📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenETIKA DAN DILEMA DALAM PEMASARAN MEDIA SOSIAL MELALUI INDUSTRI FAST FASHION DI ASIA
Tesis ini membahas tantangan dan dilema etika industri fast fashion di Asia, dengan fokus pada cara menyeimbangkan keuntungan dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial melalui strategi pemasaran media sosial. Dengan pertanyaan penelitiannya: Bagaimana merek fast fashion menyeimbangkan profitabilitas dengan tanggung jawab sosial-lingkungan dan praktik ketenagakerjaan etis dalam strategi media sosial mereka? Fast fashion semakin gencar memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk mempromosikan produk dan komitmen etis mereka. Namun, studi ini menemukan bahwa strategi tersebut sering menutupi praktik overproduksi, penggunaan material merusak lingkungan, dan eksploitasi pekerja di rantai pasokan Asia. Meski menampilkan citra sadar sosial, banyak inisiatif mereka kurang transparan, tidak terverifikasi pihak ketiga, atau tidak berdampak nyata, sehingga memicu kekhawatiran etis terkait greenwashing. Untuk mengevaluasi lingkungan persaingan dan regulasi, studi ini menelaah literatur penting, menganalisis strategi pemasaran merek, serta menerapkan kerangka teoritis seperti PESTLE dan Porter’s Five Forces. Berdasarkan penelitian, media sosial dapat secara efektif mengubah persepsi konsumen dan meningkatkan penjualan, tetapi juga turut berkontribusi pada masalah etika dalam industri fast fashion Studi ini menyarankan agar merek-merek fast fashion meningkatkan pengawasan terhadap rantai pasokan yang etis, mengadopsi laporan keberlanjutan yang lebih transparan, serta bekerja sama dengan influencer yang memiliki prinsip yang sejalan terhadap “fashion yang etis”. Selain itu, studi ini menekankan pentingnya edukasi konsumen dan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dipersonalisasi dalam konteks industri fast fashion di Asia. Sebagai kesimpulan, studi ini menyoroti bahwa menemukan keseimbangan yang nyata antara tanggung-jawab dan profitabilitas memerlukan penyesuaian struktural yang sungguh-sungguh terhadap cara industri fast fashion beroperasi dan berinteraksi dengan masyarakat, bukan sekedar menjalankan pemasaran melalui media sosial.
OPTIMALISASI UNIT FILTRASI, DISINFEKSI DAN RESERVOIR INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PULOGADUNG JAKARTA TIMUR
Air merupakan sumber daya vital bagi makhluk hidup dan aktivitas manusia, namun ketersediaan dan kualitasnya semakin terancam oleh perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan peningkatan populasi, khususnya di wilayah padat seperti DKI Jakarta. IPA Pulogadung, dengan kapasitas desain awal 4.000 liter/detik ditingkatkan menjadi 4.600 liter/detik sejak tahun 2020, namun belum terdapat uprating dan modifikasi sehingga mengurangi kinerja proses dan operasional proses pengolahan. Evaluasi teknis menunjukkan masalah pada unit filtrasi, terutama nilai Effective Size (ES) yang melebihi desain, menurunnya Uniformity Coefisien (UC), peningkatan kecepatan filtrasi, dan proses backwash yang kurang efektif akibat headloss yang heterogen karena area filter yang luas. Unit reservoir yang ada juga belum memenuhi kebutuhan kapasitas udara produksi. Solusi optimalisasi yang direkomendasikan meliputi perbaikan proses backwash dengan penambahan pompa khusus untuk area terjauh serta pembangunan reservoir tambahan berkapasitas 10.000 m³. Estimasi biaya investasi untuk optimalisasi unit Filtrasi, disinfeksi dan reservoir IPA Pulogadung yaitu Rp13,4 miliar dan total biaya operasional yaitu Rp89,4 miliar. Sedangkan untuk investasi keseluruhan mencapai Rp26,1 miliar dan operasional Rp137,6 miliar, dengan analisis finansial menunjukkan kelayakan proyek melalui nilai NPV > 0, BCR > 1, serta periode pengembalian modal kurang dari satu tahun. Dengan demikian, optimalisasi IPA Pulogadung layak dilakukan guna meningkatkan efisiensi dan operasional penyediaan air bersih di Jakarta Timur
