📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 109 dokumenPROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK PENINGKATAN STRATEGI PEMASARAN BAKSO BENHIL PURWOKERTO DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWOT-TOWS AHP TERINTEGRASI
Bakso Benhil Purwokerto, UMKM yang berdiri sejak pertengahan tahun 2024, menghadapi tantangan dalam mencapai target penjualan di tengah ketatnya persaingan di industri kuliner. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis terpadu dengan metode SWOT-TOWS dan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menyusun dan memprioritaskan strategi pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan dan memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan seperti lokasi yang strategis dan produk bersertifikat halal, serta kelemahan berupa minimnya promosi digital. Di sisi eksternal, peluang berupa digitalisasi UMKM dan meningkatnya permintaan akan makanan praktis menghadapi ancaman persaingan yang ketat dan fluktuasi harga bahan baku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pemasaran berbasis digital menjadi prioritas, meliputi pengembangan konten media sosial yang menarik, kolaborasi dengan influencer lokal, dan program promosi di platform pemesanan daring. Strategi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan brand awareness, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan bisnis. Kerangka kerja strategis dan rekomendasi dalam penelitian ini memberikan panduan praktis bagi UMKM di industri makanan dan minuman.
PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI INISIATIF PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PENJUALAN: STUDI KASUS RM PAYAKUMBUAH DEPOK
Penelitian ini menyelidiki penurunan pendapatan yang dialami RM Payakumbuah Depok, sebuah restoran Padang terkenal, dalam konteks lingkungan ekonomi dan persaingan yang dinamis di Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi berbagai tantangan yang memengaruhi kinerja restoran, seperti meningkatnya biaya operasional, persaingan yang semakin ketat, dan perubahan preferensi pelanggan. Sebagai bagian dari jaringan restoran ternama, RM Payakumbuah Depok beroperasi di Depok, sebuah kawasan yang berkembang pesat dengan persaingan ketat dari restoran tradisional maupun modern. Meskipun memiliki reputasi kuat dalam menyajikan masakan Padang autentik, restoran ini mengalami kesulitan dalam mempertahankan pendapatannya. Kurangnya adaptasi terhadap perubahan kondisi pasar dan perilaku konsumen menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap tantangan ini. Penelitian ini berfokus pada tiga pertanyaan utama: kondisi terkini restoran, posisi kompetitif restoran, serta strategi untuk menarik pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, termasuk survei dan analisis data sekunder. Berbagai alat analisis seperti SWOT, Porter’s Five Forces, dan 7P Marketing Mix diterapkan untuk mengevaluasi tantangan serta peluang perbaikan bagi restoran. Hasil analisis menekankan perlunya RM Payakumbuah Depok membedakan dirinya melalui penawaran nilai yang unik, peningkatan keterlibatan pelanggan, serta pemanfaatan yang lebih optimal terhadap pemasaran digital dan platform layanan pengiriman. Solusi yang diusulkan mencakup inovasi dalam variasi menu, strategi penetapan harga, dan peningkatan kualitas layanan, yang didukung oleh rencana implementasi terperinci dengan metrik kinerja yang jelas serta eksekusi bertahap untuk memastikan keberlanjutan. Penelitian ini memberikan rekomendasi yang dapat diterapkan secara langsung oleh RM Payakumbuah Depok serta bisnis serupa lainnya. Dengan mengatasi tantangan internal dan eksternal, RM Payakumbuah Depok dapat memperkuat posisinya di pasar, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mencapai pertumbuhan jangka panjang dalam industri yang kompetitif dan terus berkembang.
