunakan HEC-RAS 2D untuk memetakan kedalaman dan luas genangan banjir. Estimasi kerugian ekonomi mencakup kerugian langsung dan tidak langsung menggunakan metode Economic Commission for Latin America and the Caribbean (ECLAC) untuk sektor permukiman dan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk sektor pertanian. Selain itu, penelitian ini menganalisis pengaruh penebalan sedimen terhadap eskalasi genangan dan kerugian ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor permukiman merupakan kontributor terbesar terhadap total kerugian ekonomi, baik pada kerugian langsung maupun tidak langsung. Skenario struktural berupa normalisasi sungai dan skenario non-struktural berupa konservasi DAS berbasis agroforestry terbukti layak secara ekonomi dalam periode analisis 25 tahun dengan nilai NPV positif dan BCR > 1. Temuan ini merekomendasikan strategi pengendalian banjir terpadu sebagai upaya mitigasi risiko banjir dan pengelolaan daya rusak air yang berkelanjutan di DAS Ciletuh.
REPRESENTASI VISUAL KELUARGA DALAM BUKU CERITA BERGAMBAR DAN PENERIMAANNYA PADA ANAK DARI IBU TUNGGAL
Tidak semua anak tumbuh dalam struktur keluarga yang lazim direpresentasikan dalam buku cerita anak Indonesia, yakni dikelilingi kehadiran lengkap figur ibu dan ayah. Ketimpangan antara realitas sosial dan keterbatasan representasi visual ini berisiko menciptakan alienasi simbolik bagi anak dari keluarga ibu tunggal. Kajian ini menawarkan kebaruan dengan menjembatani analisis wacana multimodal dan pengukuran afektif empiris untuk mengungkap dinamika negosiasi identitas pada pembaca usia 6-7 tahun. Melalui desain embedded mixed-methods, penelitian ini membedah representasi visual pada enam buku cerita bergambar yang mencakup kategori keluarga ibu tunggal, keluarga inti, dan keluarga besar. Analisis dilakukan melalui strategi encoding visual menggunakan kerangka Visual Grammar yang diintegrasikan dengan proses decoding melalui instrumen klasifikasi biner dan uji statistik Wilcoxon. Temuan mengungkap bahwa representasi keluarga ibu tunggal yang mengusung narasi resiliensi memberikan pengaruh signifikan dengan kekuatan efek yang besar terhadap peningkatan respons afektif positif anak. Integrasi data menunjukkan adanya pluralitas makna dalam proses decoding, di mana respons anak sangat dipengaruhi oleh resonansi memori personal terhadap detail objek keseharian yang berfungsi sebagai cermin atas realitas anak. Sebaliknya, citra keluarga inti yang terlalu normatif memicu kejenuhan atensi hingga resistensi afektif ekstrem sebagai bentuk oppositional reading. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bagi anak ibu tunggal, validasi struktur realitas merupakan prasyarat mutlak bagi terciptanya rasa aman sebelum mereka mampu mengakses dunia imajinasi. Sebagai implikasi praktis, strategi desain buku cerita bergambar untuk ibu tunggal sebaiknya menerapkan pemanfaatan objek akrab bagi anak, redefinisi otoritas ibu, mitigasi figur ayah, serta kontras warna sebagai navigasi afektif guna menjaga stabilitas emosi pembaca.
PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK SAWIT MELALUI TRANSESTERIFIKASI DENGAN KATALIS CAO BERBASIS CALCIUM GLYCEROLATE: PENGARUH JENIS KATALIS DARI LIMBAH BIOMINERAL–GLISEROL
Sektor transportasi merupakan penyumbang emisi CO? global terbesar, mencapai sekitar 35%, yang terutama berasal dari penggunaan bahan bakar. Diesel termasuk bahan bakar dengan emisi CO? tinggi (±10 kg CO?/gallon), bersifat tidak terbarukan, serta berpotensi menghasilkan emisi SOx. Biodiesel hadir sebagai alternatif dengan karakteristik serupa, namun berpotensi lebih unggul karena bersifat terbarukan, mampu menurunkan emisi CO? (kg CO2-eq) hingga 74%, dan meningkatkan angka setana. Namun, proses transesterifikasi konvensional dengan katalis basa homogen masih memiliki keterbatasan, seperti kesulitan pemisahan produk, tidak dapat diregenerasi, serta bersifat korosif. Salah satu alternatif potensial dari metode ini adalah penggunaan katalis heterogen karena mudah dipisahkan, dapat diregenerasi, dan memiliki korosivitas lebih rendah. Sejalan dengan hal tersebut, pengembangan CaO dari prekursor berbasis limbah biomineral dan gliserol melalui pembentukan calcium glycerolate berpotensi meningkatkan sifat katalitik, khususnya total basicity dan karakteristik pori, sekaligus mendorong valorisasi limbah. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan eksplorasi penggunaan katalis CaO dari prekursor calcium glycerolate yang disintesis dari limbah biomineral-gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh jenis prekursor CaO berupa eggshell, snailshell, dan Ca(OH)2 terhadap performa transesterifikasi minyak goreng sawit. Transesterifikasi dilakukan pada boiling flask kapasitas 250 mL dengan suhu 60°C selama 2 jam, dan catalyst load 7% b/b basis kering. Parameter yang diukur mencakup yield, komposisi, karakteristik biodiesel, parameter kinetika transesterifikasi, hingga karakteristik katalis dari uji kualitatif CaO, XRD, total basicity, SEM, dan BET. Analisis statistik juga dilakukan melalui ANOVA dan uji post-hoc Tukey serta Games-howell. Hasil penelitian untuk katalis heterogen menunjukkan bahwa jenis katalis memberi pengaruh signifikan terhadap yield dan %FAME dengan nilai tertinggi yield sebesar 88,36% b/b dari CH-CaO dan %FAME sebesar 99,74% (area%) dari CG(E)-CaO namun perbedaan prekursor tersebut tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap komposisi senyawa dominan pada biodiesel. Jenis katalis juga memiliki pengaruh signifikan terhadap konstanta laju reaksi dengan nilai tertinggi diperoleh CH-CaO sebesar 0,05 menit-1. Hasil pengujian karakteristik CaO menunjukkan bahwa pola XRD sesuai dengan kristalin CaO, total basicity tertinggi diperoleh pada CH-CaO sebesar 13,65 mmol/gram, volume pori tertinggi diperoleh CH-CaO & CG(E)-CaO sebesar 0,155 cm3/gr, dan luas permukaan tertinggi diperoleh pada CG(S)-CaO sebesar 3,67 m2/gr.
MODIFIKASI LAPISAN TRANSPOR ELEKTRON SNO2 MELALUI PENAMBAHAN CARBON DOTS UNTUK PENINGKATAN KINERJA SEL SURYA PEROVSKIT
Sel surya perovskit (perovskite solar cells, PSCs) merupakan teknologi fotovoltaik yang berkembang pesat karena memiliki efisiensi tinggi, biaya produksi yang relatif rendah, dan proses fabrikasi yang sederhana. Namun, performa PSCs masih dibatasi oleh kehilangan muatan dan rekombinasi pada antarmuka perangkat. Pada arsitektur n-i-p, SnO? banyak digunakan sebagai lapisan transpor elektron (ETL), tetapi keberadaan cacat permukaan seperti oxygen vacancies dapat meningkatkan rekombinasi dan menurunkan efisiensi perangkat. Penelitian ini mengkaji pengaruh konfigurasi nitrogen pada nitrogen-functionalized carbon dots (N-CDs), yaitu pyrrolic-N, pyridinic-N, dan graphitic-N, terhadap sifat elektronik SnO? serta kinerja PSCs berbasis perovskit triple-cation Cs-FA-MA. N-CDs disintesis melalui metode hidrotermal dengan variasi prekursor untuk menghasilkan dominasi konfigurasi nitrogen yang berbeda, kemudian diinkorporasikan ke dalam lapisan SnO? sebagai ETL. Karakterisasi dilakukan untuk mengevaluasi struktur kimia, sifat optik, tingkat energi, mobilitas elektron, serta dinamika transfer muatan pada antarmuka