📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 124 dokumen

PEMODELAN TERMODINAMIKA DAN KEEKONOMIAN PEMBANGKIT LISTRIK BERDASARKAN DATA 3G (GEOLOGI, GEOKIMIA, GEOFISIKA) WILAYAH KERJA PANAS BUMI GUNUNG UNGARAN

Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ungaran merupakan salah satu WKP dengan status eksplorasi yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah. WKP ini direncanakan beroperasi secara komersial (COD) pada tahun 2031 sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Kajian geologi, geokimia, dan geofisika (3G) oleh PLN menunjukkan bahwa reservoir Gedongsongo memiliki temperatur lebih dari 250 °C. Namun, kajian tersebut hanya mencakup pemodelan teknoekonomi PLTP Single Flash berkapasitas 20 MW. Potensi ini menjadikan WKP Ungaran sebagai salah satu area prospektif untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia. Penelitian ini memodelkan PLTP tipe Flash Binary yang memanfaatkan brine separator dari sisi termodinamika dan keekonomian sebagai pembanding terhadap studi sebelumnya yang menggunakan pendekatan PLTP Single Flash. Pada konfigurasi Single Flash diperoleh daya keluaran turbin sebesar 20 MW dengan Specific Geofluid Consumption (SGC) sebesar 10,47 kg/s per MW. Sementara itu, pada siklus Flash Binary diperoleh daya keluaran total 22,6 MW dengan SGC sebesar 10,47 kg/s per MW. Pemanfaatan brine separator menghasilkan tambahan daya sebesar 2,6 MW dengan efisiensi termal ORC terbaik sebesar 14% menggunakan fluida kerja n-pentana. Dari kajian keekonomian, siklus Single Flash dengan kapasitas 1 × 20 MW memiliki biaya Capital Expenditure (CAPEX) per MW sebesar 7,2 juta USD, menghasilkan NPV sebesar –36,33 juta USD, IRR 4,54%, dan Payback Period 27 tahun. Adapun siklus Flash Binary dengan kapasitas 22,6 MW dan CAPEX per MW sebesar 6,6 juta USD menghasilkan NPV sebesar –33 juta USD, IRR 3,96%, dan Payback Period 26 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa siklus Flash binary memiliki kinerja keekonomian yang lebih baik dibandingkan dengan siklus Single flash, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai IRR, NPV, dan Payback Period.

2025
👤 Penulis: Wahyu Setia Aji
🏷️ Geofisika 🏷️ Pemanfaatan Tenaga Panas Bumi 🏷️ Analisis Keekonomi Pembangkit Listrik

ASSESSING THE IMPACT OF LAND USE CHANGE ON SEISMIC VULNERABILITY IN BUKITTINGGI CITY

This study presents a spatio-temporal assessment of seismic vulnerability in Bukittinggi City, a region of high seismic hazard, by analyzing the impact of land use change from 2015 to a projected 2027 scenario. Using a land use change model (MOLUSCE) and a multi-criteria vulnerability assessment grounded in the Indonesian National Disaster Management Agency (BNPB) framework, this research quantifies how historical and future urban expansion affects the city's risk profile. Vulnerability was calculated by integrating monetized values for physical and economic assets with population data. The findings reveal a clear and consistent upward trend in overall seismic vulnerability across the study period, directly correlated with the expansion of built-up areas. The analysis identifies two distinct risk typologies: the district of Guguk Panjang (GP) is the current epicenter of concentrated risk, characterized by high-density commercial and residential assets in hazard-prone zones. In contrast, Mandiangin Koto Selayan (MKS) is identified as the frontier of emerging risk, where projected urban growth is expected to significantly increase population and asset exposure. This differentiation provides a data-driven basis for tailored policy interventions: focusing on retrofitting and managing existing risk in GP, while implementing proactive, risk-sensitive land use planning to guide future development in MKS. The resulting vulnerability maps serve as a critical tool for local policymakers to enhance urban resilience.

