📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 173 dokumen

COMPREHENSIVE HORIZONTAL WELL DESIGN FOR CO2 INJECTION IN “TO” LIMESTONE FORMATION: A CASE STUDY OF WELL XYZ-001 IN SULAWESI

This study aims to design a comprehensive horizontal well for CO? injection in the “To” carbonate formation of an offshore XYZ-001 Well in Sulawesi. The main objectives are to plan the well trajectory, determine casing size and setting depth, conduct casing load analysis, predict corrosion rates, select appropriate materials, and classify well barriers. The overall scope highlights the development of a comprehensive well design that ensures mechanical reliability and long-term integrity under highly corrosive CO? environments. The methodology was carried out through integrated simulations using Halliburton’s Landmark COMPASS for trajectory planning, Casing Seat by Halliburton and StressCheck by Halliburton for casing design and load analysis, and Electronic Corrosion Engineer (ECE) for corrosion rate prediction. The workflow included trajectory design, casing and liner load verification under burst, collapse, axial, and triaxial stresses, corrosion rate prediction for L-80 carbon steel material, and evaluation of material alternatives. Based on these results, material selection and well barrier classification were performed in compliance with API 5CT, NORSOK M-710, and NORSOK D- 010 standards to ensure both mechanical reliability and corrosion resistance. The planned trajectory follows a single-build design with a kick-off point at 5300 ft TVDRT, reaching the “To” Formation at 7217.8 ft TVDRT, and a horizontal section of 1881 ft classified as long-radius. The casing program includes 30? conductor casing, 20? surface casing, 13?? and 9?? intermediate casings, 5½? liner, and 3½? tubing. Load analysis confirmed all casing strings satisfy the applied design factors. Corrosion rate prediction showed that L-80 carbon steel liner would fail approximately after 8 years and tubing approximately after 3 years, indicating the necessity of corrosion-resistant alloys. Consequently, 13Cr stainless steel was selected for liner and tubing, combined with premium gas-tight connections, Class FF wellhead, and HNBR elastomers. The final barrier system provides independent primary and secondary barriers, ensuring long-term well integrity.

2025
👤 Penulis: Kevyn Rhasyad Putra Setyagraha
🏷️ Geoteknik 🏷️ Karbonat 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN METODE ELEMEN HINGGA DI SISI UTARA RUAS JEMBATAN CIPADA, CEMPAKAMEKAR, KECAMATAN PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT, PROVINSI JAWA BARAT

Jembatan Cipada merupakan infrastruktur vital yang berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antar daerah. Kestabilan lereng di sisi utara ruas Jembatan Cipada menjadi perhatian khusus karena merupakan area bekas tambang dan pernah terjadi kelongsoran di dekatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng, mengidentifikasi potensi jenis dan lokasi kelongsoran, serta memberikan rekomendasi penanganan lereng yang efektif. Analisis dilakukan dalam tiga kondisi muka air tanah (kering, eksisting, dan jenuh) serta dua skenario pembebanan (statis dan dinamis dengan koefisien seismik 0,073 g). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa lereng hanya aman dalam kondisi kering dengan nilai Faktor Keamanan (FK) statis 1,53 dan FK dinamis 1,37 yang memenuhi standar KEPMEN ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 (FK Statis min. 1,3 dan FK Dinamis min. 1,1) dan SNI 8460:2017 (FK Statis min. 1,5 dan FK Dinamis min. 1,1). Pada saat dilaksanakan penelitian (kondisi eksisting) (FK statis 1,01; FK dinamis 0,88) dan jenuh (FK statis 1,00; FK dinamis 0,87), lereng dinyatakan tidak aman. Potensi kelongsoran yang teridentifikasi adalah longsoran luncuran tipe translasi di sepanjang bidang kontak antara lapisan tanah pelapukan dan batuan dasar tufa. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan dua strategi penanganan lereng: implementasi sistem peringatan dini melalui pemantauan deformasi menggunakan inclinometer dan ekstensometer, serta pengelolaan drainase permukaan dan bawah permukaan secara komprehensif untuk menurunkan muka air tanah yang terbukti signifikan memengaruhi kestabilan lereng.

