π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 58 dokumenINVESTMENT PROJECT ANALYSIS OF DIGITAL PRINTING MACHINE ACQUISITION: CASE STUDY OF PT. YUDHIS PRINTING
Industri percetakan Indonesia diperkirakan akan tumbuh hingga 2024, dengan 35.000 perusahaan grafis dan peningkatan impor mesin cetak sebesar 40% pada tahun 2024. Sektor percetakan digital tetap kuat dan relevan selama manajemen percetakan mengadopsi teknologi baru, menyederhanakan kebutuhan konsumen, dan menawarkan berbagai produk dan layanan. Sektor percetakan digital tetap relevan dan kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kelayakan finansial investasi pada unit mesin cetak solvent yang menghasilkan dua yaitu produk A (flexi), seperti banner, dan produk B (stiker). UMKM umumnya memanfaatkan produk ini untuk kegiatan promosi, acara komunitas atau tujuan periklanan lainnya. Analisis investasi unit percetakan tambahan mencakup jumlah investasi yang dibutuhkan, profitabilitas, dan risiko proyek untuk menghasilkan kelayakan keputusan investasi. Penelitian ini akan menggunakan teknik penganggaran modal dengan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), dan Profitability Index (PI). Model keuangan didasarkan pada berbagai asumsi yang berasal dari beragam perspektif dan pendekatan. Analisis risiko juga dilakukan untuk mencari variabel yang dapat mempengaruhi profitabilitas usaha dengan menggunakan analisis sensitivitas dan analisis skenario. Penelitian ini menghasilkan proyek yang layak secara finansial dengan total investasi sebesar Rp 281 juta. Proyek tersebut berpotensi menghasilkan NPV sebesar Rp 288,4 juta dan IRR sebesar 69,84%. Investasi tersebut kembali dalam waktu kurang dari dua tahun operasi usaha, dengan indeks profitabilitas sebesar 2,45. Hasil penilaian risiko harga produk A (Flexi) merupakan variabel yang paling sensitif terhadap perubahan NPV dan inflasi merupakan variabel yang paling sedikit mempengaruhi perubahan NPV dengan ayunan sebesar 0,08% pada perubahan NPV. Perusahaan dapat meningkatkan pemasaran produk solvent machine untuk meningkatkan penjualan produk A dengan mendukung beberapa kegiatan komunitas dan organisasi serta memberikan layanan desain gratis dan revisi tanpa batas, yang menjadi nilai tambah bagi pelanggan untuk tetap melakukan pemesanan dan mengurangi biaya bagi pelanggan. Iklan online melalui Facebook ads atau Instagram ads dapat menjadi salah satu platform. Dengan menggunakan analisis skenario dengan swing sebesar 20% pada setiap variabel pada skenario terbaik (+20% swing), usaha ini dapat menghasilkan NPV sebesar Rp 481.098.237,16, dan skenario terburuk (-20% swing) menghasilkan NPV sebesar Rp 28.122.303,77.
ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN CHANβS PLOT PARAMETERS AND THE BOND INDEX IN THE CEMENTING PROCESS OF FIELD X
This study presents an analysis of the relationship between Chanβs plot parameters, specifically Water Oil Ratio (WOR) and Water Oil Ratio Derivative (WORβ), and the Bond Index in the cementing process at Field X. The study aims to establish both quantitative and qualitative correlations between these parameters to predict the water cut that may occur following remedial cementing operations. Through comprehensive data analysis and plotting, the study identifies significant correlations, offering valuable insights for improving predictive accuracy and decision-making in cementing processes. The findings provide a result for better understanding the impact of Chanβs plot parameters on the Bond Index, thereby enhancing the efficiency of cementing process in similar field operations.
