📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4,000 dokumen

DAMPAK FISIK DAN LINGKUNGAN WISATA KULINER LENGKONG STREET FOOD BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT SEKITARNYA DENGAN PENDEKATAN IMPORTANCE - PERFORMANCE ANALYSIS (IPA)

Wisata Kuliner Lengkong Street Food terletak pada Jalan Lengkong Kecil, Kelurahan Paledang, Kota Bandung, berkembang pesat sejak 2020, pedagang memanfaatkan trotoar dan bahu jalan sebagai lapak berjualan. Perkembangan masif ini berpotensi menimbulkan dampak fisik dan dampak lingkungan bagi masyarakat sekitar, namun belum ada penelitian yang mengidentifikasinya secara komprehensif berdasarkan persepsi masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak fisik dan dampak lingkungan akibat Wisata Kuliner Lengkong Street Food berdasarkan persepsi masyarakat sekitarnya, sekaligus menyusun arahan pengembangan kawasan. Metode yang dipilih terdiri dari mixed methods bersifat deskriptif serta pendekatan demand-oriented. Data primer diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 111 responden warga Kelurahan Paledang dan wawancara dengan pihak kelurahan. Analisis dilakukan menggunakan Importance - Performance Analysis (IPA), statistik deskriptif, serta kualitatif deskriptif. Keluaran dari penelitian memperlihatkan jika dampak fisik adalah mayoritas yang menempati kategori memerlukan penanganan prioritas, terutama terkait gangguan fungsi trotoar dan badan jalan akibat lapak pedagang, ketidaktersediaan area parkir, serta rendahnya kenyamanan pejalan kaki. Sebaliknya, seluruh indikator dampak lingkungan dinilai sudah ideal sehingga perlu untuk dipertahankan, mencakup tata kelola persampahan, kebersihan setelah operasional dan kenyamanan tinggal, yang terjaga karena koordinasi dengan Dinas terkait serta kepatuhan pedagang terhadap batas jam operasional. Temuan ini menjadi kebaruan penelitian karena berbeda dari dampak lingkungan yang umumnya terjadi pada wisata kuliner perkotaan. Penelitian ini ikut memengaruhi pada ilmu perencanaan wilayah dan kota dalam memahami transformasi ruang jalan akibat pertumbuhan ekonomi informal berbasis persepsi masyarakat

2026
👤 Penulis: Sekar Ayu Diva Ratu Maharani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

EVALUASI PERAN TANAH PENUTUP TERHADAP RISIKO KONTAMINAN AIRTANAH DI TPPAS SARIMUKTI, KABUPATEN BANDUNG BARAT

TPPAS Sarimukti memiliki proses penimbunan sampah dengan sistem open dumping yang pada umumnya menghasilkan pencemar berupa air lindi sehingga dapat menyebabkan pencemaran air di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konduktivitas hidrolik dan kualitas airtanah serta air permukaan di sekitar TPPAS Sarimukti serta mengevaluasi efektivitas lapisan tanah penutup dalam menekan potensi pembentukan dan pergerakan lindi berdasarkan data kimia air dan pola aliran airtanah. Data yang digunakan merupakan data primer berupa data infiltrasi yang diolah menjadi konduktivitas hidrolik dan data kimia air berupa nilai konsentrasi total dissolved solid (TDS) dan klorida (Cl-). Berdasarkan hasil interpolasi nilai konduktivitas hidrolik, sampel airtanah pada titik SP2 berada pada zona dengan nilai konduktivitas hidrolik tanah yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan titik airtanah lainnya (SP1 dan SP3). Begitupun dengan nilai konsentrasi TDS dan Cl- pada titik SP2. Sehingga, adanya kecenderungan awal yang mengindikasikan adanya hubungan potensial peningkatan nilai konsentrasi TDS dan Klorida seiring meningkatnya nilai konduktivitas hidrolik tanah. Selain itu, lapisan tanah penutup dengan ketebalan yang relatif terbatas yaitu sebesar 50 cm yang dikombinasikan dengan nilai konduktivitas hidrolik sebesar 10-5 – 10-4 cm/detik sehingga masih memungkinkan air hujan berpotensi meresap ke dalam timbunan sampah dan membentuk lindi. Peningkatan konsentrasi TDS dan klorida pada airtanah serta pola aliran airtanah dari TPPAS menuju titik pengamatan menunjukkan adanya potensi pergerakan lindi menuju sistem airtanah. Selain itu, kontribusi dari air sungai perlu dipertimbangkan, mengingat hasil pengolahan lindi dialirkan ke badan sungai yang berpotensi berinteraksi dengan sistem airtanah.

