📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4,000 dokumen

RANCANG BANGUN ALAT UJI ANALISIS KOEFISIEN KINERJA (COEFFICIENT OF PERFORMANCE) DARI THERMOELECTRIC COOLER DAN EFISIENSI KONVERSI TERMAL DARI THERMOELECTRIC GENERATOR

Modul termoelektrik adalah perangkat padat yang dapat berfungsi sebagai pendingin melalui efek Peltier atau pembangkit daya melalui efek Seebeck. Penelitian ini dilakukan karena adanya permasalahan terkait ketidaksesuaian performa pada modul termoelektrik yang terpasang pada alat pendingin (Larasati, 2016). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun instalasi alat uji performa guna menganalisis nilai koefisien performa (COP) pendingin termoelektrik dan efisiensi konversi pembangkit termoelektrik secara akurat antara nilai aktual dengan nilai teoretisnya. Alat uji yang dibangun dirancang untuk menguji modul berdimensi 40x40 mm dengan mengintegrasikan komponen blok air penukar panas ganda dengan fluida kerja air, blok perantara aluminium, dan sistem akuisisi data berbasis mikrokontroler dengan sensor temperatur, voltase, serta arus listrik. Pengujian pendingin dilakukan dengan memvariasikan tegangan masukan dan laju aliran massa air. Evaluasi keandalan instalasi dilakukan melalui analisis komparatif antara nilai COP aktual dari perhitungan neraca energi fluida terhadap nilai COP teoretis berdasarkan pemodelan Ferrotec. Hasil pengujian pendingin menghasilkan rentang perbedaan temperatur sebesar 2,88°C hingga 11,90°C, dengan deviasi antara COP aktual dan COP teoretis Ferrotec berkisar antara 99,75% hingga 100,00%. Tingginya deviasi ini disebabkan oleh kurangnya ketelitian instrumen pengukur temperatur untuk membaca perbedaan temperatur fluida yang sangat kecil, besarnya rugi-rugi panas secara lateral pada komponen blok perantara yang kurang terisolasi, serta tingginya hambatan kontak termal. Sementara itu, pengujian efisiensi pembangkit termoelektrik tidak dapat diselesaikan akibat penggunaan resistor tetap yang tidak mampu mengakomodasi fluktuasi hambatan dalam modul. Untuk pengembangan alat uji selanjutnya, sangat disarankan adanya peningkatan kualitas dan ketelitian alat ukur temperatur, penambahan isolasi termal, serta penggunaan beban elektronik dinamis untuk pengujian pembangkit termoelektrik.

2026
👤 Penulis: Dionysius Rahaditya Purnama
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PREDIKSI HANDOVER VERTIKAL PADA JARINGAN TERINTEGRASI NTN-TN MENGGUNAKAN ALGORITMA KLASIFIKASI BERBASIS ENSEMBLE TREE

Integrasi Non-Terrestrial Network (NTN) dengan Terrestrial Network (TN) menjadi salah satu arah pengembangan jaringan 5G/6G untuk memperluas cakupan layanan, terutama pada wilayah terpencil dan kondisi pascabencana. High Altitude Platform Station (HAPS) menjadi pelengkap BTS TN karena mampu menyediakan footprint yang luas dengan latensi dan path loss yang lebih rendah dibandingkan satelit. Namun, integrasi ini menimbulkan tantangan baru pada mekanisme handover (HO) vertikal antara sel HAPS dan gNB terrestrial, karena mekanisme HO konvensional berbasis threshold bersifat reaktif dan kurang adaptif terhadap heterogenitas kanal lintas domain, sehingga rentan terhadap kegagalan HO, ping-pong effect, dan late HO. Penelitian terdahulu yang mengusulkan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) umumnya masih berfokus pada optimasi akurasi prediksi tanpa menyediakan platform evaluasi yang memungkinkan perbandingan langsung dengan metode konvensional, serta belum banyak memanfaatkan dataset yang merepresentasikan skenario HO vertikal antara TN dan HAPS. Penelitian ini bertujuan merancang dan menghasilkan mekanisme prediksi HO vertikal otomatis berbasis AI pada jaringan heterogen HAPS dan 5G New Radio (NR) yang mampu memprediksi keberhasilan HO ke target cell secara adaptif terhadap perubahan kondisi kanal dan mobilitas pengguna, sekaligus dievaluasi performanya terhadap metode konvensional berbasis A3-event. Sistem dikembangkan melalui tiga subsistem yang terintegrasi, yaitu subsistem simulasi dan generasi dataset, subsistem pengolahan data dan visualisasi, serta subsistem AI. Simulasi jaringan heterogen yang terdiri atas satu HAPS dan tiga gNB dibangun menggunakan NS-3 untuk menghasilkan dataset sintetik berisi parameter sinyal radio sebelum HO (pre-HO). Model klasifikasi Random Forest kemudian dilatih menggunakan fitur margin sinyal antarsel, nilai RSRP terbaik, rentang RSRP, serta representasi target cell untuk memprediksi keberhasilan HO, dengan pembagian data berbasis simulation run guna mencegah data leakage. Hasil prediksi divisualisasikan melalui dashboard yang menampilkan label prediksi, tingkat confidence, serta metrik performa model. Pengujian terhadap 15.000 sampel hasil 500 kali simulasi menunjukkan bahwa model Random Forest yang dikembangkan mencapai akurasi sebesar 90,91%, F1-macro sebesar 88,80%, dan ROC-AUC sebesar 94,48% pada test set, dengan selisih F1-score antara data latih dan validasi sebesar 2,18%, yang menunjukkan model tidak mengalami overfitting yang signifikan. Pada pengujian Download Successful Rate (DSR) terhadap 50 skenario, mekanisme HO proaktif berbasis Random Forest menghasilkan DSR sebesar 88%, lebih tinggi 18 poin persentase dibandingkan mekanisme HO reaktif konvensional berbasis A3-event yang memperoleh DSR sebesar 70%. Hasil ini membuktikan hipotesis penelitian bahwa model AI yang dilatih pada fitur parameter radio pre-HO mampu memprediksi keberhasilan HO secara akurat sekaligus meningkatkan kontinuitas layanan dibandingkan pendekatan konvensional. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyediaan platform evaluasi yang memungkinkan perbandingan langsung dan setara antara mekanisme HO prediktif berbasis AI dengan mekanisme HO konvensional berbasis threshold pada jaringan heterogen HAPS-TN, serta penyediaan dataset sintetik HO vertikal yang masih jarang tersedia pada penelitian sebelumnya. Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan kontribusi pada pengembangan mekanisme mobilitas cerdas berbasis AI untuk arsitektur jaringan 5G/6G yang lebih heterogen dan adaptif, mendukung resiliensi komunikasi pada kondisi darurat dan pascabencana, serta menjadi acuan dan testbed bagi penelitian lanjutan mengenai prediksi HO pada jaringan NTN-TN.

