📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6,268 dokumenMODEL DINAMIKA TUMOR-IMUN PADA KANKER PAYUDARA DENGAN INTERVENSI TERAPI
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan jumlah kasus yang tinggi, sehingga diperlukan pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan pengendaliannya. Tugas akhir ini membahas model dinamika tumor-imun pada kanker payudara dengan intervensi terapi. Model dasar yang digunakan menggambarkan interaksi antara sel tumor MCF-7, natural killer cell (NK cell), cytotoxic T lymphocyte (CTL), white blood cell (WBC), serta pengaruh estrogen terhadap pertumbuhan tumor. Kajian dilakukan melalui analisis titik kesetimbangan, kestabilan lokal, simulasi numerik, dan bifurkasi numerik terhadap parameter efektivitas CTL. Hasil analisis menunjukkan bahwa model dasar memiliki beberapa titik kesetimbangan yang dapat dikaitkan dengan kondisi bebas tumor, dormansi, dan escape. Bifurkasi numerik terhadap parameter p6 menunjukkan perubahan jumlah titik kesetimbangan dari tiga menjadi lima, kemudian kembali menjadi tiga, yang mengindikasikan adanya bifurkasi saddle-node. Selanjutnya, model dikembangkan dengan menambahkan kemoterapi dan imunoterapi berupa TIL dan IL-2 eksternal. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tanpa treatment, populasi tumor menuju kondisi escape, sedangkan seluruh skenario treatment yang dikaji mampu menekan tumor menuju kondisi dormansi atau terkendali. Skenario kombinasi simultan menghasilkan waktu masuk dormansi paling cepat, sedangkan skenario kombinasi sekuensial menghasilkan reduksi maksimum tumor terbesar. Hasil ini menunjukkan bahwa model matematika dapat digunakan untuk memahami secara kualitatif pengaruh terapi terhadap dinamika tumor-imun.
PERANCANGAN WEBSITE BERBASIS DESAIN PARTISIPATORIS UNTUK PRODUK KERAJINAN SOLONG PENIAS
Solong Penias merupakan kerajinan anyaman bambu dan rotan khas masyarakat Paser, Kalimantan Timur, yang menyimpan pengetahuan budaya penting namun kini terancam punah akibat pergeseran ke alat modern dan melemahnya regenerasi pengetahuan di kalangan generasi muda. Namun demikian, belum ada pusat informasi terstruktur yang mendokumentasikan pengetahuan ini sekaligus menghubungkan pengrajin dengan pasar yang lebih luas, sehingga upaya pelestarian dan penguatan ekonomi pengrajin masih berjalan terpisah. Penelitian ini bertujuan memetakan pengetahuan pembuatan Solong Penias secara komprehensif dan merancang platform digital dwi-fungsi sebagai media diseminasi pengetahuan sekaligus saluran transaksi produk. Penelitian menggunakan pendekatan Practice-based Research dengan kerangka Design Thinking dan orientasi Desain Partisipatoris, melibatkan lima pengrajin dan satu anggota AMAN Paser melalui wawancara, observasi, workshop scaffolding, dan sesi co-design. Evaluasi platform dilakukan menggunakan System Usability Scale terhadap 20 responden pembeli. Hasil pemetaan menghasilkan enam domain pengetahuan yang menjadi dasar arsitektur platform tiga lapisan akses dengan model managed marketplace berorientasi nilai koperasi. Evaluasi SUS mencatat skor rata rata 78,375 dengan kategori acceptable, diperkuat member checking yang menunjukkan respons positif pengrajin. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi Desain Partisipatoris dengan Design Thinking yang menempatkan pengrajin sebagai co-designer aktif. Penelitian ini menawarkan kerangka metodologis yang dapat direplikasi untuk pelestarian warisan budaya takbenda lainnya.
PERANCANGAN WEBSITE BERBASIS DESAIN PARTISIPATORIS UNTUK PRODUK KERAJINAN SOLONG PENIAS
Solong Penias merupakan kerajinan anyaman bambu dan rotan khas masyarakat Paser, Kalimantan Timur, yang menyimpan pengetahuan budaya penting namun kini terancam punah akibat pergeseran ke alat modern dan melemahnya regenerasi pengetahuan di kalangan generasi muda. Namun demikian, belum ada pusat informasi terstruktur yang mendokumentasikan pengetahuan ini sekaligus menghubungkan pengrajin dengan pasar yang lebih luas, sehingga upaya pelestarian dan penguatan ekonomi pengrajin masih berjalan terpisah. Penelitian ini bertujuan memetakan pengetahuan pembuatan Solong Penias secara komprehensif dan merancang platform digital dwi-fungsi sebagai media diseminasi pengetahuan sekaligus saluran transaksi produk. Penelitian menggunakan pendekatan Practice-based Research dengan kerangka Design Thinking dan orientasi Desain Partisipatoris, melibatkan lima pengrajin dan satu anggota AMAN Paser melalui wawancara, observasi, workshop scaffolding, dan sesi co-design. Evaluasi platform dilakukan menggunakan System Usability Scale terhadap 20 responden pembeli. Hasil pemetaan menghasilkan enam domain pengetahuan yang menjadi dasar arsitektur platform tiga lapisan akses dengan model managed marketplace berorientasi nilai koperasi. Evaluasi SUS mencatat skor rata rata 78,375 dengan kategori acceptable, diperkuat member checking yang menunjukkan respons positif pengrajin. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi Desain Partisipatoris dengan Design Thinking yang menempatkan pengrajin sebagai co-designer aktif. Penelitian ini menawarkan kerangka metodologis yang dapat direplikasi untuk pelestarian warisan budaya takbenda lainnya.
