📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 124 dokumen

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR DI KAWASAN BAGIAN BARAT KANAL BANJIR TIMUR, PROVINSI DKI JAKARTA

Wilayah Kota Jakarta Timur dan Jakarta Utara merupakan daerah yang sering kali dilanda bencana banjir. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP), dalam kurun waktu tahun 2000-2024, Jakarta Timur mengalami 103 kejadian banjir sehingga menjadikannya wilayah dengan frekuensi banjir tertinggi di Provinsi DKI Jakarta. Faktor-faktor seperti topografi datar, penurunan muka tanah, kenaikan permukaan air laut, dan alih fungsi lahan menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Genangan tertinggi mencapai 71-150 cm terjadi di Kelurahan Rorotan akibat luapan sungai dan sistem drainase yang kurang memadai. Terdapat Kanal Banjir Timur yang berfungsi untuk menampung dan mengalirkan aliran sungai dan limpasan permukaan, namun dinilai kurang mengatasi bencana banjir di daerah tersebut. Oleh karena itu, diperlukan suatu solusi untuk memperbaiki sistem drainase dan sungai-sungai yang ada di wilayah tersebut. Pemodelan banjir dan analisis hidraulika dalam tugas akhir ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak EPA-SWMM 5.2 untuk memperbaiki saluran drainase eksisting menggunakan debit rencana periode ulang 10 tahunan dengan melakukan pelebaran dan/atau pendalaman saluran drainase ditambah dengan tinggi jagaan sebesar 0.3 meter. Selain itu, dilakukan pemodelan banjir 2D menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 6.6 dengan mempertimbangkan berbagai fase pasang surut sehingga didapatkan luas genangan banjir maksimum yang terjadi yaitu mencapai 595.76 ha pada pasang surut fase 90°. Terdapat empat skenario alternatif solusi yang dimodelkan yaitu tanggul permukiman, tanggul sungai, tanggul kombinasi, dan normalisasi. Dengan mempertimbangkan efektivitas dan biaya pembangunannya, dipilih alternatif solusi berupa tanggul kombinasi dengan total panjang tanggul yaitu 6.4 Km dan jenis tanggul yang digunakan adalah jenis sheet pile. Solusi ini dapat mereduksi volume banjir sebesar 35.89% dan mereduksi luas genangan banjir sebesar 62.87% dengan mengatasi seluruh banjir di permukiman, serta memiliki total biaya sebesar Rp94,609,994,223.45.

2025
👤 Penulis: Nazwa Rahma Kamila
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

PENGEMBANGAN KERANGKA KERJA PETA EVAKUASI BENCANA BANJIR BERBASIS ANALISIS RISIKO: STUDI KASUS KOTA PEKALONGAN

Banjir di wilayah perkotaan Indonesia, termasuk di Kota Pekalongan, merupakan hasil interaksi kompleks antara banjir fluvial, pluvial, dan pasang surut, yang menimbulkan tantangan signifikan terhadap keselamatan publik. Keselamatan publik dapat ditingkatkan dengan pengembangan mitigasi bencana berupa jalur evakuasi yang teroptimasi dan komprehensif melalui pedoman atau acuan penyusunan peta evakuasi. Upaya tersebut tertuang pada Surat Edaran Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.22/SE/Db/2023 tentang Pedoman Perencanaan Jalur Evakuasi Bencana Alam Tsunami yang menyatakan bahwa penentuan jalur evakuasi dilakukan sebagai upaya peningkatan kapasitas untuk mengurangi kerentanan (vulnerability) fisik, lingkungan, sosial, dan ekonomi; selain itu, jalur evakuasi harus memperhatikan tingkat risiko bencana yang terdapat pada hasil kajian dan peta risiko bencana yang telah disusun oleh pemerintah daerah setempat. Studi ini mengembangkan kerangka penyusunan peta evakuasi banjir berbasis analisis risiko melalui pendekatan studi literatur dengan mendefinisikan parameter dan kriteria yang relevan, seperti kondisi hidrologi, hidraulika, pasang surut, demografi, dan infrastruktur eksisting. Parameter dan kriteria pada peta evakuasi memprioritaskan rute terpendek, tercepat, teraman, dan mudah diakses, sehingga analisis tersebut memerlukan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan memanfaatkan Algoritma Dijktsra, analisis Betweenness Centrality, metode kuantifikasi terhadap parameter dan kriteria penyusunan peta evakuasi banjir, serta pemodelan banjir dalam mengidentifikasi wilayah rawan banjir. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa seluruh penyintas dapat mencapai lokasi evakuasi sebelum kedatangan banjir dengan rata-rata waktu tempuh 6,64 menit serta memberikan analisis terkait daerah yang memerlukan perhatian karena memiliki tingkat risiko dan ancaman banjir tinggi khususnya pada area hilir Kota Pekalongan. Hasil tersebut menggambarkan bahwa pengembangan penyusunan peta evakuasi memberikan langkah yang kokoh untuk meningkatkan ketahanan terhadap banjir perkotaan, mengurangi paparan risiko, dan meningkatkan keselamatan publik di wilayah rawan banjir. Penyusunan peta evakuasi banjir diharapkan dapat menjadi acuan kerangka kerja penyusunan peta evakuasi banjir sebagai sebuah standar yang komprehensif.