2026
👤 Penulis: Meutia Sarah Nur Raisha
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN SISTEM PASCAPANEN FILLET IKAN PATIN (PANGASIUS SP.) DENGAN EDIBLE COATING KITOSAN DAN CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) UNTUK MEMPERTAHANKAN KUALITAS DAN MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN

Industri pengolahan ikan patin (Pangasius sp.) saat ini menghadapi tantangan kritis berupa kehilangan pangan (food loss) pascapanen yang mencapai 35%, akibat degradasi mikrobiologis dan oksidatif yang berlangsung selama proses penanganan dan penyimpanan. Kondisi ini secara langsung menurunkan efisiensi rantai pasok sekaligus membatasi daya saing produk Fillet patin di pasar yang menuntut standar mutu dan keamanan pangan tinggi. Menjawab tantangan tersebut, dirancang sebuah fasilitas pengolahan Fillet patin berkapasitas 120.000 kg/tahun yang secara menyeluruh mengintegrasikan standar Good Manufacturing Practices (GMP), ISO 22000, dan sistem HACCP guna memastikan keamanan, mutu, dan daya saing produk secara berkelanjutan. Sebagai inovasi utama, sistem ini menerapkan active packaging berbasis Edible Coating kitosan–Carboxymethyl Cellulose (CMC). Terpilih melalui analisis matriks keputusan sebagai solusi paling optimal, formulasi ini menghadirkan sinergi antara sifat antimikroba kitosan dan stabilitas mekanik CMC. Efektivitas formulasi ini dibuktikan melalui aktivitas antibakteri sebesar 12,7 mm terhadap Staphylococcus aureus dan 12,6 mm terhadap Escherichia coli, yang mengindikasikan laju deteriorasi produk dapat berjalan lebih lambat sehingga mutu dan daya simpan produk lebih terjaga. Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan turut diwujudkan melalui penerapan prinsip zero waste industry, di mana seluruh hasil samping produksi dikonversi menjadi produk bernilai tambah, yaitu tepung ikan (fish meal) dan minyak ikan (crude fish oil). Kelayakan finansial perancangan ditentukan melalui analisis investasi dengan total Capital Expenditure (CAPEX) sebesar Rp8.843.085.472. Hasil analisis menunjukkan bahwa perancangan ini layak untuk diimplementasikan, ditunjukkan oleh Net Present Value (NPV) bernilai positif sebesar Rp4.656.760.761, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 15,11% yang berada di atas BI-Rate acuan sebesar 5,25%, serta Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 1,527. Selain itu, diperoleh Gross Profit Margin (GPM) sebesar 33,93%, Return on Investment (ROI) sebesar 10,85%, dan periode pengembalian modal (Payback Period) selama 5 tahun dari total umur proyek 10 tahun. Secara keseluruhan, perancangan sistem ini menunjukkan proposisi bisnis yang teruji secara teknis, berwawasan lingkungan, dan stabil secara finansial, sekaligus menjadi model modernisasi rantai pasok perikanan lokal yang- berkelanjutan dan berstandar internasional. Mengingat analisis sensitivitas menunjukkan harga jual produk dan harga bahan baku ikan patin segar sebagai parameter paling kritis terhadap kelayakan proyek, disarankan penerapan strategi mitigasi risiko harga melalui kontrak jangka panjang dengan mitra distribusi dan pemasok, serta validasi lanjutan performa coating pada skala produksi komersial sebelum implementasi penuh.

