📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 172 dokumenPEMILIHAN RUTE TERBAIK MENGGUNAKAN ALGORITMA SHORTEST PATH DENGAN INFORMASI LALU LINTAS DAN KELAS JALAN SEBAGAI HAMBATAN
Kemacetan merupakan hal yang sering dijumpai terutama di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Bandung. Informasi lalu lintas dapat diketahui dengan sangat mudah saat ini sehingga para pengguna jalan dapat menentukan rute-rute yang akan mereka pilih dalam berkendara ke suatu tujuan dengan mempertimbangkan informasi lalu lintas yang mereka ketahui. Dalam pemilihan rute, banyak hal-hal yang akan dipertimbangkan seperti biaya perjalanan, waktu tempuh perjalanan, dan jarak tempuh perjalanan. Struktur data arc-node topology memungkinkan kita untuk menganalisa jaringan jalan. Dalam penelitian ini dibuat suatu model pemilihan rute terbaik yang mempertimbangkan informasi lalu lintas dan pemilihan kelas jalan sebagai cost/hambatan dengan menggunakan algoritma Shortest Path Finding yang diciptakan oleh Dijkstra. Analisa jaringan dilakukan dengan perangkat lunak opensource PostgreSQL dengan ekstensi PostGIS dan PgRouting. Hasil uji coba model mampu menentukan pemilihan rute terbaik yang mempertimbangkan informasi lalu lintas dan pemilihan kelas jalan.
VERIFIKASI POSISI PIPA BAWAH LAUT PASCA PEMASANGAN (STUDI KASUS : BALIKPAPAN PLATFORM)
Pipa bawah laut memerlukan desain awal yang sempurna dan proses instalasi yang teliti agar keseluruhan proses pembangunan pipa berhasil dan cost effective. Pembangunan pipa dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu survei pra-pemasangan pipa bawah laut, pemasangan pipa bawah laut, dan survei pasca-pemasangan pipa bawah laut. Verifikasi pipa bawah laut termasuk ke dalam kegiatan survei pasca-pemasangan dengan tujuan utama untuk mendapatkan posisi absolute dari pipa bawah laut tersebut. Penulis melakukan pengolahan data multibeam echosounder dengan menggunakan perangkat lunak QINSy. Selain itu, dilakukan juga analisis mengenai perbandingan posisi dari rencana pipa dengan posisi pipa hasil dari pengolahan data multibeam echosounder. Hasil analisis kemudian akan digunakan untuk pertimbangan dalam perencanaan pembangunan pipa pada wilayah yang sama. Hasil pengolahan data multibeam echosounder menunjukkan terdapat perbedaan posisi perencanaan dan posisi aktual dari pipa. Perbedaan posisi tersebut terjadi pada bagian lengkungan dari pipa dengan perbedaan sejauh 5.4 m. Perbedaan yang terdapat pada lengkungan dari pipa ini masih dapat diterima, dikarenakan tidak ada posisi pipa yang free-span dan juga tidak mengakibatkan pipa ini berbenturan dengan pipa yang lainnya.
ASPEK GEOLOGI PENENTUAN LANDAS KONTINEN
Landas Kontinen merupakan wilayah dasar laut di luar wilayah Laut Teritorial tempat suatu negara pantai memiliki hak berdaulat untuk memanfaatkan sumber daya alam yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu, kepastian hukum atas suatu wilayah Landas Kontinen yang dapat ditarik melebihi jarak 200 mil laut ini, akan sangat mendukung suatu negara pantai, termasuk Indonesia untuk memanfaatkan segala sumber daya alam yang ada. Salah satu kriteria penarikan batas Landas Kontinen ini adalah berdasarkan aspek geologi, yaitu dengan menarik garis yang perbandingan ketebalan sedimennya dengan jarak horisontal dari kaki lereng kontinen bernilai 1%. Aspek geologi ini diharapkan mampu membuat batas Landas Kontinen Indonesia menjadi maksimum. Kriteria berdasarkan aspek geologi tersebut, telah diterapkan pada daerah selatan Sumbawa, yang menghasilkan batas Landas Kontinen Indonesia menjadi kurang dari 200 mil laut. Keadaan ini membuat upaya dalam menarik Landas Kontinen tambahan tidak dapat dilakukan. Sehingga, sebaiknya penerapan kriteria berdasarkan aspek geologi pada daerah selatan Sumbawa tidak digunakan.
