📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 113 dokumenPROSPEK PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN DESA BERBASIS INDUSTRI KREATIF DI DESA CANGKUANG KULON, KECAMATAN DAYEUHKOLOT, KABUPATEN BANDUNG
Penelitian ini bertujuan menganalisis prospek pengembangan kelembagaan kewirausahaan untuk mendukung pembangunan desa berbasis industri kreatif di Desa Cangkuang Kulon, Kabupaten Bandung. Latar belakang penelitian berakar pada potensi industri kreatif perdesaan sebagai solusi diversifikasi ekonomi lokal yang selama ini bergantung pada sektor pertanian rentan krisis. Namun, pengembangan industri kreatif di Desa Cangkuang Kulon menghadapi tantangan struktural, seperti lemahnya kapasitas kelembagaan, minimnya inovasi desain, dan keterbatasan akses pasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan deduktif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan Rapid Rural Appraisal (RRA), melibatkan wawancara terhadap informan kunci (pelaku industri kreatif, pemerintah desa, BUMDes). Data dianalisis melalui tiga kerangka: (1) evaluasi model bisnis eksisting menggunakan Business Model Canvas (BMC); (2) analisis kesenjangan (gap analysis) kapasitas kelembagaan berdasarkan rantai nilai industri kreatif (kreasi, produksi, pemanufakturan, distribusi; dan (3) perumusan strategi berbasis analisis SWOT dan adaptasi teori rural entrepreneurship oleh Korsgaard (2015). Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa kapasitas kelembagaan kewirausahaan di Desa Cangkuang Kulon belum optimal dalam mendukung rantai nilai industri kreatif dan kapasitas kewirausahaan pelaku industri kreatif belum terintegrasi dengan teknologi dan pemasaran yang masih kurang. Sehingga, dirumuskan strategi pengembangan dengan menekankan transformasi space menjadi place melalui kodifikasi sumber daya dan revalorisasi identitas lokal.
PENGEMBANGAN STRATEGI B2B UNTUK PT TIRTA MAJU SEMESTA UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan rencana pemasaran bisnis- ke-bisnis (B2B) bagi PT Tirta Maju Semesta dalam rangka meningkatkan penjualan air bersih. Pendekatan kualitatif digunakan dengan wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan internal dan perwakilan PDAM yang dilengkapi dengan analisis dokumen dan observasi langsung. Populasi penelitian meliputi para pengambil keputusan internal di Kota Bogor dan mitra eksternal yang terlibat dalam bisnis air. Kerangka kerja VRIO, SWOT, PESTLE, dan QSPM digunakan untuk menganalisis data secara tematik dan melakukan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian, PT Tirta Maju Semesta mengalami penjualan yang rendah karena kendala regulasi, preferensi klien industri terhadap air tanah, dan teknik komunikasi pemasaran yang tidak efektif. Penelitian ini mengusulkan strategi komunikasi B2B yang terarah, pemasaran berbasis segmentasi, dan penguatan kemitraan untuk meningkatkan penjualan. Strategi-strategi ini membantu perusahaan lebih selaras dengan kerangka regulasi dan menanggapi permintaan pasar industri. Implikasinya menunjukkan bahwa peningkatan keterlibatan pemangku kepentingan dan komunikasi nilai akan meningkatkan penjualan air dan mendukung praktik pengelolaan air berkelanjutan di sektor industri.
USULAN ALTERNATIF STRATEGI BISNIS UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PADA DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN (STUDI KASUS PADA DPLK AIA FINANCIAL)
Di Akhir 2024, DPLK AIA menunjukkan pertumbuhan penjualan yang negatif dan hal ini menjadi tantangan yang sedang dihadapi oleh DPLK AIA. Di sisi lain DPLK AIA juga menghadapi tantangan dari sisi regulasi dimana regulasi yang baru membuat DPLK AIA harus menyusun strategi baru untuk dapat bersaing dalam persaingan produk ini. DPLK AIA juga mengalami kendala dari beberapa faktor sehingga hasil penjualan kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi penjualan produk DPLK dan setelah itu memberikan strategi alternatif yang dapat diimplementasikan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan penjualan di tahun berikutnya. Dalam penelitian ini metodologi yang digunakan adalah metode kualitatif dengan data primer yang diambil melalui hasil wawancara dengan responden dan data sekunder yang diambil melalui data internal dan data eksternal serta beberapa dokumen pendukung lainnya dari data 2019-2025. Analisis situasi internal yang dihadapi perusahaan menggunakan analisis Pandangan Berbasis Sumber Daya (RBV) dan VRIO. Untuk analisis eksternal menggunakan analisis PESTEL, analisis Porter Five Forces dan Analisa Kompetitor. Dari analisis internal dan eksternal ini didapat temuan yang harus segera diperbaiki dengan strategi yang efektif dalam pelaksanaannya. Dalam perumusan strategi ini analisis SWOT digunakan untuk melihat beberapa faktor internal dan eksternal yang menjadi tantangan lalu dari hasil analisis ini dirumuskan strategi yang efektif menggunakan TOWS matrix. Penelitian ini merumuskan 4 alternatif strategi untuk meningkatkan penjualan pada produk DPLK. Strategi yang pertama adalah dengan cara berinvestasi pada ahli dalam bidang DPLK. Strategi yang kedua dengan cara meningkatkan teknologi dan solusi berbasis seluler. Strategi yang ketiga dengan cara meningkatkan visibilitas melalui sosial media, kemitraan dan kampanye edukasi. Strategi yang terakhir adalah membuat kemitraan dengan perusahaan teknologi keuangan dan bank.