2026
👤 Penulis: Yundhera Danazahra
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Sampah 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO CURUG CINULANG

Pertumbuhan penduduk Provinsi Jawa Barat yang mencapai 1,83% per tahun mendorong peningkatan kebutuhan energi listrik yang signifikan, sementara Indonesia berkomitmen memenuhi target bauran energi terbarukan sebesar 51,6% pada 2030 berdasarkan RUPTL PLN 2021–2030. Curug Cinulang di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, yang terletak pada elevasi 815–1.099 m dpl dengan populasi sekitar 121.813 jiwa, memiliki potensi hidrologis yang belum dimanfaatkan sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Penelitian ini bertujuan merancang komponen sipil PLTMH yang memenuhi standar teknis serta layak secara ekonomi. Metodologi yang diterapkan meliputi analisis hidrologi menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III dan metode F.J. Mock untuk mendapatkan debit banjir rencana dan debit andalan, perancangan komponen bangunan sipil (bendung, intake, kantong lumpur, saluran pembawa, kolam penenang, pipa pesat, saluran pembuang), serta analisis kelayakan ekonomi menggunakan parameter NPV, IRR, BCR, dan payback period. Tiga alternatif skema tata letak dievaluasi secara teknis dan ekonomis. Hasil analisis hidrologi menghasilkan debit banjir rencana Q??? sebesar 49,98 m³/s dan debit andalan Q?? sebesar 0,281 m³/s. Skema 1 dipilih sebagai skema terpilih dengan head efektif 17,74 m, menghasilkan daya sebesar 37,69 kW dan produksi energi tahunan 231.085 kWh. Bendung direncanakan dengan lebar efektif 21,6 m dan terbukti aman terhadap geser dan guling pada kondisi normal maupun banjir. Turbin terpilih adalah tipe Cross-Flow dengan efisiensi 77%. Biaya konstruksi Skema 1 sebesar Rp1.731.424.144,07 dengan net cashflow Rp277.799.075,21 per tahun, menghasilkan NPV positif sebesar Rp480.781.042,55, IRR 15,08%, BCR 1,28, dan payback period 6,23 tahun, sehingga proyek dinyatakan layak secara ekonomi.

2026
👤 Penulis: Gerald T A Manurung
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Energi Terbarukan 🏷️ Kecerdasan Buatan

KAJIAN TEKNIS TERHADAP UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA INDONESIA

Berkenaan dengan UU No. 43 Tahun 2008 Tentang Wilayah Negara yang berisi peraturan tentang perbatasan wilayah negara terutama wilayah laut, sangat penting untuk melakukan kajian teknisnya agar dapat dilakukan implementasi di lapangan. UU No. 43 Tahun 2008 sangat berhubungan dengan peraturan-peraturan lain. Baik itu peraturan nasional yang telah terbit sebelumnya, juga dengan peraturan internasional. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji aspek teknis tentang UU No. 43 Tahun 2008 dari berbagai sumber terkait hukum, standar survei, imlementasi teknis, dan teknologi survei terbaru. Seiring dengan berkembangnya teknologi, peraturan tentang wilayah negara juga turut berkembang. Hal ini diakibatkan oleh semakin canggihnya teknologi alat untuk mencapai ketelitian yang lebih baik. Sehingga peraturan tentang standar ketelitian pengukuran pun ikut berkembang. Dalam tugas akhir ini dibahas tentang teknis penetapan batas laut dengan standar ketelitian terbaru.

2026
👤 Penulis: Farid Ilman Sani Al Haqi
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Peraturan Hukum

ANALISIS STRUKTUR-SIFAT FOTOLUMINESENSI CARBON DOTS (CDS) MELALUI MACHINE LEARNING BERBASIS LITERATURE MINING TERINTEGRASI LARGE LANGUAGE MODELS (LLMS)

Studi ini menggabungkan literature mining berbasis large language models (LLMs) GPT-5 Mini dan pendekatan rule-based (regex) dengan pemodelan Artificial Neural Network (ANN) untuk menganalisis N-CDs sebagai struktur utama dengan variasi co-dopan heteroatom. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan literature mining ini sangat efektif, mencapai akurasi 91,73%. Kumpulan data yang telah diseleksi tersebut dimanfaatkan dalam kerangka kerja machine learning (ML) untuk menyelidiki hubungan struktur-sifat yang mengatur perilaku fotoluminesensi, yaitu warna emisi sebagai deskriptor praktis dalam aplikasi CDs. Hasil ANN menunjukkan bahwa pergeseran warna emisi terutama ditentukan oleh parameter yang berkaitan dengan carbon, khususnya komposisi karbon (%C), yang secara tidak langsung mencerminkan fitur struktural seperti konjugasi dan delokalisasi elektron ???? yang terkait dengan modulasi celah pita dan pergeseran emisi. Selain itu, nitrogen memodulasi perilaku emisi melalui fungsionalitas dan konfigurasinya pada permukaan, yang memengaruhi keadaan surface states serta jalur rekombinasi elektron-hole. Sementara itu, co-dopan tambahan juga memengaruhi pergeseran emisi, namun hanya bersifat sebagai modulator. Pendekatan ini menekankan potensi strategi berbasis data dalam menghubungkan informasi eksperimental dari literatur dengan pemahaman fisik terhadap material.