ANALISIS KESENJANGAN KETERLIBATAN DAN KONVERSI DI TIKTOK: STRATEGI PEMASARAN DIGITAL BERBASIS AISAS UNTUK FOTOHOKKIE
Pertumbuhan pesat platform video berdurasi pendek telah menciptakan kontradiksi dalam kinerja pemasaran digital, di mana tingginya tingkat keterlibatan audiens tidak selalu menghasilkan outcome bisnis yang terukur. Salah satu manifestasi dari fenomena tersebut adalah kesenjangan keterlibatan–konversi, yaitu kondisi ketika metrik interaksi yang kuat tidak mampu menghasilkan trafik website maupun konversi pemesanan secara optimal. Penelitian ini mengkaji kesenjangan keterlibatan–konversi yang dialami oleh Fotohokkie, sebuah perusahaan jasa fotografi di Indonesia. Meskipun Fotohokkie mencatat tingkat jangkauan For You Page (FYP) rata-rata di atas 90% di TikTok, platform tersebut hanya berkontribusi kurang dari 5% terhadap total trafik website dan kinerja pemesanan, yang mengindikasikan ketidakefisienan dalam mengonversi keterlibatan menjadi outcome bisnis yang berkualitas. Penelitian ini menggunakan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) sebagai kerangka teoritis utama untuk menganalisis perilaku pengambilan keputusan konsumen dalam lingkungan digital. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi tahapan proses pengambilan keputusan konsumen yang dialami oleh pengguna TikTok saat berinteraksi dengan konten Fotohokkie, (2) menguji hubungan antara atribut konten TikTok, termasuk format konten dan gaya call-toaction (CTA), dengan perilaku click-through menuju website Fotohokkie, serta (3) merumuskan strategi pemasaran TikTok berbasis data yang dapat meningkatkan trafik website berkualitas dan kinerja konversi pemesanan. Selain itu, persepsi usefulness dan informativeness digunakan untuk menjelaskan evaluasi audiens terhadap efektivitas konten. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods eksplanatori. Data kuantitatif diperoleh melalui analitik performa TikTok, metrik referral website, data kinerja pemesanan selama periode enam bulan, serta survei terhadap pengikut TikTok Fotohokkie (N = 213) menggunakan skala Likert 7 poin. Uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha menunjukkan bahwa seluruh konstruk memiliki konsistensi internal yang memadai. Analisis statistik inferensial digunakan untuk menguji hubungan antara atribut konten dan indikator perilaku click-through. Data kualitatif dianalisis menggunakan thematic analysis terhadap wawancara dengan pemangku kepentingan internal dan umpan balik terbuka audiens untuk memberikan penjelasan kontekstual terhadap temuan kuantitatif. Triangulasi data diterapkan untuk memperkuat validitas penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten TikTok efektif dalam menghasilkan perhatian dan minat audiens, namun memiliki keterbatasan dalam mendorong transisi ke tahap pencarian dan tindakan. Hasil survei menunjukkan tingkat niat pemesanan yang tinggi (nilai rata-rata > 6 dari 7), tetapi perilaku click-through relatif lebih rendah dibandingkan indikator keterlibatan, yang mencerminkan adanya diskontinuitas perilaku antara konsumsi konten dan perpindahan platform. Temuan kualitatif juga menunjukkan bahwa inkonsistensi implementasi CTA, fragmentasi informasi lintas platform, serta persepsi kompleksitas proses pemesanan menjadi faktor utama yang membatasi kinerja konversi. Temuan ini mengonfirmasi bahwa TikTok saat ini berfungsi terutama sebagai kanal awareness dan engagement tingkat awal bagi Fotohokkie. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, rekomendasi strategis diformulasikan melalui standarisasi CTA, perencanaan konten berbasis tahapan funnel AISAS, serta optimasi jalur konversi guna meningkatkan kontribusi TikTok terhadap trafik website berkualitas dan kinerja pemesanan.