PENERAPAN QUALITY RISK MANAGEMENT (QRM) PADA BAGIAN QUALITY OPERATION MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECTS ANALYSIS (FMEA) DI INDUSTRI FARMASI PT. BAS
Suatu Industri Farmasi yang memasarkan produknya di Indonesia wajib menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) terkini (CPOB 2024). Salah satu aspek dalam CPOB 2024 adalah Manajemen Risiko Mutu. Untuk mengkaji risiko mutu, salah satu metode yang dapat digunakan adalah FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait risiko yang terjadi pada bagian quality operation serta memberikan informasi tindakan perbaikan dan pencegahan terhadap risiko agar dapat dijadikan pedoman bagi manajemen perusahaan. Penelitian diawali dengan focus group discussion untuk membahas dokumen yang diperlukan dalam pembuatan kajian risiko pada bagian quality operation, pembuatan FMEA, penentuan tindakan mitigasi dan pembuatan action priority matrix serta sistem pelaksanaan pemantauan efektivitas tindakan mitigasi. Berdasarkan hasil kajian terhadap bagian quality operation, dihasilkan total mode kegagalan (failure mode) sebanyak 221 failure mode yang terdiri dari 217 risiko rendah, 4 risiko sedang, dan 0 risiko tinggi. Berdasarkan kajian risiko mutu tersebut didapatkan 9 macam tindakan mitigasi yang akan dilakukan yang terdiri dari 1 tindakan perbaikan cepat dan 8 tindakan pelengkap. Kajian risiko mutu dengan metode FMEA telah dirancang sesuai dengan bagian quality operation yang ada di PT.BAS. Risiko pada bagian quality operation secara menyeluruh dapat diidentifikasi lebih awal untuk dapat mencegah penyimpangan dan keluhan berulang.
STUDI DAMPAK ALIRAN DUA ARAH PADA SISTEM PERPIPAAN JAWA BARAT–JAWA TENGAH
Studi dampak aliran pipa dua arah terhadap ruas pipa gas Jawa Barat–Jawa Timur dilakukan untuk menganalisis dampak penerapan skenario aliran dua arah pada sistem pipa transmisi gas Jawa Barat–Jawa Tengah sebagai alternatif untuk mengoptimalkan distribusi gas akibat ketidakseimbangan pasokan dan permintaan antarwilayah. Metodologi yang digunakan adalah pemodelan hidraulik menggunakan PIPESIM untuk analisis aliran gas steady-state serta simulasi proses menggunakan Aspen HYSYS guna mengevaluasi kinerja peralatan eksisting. Data masukan meliputi proyeksi kebutuhan gas, karakteristik pipa, serta kondisi operasi eksisting. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario usulan mampu mengalirkan 34 MMSCFD gas dari arah timur (Semarang) ke barat (Jawa Barat) dengan kondisi tekanan terjaga pada 580–830 psia di sepanjang segmen pipa. Kecepatan aliran maksimum tercatat pada segmen Semarang–Kendal sebesar 28,84 ft/s, masih berada di bawah batas desain 60 ft/s sesuai ASME B31.8 dan API RP14E. Rugi tekanan terbesar terjadi pada segmen Tegal–Cilacap sebesar 0,053517 psi/100 ft, sedangkan rugi tekanan rata-rata pada segmen lain berada di bawah 0,001 psi/100ft, sehingga distribusi tetap dalam batas operasional. Pada evaluasi peralatan, kompresor bekerja pada duty 457,9 kW, lebih rendah dibandingkan kondisi eksisting 524,6 kW, sehingga terjadi penghematan energi sekitar 12,7%. Separator juga tetap mampu beroperasi pada tekanan 3893 kPa dengan vapor fraction 100%, yang menandakan tidak ada carryover cairan signifikan pada kondisi normal. Validasi model dilakukan dengan mengacu pada AGA-3 (orifice flow equation) dan API RP 14E untuk batas erosi, dengan tingkat kesalahan <1% pada titik tekanan acuan, sehingga hasil simulasi dapat dianggap representatif terhadap kondisi lapangan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kuantitatif skenario pembalikan arah aliran pada sistem pipa transmisi eksisting di Jawa Barat–Jawa Tengah tanpa pembangunan jalur baru, dengan pendekatan terpadu antara PIPESIM dan HYSYS. Kajian ini memberikan kontribusi dalam menilai kelayakan teknis, efisiensi energi, serta integritas peralatan secara simultan, yang sebelumnya belum banyak diuraikan pada studi serupa di Indonesia.
