📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 55 dokumenPERANCANGAN GIM VIDEO MOTION SENSOR SENAM UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL GENERASI Z
Pada tahun 2022 mayoritas populasi berusia produktif akan didominasi oleh generasi Z. Meskipun dikenal sebagai generasi yang akrab dengan teknologi serta efisien dalam bekerja, generasi z memiliki tingkat kecemasan dan masalah kesehatan mental yang tinggi. Kesehatan mental yang tidak dijaga dapat berdampak pada kesehatan fisik dan juga hubungan sosial. Penanggulangan stres menjadi salah satu kunci mencegah stres berlebih, tetapi tidak semua kegiatan koping berdampak positif. Kegiatan olahraga senam merupakan salah satu aktivitas yang terbukti dapat meningkatkan kesehatan mental serta fisik. Video game berbasis motion sensor adalah media baru yang dapat memberikan pengalaman olahraga sambil bermain yang menyenangkan bagi generasi z. Dengan menggunakan teori MDA Framework, penulis merancang sebuah video game senam berbasis motion sensor untuk mengajak dewasa muda rajin berolahraga.
PERANCANGAN VIDEO MUSIK NARATIF “FLOWER BLOOMS” GHEAN REPRESENTASI IDENTITAS MORATORIUM PADA GENERASI Z
Generasi Z tumbuh dengan ketergantungan besar pada teknologi, digital dan internet, menyebabkan munculnya krisis psikososial dan memiliki status identitas moratorium. Status moratorium adalah fase transisi individu sedang dalam proses mengeksplorasi berbagai pilihan sebelum mencapai status identitas yang stabil seperti identity achievement. Yang menjadi masalah adalah banyak generasi Z yang tidak sadar akan hal tersebut dan tetap terjebak dalam status moratorium ini. Video musik menjadi media yang disenangi oleh generasi Z dan memudahkan mereka dalam menerima sebuah pesan. Maka dari itu, dilakukan perancangan video musik naratif yang dapat mengkomunikasikan dan merepresentasikan identitas moratorium pada generasi Z. Perancangan menggunakan metode analisis kualitatif dan wawancara dengan para ahli serta riset pada target audiens. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah video musik naratif “Flower Blooms” Ghean representasi identitas moratorium pada generasi Z.
EKSPLORASI KEMASAN JAJANAN PASAR SEBAGAI MEDIA EDUKASI GASTRONOMI JAJANAN PASAR UNTUK GENERASI Z BANDUNG
Bandung dikenal akan kekayaan kuliner khas Jawa Barat salah satunya jajanan pasar. Meski disukai banyak orang, tidak banyak yang mengetahui latar belakang jajanan pasar. Padahal, mempelajari latar belakang jajanan pasar dapat memperluas wawasan sejarah budaya bangsa. Generasi Z berperan penting dalam pewarisan budaya ke generasi berikutnya sehingga Generasi Z perlu mempelajari latar belakang jajanan pasar. Maka, dirancang kemasan sebagai media edukasi jajanan pasar Jawa Barat bagi Generasi Z Bandung. Kemasan sebagai media yang melekat pada produk dipilih karena fungsinya untuk menyampaikan informasi pada konsumen mengenai produk yang dikemasnya. Melalui perancangan ini, diharapkan Generasi Z dapat mempelajari latar belakang gastronomi jajanan pasar Jawa Barat.
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL TINDAKAN PREVENTIF STRES BAGI GENERASI Z DENGAN OLAH TUBUH
Generasi Z pada saat ini sedang mengalami segala fenomena penyebab stres terpenting sepanjang kehidupan manusia untuk menentukan masa depannya. Salah dua fenomena yang terberat yang harus dialami yaitu quarter life crisis dan menjadi sandwich generation. Hal ini diperparah dengan generasi Z yang merupakan digital native. Mereka adalah generasi yang sulit membedakan kehidupan maya dan nyata (strawberry generation). Keterikatan digital dengan generasi ini menyebabkan kesehatan mentalnya cenderung “lemah” sehingga mereka mudah terdampak stres. Salah satu pencegahan stres ketika harus menghadapi tekanan, seseorang dapat berhenti sejenak dari tekanan/masalahnya dengan melakukan deviasi/penyimpangan seperti tidur, makan makanan yang sehat, melakukan kegiatan yang menghibur, dan olah tubuh, disamping juga harus mengetahui kondisi mental pribadi dan menelaah akar masalah/tekanan yang harus dihadapi (Hans Seyle, 1907). Olah tubuh menjadi pilihan menarik bagi generasi Z sebagai tindakan preventif stres sedini mungkin. Sayangnya, seseorang yang terdampak stres biasanya lebih memilih mengurung diri dan mendekam di kamarnya saja, cenderung memilih hal yang buruk untuk menghadapi tekanan. Penulis mengumpulkan dan mengolah data mengenai stres dan generasi Z dengan melakukan studi literatur, survei, dan wawancara kepada dua orang ahli di bidang psikologi dan kedokteran fisiologi khusus neurologi, juga target sasaran. Kampanye sosial ini menggunakan metode design thinking dan konsep AISAS dengan pengaplikasian pada banyak media, terutama media sosial, aplikasi tracker & game, dan ambient media. Perancangan ditujukan untuk para generasi Z agar lebih teredukasi mengenai stres sebagai proses dan tindakan preventifnya dengan hal yang menyenangkan dan sehat seperti olah tubuh.