PENCIPTAAN PRODUK MELALUI PERANCANGAN FORMULASI BERBASIS TEKNOLOGI LANJUTAN DAN STRATEGI INOVASI HIJAU UNTUK BASICNEST DALAM MEMASUKI PERSAINGAN INDUSTRI PERAWATAN KULIT
Pesatnya Pertumbuhan industry perawatan kulit dibarengi dengan meningkatannya kekhawatiran konsumen terkait kualitas produk, kredibilitas merek, dan kepercayaan terhadap merek. Secara khusus, konsumen semakin memperhatikan kualitas produk, citra merek, dan kepercayaan merek sebagai penentu utama niat beli. Berbagai masalah seperti klaim produk yang tidak jelas/berlebihan, persepsi kualitas yang tidak konsisten, dan terbatasnya transparansi merek terkait kandungan dan bahan, telah menimbulkan ketidakpastian dalam keputusan pembelian konsumen di pasar perawatan kulit. Penelitian ini membahas tantangan tantangan tersebut dalam konteks PT Cahaya Dhana Nusantara yang bekerja sama dengan PT Cosmax Indonesia, dengan tujuan mengembangkan produk perawatan kulit yang berbasis sains dan memiliki nilai etik. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif. Analisa kuantitatif dilakukan melalui kuesioner terstruktur dan analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh kualitas produk, citra merek, dan kepercayaan merek terhadap niat beli. Data primer didukung oleh sumber sekunder seperti literatur akademis, teori pemasaran, dan praktik terbaik industry guna memastikan validitas serta relevansi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, citra merek dan kepercayaan merek berperan signifikan dalam membentuk niat beli konsumen terhadap produk perawatan kulit. Formulasi produk yang transparan, posisi merek yang kuat, dan komunikasi merek yang dapat dipercaya merupakan faktor kunci yang dapat meningkatkan keyakinan serta kesediaan konsumen untuk membeli. Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja pengembangan produk bagi Basicnest yang mengintegrasikan desain formulasi mutakhir, strategi merek, dan komunikasi pemasaran berbasis kepercayaan. Kerangka kerja tersebut memposisikan Basicnest sebagai merek perawatan kulit yang kompetitif dan bertanggung jawab, yang selaras dengan harapan konsumen modern serta standar industry.
SCREENING SUMUR MATI LEPAS PANTAI UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN INTERVENSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MESIN DAN REKAYASA TEKNIK DI LAPANGAN-X
Well intervention remains one of the most important production enhancement strategies in mature oil fields, particularly for shut-in wells affected by reservoir depletion and artificial lift performance deterioration. However, intervention activities involve significant operational costs and uncertainties, while candidate selection is often based on engineering judgment and manual data evaluation. The complex interaction between reservoir characteristics, production performance, and Electric Submersible Pump (ESP) operating conditions further complicates the identification of wells with the highest probability of intervention success. Therefore, a more objective and data-driven screening approach is required to support intervention planning and reduce decision uncertainty. This study develops a machine learning-based screening framework for evaluating shut-in offshore well intervention candidates in Field-X by integrating reservoir, production, and ESP-related parameters. Historical intervention records from 2019 to 2025 were collected, resulting in approximately 300 validated intervention cases after data quality filtering. Intervention success was defined using a minimum 5% post intervention oil production increase relative to pre-intervention conditions. Multiple supervised classification algorithms, including Random Forest, XGBoost, Gradient Boosting, Extra Trees, Logistic Regression, LightGBM, and CatBoost, were evaluated using K-Fold cross-validation, hyperparameter tuning, and threshold optimization. To improve prediction robustness, a consensus-based approach using majority voting was implemented to generate the final GO/NO-GO recommendation. The results demonstrate that tree-based ensemble models consistently outperformed Logistic Regression, indicating the presence of complex non-linear relationships among reservoir, production, and ESP parameters. The optimal configuration was obtained using a 15% test split, achieving F1-score and ROC AUC values exceeding 0.85. Furthermore, blind test validation using ten unseen wells showed that the consensus-based framework successfully classified all evaluated intervention cases according to their actual outcomes. Feature importance and SHapley Additive exPlanations (SHAP) analyses identified Oil rate, Pump Efficiency, Pump Intake Pressure (PIP), ESP Current, and Gas-Oil Ratio (GOR) as the most influential parameters affecting intervention feasibility. The engineering interpretation indicates that intervention success is governed by the combined interaction between reservoir deliverability and ESP operating conditions rather than a single controlling parameter. The proposed framework provides a practical decision-support tool for objective well intervention screening while maintaining engineering interpretability through explainable artificial intelligence. In addition, the workflow was implemented within a graphical user interface (GUI) to facilitate practical application by both engineering and data science users.