2025
👤 Penulis: Mohamad Rizky Alpahrezi
🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Bencana Alam 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERENCANAAN ULANG PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO CIROMPANG, DESA BUNGBULANG, KABUPATEN GARUT

Abstrak bisa dilihat di filenya

2025
👤 Penulis: Annisa Mutiara Ridha
🏷️ Perencanaan Rantai Pasok Energi 🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Risiko

MODEL-BASED RISK EVALUATION OF HARD LANDINGS THROUGH SUBSET SIMULATION APPLIED TO OPERATIONAL FLIGHT DATA

This thesis quantifies the risk of aircraft hard landings using a physics-based model and subset simulation on operational flight data. Hard landings, although rare, contribute significantly to landing-related incidents in aviation. Traditional statistical methods often fail to capture the true risk of such rare events due to limited occurrence in datasets. To address this, a simplified physical model was developed to estimate vertical acceleration (????????????????) during landing using Quick Access Recorder (QAR) data from 4,204 Boeing 747 flights at KMSP airport. The dataset was preprocessed by isolating the landing phase (1000 ft AGL to 15 seconds after touchdown), classifying runways, and smoothing sensor noise. The model treats the aircraft as a rigid body and incorporates parameters such as pitch angle, angle of attack, elevator deflection, engine N1, true airspeed (reconstructed from groundspeed and wind), and barometric altitude. A hard landing is defined as exceeding 1.8g at touchdown. Model outputs were validated against QAR data and used in subset simulation to estimate the probability of a hard landing. Ten independent subset simulation runs (4000 total samples, conditional level 0.1) yielded a failure probability of ~3.04125 × 10?7 with high statistical stability. A sensitivity analysis using ±5% perturbations revealed ground speed as the most influential parameter, followed by pitch and angle of attack. These findings highlight that hard landing risk is dominated by parameters controlling vertical energy state, emphasizing the importance of precise speed control and pilot technique during flare. The method offers a robust approach for assessing rare-event risks in aviation safety.

2025
👤 Penulis: Mohammad Rivan Alfareza Widodo
🏷️ Model-Bangun 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Operasionalisasi Data Penerbangan

ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA RANTAI NILAI PENGOLAHAN UBI JALAR CILEMBU (IPOMOEA BATATAS L. VAR CILEMBU) (KASUS DI UMKM UBI CILEMBU MA UTIK, KECAMATAN PAMULIHAN, KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT)