2026
👤 Penulis: Yuliana Nur Azizah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Artificial Neural Network (Ann) 🏷️ Hidrologi

ANALISIS DERET WAKTU DARI DATA PENGAMATAN DEFORMASI KERAK BUMI MENGGUNAKAN METODE AUTOREGRESSIVE MOVING AVERAGE (ARMA)

Secara umum data deret waktu GPS mempunyai bentuk pola berupa pola linier, musiman, dan irregular (tidak beraturan). Pola musiman dan irregular tersebut harus dieliminasi sehingga data yang dihitung hanya merupakan pola dari pergerakan lempeng bumi. Metoda Autoregressive moving average (ARMA) diaplikasikan untuk memodelkan pola irregular deret waktu koordinat stasiun GPS. Sebelum proses ARMA, perlu dilakukan reduksi terhadap komponen linier (trend) dan musiman (seasonal). Reduksi komponen trend menggunakan regresi linier sederhana, sedangkan reduksi komponen seasonal menggunakan polinomial trigonometri. Dari hasil hitungan vektor kecepatan horizontal menggunakan data mentah dan improved ARMA diperoleh selisih pergeseran antara 0,0006 m sampai 0,0023 m, kecuali untuk stasiun JAMB selisih mencapai 0,008 m dan mengalami penurunan simpangan baku sebesar 0,0035 m sampai 0,0044 m. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode ARMA berpengaruh signifikan dalam pereduksian noise dan tidak berpengaruh signifikan dalam hitungan vektor kecepatan horizontal.

2026
👤 Penulis: Casimin
🏷️ Analisis Deret Waktu 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

STUDI PENGARUH PANJANG BASELINE TERHADAP KETELITIAN SURVEI BATIMETRI MENGGUNAKAN METODA GPS REAL TIME

Survei batimetri merupakan salah satu dari pekerjaan hidrografi untuk keperluan kerekayasaan ataupun keperluan praktis. Ketelitian suatu survei batimetri tidak terlepas dari peranan GPS yang dapat mencatat suatu titik koordinat posisi dengan tingkat akurasi cukup tinggi. Alat GPS merupakan alat yang paling sesuai untuk digunakan dalam kegiatan survei batimetri karena sistemnya dapat menerima data posisi secara real-time dengan diterapkannya metode differential positioning. Dengan menggunakan metode diferensial ini, GPS membutuhkan suatu acuan stasiun referensi dengan jarak baseline yang sesuai agar ia dapat memberikan ketelitian posisi yang baik pada saat dilakukan kegiatan survei secara real time di mana data koordinat yang diperoleh harus bisa digunakan seketika itu juga. Dengan adanya variasi lokasi stasiun referensi dari area survei, maka akan bisa dianalisis pengaruh jarak baseline terhadap ketelitian pengamatan dengan GPS. Di dalam tugas akhir ini akan dianalisis mengenai ketelitian komponen posisi horizontal, yaitu standar deviasi arah timur-barat dan standar deviasi arah utara-selatan terhadap panjang baseline. Baseline yang diteliti memiliki panjang 100 km, 76 km, 51 km, 34 km, dan 9 km. Skenario pengolahan data yang dilakukan ada dua, yaitu melakukan pengolahan data titik diam secara kinematik dan pengolahan data titik yang bergerak. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa perubahan tingkat ketelitian yang diberikan oleh masing-masing pengamatan cenderung bervariasi seiring dengan pertambahan jarak baseline karena disimulasikan dalam keadaan real time. Dengan menggunakan pemodelan secara matematis, yaitu pendekatan regresi linier dan eksponensial, perubahan tingkat ketelitian itu bisa digambarkan dan nantinya dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi untuk melakukan survei batimetri secara real time.

2026
👤 Penulis: Bayu Andi Nugroho
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Regresi

ANALISIS DERET WAKTU DATA PENGAMATAN GPS KONTINU DI JAWA BARAT

Daerah Jawa Barat sebenarnya memiliki karakteristik seismik yang unik. Tidak seperti daerah-daerah di Pulau Sumatra yang merupakan daerah rawan gempa, karena sering terjadi gempa dengan magnitude yang besar, daerah Jawa Barat ini jarang terjadi gempa. Gempa yang terjadi pun biasanya dalam magnitude yang lebih kecil dibandingkan dengan gempa bumi di Sumatra. Tetapi, di Jawa Barat juga pernah terjadi gempa dengan skala kerusakan yang besar, seperti Gempa Tasikmalaya (2 September 2009) dan Gempa Pangandaran (17 Juli 2006). Untuk itu masih perlu diselidiki lebih lanjut pola deformasi pada Blok Sunda (Sunda Block) ini, khususnya di Jawa Barat. Saat ini, berbagai studi dan penelitian geodinamika sudah dilakukan. Salah satunya adalah pemasangan (instalasi) jaring GPS kontinu di Jawa Barat. Tujuannya adalah untuk meneliti bagaimana pergerakan titik-titik pengamatan GPS kontinu tersebut sehingga untuk selanjutnya dapat dianalisis bagaimana pola deformasinya. Data hasil pengamatan GPS ini kemudian diolah dengan software ilmiah Bernese, lalu dilakukan plotting deret waktunya, sehingga dapat dilakukan analisis deret waktu. Tahap selanjutnya yaitu melakukan analisis pergeseran dan regangan titik-titik pengamatan GPS di Jawa Barat. Analisis deret waktu dalam Tugas Akhir ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pola pergeseran dan regangan di Jawa Barat. Hasil pengolahan data yang diperoleh menunjukkan bahwa Blok Sunda mengalami pergerakan horisontal ke arah tenggara relatif terhadap jaring ITRF-05 dengan kecepatan 2-3 cm/tahun. Sedangkan untuk pergerakan vertikalnya terdapat variasi dalam pergerakannya. Selain itu, diketahui bahwa wilayah Jawa Barat ini didominasi oleh fenomena kompresi (tekanan ke dalam) dengan arah N-S. Sedangkan fenomena dilatasi terdapat di beberapa area Jawa Barat di sekitar sesar Cimandiri.