USULAN STRATEGI PEMASARAN MEDIA SOSIAL PRATISTA UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK DAN NIAT PEMBELIAN
Industri perawatan kulit global berkembang pesat karena meningkatnya minat konsumen pada kesehatan, kebugaran, dan keberlanjutan, serta di Indonesia, pertumbuhan pasar didorong oleh peningkatan pendapatan yang dapat dibelanjakan dan pergeseran ke platform digital, meskipun Pratista dikenal dengan produk yang aman, terjangkau, dan efektif, merek ini menghadapi persaingan ketat dan penurunan pendapatan akibat rendahnya kesadaran merek serta kesulitan mempertahankan pelanggan di pasar digital yang dinamis, sehingga media sosial, kesadaran merek, dan niat pembelian menjadi krusial dalam penelitian kami karena media sosial memfasilitasi interaksi langsung, promosi produk, dan pembentukan identitas merek, sementara kesadaran merek mencerminkan kemampuan konsumen untuk mengenali dan mengingat merek, dan niat beli menunjukkan potensi konversi interaksi menjadi penjualan yang esensial untuk pertumbuhan pendapatan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini mengadopsi pendekatan mixed-methods dengan menggabungkan data kuantitatif dari survei online dan wawasan kualitatif melalui wawancara mendalam serta diskusi kelompok fokus, didukung oleh data sekunder dari laporan industri, jurnal akademik, dan statistik pasar guna memperkuat temuan; kerangka analisis seperti PESTEL, Porter’s Five Forces, VRIO, SWOT, dan Marketing Mix (7Ps) diterapkan secara sistematis untuk menilai dinamika pasar eksternal dan kapabilitas operasional internal Pratista. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi ketat, peningkatan pendapatan, tren konsumen dinamis di kalangan Milenial dan Gen Z, serta kemajuan teknologi seperti AI rekomendasi produk menawarkan peluang besar, Pratista masih perlu mengatasi isu keragaman produk, kemasan premium, dan konsistensi keterlibatan di media sosial; dengan dukungan sumber daya keuangan yang stabil, klinik modern, sistem CRM, dan pendekatan yang berfokus pada pelanggan, direkomendasikan strategi pemasaran terintegrasi yang menitikberatkan pada periklanan digital, kemitraan dengan influencer, pemasaran konten, dan keterlibatan komunitas untuk meningkatkan kesadaran merek dan niat pembelian jangka panjang
MENELITI NIAT KONSUMEN GENERASI Z DALAM MEMBELI PRODUK BUMBU MASAKAN
Industri bumbu makanan di Indonesia memainkan peran penting dalam warisan kuliner negara ini dan terus mengalami pertumbuhan yang pesat. Seiring dengan perkembangan industri ini, tantangan-tantangan seperti persaingan yang ketat, perubahan preferensi konsumen, dan masalah integritas produk menjadi hal yang harus dihadapi, yang memerlukan inovasi dan adaptasi yang berkelanjutan. Industri ini bertanggung jawab dalam produksi, pengolahan, dan distribusi berbagai bahan yang ditambahkan pada makanan untuk meningkatkan rasa dan aroma, yang meliputi rempah-rempah alami hingga bahan tambahan sintetis. Dengan meningkatnya permintaan konsumen terhadap kenyamanan dan beragam rasa, sektor ini telah mengalami perubahan signifikan, yang didorong oleh kemajuan teknologi dan selera konsumen yang terus berkembang (Mwale, 2023). Salah satu perubahan terbesar dalam industri ini adalah pengaruh besar dari Generasi Z. Dikenal sebagai generasi yang lahir di era digital, Gen Z sangat dipengaruhi oleh kesadaran akan kesehatan, kepedulian terhadap lingkungan, dan pengaruh media sosial. Generasi ini menghargai keberlanjutan, konsumsi yang etis, dan transparansi dalam memilih produk, terutama dalam hal bumbu makanan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami nilai-nilai dan motivasi yang mendorong keputusan pembelian mereka, agar dapat menargetkan segmen pasar ini dengan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian Generasi Z terhadap produk bumbu makanan, khususnya yang berkaitan dengan kesadaran kesehatan dan keberlanjutan. Penelitian ini mengkaji beberapa faktor kunci, termasuk atribut produk (seperti bahan alami dan keragaman rasa), masalah kesehatan (seperti kekhawatiran terhadap bahan tambahan, alergen, dan dampak kesehatan secara keseluruhan), tanggung jawab sosial dan lingkungan (fokus pada sumber bahan yang berkelanjutan dan kemasan ramah lingkungan), strategi pemasaran (penggunaan influencer media sosial, keaslian merek, dan keterlibatan), sensitivitas harga (menyeimbangkan keterjangkauan dan kualitas), serta aksesibilitas (kemudahan pembelian melalui saluran ritel dan online). Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan sampel 240 individu Generasi Z yang tinggal di DKI Jakarta dan memiliki kebiasaan memasak setidaknya sekali seminggu. Analisis data akan dilakukan menggunakan regresi linier berganda melalui SPSS, untuk mengkaji hubungan antara berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian. Hasil sementara menunjukkan bahwa nilai kesehatan dan strategi pemasaran secara signifikan mempengaruhi niat pembelian Generasi Z. Dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, variabel Kesehatan menunjukkan pengaruh positif yang kuat terhadap perilaku pembelian, sementara variabel Strategi Pemasaran, dengan nilai signifikansi sebesar 0,004, juga secara signifikan memengaruhi niat pembelian. Temuan ini menekankan pentingnya bahan-bahan yang peduli kesehatan dan strategi pemasaran yang efektif dalam membentuk keputusan pembelian konsumen Gen Z. Berdasarkan temuan-temuan ini, penelitian ini akan mengusulkan strategi-strategi yang dapat diterapkan oleh perusahaan-perusahaan dalam industri bumbu makanan untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi Generasi Z yang terus berkembang, memastikan mereka tetap kompetitif dan relevan di pasar yang terus berubah ini.
REVITALISASI STRATEGI PEMASARAN BRAND AWARENESS UMKM ‘YOGHURT CISANGKUY’: MENINGKATKAN DAYA TARIK KULINER LEGENDARIS DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara brand awareness yang dibangun melalui strategi pemasaran digital dan peningkatan penjualan Yoghurt Cisangkuy, produk kuliner legendaris di Bandung. Yoghurt Cisangkuy, yang terkenal dengan nilai warisan dan kualitas produknya yang unik, menghadapi tantangan dalam mempertahankan daya tarik pasarnya, terutama di kalangan konsumen muda yang cenderung lebih menyukai tren kuliner baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi penjualan Yoghurt Cisangkuy. Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei yang menargetkan konsumen baik dari kalangan yang lebih tua maupun yang lebih muda, dengan fokus pada brand awareness, persepsi terhadap kualitas produk, dan pengaruh promosi pemasaran digital terhadap perilaku pembelian. Wawasan kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan manajemen Yoghurt Cisangkuy, yang mengeksplorasi efektivitas strategi pemasaran digital, inovasi produk, dan tantangan yang dihadapi dalam memenuhi preferensi konsumen yang terus berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran digital memainkan peran penting dalam memperluas brand awareness, terutama di kalangan generasi muda, dengan memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram dan TikTok. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya menciptakan konten yang menarik, otentik, dan berkolaborasi dengan influencer untuk mempromosikan nilai-nilai warisan dan produk sehat. Meskipun tantangan dalam mengoptimalkan strategi pemasaran digital sepenuhnya, penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan brand awareness secara langsung mempengaruhi perilaku pembelian konsumen, yang dapat menyebabkan potensi peningkatan penjualan. Analisis regresi mengungkapkan bahwa meskipun hubungan antara pemasaran digital dan brand awareness memiliki koefisien regresi negatif (-0,312), hubungan yang signifikan (Sig. = 0,027) menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang efektif tetap berperan penting dalam meningkatkan penjualan dan memperkuat visibilitas merek. Untuk lebih memperkuat posisi Yoghurt Cisangkuy di pasar, penelitian ini juga menggunakan berbagai analisis eksternal dan internal yang dapat membantu merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif. Analisis PESTLE (Political, Economic, Social, Technological, Legal, Environmental) memberikan wawasan tentang faktor-faktor makroekonomi yang memengaruhi pasar kuliner, sementara analisis Porter’s Five Forces mengidentifikasi tingkat persaingan dan potensi ancaman dari pesaing baru serta kekuatan tawar-menawar pemasok dan konsumen. Dalam hal segmentasi pasar, targeting, dan positioning (STP), Yoghurt Cisangkuy dapat memfokuskan pemasaran pada generasi muda dengan pendekatan yang lebih modern dan terhubung dengan tren saat ini. Selain itu, model 5A (Aware, Appeal, Ask, Act, Advocate) membantu memahami perjalanan konsumen dalam memperkuat hubungan emosional mereka dengan merek, dari kesadaran hingga advokasi. Di sisi internal, analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), Business Model Canvas (BMC) dan matriks TOWS, bersama dengan analisis IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Factor Analysis Summary), memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai posisi Yoghurt Cisangkuy saat ini di pasar dan potensi yang dimilikinya untuk berkembang lebih lanjut. Berdasarkan analisis ini, strategi inovatif dalam pemasaran digital, pemilihan influencer yang tepat, serta peningkatan pengalaman pelanggan melalui elemen warisan dan produk yang lebih sehat dapat lebih menghidupkan kembali merek legendaris ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Yoghurt Cisangkuy dapat memanfaatkan pemasaran digital dan elemen warisan yang kuat untuk memperkuat brand loyalty dan meningkatkan penjualannya, khususnya di kalangan generasi muda yang sangat dipengaruhi oleh media sosial dan tren gaya hidup sehat.
USULAN STRATEGI PEMASARAN GUNA MENINGKATKAN PENJUALAN BISNIS-KE-BISNIS UNTUK PT SINERGI CHEMIKA NUSANTARA
PT Sinergi Chemika Nusantara, distributor agen pelepas cetakan di Indonesia, menghadapi tantangan signifikan, termasuk penurunan penjualan dan kesulitan dalam mempertahankan pelanggan. Masalah ini disebabkan oleh terbatasnya upaya promosi, rendahnya visibilitas merek, serta strategi Pengelolaan Hubungan Pelanggan (CRM) yang kurang optimal. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini mengusulkan strategi penetrasi pasar yang berfokus pada peningkatan aktivitas promosi dan optimalisasi CRM guna meningkatkan visibilitas perusahaan, memperkuat loyalitas pelanggan, dan pada akhirnya meningkatkan penjualan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengintegrasikan data primer dari wawancara dengan pelanggan lama, pelanggan saat ini, serta pelanggan potensial, dan data sekunder dari catatan perusahaan serta laporan industri. Analisis internal dan eksternal dilakukan menggunakan berbagai kerangka kerja, termasuk analisis STP, Marketing Mix (4P), Marketing Resource (8S), PEST, dan SPICC. Hasil analisis ini kemudian disintesis menggunakan SWOT, yang selanjutnya diterapkan dalam matriks TOWS untuk merumuskan alternatif strategi. Metode Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) digunakan untuk menentukan strategi yang paling sesuai dengan kondisi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Sinergi Chemika Nusantara belum memiliki pendekatan pemasaran yang terstruktur, sehingga keterlibatan pelanggan rendah dan daya saing perusahaan melemah di pasar. Strategi yang diusulkan mencakup revitalisasi promosi melalui pemasaran digital dan peningkatan interaksi pelanggan. Selain itu, optimalisasi CRM melalui interaksi yang dipersonalisasi, program loyalitas, serta peningkatan layanan purnajual direkomendasikan untuk meningkatkan retensi pelanggan. Dengan menerapkan strategi ini, perusahaan diharapkan dapat menarik kembali pelanggan yang hilang, meningkatkan kesadaran merek, dan mencapai pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang strategi pemasaran yang efektif di sektor bisnis-ke-bisnis (B2B), khususnya dalam industri agen pelepas cetakan. Studi selanjutnya dapat mengeksplorasi peluang ekspansi pasar atau meneliti integrasi kemajuan teknologi, seperti penerapan sistem CRM berbasis AI, untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan dan efisiensi operasional.