ANALISIS PARAMETER PEMBORAN UNTUK OPTIMASI LAJU PENETRASI DAN SISTEM PERINGATAN DINI TERHADAP RISIKO PIPA TERJEPIT, KEHILANGAN SIRKULASI, DAN LUAPAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK
Accurate prediction of Rate of Penetration (ROP) and the identification of drilling efficiency remain critical challenges in optimizing drilling operations and reducing non-productive time. Traditional methods often struggle to capture the complex, time-dependent performance and bit-rock interactions inherent in diverse drilling zones. This study introduces an Artificial Neural Network (ANN) based approach to predict Rate of Penetration (ROP) and identify drilling efficiency zones. Utilizing forward and backward propagation with stochastic gradient descent, the model incorporates Mechanical Specific Energy (MSE) as a key input to capture the influence of critical variables such as Weight on Bit (WOB), RPM, and friction factors on bit-rock interaction. Following ROP prediction, drilling performance is evaluated across depth intervals to classify efficient and inefficient zones, enabling targeted parameter optimization to reduce non-productive time and costs. Model reliability was ensured through Holdout Method. In parallel, a drilling risk assessment module was developed to monitor loss, overflow, and stuck pipe conditions using trip tank sensors and torque/drag indicators. All predictive results were integrated into a web-based monitoring platform capable of real-time ROP prediction, drilling risk visualization, and Early Warning System classification. The model training achieved a Mean Squared Error of 0.6783 and an R² of 0.9989, with validation on an offset well yielding an R² of 0.8627. In addition, the Early Warning System demonstrated reliable classification performance, with F1-scores ranging from 0.67 to 0.89 for stuck, loss, and overflow risk prediction. System integration enabled real-time responses with a lag time of less than 30 minutes, significantly reducing rig time.
RANCANG BANGUN MODUL VISI KOMPUTER BERBASIS DEEP LEARNING UNTUK DETEKSI DAN VALIDASI PAKET DALAM SISTEM GADAI TEBUS OTOMATIS
Transformasi digital pada PT Pegadaian melahirkan inovasi sistem gadai tebus barang otomatis. Namun, sistem otomatis berbasis PLC yang hanya mengandalkan sensor non-visual sebagai umpan balik tidak mampu mendeteksi pergeseran aktual yang terjadi di lapangan. Pada intensitas tinggi, deviasi kecil yang terjadi berulang akan membentuk akumulasi error yang terus membesar. Jika tidak ada intervensi, error ini berpotensi menciptakan kegagalan sistem yang fatal seperti tabrakan mekanis antar komponen robotik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang, membangun, dan mengimplementasikan modul visi komputer untuk mengatur ulang gerak robot. Selain kendala pada pergerakan, terdapat juga kebutuhan mendesak akan adanya sistem validasi otomatis untuk memantau isi inventaris secara berkala sehingga sistem mampu mengetahui apakah paket masih sama atau tidak. Metodologi yang digunakan adalah engineering research dengan pendekatan research by project. Dikembangkan secara iteratif mengadopsi prinsip kerja Scrum. Modul deteksi lokasi paket yang dikembangkan menggunakan algoritma YOLOv8 sebagai single-stage detector. Sementara itu, untuk memitigasi risiko manipulasi barang dibangun modul verifikasi vision pada proses opname, sistem verifikasi citra dibangun berbasis OpenCV dengan pendekatan analisis multiparameter yang menggabungkan empat indikator meliputi Structural Similarity Index (SSIM), Object Area Difference, Color Histogram Comparison, dan AKAZE Feature Matching. Kedua modul tersebut digabungkan dalam aplikasi desktop berbasis JavaFX yang menjadi pusat sistem. Hasil penelitian menunjukkan model YOLOv8 yang dilatih untuk mendeteksi objek berhasil konvergen pada 200 epoch. Model ini menghasilkan performa Precision (98,2%), Recall (97,5%), dan mean Average Precision (99,1%). Sementara untuk komposisi terbaik dalam menggunakan multiparameter dalam proses validasi adalah SSIM 35%, Object Area 30%, Histogram 20%, dan AKAZE 15%.