Ubi jalar cilembu adalah varietas lokal dari Desa Cilembu yang dikenal bergizi tinggi dan mudah dibudidayakan, sehingga menyebar luas di Indonesia. UMKM Ubi Cilembu Ma Utik di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, merupakan salah satu pelaku agribisnis lokal yang mengolah ubi jalar cilembu menjadi produk olahan pangan bernilai tambah yang tinggi. Namun, di tengah perannya yang strategis, banyak UMKM di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan risiko dan pencatatan keuangan yang belum terdokumentasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko serta merumuskan strategi mitigasi untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan usaha, menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan proses analisis semi kuantitatif melalui wawancara dan kuesioner, dibantu dengan metode analisis pemetaan aktivitas rantai nilai Porter, analisis nilai tambah Hayami, serta House of Risk (HOR) tahap 1 dan 2. Berdasarkan hasil penelitian, aktivitas rantai nilai pada pengolahan ubi jalar cilembu di UMKM Ma Utik mencakup aktivitas utama dan pendukung dengan nilai tambah produk keripiknya sebesar 18,56% (Rp3.266,67/kg) pada proses produksi. Berdasarkan identifikasi risiko pada rantai nilai usaha Ma Utik menggunakan analisis HOR tahap 1, terdapat 13 penyebab risiko prioritas, yaitu serangan hama lanas, bahan baku yang disimpan terlalu lama, penurunan daya beli konsumen, kualitas bahan baku yang bervariasi dan kurangnya riset pasar atau tren konsumen, kesalahan input data pesanan, kurangnya strategi pemasaran, kondisi cuaca, intensitas penggunaan mesin yang tinggi tidak adanya perjanjian formal dengan reseller/distributor, jumlah tenaga kerja yang sedikit, kesalahan pengiriman produk, serta tidak adanya standar produksi. Strategi mitigasi berdasarkan HOR tahap 2 menghasilkan 12 prioritas, yaitu pembersihan area produksi dan penyimpanan rutin, pengaturan jumlah tumpukan ubi, pengecekan bahan baku selama penyimpanan menggunakan sistem FEFO, optimalisasi media sosial untuk promosi, penerapan FIFO pada penggunaan bahan baku, survei preferensi konsumen, pencatatan stok harian, konfirmasi ulang data pesanan, penetapan standar minimum bahan baku, pengecekan kualitas bahan baku yang masuk, mengikuti tren makanan di media sosial, serta peningkatan ruang simpan tertutup.

2025
👤 Penulis: Amanda Alifia Devardiani Korda
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Kecerdasan Buatan

TUBING INTEGRITY RISK INDEX (TIRI) UNTUK SUMUR ELECTRICAL SUBMERSIBLE PUMP

Electrical Submersible Pumps (ESPs) are widely used in medium to high production rate wells due to their capability to efficiently lift large volumes of fluids. However, tubing integrity failures remain a significant operational challenge in ESP wells, primarily caused by corrosion, erosion, and mechanical stress. These failures often lead to unplanned workovers, production losses, and increased operational costs. This thesis introduces a novel quantitative risk-based framework, the Tubing Integrity Risk Index (TIRI), specifically developed for ESP wells. Unlike conventional approaches that evaluate corrosion, erosion, and mechanical loading separately, TIRI integrates these three primary degradation mechanisms into a single normalized metric. The index is formulated using a Multi-Attribute Decision Analysis framework with a Weighted Sum Model, where the parameter weights are optimized using historical tubing performance data to reflect their actual contribution to failures. The methodology was applied to 82 ESP-operated wells in Field X. TIRI values were validated against tubing life performance and used to classify wells into low, medium, and high-risk categories. The validation confirmed that higher TIRI values correlate with premature tubing failures, while lower values indicate longer tubing service life. A case study comparing low-risk and high-risk wells demonstrated that TIRI can guide tubing design optimization, as high-risk wells required upgraded materials such as P - 1 1 0 with I 3Cr to sustain safe operation. The findings show that TIRI provides a systematic and data-driven method for prioritizing wells based on integrity risk. It supports risk-based decision-making for tubing material selection and preventive maintenance planning, contributing to improved tubing reliability and reduced operational costs in ESP wells ..