2025
👤 Penulis: Wicaksana Riz Kifli
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Kestabilan Loker 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Infrastruktur

PERANCANGAN PERKUATAN DERMAGA PROYEK PELABUHAN BENOA MENGGUNAKAN KOMBINASI METODE TURAP TERJANGKAR DAN STONE COLUMN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN EFEK LIKUIFAKSI

Kondisi tanah pasir lepas yang menyusun stratigrafi Pelabuhan Benoa rentan terhadap likuifaksi pada BH-03, BH-04, BH-05, dan BH-06. Studi desain ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem penahan tanah menggunakan kombinasi perkuatan stone column dan anchored sheet pile melalui pendekatan numerik berbasis metode elemen hingga (FEM) menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D. Analisis dilakukan pada berbagai kondisi muka air laut (Low Water Level dan High Water Level) dengan skenario konstruksi bertahap. Dalam perencanaan ini, material yang digunakan meliputi turap beton prategang W600 A1000 Kelas A, baja tarik mutu tinggi tipe Dywidag untuk tie rod dengan diameter D43 mm, serta tiang spun pile prategang dengan diameter 800 mm dan panjang 16 meter Kelas C sebagai anchor pile. Evaluasi mencakup deformasi lateral, faktor keamanan (SF), gaya tarik tie rod, momen lentur sheet pile dan anchor pile, serta parameter likuifaksi ditinjau dengan Pore Water Pressure metode LPI dan Liquefaction Severity Number (LSN). Hasil simulasi menunjukkan bahwa seluruh elemen struktur memenuhi kriteria desain yang ditetapkan.

2025
👤 Penulis: Muhammad Rafif Rabbani
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktural 🏷️ Likuifaksi Tanah

ANALISIS KESTABILAN LERENG HIGHWALL DAN LOWWALL TAMBANG BATUBARA PT XYZ DI SUMATERA SELATAN

PT XYZ merupakan perusahaan pertambangan batubara yang beroperasi di Sumatera Selatan dan sedang mengembangkan desain pit baru dalam rencana penambangan jangka panjang (Life of Mine/LOM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng highwall dan lowwall berdasarkan aspek geoteknik menggunakan metode kesetimbangan batas (Limit Equilibrium Method) dan pendekatan probabilistik. Lima penampang dianalisis menggunakan perangkat lunak Slide2, dengan metode Bishop untuk highwall dan metode Janbu untuk lowwall. Parameter geoteknik diperoleh dari data 11 titik bor dan hasil uji laboratorium, serta memperhitungkan beban seismik sebesar 0,15. Nilai yang dianalisis mencakup Faktor Keamanan (FK) dalam kondisi statis dan dinamis serta Probabilitas Kelongsoran (PK), mengacu pada Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa tiga penampang highwall tidak memenuhi kriteria keamanan (FK ? 1,3 statis dan ? 1,1 dinamis; PK ? 5%), sementara dua penampang lowwall dinyatakan aman. Oleh karena itu, dilakukan redesain pada area highwall dengan cara melebarkan bench dari 10 meter menjadi 43 meter ke arah depan, tanpa mengubah tinggi bench dan sudut lereng tunggal, karena bagian belakang lereng berupa outpit dump. Hasil redesain menunjukkan peningkatan nilai FK dan penurunan PK yang signifikan, sehingga memenuhi kriteria keamanan yang berlaku.

2025
👤 Penulis: Ignatius Mahardika Sadhana
🏷️ Geoteknik 🏷️ Kestabilan Loker 🏷️ Redesign Pit

PEMETAAN DAN EVALUASI TAMBANG TANAH URUG DI CIKEDUNG INDRAMAYU BERBASIS CITRA SATELIT MULTISPEKTRAL

Pembangunan proyek modernisasi irigasi Rentang membutuhkan pasokan tanah urug, yang salah satunya bersumber dari Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat fisik–mekanik dan mineralogi tanah urug serta memantau aktivitas tambang secara temporal menggunakan citra PlanetScope PSB.SD, dengan integrasi hasil untuk memberi gambaran komprehensif bagi pertimbangan penambangan selanjutnya. Data laboratorium meliputi uji batas Atterberg, distribusi ukuran butir, dan X-ray diffraction, sedangkan pemantauan dilakukan melalui komposit warna semu (NIR–Red–Green) dan analisis multi-temporal periode 2020–2024, divalidasi dengan citra resolusi tinggi Google Earth. Hasilnya menunjukkan kandungan kaolinit 24–80%, kuarsa 20–67%, serta potensi kembang-susut bervariasi dari rendah hingga sangat tinggi. Luas area terganggu meningkat dari 4,71 ha (Agustus 2020) menjadi puncak 44,96 ha (Juli 2023), lalu menurun menjadi 33,58 ha (Juli 2024). CKD 3 dan Ex Loyang diidentifikasi sebagai sumber material paling stabil, sedangkan CKD 4, yang diambil sebagai pembanding dan sampel batasan penambangan, menunjukkan plastisitas sangat tinggi dan sebaiknya dibatasi penambangannya. Studi ini menunjukkan efektivitas citra PlanetScope untuk pemantauan tambang tanah urug serta pentingnya integrasi informasi sifat fisik–mekanik dan penginderaan jauh dalam mendukung evaluasi pengelolaan tambang berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Farly Favian Carakatama
🏷️ Geoteknik 🏷️ Pemanaman Tanah Urug 🏷️ Analisis Multispektral