2025
👤 Penulis: Rahmi Elsa Instita
🏷️ Geofisika 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Analisis Risiko

ANALISIS SEISMISITAS DI NUSA TENGGARA TIMUR DAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN DATA BMKG TAHUN 2012-2022

Nusa Tenggara Timur merupakan daerah yang memiliki tatanan tektonik yang cukup kompleks serta daerah dengan intensitas gempa yang cukup aktif. Hal tersebut diakibatkan oleh aktivitas zona subduksi lempeng Australia di bawah lempeng Eurasia di bagian selatan provinsi tersebut. Salah satu acuan yang dapat digunakan untuk memahami potensi bahaya gempa yang disebabkan oleh kompleksitas dari tatanan tektonik pada suatu wilayah adalah dengan mengetahui sebaran gempa di daerah tersebut. Namun, banyak faktor yang mempengaruhi ketidakpastian dan tingkat akurasi dari distribusi hiposenter gempa pada suatu wilayah. Oleh karena itu dilakukan proses relokasi hiposenter sebagai sebuah upaya memperbaharui posisi hiposenter gempa menjadi lebih baik dan lebih akurat dengan menggunakan model kecepatan yang diperbarui. Hasil relokasi hiposenter gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur menunjukkan struktur yang terlihat secara jelas yaitu transisi dari zona subduksi Lempeng Australia terhadap Lempeng Eurasia menjadi zona tumbukan Busur Banda. Transisi tersebut terjadi dan dapat diamati pada sebaran gempa di bagian utara Pulau Timor. Selain itu, terdapat lima segmen yang juga dijadikan fokus analisis pada penelitian ini diantaranya: Segmen Flores Back-arc Thrust, Segmen Sesar Kalaotoa, Segmen Cekungan Sabu, Segmen Timor, dan Segmen Tanimbar Cluster. Kelima segmen tersebut dijadikan fokus penelitian dikarenakan jumlah event dari segmen tersebut yang cukup banyak dan lokasi setiap gempa pada segmen-segmen tersebut saling berdekatan dengan kedalaman yang cukup seragam sehingga dapat diasumsikan bahwa terdapat sebuah struktur maupun cluster event gempa besar yang pernah terjadi di wilayah tersebut.

2025
👤 Penulis: Rizky Chandra Priyanto Putra
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Rantai Pasok Geologi 🏷️ Geofisika

KARAKTERISASI RESERVOIR PADA FORMASI LOWER TERUMBU, LAPANGAN “MINAKA”, CEKUNGAN NATUNA TIMUR MELALUI PENDEKATAN TRIGONOMETRI ATRIBUT PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE-LITHOLOGY (PEI-L) DAN FLUID RHO (FR)

Cekungan Natuna Timur merupakan salah satu wilayah penghasil gas terbesar di Indonesia dengan potensi eksplorasi yang tinggi. Lapangan “MINAKA” pada Formasi Lower Terumbu memiliki kondisi geologi kompleks berupa perselingan serpih dan batupasir tipis, sehingga menyulitkan karakterisasi reservoir dengan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi reservoir melalui integrasi inversi seismik dan atribut elastik berbasis Pseudo Elastic Impedance-Lithology (PEI-L) dan Fluid Rho (FR). Data yang digunakan meliputi seismik 3D partial angle stack (near, mid, far) serta data log dari dua sumur (SK-1 dan SK-2). Analisis log menunjukkan bahwa kombinasi antara P-impedance dan rasio VpVs merupakan parameter elastis paling sensitif terhadap variasi litologi dan fluida. Inversi dilakukan menggunakan metode Linear Programming Sparse Spike (LPSS) untuk memperoleh volume Acoustic Impedance (AI), sedangkan rasio VpVs dihitung melalui Extended Elastic Impedance (EEI). Untuk mengatasi keterbatasan hubungan linier dengan tren petrofisika, digunakan atribut PEI-L dan FR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reservoir target ditandai oleh nilai AI, rasio VpVs, PEI-L, dan FR yang rendah, yang merepresentasikan shaly sandstone berpori dengan pengisian fluida ringan berupa hidrokarbon. Nilai porositas pada sumur SK-1 dan SK-2 berkisar antara 11–25%, densitas antara 1,95–2,04 g/cc, dan FR antara 4,06×10? hingga 6,5×10?. Integrasi atribut AI, rasio VpVs, PEI-L, dan FR terbukti efektif dalam membedakan zona reservoir produktif dari non-produktif serta meningkatkan akurasi pemetaan distribusi litologi dan fluida pada daerah dengan kompleksitas geologi tinggi. Pendekatan ini dapat dijadikan acuan dalam studi karakterisasi reservoir pada lapangan lain dengan kondisi serupa.