PENERAPAN AHP UNTUK MENENTUKAN FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN PADA OUTSOURCING JASA PROYEK AUDIO : STUDI KASUS PT. SHEFAI INDONESIA
Meningkatnya permintaan konten lokal di industri media telah menyebabkan ketergantungan yang lebih besar pada jasa outsourcing berbasis audio, khususnya dubbing dan lokalisasi. Namun, efektivitas outsourcing bergantung pada identifikasi dan prioritas faktor-faktor keberhasilan untuk mengoptimalkan pemilihan vendor, efisiensi alur kerja, dan kualitas layanan. Studi ini menerapkan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan Critical Success Factors (CSFs) dalam outsourcing layanan audio berbasis proyek, dengan menggunakan PT. Shefai Indonesia sebagai studi kasus. Penelitian ini mengidentifikasi Adequate Communication Channels, Effective Feedback, Skilled Engineers, Skilled Voice Actor Pool, Skilled Project Manager, Turnaround Time Delivery, and Information Security sebagai tujuh kriteria paling penting yang memengaruhi keberhasilan outsourcing. Dengan menggunakan AHP, faktor-faktor ini dievaluasi secara sistematis dan diberi peringkat berdasarkan masukan ahli professional di bidangnya, dengan konsensus kelompok yang tinggi sebesar 87,3% dan Rasio Konsistensi yang rendah (2,9%), memastikan data yang tervalidasi. Studi ini selanjutnya mengintegrasikan analisis internal (SWOT) dan eksternal (PESTEL) untuk mengembangkan proses bisnis outsourcing yang terstruktur. Proses bisnis yang diusulkan terdiri dari 5 tahap utama, yang menggabungkan CSF pada titik-titik kritis untuk meningkatkan efisiensi, kolaborasi vendor, dan kualitas layanan. Rekomendasi utama meliputi penerapan alat komunikasi yang kuat, penyempurnaan mekanisme feedback, penguatan standar evaluasi vendor, memastikan keamanan data. Penelitian ini menyediakan model proses bisnis bagi organisasi yang berupaya mengoptimalkan outsourcing dalam industri layanan audio. Temuan ini berkontribusi pada bidang manajemen alih daya yang lebih luas dengan menunjukkan bagaimana AHP dapat diterapkan secara efektif untuk menentukan peringkat faktor keberhasilan alih daya dan mengembangkan kerangka kerja operasional. Dengan menerapkan model yang diusulkan, PT. Shefai Indonesia dapat meningkatkan kualitas layanan, kolaborasi vendor, dan skalabilitas, memposisikan dirinya sebagai pemimpin yang kompetitif dalam industri sulih suara global
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK PENINGKATAN STRATEGI PEMASARAN BAKSO BENHIL PURWOKERTO DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWOT-TOWS AHP TERINTEGRASI
Bakso Benhil Purwokerto, UMKM yang berdiri sejak pertengahan tahun 2024, menghadapi tantangan dalam mencapai target penjualan di tengah ketatnya persaingan di industri kuliner. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis terpadu dengan metode SWOT-TOWS dan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menyusun dan memprioritaskan strategi pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan dan memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan seperti lokasi yang strategis dan produk bersertifikat halal, serta kelemahan berupa minimnya promosi digital. Di sisi eksternal, peluang berupa digitalisasi UMKM dan meningkatnya permintaan akan makanan praktis menghadapi ancaman persaingan yang ketat dan fluktuasi harga bahan baku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pemasaran berbasis digital menjadi prioritas, meliputi pengembangan konten media sosial yang menarik, kolaborasi dengan influencer lokal, dan program promosi di platform pemesanan daring. Strategi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan brand awareness, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan bisnis. Kerangka kerja strategis dan rekomendasi dalam penelitian ini memberikan panduan praktis bagi UMKM di industri makanan dan minuman.