ETL/perovskit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan N-CDs tidak menurunkan transparansi optik SnO? secara signifikan dan mampu memperbaiki kualitas antarmuka melalui pengurangan cacat permukaan serta peningkatan transpor elektron. Seluruh jenis N-CDs memberikan peningkatan performa dibandingkan dengan SnO? tanpa modifikasi, namun efeknya bergantung pada konfigurasi nitrogen yang dominan. N-CDs kaya pyridinic-N, menunjukkan hasil terbaik dengan penyelarasan tingkat energi yang lebih baik, mobilitas elektron yang lebih tinggi, serta ekstraksi elektron yang lebih cepat sehingga mampu menekan rekombinasi muatan. Perangkat PSCs dengan ETL SnO? termodifikasi N-CDs kaya pyridinic-N menghasilkan power conversion efficiency (PCE) tertinggi sebesar 17,40%, lebih tinggi dibandingkan perangkat berbasis SnO? pristine (14,85%) maupun konfigurasi nitrogen lainnya. Selain itu, perangkat ini mempertahankan sekitar 67% dari PCE awal setelah penyimpanan selama 1008 jam tanpa enkapsulasi, menunjukkan peningkatan stabilitas yang signifikan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa konfigurasi ikatan C–N pada N-CDs merupakan faktor penting dalam rekayasa antarmuka PSCs berbasis SnO?. Konfigurasi pyridinic-N terbukti paling efektif dalam meningkatkan sifat elektronik ETL, memperbaiki ekstraksi muatan, meningkatkan efisiensi konversi daya, dan memperkuat stabilitas perangkat. Temuan ini memberikan pemahaman tentang hubungan antara struktur kimia N-CDs dan kinerja PSCs.
PENGEMBANGAN DAN EVALUASI MODEL INTERVENSI DIGITAL TERINTEGRASI SAHABAT DM UNTUK MENINGKATKAN SELFMANAGEMENT DAN KENDALI GLIKEMIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA LAYANAN KESEHATAN PRIMER DI KOTA BANDUNG
International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan jumlah penderita diabetes melitus (DM) di Indonesia dapat mencapai 28,57 juta pada 2045, menjadikan Indonesia sebagai negara penderita DM ketujuh terbesar di dunia. Edukasi terstruktur untuk meningkatkan manajemen perawatan DM telah terbukti efektif membantu pasien, tetapi keterbatasan waktu di layanan primer seringkali membuat proses konseling tidak optimal. Di sisi lain pemanfaatan teknologi digital saat ini menawarkan peluang untuk meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri pasien dalam mengelola penyakit kronis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan layanan digital edukasi gaya hidup sehat berkelanjutan sebagai panduan pengelolaan dan penatalaksanaan diabetes melitus, dengan tujuan akhir menurunkan HbA1c dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods sequential exploratory yang terdiri atas empat tahapan utama, dengan integrasi metode kualitatif dan kuantitatif. Tahap pertama merupakan studi kualitatif eksploratif yang bertujuan untuk menggali ekspektasi dan kebutuhan pasien terhadap layanan digital dalam pengelolaan T2DM. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 20 responden yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan perangkat lunak NVivo untuk mengidentifikasi tema-tema utama, yang kemudian menjadi dasar pengembangan fitur dan konten intervensi digital. Tahap kedua adalah tahap pengembangan aplikasi digital Sahabat DM menggunakan pendekatan research and development (R&D) berbasis desain partisipatif. Proses ini melibatkan masukan dari pasien dan tenaga medis / kesehatan untuk memastikan bahwa aplikasi memenuhi kebutuhan pengguna. Aplikasi memuat edukasi audio visual (video) berdurasi 1–2 menit tentang gaya hidup sehat, pengelolaan diet, aktivitas fisik, informasi obat, efek sampingnya tanaman berkhasiat, dan teknik relaksasi, materi edukasi per pekan. Tahap ketiga merupakan uji Usability aplikasi secara kuantitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Penilaian/evaluasi dilakukan menggunakan instrumen System Usability Scale (SUS) dan Single Ease Question (SEQ) terhadap sejumlah pengguna terbatas untuk menilai kemudahan penggunaan dan kenyamanan akses -fitur aplikasi. Hasil uji Usability pada tahap ketiga menunjukkan bahwa aplikasi memiliki tingkat kelayakan penggunaan yang baik, dengan skor System Usability Scale (SUS) sebesar 72 dengan