2026
👤 Penulis: Riky Halim
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

DINAMIKA TUTUPAN LAHAN, DEFORESTASI, DAN CARBON LOSS PROVINSI KALIMANTAN BARAT (1990–2040) BERBASIS SKENARIO

Industrialisasi dan perkembangan ekonomi dalam beberapa dekade terakhir menyebabkan percepatan laju perubahan iklim dan pemanasan global, menempatkan hutan tropis sebagai objek vital mitigasi karena kemampuannya menyimpan dan menyerap karbon dalam jumlah besar. Kalimantan Barat merupakan salah satu wilayah strategis dalam pencapaian target emisi nasional yang berkontribusi terhadap 12% target penyerapan karbon nasional. Penelitian ini menganalisis dinamika tutupan lahan dan deforestasi periode 1990–2020, mengestimasi simpanan dan kehilangan karbon pada periode tersebut, membangun model prediksi tutupan lahan tahun 2030 dan 2040 melalui tiga skenario, serta menentukan skenario terbaik berdasarkan kehilangan karbon paling rendah. Analisis LUCC menggunakan peta tutupan lahan KLHK, sementara estimasi karbon menggunakan metode Look Up Table dengan pendetailan kerapatan vegetasi melalui NDVI. Model prediksi dibangun menggunakan Land Change Modeler berbasis Cellular Automata dan Rantai Markov dengan tujuh faktor pendorong (elevasi, kemiringan lahan, jenis tanah, jarak dari jalan, jarak dari perkebunan, jarak dari permukiman, dan kepadatan penduduk), divalidasi melalui uji Kappa, kemudian diproyeksikan pada tiga skenario: Business as Usual (BAU), Conservation Forest Protection (CFP), dan Oil Palm Expansion (OPE). Hasil menunjukkan hutan alam sebagai tutupan lahan paling dominan di Kalimantan Barat periode 1990–2020, namun mengalami deforestasi seluas 2,08 juta ha (27,5% dari luas awal), sementara perkebunan mencatat perubahan luas paling masif dengan penambahan 2,1 juta ha (866% dari luas awal). Sebagian besar lahan terdeforestasi dikonversi menjadi perkebunan (42%), semak dan padang rumput (25%), serta permukiman (24%), dengan total kehilangan karbon mencapai 244 juta ton karbon (?898,6 juta ton CO?e) selama tiga dekade. Model prediksi menghasilkan nilai Kappa 0,85, dinilai layak untuk memproyeksikan peta tahun 2030 dan 2040. Skenario BAU diproyeksikan menghasilkan kehilangan hutan 383 ribu ha (2030) dan 374 ribu ha (2040), dengan kehilangan karbon 113 dan 163 juta ton karbon. Skenario OPE memperburuk kondisi dengan kehilangan karbon 134 dan 174 juta ton karbon pada kedua tahun, sementara skenario CFP justru menghasilkan penambahan luas hutan 372 ribu ha (2030) dan 381 ribu ha (2040), dengan kehilangan karbon paling rendah sebesar 88 dan 140 juta ton karbon. Skenario CFP teridentifikasi sebagai skenario terbaik dan paling relevan dengan target penurunan emisi sektor kehutanan Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2030.

2026
👤 Penulis: Khaira Maulina Wardah
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN SISTEM PRODUKSI BERKELANJUTAN KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA) DENGAN INOVASI FERMENTASI L.PLANTARUM DAN PENGERINGAN SCREEN HOUSE,