MENGANALISA DAMPAK DARI KETEGANGAN GEOPOLITIK TERHADAP SEKTOR RANTAI PASOK DARI INDUSTRI PENERBANGAN
Di era teknologi yang berkembang pesat saat ini, industri-industri yang mendukung moda transportasi utama manusia, seperti industri penerbangan, turut mengalami evolusi. Industri penerbangan, yang merupakan sektor hiperkompleks, sangat bergantung pada manajemen rantai pasok yang teroptimalkan. Namun, kinerjanya menurun sebesar 20–30% akibat disrupsi yang disebabkan oleh ketegangan geopolitik, perang dagang, sanksi, dan pandemi COVID-19. Meskipun menghadapi berbagai tantangan tersebut, masih terdapat keterbatasan penelitian mengenai bagaimana perusahaan penerbangan mampu membangun ketahanan terhadap ketidakstabilan tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengisi tiga kesenjangan utama: kurangnya riset mengenai ketahanan terhadap ketegangan geopolitik, minimnya analisis terhadap strategi diversifikasi, serta perlunya model strategi alternatif. Melalui tinjauan literatur yang komprehensif, wawancara dengan para ahli, dan metode triangulasi, penelitian ini mengidentifikasi tantangan utama seperti gangguan pasokan, keterlambatan regulasi, dan minimnya dukungan pemerintah, khususnya di Indonesia. Perusahaan yang terdampak mencakup produsen peralatan asli (OEM) seperti Boeing dan Airbus beserta para pemasoknya. Sebuah kerangka kerja ketahanan 3D yang mencakup Diversifikasi, Digitalisasi, dan Pengembangan, apabila dipadukan dengan kolaborasi pemerintah serta pemanfaatan teknologi canggih seperti blockchain dan kecerdasan buatan (AI), dapat meningkatkan kelincahan dan ketahanan rantai pasok.
PRODUKSI KANDIDAT VAKSIN MULTIVALEN UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI VIRUS H5N1 DAN CAMPYLOBACTER JEJUNI PADA AYAM MENGGUNAKAN JALUR TRANSLOKASI TWIN-ARGININE (TAT) DI ESCHERICHIA COLI
Ancaman dari Highly Pathogenic Avian Influenza Virus (HPAIV) H5N1 dan Campylobacter jejuni berisiko tinggi terhadap produktivitas dan keamanan pangan di industri ternak unggas. Untuk mengatasi ancaman tersebut, penelitian ini mengembangkan kandidat vaksin glikokonjugat multivalen berbasis antigen hemagglutinin (HA) dari H5N1 sebagai protein akseptor dan N-glikan dari C. jejuni sebagai glikan konjugat. Sistem ekspresi mengintegrasikan Escherichia coli galur SHuffle, peptida sinyal dari trimethylamine-N-oxide reductase (TorA) untuk jalur translokasi twin-arginine translocation (TAT), serta Protein Glycan Coupling Technology (PGCT) untuk memfasilitasi pelipatan secara sitosolik, translokasi, dan glikosilasi protein di periplasma. Konstruk ekspresi pTorA-rH5-GT (6248 bp) dirakit melalui overlapextension polymerase chain reaction dan Gibson assembly, serta berhasil dikonfirmasi dengan ukuran dan sekuens yang sesuai. Konstruk lalu dikotransformasi ke E. coli SHuffle bersama plasmid pACYC184:pgl dengan metode kejut panas untuk ekspresi komponen glikosilasi C. jejuni secara konstitutif. Protein rH5-GT merupakan modifikasi HA HPAIV galur A/Indonesia/5/2005 klad 2.1 tanpa multibasic cleavage site, serta mengandung tag Nglikosilasi (GT) dengan sequon DQNAT dan tag 6xHis untuk immunoblotting. Ekspresi protein diregulasi oleh promotor tac dan diinduksi dengan 0,25 mM isopropil ?