ANALISIS FAKTOR RISIKO PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA PADA KEJADIAN FATAL PERIODE 2013- 2023 DENGAN SIMULASI MONTE CARLO
Penelitian ini menganalisis faktor risiko kejadian fatal pada pendakian gunung di Indonesia periode 2013-2023 menggunakan simulasi Monte Carlo. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi faktor-faktor risiko terkait kemiringan lereng dan Elevasi gunung yang berkontribusi terhadap kematian pendaki, menganalisis pengaruh dan interaksi antar faktor risiko, memodelkan risiko kematian menggunakan simulasi Monte Carlo, dan memberikan rekomendasi untuk mitigasi risiko. Metodologi penelitian meliputi pengumpulan data sekunder dari BASARNAS dan Peta Rupa Bumi Indonesia, analisis faktor risiko, pemodelan matematis faktor kemiringan lereng dan Elevasi gunung, serta integrasi model dalam simulasi Monte Carlo. Analisis statistik meliputi statistik deskriptif, analisis korelasi dan regresi, analisis sensitivitas, uji hipotesis, analisis probabilitas risiko, dan visualisasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan angin dan Elevasi gunung menjadi faktor risiko dominan, terutama dalam kondisi cuaca buruk. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan keselamatan pendaki gunung di Indonesia.
PENGEMBANGAN STRATEGI PERAWATAN KERETA STAINLESS STEEL (SS) MENGGUNAKAN METODE RISK-BASED RELIABILITY-CENTERED MAINTENANCE (RCM3) DI PT KERETA API INDONESIA
Sektor perkeretaapian membutuhkan standar layanan yang tinggi dan perawatan yang efisien agar fungsi sistem dapat dipertahankan sepanjang siklus hidupnya. Kereta Stainless Steel (SS) merupakan jenis kereta terbaru dan menjadi andalan PT KAI. Evaluasi strategi perawatan aktual diperlukan untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi biaya, mengingat tingginya tingkat kegagalan operasional meskipun dengan peningkatan biaya perawatan. Penelitian ini menerapkan metode Risk-Based Reliability Centered Maintenance (RCM3) untuk mengevaluasi kondisi aktual dan menggabungkannya dengan manajemen risiko guna memilih strategi perawatan yang efektif . Langkah-langkah penelitian ini meliputi penilaian risiko subsistem kereta SS, evaluasi keandalan dan strategi perawatan aktual, menyusun RCM3 Information Worksheet dan RCM3 Decision Diagram, serta membandingkan kondisi aktual dengan hasil rekomendasi. Hasil penilaian risiko terhadap sistem aktual menunjukkan bahwa subsistem pengereman adalah yang paling kritis dengan risiko ekstrim, sehingga menjadi fokus utama penelitian. Rekomendasi strategi perawatan hasil penerapan RCM3 berpotensi mampu meningkatkan keandalan dari 62,88% menjadi 92,50% dan menurunkan potensi risiko pada tiap mode kegagalan komponen dari 4 risiko tinggi, 19 risiko menengah, dan 9 risiko rendah menjadi 0 risiko tinggi, 4 risiko menengah, dan 28 risiko rendah. Sebagai konsekuensi, program perawatan yang direkomendasikan memerlukan peningkatan biaya perawatan sebesar 11,4%, dari Rp 7.431.392.500 menjadi Rp 8.281.268.450, untuk 350 kereta per tahun, namun di lain pihak dapat mengantisipasi potensi kerugian perusahaan akibat kegagalan operasional per tahun sebesar Rp 8.772.289.697.