2025
👤 Penulis: Lituhayu Safa Ratnadewanti
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Logistik 🏷️ Geofisika

IDENTIFIKASI HASIL PEMODELAN STRUKTUR BAWAH TANAH PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNETIK

Indonesia merupakan negara berbentuk kepulauan yang berada dalam Lingkaran Api. Hal ini menyebabkan aktivitas lempeng di Indonesia sangat aktif. Daerah penelitian memiliki fisiografi Zona Bogor bagian timur yang merupakan antiklinorium dan juga berdekatan dengan Gunung Ciremai. Daerah penelitian pada kali ini berada di PT Indocement Tunggal Prakarsa yang terletak di Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, sebelah utara Jawa Barat. Pada penelitian kali ini dilakukan pemodelan struktur bawah permukaan menggunakan Oasis Montaj untuk mengetahui persebaran simpanan batuan karbonat pada daerah operasional PT Indocement Tunggal Prakarsa. Oasis Montaj merupakan program untuk mengolah dan melakukan pemodelan data geospasial dengan cara melakukan inversi pada anomali geomagnetik menggunakan data medan magnet. Pada penelitian ini dihasilkan pemodelan 2D struktur bawah permukaan PT Indocement Tunggal Prakarsa dengan kedalaman 750 m. Batuan dasar berupa batuan beku Andesit. Pemodelan 2D teridentifikasi bentuk antiklin sedimen akibat gerakan batuan beku di sekitarnya.

2025
👤 Penulis: M. Ghathfan Rafi
🏷️ Geofisika 🏷️ Struktur Bawah Tanah 🏷️ Pemetaan Geospasial

PEMODELAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE GRAVITY UNTUK MENGIDENTIFIKASI KEBERADAAN SELAT MURIA PURBA

Metode geofisika gravity merupakan metode untuk memahami struktur bawah permukaan dan mendukung interpretasi geologi. Penelitian ini bertujuan mengkaji sejarah geologi wilayah yang dahulunya merupakan Selat Muria pada 520 tahun yang lalu dengan metode gravity. Saat ini Selat Muria sudah menjadi daratan, wilayahnya mencakup Kabupaten Pati, Kudus, Demak, Semarang, dan sekitarnya. Pemodelan ini tidak hanya membantu merekonstruksi sejarah geologi kawasan, tetapi juga penting untuk memahami dinamika tektonik, potensi sumber daya bawah permukaan, dan risiko geologinya. Penelitian ini menggunakan data gravity dari Jaring Kontrol Geodesi dan data topografi dari Badan Informasi Geospasial, dengan cakupan wilayah seluas 52.700 km². Data gravity yang digunakan berjumlah 507 titik pengukuran, dan selanjutnya dilakukan koreksi data tersebut seperti koreksi lintang, udara bebas, Bouguer, dan terrain untuk memperoleh nilai CBA. Proses pemisahan anomali regional dan residual dilakukan menggunakan metode moving average dengan lebar jendela 11, yang diperoleh dari hasil analisis spektral. Interpretasi dilakukan terhadap anomali residual melalui metode forward modelling 2,5D untuk memperoleh gambaran struktur bawah permukaan. Hasil pemisahan menunjukkan bahwa wilayah bekas Selat Muria didominasi anomali negatif, merepresentasikan batuan sedimen berumur Kuarter (Formasi Aluvium), sedangkan daerah pegunungan menampilkan anomali positif yang menunjukkan densitas tinggi akibat batuan vulkanik berumur Tersier hingga Kuarter. Penampang geofisika memperlihatkan susunan stratigrafi seperti Formasi Ngrayong, Formasi Bulu, Formasi Patiayam, lava, tuf, dan aluvium pada kawasan bekas Selat Muria. Secara geologinya, teridentifikasi beberapa patahan lokal di area Gunung Muria serta Sesar Juwana, yang diduga berperan dalam pembentukan depresi struktural Selat Muria purba. Hal ini memperkuat interpretasi geologi bahwa kawasan tersebut pernah menjadi jalur laut purba.