2026
👤 Penulis: Bagja Aryasa Wijaksana
🏷️ Geodinamika 🏷️ Analisis Deret Waktu 🏷️ Hidrologi

EVALUASI ESTIMASI KONSENTRASI SEDIMEN TERSUSPENSI DARI INSTRUMEN HIDRO-AKUSTIK DAN SAMPEL LAPANGAN.

Tugas akhir ini membahas persamaan empirik hasil dari perbandingan langsung antara intensitas akustik dan sampel lapangan konsentrasi sedimen tersuspensi. Persamaan empirik digunakan untuk mengubah intensitas gema akustik menjadi konsentrasi sedimen tersuspensi dengan kalibrasi konsentrasi sedimen tersuspensi dari sampel lapangan. Data diperoleh dari tiga lokasi pengukuran yang terletak di pesisir utara pantai Jawa Barat, yaitu Pulau Semak Daun, Muara Gembong, dan Indramayu. Pengukuran dilakukan dengan instrumen hidro-akustik tipe Doppler yaitu AWAC (frekuensi 600kHz) dan Aquadopp? (frekuensi 600kHz dan 1000kHz). Pengambilan sampel air dilakukan pada ketiga lokasi pengukuran untuk mengetahui konsentrasi sampel sedimen tersuspensi. Persamaan empirik dievaluasi dengan membandingkan konsentrasi sampel dan konsentrasi hasil estimasi. Hasil menunjukkan bahwa estimasi konsentrasi tergantung pada frekuensi instrumen yang digunakan dan lokasi pengukuran. Sensitivitas pada instrumen berfrekuensi 1000kHz lebih tinggi dibandingkan dengan instrumen berfrekuensi 600kHz. Penentuan akurasi berdasarkan tingkat kesesuaian yang diperoleh dengan membandingkan konsentrasi hasil estimasi dan konsentrasi hasil pengukuran dan digolongkan ke dalam faktor dua (nilai perbandingan berada diantara 0,5 dan 2). Hasil menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian faktor dua bernilai diatas 60% untuk lokasi pulau Semak Daun dan Muara Gembong, sedangkan untuk daerah Indramayu nilainya masih berada di bawah 60%. Perlu digarisbawahi bahwa hasil estimasi dengan menggunakan persamaan empirik dalam kajian ini bersifat relatif, karena tidak dilakukan kalibrasi karakteristik instrumen dan properti sedimen. Walaupun demikian, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan instrumen hidro-akustik untuk estimasi konsentrasi sedimen tersuspensi.

2026
👤 Penulis: Arif Mirza
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Akustik 🏷️ Estimasi Konsentrasi Sediment

STUDI ALLOYING LOGAM TRANSISI MN PADA PEROVSKIT ANORGANIK HALIDA CSPBI3 BERBASIS DENSITY FUNCTIONAL THEORY DAN SIMULASI SCAPS-1D UNTUK APLIKASI SEL SURYA

Perovskit anorganik halida ?-CsPbI? merupakan material absorber yang menjanjikan untuk aplikasi sel surya karena memiliki sifat optoelektronik yang baik dan celah pita yang sesuai untuk konversi energi fotovoltaik. Namun, implementasi praktisnya masih terbatas akibat rendahnya stabilitas struktur pada kondisi lingkungan, di mana fase hitam yang aktif secara fotovoltaik cenderung berubah menjadi fase kuning yang tidak aktif. Selain itu, keberadaan Pb juga menimbulkan permasalahan toksisitas dan dampak lingkungan. Alloying logam transisi, khususnya Mn, dilaporkan mampu meningkatkan stabilitas serta memodifikasi sifat elektronik CsPbI?. Akan tetapi kajian yang menghubungkan sifat material pada tingkat atomik dengan performa perangkat fotovoltaik masih terbatas. Dalam penelitian ini, dikembangkan kerangka kerja terintegrasi berbasis Density Functional Theory (DFT) menggunakan VASP dan simulasi SCAPS-1D untuk mengevaluasi pengaruh alloying Mn pada CsPb1-xMnxI3 (x = 0; 0,125; dan 0,25). Hasil menunjukkan bahwa dari ketiga komposisi yang diteliti, komposisi x = 0,125 menghasilkan efisiensi konversi daya (PCE) tertinggi sebesar 28,30%, yang menunjukkan peningkatan PCE yang signifikan dibandingkan CsPbI3 pristine dengan PCE sebesar 23,97%. Peningkatan ini dikaitkan dengan penyempitan celah pita, peningkatan penyerapan optik, serta penyelarasan pita energi antarmuka yang lebih baik. Hasil ini menunjukkan bahwa alloying Mn berpotensi menjadi strategi efektif untuk pengembangan sel surya perovskit anorganik yang lebih efisien dan stabil.