PERANCANGAN BERBASIS MDA DAN PENGEMBANGAN MODUL FILTERING DATA BERDASARKAN ATRIBUT PADA BEBRAS QUEST UNTUK PEMBELAJARAN COMPUTATIONAL THINKING INTERAKTIF
Penyaringan data berdasarkan atribut merupakan salah satu konsep fundamental dalam basis data relasional dan menjadi bagian penting dalam pengembangan keterampilan Computational Thinking (CT). Namun, konsep ini seringkali dianggap abstrak dan membingungkan oleh siswa, terutama karena penyajiannya yang dominan bersifat tekstual dan teoritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah modul pembelajaran berbasis web yang mengintegrasikan proses filtering data berdasarkan atribut dengan menggunakan logical operator AND melalui pendekatan gamifikasi dengan kerangka Mechanics, Dynamics, and Aesthetics (MDA). Modul ini diimplementasikan dalam bentuk permainan The Mimic dan dievaluasi melalui pengujian fungsionalitas serta usability dengan lima responden. Hasil System Usability Scale (SUS) menunjukkan skor rata-rata sebesar 69,5, yang termasuk dalam kategori marginally acceptable, menandakan bahwa modul cukup mudah digunakan namun masih memiliki ruang untuk penyempurnaan. Selain itu, evaluasi menggunakan Game Experience Questionnaire (GEQ) menunjukkan respons positif dari pengguna, terutama pada aspek challenge, discovery, dan narrative, yang menandakan bahwa permainan ini mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Modul ini diharapkan dapat menjadi alternatif soal latihan computational thinking berbasis logika yang lebih aplikatif dan adaptif terhadap kebutuhan siswa di era digital.
PERSONALISASI ALGORITMIK, BUKTI SOSIAL, DAN KEPERCAYAAN: MEMAHAMI PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU KONSUMEN DI INDONESIA
Di era digital, algoritma media sosial memainkan peran yang semakin dominan dalam membentuk perilaku pengambilan keputusan konsumen. Dengan konten yang dipersonalisasi, umpan yang didorong oleh algoritma, dan mekanisme validasi sosial, platform seperti Instagram dan TikTok secara signifikan mempengaruhi niat pembelian online pengguna. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana personalisasi, bukti sosial, dan kepercayaan mempengaruhi niat konsumen untuk membeli secara online, khususnya dalam konteks penggunaan media sosial. Pertanyaan penelitian utama adalah: Bagaimana personalisasi, bukti sosial, dan kepercayaan yang dimediasi oleh pengiriman konten algoritmik mempengaruhi niat pembelian online? Metode penelitian kuantitatif digunakan, dengan survei yang didistribusikan kepada 38 konsumen online aktif yang sering berinteraksi dengan iklan media sosial. Data dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas untuk menguji model yang diusulkan. Berdasarkan hasil deskriptif, tampaknya personalisasi dan kepercayaan mungkin terkait dengan niat pembelian online, sementara bukti sosial memiliki hubungan positif, tetapi hubungan yang kurang menonjol. Secara spesifik, uji inferensial diperlukan untuk memverifikasi hubungan-hubungan ini. Temuan ini menyoroti mekanisme psikologis dan perilaku yang mendasari cara paparan algoritmik membentuk sikap dan keputusan konsumen. Studi ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang efektivitas pemasaran digital dan memberikan implikasi praktis bagi merek yang memanfaatkan iklan algoritmik. Penelitian lebih lanjut dianjurkan untuk mengeksplorasi variabel tambahan seperti dinamika spesifik platform atau peran skeptisisme konsumen dalam lingkungan iklan digital.
UNDERSTANDING THE RIDESHARING IN IMPROVING RURAL WORKER MOBILITY AND SOCIAL NETWORKS: A CASE STUDY IN BOLAANG MONGONDOW REGENCY, NORTH SULAWESI, INDONESIA
Ridesharing has gained attention as an alternative mobility solution, particularly in areas with limited public transport. Beyond economic and environmental benefits, it also facilitates interpersonal interactions, yet empirical evidence on its behavioural drivers and social impacts in rural contexts remains scarce. This paper examines informal ridesharing among government employees in Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi, Indonesia. A two-stage framework was developed. First, a Hybrid Choice Model (HCM) incorporating latent factors such as acceptability, cost–time benefit, social experience, community commitment, and public transport condition together with observable variables was used to analyse participation behaviour. Second, Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) was applied to evaluate the relationship between ridesharing usage and social outcomes, with social expansion and social ties as mediators. The results show that acceptability strongly influences participation as a driver, while cost–time benefit is more relevant for passengers. Younger, lower-income, and low educated individuals rely more on ridesharing, while older users are also engaged through socially embedded, non-digital practices. SEM findings indicate that frequent usage promotes social expansion, which subsequently strengthens social ties and inter-divisional friendships. These insights highlight the dual role of ridesharing as both a mobility solution and a facilitator of social integration in rural areas, offering implications for transport planning in regions with limited public transit.