EVALUASI STABILITAS TEROWONGAN BAWAH TANAH BERDASARKAN HUBUNGAN ANTARA ROCK LOAD (PV) DAN TEKANAN PENYANGGA MAKSIMUM (PSMAX) : KAJIAN EMPIRIS MULTINEGARA

Fenomena squeezing merupakan salah satu tantangan dalam pembangunan terowongan bawah tanah, khususnya pada kondisi geologi yang kompleks, massa batuan yang lemah dan kedalaman yang signifikan. Squeezing terjadi ketika deformasi plastis massa batuan melebihi kapasitas dukung penyangga, sehingga dapat mengancam kestabilan dari terowongan. Menurut Hoek dan Marinos (2009) bahwa batuan memiliki kemampuan terbatas dalam menahan shear stress yang diakibatkan terjadinya pergeseran akibat adanya deformasi tektonik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara rock load (Pv) dan kapasitas maksimum penyangga (Psmax) pada terowongan, agar menghasilkan rekomendasi teknis sebagai acuan perencanaan sistem penyangga. Data yang digunakan berupa 202 data sekunder yang bersumber pada literatur internasional. Analisis dilakukan dengan menghitung rasio Psmax terhadap Pv serta mengklasifikasikan data berdasarkan tingkat squeezing. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi No Squeezing umumnya memiliki rasio Psmax dan Pv ? 4, sedangkan kasus dengan kondisi Squeezing memiliki rasio < 4. Nilai ambang 4 x Pv diidentifikasi sebagai batas bawah kapasitas penyangga yang memadai untuk meminimalkan risiko deformasi berlebih.

2025
👤 Penulis: Krispian Fathan Hidayatullah
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Statistik 🏷️ Manajemen Risiko Terowongan

ANALISIS PERBANDINGAN METODE ESTIMATOR LINIER UNTUK PEMODELAN GEOMETRI ENDAPAN DARI SISA HASIL PENGOLAHAN DI BLOK I PT XYZ

Menurut Permen ESDM No 25 Tahun 2018, Sisa hasil pengolahan atau biasa dikenal dengan tailing merupakan material residu atau produk samping yang tersisa setelah proses pengolahan dan/atau pemurnian mineral atau batubara. Material ini perlu dikelola dengan hati-hati karena dapat berdampak terhadap lingkungan. Namun, tailing timah aluvial masih sering mengandung kadar timah dan mineral berharga lainnya yang bisa diolah lebih lanjut sehingga penting untuk mengestimasi volumenya. Penelitian ini membandingkan lima metode estimasi volume yaitu inverse distance square, nearest neighbor point, moving average, ordinary kriging, dan ordinary cokriging dengan variasi ukuran grid 12.5 m × 12.5 m, 25 m × 25 m, dan 50 m × 50 m. Proses estimasi dilakukan dengan memotong topografi dan bottom dari masing-masing metode estimasi menggunakan perangkat lunak Isatis.neo. Berdasarkan hasil validasi dan volume, metode ordinary cokriging terbukti paling akurat untuk mengestimasi volume karena adanya penambahan variabel sekunder berupa data ground penetrating radar. Hal ini ditunjukkan oleh nilai korelasi, intercept, dan slope yang stabil, yaitu 0.83, -1.45, dan 0.576. Selain itu, hasil volume yang didapat dari metode ordinary cokriging juga memiliki perbedaan yang paling kecil dengan volume baseline dengan rentang perbedaan hanya 0-1%.