USULAN STRATEGI PEMASARAN MEDIA SOSIAL PRATISTA UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK DAN NIAT PEMBELIAN
Industri perawatan kulit global berkembang pesat karena meningkatnya minat konsumen pada kesehatan, kebugaran, dan keberlanjutan, serta di Indonesia, pertumbuhan pasar didorong oleh peningkatan pendapatan yang dapat dibelanjakan dan pergeseran ke platform digital, meskipun Pratista dikenal dengan produk yang aman, terjangkau, dan efektif, merek ini menghadapi persaingan ketat dan penurunan pendapatan akibat rendahnya kesadaran merek serta kesulitan mempertahankan pelanggan di pasar digital yang dinamis, sehingga media sosial, kesadaran merek, dan niat pembelian menjadi krusial dalam penelitian kami karena media sosial memfasilitasi interaksi langsung, promosi produk, dan pembentukan identitas merek, sementara kesadaran merek mencerminkan kemampuan konsumen untuk mengenali dan mengingat merek, dan niat beli menunjukkan potensi konversi interaksi menjadi penjualan yang esensial untuk pertumbuhan pendapatan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini mengadopsi pendekatan mixed-methods dengan menggabungkan data kuantitatif dari survei online dan wawasan kualitatif melalui wawancara mendalam serta diskusi kelompok fokus, didukung oleh data sekunder dari laporan industri, jurnal akademik, dan statistik pasar guna memperkuat temuan; kerangka analisis seperti PESTEL, Porter’s Five Forces, VRIO, SWOT, dan Marketing Mix (7Ps) diterapkan secara sistematis untuk menilai dinamika pasar eksternal dan kapabilitas operasional internal Pratista. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi ketat, peningkatan pendapatan, tren konsumen dinamis di kalangan Milenial dan Gen Z, serta kemajuan teknologi seperti AI rekomendasi produk menawarkan peluang besar, Pratista masih perlu mengatasi isu keragaman produk, kemasan premium, dan konsistensi keterlibatan di media sosial; dengan dukungan sumber daya keuangan yang stabil, klinik modern, sistem CRM, dan pendekatan yang berfokus pada pelanggan, direkomendasikan strategi pemasaran terintegrasi yang menitikberatkan pada periklanan digital, kemitraan dengan influencer, pemasaran konten, dan keterlibatan komunitas untuk meningkatkan kesadaran merek dan niat pembelian jangka panjang
USULAN STRATEGI PEMASARAN DI INDUSTRI PARFUM INDONESIA (STUDI KASUS: LABYRINTH)
Pasar parfum Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh peningkatan preferensi konsumen, pengaruh media sosial, dan dukungan pemerintah bagi usaha lokal. Labyrinth, merek parfum lokal, menghadapi tantangan dalam mempertahankan kinerja pasar yang stabil, terutama dalam hal konsistensi penjualan dan kesadaran merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal Labyrinth melalui analisis SWOT komprehensif guna mengembangkan rekomendasi strategis untuk pertumbuhan pasarnya. Studi ini menggunakan kerangka analisis internal seperti RBV (Resource-Based View), VRIO, dan Analisis Rantai Nilai untuk menilai kekuatan perusahaan, termasuk bahan baku berkualitas tinggi, formulasi eksklusif, dan kepatuhan hukum. Namun, kelemahan seperti kesadaran merek yang terbatas, tim kecil, dan ketergantungan berlebihan pada pemasaran berbasis acara teridentifikasi. Analisis eksternal menggunakan PESTEL dan Porter’s Five Forces mengungkap peluang dalam ekspansi e-commerce, kebanggaan merek lokal, dan tren keberlanjutan, sementara ancaman meliputi persaingan ketat, produk substitusi, dan fluktuasi ekonomi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Labyrinth perlu mengoptimalkan strategi pemasaran digital, memperluas saluran distribusi di luar acara, dan memperkenalkan variasi produk baru untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan. Penelitian ini menyimpulkan rekomendasi strategis, termasuk memanfaatkan pemasaran influencer, memperkuat kehadiran e-commerce, dan berinovasi dalam penawaran produk untuk mempertahankan keunggulan kompetitif di industri parfum Indonesia yang sedang berkembang.