-D-1- tiogalaktopiranosid (IPTG) pada kondisi induksi 25 °C selama 4 jam, 30 °C selama 4 jam, dan 25 °C selama 16 jam. Analisis Western blot terhadap fraksi total, terlarut, dan periplasma menggunakan antibodi primer anti-His tag (1:3000) dan lektin soybean agglutinin (SBA) (1:500) menunjukkan bahwa protein TorA-rH5-GT terekspresi di seluruh kondisi, tetapi dalam bentuk tidak terglikosilasi (~68,9 kDa). Ekspresi paling optimal diperoleh pada kondisi 25 °C dan 30 °C selama 4 jam dengan tingkat solubilitas dan efisiensi translokasi yang secara signifikan ~2,5 dan ~4 kali lipat lebih tinggi (p < 0,05; uji ANOVA Welch; uji post-hoc Games- Howell) dibandingkan E. coli SCM6 yang umum digunakan untuk ekspresi glikoprotein. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh efisiensi pelipatan yang lebih baik dalam sitoplasma oksidatif SHuffle dan mengindikasikan bahwa translokasi melalui jalur TAT berlangsung lebih efektif. Meskipun demikian, waktu induksi 16 jam menyebabkan penurunan performa ekspresi. Sementara itu, sinyal glikosilasi tidak ditemukan pada seluruh kondisi. Hal ini kemungkinan karena pelipatan penuh protein di sitoplasma menghambat aksesibilitas sequon oleh enzim PglB. Temuan ini mendemonstrasikan potensi penggunaan E. coli SHuffle dengan jalur translokasi TAT sebagai sistem ekspresi yang unggul untuk produksi protein rekombinan yang kompleks, seperti protein HA, sekaligus juga menyoroti pentingnya sistem ekspresi yang dapat menjaga aksesibilitas sequon selama proses translokasi sebagai salah satu faktor keberhasilan glikosilasi secara heterolog.
DECISION CRITERION FOR SELECTING MATRIX ACIDIZING OR ACID FRACTURING: A CASE STUDY OF WELL X IN A CARBONATE RESERVOIR
Low matrix permeability and formation damage near the wellbore frequently result in suboptimal well performance in carbonate reservoirs. Acid stimulation techniques, including matrix acidizing and acid fracturing, are commonly implemented to optimize productivity. However, empirical guidelines are typically employed to select between these methodologies rather than quantitative criteria. This study applies a systematic decisionmaking framework to determine the optimal acid stimulation technique for Well X in a carbonate reservoir. The methodology compares the performance of matrix acidizing and acid fracturing using productivity index ratio (RPI,v) calculations and the carbonate acid stimulation number (NCAS). Well X is a vertical gas well located at a depth of 9,637 ft with a net pay of 473 ft across two perforated intervals, moderate porosity (13%), and low permeability (2.35 mD). The analysis evaluates two treatment scenarios: matrix acidizing and acid fracturing. Results indicate that Well X is an excellent candidate for acid stimulation, as the reservoir characteristics fall significantly below the permeability cutoff of 88.3 mD. The productivity index ratio of 2.49 suggests that acid fracturing would result in a 249% increase in productivity compared to matrix acidizing. Economic analysis demonstrates that acid fracturing generates superior absolute returns, with a net present value (NPV) of $43,959 kUSD. This study establishes a quantitative framework that optimizes both technical performance and economic outcomes of carbonate reservoir stimulation by replacing empirical decision-making with systematic analysis.