2025
👤 Penulis: Muhammad Adila Asfani
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Geologi Mineral 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENENTUAN PROBABILITAS KESTABILAN LERENG JENUH PARSIAL MENGGUNAKAN METODE REGRESI LOGISTIK BINER

Kestabilan lereng merupakan faktor krusial dalam proses perencanaan serta upaya mitigasi risiko geoteknik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model probabilitas kestabilan lereng dengan memperhitungkan kondisi ketidakjenuhan menggunakan pendekatan regresi logistik biner. Pemilihan metode ini didasarkan pada kemampuannya dalam memetakan hubungan antara variabel-variabel independen, seperti berat satuan tanah, kohesi, sudut gesek dalam, kemiringan, dan ketinggian lereng, terhadap kemungkinan terjadinya longsor,

2025
👤 Penulis: Muhammad Khalid Umardano
🏷️ Kestabilan Lereng 🏷️ Analisis Logistik 🏷️ Geoteknik

PERANCANGAN STRUKTUR BAWAH GEDUNG SENTRA PALMERAH DI TANAH KOSAMBI BARAT, TANGERANG

Pembangunan gedung bertingkat tinggi memerlukan perencanaan struktur bawah yang matang untuk menjamin stabilitas dan keamanan bangunan. Tugas Akhir ini bertujuan untuk merancang struktur bawah Gedung Sentra Palmerah yang terletak di Tanah Kosambi Barat, Tangerang. Ruang lingkup perancangan meliputi evaluasi karakteristik tanah, desain dinding penahan tanah (dinding diafragma), serta sistem fondasi dalam berupa tiang bor dan pile cap untuk dua tower apartemen setinggi 20 lantai. Analisis diawali dengan interpretasi data penyelidikan tanah dari 4 titik bor dan 9 titik sondir, serta data laboratorium. Berdasarkan parameter tersebut, dilakukan penentuan kelas situs seismik sesuai SNI 1727:2019. Dinding penahan tanah dirancang menggunakan metode elemen hingga dengan perangkat lunak PLAXIS 2D untuk memastikan kestabilan global dan batas defleksi aman selama proses konstruksi top-down. Sistem fondasi yang digunakan adalah fondasi tiang bor yang dianalisis secara tunggal menggunakan LPILE untuk beban lateral dan GROUP untuk analisis grup tiang. Kapasitas aksial, daya dukung lateral, serta penurunan total dan diferensial dianalisis sesuai SNI 8460:2017. Perancangan pile cap mempertimbangkan interaksi antar-tiang dan kebutuhan penulangan berdasarkan analisis momen dan geser dua arah. Hasil akhir menunjukkan bahwa sistem struktur bawah yang dirancang telah memenuhi syarat stabilitas dan deformasi, serta mampu menunjang beban bangunan secara efektif.

2025
👤 Penulis: Evan Joseph Shelim
🏷️ Geoteknik 🏷️ Struktur Gedung Bertingkat Tinggi 🏷️ Analisis Struktur

STABILISASI MATERIAL TIMBUNAN PADA TAMBANG TERBUKA BATU BARA MENGGUNAKAN PERLAKUAN KIMIAWI

Ketidakstabilan lereng waste dump pada tambang terbuka umumnya disebabkan oleh tanah dasar berlumpur yang jenuh air, yang berperan sebagai bidang gelincir dan memicu kelongsoran. Fenomena ini diamati pada studi kasus, sehingga diperlukan upaya perbaikan geoteknik yang terukur dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor ketidakstabilan lereng serta mengevaluasi pengaruh stabilisasi tanah menggunakan kombinasi semen dan ion exchange terhadap peningkatan sifat mekanik tanah dasar serta factor of safety (FoS) lereng. Pendekatan yang digunakan meliputi pengujian laboratorium (Unconfined Compressive Strength, modulus elastisitas, kohesi, dan sudut gesek dalam) dan integrasi hasilnya ke dalam pemodelan numerik Limit Equilibrium Method. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan UCS hingga +3900%, kohesi hingga +196%, dan sudut gesek dalam hingga +58% pada komposisi optimum berbasis semen–ion exchange. Analisis kestabilan mengidentifikasi tekanan air pori sebagai faktor dominan pembentuk bidang gelincir. Penerapan embankment pada toe lereng menghasilkan peningkatan FoS kondisi statis hingga 95%. Peningkatan kestabilan ini memiliki potensi pengurangan sudut keseluruhan lereng sekitar 6% memungkinkan peninggian timbunan hingga +33%, sedangkan pengurangan sekitar 16% memungkinkan peninggian hingga +67%, dengan FoS tetap berada pada nilai yang aman. Secara keseluruhan, kombinasi stabilisasi kimia dan toe embankment terbukti meningkatkan sifat mekanik tanah dasar serta kestabilan global lereng, sekaligus memberikan fleksibilitas desain untuk peninggian timbunan dengan risiko yang terkendali.