DAMPAK FINANSIAL AKIBAT PENUNDAAN PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN X
Akibat pandemi Covid-19, Proyek Apartemen X mengalami penurunan penjualan dan penyimpangan terhadap progres konstruksi sehingga cashflow terganggu dan terjadi penundaan proyek pada tahun 2021. Penundaan pelaksanaan proyek ini berpotensi tidak terealisasinya profit yang ditetapkan dari rencana awal. Proyek ini direncanakan akan di lanjutkan kembali namun tentunya terdapat berbagai permasalahan yang dihadapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko, menganalisis dampak finansial akibat risiko yang ditimbulkan dan membangun skenario untuk rencana usaha kedepan agar proyek ini dapat layak secara finansial. Penelitian ini dilihat dari sudut pandang pemilik proyek dan menggunakan parameter NPV dan IRR dengan 3 skenario, optimis, moderate dan pesimis. Dimana penjualan unit apartemen pada skenario optimis adalah 134 unit/ tahun, skenario moderate adalah 84 unit/ tahun, dan skenario pesimis adalah 56 unit/ tahun. Dengan jangka waktu pelaksanaan konstruksi untuk semua skenario adalah 4 tahun, maka didapatkan skenario optimis dengan nilai NPV bernilai positif Rp 10,6 miliar, dan IRR 18,39% (>MARR). Untuk skenario moderate nilai NPV masih bernilai positif Rp 2,9 milyar dan IRR 10,96% (>MARR). Dan untuk skenario pesimis menghasilkan nilai NPV yang negatif -Rp 13,9 milyar dengan nilai IRR 7,48% (<MARR). Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, kelayakan finansial proyek sangat bergantung pada upaya dan strategi untuk mencapai target penjualan dan tidak terjadi cost overrun atau pembengkakan biaya pada skenario optimis maupun moderate. Untuk skenario pesimis dengan penjualan selama 12 tahun, dibutuhkan kenaikan harga jual sebesar 5% atau dengan efisiensi biaya sebesar 4% agar dapat tetap layak secara finansial jika kembali dilanjutkan.
STRATEGI INSPEKSI JALAN REL BERBASIS RISIKO PADA JALUR KERETA API BANGIL-PROBOLINGGO WILAYAH DAOP 9 JEMBER
Transportasi kereta api memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat namun juga memiliki banyak risiko sehingga membutuhkan pengelolaan aset yang tepat. Risiko pada kereta api, seperti terjadinya kecelakaan dapat mengakibatkan kerusakan pada sarana dan infrastruktur kereta api bahkan menimbulkan korban jiwa. Salah satu faktor yang berkontribusi tinggi terhadap terjadinya gangguan operasional kereta api adalah kondisi infrastruktur jalan rel yang kurang baik. Oleh karena itu, peningkatan kualitas kegiatan inspeksi jalan rel menjadi hal yang sangat penting dalam upaya mengurangi gangguan operasional dan meningkatkan keselamatan transportasi kereta api. Penelitian ini menganalisis risiko pada faktor jalan rel yang menyebabkan gangguan operasional kereta api menggunakan metodologi Risk Based Inspection (RBI), yang memprioritaskan dan mengelola program inspeksi berdasarkan nilai risiko. Penilaian risiko dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, di mana penilaian kualitatif didasarkan pada pengalaman dan penilaian subyektif ahli, sementara penilaian kuantitatif menggunakan data dan analisis kondisi kerusakan untuk estimasi nilai risiko yang lebih objektif. Studi kasus pada jalur kereta api Bangil - Probolinggo sepanjang 53 km dibagi menjadi 87 segmen menunjukkan bahwa 21 segmen memiliki nilai risiko tinggi, dengan 11 segmen terkait kerusakan rel berupa squat. Penilaian risiko kuantitatif lebih lanjut mengidentifikasi 5 segmen dengan kerusakan squat yang memerlukan tindakan reduksi berupa penggantian rel untuk menurunkan nilai risiko. Rekomendasi strategi inspeksi yang dihasilkan dari penelitian ini berupa perubahan aktivitas dan interval inspeksi. Strategi ini melibatkan penggantian metode inspeksi jalan rel PPJ dan lokrit dengan penggunaan lori mobil (KPJ) untuk pemeriksaan jalan rel secara visual yang dilakukan dengan interval 12 jam. Sedangkan inspeksi siklus komponen jalan rel digantikan dengan inspeksi detail yang melibatkan penggunaan alat dan metode baru seperti Trackmaster dan Rail Flow Detector (RFD). Dengan strategi inspeksi ini didapatkan efisiensi kebutuhan biaya inspeksi jalan rel sebesar Rp 552.479.643 per tahun dengan peningkatan nilai reliability komponen jalan rel rata-rata sebesar 34%.