2025
👤 Penulis: Adam Adrian Novaldino
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

VISUALISASI RISIKO PRODUKSI PASIR PADA SUMUR DENGAN ESP MELALUI KERANGKA BERBASIS DATA UNTUK PENDUKUNG KEPUTUSAN BERBASIS KUADRAN

Sand production poses a critical operational and economic challenge in the oil and gas industry, leading to equipment failure, production loss, and wellbore integrity issues. Conventional geomechanical models are often data-intensive, and their predictive indices can yield contradictory results, limiting their practical application in mature fields. This study introduces a novel, data-driven framework that synergizes machine learning (ML) with empirical geomechanics to provide an actionable sand production risk assessment for wells produced with Electrical Submersible Pumps (ESPs). The core of the methodology involves using an Extra Trees Regressor, trained on limited core data and conventional well logs, to accurately predict the cementation exponent (m) as a robust proxy for rock integrity (R² = 0.9896 on unseen data). A field-specific failure envelope was then empirically derived by correlating historical sanding events with predicted 'm' values and operational normalized drawdown, defining a quantitative boundary between stable and unstable production regimes. The principal finding reveals a counter-intuitive risk dynamic: a high-risk 'catastrophic failure' regime exists at low operational drawdowns, while a more stable, 'managed-risk' regime is achievable at higher drawdowns. Validation on a blind test set of wells demonstrated the framework's superior predictive power, correctly identifying wells that failed prematurely (<35 days) in the high-risk zone and those achieving long run lives (>1000 days) in the managed-risk zone, outperforming conventional indices. These insights are consolidated into a novel quadrant-based risk map, an intuitive decision-support tool that visualizes a well's risk profile based on its rock integrity and operational stress. Ultimately, this framework provides a strategic sand management philosophy, enabling engineers to move beyond simple prediction to proactively design production and artificial lift strategies that either avoid the catastrophic failure envelope or consciously operate within a manageable risk regime to maximize asset value.

2025
👤 Penulis: Moch. Aucky Aisy Sudjono
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

MODEL PENETAPAN PREMI ASURANSI SIBER DAN ANALISIS ALTERASI POLIS BERDASARKAN SEGMENTASI RISIKO MELALUI PEMODELAN COPULA-SIMULASI MONTE CARLO

Perkembangan teknologi di dunia digital turut mendorong bertumbuhnya risiko siber yang semakin kompleks. Dengan alasan tersebut, permintaan akan suatu produk asuransi yang mampu memberikan proteksi terhadap serangan siber pun meningkat. Namun, penentuan harga preminya menjadi sebuah tantangan akibat kompleksitas dan jenis risiko siber yang amat beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah kerangka perhitungan premi asuransi siber yang terdiferensiasi dengan memodelkan dependensi risiko (frekuensi dan severitas), melakukan segmentasi berdasarkan risiko, dan menganalisis dampak berbagai skema alterasi polis. Tugas Akhir ini menggunakan data proksi dari Internet Crime Complaint Center (IC3) yang telah dimodifikasi untuk merepresentasikan risiko pada tingkat perusahaan di Amerika Serikat. Frekuensi kejadian dimodelkan dengan distribusi Weibull Diskret dan severitas risiko dimodelkan dengan distribusi Gamma, kemudian struktur dependensi antara keduanya dimodelkan menggunakan copula t-Student untuk menangkap dependensi pada kejadian ekstrem. Selanjutnya, simulasi Monte Carlo digunakan untuk membangkitkan 1000 skenario kerugian agregat yang kemudian menjadi dasar untuk perhitungan harga premi menggunakan prinsip deviasi standar pada berbagai skenario alterasi deductible, coinsurance, dan policy limit. Data hasil simulasi kemudian disegmentasi ke dalam empat kuadran risiko berdasarkan nilai median. Analisis sensitivitas pada tiap segmen risiko menunjukkan bahwa komponen alterasi polis masing-masingnya memiliki dampak yang berbeda secara signifikan. Kesimpulannya, pendekatan pemodelan Copula-Monte Carlo yang dikombinasikan dengan segmentasi risiko mampu menjadi kerangka yang kuat dan fleksibel untuk penetapan premi asuransi siber. Model ini memungkinkan perusahaan asuransi untuk merancang skema polis yang lebih adil dan efisien, menyesuaikan profil risiko tertanggung secara spesifik, sekaligus memberikan landasan kuantitatif untuk strategi underwriting yang lebih baik.