ANALISIS ZONA POTENSI LONGSORAN DAERAH TIMBUNAN BERDASARKAN SURVEI GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DI TAMBANG BATUBARA PT. XYZ, KABUPATEN LAHAT, PROVINSI SUMATERA SELATAN
Metode penambangan yang umunnya dilakukan di yaitu tambang terbuka, khususnya untuk tambang batubara. Penambangan batubara perlu pengupasan lapisan penutup (overburder) sehingga dibutuhkan area unflrk menimbun yang biasa disebut disposal area.Masalah yang sering mtrncul pada disposal yaitu longsoran akibat daya dukung basement dan karakteristik batuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui persebaran litologi yang kemudian diinterpretasikan untuk mengetahui zona potensi longsor serta mengetahui korelasi arfiaxa resistivitas dengan fbktor penyebab longsor. Metode yang dipakai adalah survei geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner yang dilakukan pada kelima lintasan. Data resistivitas semu diolah menggunakan perangkat lunak RES2DINV yang menghasilkan penampang resistivitas 2D lewat inversi. Hasil interpretasi data menunjukkan tiga kelompok litologi batuan yaitu resistivitas rendah (p < 2,5 Om) sebagai lapisan jenuh air berupa lempung basah atau lumpur, resistivitas menengah (2,5 Qm < p < 25 Om) sebagai lapisan kering berupa lempung kering - pasir lempungan dan resistivitas tinggi (p > 25 Qm) sebagai lapisan padat atau sangat kering berupa basemenet atau timbunan sangat kering. Zona rauran longsor pada daerah yang dominan resistivitas rendah karena kondisi jenuh air sebagai bidang gelincir yang memicu longsor. Dari analisis ini, dibuat peta mitigasi potensi longsor area disposal PT XYZ. Disimpulkan batrwa metode geolistrik resistivitas efektif dalam menentukan zona potensi longsor dengan lapisan resistivitas rendah sebagai bidang gelincir.
STABILITY LIMITS AND NO EMISSIONS OF SWIRL-PREMIXED PARTIALLY CRACKED AMMONIA-AIR FLAMES AT HIGHER REYNOLDS NUMBER
Ammonia is a promising carbon-free fuel for power generation, but its low reactivity presents significant combustion stability challenges. This research investigates the stability limits, flame structure, and nitrogen oxide (????????) emissions of swirl-premixed, partially cracked ammonia-air flames, emulated as ????????3?????2?????2 mixtures, under conditions relevant to gas turbines. The study was conducted in a swirl-stabilized combustor at atmospheric pressure, systematically varying the ammonia fuel fraction (????????????3), equivalence ratio, geometric swirl number (????????=0.5?1.2), and Reynolds number (????????=5,000?20,000). Results demonstrate that increasing ????????????3 suppresses flashback, transitioning the upper stability limit to a rich blowout boundary and significantly expanding the operational window; at ????????=10,000 and ????????=1.2, the stable equivalence ratio range (????????) expanded from approximately ?????????0.43 at ????????????3=0.6 to ?????????1.87 at ????????????3=0.7. Critically, increasing the Reynolds number to 20,000 enhances flashback resistance, shifting this transition to a lower, more reactive fuel fraction of ????????????3=0.55 for ????????=1.2. ???????? emissions exhibited a non-monotonic trend with ????????, decreasing as ???????? increased from 10,000 to 20,000 due to reduced residence time. At ????????=20,000, ???????? emissions for fuel-rich condition, ????>1.1, consistently produced ???????? emission <100 ????????????, indicating an optimal regime for practical application. These findings indicate that high-Reynolds-number, fuel-rich operation with tailored fuel composition and swirl intensity is a viable strategy for achieving stable, low-emission ammonia combustion.