STRATEGI PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA WISATAWAN DI KAWASAN BANDUNG UTARA TERHADAP BAHAYA BENCANA GEMPA BUMI SESAR LEMBANG (STUDI KASUS : KECAMATAN LEMBANG)
Berdasarkan sudut pandang sektor pariwisata, Kecamatan Lembang merupakan salah satu wilayah yang memiliki daya tarik wisata yang diminati oleh masyarakat baik lokal, nasional, hingga mancanegara. Keberadaan Kecamatan Lembang yang dilewati oleh garis Sesar Lembang menjadi perhatian peneliti terkait potensi gempa bumi dan bahaya yang ditimbulkan dari aktivitas gempa bumi Sesar Lembang. Potensi gempa bumi tersebut dapat mengancam wisatawan yang sedang berwisata di kawasan tersebut sehingga perlu di tinjau terkait strategi peningkatan kesiapsiagaan bagi wisatawan dalam menghadapi bencana gempa bumi Sesar Lembang. Penelitian-penelitian terdahulu seringkali membahas terkait strategi upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat lokal. Penelitian ini mencoba mencari tahu strategi peningkatan kesiapsiagaan yang ditujukan pada wisatawan di Kawasan Bandung Utara dalam hal ini adalah Kecamatan Lembang. Hasil penelitian menunjukan bahwa unsur perangkat daerah dan swasta sebagai pengelola destinasi wisata belum mengupayakan peningkatan kesiapsiagaan bagi wisatawan yang berkunjung di Kecamatan Lembang. Upaya yang dilakukan oleh unsur perangkat daerah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat baru dilaksanakan kepada para pengelola destinasi wisata melalui Bimbingan Teknis kepada para pekerja di Destinasi Wisata. Walaupun sebagian wisatawan telah mengetahui keberadaan Sesar Lembang serta potensi bahaya yang ditimbulkan, namun untuk mengurangi dampak yang dirasakan oleh wisatawan, maka perlu di buat strategi yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan bagi para wisatawan. Strategi yang ditawarkan dalam penelitian ini berupa sosialisasi jenis dan fungsi data kebencanaan, Pemberian informasi kiat-kiat penyelamatan diri melalui media informasi interaktif untuk wisatawan pada destinasi wisata, serta optimalisasi pemberian sarana dan prasarana untuk evakuasi bencana. Penelitian diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pengembangan kebijakan pada sektor pariwisata terutama pariwisata yang aman bencana.
MEMPERKIRAKAN NILAI SINERGI DARI MERGER ANTARA PT XL AXIATA TBK (EXCL) DAN PT SMARTFREN TELECOM TBK (FREN)
Merger dan akuisisi (M&A) telah diakui sebagai alat strategis untuk meningkatkan nilai perusahaan, daya saing, dan efisiensi operasional. Merger antara EXCL dan FREN diselidiki untuk menentukan apakah konsolidasi tersebut akan menghasilkan nilai sinergi positif, sehingga membenarkan merger dari perspektif finansial. Metode utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Discounted Cash Flow (DCF), dengan fokus pada Free Cash Flow to Firm (FCFF). Analisis ini mencakup evaluasi penilaian masing-masing perusahaan, proyeksi kondisi keuangan, dan penilaian nilai perusahaan gabungan dengan dan tanpa efek sinergi. Temuan utama dari penilaian menunjukkan bahwa baik EXCL maupun FREN memiliki nilai perusahaan individual yang signifikan, yang semakin meningkat ketika digabungkan. Secara khusus, pada akhir tahun 2023, nilai perusahaan EXCL dihitung sebesar Rp. 36.855.638.000.000, yang merupakan 1,89 kali nilai pasarnya, menunjukkan overvaluasi. Demikian pula, nilai perusahaan FREN mencapai Rp. 26.530.312.000.000, yang merupakan 1,62 kali nilai pasarnya. Ketika digabungkan, nilai perusahaan gabungan diperkirakan sebesar Rp. 63.385.950.000.000 dengan sinergi, dibandingkan dengan Rp. 59.689.098.000.000 tanpa sinergi. Ini menghasilkan nilai sinergi sebesar Rp. 3.696.851.000.000 pada tahun 2025, atau Rp. 2.233.874.000.000 dalam istilah tahun 2023. Penelitian ini diakhiri dengan rekomendasi bagi EXCL dan FREN untuk fokus pada proses integrasi yang efisien, manajemen risiko yang kuat, dan strategi operasional yang jelas untuk memaksimalkan manfaat dari merger tersebut.