ASSESSING THE IMPACT OF LAND USE CHANGE ON SEISMIC VULNERABILITY IN BUKITTINGGI CITY
This study presents a spatio-temporal assessment of seismic vulnerability in Bukittinggi City, a region of high seismic hazard, by analyzing the impact of land use change from 2015 to a projected 2027 scenario. Using a land use change model (MOLUSCE) and a multi-criteria vulnerability assessment grounded in the Indonesian National Disaster Management Agency (BNPB) framework, this research quantifies how historical and future urban expansion affects the city's risk profile. Vulnerability was calculated by integrating monetized values for physical and economic assets with population data. The findings reveal a clear and consistent upward trend in overall seismic vulnerability across the study period, directly correlated with the expansion of built-up areas. The analysis identifies two distinct risk typologies: the district of Guguk Panjang (GP) is the current epicenter of concentrated risk, characterized by high-density commercial and residential assets in hazard-prone zones. In contrast, Mandiangin Koto Selayan (MKS) is identified as the frontier of emerging risk, where projected urban growth is expected to significantly increase population and asset exposure. This differentiation provides a data-driven basis for tailored policy interventions: focusing on retrofitting and managing existing risk in GP, while implementing proactive, risk-sensitive land use planning to guide future development in MKS. The resulting vulnerability maps serve as a critical tool for local policymakers to enhance urban resilience.
KARAKTERISASI RESERVOIR DAN ESTIMASI SUMBERDAYA HIDROKARBON PADA FORMASI UPPER RED BED, LAPANGAN BONNIE, CEKUNGAN SUMATRA TENGAH
Lapangan Bonnie terletak di South Aman Sub- Basin yang merupakan half graben yang terbentuk akibat sistem transtensional pada Eosen hingga Oligosen. Interval penelitian berada pada Formasi Upper Red Bed yang merupakan bagian atas dari Kelompok Pematang dengan litologi yang terdiri dari batupasir dan shale lacustrine. Bentuk karakterisasi yang dilakukan dalam penelitian meliputi interpretasi lingkungan pengendapan dan perhitungan properti petrofisika. Dalam perhitungan estimasi sumberdaya hidrokarbon dilakukan analisis kontak fluida dan perhitungan original oil in place pada interval Sand A dan Sand B. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa empat sumur penelitian dengan ketersediaan data secara umum berupa data log tali kawat, data deskripsi batuan, peta struktur kedalaman, laporan analisis biostratigrafi, dan data uji sumur. Dalam penelitian ini didapatkan tiga fasies arsitektur, yaitu distributary channel, deltafront mouth bar, dan prodelta yang menunjukkan lingkungan pengendapan lacustrine delta. Distribusi nilai properti petrofisika pada fasies distributary channel memiliki distribusi yang paling baik diantara dua fasies lain dengan nilai volume serpih sebesar 0,42, porositas efektif sebesar 0,08, dan saturasi air sebesar 0,70. Berdasarkan data tampilan hidrokarbon, terdapat dua interval reservoir Sand A dan Sand B yang menerus pada sumur B-2 dan B-3. Perhitungan volume sumberdaya dibagi menjadi dua kompartemen karena adanya batas sesar dengan penentuan kontak fluida didasarkan pada lowest tested oil dan lowest known oil. Volume sumberdaya hidrokarbon pada kompartemen 1 memiliki estimasi sebesar 39,602 MMSTB, sementara kompartemen 2 memiliki estimasi sebesar 0,257 MMSTB
KARAKTERISASI RESERVOIR DAN PENENTUAN SUMBERDAYA HIDROKARBON PADA INTERVAL A, FORMASI SIHAPAS BAWAH, LAPANGAN SALVADOR, CEKUNGAN SUMATRA TENGAH