PERANCANGAN BUKU ARSIP VISUAL MENGENAI KULTUR POP ERA 2010 - 2015 SEBAGAI MEDIA NOSTALGIA BAGI GENERASI Z KELAHIRAN TAHUN 2000-AN
Era 2010-an di Indonesia ditandai dengan pesatnya pengaruh globalisasi informasi melalui arus media utama dan media sosial. Perancangan ini membahas fenomena kultur pop (musik, tontonan televisi, film, gaya hidup) tahun 2010-an di Indonesia, dan dituangkan dalam media cetak buku. Subjek utama studi adalah Generasi Z kelahiran tahun 2000 hingga 2009. Data dikumpulkan melalui observasi, studi pustaka, data kuesioner, dan wawancara. Data responden menunjukkan perpaduan kultur lokal dan luar membentuk kultur pop era 2010-2015 di Indonesia. Musik dan film dipengaruhi kultur Barat, tontonan televisi didominasi kultur lokal. Teknologi dan media sosial serta permainan online adalah fenomena utama di tren gaya hidup. Data terseleksi menjadi konten buku dengan konsep visual spirited, bold, dan captivating, tipografi dan layout yang playful, ilustrasi flat and outlined, dan gaya komunikasi yang santai. Buku arsip visual ini diharapkan menjadi sarana nostalgia untuk Generasi Z kelahiran 2000-an, sekaligus pengarsipan informasi kultur pop era 2010-an di Indonesia.
PENGARUH CITRA MEREK INKLUSIF PADA PRODUK KOSMETIK DI INDONESIA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN
Dalam beberapa tahun terakhir, merek kosmetik di Indonesia telah mengubah strategi pemasaran mereka untuk menekankan inklusivitas, dengan tujuan meningkatkan loyalitas pelanggan. Perubahan ini mencakup penggambaran standar kecantikan yang beragam dan inklusi berbagai warna dan jenis kulit dalam lini produk mereka. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa citra merek yang inklusif secara signifikan meningkatkan kepercayaan merek dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini menyelidiki pengaruh citra merek yang inklusif pada produk kosmetik di Indonesia terhadap loyalitas pelanggan, dengan fokus khusus pada konsumen Generasi Z. Dengan menggunakan metodologi penelitian kuantitatif, data dikumpulkan melalui survei online yang didistribusikan kepada 201 responden berusia 12-27 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara citra merek yang inklusif dengan kepercayaan merek, kepuasan pelanggan, dan loyalitas dalam konteks pasar kosmetik Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan PLS-SEM. Temuan menunjukkan bahwa citra merek yang inklusif secara positif mempengaruhi kepercayaan merek dan kepuasan pelanggan, yang kemudian memperkuat loyalitas pelanggan. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang dapat membantu merek kosmetik lokal untuk meningkatkan strategi pemasaran inklusif mereka, sehingga menumbuhkan rasa penerimaan dan kebersamaan di antara basis pelanggan mereka yang beragam dan mendorong loyalitas pelanggan.
PERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN PUSAT INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG DENGAN PENDEKATAN KARAKTERISTIK GENERASI Z
Dunia saat ini telah memasuki era baru yang ditandai dengan ledakan informasi (information explosion) dan perubahan mendasar dalam masyarakat dari industri ke masyarakat informasi. Kehadiran internet sebagai media pencarian dan penyedia informasi membuat informasi dapat dengan mudah dibuat, diakses, diperoleh, digunakan, dan disimpan tanpa memerlukan keahlian khusus. Ini menjadi tantangan dan peluang bagi perpustakaan dalam era internet, informasi, dan teknologi komunikasi saat ini. Pengguna potensial perpustakaan perguruan tinggi saat ini dan di masa depan adalah generasi Z dan alpha, yang dikenal sebagai kaum digital natives, internet generation (iGen), dan generation C. Perpustakaan Pusat ITB, sebagai salah satu perpustakaan perguruan tinggi yang ada di Indonesia, memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut agar dapat terus beradaptasi dengan kemajuan zaman dan memenuhi kebutuhan serta karakteristik generasi Z sebagai penggunanya. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk merancang revitalisasi interior Perpustakaan Pusat ITB dengan pendekatan psikologi generasi Z. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan studi pustaka, sedangkan untuk menganalisis data digunakan metode/teknik analisis deskriptif dan kualitatif
PERANCANGAN DEVICE COMPANION EKSKLUSIF BERBENTUK KEMASAN KOSMETIK UNTUK KESEJAHTERAAN EMOSIONAL GUNA KECITRAAN GENERASI Z
Industri kosmetik mengalami pertumbuhan pesat, terutama dengan munculnya Generasi Z sebagai segmen pasar yang paling berpengaruh. Generasi ini menunjukkan kecenderungan untuk terhubung dengan teknologi, peduli terhadap kesehatan mental, dan menginginkan produk kosmetik yang mendukung kesejahteraan emosional. Sebagai respons, inovasi produk kosmetik telah mengintegrasikan teknologi dan elemen kesejahteraan emosional, seperti merancang device companion berbentuk kemasan eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana desain kemasan kosmetik ini memengaruhi kesejahteraan emosional Generasi Z, dengan harapan dapat memperkuat loyalitas merek dan kepuasan konsumen. Metodologi penelitian mencakup studi literatur, studi kasus, survei, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak Generasi Z memperhatikan kesejahteraan emosional, dan perangkat kemasan kosmetik dapat menjadi alat yang membantu mereka mengelola emosi melalui relaksasi, mendengarkan, dan memberikan afirmasi positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memajukan Generasi Z agar tetap produktif dan menghargai diri mereka sendiri, demi masa depan yang lebih baik.