SERENITY : HUNIAN LANSIA BERGAYA HIDUP AKTIF DENGAN INTEGRASI URBAN FARMING DI BANDUNG
Indonesia telah memasuki fenomena ageing population sejak tahun 2021, yaitu kondisi ketika presentase jumlah lansia mencapai lebih dari 10%. Fenomena serupa juga terjadi di Kota Bandung dengan 10,91% dari penduduknya merupakan lansia dan 66,4% di antaranya termasuk ke dalam golongan lansia muda. Golongan lansia muda saat ini cenderung lebih aktif, memiliki daya beli tinggi, dan sangat mengutamakan kualitas hidup. Seiring dengan kemandirian finansial yang semakin mapan, terjadi pergeseran karakteristik pada golongan menengah ke atas. Lansia dengan finansial stabil membutuhkan lingkungan dan hunian yang memfasilitasi berbagai aktivitas, interaksi komunitas, serta kemudahan terhadap akses layanan kesehatan demi mewujudkan kualitas hidup yang maksimal. Sebagai salah satu kota besar dengan gaya hidup yang tinggi, Kota Bandung memiliki permintaan pasar terhadap hunian lansia untuk kalangan menengah ke atas. Namun, pemenuhannya masih belum terakomodasi secara optimal. Menanggapi permasalahan tersebut, maka dirumuskan sebuah rancangan hunian lansia bergaya hidup aktif dengan integrasi urban farming. Proyek ini dirancang sebagai apartemen servis premium yang mengakomodasi segala kebutuhan lansia melalui berbagai fasilitas yang dapat mendukung kebugaran fisik, mental, dan sosial penghuni guna meningkatkan kualitas kesehatan lansia. Metode perancangan dilakukan melalui analisis pengguna, analisis tapak, studi literatur, dan studi preseden tipologi sejenis. Strategi perancangan diwujudkan melalui penyediaan ruang komunal yang tersebar di antara unit-unit hunian untuk menciptakan interaksi sosial pasif, optimalisasi pemanfaatan atap sebagai roof garden, dan mengintegrasikan urban farming sebagai elemen desain. Urban farming dipilih sebagai salah satu aktivitas utama karena memiliki banyak manfaat untuk lansia. Aktivitas ini dapat meningkatkan interaksi sosial, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta dapat menjadi terapi untuk mengurangi stres. Proyek ini selaras dengan SDGs nomor 3 tentang kesehatan dan well-being, serta SDGs nomor 11 tentang kota yang inklusif dan berkelanjutan. Proyek ini menggunakan kerangka force-based yang berfokus pada penyelesaian masalah serta menggunakan pendekatan perilaku pengguna untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi contoh model hunian lansia premium di Kota Bandung yang dapat meningkatkan kualitas hidup lansia.
PENGUJIAN SENYAWA CARBON-DOTS (CDS) SEBAGAI KANDIDAT SENYAWA ANTIVIRUS TERHADAP SARS-COV-2 DENGAN METODE CHEMICAL CROSS-LINKING
Data survei global pada bulan maret 2026 melaporkan sebanyak 3.3% dari 64397 sampel di 80 negara masih terkonfirmasi positif SARS-CoV-2. Prevalensi ini dilaporkan rendah dan stabil oleh WHO, namun masih diperlukan penanganan yang intensif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pengembangan obat antivirus yang menargetkan langsung pada virus SARS-CoV-2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa, protein C-Terminal Domain Nukleokapsid (N-CTD) SARS-CoV-2 dapat digunakan sebagai target pengobatan antivirus karena peranannya dalam replikasi, transkripsi dan perakitan dalam siklus hidup virus. Protein N-CTD SARS-CoV-2 juga dapat membentuk dimer dengan sifat conserved. Berdasarkan data tersebut, maka dilakukan pencarian kandidat obat antivirus yang dapat menghambat dimerisasi protein N-CTD SARS-CoV-2. Salah satu metode awal drug discovery yang mudah dilakukan yaitu chemical cross-linking. Metode ini berbasis interaction-based drug screening yang berfokus pada interaksi protein dan senyawa uji sehingga dapat digunakan untuk menyeleksi senyawa antivirus. Senyawa Carbon-Dots (CDs) diketahui memiliki potensi sebagai antivirus karena memiliki sifat biokompatibilitas, stabilitas, kelarutannya dalam air, bioavailable yang baik serta toksisitas yang rendah. Namun, penelitian mengenai potensi CDs tersebut sebagai antivirus SARS-CoV-2 masih belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menyeleksi dan mengetahui potensi senyawa CDs sebagai kandidat senyawa antivirus yang mampu menghambat dimerisasi protein N-CTD SARS-CoV-2 menggunakan metode chemical cross-linking. Dalam penelitian ini digunakan pyrrolic CDs, pyridinic CDs, graphitic CDs, dan nuciferine CDs sebagai senyawa uji. Sintesis senyawa CDs dilakukan dengan menggunakan metode bottom up hydrothermal. Protein rekombinan N-CTD SARS-CoV-2 diekspresikan pada isolat bakteri Escherichia coli BL21 (DE3). Isolat tersebut telah ditransformasi dengan plasmid pET23a(+) yang mengandung gen pengkode N-CTD SARS-CoV-2. Konfirmasi gen pengkode N-CTD SARS CoV-2 dilakukan dengan metode PCR koloni. Protein rekombinan N-CTD SARS-CoV-2 diproduksi dengan menambahkan inducer IPTG pada medium kultur. Selanjutnya, dilakukan purifikasi dan presipitasi protein rekombinan dengan menggunakan HisPurTM Ni-NTA Spin Columns dan aseton. Protein N-CTD hasil dipresipitasi kemudian digunakan sebagai target pengujian senyawa CDs menggunakan metode chemical cross-linking. Hasil chemical cross linking dikonfirmasi dengan SDS-PAGE dan dianalisis kuantitatif intensitas pita SDS-PAGE menggunakan software ImageJ. Data intensitas pita dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro Wilk test, one-way ANOVA dan uji lanjutan post-hoc dengan Tukey’s test. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan gen N-CTD (~370 bp) pada bakteri E. coli BL21 (DE3) transforman N_CTD_SARS-CoV-2. Hasil ekspresi fraksi sitoplasmik, purifikasi dan presipitasi menunjukkan adanya protein N-CTD pada ukuran ~14.5 kDa. Hasil Tukey’s test (p < 0.05) menunjukkan adanya penurunan intensitas yang signifikan pada pita protein dimer dan peningkatan efisiensi inhibisi dimerisasi antara kontrol (0 ppm) dengan pemberian pyrrolic CDs (2000 ppm), pyridinic CDs (4000 dan 6000 ppm), dan graphitic CDs (4000 dan 6000 ppm). Namun, nuciferine CDs memperlihatkan potensi indikasi penurunan rasio dimer terhadap protein total pada konsentrasi 4000 dan 6000 ppm, meskipun nilai efisiensinya berfluktuasi stagnan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini senyawa pyrrolic CDs, pyridinic CDs, graphitic CDs, dan nuciferine CDs berpotensi menghambat dimerisasi N-CTD SARS-CoV-2 dengan metode chemical cross-linking. Di antara keempat senyawa yang diuji, pyrrolic CDs menunjukkan potensi inhibisi terbaik karena mampu menghambat dimerisasi pada konsentrasi terendah (2000 ppm). Namun, diperlukan penelitian lanjutan seperti uji in vitro dan in vivo untuk mengevaluasi potensi senyawa CDs meliputi uji sitotoksisitas, uji aktivitas antivirus, serta pengujian pada hewan model.
GELANGGANG ENDOMORFISMA DAN KRIPTOSISTEM ANALOG RSA YANG BERKAITAN
Gelanggang endomorfisma dari suatu modul merupakan objek aljabar yang penting untuk dikaji secara tersendiri. Hal ini dikarenakan struktur aljabar dari gelanggang endomorfisma suatu modul jauh lebih kaya dan kompleks dibandingkan dengan modul yang mendasarinya. Salah satu yang dibahas dalam penelitian ini adalah kajian tentang gelanggang endomorfisma dari hasil kali langsung grup aditif modulo. Kajian ini menjadi salah satu topik yang menarik perhatian yang dimulai dari penelitian yang dilakukan oleh Bergman pada tahun 1974. Untuk bilangan prima ????, Bergman mengemukakan bahwa himpunan endomorfisma, End (Z???? × Z????2 ), yang dilengkapi dengan operasi penjumlahan dan perkalian endomorfisma membentuk gelanggang tak komutatif dengan ????5 unsur. Lebih lanjut, Climent dkk. mengidentifikasi setiap unsur di End (Z???? × Z????2 ) sebagai suatu matriks berukuran 2 × 2 yang mana entri dari baris pertamanya merupakan unsur di Z???? dan entri pada baris keduanya merupakan unsur di Z????2 . Pada periode berikutnya, Long dkk. mengonstruksi kriptosistem analog RSA atas gelanggang End (Z???? × Z????2 ) dengan memanfaatkan karakterisasi yang dikemukakan oleh Climent dkk. Di luar itu, Yun Gao dan Yonglin Cao memperluas karakterisasi ke ranah gelanggang suku banyak modulo ???? (????) atas Z????2 . Dalam penelitiannya, keduanya berhasil menentukan karakterisasi struktur gelanggang endomorfisma End Z???? [????] ? ¯ ???? (????)? × Z????2 [????] ? ???? (????)? , dengan ???? (????) merupakan suku banyak monik basic tak tereduksi di Z????2 [????] dan ¯ ???? (????) = ???? (????) mod ????. Di sisi lain, Liu dan Liu mengobservasi karakteristik End(Z????×Z????????) untuk bilangan bulat ???? ? 2. Hal ini memperluas cakupan kajian dari kasus ????2 ke kasus ???????? yang lebih umum. Bertumpu pada karakterisasi ini, Tran Dinh Long dan Le Thi Kim Nga mengonstruksi kriptosistem analog RSA atas End(Z???? × Z????????). Meskipun demikian, karakterisasi gelanggang endomorfisma dalam konteks yang melibatkan struktur suku banyak sekaligus parameter ???? ? 2 secara bersamaan belum dikaji secara menyeluruh. Mengacu pada keseluruhan perkembangan di atas, penelitian ini mengkaji karakterisasi gelanggang endomorfisma End Z???? [????] ? ¯ ???? (????)? × Z???????? [????] ? ???? (????)? , dengan ???? (????) merupakan suku banyak monik basic tak tereduksi di Z???????? [????] dan ¯ ???? (????) = ???? (????) mod ????. Lebih jauh, penelitian ini juga mengkaji peluang kriptosistem analog RSA atas gelanggang tersebut. Sebagai hasil utama, penelitian ini menghasilkan representasi matriks eksplisit bagi setiap unsur gelanggang endomorfisma tersebut, karakterisasi unsur-unsur unit beserta struktur grup unit dari gelanggang, serta mengonstruksi kriptosistem analaog RSA yang dibangun atas monoid perkalian dari perluasan gelanggang endomorfisma terkait.