2026
👤 Penulis: Geraldhika Revaldo Arya R
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

STUDI TEKNO-EKONOMI DAMPAK PAJAK KARBON TERHADAP LAJU PRODUKSI DAN DURASI PRODUKSI LAPANGAN MINYAK

Penerapan kebijakan pajak karbon pada sektor hulu minyak dan gas (migas) mengubah profil biaya operasional menjadi beban finansial langsung yang berdampak pada kelayakan ekonomi proyek. Dampak tersebut menjadi semakin kritis pada lapangan minyak tua yang secara alami mengalami penurunan laju produksi dan kenaikan biaya perbaikan sumur, sehingga memiliki kerentanan tinggi terhadap beban biaya tambahan berupa pajak karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana penerapan pajak karbon mempengaruhi indikator ekonomi proyek migas, terutama Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR), serta merancang dan menguji strategi pengaturan laju produksi dan durasi produksi sebagai upaya mitigasi terhadap beban biaya karbon. Metode penelitian menggabungkan inventarisasi emisi berbasis aktivitas dengan analisis finansial proyek. Emisi karbon dihitung untuk setiap sumber utama: pembakaran bahan bakar operasional, flaring, venting, dan fugitive emissions. Pendekatan berbasis aktivitas memungkinkan penghitungan emisi yang terperinci berdasarkan intensitas bahan bakar, jam operasi, volume flaring/venting, dan laju kebocoran yang diamati atau diestimasi. Emisi yang dihitung dikonversi menjadi beban biaya karbon menggunakan tarif pajak karbon yang diberlakukan, kemudian dikoreksi dengan mekanisme subsidi berbasis alokasi allowance dari pemerintah atau dengan kata lain sejumlah alokasi emisi yang diberikan mengurangi beban pajak riil sehingga menghasilkan biaya karbon bersih. Biaya karbon bersih ini dimasukkan ke dalam proyeksi arus kas operasi proyek sehingga perubahan NPV dan IRR dapat dihitung secara langsung. Untuk menguji strategi mitigasi operasional, dikembangkan skenario optimasi produksi yang merupakan kombinasi pengurangan laju produksi sebesar 10%, 20%, dan 30% bersama opsi perpanjangan durasi produksi masing-masing sebesar satu, dua, dan tiga tahun. Pendekatan ini merefleksikan trade-off klasik yaitu menurunkan laju produksi menurunkan intensitas emisi tahunan dan pajak karbon tahunan, namun menambah durasi lapangan sehingga menambah akumulasi biaya operasi dan risiko harga. Model keuangan dijalankan pada kondisi baseline ekonomi saat ini, serta melalui analisis sensitivitas terhadap eskalasi harga karbon jangka panjang untuk menilai ketahanan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberlakuan pajak karbon secara signifikan menurunkan NPV baseline meskipun mekanisme allowance atau subsidi dapat mengurangi sebagian beban awal. Di antara kombinasi skenario yang diuji, konfigurasi yang diberi kode Skenario C1 yakni pengurangan laju produksi yang moderat dipadu dengan perpanjangan durasi yang singkat, sehingga muncul sebagai konfigurasi paling optimal dalam kondisi ekonomi dan tarif karbon saat ini, karena mampu menyeimbangkan pengurangan pajak karbon tahunan tanpa memperbesar akumulasi biaya operasi secara berlebihan. Namun, hasil analisis sensitivitas mengungkap batas efektivitas strategi ini yaitu pada proyeksi jangka panjang dengan eskalasi harga karbon yang tinggi, penurunan laju produksi dan perpanjangan durasi tidak lagi cukup untuk menjaga kelayakan ekonomi dikarenakan NPV turun di bawah ambang kelayakan dan IRR menurun ke tingkat yang tidak menarik bagi investor. Dari sisi kebijakan dan praktik operasional, penelitian ini membuktikan bahwa pengaturan laju produksi adalah alat mitigasi jangka menengah yang berguna untuk lapangan migas tua menghadapi pajak karbon. Namun, efektivitasnya bersifat sementara dan sensitif terhadap trajektori harga karbon. Oleh karena itu, untuk menjaga keberlanjutan ekonomi lapangan tua pada skenario kenaikan harga karbon, dibutuhkan integrasi strategi teknologi pengurangan emisi seperti efisiensi pembakaran, elektrifikasi fasilitas dengan energi rendah karbon, pengurangan fugitive emissions melalui inspeksi serta perbaikan infrastruktur. Penelitian ini juga menyoroti perlunya kebijakan allowance yang adil dan fleksibel serta desain pajak karbon yang mempertimbangkan kelangkaan ekonomi lapangan tua agar tidak menyebabkan penutupan dini yang merugikan perekonomian lokal. Penelitian ini menyumbang kerangka kuantitatif bagi pengambil keputusan perusahaan dan pembuat kebijakan untuk memungkinkan evaluasi trade-off antara kebijakan iklim dan kelayakan investasi hilir hulu migas, serta menegaskan pentingnya kombinasi pengaturan operasional dan investasi teknologi sebagai respons yang lebih tangguh terhadap beban biaya karbon.