POTENSI EKSTRAK RIMPANG JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) SEBAGAI ANTIMIKOBAKTERI TERHADAP MYCOBACTERIUM SMEGMATIS
Menurut WHO, Indonesia menduduki peringkat kedua dengan kasus TBC dengan perkiraan 969.000 kasus TB dan 93.000 kematian TBC. TB disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan dikenal karena akumulasi resistensi multiobat terhadap pengobatan obat antitubular yang tersedia, mendorong sumber alternatif untuk pengobatan TB. Jahe merah merupakan salah satu sumber daya tumbuhan yang tersedia yang memiliki efek farmakologis, termasuk aktivitas antimikroba. Penelitian ini melibatkan pengujian potensi antimikobakteri ekstrak jahe merah terhadap Mycobacterium smegmatis. Mycobacterium smegmatis digunakan sebagai model karena non-patogen dan mewakili genom yang serupa dengan mikobakteri. Proses mendapatkan ekstrak jahe merah melibatkan ekstraksi refluks bertahap menggunakan empat jenis pelarut yang berbeda, yaitu n-heksana, etil asetat, etanol 96%, dan air. Uji aktivitas antimikobakteri dilakukan dengan menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) dengan menggunakan metode microdilution and resazurin microtiter assay (REMA), konsentrasi bakterisida minimum (KBM) menggunakan metode garis-garis agar, dan metode difusi disk. MIC n-heksana, etil asetat, etanol 96%, dan ekstrak air dari rimpang jahe merah menggunakan metode pengenceran mikro masing-masing adalah 1250 ?g/mL, 2500 ?g/mL, 1250 ?g/mL, dan >5000 ?g/mL. MIC n-heksana, etil asetat, etanol 96%, dan ekstrak air dari rimpang jahe merah menggunakan metode REMA masing-masing adalah 2500 ?g/mL, 5000 ?g/mL, 5000 ?g/mL, dan >5000 ?g/mL. N-heksana, etil asetat, etanol 96%, dan ekstrak air dari rimpang jahe merah tidak menunjukkan efek bakterisidal pada konsentrasi 5000 ?g / mL. Untuk metode difusi cakram, n-heksana, etil asetat, etanol 96%, dan ekstrak air dari rimpang jahe merah tidak menunjukkan zona penghambatan. Ekstrak N-heksana dan etanol 96% dianggap memiliki aktivitas antimikobakteri sedang, ekstrak etil asetat memiliki aktivitas rendah, dan ekstrak air dianggap tidak aktif sebagai antimikobakteri.
USULAN KERANGKA RETENSI KARYAWAN UNTUK MENANGANI TINGGINYA PERPUTARAN KARYAWAN: KASUS PT RAZIQAN MITRA UTAMA
PT Raziqan Mitra Utama (PT RAZIQAN MITRA UTAMA), perusahaan logistik sekaligus mitra utama Lion Parcel di wilayah Bandung, saat ini tengah menghadapi masalah turnover karyawan yang tinggi, khususnya pada posisi operasional seperti pengemudi dan administrator. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab turnover, menganalisis dampaknya terhadap kinerja operasional, dan mengevaluasi strategi retensi yang dapat diterapkan secara efektif. Penelitian ini menggunakan metode campuran untuk mendapatkan data kuantitatif deskriptif dari laporan internal perusahaan, dan data kualitatif dari wawancara mendalam dengan staf operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa turnover secara signifikan memengaruhi Kinerja Waktu Pengiriman (DTPOL) mingguan dan efisiensi operasional secara keseluruhan. Faktor utama yang mendorong turnover antara lain kurangnya jenjang karier yang terstruktur, persepsi ketidakseimbangan dalam penghargaan, dan komunikasi internal yang lemah. Melalui tinjauan komparatif terhadap empat solusi strategis yang diperoleh dari penelitian sebelumnya—pelatihan dan pengembangan, budaya kerja dan pengakuan, sistem insentif, dan praktik SDM berbasis data— penelitian ini mengidentifikasi strategi retensi yang paling sesuai untuk PT RAZIQAN MITRA UTAMA. Umpan balik karyawan mendukung pendekatan gabungan yang berfokus pada insentif berbasis kinerja dan saluran komunikasi yang transparan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman praktik HRM dalam operasi logistik dan memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan stabilitas tenaga kerja. Laporan ini juga menawarkan wawasan strategis mengenai perusahaan logistik menengah yang menghadapi gangguan operasional akibat tingginya pergantian karyawan.