2025
👤 Penulis: Arafenia Hadyanti
🏷️ Geofisika 🏷️ Struktur Bawah Permukaan 🏷️ Hidrologi

PENDEKATAN TRIGONOMETRI TERHADAP ATRIBUT CURVED PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE (CPEI) DAN PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE-LITHOLOGY (PEIL) UNTUK KARAKTERISASI RESERVOIR PADA FORMASI TALANG AKAR MENGGUNAKAN INVERSI SIMULTAN DI LAPANGAN 'ARSENAL', CEKUNGAN ASRI

Lapangan ‘Arsenal’ terletak di Cekungan Asri yang merupakan cekungan back-arc dengan potensi hidrokarbon yang signifikan, khususnya pada Formasi Talang Akar. Penelitian ini difokuskan pada batupasir fluvial yang memiliki karakteristik kompleks akibat variasi lateral, vertikal, serta distribusi fluida yang heterogen. Analisis data log sumur menunjukkan bahwa impedansi akustik (AI) dan rasio Vp/Vs merupakan parameter elastis yang sensitif dalam membedakan litologi serta keberadaan fluida hidrokarbon. Penelitian ini menggunakan metode inversi seismik simultan untuk menghasilkan parameter elastis utama yaitu AI, impedansi geser (SI), densitas, dan rasio Vp/Vs. Namun, hasil inversi simultan tersebut masih terbatas dalam mendeskripsikan secara rinci distribusi fluida dan litologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parameter elastis yang sensitif terhadap variasi litologi dan fluida, serta merancang atribut seismik berbasis Curved Pseudo Elastic Impedance (CPEI) dan Pseudo Elastic Impedance Lithology (PEI-L) menggunakan pendekatan fungsi trigonometri. Parameter rasio Vp/Vs, AI, dan Lambda-Rho menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap perubahan properti batuan, di mana zona bernilai rendah mengindikasikan batupasir berporositas tinggi dan saturasi air rendah, terutama pada interval 31-1. Selanjutnya, volume inversi digunakan sebagai dasar pembentukan atribut CPEI dan PEI-L. Atribut PEI-L digunakan untuk memetakan porositas dari hasil densitas, sedangkan CPEI mengindikasikan keberadaan hidrokarbon dalam litologi target. Hasil integrasi menunjukkan zona prospektif utama berada di tenggara, sedangkan di barat laut terdapat potensi akumulasi hidrokarbon dari source rock akibat sesar berorientasi NE–SW.

2025
👤 Penulis: Fikri Erwil Prasetya
🏷️ Geofisika 🏷️ Karacterisasi Reservoir 🏷️ Hidrologi

KARAKTERISASI DAN SEBARAN LAPISAN KARBONAT SECARA KUANTITATIF PADA FORMASI MENGGALA, LAPANGAN MF, CEKUNGAN SUMATRA TENGAH

Formasi Menggala dikenal sebagai reservoir batupasir berkualitas tinggi dengan permeabilitas lebih dari 1 Darcy dan porositas lebih dari 30%. Studi terbaru mengungkapkan keberadaan endapan karbonat di bagian atas Formasi Menggala pada Lapangan MF, yang sebelumnya tidak diperhitungkan dalam analisis reservoir. Karakter log menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan dengan reservoir batupasir Formasi Menggala yang biasa diketahui. Untuk mengkarakterisasi lapisan karbonat yang tipis dan tidak teridentifikasi dalam data seismik, pendekatan kuantitatif yang mengintegrasikan data inti dan log sumur digunakan. Petrophysical Rock Typing (PRT) diterapkan dengan menggunakan metode klasterisasi tak terawasi (unsupervised clustering) guna membangun model Carbonate–Non-Carbonate (CNC) dari data log standar, yang kemudian divalidasi menggunakan data inti konvensional dan side-wall core (SWC). Setelah model disempurnakan, interpretasi litofasies dari batuan inti sumur MF-09 digunakan sebagai acuan untuk membangun model Static Rock Typing (SRT) lebih lanjut. Baik model PRT maupun SRT dikembangkan dengan algoritma Multi-Resolution Graph-Based Clustering (MRGC). MRGC mengelompokkan data log sumur ke dalam elektrofasies berdasarkan kemiripan petrofisika pada berbagai resolusi. Model SRT divalidasi dan disebarluaskan ke seluruh lapangan, dan berhasil mengidentifikasi empat jenis batuan karbonat yang berbeda: Foraminiferal Packstone (P,f), Coral Rudstone (R,c), Foraminiferal Grainstone (G,f), dan Boundstone (B). Penyebaran model SRT menunjukkan bahwa fasies Foraminiferal Packstone (P,f) mendominasi interval karbonat, mencakup sekitar 74% dari total ketebalan di seluruh lapangan. Fasies Boundstone (B) menempati posisi kedua dengan proporsi 21%. Untuk memahami asal-usul genetik dari endapan karbonat ini, sebuah model pengendapan yang menggabungkan berbagai model platform karbonat dibangun berdasarkan geometri fasies yang didapatkan dari pendekatan kuantitatif pada penelitian ini.