Peran karakterisasi reservoir komprehensif dalam mengoptimalkan perolehan hidrokarbon sangat krusial untuk pengembangan lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi resevoir yang meliputi penentuan geometri, properti reservoir, dan potensi hidrokarbon pada Interval A, Formasi Sihapas Bawah di Lapangan Salvador, Cekungan Sumatra Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan terintegrasi yang menggabungkan data log kawat dari 15 sumur, deskripsi batuan inti dan sidewall core, laporan sumur, serta data seismik 3D. Analisis stratigrafi sekuen dilakukan untuk mengidentifikasi system tract dan set parasekuen. Analisis fasies dilakukan melalui deskripsi inti batuan terinci dan interpretasi elektrofasies. Analisis petrofisika mencakup perhitungan volume serpih, porositas efektif, saturasi air, dan net pay menggunakan model petrofisika standar dan kriteria batas pancung. Sumber daya hidrokarbon diestimasi menggunakan metode volumetrik Original Oil in Place (OOIP). Analisis mengidentifikasi tiga asosiasi fasies utama: Tidal-Fluvial Channel, Tidal Sand Bar, dan Intertidal Flat yang mengindikasikan lingkungan pengendapan Estuari dominasi pasang-surut. Analisis stratigrafi sekuen membagi Formasi Sihapas Bawah menjadi dua set parasekuen yang terdiri dari satu Highstand System Tract dan satu Transgressive System Tract yang didalamnya terdapat Interval A. Analisis petrofisika Interval A menghasilkan nilai rata-rata volume serpih 0,33, porositas efektif 0,17, dan saturasi air 0,77, dengan net pay rata-rata 0,45 yang terdistribusi heterogen. Estimasi Original Oil in Place (OOIP) untuk reservoir Interval A adalah sebesar 8 MMSTB. Interval A Formasi Sihapas Bawah merupakan unit reservoir signifikan di Lapangan Salvador dengan asosiasi fasies dan lingkungan pengendapan yang dapat diidentifikasi dengan jelas. Karakteristik reservoir dan volume hidrokarbon yang terestimasi mendukung potensi untuk kegiatan pengembangan lebih lanjut pada interval ini. Karakterisasi reservoir terintegrasi memberikan wawasan berharga untuk mengoptimalkan strategi perolehan hidrokarbon di lapangan matang ini.
COMPREHENSIVE HORIZONTAL WELL DESIGN FOR CO2 INJECTION IN “TO” LIMESTONE FORMATION: A CASE STUDY OF WELL XYZ-001 IN SULAWESI
This study aims to design a comprehensive horizontal well for CO? injection in the “To” carbonate formation of an offshore XYZ-001 Well in Sulawesi. The main objectives are to plan the well trajectory, determine casing size and setting depth, conduct casing load analysis, predict corrosion rates, select appropriate materials, and classify well barriers. The overall scope highlights the development of a comprehensive well design that ensures mechanical reliability and long-term integrity under highly corrosive CO? environments. The methodology was carried out through integrated simulations using Halliburton’s Landmark COMPASS for trajectory planning, Casing Seat by Halliburton and StressCheck by Halliburton for casing design and load analysis, and Electronic Corrosion Engineer (ECE) for corrosion rate prediction. The workflow included trajectory design, casing and liner load verification under burst, collapse, axial, and triaxial stresses, corrosion rate prediction for L-80 carbon steel material, and evaluation of material alternatives. Based on these results, material selection and well barrier classification were performed in compliance with API 5CT, NORSOK M-710, and NORSOK D- 010 standards to ensure both mechanical reliability and corrosion resistance. The planned trajectory follows a single-build design with a kick-off point at 5300 ft TVDRT, reaching the “To” Formation at 7217.8 ft TVDRT, and a horizontal section of 1881 ft classified as long-radius. The casing program includes 30? conductor casing, 20? surface casing, 13?? and 9?? intermediate casings, 5½? liner, and 3½? tubing. Load analysis confirmed all casing strings satisfy the applied design factors. Corrosion rate prediction showed that L-80 carbon steel liner would fail approximately after 8 years and tubing approximately after 3 years, indicating the necessity of corrosion-resistant alloys. Consequently, 13Cr stainless steel was selected for liner and tubing, combined with premium gas-tight connections, Class FF wellhead, and HNBR elastomers. The final barrier system provides independent primary and secondary barriers, ensuring long-term well integrity.