MENGEKSPLORASI PERSPEKTIF PELANGGAN TERHADAP STRATEGI PEMASARAN INFLUENCER DI INDUSTRI SKINCARE DI INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL AIDA
Indonesia adalah negara dengan populasi yang sangat besar dan ekonomi yang sedang berkembang, yang membuka peluang besar bagi industri skincare, yang diperkirakan bernilai 2,4 miliar USD pada tahun 2024. Kondisi ini telah mendorong pertumbuhan yang signifikan dalam pemasaran influencer bagi merek untuk menjangkau audiens dan target segmentasi. Bentuk pemasaran ini dianggap sangat efektif, karena berfungsi sebagai perantara antara merek dan pelanggan di pasar Indonesia. Meskipun menjadi strategi periklanan yang terkemuka, terdapat banyak pandangan yang bertentangan yang menyatakan bahwa pemasaran influencer memicu emosi negatif dari sisi pelanggan. Juga disebutkan bahwa banyak pelanggan lebih cenderung mengabaikan konten yang jelas-jelas disponsori, karena dianggap tidak jujur dan bermotif komersial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif pelanggan terhadap pemasaran influencer di industri skincare Indonesia menggunakan model AIDA, serta menemukan praktik terbaik/strategi yang dapat diterapkan untuk pendekatan promosi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif eksploratif, dengan wawancara semi-terstruktur sebagai prosedur pengumpulan data. Data melalui dua tahap pengkodean untuk dianalisis dan disintesis. Selain itu, triangulasi menggunakan literatur dan analisis Engagement Rate Per Post (ERP) dilakukan untuk memperkuat temuan dan objektivitas penelitian ini. Studi ini menunjukkan bahwa pemasaran influencer tetap menjadi pendekatan yang sangat efektif bagi merek skincare untuk menjangkau audiens target mereka. Temuan penelitian mengungkap pola respons pelanggan bertahap empat, merujuk pada model AIDA, yang menyoroti bagaimana penemuan berbasis algoritma, keterkaitan influencer, dan penggunaan produk yang transparan memengaruhi keputusan pembelian produk perawatan kulit, dengan validasi dan skeptisisme memainkan peran kunci pada tahap pertimbangan akhir. Analisis ERP yang dilakukan pada salah satu influencer perawatan kulit terkemuka juga menunjukkan preferensi terhadap pendekatan tidak langsung dalam pemasaran influencer. Untuk mengompilasi semua informasi yang dikumpulkan, kerangka kerja bernama VIRAL (Visibility, Initial Interaction, Reasoning, Adversity, dan Long-term Outcome) dibuat sesuai dengan tujuan studi ini. Secara kesimpulan, pemasaran influencer mendapatkan tanggapan positif dari pelanggan skincare Indonesia, karena efektif dalam menarik perhatian mereka. Adapun praktik terbaik/strategi, dikompilasi dalam Kerangka Kerja VIRAL, berfungsi sebagai panduan konkret bagi merek, khususnya UMKM, untuk menerapkan pendekatan pemasaran ini di industri skincare. Studi lanjutan di bidang/industri lain disarankan untuk lebih memvalidasi informasi dalam Kerangka Kerja VIRAL, menjadikannya panduan utama untuk pemasaran influencer.
PERANCANGAN USULAN KONSEP PRODUK INDOOR ALGATEK SERIES PHOTOBIOREACTOR BERDASARKAN PREFERENSI KONSUMEN DENGAN CHOICE-BASED CONJOINT
PT Algatek Karbon Nusantara merupakan perusahaan berbasis bioteknologi yang bergerak di bidang produk berkelanjutan. Saat ini, perusahaan menghadapi masalah ketidakstabilan pendapatan akibat model bisnis business-to-business (B2B) yang bersifat project-based. Untuk mengatasi risiko tersebut, perusahaan berencana melakukan ekspansi pasar ke segmen business-to-customer (B2C) dengan mengembangkan produk Indoor Algatek Series Photobioreactor (PBR). Produk ini merupakan perangkat permunian udara yang dapat menyerap karbon dioksida (CO2) kemudian menghasilkan oksigen (O2) melalui proses fotosintesis yang dinamakan fotobioreaktor mikroalga. Namun, perusahaan belum memiliki rancangan produk yang sesuai dengan preferensi konsumen B2C sehingga diperlukan penelitian untuk menetapkan target konsumen dan perancangan produk. Penelitian ini menggunakan metode choice-based conjoint (CBC) untuk mengidentifikasi atribut-atribut produk yang dipertimbangkan oleh konsumen. Pengumpulan sampel data eksperimen CBC dilakukan dengan menyebar kuesioner secara daring melalui media sosial dengan teknik judgmental sampling dan snowball sampling. Sebanyak 185 sampel data eksperimen CBC kemudian dianalisis dengan metode Hierarchical Bayes (HB) untuk mengestimasi utilitas atribut dan analisis regresi logistik kelas laten untuk melakukan segmentasi responden. Selanjutnya penentuan harga optimal dilakukan dengan analisis willingness to pay metode Van Westendorp Price Sensitivity Meter. Hasil penelitian menunjukkan atribut yang paling penting dalam keputusan pembelian produk secara berurutan adalah perawatan, ukuran, desain, indikator kualitas udara, dan pascapenggunaan biomassa. Identifikasi segmentasi konsumen menghasilkan tiga segmen, yakni urban young pragmatists, compact & stylish seekers, dan premium eco-tech buyers. Usulan konsep produk yang dikembangkan memiliki spesifikasi ukuran 25 L, desain minimalis, indikator kualitas udara berjenis advanced sensor, serta pascapenggunaan biomassa sebagai pupuk tanaman yang akan ditargetkan ke pasar luas. Harga optimal produk berada pada kisaran harga Rp3.897.081 dengan rentang harga yang dapat diterima konsumen sebesar Rp3.104.707 hingga Rp7.985.506.