2025
👤 Penulis: Muhammad Fachreza
🏷️ Hidrologi 🏷️ Geofisika 🏷️ Petrofisika

INVESTIGASI EULER POLE BLOK SUNDA DARI DATA GLOBAL NAVIGATION SATELLITE SYSTEM (GNSS)

Tugas akhir ini menginvestigasi model parameter Euler Pole blok Sunda menggunakan data Global Navigation Satellite System (GNSS) dari 293 stasiun di wilayah Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Brunei Darussalam dengan kerangka referensi ITRF2014. Data displacement stasiun GNSS digunakan untuk menghitung vektor kecepatan stasiun GNSS menggunakan metode regresi linier untuk dilakukan inversi yang memperoleh model parameter Euler Pole blok Sunda (SU). Data stasiun GNSS yang digunakan untuk inversi terletak di kawasan undeformed region berjumlah 74 stasiun GNSS. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pergerakan blok Sunda mengarah ke tenggara dengan vektor kecepatan 25-35 mm/tahun bervariasi relatif terhadap stasiun GNSS dan berotasi berlawanan arah jarum jam relatif terhadap model Euler Pole estimasi. Model Euler Pole diperoleh pada koordinat latitude 44.42° dan longitude -89.72° dengan kecepatan rotasi 0.342°±0.008° per juta tahun

2025
👤 Penulis: Fauzi Makarim
🏷️ Geofisika 🏷️ Model Geodetik 🏷️ Analisis Rotasi Teras

KARAKTERISASI RESERVOIR DAN PEMODELAN STATIS3D UNTUK ESTIMASI KAPASITAS PENYIMPANAN GASCO2 PADA LAPANGAN RPP CEKUNGAN SUMATRASELATAN

Lapangan RPP adalah reservoir gas klastik yang berlokasi di Cekungan Sumatra Selatan dan telah berproduksi sejak 1998 dengan tingkat Recovery Factor saat ini mencapai 90%. Strategi pemanfaatan lapangan tersebut di masa mendatang adalah menjadikan reservoir yang telah depleted sebagai target penyimpanan CO2 sejalan dengan visi kepedulian lingkungan hidup guna menunjang keberlanjutan bisnis perusahaan. Penyimpanan CO2 pada formasi geologi bawah permukaan adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di atmosfer. Memastikan besaran kapasitas reservoir yang ada di bawah permukaan sebagai tempat penyimpanan CO2 menjadi elemen kunci pada suksesnya proyek besar tersebut. Penilaian kelayakan reservoir Formasi Talangakar berumur Oligosen Akhir- Miosen Awal sebagai kandidat injeksi dan penyimpanan CO2 telah dilakukan. Reservoir Formasi Talangkakar pada daerah studi menyediakan kondisi yang ideal untuk target injeksi penyimpanan dan containment CO2. Reservoir tersusun atas batupasir dengan kualitas baik yang berasosiasi dengan fasies fluvial Formasi Talangkar bagian bawah pada kedalaman sekitar 1600 mSS. Batuan tudung reservoir tersebut adalah batulempung, batulanau dan serpih Formasi Talangakar bagian atas dan Formasi Pendopo yang diendapkan selaras pada lingkungan pengendapan deltaik/estuarine hingga laut dangkal. Kekuatan batuan tudung tersebut teruji dalam menahan tekanan buoyancy gas dan terbukti dari akumulasi hidrokarbon yang ada setebal 150 m selama kurun waktu geologi. Tujuan utama dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mendapatkan volume reservoir geologi dan estimasi kapasitas penyimpanan CO2. Karakterisasi reservoir dikerjakan dalam upaya mengetahui konektivitas serta distribusi fasies fluvial. Analisis yang dilakukan antara lain melalui identifikasi elektrofasies, korelasi stratigrafi sumur dan analisis arah arus purba dengan data dip meter dan image log. Evaluasi hasil analisis petrofisika juga dilakukan dan diuji terhadap kalibrasi data sayatan petrografi dan conto batuan inti. Model reservoir statis 3D lalu dibangun dengan tujuan mendapatkan volume pori batuan untuk target penyimpanan CO2. Model tersebut dikerjakan dengan integrasi elemen kerangka struktur, kerangka stratigrafi dan properti petrofisika batuan reservoir Lapangan RPP. Kontak fluida hidrokarbon gas-air inisial pada kedalaman 1800 mSS digunakan sebagai batas untuk estimasi volume reservoir. Estimasi kapasitas penyimpanan CO2 ditentukan dari top kedalaman struktur reservoir Formasi Talangakar hingga kontak fluida. Volume pori batuan reservoir yang diperoleh melalui metode pemodelan geologi statis 3D adalah sebesar 134x106 m3 atau sebanding dengan 20.3 Mt gas CO2.