STUDI KELAYAKAN RENCANA INVESTASI KANDANG AYAM PETELUR TERTUTUP CV SURYA MAS
Penelitian ini berfokus pada kelayakan finansial penerapan sistem kandang tertutup untuk produksi telur di CV Surya Mas. Studi ini mengatasi kekurangan pasokan dan permintaan dalam produksi dan konsumsi telur di Sumatera Selatan dan perusahaan mengusulkan kandang kandang ayam petelur tertutup sebagai metode perluasan karena kelebihan yang dimilikinya dibandingkan kandang terbuka. Analisis keuangan, termasuk capital budgeting techniques, weighted average cost of capital (WACC), dan analisis risiko, telah dilakukan. Analisis sensitivitas mengidentifikasi variabel-variabel sensitif yang mempengaruhi Net Present Value (NPV), sedangkan simulasi Monte Carlo menunjukkan risiko kerugian proyek yang moderat. Temuan menunjukkan bahwa, meskipun terdapat risiko yang melekat, proyek ini layak secara finansial dan direkomendasikan untuk dilaksanakan. Strategi mitigasi untuk variabel berisiko tinggi, seperti biaya pakan dan harga ayam dara, dibahas untuk memastikan keberhasilan proyek.
EVALUASI EKONOMI PROYEK PENAMBANGAN NIKEL PADA BLOK SOROWAKO DENGAN PENDEKATAN DISCOUNTED CASH FLOW DAN SIMULASI MONTE CARLO (STUDI KASUS PT VALE INDONESIA TBK)
PT Vale Indonesia Tbk mempunyai peran penting penting dalam pasar pertambangan nikel dunia. Meskipun PT Vale Indonesia Tbk, terutama di Blok Sorowako, Sulawesi Selatan, telah memainkan peran signifikan, perusahaan ini menghadapi tantangan serius dalam memenuhi target produksi nikel matte. Dengan produksi tahun 2022 yang berada di bawah target dan lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya, PT Vale Indonesia Tbk perlu melakukan evaluasi mendalam untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasionalnya terutama pada tahun 2024. Untuk mengatasi tantangan ini, PT Vale Indonesia Tbk mempertimbangkan beberapa skenario untuk merealisasikan target produksi nikel di tahun 2024. Di antara skenario-skenario yang telah dipersiapkan, PT Vale Indonesia Tbk harus memprioritaskan satu skenario yang akan dijalankan pada tahun 2024. Dengan demikian, evaluasi ekonomi perlu dilakukan sehingga didapatkan sebuah alternatif yang tidak hanya mampu merealisasikan target produksi tetapi juga menguntungkan secara finansial bagi perusahaan. Dalam studi ini, dilakukan evaluasi ekonomi menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) sebagai metode awal untuk mengestimasi Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Pada metode DCF ditentukan parameter ketidakpastian yaitu harga jual nikel berlandaskan analisis sensitivitas. Parameter harga jual nikel kemudian diuji melalui Simulasi Monte Carlo untuk mendapatkan distribusi kemungkinan NPV yang dapat terjadi. Hasil metode DCF menunjukkan NPV untuk skenario A dan B sebesar Rp308.674.177.834 dan Rp498.723.686.031 serta IRR masing-masing sebesar 44% dan 62% dengan laju diskon sebesar 19,82%. Simulasi Monte Carlo dengan 10.000 iterasi terhadap parameter harga jual nikel, menghasilkan nilai NPV yang diharapkan berada di atas nol dengan probabilitas keberhasilan proyek lebih dari 50% untuk kedua skenario tersebut. Berdasarkan hasil analisis ekonomi ini, skenario B lebih layak diprioritaskan untuk dijalankan pada tahun 2024.