ANALISIS KINEMATIKA TENDANGAN URA MAWASHI GERI PADA ATLET KARATE
Latar Belakang: Tendangan Ura Mawashi Geri merupakan salah satu teknik penting dalam cabang olahraga Karate yang membutuhkan koordinasi gerakan pada lutut dan panggul. Efektivitas teknik ini tidak hanya ditentukan oleh kekuatan otot, tetapi juga oleh kemampuan Range Of Motion (ROM) sendi yang optimal, terutama pada lutut dan panggul. Jarak target tendangan dapat memengaruhi strategi gerak dan aktivasi otot subjek, sehingga penting untuk memahami bagaimana perbedaan jarak berdampak terhadap karakteristik kinematika gerakan tersebut. Penelitian mengenai variasi sudut sendi berdasarkan perubahan jarak masih terbatas, khususnya pada konteks tendangan melingkar seperti Ura Mawashi Geri. Metode: Dalam penelitian ini terdapat atlet terlatih sebanyak 10 laki-laki dengan rata-rata usia 21,3 ± 3,43 dan lama berlatih karate rata-rata 10 ± 2,30. Hasil: Data menunjukkan bahwa sudut lutut tidak mengalami perbedaan signifikan antara jarak jauh dan dekat (p = 0,29), sedangkan ROM panggul menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,04). Rata-rata ROM panggul meningkat dari 65,57° pada jarak jauh menjadi 85,82° pada jarak dekat. Kesimpulan: Peningkatan ROM panggul merupakan perubahan kinematik yang signifikan ketika subjek melakukan tendangan. ROM panggul memiliki peran yang lebih besar dalam penyesuaian gerakan ketika jarak target berubah.
SUSTAINABILITY PARADOX IN HIGH-IMPACT INDUSTRIES: ESG SCORE IMPLICATIONS FOR PROFITABILITY AND INVESTMENT DECISIONS OF COAL COMPANIES OF INDONESIA, INDIA, AND CHINA
Sektor-sektor berdampak tinggi, seperti pertambangan batu bara, telah meningkatkan relevansi kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) ke tingkat yang lebih tinggi dalam strategi perusahaan dan keputusan investor. Meskipun batu bara masih menjadi sumber energi yang tak tergantikan bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, India, dan Tiongkok, tantangan yang semakin besar menuntut sektor ini untuk melakukan diversifikasi menuju praktik yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan berkelanjutan. Namun demikian, masih sedikit penelitian empiris yang mengaitkan kinerja ESG dengan hasil keuangan pada perusahaan batu bara. Penelitian ini melakukan kajian kritis terhadap hubungan skor ESG terhadap profitabilitas perusahaan batu bara di Indonesia, India, dan Tiongkok, serta pengaruhnya terhadap keputusan investor untuk berinvestasi di sektor batu bara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan dan skor ESG (2024), serta data primer dari survei yang melibatkan 100 investor ritel di Indonesia. Penelitian ini mengukur profitabilitas menggunakan Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM) untuk periode 2020–2024. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan positif yang signifikan secara statistik antara skor ESG dan profitabilitas di ketiga negara. Survei juga mengungkapkan bahwa investor ritel di Indonesia cenderung memprioritaskan keuntungan finansial jangka pendek dibandingkan pertimbangan keberlanjutan. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan kesadaran ESG dari para pemangku kepentingan terkait, dukungan kebijakan, dan kepastian regulasi agar terciptanya iklim investasi yang lebih baik dalam mengunggulkan aspek keberlanjutan.