2026
👤 Penulis: Adithya Aladar
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

FEASIBILITY ANALYSIS OF GOLF COURSE IN BELITUNG ISLAND

Studi kelayakan diperlukan oleh investor, terutama sebagai inisiator, yang akan menghasilkan manfaat bagi seluruh komponen yang berkontribusi dalam investasi. PT XYZ akan menjadi fokus utama dalam makalah ini. PT XYZ adalah perusahaan yang didirikan pada 2005, bisnis ini terutama dalam operasi lapangan golf. Kondisi saat ini PT XYZ sangat menjanjikan, dengan reputasi yang baik dan penjualan adil, PT XYZ berkembang menjadi salah satu perusahaan golf dengan kesempatan besar. PT XYZ saat ini berencana untuk ekspansi bisnis dengan membangun sebuah lapangan golf. Lapangan golf proyek PT XYZ terletak di Bangka Belitung dan dengan itu, perlu pertimbangan banyak dari pandangan ekonomi dan pandangan lain karena juga akan berdampak pada pariwisata juga. Proyek ini diperlukan untuk menilai secara finansial, itu sebabnya studi kelayakan adalah sebuah kebutuhan harus dilakukan sebelum menyelesaikan proyek. Hal ini untuk menghindari risiko dalam mengambil atau mengembangkan proyek (merugi) tidak ekonomis. Modal penganggaran dengan menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Periode (PP) sebagai indikator ekonomi yang digunakan dalam menganalisis kelayakan yang ada kriteria tertentu untuk menentukan apakah hal ini layak secara ekonomis atau tidak. Dalam melakukan penelitian, ada beberapa langkah dilakukan, mulai dari mengidentifikasi masalah, menentukan dasar-dasar teoritis untuk mendukung perhitungan dan analisis, pengumpulan data diperlukan data primer dan sekunder, menganalisis data, dan dalam kesimpulan akhir menghasilkan yang digunakan untuk saran kepada perusahaan. Hasilnya, setelah perhitungan dan analisis, lapangan golf adalah layak dan disarankan kepada perusahaan untuk mengembangkan proyek. Berdasarkan jumlah luas NPV positif sebesar Rp 141 miliar, nilai IRR yang lebih besar daripada tingkat diskonto perusahaan 17.30%, dan dengan Payback Period 13 tahun proyek harus diterima dengan beberapa perbaikan. Keyword: Lapangan golf, studi kelayakan, NPV, IRR

2026
👤 Penulis: Kartika Dewi Puspasari
🏷️ Ekonomi Bisnis 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN KATALIS BIFUNGSIONAL CU–FE?O?/ZSM-5 UNTUK KONVERSI CO? KE AROMATIK