DIAGRAM ISHIKAWA TERINTEGRASI DENGAN ANALISIS HIERARKI PROSES (AHP): STUDI KASUS VARIABLE FREQUENCY DRIVE (VFD) DI PABRIK HIGH PRESSURE GRINDING ROLL (HPGR) DIVISI KONSENTRASI PT FREEPORT INDONESIA
Penelitian ini mengembangkan kerangka kerja untuk mengatasi tantangan dalam pengoperasian variable frequency drive (VFD) pada pabrik high pressure grinding roll (HPGR) di PT Freeport Indonesia (PTFI), khususnya pada divisi konsentrasi. Divisi Konsentrasi menghadapi tantangan operasional VFD, terutama kegagalan berulang yang menyebabkan peningkatan biaya pemeliharaan secara signifikan dari tahun 2021 hingga 2023. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kegagalan pada VFD dan mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan gabungan antara kualitatif dan kuantitatif secara komprehensif. Menggunakan diagram Ishikawa untuk memvisualisasikan penyebab-penyebab kegagalan dan kemudian menerapkan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk mengkuantifikasi penyebab kegagalan yang telah diidentifikasi menggunakan diagram Ishikawa. Integrasi metode AHP ke dalam diagram Ishikawa memungkinkan kuantifikasi yang memberikan nilai pada faktorfaktor yang paling berkontribusi terhadap kegagalan VFD. Dari integrasi AHP dan Ishikawa, ditemukan bahwa ada empat faktor penyebab utama dari delapan belas faktor yang diidentifikasi, yaitu akumulasi debu, penggunaan suku cadang tua, kelembaban tinggi, dan kurangnya pengetahuan. Dalam menentukan solusi, penelitian ini menggunakan prinsip Pareto untuk menunjukkan proporsi upaya yang dilakukan dan hasil atau penyelesaian masalah yang diperoleh. Penelitian ini juga menggunakan analisis biaya-manfaat (CBA) untuk mengevaluasi alternatif solusi sehingga biaya yang dibutuhkan dalam implementasi solusi dapat lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan melakukan perbaikan pada solusi yang direkomendasikan; mengisolasi ruang MCC, memasang dehumidifier, meningkatkan kondisi penyimpanan, dan pelatihan di lokasi untuk empat faktor penyebab terbesar, maka potensi penurunan total biaya pemeliharaan yang didapatkan adalah sebesar 53.7%.