IDENTIFIKASI BILANGAN OKTAN BENSIN MENGGUNAKAN PULSE-ECHO ULTRASONIK DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MESIN
Bilangan oktan (RON) merupakan parameter vital yang menentukan efisiensi pembakaran dan ketahanan knocking pada Bahan Bakar Minyak (BBM). Metode standar menggunakan mesin Cooperative Fuel Research (CFR) berdasarkan ASTM D2699 memiliki keterbatasan karena bersifat destruktif, mahal, serta kurang praktis untuk pengujian cepat di lapangan. Sebagai solusi alternatif, penelitian ini mengembangkan sistem identifikasi bilangan oktan non-destruktif menggunakan metode pulse-echo ultrasonik yang diintegrasikan dengan pembelajaran mesin, sekaligus menguji ketahanannya (robustness) terhadap variabilitas sumber sampel. Sebanyak 900 sampel bensin komersial (Pertalite RON 90, Pertamax RON 92, dan Pertamax Turbo RON 98) dikumpulkan dari tiga SPBU berbeda. Sinyal ultrasonik diakuisisi pada suhu terpantau (25–26 °C) menggunakan transduser 10 MHz dan perangkat berbasis FPGA un0rick. Untuk meningkatkan signal-to-noise ratio (SNR) hingga +15 dB, dilakukan perataan koheren dari 32 baris pengukuran berulang. Sinyal kemudian diproses dengan filter bandpass Butterworth orde-4, transformasi Hilbert, dan regresi multi-echo berbasis zero-crossing untuk menentukan cepat rambat gelombang. Sebanyak sepuluh fitur akustik domain waktu, amplitudo, dan frekuensi berhasil diekstraksi. Hasil uji ANOVA menunjukkan seluruh fitur memiliki perbedaan signifikan antar-kelas RON, dengan frekuensi sentroid sebagai fitur paling diskriminatif. Nilai cepat rambat gelombang bersifat non-monoton terhadap nilai RON berturut-turut sebesar 1.149,43 m/s (RON 90), 1.153,51 m/s (RON 92), dan 1.148,82 m/s yang mencerminkan pengaruh densitas serta modulus bahan bakar akibat variasi komposisi hidrokarbon. Analisis korelasi dan PCA mendeteksi adanya redundansi fitur yang tinggi. Berdasarkan aspek relevansi dan ketahanan instrumen, dipilih dua fitur komplementer yang saling tidak berkorelasi: v_sound dan f_centroid. Evaluasi delapan algoritma machine learning dilakukan melalui 10-fold Stratified Cross-Validation dan Leave-One-SPBU-Out (LOSO). Model KNN dan Random Forest menghasilkan akurasi tinggi pada k-fold, namun performanya menurun drastis pada uji LOSO akibat batch effect. Sebaliknya, Support Vector Machine dengan kernel RBF (SVM-RBF) terbukti paling andal dengan akurasi LOSO mencapai 90,0% dan F1-makro 0,898. Secara keseluruhan, integrasi metode pulse-echo ultrasonik dengan SVM-RBF mampu mengidentifikasi bilangan oktan secara non-destruktif dengan akurasi generalisasi yang baik, serta menegaskan pentingnya validasi lintas-sumber (LOSO) untuk menjamin keandalan model di lapangan.
PUSAT KESEHATAN MENTAL ANAK DAN REMAJA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TERAPEUTIK DI KOTA BANDUNG
Kesehatan mental merupakan isu yang kini mulai dikenal oleh masyarakat sebagai sesuatu yang penting dan berharga dalam kehidupan, baik bagi orang dewasa, maupun bagi anak-anak dan remaja. Hal ini disebabkan oleh kesehatan mental dapat memengaruhi perkembangan emosional, sosial, dan kognitif anak serta remaja. Kesehatan mental yang baik dapat membantu anak dan remaja dalam mengelola emosi, membangun hubungan sosial, dan meningkatkan kemampuan belajar. Saat ini, di Indonesia, jumlah anak dengan gangguan kesehatan mental kerap meningkat. Berdasarkan data Dinkes Kota Bandung, anak dan remaja yang terindikasi gangguan mental juga bertambah seiring waktu. Akan tetapi, hal ini berbanding terbalik dengan jumlah fasilitas kesehatan mental, terutama khusus anak-anak dan remaja, di Indonesia. Hingga saat ini, pusat kesehatan mental di Indonesia masih minim dan terkesan mencekam. Untuk merespons permasalahan ini, dibutuhkan pusat kesehatan mental anak dan remaja yang menyenangkan dan menenangkan. Melalui pendekatan arsitektur terapeutik dan penyembuhan yang berpusat pada anak, anak dan remaja diharapkan merasa lebih aman, nyaman, dan rileks. Pendekatan arsitektur terapeutik yang dikombinasikan dengan healing environment diharapkan dapat menciptakan lingkungan dan ruang yang mendukung terapi dan pemulihan serta menenangkan bagi anak dan remaja. Pusat kesehatan mental ini bukan hanya sekadar tempat anak berkonsultasi, tetapi bisa menjadi sebuah ruang penyembuhan melalui pengalaman sehari-hari yang menyenangkan. Penulis memilih tapak yang berada di Kawasan Ciumbuleuit, Kota Bandung. Fasilitas pusat kesehatan mental anak dan remaja ini juga berkaitan dengan SDGs (Sustainable Development Goals) poin 4 Pendidikan Berkualitas dan poin 10 Mengurangi Kesenjangan. Di pusat kesehatan mental ini, anak dan remaja akan mengalami pengobatan sekaligus proses pembelajaran secara kognitif yang dapat mengatasi hambatan psikologis sehingga mereka dapat belajar dengan maksimal. Design framework yang digunakan dalam perancangan pusat kesehatan mental ini adalah force-based dan metode yang digunakan adalah studi literatur, studi preseden, dan analisis data sekunder. Pusat kesehatan mental ini diharapkan dapat mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan, dan meningkatkan kualitas hidup anak serta remaja. Selain berdampak kepada anak, pusat kesehatan mental ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian orang tua terhadap kesehatan mental dan mengurangi stigma negatif mengenai gangguan mental.