kategori B (good) dan skor Single Ease Question (SEQ) rata-rata 5 yang menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai setiap tugas dalam aplikasi dapat diselesaikan dengan tingkat kemudahan yang relatif baik digunakan dan diterima oleh pengguna. Tahap keempat adalah implementasi intervensi digital melalui desain kuantitatif quasieksperimental dengan pre-test and post-test control group. Sebanyak 100 pasien T2DM dengan kadar HbA1c tidak terkontrol (> 8%) direkrut dari 10 Puskesmas di Kota Bandung selama periode Desember 2023 hingga Juni 2024. Responden dibagi secara seimbang ke dalam dua kelompok: kelompok intervensi (n=50) yang menerima layanan digital Sahabat DM selama 24 pekan, dan kelompok kontrol (n=50) yang memperoleh konseling konvensional dari Puskesmas. Materi edukasi digital diberikan secara rutin setiap pekan melalui media audio-visual, yang berfokus pada peningkatan kesadaran, edukasi berkelanjutan, dan penguatan perilaku hidup sehat. Hasil studi menunjukkan bahwa proporsi responden kelompok intervensi dengan kadar HbA1c 8–9% mengalami penurunan signifikan dari 40% pada awal seleksi menjadi 7% setelah 6 bulan intervensi. Sementara itu, pada kelompok kontrol, proporsi responden dengan HbA1c 6–8% menurun dari 44% menjadi 20% setelah konseling konvensional selama periode yang sama. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis aplikasi digital Sahabat DM efektif dalam menurunkan kadar HbA1c, meningkatkan pemahaman pasien terhadap pengelolaan diabetes melitus, berpotensi diintegrasikan ke layanan primer sebagai model edukasi diabetes berbasis teknologi. serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat dan berkelanjutan.
PENERAPAN RETRIEVAL-AUGEMENTED GENERATION (RAG) UNTUK MENGURANGI HALUSINASI PADA SISTEM TANYA JAWAB SEJARAH INDONESIA
Large Language Model (LLM) memiliki kelemahan berupa halusinasi, yakni kecenderungan menghasilkan informasi yang tidak akurat atau tidak dapat diverifikasi. Pada domain sejarah Indonesia, kelemahan ini diperparah oleh dugaan bahwa sebagian topik sejarah nasional periode 1945–1998 minim representasi pada model bahasa global yang dilatih dominan pada teks berbahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan merancang sistem tanya jawab berbasis Retrieval-Augmented Generation (RAG) yang sesuai dengan karakteristik domain sejarah Indonesia untuk mengurangi halusinasi, serta mengukur efektivitasnya dibandingkan LLM tanpa RAG dan mengidentifikasi karakter pertanyaan tempat efektivitasnya paling menonjol. Tiga arsitektur RAG diimplementasikan di atas komponen yang konsisten sebagai analisis pendukung trade off. Tiga arsitektur yang diimplementasikan adalah Naive RAG, Advanced RAG dengan reranking, dan Modular RAG dengan query rewriting, dengan komponen dasar berupa hybrid retrieval (BM25 dan dense embedding), generator Llama 3.1 8B Instruct kuantisasi 4-bit yang dijalankan secara lokal, dan korpus empat buku sejarah Indonesia. Evaluasi dilakukan dalam dua eksperimen berurutan pada 150 pertanyaan yang sama, dengan Eksperimen 2 menambahkan perbaikan struktur chat template baseline untuk menutup celah false refusal yang teridentifikasi pada Eksperimen 1. Metrik acuan utama adalah answer correctness dari framework RAGAS, yang mengukur kebenaran jawaban terhadap ground truth? faithfulness, answer relevancy, context precision, serta EM dan F1 token-overlap diperlakukan sebagai metrik pendukung. Hasil evaluasi menunjukkan efektivitas RAG bersifat kondisional terhadap karakter pertanyaan. Berdasarkan answer correctness, Advanced RAG mengungguli baseline pada pertanyaan faktual (0,386 versus 0,335) dan tokoh/peristiwa (0,550 versus 0,439), sedangkan pada pertanyaan kronologis baseline masih kompetitif akibat efek distractor retrieval. Advanced RAG juga memimpin faithfulness sebagai indikator keterikatan jawaban pada sumber. Advanced RAG direkomendasikan sebagai konfigurasi yang paling sesuai untuk domain sejarah Indonesia, dengan aturan pemakaian per kategori: efektif mengurangi halusinasi pada pertanyaan faktual dan tokoh/peristiwa, sementara pertanyaan kronologis memerlukan penanganan lanjutan.