2025
👤 Penulis: Rizki Perdana Putra
🏷️ Geofisika 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENDEKATAN ATRIBUT CURVED PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE (CPEI) DAN PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE LITHOLOGY (PEIL) MENGGUNAKAN INVERSI SIMULTAN UNTUK KARAKTERISASI RESERVOIR PADA FORMASI BINIO DI LAPANGAN

Cekungan Sumatra Tengah merupakan salah satu wilayah eksplorasi migas utama di Indonesia yang memiliki sistem petroleum lengkap dan telah terbukti menghasilkan hidrokarbon dalam jumlah signifikan. Formasi Binio pada Lapangan “MAPP” menjadi target reservoar yang menghadapi tantangan karakterisasi akibat ketebalan zona target yang sangat tipis, berada di bawah batas resolusi vertikal seismik. Penelitian ini bertujuan memetakan persebaran reservoar batupasir Formasi Binio melalui integrasi data seismik dan data sumur. Analisis resolusi vertikal dilakukan untuk membandingkan tuning thickness terhadap ketebalan reservoar. Proses enhancement data seismik diterapkan untuk meningkatkan resolusi vertikal, sehingga menghasilkan perubahan nilai tuning thickness. Tahap conditioning pada data CDP Gather dilakukan sebagai persiapan sebelum enhancement. Selanjutnya, dilakukan identifikasi parameter elastis yang sensitif terhadap variasi litologi dan fluida, serta pengembangan atribut seismik berbasis Curved Pseudo Elastic Impedance (CPEI) dan Pseudo Elastic Impedance Lithology (PEI-L) melalui pendekatan fungsi trigonometri. Tantangan interpretasi zona tipis diatasi menggunakan metode inversi pre-stack simultan, yang mampu memetakan distribusi properti fisis batupasir gas secara lebih detail. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa impedansi akustik dan densitas memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan sifat fisis batuan dengan nilai rendah pada kedua parameter tersebut mengindikasikan zona hidrokarbon dengan porositas tinggi dan saturasi air rendah. Atribut CPEI dan PEI-L yang dibangun melalui aproksimasi trigonometri dan analisis sudut korelasi maksimum digunakan untuk mengestimasi porositas dan saturasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai AI, densitas, CPEI, PEI-L, porositas, dan water saturation mengindikasikan Lapangan “MAPP” pada Formasi Binio sebagai perselingan batupasir dan serpih yang poros serta berpotensi mengandung hidrokarbon berupa gas.

2025
👤 Penulis: M. Alvin Pratama Putra
🏷️ Geofisika 🏷️ Karacterisasi Reservoar 🏷️ Hidrologi

PEMODELAN 3D MAGNETIK BASEMENT MENGGUNAKAN PROGRAM MAGB_INV PADA WILAYAH MASELA DAN PERAIRAN SEKITARNYA

Indonesia merupakan negara berbentuk kepulauan, terdapat lebih dari 17.000 pulau yang berada di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga kaya akan sumber daya alam, khususnya mineral dan energi yang memainkan peran penting dalam perekonomian. Namun, eksploitasi berkelanjutan telah menyebabkan penurunan cadangan sumber daya ini, sehingga diperlukan upaya menemukan cadangan baru. Metode yang paling umum digunakan untuk tujuan ini adalah dengan metode geofisika, salah satu contoh metode geofisika adalah metode geomagnetik. Metode ini dilakukan untuk memahami struktur geologi bawah permukaan dengan mengukur anomali magnetik. Anomali ini dapat terjadi karena perbedaan dalam jenis batuan, mineralisasi, atau benda geologis lainnya yang memiliki sifat magnetik yang berbeda. Data dari penelitian ini berupa data anomali magnetik yang diambil dari situs Coordinating Committee for Geoscience Programmes. Pada penelitian kali ini dilakukan pemodelan MagB_Inv untuk mengetahui adanya potensi hidrokarbon pada daerah pulau Masela dan di sekitarnya. Program MagB_Inv merupakan program untuk memperoleh pemodelan 3D batuan dasar magnetik dengan cara melakukan inversi pada anomali magnetik menggunakan data medan magnet. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa batuan dasar magnetik di area penelitian memiliki kedalaman rata-rata sekitar 10,52 km. Batuan dasar magnetik pada daerah penelitian diduga merupakan batuan metamorf jenis amfibolit, granuli, dan gneiss yang berumur Prakambrium