PERAN PERSEPSI KELANGKAAN DALAM MEMBENTUK EMOSI YANG DIANTISIPASI DAN NIATAN MEMBELI KEMBALI KONSUMEN: STUDI PADA POP MART INDONESIA
Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi digital dan melimpahnya informasi daring telah mengubah perilaku konsumen, dari yang semula berbasis evaluasi rasional menjadi lebih mengandalkan emosi dan intuisi. Dalam kondisi ini, pemasaran berbasis kelangkaan menjadi strategi yang efektif untuk menarik perhatian dan mendorong pembelian. Pasar blind box mencerminkan pergeseran ini, dengan Pop Mart muncul sebagai salah satu pemain utama melalui strategi kelangkaan seperti sistem e-ticket untuk masuk toko, peluncuran produk secara tiba-tiba, dan pembatasan jumlah pembelian per konsumen. Strategi ini dirancang untuk meningkatkan daya tarik produk dan mendorong pembelian ulang, tetapi juga dapat memicu frustrasi dan kekecewaan ketika konsumen gagal mendapatkan produk yang diinginkan, yang kemudian tampak dari komentar negatif di media sosial. Penelitian ini mengkaji pengaruh kelangkaan yang dirasakan terhadap niat membeli ulang dengan mediasi emosi positif yang diantisipasi dari pembelian dan emosi negatif yang diantisipasi dari tidak melakukan pembelian, dalam konteks gerai fisik Pop Mart di Indonesia. Dengan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 211 responden melalui purposive sampling. Analisis dilakukan dengan Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM), mencakup measurement model dan structural model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelangkaan yang dirasakan berpengaruh signifikan terhadap emosi positif maupun negatif yang diantisipasi. Emosi positif memperkuat niat membeli ulang, sementara emosi negatif dapat memicu pembelian jangka pendek tetapi melemahkan niat membeli ulang jika dialami berulang kali. Temuan ini menegaskan bahwa emosi yang diantisipasi berperan sebagai mediator antara kelangkaan yang dirasakan dan niat membeli ulang. Penelitian ini menekankan pentingnya bagi pemasar untuk mengelola strategi kelangkaan dengan hati-hati agar dapat menjaga antusiasme tanpa menimbulkan frustrasi, misalnya dengan menyediakan informasi stok yang lebih jelas, distribusi yang lebih adil, dan upaya pemulihan untuk mempertahankan loyalitas jangka panjang.
DESAIN INTERAKSI FITUR PEMESANAN MULTI-TOKO PADA APLIKASI GOJEK DENGAN PENDEKATAN USER CENTERED DESIGN
Proses pemesanan pada aplikasi layanan antar makanan GoFood saat ini belum sepenuhnya efisien dalam menangani skenario pemesanan dari lebih dari satu toko dalam satu pusat perbelanjaan. Permasalahan utama yang ditemukan adalah adanya proses berulang dalam pemesanan terhadap pemesanan yang melibatkan lebih dari satu toko. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain interaksi fitur pemesanan multi-toko menggunakan pendekatan User Centered Design (UCD). Proses perancangan dilakukan melalui dua iterasi, dimulai dari pemahaman konteks penggunaan melalui observasi dan survei pengguna, identifikasi kebutuhan pengguna, pembuatan prototipe, hingga evaluasi melalui usability testing dan pengukuran beban kognitif. Prinsip grouping dalam teori Gestalt diterapkan untuk menyusun elemen visual agar lebih mudah dipahami dan mengurangi beban informasi. Hasil dari penelitian ini berupa high-fidelity prototype yang terbukti mampu meningkatkan efisiensi penggunaan dan menurunkan beban kognitif pengguna. Desain akhir memenuhi tujuan usability yaitu effective dan easy to use, serta mendukung tujuan pengalaman pengguna (UX goal) yaitu helpful.