KERANGKA ENTERPRISE RISK MANAGEMENT (ERM) UNTUK EKSPANSI BISNIS : STUDI PADA CABANG BARU IML DI SURABAYA
Studi ini mengevaluasi kesiapan Manajemen Risiko Perusahaan (ERM) IML dalam mendukung ekspansi strategisnya melalui pendirian cabang laboratorium baru di Surabaya, Indonesia. Ekspansi ini didorong oleh meningkatnya permintaan layanan kosmetik, farmasi, lingkungan, dan pengujian produk di Jawa Timur, sekaligus memperkenalkan risiko signifikan terkait tata kelola, operasional, keuangan, sumber daya manusia, dan teknologi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan studi kasus kualitatif yang terintegrasi dengan kerangka penilaian kematangan berbasis risiko kuantitatif yang selaras dengan prinsip ISO 31000:2018. Data dikumpulkan melalui wawancara, diskusi kelompok fokus (FGD), analisis dokumen, dan kuesioner yang melibatkan 30 responden dari berbagai fungsi organisasi. Sebanyak 77 indikator risiko diidentifikasi dan diklasifikasikan ke dalam lima domain: Tata Kelola & Strategis, Operasional & Kualitas, Keberlanjutan Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Risiko Teknologi & Digital. Studi ini menerapkan analisis tematik dan penilaian kemungkinan-dampak untuk menilai kematangan risiko organisasi. Temuan menunjukkan bahwa IML mencapai skor kematangan ERM keseluruhan sebesar 3,43 (Level 4 – Kesiapan Moderat), yang menunjukkan bahwa organisasi tersebut siap secara kondisional untuk ekspansi percontohan yang terkontrol. Meskipun demikian, perbaikan masih diperlukan di beberapa area kritis untuk memastikan ekspansi yang berkelanjutan dan efektif. Risiko Sumber Daya Manusia muncul sebagai isu paling kritis, khususnya terkait dengan ketersediaan analis bersertifikasi ISO 17025 yang terbatas, pengembangan jalur bakat yang lemah, ketergantungan pada personel kunci, dan tantangan dalam transfer pengetahuan. Risiko Keberlanjutan Keuangan juga menunjukkan kerentanan yang tinggi, terutama terkait dengan paparan arus kas negatif, ketergantungan pada pendanaan eksternal, dan tata kelola keuangan yang lemah. Selain itu, risiko tata kelola mengungkapkan tidak adanya kebijakan ERM yang diformalkan dan integrasi manajemen risiko yang tidak memadai ke dalam perencanaan strategis. Risiko operasional dan teknologi juga diidentifikasi, khususnya dalam mempertahankan kepatuhan ISO/IEC 17025 dan integrasi sistem digital. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun IML memiliki kompetensi teknis dan potensi pertumbuhan yang kuat, kesiapan ekspansinya masih dibatasi oleh keterbatasan tata kelola, keuangan, sumber daya manusia, dan teknologi. Oleh karena itu, organisasi harus memperkuat institusionalisasi ERM, meningkatkan sistem keuangan dan tata kelola, mengembangkan strategi sumber daya manusia jangka panjang, dan meningkatkan integrasi digital sebelum sepenuhnya menerapkan ekspansi cabang Surabaya. Studi ini berkontribusi dengan menyediakan kerangka kerja kesiapan ekspansi berbasis ERM terintegrasi untuk organisasi laboratorium yang beroperasi di lingkungan yang sangat diatur.