Konversi langsung CO? menjadi hidrokarbon cair, seperti senyawa aromatik benzena, toluena, dan xilena (BTX), merupakan topik yang sedang menjadi perhatian karena potensinya dalam mengatasi masalah lingkungan sekaligus menghasilkan produk bernilai tinggi. Namun, hingga kini, proses tersebut masih menghadapi tantangan berupa rendahnya aktivitas katalis, selektivitas terhadap produk aromatik ringan serta stabilitas katalis dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja katalis bifungsional berbasis besi oksida dan zeolit dalam konversi gas CO? menjadi aromatik. Penelitian berfokus pada modulasi situs aktif pada katalis besi oksida serta rekayasa struktur pori pada katalis zeolit melalui penambahan templat nano CaCO3 dengan metode bebas pelarut. Modulasi situs aktif dilakukan dengan penambahan promotor dan pengaturan kondisi reduksi. Sedangkan rekayasa struktur pori dilakukan dengan menambahkan templat CaCO3 pada sintesis zeolit melalui metode bebas pelarut. Katalis zeolit pada penelitian ini didesain memiliki 3 sistem pori, yaitu mikropori, mesopori, dan makropori yang diharapkan dapat menyediakan situs aktif yang cukup dan mudah diakses melalui adanya mesopori dan makropori. Selain itu, juga sebagai tempat penampung bagi terbentuknya kokas selama reaksi, sehingga deaktivasi pada katalis zeolit dapat dihambat. Masing-masing katalis yang disintesis kemudian dikarakterisasi menggunakan XRD, FTIR, XRF, SEM, TEM, TGA, dan XPS. Selain itu, sebelum digunakan sebagai sistem katalis bifungsional besi oksida/zeolit, masing-masing katalis diuji secara terpisah menggunakan umpan berturut-turut CO2 dan C2H4 untuk katalis besi oksida dan zeolit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya Cu yang terdistribusi rata mengubah sifat elektronik katalis Fe2O3 yang berpengaruh pada peningkatan selektivitas olefin. Selain itu, modulasi situs aktif melalui pengaturan gas pereduksi menggunakan CO dapat meningkatkan situs Fe2C5 yang kemudian berperan aktif dalam menghasilkan intermediet seperti olefin dan parafin. Peningkatan situs aktif karbida ini diiringi dengan peningkatan rasio produk olefin terhadap parafin mencapai 60% lebih besar dibandingkan dengan katalis yang direduksi dengan H2. Selanjutnya, keberadaan templat CaCO3 pada sistem sintesis zeolit tanpa adanya pelarut terbukti dapat menghasilkan zeolit dengan tiga tingkat pori (mikropori, mesopori, dan makropori) Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan rasio templat/SiO2 mempengaruhi pembentukan mesopori serta distribusi ukuran partikel. Sebaliknya, kristalinitas serta keasaman yang dihasilkan cenderung identik. Tingkat hierarki optimum, yang direpresentasikan oleh nilai Index Hierarchy Factor (IHF), dicapai pada rasio templat/SiO2 = 0,5. Selanjutnya, hasil evaluasi katalis zeolit pada reaksi konversi etilena menjadi aromatik menunjukkan adanya hubungan yang linier antara tingkat hierarki dengan aktivitas dan stabilitas katalis yang diwakili oleh nilai konversi, TOF, dan kandungan kokas. Adapun perbedaan keasaman pada zeolit secara signifikan memengaruhi konversi serta perolehan produk cair. Sedangkan jumlah asam total berkorelasi positif terhadap selektivitas aromatik. Evaluasi pengaruh kondisi reaksi pada produksi senyawa aromatik dari gas etilena menggunakan katalis zeolit menunjukkan bahwa selektivitas terhadap senyawa aromatik sangat dipengaruhi oleh temperatur reaksi, yang meningkat berturut-turut sebesar 0%, 16,57%, 58,29%, dan 75,28% pada temperatur 250 ?, 320 ?, 380 ?, dan 450 ?. Adapun peningkatan tekanan berpengaruh pada pembentukan senyawa berat, dan GHSV berpengaruh terhadap perolehan BTX dengan selektivitas terhadap senyawa BTX yang hampir mirip. Pengujian katalis pada sistem bifungsional menunjukkan hasil yang sejalan dengan pengujian pada bifungsional besi oksida/zeolit, menunjukkan bahwa isoparafin pada komposisi umpan CO2:H2 = 1:6 gabungan katalis Cu-Fe2O3/Zeolit menggunakan zeolit komersial yang direduksi menggunakan gas CO dapat meningkatkan perolehan fraksi C??, dengan produk dominan berupa isoparafin. Selain itu, olefin rantai panjang seperti diena dan hidrokarbon siklik yang merupakan prekursor pembentukan senyawa aromatik juga terobservasi pada kondisi ini. Fraksi aromatik kemudian diamati pada peningkatan jumlah CO2 (CO2:H2 1:3) dengan selektivitas aromatik total sebesar 8,82% dengan konversi CO2 sebesar 34,78%. Aktivitas ini dapat ditingkatkan dengan menggunakan zeolit hasil sintesis optimum yang telah diuji pada tahap sebelumnya (HZS-50-25), yaitu menghasilkan konversi sebesar 46,71% dengan selektivitas aromatik yang meningkat sebesar 28,76%. Peningkatan ini disertai dengan penurunan selektivitas gas CO yang signifikan dari 42% ke 9,22% berturut-turut untuk zeolit komersial dan zeolit sintesis dan peningkatan perolehan aromatik BTX sebesar 13,21% dibandingkan dengan katalis bifungsional menggunakan zeolit komersial yang hanya menghasilkan perolehan BTX sebesar 3,07%. Hasil ini membuktikan efek signifikan adanya pori 3 tingkat pada zeolit hasil sintesis yang membantu mempercepat difusi molekul untuk mencapai dan keluar dari sisi aktif zeolit

2026
👤 Penulis: Noerma Juli Azhari
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ENVIRONMENTAL EFFECT ON SHOPPER BEHAVIOR STUDY CASE: TASTE OF INDIA