STRATEGI PENGEMBANGAN COLLECTIVE HOUSING DI TEPIAN SUNGAI MUSI
Pertumbuhan penduduk di perkotaan dengan ekonomi dan infrastruktur yang baik memicu peningkatan kepadatan penduduk yang sulit dikendalikan, menimbulkan berbagai masalah baru seperti pemukiman kumuh akibat urbanisasi pesat, perencanaan kurang efektif, kurangnya perumahan terjangkau dan kemiskinan. Untuk mengatasi hal tersebut, Kota Palembang menerapkan pendekatan pengembangan partisipasi publik yang bertujuan meningkatkan kualitas peruamhan dan infrastruktur permukiman yang berkelanjutan, layak huni, terjangkau, serta dikelola secara professional, mandiri, dan efisien. Untuk mendukung penerapan tersebut, diperlukan perencanaan hunian yang melibatkan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah untuk menyediakan perumahan dengan fasilitas bersama yang mendukung keberlangsungan permukiman. Salah satu konsep yang dapat diterapkan di Kota Palembang adalah collective housing, dengan rumah mandiri dan fasilitas bersama yang dikelola oleh penghuninya. Kelurahan 3-4 Ulu merupakan salah satu lokasi dengan tingkat kualitas perumahan dan permukiman yang rendah, dimana terdapat sejumlah kelompok masyarakat yang menempati kawasan ini. Penelitian dilatarbelakangi karena belum adanya strategi pengembangan collective housing untuk menangani permasalahan perumahan dan permukiman di kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan stakeholder berdasarkan tingkat kepentingan dan pengaruh dalam pengembangan collective housing, serta merumuskan strategi pengembangan dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis kualitatif yaitu analisis stakeholder dan SWOT dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stakeholder dengan tingkat kepentingan dan pengaruh yang dihasilkan melalui stakeholder mapping, memerlukan kolaborasi antar stakeholder untuk mengembangkan strategi pengembangan collective housing di tepian sungai Musi. Strategi pengembangan yang dihasilkan dalam penelitian ini sebanyak 32 strategi dan dibagi menjadi tiga prioritas, yaitu 8 prioritas tinggi, 14 prioritas sedang, dan 10 prioritas rendah. Prioritas tinggi mencakup pengoptimalan program pemerintah dan CSR, pengembangan anggaran dan pembiayaan untuk perumahan komunitas, serta kolaborasi antar stakeholder. Prioritas sedang meliputi peningkatan SDM, kemudahan perumahan MBR, penyediaan fasilitas bersama, partisipasi tokoh dan masyarakat, serta pengembangan perumahan vertikal. Prioritas rendah berfokusii pada keterlibatan pengembang swasta, peningkatan sarana prasarana lingkungan, dan penanganan hambatan non-teknis. Strategi yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah Kota Palembang untuk meningkatkan kualitas perumahan dan permukiman kumuh serta meningkatkan aksesibilitas perumahan kepada kelompok masyarakat yang tergolong non fix income dan non bankable.
PERANCANGAN PRIVACY AND ALGORITHMIC IMPACT ASSESSMENT FRAMEWORK DALAM MANAJEMEN RISIKO PRIVASI
Menghadapi tantangan privasi global dan perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), Indonesia telah mengesahkan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), yang mengadopsi General Data Protection Regulation (GDPR) Uni Eropa. Meskipun AI bukanlah penyebab langsung penerapan UU PDP, isu hukum yang ditimbulkannya, seperti yang berkaitan dengan automated-decision making yang diatur dalam Artikel 22 GDPR, menekankan tantangan kompleks interpretasi dan implementasi hukum. Penelitian ini mengusulkan framework gabungan Privacy Impact Assessment (PIA) dan Algorithmic Impact Assessment (AIA) sebagai bentuk soft law untuk meningkatkan algorithmic accountability dan mengelola risiko privasi aktibat penggunaan AI. Dalam mengembangkan dan menerapkan PIA-AIA framework, COBIT 2019 diadopsi sebagai panduan tata kelola dan manajemen privasi. Proses PIA-AIA framework yang diusulkan terdiri dari: (1) memahami lingkungan I&T; (2) privacy threshold analysis; (3) penetapan konteks; (4) penilaian risiko; (5) mitigasi risiko; dan (6) pelaporan, komunikasi, dan pemantauan risiko. Pada tiap proses terdapat tujuan, input, keluaran, dan penjelasannya. Demonstrasi framework PIA-AIA dilakukan dengan membuat tiga skenario fiktif yang mengacu pada high-risk system dalam EU AI Act, yaitu AI untuk teknologi pengenalan wajah, manajemen energi, dan sistem prediksi hasil hukum.