2025
👤 Penulis: Padmanatha Adhiwijna
🏷️ Geoteknik 🏷️ Stabilitas Lingkungan 🏷️ Pemanfaatan Kimia Dalam Manajemen Tambang

STUDI KASUS PERBANDINGAN PERENCANAAN METODE PERBAIKAN TANAH PADA TANAH LUNAK DI CILEGON DENGAN PVD, KOLOM GROUT MODULAR, DAN DEEP SOIL MIXING

Tanah lunak merupakan tanah dengan karateristik daya dukung dan stabilitas yang rendah, yang sering dijumpai di wilayah pesisir Indonesia, termasuk di Cilegon, Banten. Tanah ini memiliki permeabilitas rendah dengan kompresibilitas tinggi, sehingga proses konsolidasi berlangsung lama, dengan penurunan tanah yang besar. Kondisi tersebut dapat mengganggu kestabilan dan fungsi infrastruktur, sehingga diperlukan metode perbaikan tanah yang tepat. Studi ini bertujuan untuk membandingkan tiga metode perbaikan tanah pada tanah lunak di Cilegon, yaitu preloading dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD), Kolom Grout Modular (KGM), dan Deep Soil Mixing (DSM), berdasarkan pemenuhan kriteria desain serta efisiensi biaya, waktu, dan kemudahan pelaksanaan. Studi ini dimulai dengan penentuan parameter tanah dari pengujian lapangan dan laboratorium, diikuti dengan analisis penurunan dan stabilitas sebelum perbaikan tanah, kemudian dilakukan desain perbaikan tanah menggunakan perhitungan manual dan pemodelan PLAXIS 2D, serta evaluasi hasil berdasarkan kriteria desain faktor keamanan dan penurunan yang diizinkan. Selain itu, dilakukan juga penilaian akhir yang membandingkan ketiga metode perbaikan tanah dengan menggunakan kriteria penilaian biaya pekerjaan, waktu pelaksanaan, dan indeks kemudahan pekerjaan. Hasil studi menunjukkan ketiga metode perbaikan tanah memenuhi kriteria desain yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil desain, metode PVD membutuhkan biaya sekitar Rp 17.87 miliar, waktu pelaksanaan 182 hari, dengan indeks kemudahan 4. Metode DSM membutuhkan biaya Rp 14.78 miliar dengan durasi 84 hari dan indeks kemudahan 1, sementara metode KGM membutuhkan biaya paling rendah yaitu Rp 5.04 miliar dengan waktu pengerjaan 91 hari dan indeks kemudahan 2. Secara keseluruhan, metode KGM memperoleh skor tertinggi sehingga dapat direkomendasikan sebagai metode paling efisien untuk kasus ini.

2025
👤 Penulis: Steven Albert Darmadi
🏷️ Geoteknik 🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Analisis Tekhnologi Perbaikan Tanah

STUDI KOMPARASI SISTEM FONDASI PILED RAFT DAN DISCONNECTED PILED RAFT PADA TANGKI TIMBUN DI TANAH LUNAK

Tangki timbun berkapasitas besar sering kali memberikan beban yang besar ke tanah di bawahnya. Sedangkan, tangki sering kali terletak di daerah pesisir dengan tanah lunak. Namun, solusi fondasi dalam seringkali memberikan desain yang terlalu konservatif dan terlalu mahal, padahal struktur tangki baja dapat menoleransi uniform settlement yang cukup besar. Studi ini membandingkan hasil desain antara sistem fondasi piled raft dan disconnected piled raft untuk kasus tangki 40,000 kL di atas tanah lunak dalam aspek settlement, gaya dalam raft, dan biaya material menggunakan kriteria desain yang biasa digunakan dalam industri. Selain itu, dilakukan juga studi parametrik pada rigid inclusion untuk memberikan gambaran lebih lanjut terkait pengaruh dari tiap komponen rigid inclusion menggunakan program elemen hingga. Hasil studi ini menunjukkan bahwa fondasi disconnected piled raft mengurangi biaya material sebesar 16% dibandingkan piled raft. Namun, sistem disconnected piled raft memberikan settlement yang lebih besar. Dalam aspek gaya dalam pada raft, kedua sistem cenderung masih memberikan gaya dalam yang besar. Studi ini mengindikasikan sistem disconnected piled raft merupakan sistem yang ekonomis untuk digunakan pada kasus tangki di tanah lunak.

