📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 51 dokumenESTIMASI NUMERIK FAMILI KURVA KERENTANAN SEISMIK UNTUK BANGUNAN CONFINED MASONRY MENGGUNAKAN GAUSSIAN PROCESS REGRESSION DENGAN PENDEKATAN VERTICAL DIAGONAL STRUT MODEL
Bangunan confined masonry (CM) merupakan salah satu jenis konstruksi yang banyak digunakan di Indonesia, terutama pada bangunan rumah tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan famili kurva kerentanan seismik yang dapat menggambarkan potensi kerusakan bangunan confined masonry terhadap gempa bumi. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatan Vertical Diagonal Strut Model (VDSM) digunakan untuk merepresentasikan kontribusi dinding confined masonry sebagai elemen struktural dalam bangunan. Dalam penelitian ini, sebanyak 9 model struktur dengan berbagai kombinasi jarak antar kolom (s) dan jumlah lantai (n) dianalisis menggunakan simulasi numerik. Simulasi dilakukan melalui nonlinear time history analysis (NLTHA) yang menggunakan Multi Stripe Analysis (MSA) untuk mengevaluasi kinerja bangunan terhadap gempa bumi. Data hasil simulasi ini kemudian digunakan untuk membangun model Gaussian Process Regression (GPR) yang mampu memprediksi kurva kerentanan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan jarak antar kolom (s) dan jumlah lantai (n) cenderung meningkatkan kerentanan seismik bangunan confined masonry. Pendekatan GPR berhasil memprediksi kurva kerentanan dengan baik untuk berbagai skenario struktur yang berbeda.
STUDI PERUBAHAN MUKA AIR TANAH DARI SATU BUAH SUMUR PRODUKSI BERDASARKAN PENGGABUNGAN METODE ANALITIK DAN NUMERIK UNTUK PEMODELAN TIME-LAPSE MICROGRAVITY
Pemompaan air tanah dari sumur menyebabkan penurunan muka air tanah (MAT) di sekitar sumur tersebut. Metode time-lapse microgravity, sebagai inovasi dalam teknik pengukuran gravitasi, banyak diterapkan untuk pemantauan MAT. Pemompaan mengubah distribusi massa bawah permukaan, yang menghasilkan perubahan massa yang dapat diukur dengan metode gravitasi selang waktu (time-lapse microgravity). Beberapa studi sebelumnya menggunakan pendekatan slab Bouguer untuk memperkirakan anomali gravitasi akibat perubahan MAT, namun pendekatan ini kurang tepat untuk analisis lokal di sekitar sumur produksi karena variasi penurunan MAT terhadap jarak dari sumur. Di dalam penelitian ini penurunan MAT menggunakan formula Theis. Berdasarkan formula Theis, model penurunan MAT yang dihitung gravitasinya berbentuk kerucut terbalik, disebut drawdown cone. Penelitian ini bertujuan menghitung anomali gravitasi yang lebih akurat sesuai dengan model konseptual perubahan MAT. Anomali gravitasi dari drawdown cone dihitung dengan integral lipat tiga dalam sistem koordinat silinder yang menggabungkan metode analitik dan numerik. Penggabungan dilakukan karena dua dari tiga variabel dapat diselesaikan secara analitik, sementara variabel lainnya memerlukan integrasi numerik karena fungsi pengintegralan yang sangat konpleks. Perhitungan secara analitik pada penelitian ini diselesaikan untuk variabel jarak vertikal (z) dan sudut azimuth horizontal (????). Sedangkan variabel jarak radial (r) diselesaikan dengan pengintegrasian numerik menggunakan aturan trapezium. Dengan membuat digitasi trapezium lebih rapat di dekat sumur, diharapkan perhitungan numerik memiliki error yang lebih kecil. Hasil beberapa simulasi didapat anomali gravitasi memiliki nilai yang sangat kecil, kisaran orde puluhan mikroGal. Perhitungan anomali gravitasi pada jenis akuifer lanau dan pemompaan untuk sumur rumah tangga, diperoleh harga sebesar -11.5 mikroGal tepat di posisi sumur. Untuk pengukuran gravitasi time-lapse dengan ketelitian 5 ????????????????, disarankan area pengukuran berada dalam radius 40-an meter dari sumur pompa. Parameter debit dan durasi berkorelasi positif dengan perubahan anomali gravitasi, sementara specific yield dan transmissivitas berkorelasi negatif dengan perubahan anomali gravitasi.