REVITALISASI STRATEGI PEMASARAN BRAND AWARENESS UMKM ‘YOGHURT CISANGKUY’: MENINGKATKAN DAYA TARIK KULINER LEGENDARIS DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara brand awareness yang dibangun melalui strategi pemasaran digital dan peningkatan penjualan Yoghurt Cisangkuy, produk kuliner legendaris di Bandung. Yoghurt Cisangkuy, yang terkenal dengan nilai warisan dan kualitas produknya yang unik, menghadapi tantangan dalam mempertahankan daya tarik pasarnya, terutama di kalangan konsumen muda yang cenderung lebih menyukai tren kuliner baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi penjualan Yoghurt Cisangkuy. Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei yang menargetkan konsumen baik dari kalangan yang lebih tua maupun yang lebih muda, dengan fokus pada brand awareness, persepsi terhadap kualitas produk, dan pengaruh promosi pemasaran digital terhadap perilaku pembelian. Wawasan kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan manajemen Yoghurt Cisangkuy, yang mengeksplorasi efektivitas strategi pemasaran digital, inovasi produk, dan tantangan yang dihadapi dalam memenuhi preferensi konsumen yang terus berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran digital memainkan peran penting dalam memperluas brand awareness, terutama di kalangan generasi muda, dengan memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram dan TikTok. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya menciptakan konten yang menarik, otentik, dan berkolaborasi dengan influencer untuk mempromosikan nilai-nilai warisan dan produk sehat. Meskipun tantangan dalam mengoptimalkan strategi pemasaran digital sepenuhnya, penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan brand awareness secara langsung mempengaruhi perilaku pembelian konsumen, yang dapat menyebabkan potensi peningkatan penjualan. Analisis regresi mengungkapkan bahwa meskipun hubungan antara pemasaran digital dan brand awareness memiliki koefisien regresi negatif (-0,312), hubungan yang signifikan (Sig. = 0,027) menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang efektif tetap berperan penting dalam meningkatkan penjualan dan memperkuat visibilitas merek. Untuk lebih memperkuat posisi Yoghurt Cisangkuy di pasar, penelitian ini juga menggunakan berbagai analisis eksternal dan internal yang dapat membantu merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif. Analisis PESTLE (Political, Economic, Social, Technological, Legal, Environmental) memberikan wawasan tentang faktor-faktor makroekonomi yang memengaruhi pasar kuliner, sementara analisis Porter’s Five Forces mengidentifikasi tingkat persaingan dan potensi ancaman dari pesaing baru serta kekuatan tawar-menawar pemasok dan konsumen. Dalam hal segmentasi pasar, targeting, dan positioning (STP), Yoghurt Cisangkuy dapat memfokuskan pemasaran pada generasi muda dengan pendekatan yang lebih modern dan terhubung dengan tren saat ini. Selain itu, model 5A (Aware, Appeal, Ask, Act, Advocate) membantu memahami perjalanan konsumen dalam memperkuat hubungan emosional mereka dengan merek, dari kesadaran hingga advokasi. Di sisi internal, analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), Business Model Canvas (BMC) dan matriks TOWS, bersama dengan analisis IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Factor Analysis Summary), memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai posisi Yoghurt Cisangkuy saat ini di pasar dan potensi yang dimilikinya untuk berkembang lebih lanjut. Berdasarkan analisis ini, strategi inovatif dalam pemasaran digital, pemilihan influencer yang tepat, serta peningkatan pengalaman pelanggan melalui elemen warisan dan produk yang lebih sehat dapat lebih menghidupkan kembali merek legendaris ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Yoghurt Cisangkuy dapat memanfaatkan pemasaran digital dan elemen warisan yang kuat untuk memperkuat brand loyalty dan meningkatkan penjualannya, khususnya di kalangan generasi muda yang sangat dipengaruhi oleh media sosial dan tren gaya hidup sehat.