2025
👤 Penulis: Juan Pratama Randan
🏷️ Geofisika 🏷️ Pemetaan Magnetik 3D 🏷️ Analisis Batuan Dasar

PEMODELAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN RANU GUNUNGPARANG, RANU WURUNG DAN RANU AIR MENGGUNAKAN DATA MAGNETIK

Maar lake atau danau maar adalah jenis danau vulkanik yang terbentuk sebagai akibat dari letusan freatomagmatik. Letusan freatomagmatik terjadi ketika magma panas bertemu dengan air tanah atau air di bawah permukaan. Interaksi ini menghasilkan ledakan kuat yang merusak lapisan batuan di atasnya dan membentuk cekungan atau kawah. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis anomali magnetik serta membuat modul struktur bawah permukaan dan mengindentifikasi struktur bawah permukaan Ranu Gunungparang, Ranu Wurung, dan Ranu Air. Pengaruh variasi medan magnet lain dari anomali medan magnet yang didapat dari data dapat diminimalisirkan dengan menggunakan koreksi telebih dahulu menggunakan koreksi harian dan koreksi IGRF. Data anomali magnetik ini kemudian divisualisasikan dalam bentuk peta anomali magnetik total, yang memberikan gambaran distribusi medan magnet di area penelitian. Tahap selanjutnya adalah pemodelan, di mana data anomali magnetik digunakan untuk membangun model struktur bawah tanah. Pemodelan dilakukan dengan membuat dua sayatan dengan rentang error metode magnetik berkisar 141.337 dan 350.9 nT. Dari hasil anomali magnetik yang didapatkan dari akuisisi data magnetik pada daerah Ranu Gunungparang, Ranu Wurung dan Ranu Air dihasilkan sebuah peta anomali magnetik. Nilai anomali magnetik total yang didapatkan sebesar 275 nT yang tertinggi hingga -1450 nT yang terendah. Area dengan warna merah menujukan anomali magnetik positif, yang mana menujukan adanya batuan dengan kandungan mineral magnetik. Area dengan warna hijau hingga biru tua menujukan anomali magnetik negatif, dimana menujukan adanya batuan dengan kandungan mineral magnetik yang rendah.

2025
👤 Penulis: Quintus Arius P. Silalahi
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Magnetik 🏷️ Struktur Bawah Permukaan

PEMODELAN RISIKO BENCANA BERBASIS TEKNOLOGI GEOSPASIAL DALAM PERSPEKTIF PEMBIAYAAN RISIKO BENCANA DI INDONESIA (STUDI KASUS BENCANA GEMPA)