KARAKTERISASI RESERVOIR PADA PLATFORM BATUGAMPING KALA OLIGOSEN, LAPANGAN “ALPHA”, CEKUNGAN KUTAI
Produksi gas dan minyak bumi pada Cekungan Kutai sebagian besar dilakukan pada formasi batupasir kala Miosen Awal-Tengah, namun terdapat potensi hidrokarbon yang perlu diteliti lebih lanjut pada platform batugamping kala Oligosen. Terdapat satu sumur pada Lapangan “ALPHA” yang berhasil mencapai platform tersebut, dengan temuan pada sumur berupa tight carbonates, yang kurang ideal sebagai reservoir hidrokarbon – akan dilihat potensi dari lapangan secara menyeluruh. Litologi batugamping memiliki karakter yang kontras terlihat pada seismik, dan analisis sumur menunjukkan bahwa platform ini dapat didelineasi oleh parameter P-Impedance dan Vp/Vs ratio. Metode Extended Elastic Impedance (EEI) digunakan untuk mendapatkan volume Vp/Vs terbaik. Seismik far offset yang tidak teresolusi pada bagian yang lebih dalam menunjukkan efek negatif pada kualitas pengolahan data. Inversi dilakukan untuk mendapatkan volume P-Impedance dan Vp/Vs ratio, dengan menggunakan metode Linear Programming Sparse Spike. Inversi pada umumnya akan menghasilkan parameter yang linear, sedangkan parameter petrofisika memiliki tren non-linear. Hal ini diatasi dengan menggunakan atribut Pseudo-Elastic Impedance - Lithology (PEI-L) dan Curved Pseudo Elastic Impedance (CPEI). Melalui metode ini, akan dibuat volume density dan volume indikator hidrokarbon yang sudah mengikuti kaidah parameter petrofisika non-linear. Pembuatan atribut PEI-L dan CPEI dilakukan dengan aproksimasi trigonometri dan analisis sudut korelasi maksimum terhadap parameter petrofisika target. Atribut PEI-L berkorelasi sebesar 0.7368 terhadap density dan CPEI berkorelasi sebesar 0.6579 terhadap water saturation. Slice map dibuat untuk melihat persebaran lateral dari target, dan melalui density dan CPEI map didapatkan bahwa terdapat zona fasies shelf yang memiliki density tinggi pada range 2.60-2.65 g/cc dan CPEI yang rendah pada range 10000-14000 (m/s)*(g/cc), yang dapat dinilai sebagai reservoir hidrokarbon batugamping yang potensial
KARAKTERISASI TIGHT RESERVOIR MENGGUNAKAN AMPLITUDE VARIATION WITH FREQUENCY (AVF), SEISMIK MULTI-ATRIBUT, DAN NEURAL NETWORK PADA LAPANGAN “NB”, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN
Lapangan “NB” yang terletak di Cekungan Sumatra Selatan merupakan salah satu lapangan hidrokarbon yang tergolong sebagai tight reservoir dengan kedalaman relatif dangkal serta memiliki geometri kompleks akibat keberadaan strike-slip fault yang memotong struktur antiklin utama. Keberadaan sesar tersebut menjadi indikasi adanya kompartemenlisasi yang berdampak pada kontinuitas dan persebaran properti reservoir. Data yang tersedia berupa data 3D PSTM tanpa data gather. Untuk menghadapi kondisi tersebut, diperlukan upaya peningkatan kualitas data seismik melalui proses preconditioning. Preconditioning terbatas pada penghilangan noise data seismik menggunakan FXY-Deconvolution yang bekerja pada domain frekuensi. Adapun metode karakterisasi reservoir dilakukan secara terintegrasi dengan memanfaatkan berbagai metode yang relevan, yaitu analisis sensitivitas, atribut amplitudo, atribut kompleks, Amplitude Variation with Frequency (AVF), inversi post-stack, serta metode emerge training dengan pendekatan seismik multi-atribut dan neural network. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, parameter Vp/Vs adalah parameter paling sensitif, sehingga Vp/Vs menjadi indikator utama dalam identifikasi zona prospektif hidrokarbon lapangan penelitian dan terdapat perbedaan trend pada cross plot. Analisis dilakukan pada 12 sumur, dengan tiga sumur diantaranya memiliki log Vs yang memungkinkan perhitungan nilai Vp/Vs dengan menggunakan emerge log predict. Integrasi metode-metode tersebut menghasilkan dugaan bahwa sistem sesar pada lapangan ”NB” tidak hanya memengaruhi struktur, tetapi juga berperan dalam membentuk reservoir dengan karakteristik yang berbeda. Melalui proses emerge training menggunakan neural network, dihasilkan volume pseudo Vp/Vs. Dengan demikian, studi ini menunjukkan bahwa integrasi metode preconditioning, seismik atribut, serta emerge training berbasis multi-atribut dan neural network dapat meningkatkan kualitas data untuk karakterisasi reservoir pada lapangan “NB”. Diperoleh bahwa kedua area penelitian yang terpisahkan oleh strike-slip fault memiliki potensi yang tinggi dengan karakteristik berbeda.