STRATEGI MARKETING MENINGKATKANDANA KELOLAAN STUDI KASUS : PT MANDIRI MANAJEMEN INVESTASI
Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk pada tahun 2023 menurut Biro Pusat statistik Indonesia sejumlah 275 juta orang. Dari angka tersebut, total penduduk yang aktif secara ekonomi di tahun 2022 sekitar 143,7 juta jiwa atau 52% penduduk. Menurut Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Desember 2023 total investor domestik ritel di pasar modal Indonesia adalah 12,16 juta investor (8,5% dari populasi yang aktif secara ekonomi atau 4,42% dari total penduduk Indonesia), khusus investor Reksa Dana sebesar11,41 juta investor (7,97% dari populasi aktif ekonomi/ 4,14% dari total penduduk Indonesia). PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) adalah salah satu perusahaan manajemen aset terkemuka di Indonesia, merupakan anak perusahaan Bank Mandiri menyediakan berbagai produk dan layanan kepada investor. Per Desember 2023 menurut Emonitoring APRDI, total AUM yang dikelola oleh Mandiri Investasi sekitar Rp 43,3 triliun atau 5,3% pangsa pasar dari total industri manajemen aset AUM sekitar Rp 825,3 Triliun dari total aset manajermen di tahun 2023 sebanyak 92 perusahaan menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mandiri Investasi menawarkan produknya melalui 2 saluran, yaitu Distribusi langsung dan tidak langsung. Distribusi tidak langsung adalah saluran melalui agen penjualan seperti bank, perusahaan sekuritas, dan perusahaan teknologi keuangan. Distribusi langsung berarti investor membeli produk Mandiri Investasi langsung dari Mandiri Investasi. Jenis investor ini adalah investor ritel maupun investor institusi. Mandiri Investasi menghadapi tantangan untuk meningkatkan dana kelolaan, terutama dari Distribusi langsung. Ada regulasi dari investor institusi yang mebeli secara langsung yang terdampak peratiran pemerintah, hal ini mempengaruhu bagaimana nasabah institusi mengelola investasinya pada tahun 2023. Selanjutnya, berdampak pada industri manajemen aset. Mandiri Investasi mengalami penurunan AUM sejak tahun 2023. Penelitian ini mengkaji faktor internal dan eksternal Mandiri Investasi untuk mengembangkan strategi pemasaran untuk meningkatkan dana keloalan Mandiri Investasi melalui saluran langsung. Penulis akan menggunakan analisis SWOT untuk memiliki alternatif strategi yang diusulkan dan diimplementasikan oleh Mandiri Investasi untuk mencapai tujuannya meningkatkan AUM.
Sektor makanan dan minuman di Kota Bekasi menghadirkan tantangan yang cukup besar bagi LHBG, mengingat perusahaan tersebut baru saja meresmikan lokasi barunya di kawasan ini. Agar berhasil dalam lanskap persaingan ini, LHBG harus merancang rencana pemasaran yang disesuaikan dengan karakteristik pasar Kota Bekasi yang unik. Studi ini memadukan metodologi kualitatif dan kuantitatif untuk mengevaluasi secara komprehensif berbagai masalah internal dan eksternal yang memengaruhi perusahaan. Elemen internal dinilai menggunakan kerangka kerja STP (Segmentasi, Penargetan, dan Penempatan) yang dipadukan dengan Bauran Pemasaran, sedangkan komponen eksternal diteliti melalui wawasan Perilaku Konsumen, Lima Kekuatan Porter, dan Analisis Pesaing yang menyeluruh. Hasil dari evaluasi ini disintesis melalui Analisis SWOT untuk menentukan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Matriks TOWS digunakan untuk menghasilkan taktik pemasaran alternatif. Pada tahap akhir, strategi-strategi ini diperingkat dan dimodifikasi oleh Analisis SMART, yang menjamin pemilihan pendekatan yang paling berhasil dan layak untuk dilaksanakan. Hasil-hasil tersebut menggarisbawahi tiga teknik dasar bagi LHBG. Awalnya, diferensiasi produk akan dicapai melalui penawaran yang khas, termasuk versi yang sehat (croissant bebas gluten, vegan, dan rendah gula) dan barang musiman, untuk menarik konsumen yang sadar kesehatan dan berorientasi pada tren. Kedua, metode penetapan harga seperti penawaran bundling dan program loyalitas disarankan untuk meningkatkan nilai dan menumbuhkan loyalitas klien. Pada akhirnya, pemasaran digital melalui inisiatif media sosial yang dinamis seperti Instagram dan TikTok, kemitraan dengan influencer lokal, dan penawaran daring eksklusif dapat meningkatkan pengenalan merek dan mengurangi persaingan dari produk pengganti. Dengan menjalankan teknik-teknik ini, LHBG dapat meningkatkan posisi pasarnya, menarik pelanggan baru, dan memperkuat loyalitas merek. Studi ini menawarkan strategi pragmatis untuk perusahaan kecil di pasar yang kompetitif dan menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan kekuatan internal dengan peluang eksternal untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan..