Indonesia berada dipertemuan empat lempeng besar bumi. Lokasi gempa sering terjadi. Tahun 2004, Aceh dilanda gempa yang disusul tsunami. Hal ini mengakibatkan korban jiwa dan kerugian sangat tinggi. Kerugian yang setara 12% APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) akan sangat berat untuk ditanggung pemerintah sendiri. Pembiayaan Risiko Bencana (PARB) menjadi strategi nasional untuk memberikan solusi inovatif dana penanggulangan bencana, khususnya tahap pascabencana yang sulit dianggarkan. PARB akan merumuskan kebijakan risiko yang akan ditahan sendiri, dibagi atau ditransfer berdasarkan frekuensi dan kerugiannya. Pembangunan model risiko bencana skala nasional sangat penting dilakukan agar menghasilkan kebijakan yang optimal dan dapat dipertanggungjawabkan. IRBI (Indeks Risiko Bencana Indonesia) tahun 2013 adalah kajian risiko bencana skala nasional pertama yang digunakan sebagai rujukan kebijakan nasional PRB (Pengurangan Risiko Bencana). Kajian tersebut belum memperhitungkan keterpaparan, sehingga potensi kerugian yang dilengkapi frekuensi belum disajikan. Tahun 2019, GEM (Global Earthquake Model Foundation) membangun global seismic risk model yang menghasilkan potensi kerugian untuk bangunan, namun kebutuhan pendanaan pascabencana untuk stimulan rumah rusak belum diperhitungkan. Model global juga belum memperhitungkan kerugian akibat gempa magnitudo di bawah 5,5 yang dampaknya signifikan di Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan model risiko bencana di Indonesia sangat penting untuk mempertimbangkan keterbaruan terkait nilai stimulan rumah terpapar, indeks kemahalan wilayah, resolusi spasial keterpaparan, GMPE (Ground Motion Prediction Equation) logic tree dan SM (Source Model) logic tree, sehingga model menghasilkan exceedance probability curve dan average annual loss map pada level nasional, provinsi dan kabupaten/kota yang valid untuk kebijakan PARB terkait kebutuhan dana stimulan rumah rusak akibat gempa di Indonesia. Kajian ini dimulai dengan analisis keterpaparan menggunakan metode downscaling exposure model. Tahap ini menghasilkan model keterpaparan stimulan rumah rusak terdampak gempa di Indonesia pada unit spasial level desa/kelurahan dengan total nilai 5,66 kuadriliun rupiah. Tahap berikutnya melakukan analisis risiko gempa menggunakan metode event-based seismic risk model, sehingga menghasilkan peta bahaya, exceedance probability curve dan average annual loss map. Average annual loss level nasional adalah 5,86 triliun IDR (409 juta USD) dengan rasio sebesar 0,1035% terhadap total nilai keterpaparan. Tahap ketiga melakukan peninjauan hasil model terhadap model bahaya dari Pusgen (2017) yang menunjukkan kesesuaian dan terhadap model risiko dari GEM (2019) yang relatif lebih tinggi. Tahap terakhir melakukan validasi model dengan metode historical event loss validation terhadap kejadian Gempa Cianjur. Hasilnya diperoleh MAPE (Mean Absolute Percentage Error) sebesar 3,0%. Hal tersebut menunjukkan bahwa model valid untuk digunakan melakukan estimasi kebutuhan dana stimulan dengan resolusi spasial level kabupaten/kota. Model risiko bencana ini memiliki akurasi yang baik untuk melakukan estimasi risiko dana stimulan akibat gempa hingga level kabupaten/kota. Kajian ini diharapkan menjadi acuan pengembangan untuk keterpaparan dan bahaya lainnya sehingga kebijakan PARB di Indonesia dapat lebih optimal dan komprehensif.

2025
👤 Penulis: Fiza Wira Atmaja
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Risiko Bencana 🏷️ Kecerdasan Buatan

STUDI SELUBUNG BINTANG ? CENTAURI DAN N CENTAURI BERDASARKAN SPEKTROSKOPI HIGH DAN LOW RESOLUTION DAN PEMODELAN GEOMETRI

Penelitian ini menginvestigasi dua bintang Be, ???? Centauri dan ???? Centauri, menggunakan data spektroskopi resolusi rendah dan tinggi dari Observatorium Bosscha. Dari pengamatan spektrum resolusi rendah menunjukkan ketidakcocokan antara data pengamatan dengan spektrum sintesis yang menggunakan parameter literatur. Ditemukan bahwa spektrum pengamatan menunjukkan kecocokan semu dengan spektrum yang menyerupai bintang kelas O. Ketidakcocokan ini berakar pada kegagalan pendekatan LTE untuk merepresentasikan fisika bintang Be, karena model tersebut tidak mengakomodasi kontribusi fluks dari piringan selubung yang bersifat Non-LTE . Analisis pada data resolusi tinggi pada garis H? berhasil mengungkap dinamika selubung yang kompleks dan berbeda pada kedua bintang. Pada ???? Centauri, teramati perubahan profil temporer dari double-peak menjadi single-peak, yang dihipotesiskan sebagai akibat dari pelontaran massa di kutub yang dipicu oleh NRP. Adanya perturbasi pada puncak garis juga mengindikasikan kemungkinan interaksi dengan bintang pasangan. Untuk ???? Centauri, peningkatan kekuatan absorpsi yang berkorelasi dengan rasio E/C menandakan adanya injeksi materi baru ke selubung. Dengan data tambahan fotometri, Variabilitas ini konsisten dengan mekanisme beat cycle (0.035 c/d) yang didorong oleh denyut non-radial (NRP), yang menyebabkan pelontaran massa periodik dan ekspansi piringan gas yang teramati. Sebagai pelengkap, sebuah pemodelan 3D kualitatif awal berupa bentuk geometri dari bintang Be berhasil dibuat sebagai dasar untuk studi lebih lanjut penulis.

2025
👤 Penulis: Amandaru Taruna Mandala
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Geofisika
Halaman 4 dari 9
💬