Maurelya Jayanti, Audy Callysta Tsabitah, Sellya, 2026, Perancangan Sistem Produksi Berkelanjutan Kopi Arabika (Coffea arabica) dengan Inovasi Fermentasi L.plantarum dan Pengeringan Screen House, dibimbing oleh Isty Adhitya Purwasena, Dzulianur Mutsla Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi, baik di pasar domestik maupun internasional, dan menempatkan Indonesia pada posisi ke-4 sebagai produsen kopi terbesar dunia (USDA, 2024). Produksi kopi nasional bahkan mengalami kenaikan sebesar 6,44% menjadi 807.580 ton pada tahun 2024, jumlah tertinggi selama sepuluh tahun terakhir menurut Badan Pusat Statistik. Di antara berbagai jenis kopi, kopi arabika (Coffea arabica) kategori specialty, menjadi komoditas unggulan yang sangat diminati pasar global dengan pertumbuhan nilai jual dan konsumsi yang tinggi. Namun, metode pascapanen natural process yang umum digunakan masih mengandalkan fermentasi spontan selama pengeringan, sehingga mutunya cenderung tidak seragam dan tidak stabil antar kelompok pengeringan. Tahap pengeringan terbuka di bawah sinar matahari secara langsung juga sangat bergantung pada cuaca serta rentan terhadap pertumbuhan jamur, kontaminasi debu, dan serangan hama yang menurunkan mutu produk akhir. Selain itu, pengolahan buah kopi menghasilkan produk samping berupa kulit dan daging buah (cascara) dalam jumlah besar yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Oleh karena itu, PT MAS Jaya merancang industri pengolahan kopi arabika dengan inovasi kultur starter bakteri L.plantarum pada proses fermentasi dan penggunaan screen house pada proses pengeringan. Inovasi kultur starter bakteri L.plantarum bertujuan mengendalikan proses fermentasi, menstabilkan komunitas mikroba, menekan kontaminan, dan meningkatkan pembentukan senyawa volatil aromatik. Pengeringan dengan screen house dapat menghasilkan pengeringan kopi yang lebih seragam, higienis, dan terlindung dari paparan debu, serangga, dan curah hujan. Dengan inovasi tersebut, produk yang dihasilkan memiliki keunggulan berupa mutu specialty yang konsisten, profil sensori yang kompleks, tingkat higienitas dan keamanan yang lebih tinggi serta nilai tambah dan keberlanjutan melalui pemanfaatan cascara. Perancangan industri produk roasted bean dan teh cascara kopi arabika memiliki kapasitas produksi sebesar 1.000 kg ceri per batch. Produk yang dihasilkan berupa 172,58 kg roasted bean sebagai produk utama dan 69,22 kg cascara sebagai produk samping bernilai tambah. Tahap produksi kopi arabika roasted bean terdiri dari penerimaan, sortasi, pulping, fermentasi, pengeringan, hulling, penyimpanan green bean, roasting, dan penyimpanan produk akhir. Tahap produksi teh cascara terdiri dari penerimaan, sortasi, pulping, pengeringan cascara, sortasi cascara, dan penyimpanan produk akhir. Perusahaan dirancang memenuhi sertifikasi SNI, Sertifikat Halal, Good Manufacturing Practices (GMP), ISO 9001, ISO 22000, ISO 17025:2017, dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Perancangan industri ini layak dijalankan karena hasil analisis kelayakan usaha yang didapatkan menunjukan nilai Net Profit Margin (NPM) sebesar 30,334%, Net Present Value (NPV) sebesar Rp1.212.283.722, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 36%, dengan waktu pengembalian modal yaitu 2,17 tahun. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa usaha ini layak untuk dilakukan.

2026
👤 Penulis: Audy Callysta Tsabitah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS KINERJA HIDRODINAMIKA STRUKTUR PENTACONE UNTUK MEMPREDIKSI NILAI RUN-UP GELOMBANG DAN TURBULENSI ENERGI KINETIK MENGHADAPI VARIASI SKENARIO GELOMBANG: PENDEKATAN SIMULASI FLOW-3D

Bangunan pemecah gelombang (breakwater) membutuhkan unit lapis lindung yang efektif untuk meredam energi gelombang datang demi menjamin stabilitas area pelabuhan dan pesisir. Pentacone merupakan unit lapis lindung yang memiliki karakteristik kuncian (interlocking) dan porositas struktural yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kinerja hidrodinamika, secara spesifik mengkaji fenomena rayapan gelombang (wave run-up) dan pelepasan energi turbulensi kinetik (turbulent kinetic energy), pada struktur lapis lindung Pentacone dalam tinjauan skala model laboratorium. Pemodelan numerik dilakukan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) tiga dimensi melalui perangkat lunak FLOW-3D HYDRO. Simulasi dilakukan pada tiga skenario dengan memvariasikan tinggi gelombang insiden (????) dan periode gelombang (????) untuk mendapatkan spektrum Bilangan Iribarren (????????) yang merepresentasikan kondisi fisis interaksi fluida terhadap struktur lereng. Hasil simulasi numerik menunjukkan bahwa hubungan antara rasio rayapan relatif (????????/????) terhadap Bilangan Iribarren (????????) membentuk fungsi kuadratik yang sangat presisi, direpresentasikan melalui persamaan regresi empiris ????=?0,1595????2+1,0605???? dengan koefisien determinasi ????2=0,9962. Analisis deret waktu energi turbulensi membuktikan bahwa geometri Pentacone sangat efektif mendisipasikan energi kinetik dari gelombang berfrekuensi tinggi melalui friksi dan turbulensi mikro di dalam rongga antar-unit. Karakteristik laju rayapannya dapat diprediksi secara matematis pada pengujian skala model.