Bandung is the fourth largest city in Indonesia. The existence of many colleges makes this city known as city students. Cool weather and the exotic atmosphere of the city also makes this city was chosen as the destination city Also, one thing that takes priority is the culinary tour visitors with diversity and taste. Taste of India is one of the many who tried fortune in the culinary industry competition in Bandung Towards year business career, Taste of India has offered original and delicious taste of Indian cuisine. Another opportunity owned by Taste of India is the Indian cuisine business rivalry not yet seen. Thus, the Taste of India has a great chance to win the competition However, competition does not merely see the competitors in terms of Indian restaurants. To survive the intense competition culinary industry in Bandung, Taste of India should also be able to compete with the entire competitors that do not offer Indian cuisine. Ironically, sales condition of Taste of India is very bad. Largest number of customers who came is only 13 people According to this research, Taste of India has fairly severe problems in the field of marketing. In fact, the market is not attracted even they barely know the existence of Taste of India in the Bandung culinary industry. In connection with the above problems, the analysis was made of research on quality assessment and customer satisfaction for Taste of India. The purpose of this study was to find the problems faced by the Taste of India that resulted to a poor sales situation. To collect data, the first step taken was to obtain observation in order to get customer's point of views followed by conducting interviews with Taste of India management. After that, researcher conducted FGD to know what important variables should be owned by a good restaurant. Then, the points in the FGD result were formulated into questionnaires to determine the level of quality assessment and customer satisfaction. This study includes an analysis of aspects of restaurant ambience, restaurant design, quality service and products The results referred to the conclusions and recommendations of research From the results of research, a point of consumer dissatisfaction came up from the poor state of the internal atmosphere and ambience. Therefore, management is recommended to change the atmosphere of the restaurant becoming more comfortable and attractive so the level of customer satisfaction and market

2026
👤 Penulis: Alessandra Khadijah Usman
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kepuasan Pelanggan

MEASURING THE SUCCES OF A POSITIONING STRATEGY, COMPARING ZARA AND NEXT

Makanan adalah salah satu kebutuhan primer manusia yang paling venting karena tanpa makan, manusia tidak akan bisa hidup. Kebutuhan akan akan atau Pangan adalah salah satu dari tiga kebutuhan primer disamping Sandang dan Papan. Dalam kebutuhan Pangan, terdapat berbagai variasi untuk memenuhi keinginan atas selera makanan dari kebutuhan pokok manusia ter but, diantaranya adalah makanan khas Jawa. Berdasarkan hasil interview dan observasi, penulis memilih makanan Jawa karena di Bandung belum ada cafe yang menjual makanan Jawa dan memiliki tempat nyaman yang berkonsep modern Jawa. Berdasarkan interview terhadap 20 mahasiswa UNPAD Ekstensi Fikom, 18 orang menyukai menu yang telah ditawarkan Java Blend dan dari 20 orang mahasiswa ITB yang diinterview, 17 orang menyukai menu yang ditawarkan Java Blend. Estimasi terhadap jumlah mahasiswa yang tinggal di Tubagus Ismail adalah 700 orang, berarti 90%nya adalah 630 orang yang akan suka dan memberi tanggapan positif terhadap Java Blend Cafe. Manusia selain mencari makanan yang enak, mereka juga mencari tempat yang nyaman dalam menikmati hidangan yang mereka makan. Di era sekarang ini, manusia gemar untuk mengunjungi cafe-cafe yang selain bisa untuk makan enak, juga bisa digunakan untuk tempat bersantai dan saling mengobrol dengan kerabat mereka atau biasa disebut "nongkrong", dan banyak cafe-cafe yang bersaing untuk menarik kepercayaan dan mencari pembeli sebanyak-banyaknya. Untuk memenuhi keinginan tersebut, Java Blend akan hadir di Jalan Raya Tubagus Ismail Raya No 2G sebagai cafe yang menyuguhkan berbagai makanan khas Jawa dan memiliki tempat yang nyaman dan dan berkonsep Jawa Modern. Mayarakat yang tinggal di Bandung, terutama daerah sekitar Tubagus Ismail dan Jalan Raya Dago akan bisa menikmati suguhan-suguhan ala Jawa dari Java Blend Cafe. Makanan spesial yang dijual oleh cafe cafe yang bernama Java Blend ini adalah Es Podeng, Es Dingin-dingin Empuk, Java Blend Sandwich, Sate Ponorogo, dan Angsle. Selain dapat menikmati suguhan hidangan, masyarakat juga akan bisa menikmati suasana dan kenyamanan tempat yang disuguhkan Java Blend. Dengan diiringi musik dari komputer dan juga sofa yang empuk dan nyaman, masyarakat dijamin akan nyaman dan merasa puas untuk selalu datang ke Java Blend Cafe. Dengan modal investasi awal Rp 143,282,400.00, Java Blend memiliki Market Size sebesar Rp 1,915,100 yang berasal dari Menu Siang sebesar Rp 783,200 dan Menu Malam sebesar Rp 1,131,900. Java Blend Cafe menawarkan IRR sebesar 37.59%, payback period delapan bukan dan NPV sebesar Rp 153,989,083 pada tahun ke 2.

2026
👤 Penulis: Ryan Pradipta
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi
Halaman 34 dari 267
💬