2025
👤 Penulis: Tyrone Nicholas Lee
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Asuransi

PERENCANAAN PENGALIHAN ALUR SUNGAI SELUYU DI AREA PENAMBANGAN KABUPATEN PASER, KALIMANTAN TIMUR

Abstrak bisa dilihat di filenya

2025
👤 Penulis: Vanessa Justiana
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

EVALUASI KELAYAKAN FINANSIAL INVESTASI PROYEK KPBU JALAN TOL (STUDI KASUS : PROYEK KPBU JALAN TOL JAKARTA – CIKAMPEK II SELATAN)

Proyek KPBU Jalan Tol merupakan salah satu alternatif pembiayaan yang dilakukan oleh pemerintah yang bekerja sama dengan badan usaha untuk melibatkan badan usaha dalam membangun infrastruktur publik untuk mengatasi masalah keterbatasan anggaran dan tetap melanjutkan program pengembangan infrastruktur di Indonesia. Proyek KPBU Jalan Tol juga memiliki risiko-risiko yang tentunya ini telah diatur pembagian atau alokasi risiko yang telah di susun oleh PT.PII. Namun dalam implementasi program KPBU Jalan Tol ini, sering kali terjadi penyimpangan atau munculnya risiko seperti keterlambatan tanah dan kenaikan biaya konstruksi yang secara langsung berdampak pada kelayakan finansial proyek jalan tol. Meskipun beberapa risiko tersebut merupakan tanggung jawab badan usaha, tidak semua risiko yang terjadi diakibatkan oleh pihak tersebut. Risiko-risiko ini secara langsung berdampak pada arus kas proyek yang, jika tidak dilakukan evaluasi lebih lanjut, maka ini akan mempengaruhi kelayakan finansial proyek dan akan merugikan badan usaha. Untuk itu, dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan finansial proyek investasi KPBU Jalan tol dengan membandingkan kelayakan finansial kondisi rencana (Feasibility Study) dengan kondisi Eksisting (keadaan aktual). Hasil perbedaan ini kemudian dianalisis penyebab dari risiko ini yang terjadi secara langsung pada proyek. Kemudian risiko-risiko tersebut perlu dilakukan penyesuaian atau solusi optimal sehingga penyesuaian tersebut dapat mengembalikan kelayakan finansial proyek KPBU Jalan tol. Dengan melakukan analisis sensitivitas dan juga penyesuaian dengan persyaratan durasi masa konsesi sesuai peraturan dan tarif mengikuti aturan BPJT, maka didapatkan solusi optimal yang dapat diajukan oleh BUJT dan diberikan oleh Pemerintah agar solusi tersebut dapat mengembalikan kelayakan proyek dengan fairness dan win-win solution. Solusi dan alternatif lainnya juga dicari lebih lanjut dengan melakukan wawancara untuk mengetahui bagaimana perspektif badan usaha dan pemerintah dalam mengatasi dan memitigasi risiko-risiko yang terjadi pada kondisi Eksisting dan bagaimana pandangan masing-masing pihak dalam pengusahaan jalan tol di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terjadi perbedaan antara rencana dan Eksisting serta didapatkan penyebabpenyebab terjadinya risiko tersebut. Penelitian ini juga menyajikan solusi optimal yang dapat diusulkan untuk kedua belah pihak serta bagaimana solusi dari masing-masing pihak dalam memitigasi risiko tersebut.