2026
👤 Penulis: Audric Samuel Wijaya Manik
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Numerik

PERANCANGAN SISTEM PRODUCTION ACTIVITY CONTROL (PAC) BERBASIS DIGITAL MODEL PADA PROSES INTEGRASI FUSELAGE CN-235 DI PT DIRGANTARA INDONESIA

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) memproduksi pesawat CN-235 melalui proses integrasi fuselage yang melibatkan banyak aktivitas kompleks seperti perakitan, inspeksi, serta penanganan defect dan rework. Proses ini mengalami deviasi jadwal yang signifikan, ditandai dengan keterlambatan mulainya task sebesar 183 hari dan keterlambatan penyelesaian hingga 97 hari dari target yang ditetapkan. Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya granularitas pencatatan aktivitas produksi yang hanya dilakukan pada level operasi tanpa merekam kejadian pada level job ticket, serta pengambilan keputusan pengendalian produksi yang bersifat reaktif akibat rendahnya visibilitas kondisi aktual shop floor dan penanganan defect yang tidak terdokumentasi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem Production Activity Control (PAC) berbasis digital model untuk menjawab permasalahan operasional yang ada pada proses integrasi fuselage CN-235. Sistem dikembangkan menggunakan metodologi Rapid Application Development (RAD), yang mencakup identifikasi kebutuhan pengguna, perancangan proses bisnis usulan, pengembangan modul, serta verifikasi, validasi, dan user testing. PAC yang dirancang terdiri atas empat modul, yaitu Shop Floor Data Collection (SFDC), Digital Reporting System, dashboard berbasis digital model, dan simulasi berbasis Discrete Event Simulation (DES). SFDC mencatat aktivitas produksi pada level job ticket, sedangkan Digital Reporting System mengelola findings, NCR, dan tindak lanjut defect. Dashboard menyediakan visibilitas produksi melalui enam KPI utama, yaitu schedule adherence, utilization efficiency, quality ratio, reject ratio, rework ratio, dan worker efficiency, serta visualisasi spasial status pekerjaan dan NCR pada representasi digital pesawat CN-235. Modul simulasi digunakan untuk mengevaluasi skenario produksi dan mendukung keputusan perencanaan. Hasil verifikasi dan validasi menunjukkan bahwa seluruh kebutuhan fungsional serta kebutuhan nonfungsional yang termasuk dalam ruang lingkup penelitian telah terpenuhi. Secara finansial, proyek ini layak diimplementasikan dengan nilai NPV sebesar Rp62.493.452, IRR sebesar 17,4%, dan payback period selama 3,27 tahun. Sistem PAC yang dirancang diharapkan dapat meningkatkan visibilitas proses produksi, mempercepat penanganan defect, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih responsif dan berbasis data pada lingkungan manufaktur kedirgantaraan dengan kompleksitas tinggi.

2026
👤 Penulis: Ilouvi Syafna Latif
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

ESTIMASI BASEFLOW BERBASIS MODELFISIK SWAT+ SEBAGAI ACUAN KALIBRASI NILAI ALPHA RECURSIVE DIGITAL FILTER ARNOLD DI SUB-DAS CITARUM HULU

The Upper Citarum Sub-Watershed plays an important role in water resources management in the Bandung Basin. One of the key hydrological components in this area is baseflow, which represents streamflow sustained by shallow groundwater discharge. Baseflow estimation is commonly conducted using hydrograph separation methods, such as the Arnold Recursive Digital Filter. However, the results are strongly influenced by the selected alpha value, which is often determined empirically. This study aims to produce a physically based baseflow estimation using a physically based SWAT+ model in the Upper Citarum Sub-Watershed, which is subsequently used as a physical reference for calibrating the alpha value of the Arnold Recursive Digital Filter. Model 1 was developed as the main hydrological model and was calibrated and validated against observed discharge at the Nanjung gauging station. Daily recharge from Model 1 was then used as the main input for Model 2, which was modified using CN_Zero, PERCO = 1, and LATQ_CO = 0 to isolate the baseflow component. The discharge generated by Model 2 was used as a physically based reference for alpha calibration. The results show that Model 1 performed well, with NSE values of 0.8886 during calibration and 0.6732 during validation. The average annual recharge was 640.5 mm/year. Model 2 indicated that baseflow contributed approximately 46% of the total discharge at Nanjung. The optimal alpha value was ? = 0.963, with KGE of 0.578, NSE of 0.437, PBIAS of ?27.5%, and BFI of 0.590. These findings indicate that the physically based SWAT+ model successfully produces a baseflow estimation that can serve as a reference for digital filtering parameter calibration.