2025
👤 Penulis: Ahmad Haziq Al Musyarrif
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Manajemen Biaya

ANALISIS PENGARUH KETEBALAN DAN KEPADATAN GEOFOAM EXPANDED POLYSTYRENE TERHADAP PENURUNAN PADA STRUKTUR TIMBUNAN JALAN DAN DISTRIBUSI TEGANGAN PADA TANAH DASAR

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ketebalan (1 m, 2 m, dan 3 m) dan kepadatan (Kelas 15, 22, dan 39) Geofoam Expanded Polystyrene (EPS) terhadap penurunan dan distribusi tegangan pada timbunan jalan yang dibangun di atas tanah clayshale problematik. Analisis dilakukan melalui simulasi numerik metode elemen hingga menggunakan perangkat lunak PLAXIS 2D pada kondisi plane strain, dengan geometri model diadaptasi dari desain Proyek Jalan Tol Cisumdawu (STA 40+300). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan merupakan faktor dominan dalam mereduksi tegangan pada tanah dasar, sementara kepadatan berpengaruh signifikan terhadap penurunan di permukaan. Berdasarkan analisis, direkomendasikan kombinasi paling optimal yaitu penggunaan Geofoam EPS Kelas 39 dengan ketebalan 2 meter. Kombinasi ini memberikan keseimbangan terbaik antara reduksi tegangan vertikal maksimal (41,7%) untuk stabilitas tanah dasar dan reduksi penurunan permukaan yang signifikan (29,03%) untuk kinerja layanan jalan.

2025
👤 Penulis: Andrew Bob Bryan Karo-Karo
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur Jalan 🏷️ Simulasi Numerik

KARAKTERISASI DAN PEMODELAN FASIES BATUPASIR RESERVOIR GAS FORMASI LOWER ARANG LAPANGAN ALPHA, CEKUNGAN NATUNA BARAT

Abstrak bisa dilihat di filenya

2025
👤 Penulis: Agus Sulistiarso
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Geologi 🏷️ Modeling Karst

PERANCANGAN FONDASI STRUKTUR UTAMA DAN DINDING PENAHAN TANAH GALIAN DOLPHINARIUM AQUAMARINE PARK, PULAU SERANGAN, BALI

Perencanaan struktur fondasi dan dinding penahan tanah yang aman dan efektif menjadi aspek penting dalam pembangunan, terutama pada wilayah yang memiliki potensi gempa dan kondisi tanah jenuh pasir. Tugas akhir ini membahas perencanaan struktur fondasi untuk struktur utama dan struktur penahan tanah untuk dolphinarium pada Proyek Aquamarine Park yang berlokasi di Pulau Bali. Lokasi ini memiliki percepatan gempa (PGAM) sebesar 0.576 dan menunjukkan potensi likuifaksi pada titik pengeboran BH-02 dan BH-03. Struktur fondasi utama dirancang menggunakan fondasi tiang pancang tipe spun pile dengan diameter 800 mm dan panjang 16 meter. Tiga konfigurasi pile cap yang digunakan yaitu 2×1, 2×2, dan 3×2. Analisis meliputi daya dukung aksial dan lateral, serta settlement dan differential settlement, dengan hasil yang menunjukkan bahwa seluruh konfigurasi memenuhi batas izin perencanaan. Sementara itu, struktur penahan tanah menggunakan sistem soldier pile berdiameter 1000 mm dengan spacing 1000 mm dan kedalaman 18 meter, diperkuat dengan dua buah ground anchor serta tambahan tension pile untuk mengatasi gaya angkat (uplift). Perilaku dinding penahan tanah dianalisis menggunakan pendekatan numerik berbasis metode elemen hingga, dan hasilnya menunjukkan bahwa deformasi lateral serta safety factor berada dalam batas yang diizinkan.

2025
👤 Penulis: Nabila Maritza Rafifa Wibowo
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Pembangunan Air Terjun
Halaman 4 dari 12
💬