STUDI NUMERIKAL PADA PENGARUH RASIO CO-FIRING AMMONIA DAN AIR STAGING PADA BOILER SUBCRITICAL 350 MWE TIPE CAROLINA
abstrak bisa di lihat di filenya
ANALISIS PENCEGAHAN REZIM ALIRAN SLUG DALAM PIPA ALIRAN DUA FASA MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS
Aliran multifasa adalah salah satu fenomena dalam aliran yang sering ditemui dalam banyak aplikasi industri dan juga alam. Sesuai namanya, yaitu multi dan fasa, aliran ini melibatkan dua atau lebih banyak fasa (cair, gas, dan padat). Fenomena ini penting untuk dipelajari terutama dalam berbagai aplikasi industri seperti industri proses, minyak dan gas, sistem pembangkit listrik tenaga uap maupun geotermal dan lain-lain. Dalam lingkup yang lebih kecil, aliran dua fasa termasuk salah satu variasi aliran multifasa yang sering dijumpai pada berbagai industri dan alam. Aliran dua fasa yang paling umum dijumpai adalah fasa cair dan gas. Aliran slug yang merupakan salah satu rezim dari aliran dua fasa merupakan aliran yang dianggap merugikan dan dapat menyebabkan kerusakan pada fasilitas sehingga berpotensi mengurangi produktivitas dalam suatu industri. Aliran ini ditandai dengan adanya fluktuasi tekanan dan aliran. Fluktuasi inilah yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada pipa. Dengan penggunaan perangkat lunak ANSYS Fluent, analisis pencegahan rezim aliran slug dilakukan. Hasil simulasi memperlihatkan aliran slug dalam pipa memiliki karakteristik tekanan yang berfluktuasi akibat penumpukan cairan yang dapat menutupi penampang pipa. Besarnya tekanan sangat dipengaruhi oleh fasa cair yang menumpuk pada suatu penampang. Hasil simulasi dari solusi yang dirancang menunjukkan pencampuran fasa antara cair dan gas yang lebih baik sehingga tidak ada fasa cair yang menumpuk dan mengubah rezim aliran menjadi rezim aliran annular. Hal tersebut membuat distribusi tekanan yang terjadi pada penampang pipa lebih baik dan tidak berfluktusi terlalu tinggi. Ditunjukkan dengan penurunan tekanan maksimal dari 11.079,05 Pa menjadi 6.204,24 Pa atau penurunan sebesar 44,01%.
EVALUASI METODE INSPEKSI NON-DESTRUKTIF ULTRASONIK BERDASARKAN PENILAIAN INTEGRITAS STRUKTURAL PADA GANDAR GERBONG KKBW 50 TON
Peningkatan volume angkutan transportasi kereta api membawa dampak signifikan pada kinerja komponen kritis, terutama pada gandar. Salah satu perhatian utama adalah adanya potensi kegagalan gandar akibat cacat yang memicu munculnya retakan fatik. Oleh karena itu, metode Non-Destructive Inspection (NDI) ultrasonik dilakukan secara berkala untuk mendeteksi retak atau cacat sebelum terjadi kegagalan. Namun terlepas dari fakta ini, kegagalan pada gandar masih terjadi terutama pada kereta api barang. Insiden terbaru menunjukkan bahwa kegagalan terjadi di area bentang tengah gandar, lokasi yang jauh dari pemindaian ultrasonik. Sehingga, efektivitas metode NDI menjadi aspek penting untuk dilakukan evaluasi. Evaluasi metode inspeksi sangat berkaitan dengan penilaian integritas struktur berdasarkan prinsip toleransi kerusakan. Dengan menggabungkan probabilitas deteksi dari metode NDI, konsep toleransi kerusakan memastikan keamanan gandar selama operasi. Penelitian ini menguji sensitivitas metode NDI ultrasonik pada gandar kereta api barang dalam mendeteksi cacat atau retak dan membandingkan hasilnya dengan kriteria penilaian integritas struktural yang diuraikan dalam BS 7910. Pengujian sensitivitas metode NDI dilakukan pada cacat buatan di area bentang tengah menggunakan gandar skala penuh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode NDI dapat mendeteksi cacat terkecil yang memiliki kedalaman 4 mm dengan sinyal indikasi sangat rendah sebesar 2% full screen height (FSH). Metode NDI dapat mendeteksi cacat dengan sinyal deteksi cukup baik sebesar 16% FSH pada ukuran cacat yang memiliki kedalaman 10 mm. Berdasarkan penilaian cacat dengan metode failure assessment diagram (FAD), cacat dengan ukuran rentang tersebut berada pada wilayah aman bagi integritas struktur. Untuk mendapatkan hasil analisis cacat yang akurat, penelitian ini menggunakan simulasi numerik metode elemen hingga melalui perangkat lunak ANSYS. Hasil analisis terhadap ukuran cacat kritis menunjukkan bahwa ukuran cacat kritis adalah ketika retakan mencapai kedalaman 80 mm.
ALGORITMA MULTI-RESOLUSI DALAM TOTAL LAGRANGIAN SMOOTHED PARTICLE HYDRODYNAMICS UNTUK DINAMIKA BENDA PADAT
Pendekatan metode elemen hingga tradisional, meskipun efektif, sering menghadapi hambatan seperti ketergantungan pada mesh, kerumitan dalam menangani deformasi besar, dan kesulitan dalam mencapai hasil yang tepat pada batas yang berderformasi dan antarmuka material yang bergerak. Oleh karena itu, disarankan sebuah algoritma yang efektif yang menggunakan pendekatan total lagrangian smoothed particle hydrodynamics untuk memastikan kekekalan momentum dan gradien deformasi. Algoritma ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dari simulasi dinamika benda padat crack. Pendekatan ini meningkatkan efisiensi komputasi dengan adanya resolusi variabel pada berbagai bagian dari domain komputasi. Metode ini diuji menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Pengujian kuantitatif dilakukan dengan rekonstruksi persamaan polinomial hingga persamaan periodik dan menyelesaikan permasalahan swinging plate dalam dinamika benda padat. Rekonstruksi kernel dan gradien, serta kontur perpindahannya menunjukkan kesesuaian yang sangat baik dengan hasil analitik dan referensi. Pengujian kualitatif dilakukan melalui permasalahan pemodelan retak di mana kontur tegangan menunjukkan hasil yang terbebas dari osilasi numerik.