2026
👤 Penulis: Axel Widjanarko Sibarani
🏷️ Hidrologi 🏷️ Model Simulasi Watershed 🏷️ Analisis Digital Filter

ANALISIS RESPONS DINAMIK DAN IDENTIFIKASI HOTSPOT STRUKTUR BILAH PROPELER KOMPOSIT TURBOPROP AKIBAT BEBAN ROTASI DAN EKSITASI HARMONIK

Penelitian ini menganalisis respons dinamik dan mengidentifikasi hotspot struktur pada satu bilah propeler komposit Hamilton Standard Model 568F pada pesawat ATR 72-600 akibat beban rotasi dan eksitasi harmonik. Model elemen hingga dikembangkan menggunakan SIMULIA Abaqus sebagai struktur sandwich dengan skin dan spar Carbon/Epoxy AS4/3501-6 serta foam core Polyurethane FR-3708. Analisis dilakukan melalui pre-stressed modal analysis, Campbell Diagram, dan Steady-State Dynamics, Modal dengan beban harmonik CF2 = 1 sehingga hasilnya ditafsirkan sebagai respons relatif per satuan beban. Hasil analisis modal menunjukkan fenomena centrifugal stiffening hingga 1,200 RPM, dengan kenaikan frekuensi Mode 1, Mode 2, dan Mode 3 masing-masing sebesar 12.671%, 3.597%, dan 2.540%. Mode 2 menjadi fokus utama karena berada pada rentang 69-72 Hz dan berdekatan dengan engine order 4P dan 5P. Titik crossing Mode 2×5P terjadi pada 844.263 RPM, sedangkan Mode 2×4P terjadi pada 1,066.300 RPM. Nilai separation margin minimum sebesar 0.489% diperoleh pada kondisi 840 RPM/5P. Analisis respons harmonik menunjukkan peningkatan respons relatif di sekitar Mode 2, dengan hotspot perpindahan pada tip bilah serta hotspot tegangan pada spar dan foam core dekat root.

2026
👤 Penulis: Hotman Jhonson A. Limbong
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

LIFE CYCLE ASSESSMENT PROSES KONSTRUKSI BETON PADA PEKERJAAN STRUKTUR ATAS GEDUNG BERTINGKAT

Sektor bangunan dan konstruksi merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar sehingga diperlukan evaluasi dampak lingkungan untuk mengidentifikasi hotspot dalam proses konstruksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi dampak lingkungan dari proses konstruksi beton pada pekerjaan struktur atas gedung bertingkat menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Ruang lingkup penelitian dibatasi pada manufaktur beton segar di batching plant (A3), transportasi beton segar ke lokasi proyek (A4), dan instalasi beton di lokasi proyek (A5) dengan unit fungsional 1 m² luas bangunan. Volume beton diperoleh melalui quantity take-off berbasis Building Information Modeling (BIM), sedangkan inventori energi disusun menggunakan data primer hasil wawancara dan data sekunder dari literatur serta basis data LCA. Analisis dilakukan menggunakan OpenLCA dengan metode CML-IA Baseline pada kategori Global Warming Potential (GWP), Acidification Potential (AP), dan Eutrophication Potential (EP). Hasil penelitian menunjukkan potensi dampak sebesar 4,813 kgCO?-eq/m² (GWP), 0,020 kgSO?-eq/m² (AP), dan 0,0035 kgPO?³?-eq/m² (EP), dengan proses transportasi (A4) dan instalasi vertikal (A5) sebagai environmental hotspot. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa pengurangan jarak transportasi sebesar 20% dan peningkatan produktivitas tower crane sebesar 20% mampu menurunkan emisi masing-masing sekitar 5,7 tCO?-eq dan 4,4 tCO?-eq. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi logistik dan peningkatan efisiensi pelaksanaan konstruksi merupakan strategi dekarbonisasi yang efektif serta menegaskan bahwa penerapan LCA dapat mendukung pengambilan keputusan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Aliyyah Nazmi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN MODEL MATURITAS MANAJEMEN STRATEGIS KEBERLANGSUNGAN USAHA UNTUK UMKM KREATIF BANDUNG

UMKM kreatif berbasis produk di Indonesia menghadapi tantangan keberlangsungan usaha jangka panjang di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Model Corporate Sustainable Longevity (CSL) yang ada hanya menilai faktor internal melalui Resource-Based View (RBV) dan belum memperhitungkan faktor eksternal. Penelitian ini melengkapi kesenjangan tersebut dengan mengintegrasikan Market-Based View (MBV) dan Institutional Theory, lalu mengoperasionalisasikannya menjadi model maturitas Manajemen Strategis Keberlangsungan Usaha (MSKU) sebagai alat self-assessment. Model dikembangkan melalui lima tahap kerangka de Bruin dkk. (2005), dengan identifikasi indikator melalui systematic literature review serta pengujian content validity dan face validity, kemudian diterapkan pada tiga UMKM kreatif berbasis produk di Bandung, yaitu Pepper Suite Decorations, Elni Printing, dan KNK Garment. Model MSKU yang dihasilkan terdiri atas 56 indikator pada tujuh dimensi dan lima level maturitas mengikuti Capability Maturity Model (CMM), serta mencakup ketiga sudut pandang teori sehingga memberikan gambaran maturitas yang lebih menyeluruh dibandingkan model sebelumnya. Penerapan pada ketiga kasus menunjukkan seluruh perusahaan berada pada Level 3 (Defined) berdasarkan median nilai maturitas seluruh indikator, meskipun profil per dimensi menunjukkan perbedaan kematangan yang tidak tertangkap oleh level keseluruhan. Ketiga perusahaan konsisten lebih kuat pada dimensi yang berorientasi ke dalam dan lebih lemah pada dimensi yang berorientasi ke luar. Kapabilitas adaptif ketiganya cenderung bersifat person-bound dan belum terlembagakan dalam sistem organisasi sehingga suksesi kepemimpinan menjadi titik rentan bagi keberlangsungan usaha jangka panjang.