MENGKLIK CERITA: APAKAH FUNGSI BERCERITA MEMPENGARUHI NIAT GEN Z UNTUK MENGKLIK LINK AFILIASI?
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas bercerita dalam pemasaran afiliasi di YouTube, dengan fokus pada interaksi dan niat klik Generasi Z. Penelitian ini mencari tahu bagaimana fungsi bercerita – yaitu memberi informasi, mengikat, dan membujuk – mempengaruhi kepercayaan dan manfaat yang dirasakan Gen Z, sehingga mempengaruhi sikap dan niat mereka untuk mengeklik tautan afiliasi. Desain/metodologi/pendekatan: Penelitian ini dilakukan kepada 400 peserta Gen Z Indonesia yang akrab dengan pemasaran afiliasi. Selain itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental kuantitatif. Metode ini melibatkan dua tahap: menilai niat klik dasar dengan konten tekstual dan kemudian memaparkan peserta pada video bercerita. Respons dikumpulkan melalui kuesioner melalui Google Forms, dan analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS 3.2.9. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan dampak signifikan dari penyampaian cerita, terutama melalui ikatan dan persuasi, dalam membangun kepercayaan dan manfaat yang dirasakan, yang mengarah pada peningkatan niat klik. Menariknya, fungsi menginformasikan tidak secara langsung meningkatkan manfaat yang dirasakan, hal ini menunjukkan bahwa pemasar afiliasi perlu lebih fokus pada narasi yang mengikat dan persuasif ketika menargetkan Gen Z di YouTube. Orisinalitas: Penelitian ini menekankan peran spesifik cerita dalam pemasaran afiliasi YouTube dan pengaruhnya terhadap interaksi sosial Generasi Z. Laporan ini memberikan wawasan tentang cara mengoptimalkan strategi bercerita untuk meningkatkan niat gen Z untuk mengklik, serta memberikan kontribusi informasi berharga pada bidang pemasaran digital.
PENGARUH KEPUTUSAN PEMBELIAN GENERASI Z DALAM MENONTON VIDEO MAKEUP HAUL DI TIKTOK
Media sosial, khususnya TikTok, telah menjadi hal yang penting bagi merek kecantikan Kebangkitan platform TikTok telah mempopulerkan video makeup, yang berdampak pada promosi elektronik dari mulut ke mulut (eWOM). Meskipun penelitian sebelumnya mengeksplorasi pendahuluan eWOM, tidak ada yang menyelidiki indikator khusus untuk video makeup haul TikTok. Wawancara peneliti awal menyoroti aspek-aspek yang tidak disukai responden dan tantangan merek dalam menilai tingkat konversi penjualan platform. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen dalam video makeup haul TikTok yang mempengaruhi keputusan pembelian Generasi Z, dengan menekankan pada audiens terbesar platform tersebut. Dengan menggabungkan metode kualitatif (wawancara semi-terstruktur) dan metode kuantitatif (survei online), penelitian ini berfokus pada responden Generasi Z yang melihat video pengambilan riasan TikTok dan melakukan setidaknya satu pembelian riasan dalam setahun terakhir. Data wawancara, dianalisis menggunakan pengkodean terbuka, mengidentifikasi enam elemen yang mempengaruhi: kualitas argumen, keandalan sumber, daya tarik, persepsi, gaya, dan interaksi TikTok yang kuat. Analisis data survei PLS-SEM mengungkapkan bahwa video makeup haul TikTok berdampak pada daya tarik sumber dan tingginya keterlibatan TikTok, yang dimediasi oleh niat untuk menggunakan, yang pada akhirnya mendorong keputusan pembelian. Temuan ini menjelaskan variabel dan efektivitas video makeup haul TikTok dalam mempengaruhi pilihan pembelian Generasi Z, memberikan wawasan untuk meningkatkan penjualan