2025
👤 Penulis: Haidar Amru Mahfuddin
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

ANALISIS RENDAMAN DAN KERENTANAN PESISIR DENGAN INTEGRASI SOSIAL-LINGKUNGAN MELALUI PENDEKATAN MULTI-CRITERIA DECISION MAKING (MCDM) DAN PROBABILISTIC PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PPCA) DI WILAYAH IBU KOTA NUSANTARA (IKN)

Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur (Ibu Kota Nusantara) merupakan langkah strategis dalam mendukung distribusi pembangunan nasional agar lebih merata. Namun, area pengembangan IKN terletak di wilayah pesisir yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, seperti kenaikan muka laut, badai, banjir, dan lainnya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi spasial bahaya banjir, tingkat kerentanan, dan risiko bahaya melalui pendekatan Multi-Criteria Decision Making (MCDM) dengan basis bobot entropi dan Probabilistic Principal Component Analysis (PPCA). Proyeksi risiko banjir pada skenario maksimum menunjukkan bahwa Kecamatan Anggana memiliki area terendam terbesar sebesar 51.312,38 ha, diikuti oleh Kecamatan Muara Jawa (20.599,35 ha), Kecamatan Penajam (12.891,08 ha), dan Kecamatan Samboja (4.527,55 ha). Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi daerah yang memiliki dampak rendaman terbesar dengan 72,2% dari total luas rendaman. Berdasarkan hasil pengolahan menggunakan MCDM kerentanan pesisir di wilayah pengembangan IKN memiliki nilai kerentanan dengan kategori sangat rendah di pesisir Kecamatan Samboja dan Kecamatan Sepaku. Sedangkan pengolahan kerentanan pesisir menggunakan metode PPCA didapatkan nilai kerentanan yang didominasi tingkat rendah hingga tinggi di Kecamatan Samboja dan tingkat sedang hingga tinggi di Kecamatan Sepaku. Hasil tersebut didapatkan dengan bobot tertinggi dimiliki oleh parameter gelombang maksimum dan gelombang signifikan pada kedua metode. Kota Balikpapan dengan tingkat kerentanan tinggi berdasarkan CVI-90 memiliki area luas rendaman pada skenario 4 sebesar 4.114,02 ha atau 3,67% dari total luas rendaman. Pada skenario yang sama, Kabupaten Penajam Paser Utara dengan tingkat kerentanan rendah, memiliki luas rendaman sebesar 22.545,25 ha atau 20,1% dari total luas rendaman.

2025
👤 Penulis: Kayla Hasna Aurelianti
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

KAJIAN PROBABILISTIC TSUNAMI RISK ASSESSMENT (PTRA) DI KOTA DENPASAR PROVINSI BALI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN DAMPAK SEA-LEVEL RISE

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerentanan tsunami tertinggi di dunia karena berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama. Secara khusus, Pulau Bali memiliki risiko yang lebih besar akibat lokasinya yang berdekatan dengan zona subduksi Java Megathrust dan Flores Back-Arc Thrust, serta statusnya sebagai kawasan pariwisata padat penduduk. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja Probabilistic Tsunami Hazard Assessment (PTHA) di Bali dengan mempertimbangkan efek non-stasioner dari Sea-Level Rise (SLR). Parameter gempa seperti magnitudo, lebar dan panjang patahan, serta slip, dianalisis secara statistik dan diestimasi menggunakan hukum skala empiris. Pemodelan propagasi tsunami dilakukan untuk 175 skenario yang mencakup variasi magnitudo dan SLR, menggunakan Delft3D. Untuk mempercepat perhitungan, hubungan antara magnitudo, SLR, dan kedalaman genangan dimodelkan menggunakan Gaussian Process Regression (GPR) sebagai permukaan respon. Kurva bahaya tsunami kemudian dievaluasi melalui simulasi Monte Carlo sebanyak 100.000 sampel, dengan mempertimbangkan ketidakpastian parameter sumber. Selanjutnya, estimasi risiko tsunami dilakukan dengan memperhitungkan hasil bahaya dengan data eksposur spasial serta fungsi kerusakan empiris berupa fragility curve berbasis inundation depth. Risiko tsunami dievaluasi dengan pendekatan probabilitas kegagalan tiap bangunan, kerugian unit, dan frekuensi kejadian tahunan lalu, diakumulasikan guna memperkirkan risiko kumulatif. Hasil menunjukkan bahwa SLR memberikan dampak paling signifikan pada skenario tsunami energi rendah, dengan peningkatan probabilitas kejadian melebihi ambang bahaya sebesar 5,46% dan kerugian ekonomi sebesar IDR 0.09 trilliun. Meskipun GPR memiliki keterbatasan dalam menangkap nilai ekstrem, model ini mampu merepresentasikan pola umum dengan baik. Selain itu, hasil simulasi menunjukkan bahwa wilayah teluk cenderung mengalami akumulasi energi tsunami yang lebih besar dibandingkan wilayah semenanjung, sehingga meningkatkan risiko genangan secara spasial di kawasan pesisir Denpasar.