2026
👤 Penulis: Lyonidhia Khairunnisa
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

KUANTIFIKASI LAJU INFILTRASI PADA KEJADIAN LONGSOR CISARUA, GUNUNG BURANGRANG, JAWA BARAT

Longsor yang dipicu oleh curah hujan merupakan bencana yang erat kaitannya dengan proses infiltrasi air ke dalam lereng, termasuk pada lereng stratovolkano yang tersusun atas material vulkanik. Besarnya air yang benar-benar meresap ke dalam tanah menentukan kondisi hidrologi lereng, namun kuantifikasi infiltrasi aktual sering kali belum mempertimbangkan pengaruh tutupan kanopi dan kemiringan lereng secara bersamaan. Selain itu, pengukuran infiltrasi di lapangan umumnya dilakukan dengan asumsi permukaan datar dan tanpa memperhitungkan tutupan kanopi. Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya infiltrasi aktual pada kejadian longsor Cisarua di Kabupaten Bandung Barat, dengan mempertimbangkan pola curah hujan serta mengoreksi pengaruh tutupan kanopi dan kemiringan lereng. Data infiltrasi diperoleh dari pengukuran lapangan menggunakan Mini Disk Infiltrometer pada 25 titik, yang digunakan untuk menghitung laju infiltrasi dan konduktivitas hidraulik dengan metode Zhang. Estimasi infiltrasi aktual dilakukan dengan menggunakan model Horton yang dimodifikasi oleh Xue dan Gavin, dengan curah hujan dikoreksi terhadap tutupan kanopi berdasarkan partisi hujan dan kapasitas infiltrasi dikoreksi terhadap kemiringan lereng menggunakan faktor kosinus. Sebaran spasial infiltrasi diperoleh melalui interpolasi Inverse Distance Weighting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infiltrasi aktual pada bagian mahkota longsor hingga saat kejadian diperkirakan sebesar 200,06 mm atau 83,4% dari curah hujan efektif, yang lebih kecil dibandingkan estimasi tanpa koreksi sebesar 230,78 mm. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh tutupan kanopi dan kemiringan lereng menurunkan besarnya air yang benar-benar terinfiltrasi. Nilai infiltrasi antarlokasi bervariasi seiring heterogenitas sifat tanah, meskipun sebagian besar air hujan meresap ke dalam lereng menjelang kejadian. Analisis infiltrasi aktual ini dapat menjadi dasar bagi kajian selanjutnya mengenai proses hidrologi yang mendahului terjadinya longsor.

2026
👤 Penulis: Ahrish Firman Syah
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

DINAMIKA PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI SEKITAR STASIUN TEGALLUAR DAN PADALARANG DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN KERETA CEPAT JAKARTA BANDUNG (KCJB)

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menghadirkan intervensi fisik dan keruangan pada kawasan Stasiun Tegalluar dan Padalarang yang berada dalam sistem Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung dan telah menghadapi tekanan urbanisasi sejak sebelum KCJB dibangun, sehingga perubahan tutupan lahan di sekitarnya tidak dapat langsung dinyatakan sebagai akibat tunggal KCJB, penelitian ini menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan di kedua kawasan pada tahun 2015, 2020, dan 2025, faktor spasial yang memengaruhi peluang perubahannya, serta kesesuaian kondisi tutupan lahan eskisting terhadap arahan RTRW yang berlaku, menggunakan klasifikasi Random Forest melalui Google Earth Engine, regresi logistik biner untuk faktor pendorong, dan overlay tutupan lahan terhadap peta pola ruang RTRW untuk kesesuaian ruang. Hasil menunjukkan bahwa Tegalluar, yang pada 2015 masih didominasi sawah (80,95%) dan kehilangan 404,92 hektare sawah hingga 2025 disertai pertambahan tanah terbuka yang signifikan (260,44 hektare), sedangkan Padalarang, yang sejak 2015 telah lebih berkembang (50,69% sawah, 26,34% terbangun), mengalami pertambahan lahan terbangun (122,83 hektare) yang hampir sebanding dengan penurunan sawahnya (119,30 hektare), jarak terhadap lahan terbangun eksisting dan arahan RTRW konsisten signifikan memengaruhi peluang perubahan pada kedua kawasan sementara jarak terhadap stasiun dan jalur KCJB tidak signifikan pada keduanya, dengan pusat pelayanan menjadi faktor khusus di Tegalluar dan kemiringan lereng di Padalarang, serta Tegalluar memiliki proporsi arahan RTRW belum terealisasi jauh lebih besar (70,63%) dibandingkan Padalarang (51,81%) dan Padalarang memiliki keselarasan lebih tinggi (41,25%). Hal ini menunjukkan bahwa kedekatan terhadap KCJB bukan faktor spasial yang signifikan secara langsung terhadap perubahan tutupan lahan di kedua kawasan.