BASIS DATA SPASIAL SKALA BESAR (2D DAN 3D)
Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai perguruan tinggi multikampus yang mengelola aset dan infrastruktur pada Kampus Ganesha, Jatinangor, dan Cirebon menghadapi kendala berupa data spasial yang terfragmentasi, belum lengkap, belum terstandar, dan sulit diakses, serta belum tersedianya dokumen baku yang mengatur penyusunan dan pengelolaan basis data spasial kampus. Tugas akhir ini bertujuan menyusun dokumen Spesifikasi Produk Data (SPD) yang mengacu pada SNI ISO 19131:2014 serta membangun kerangka basis data spasial dengan integrasi BIM untuk mendukung pengelolaan aset dan infrastruktur kampus. Pengembangan yang dilakukan menghasilkan dua produk utama, yaitu dokumen SPD Basis Data Spasial Kampus ITB (SADIKIN) dan repositori data berbasis SharePoint Teams (SHAREit), satu produk pendukung berupa olahan data spasial dari akuisisi UAV-LiDAR Tahun 2025, serta satu produk pengembangan berupa prototipe Basis Data Spasial Kampus ITB dengan Integrasi Building Information Modeling (BIM) berbasis openMAINT. SADIKIN setebal 75 halaman mendefinisikan 28 unsur spasial dalam 7 kategori, elemen kualitas data berdasarkan ISO 19157:2013, serta metadata yang mengacu pada SNI ISO 19115:2012. Olahan data spasial menghasilkan ortofoto, point cloud terklasifikasi, DTM, garis kontur, data 2D hasil digitasi, serta model 3D LoD1 dan LoD2 dalam format CityGML, dengan ortofoto beresolusi 3,25 cm/piksel serta ketelitian horisontal 90% (ACCr) 0,031 m dan vertikal (ACCz) 0,081 m yang memenuhi standar peta skala 1:1.000. SHAREit menghimpun data ke dalam sembilan kelompok folder utama yang terstruktur. Prototipe berbasis openMAINT (PostgreSQL/PostGIS) membuktikan secara konsep bahwa data spasial 2D dan informasi aset bangunan dapat dikelola secara berjenjang dari tingkat kampus hingga lantai menggunakan sampel data Kampus Jatinangor pada lingkungan localhost. Hasil tugas akhir ini menempatkan SADIKIN dan SHAREit sebagai fondasi standardisasi dan dokumentasi data spasial kampus, sedangkan prototipe openMAINT berperan sebagai bukti konsep bagi pengembangan basis data spasial kampus yang lebih menyeluruh dan operasional pada masa mendatang.
PENGEMBANGAN KATALIS HIBRIDA BERPORI NANO MFI DAN RFE UNTUK PERENGKAHAN POLIETILENA
Limbah LDPE merupakan sumber karbon melimpah namun sulit terdegradasi sehingga menimbulkan masalah lingkungan. Limbah ini berpotensi dikonversi menjadi bahan kimia dan bahan bakar bernilai melalui proses perengkahan katalitik. Oleh karena itu, pengembangan katalis yang efektif menjadi aspek penting untuk meningkatkan proses konversi tersebut. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa zeolit merupakan katalis dengan performa katalitik yang baik dalam proses perengkahan hidrokarbon karena memiliki stabilitas termal yang tinggi, luas permukaan yang besar, dan situs asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan katalis zeolit hibrida berbasis zeolit MFI dan RFE dengan struktur hierarki untuk digunakan dalam perengkahan LDPE. Zeolit MFI dan RFE disintesis dengan menggunakan metode hidrotermal. Selain itu, kedua tipe zeolit ini digabungkan menjadi zeolit hibrida MFI@RFE dengan variasi rasio Si/Al pada prekursor zeolit RFE. Modifikasi strukturnya juga dilakukan dengan menggunakan polietilena glikol (PEG) sebagai templat lunak untuk menghasilkan pori hierarki. Karakterisasi menggunakan XRD, FTIR, SEM, TEM, SAED, adsorpsi–desorpsi N2, dan NH3-TPD menunjukkan bahwa struktur katalis hibrida MFI@RFE berhasil terbentuk tanpa kehadiran fasa lain. Penambahan PEG berhasil meningkatkan luas permukaan eksternal dan indeks hierarki pori, dengan nilai IHF (Indexed Hierarchy Factor) tertinggi diperoleh pada sampel MFI@RFE75-PEG, yaitu sebesar 0,75. Namun, pada sistem katalis hibrida, penambahan mesoporositas ini disertai dengan penurunan volume mikropori dari 0,129 cm3/g menjadi 0,097 cm3/g yang mengindikasikan terjadinya restrukturisasi pori selama proses sintesis dan kalsinasi. Hasil pengujian aktivitas katalitik pada perengkahan LDPE, menunjukkan bahwa katalis MFI@RFE75 memiliki aktivitas katalitik terbaik dengan nilai T50 terendah sebesar 386 °C, yang mengindikasikan efisiensi perengkahan makromolekul LDPE yang unggul. Selain itu, analisis kinetika reaksi dengan menggunakan TGA menunjukkan bahwa katalis ini memiliki energi aktivitasi terendah sebesar 103 kJ/mol. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan mesoporositas akibat penambahan PEG tidak secara langsung meningkatkan aktivitas katalitik. Kinerja katalis lebih dipengaruhi oleh keseimbangan antara keasaman Brønsted dan aksesibilitas pori di mana katalis MFI@RFE75 tanpa PEG menunjukkan performa dan aktivitas katalitik yang lebih optimal. Penelitian ini telah memberikan pemahaman mengenai hubungan struktur dan aktivitas katalis hibrida dalam konversi limbah plastik.