2025
👤 Penulis: Muhamad Farhan Permana
🏷️ Geologi 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Model Matematika

ESTIMASI BIAYA PERBAIKAN GAWAI BERDASARKAN KARAKTER KERUSAKAN GAWAI DENGAN MENGGUNAKAN PROSES GAUSSIAN

Dalam era digital yang terus berkembang, gawai telah menjadi kebutuhan pokok bagi aktivitas sehari-hari. Tingginya penggunaan gawai ini meningkatkan risiko kerusakan yang berimplikasi pada biaya perbaikan yang bervariasi tergantung karakteristik kerusakannya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model estimasi biaya perbaikan gawai berdasarkan karakter kerusakan menggunakan pendekatan Proses Gaussian (Gaussian Process/GP). Data historis mengenai jenis kerusakan dan biaya perbaikan digunakan untuk membangun model prediktif. Proses Gaussian dipilih karena kemampuannya dalam memodelkan hubungan non-linear dan mengelola ketidakpastian dalam estimasi biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses Gaussian mampu memberikan estimasi biaya perbaikan dengan akurat serta memungkinkan analisis mendalam terhadap faktor-faktor utama yang memengaruhi biaya tersebut. Dengan demikian, model ini memberikan manfaat signifikan bagi perusahaan asuransi dalam menentukan premi yang lebih tepat dan kompetitif.

2025
👤 Penulis: Yemima Cahya R. Rajagukguk
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Manajemen Asuransi

ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PEKERJAAN INSTALASI METODE BAWAH AIR DAN DOCKING PADA STRUKTUR TERAPUNG

Struktur terapung seperti kapal menghadapi tantangan terkait pemeliharaan dan perbaikan, terutama karena beroperasi dalam kondisi lingkungan laut yang ekstrem. Salah satu komponen penting yang mempengaruhi stabilitas kapal adalah fin stabilizer, yang berfungsi untuk mengurangi guncangan dan meningkatkan kenyamanan serta keselamatan saat berlayar. Pemeliharaan dan pemasangan fin stabilizer dapat dilakukan dengan dua metode utama, yaitu metode bawah air dan metode docking. Meskipun metode docking telah lama digunakan karena memungkinkan pemeriksaan menyeluruh terhadap kapal, metode bawah air menawarkan keunggulan dari segi efisiensi waktu dan biaya, serta mengurangi gangguan terhadap operasional kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas dan efisiensi kedua metode tersebut dalam pemasangan fin stabilizer pada Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Karno, dengan fokus pada biaya, waktu, serta manajemen risiko. Metode yang digunakan mencakup pendekatan kualitatif dan kuantitatif, yang melibatkan analisis data sekunder dari dokumen proyek dan studi literatur, serta penerapan teknik manajemen risiko seperti Work Breakdown Structure (WBS) dan Risk Breakdown Structure (RBS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bawah air lebih efisien secara biaya dan waktu dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp40.000.000, dibandingkan dengan metode docking yang mencapai Rp228.090.000. Meskipun demikian, kedua metode tersebut tetap menghadapi risiko keselamatan yang signifikan, yang perlu dikelola dengan langkah mitigasi yang tepat.

2025
👤 Penulis: Kemal Hamdani
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Risiko

OPTIMASI RUTE KAPAL PERINTIS DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KETIDAKPASTIAN TINGGI GELOMBANG

Abstrak bisa dilihat di filenya

2025
👤 Penulis: Khairinnisa Zakwani
🏷️ Optimisasi Jaringan 🏷️ Geologi Oseanografi 🏷️ Analisis Risiko
Halaman 4 dari 9
💬