2026
👤 Penulis: Dhifa Salsabila Ramadina
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Geografi Ekonomi

PENGARUH BIOKATALIS AMPAS TAHU PADA METODE CALCITE PRECIPITATION TERHADAP KARAKTERISTIK PEMADATAN, KUAT GESER, DAN PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF

Tanah ekspansif merupakan jenis tanah yang mudah mengalami perubahan volume akibat variasi kadar air, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan metode stabilisasi tanah yang efektif dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah metode presipitasi kalsit berbasis ampas tahu. Ampas tahu dipilih karena merupakan limbah industri yang ketersediaannya melimpah di Indonesia, mudah diperoleh, dan berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber biokatalis dalam proses hidrolisis urea. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stabilisasi presipitasi kalsit menggunakan biokatalis ampas tahu terhadap karakteristik pemadatan, kuat geser, dan pengembangan tanah ekspansif. Sampel tanah ekspansif diuji melalui beberapa pengujian laboratorium, meliputi X-Ray Diffraction (XRD), Methylene Blue Value (MBV), index properties, pH, kompaksi standard proctor, kuat tekan bebas (UCS), serta pengembangan 1 dimensi. Variasi konsentrasi ampas tahu yang digunakan sebesar 20, 40, 60, dan 80 g/L untuk pengujian hidrolisis urea dan presipitasi kalsit. Konsentrasi dengan performa terbaik kemudian digunakan pada pengujian tanah dengan variasi waktu pemeraman 3, 7, dan 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 60 g/L memberikan performa terbaik dalam proses stabilisasi tanah ekspansif. Pada konsentrasi tersebut, mampu menurunkan OMC hingga 16.66%, meningkatkan MDD hingga 2.32%, meningkatkan UCS hingga 199.16%, menurunkan swelling pressure hingga 82.79%, serta menurunkan free swell hingga 57.67%, Berdasarkan variasi waktu pemeraman, curing 14 hari menghasilkan peningkatan UCS tertinggi, sedangkan curing 7 hari memberikan penurunan swelling paling optimum. Berdasarkan hasil tersebut, metode presipiasi kalsit menggunakan ampas tahu sebagai biokatalis berpotensi digunakan sebagai alternatif stabilisasi tanah ekspansif dengan memanfaatkan limbah organik yang melimpah dan bernilai guna.

2026
👤 Penulis: Galu Ayu Parwati
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS PENGARUH DAN KECUKUPAN PARAMETER MATERIAL SERTA DETAILING TERHADAP PERILAKU HUBUNGAN BALOK-KOLOM EKSTERIOR BETON BERTULANG DENGAN TULANGAN BERKEPALA

Penggunaan tulangan berkepala pada tulangan longitudinal balok untuk Hubungan Balok Kolom (HBK), salah satunya untuk HBK Eksterior dapat menjadi alternatif untuk mengurangi kepadatan tulangan akibat pengangkuran kait standar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku kekuatan dan daktilitas dari spesimen tinjauan melalui analisis korelasi dan analisis kecukupan. Analisis korelasi meninjau akar kuadrat dari kuat tekan beton (??????????) , tegangan leleh tulangan longitudinal (fy), dan confinement index di HBK yang ditinjau terhadap tegangan geser rata-rata maksimum di HBK (Vj,peak/Aj) dan ultimate drift (drift R80). Analisis kecukupan meninjau panjang penyaluran tulangan berkepala (ldt,prov/ldt,req) untuk ACI 318-14 dan ACI 318-25, rasio selimut bersih tulangan longitudinal (ccb/db), dan rasio luas bersih kepala angkur (Abrg/Ab) dengan batasnya sesuai ACI 318-25 yang ditinjau terhadap kecukupan kapasitas lentur (Mpeak/Mn), kecukupan kapasitas geser (Vj,peak/Vn), dan syarat drift R80 yang sebesar 3.5% berdasarkan ACI 374.1-05. Database penelitian ini disusun dari hasil eksperimental terdahulu terhadap 77 spesimen dari 16 studi yang dipublikasikan di antara tahun 1998–2020. Nilai ????????? ada di 24.3–138.8 MPa, fy sebesar 369.7–1034 MPa, ccb/db sebesar 2.2–9.8, Abrg/Ab sebesar 1.7–13.4, ldt,prov/ldt,req ACI 318-25 sehesar 0.3–1.64, serta distribusi mode kegagalan pada kondisi beam failure, beam-joint failure, dan joint failure secara berturut-turut adalah sebanyak 31, 25, dan 21 spesimen. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa parameter yang memiliki korelasi paling kuat terhadap

2026
👤 Penulis: Jovan Anthony Leonardo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi
Halaman 4 dari 267
💬