USULAN STRATEGI BISNIS UNTUK PHOTOMATICS: MENYEIMBANGKAN KUALITAS DAN PERTUMBUHAN PHOTOMATICS DI TAHUN 2025
Pada tahun 2024, persaingan dengan photo booth lain menjadi lebih ketat dibanding sebelumnya. Photomatics menghadapi beberapa hambatan untuk melanjutkan strategi saat ini. Meningkatnya persaingan dari pesaing dan dinamika pasar adalah contoh tantangan yang saat ini dihadapi oleh Photomatics. Salah satu sinyal yang ditangkap oleh Photomatics adalah target pendapatan tahun ini masih jauh dari target. Untuk bertahan dalam industri yang kompetitif, Photomatics harus menciptakan strategi bisnis yang kuat, tidak hanya untuk mencapai target pendapatan, tetapi juga untuk mencapai keberlanjutan di pasar yang dinamis ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengusulkan strategi bisnis bagi Photomatics untuk meningkatkan pendapatan bersih dan memenangkan persaingan di industri studio foto mandiri. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Pasar, Analisis Internal, dan Analisis Eksternal. Analisis Pasar dilakukan untuk memahami target pasar industri photobox. Analisis Internal dilakukan untuk memahami kemampuan Photomatics dalam memenangkan persaingan dengan menggunakan Analisis Sumber Daya dan Aktivitas Rantai Nilai serta dinilai dengan analisis VRIO untuk menentukan keunggulan kompetitif berkelanjutan Photomatics. Analisis Eksternal dilakukan untuk memahami Lingkungan Umum, Lingkungan Industri, dan pergerakan serta strategi pesaing di industri photobox. Lingkungan umum dilakukan untuk memahami faktor Politik dan Hukum, faktor Ekonomi, faktor Sosiokultural, dan perkembangan Teknologi dalam Industri Photobox. Faktor industri dilakukan menggunakan Porter's 5 Forces. Hasil dari analisis internal adalah Kekuatan dan Kelemahan Photomatics dan hasil dari analisis eksternal adalah Peluang dan Ancaman bagi Photomatics yang disesuaikan menjadi kerangka kerja SWOT. Berdasarkan SWOT, strategi diformulasikan melalui matriks TOWS. Berdasarkan strategi yang diformulasikan menggunakan TOWS, penulis mengusulkan perubahan strategi dari strategi Kepemimpinan Biaya ke strategi Integrasi Kepemimpinan Biaya-Diferensiasi. Strategi bisnis yang diusulkan untuk Photomatics berdasarkan strategi baru adalah meningkatkan kualitas produk dan toko di Jawa dan meningkatkan kuantitas di luar Jawa, Pengembangan Produk dan Pasar, Pengembangan Karyawan, serta menciptakan Perencanaan dan Penganggaran untuk tahun 2025.
PERENCANAAN SKENARIO PELUANG BISNIS BARU DI PT. GROWTH INVESTMENT
Penelitian ini mengeksplorasi penerapan perencanaan skenario sebagai alat strategis untuk menghadapi ketidakpastian dan kebutuhan PT. Growth Investment dalam bisnis pasar modal. Berdasarkan metodologi kualitatif, penelitian ini menggabungkan data primer dari wawancara pemangku kepentingan dengan sumber sekunder, sehingga memberikan perspektif yang komprehensif tentang faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi lingkungan bisnis perusahaan. Kerangka kerja analisis PESTEL, SWOT, dan Porter’s Five Forces digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan utama perubahan, termasuk inovasi teknologi, perubahan peraturan, dan tren pertumbuhan pasar. Untuk menggambarkan potensi masa depan pada berbagai tahap kemajuan teknologi dan perluasan pasar. Penelitian ini mengembangkan empat skenario, The Mighty Eagle, The Wise Owl, The Persistent Horse, dan The Slow Snail. Melalui kerangka kerja masing-masing scenario, strategi spesifik yang memengaruhi daya saing dan kelincahan PT. Growth Investment, seperti investasi teknologi, diversifikasi pasar, dan optimalisasi operasional. Selain itu, penelitian ini menawarkan system peringatan dini yang menyeluruh untuk melacak metrik penting dan memfasilitasi pengambilan Keputusan yang fleksibel. Temuan ini menunjukkan pentingnya strategi masa depan untuk menghadapi ketidakpastian dan peluang pasar modal. Rekomendasi dari penelitian ini adalah membangun ketangkasan Perusahaan untuk menghadapi dinamika pasar, bermitra dengan fintech untuk mempercepat inovasi teknologi, dan berekspansi ke pasar ASEAN untuk memungkinkan pertumbuhan berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bagaimana perencanaan skenario dapat menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan untuk mengembangkan strategi yang lebih dapat dieksekusi bagi perusahaan konsultan keuangan yang bekerja dalam kondisi ketidakpastian yang tinggi.
STRATEGI BISNIS LAUNDRY UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN (KASUS: SOSOR LAUNDRY)
Industri jasa laundry di Jakarta Timur, khususnya di daerah Condet, mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya permintaan akan solusi laundry yang praktis dan berkualitas dari kalangan profesional sibuk, keluarga, dan mahasiswa. Sosor Laundry, yang didirikan pada tahun 2019, telah berkembang menjadi penyedia layanan laundry terpercaya dengan lima outlet di Jakarta Timur. Namun, tantangan seperti meningkatnya persaingan, kenaikan biaya operasional, dan pendapatan yang stagnan menunjukkan perlunya pendekatan strategis untuk memastikan pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pertumbuhan bagi Sosor Laundry melalui analisis lingkungan internal dan eksternal. Dengan menggunakan Porter’s Five Forces, dan Value Chain Analysis, penelitian ini mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi perusahaan. Selain itu, penelitian ini menganalisis preferensi pelanggan, posisi pesaing, dan tren pasar untuk merumuskan strategi yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunggulan kompetitif Sosor Laundry terletak pada kombinasi layanan berkualitas tinggi, perawatan khusus untuk kain sensitif dan karpet, serta layanan antar-jemput gratis. Untuk memperkuat posisinya di pasar, penelitian ini merekomendasikan strategi utama seperti inovasi layanan, peningkatan efisiensi operasional, kampanye pemasaran yang terarah, dan ekspansi geografis. Rencana implementasi disusun dalam beberapa fase dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan sebesar 30-40% dalam satu tahun ke depan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa melalui diferensiasi layanan, kemitraan strategis, dan adopsi praktik berkelanjutan, Sosor Laundry dapat menghadapi tekanan persaingan dan mencapai pertumbuhan serta profitabilitas jangka panjang di industri laundry yang kompetitif di Jakarta Timur.
PENYUSUNAN STRATEGI UNTUK OPTIMASI BISNIS TRANSPORTASI GAS MELALUI PIPA CISEM-1 DALAM KERJASAM PEMERINTAH-BADAN USAHA ANTARA LEMIGAS DAN PERTAGAS
Pemanfaatan Cisem-1 adalah contoh kemitraan Pemerintah-Badan Usaha antara LEMIGAS dan Pertagas. Tujuan utama Pertagas dalam menjadi operator Cisem-1 adalah untuk menghasilkan keuntungan finansial. Oleh karena itu, penentu kunci keberhasilan dalam kemitraan adalah kemampuan untuk menghasilkan keuntungan, seperti ditunjukkan dengan parameter arus kas positif. Arus kas Pertagas berasal dari pendapatan transportasi gas, yang dikurangi oleh pembagian pendapatan ke LEMIGAS, pajak, biaya BPH, dan biaya operasional & pemeliharaan. Arus kas positif menunjukkan keuntungan, sementara arus kas negatif menunjukkan kerugian. Untuk menilai pengaruh ketidakpastian gas terhadap arus kas, tiga skenario disajikan: a) Pesimis, mewakili skenario terburuk di mana volume gas hanya ditentukan oleh permintaan Cisem-1, b) Dasar, mewakili skenario yang paling mungkin atau diharapkan di mana volume gas ditentukan oleh Cisem-1 dan sebagian oleh Cisem-2, dan c) Optimis, mewakili skenario terbaik di mana volume gas ditentukan oleh Cisem-2 dan pengiriman gas penuh ke RU IV Cilacap oleh Cisem-2. Penelitian tersebut menemukan bahwa tingkat volume transportasi gas memiliki dampak yang signifikan terhadap arus kas. Menggunakan observasi selama 5 tahun mengikuti periode RJPP, di bawah Skenario Pesimis, hal ini menyebabkan arus kas bersih terakumulasi negatif. Hanya dalam Skenario Dasar dan Optimis, arus kas bersih kumulatif berubah menjadi positif. Untuk menghindari arus kas negatif yang mewakili kerugian dan untuk mempertahankan arus kas positif guna fleksibilitas operasi dan ekspansi bisnis, analisis situasional menggunakan kerangka SWOT berdasarkan VRIO dan PESTEL diperkenalkan untuk memahami faktor internal dan eksternal dari kemitraan Cisem-1 guna mempersiapkan pengembangan strategi untuk mengoptimalkan Cisem-1. Dengan menggunakan kerangka TOWS, penelitian ini telah berhasil mengembangkan 3 kategori strategi, yaitu Strategi Mitigasi Risiko, Strategi Optimisasi Aset, dan Strategi Ekstensifikasi Bisnis serta Penetrasi Pasar Baru.
USULAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL PADA PENGEMBANG PROPERTI (STUDI KASUS : PT WIDYAKA PROPERTINDO)
Tesis ini meneliti mengenai penerapan strategi pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing dan efektivitas penjualan PT. Widyaka Propertindo di pasar pengembangan properti Indonesia. Urbanisasi dan permintaan pasar terhadap perumahan yang terjangkau menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor properti Indonesia secara konsisten. Namun, PT. Widyaka Propertindo menghadapi tantangan dalam menggunakan alat pemasaran digital secara efektif untuk memenuhi harapan konsumen yang terus berubah, sehingga dibutuhkan adanya solusi yang inovatif. Sambil memanfaatkan keunggulannya saat ini dalam menyediakan properti dengan harga terjangkau di luar wilayah perkotaan, PT. Widyaka Propertindo harus menyesuaikan kembali strategi pemasarannya dengan situasi eksternal yang berubah. Tesis ini bertujuan untuk mendalami kerangka pemasaran digital yang komprehensif dan disesuaikan untuk PT. Widyaka Propertindo untuk mengatasi inefisiensi strategi pemasaran saat ini dan penggunaan alat digital yang efisien untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan melalui media sosial. Dengan menggunakan kombinasi analisis internal dan eksternal, penelitian ini memulai analisis internalnya dengan melihat internal 7P marketing mix dan strategi digital marketing perusahaan. Faktor eksternal kemudian dianalisis melalui perilaku konsumen dan analisis PESTEL untuk mengidentifikasi faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi lanskap operasional PT. Widyaka Propertindo. Analisis ini didasarkan pada wawancara mendalam dengan konsumen, pakar industri, serta karyawan dan pemangku kepentingan perusahaan. Analisis ini mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi adopsi praktik pemasaran digital, termasuk kapabilitas teknologi, ukuran perusahaan, kebijakan pemerintah, jaringan sosial, dan manfaat yang dirasakan. Melalui analisis internal dan eksternal yang komprehensif, kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT analysis) diidentifikasi dan dianalisis dengan matriks TOWS untuk menghasilkan strategi yang dapat diterapkan, sesuai dengan kebutuhan spesifik dan kondisi pasar yang dihadapi perusahaan. Selanjutnya, analisis gap dilakukan untuk mengevaluasi keselarasan strategi yang ada dengan permintaan pasar dan tren digital, serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan adaptasi. Rekomendasi strategis untuk PT. Widyaka Propertindo mencakup pembentukan alur pemasaran dan penjualan yang terstruktur dengan tahapan dari awareness hingga advocacy, yang akan memudahkan pemeliharaan lead secara lebih efektif. Selain itu, integrasi sistem CRM akan mendukung pemasaran yang personal dan berbasis data, memungkinkan terkumpulnya insights iv secara langsung untuk penyesuaian kampanye dan peningkatan manajemen lead. Strategi lain berfokus pada optimalisasi saluran digital, seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp, sekaligus menghidupkan kembali platform yang kurang dimanfaatkan seperti YouTube dan situs web perusahaan. Ekspansi ke platform baru, seperti TikTok dan pemanfaatan SEO/SEM, akan mendiversifikasi kehadiran digital perusahaan dan meningkatkan visibilitas di berbagai demografi. Hal ini dibutuhkan untuk menarik perhatian generasi Millennial dan Gen Z, yang menunjukkan preferensi terhadap keterlibatan digital dan peka terhadap reputasi merek. Penelitian ini juga merekomendasikan agar perusahaan menerapkan kampanye musiman dan segmentasi serta melakukan upaya pemasaran fisik yang melengkapi strategi digital, sehingga menciptakan pengalaman pelanggan yang terpadu di semua titik kontak. Tesis ini juga mengusulkan rencana digital marketing yang dapat diimplementasikan secara bertahap dalam strategi jangka pendek, menengah, dan panjang. Strategi jangka pendek berfokus pada optimalisasi saluran yang ada dan penyempurnaan database pelanggan untuk kampanye yang ditargetkan. Strategi jangka menengah meliputi integrasi CRM dan penyesuaian konten spesifik per platform, sementara strategi jangka panjang menekankan analitik, penilaian lead (lead scoring), dan atribusi multi-saluran untuk meningkatkan retensi pelanggan. Kesimpulan penelitian ini menyoroti pentingnya adaptabilitas dalam pemasaran digital, pelatihan berkelanjutan, dan penyelarasan antara upaya pemasaran digital dan fisik. Dengan menerapkan strategi-strategi ini, PT. Widyaka Propertindo dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan, mengurangi biaya pemasaran, dan mempertahankan keunggulan kompetitif di lanskap digital.