USULAN STRATEGI BISNIS UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN DAN DAYA SAING GUCI SWALAYAN PAYAKUMBUH
Sektor ritel telah muncul sebagai komponen penting dari ekonomi Indonesia, sebagai hasil dari meningkatnya permintaan akan pengalaman belanja yang modern dan efisien serta perubahan perilaku konsumen. Supermarket Guci Swalayan yang berbasis di Payakumbuh menghadapi tantangan signifikan, termasuk penjualan yang stagnan. Total penjualan pada tahun 2023 adalah Rp49,00 miliar, tetapi menurun menjadi Rp48,59 miliar pada tahun 2024, menghasilkan tingkat pertumbuhan negatif sebesar -0,85%. Kinerja Guci Swalayan telah terpengaruh secara negatif oleh kelemahan dalam strategi pemasaran, kualitas layanan yang tidak konsisten, dan ketidakefisienan operasional, meskipun industri ritel sedang berkembang. Investigasi ini mengevaluasi posisi pasar dan daya saing Guci Swalayan dengan menggunakan alat analisis seperti Analisis Rantai Nilai, Kerangka VRIO, Analisis PESTEL, Lima Kekuatan Porter, dan Analisis Pesaing untuk memeriksa lingkungan bisnis internal dan eksternal. Hasilnya menunjukkan bahwa Guci Swalayan belum mampu sepenuhnya memanfaatkan pemulihan ritel yang lebih luas. Penjualan perusahaan telah stagnan karena faktor-faktor seperti layanan pelanggan yang tidak konsisten (skor People 2,71/5) dan pemasaran yang tidak efektif (skor promosi 2,23/5). Untuk meningkatkan daya saing pasar Guci Swalayan, strategi yang diusulkan menekankan kombinasi diferensiasi dan kepemimpinan biaya. Tindakan utama adalah sebagai berikut: Peningkatan Efisiensi Operasional: Optimalisasi manajemen inventaris melalui sistem digital untuk meningkatkan efisiensi dan lebih baik memenuhi permintaan pelanggan. Pengembangan sumber daya manusia mencakup peningkatan pelatihan karyawan untuk meningkatkan kualitas layanan dan retensi pelanggan. Strategi Pemasaran yang Lebih Besar: Kampanye promosi dan pemasaran digital Guci Swalayan harus meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pelanggan. Perluasan dan Peningkatan Fisik: Memperluas kapasitas parkir supermarket dan merombak tata letak toko untuk meningkatkan aksesibilitas dan pengalaman berbelanja. Strategi-strategi ini dapat membantu Guci Swalayan meningkatkan efisiensi operasional, mendapatkan kembali daya saing, dan tumbuh di pasar ritel yang semakin kompetitif. Untuk meningkatkan loyalitas pelanggan, mengoptimalkan proses penjualan, dan memastikan profitabilitas di masa depan.
STRATEGI PEMASARAN DIGITAL UNTUK PENINGKATAN KETERLIBATAN PELANGGAN MENGGUNAKAN KERANGKA RACE: STUDI KASUS ERJI PROJECT
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi strategi pemasaran digital yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan (customer engagement) pada Erji Project, sebuah agensi kreatif digital. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab tantangan utama yang dihadapi dalam pemasaran digital, seperti perubahan tren digital, meningkatnya persaingan, serta keterbatasan segmentasi audiens dan efektivitas saluran media digital. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus, penelitian ini menggunakan kerangka RACE (Reach, Act, Convert, Engage) untuk menganalisis efektivitas saluran digital seperti media sosial, SEO, dan konten kreatif. Metode penelitian melibatkan wawancara mendalam dengan berbagai klien Erji Project, yang mencakup segmen B2B, B2C, B2G, dan UMKM. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi tantangan, peluang, dan praktik terbaik dalam meningkatkan keterlibatan pelanggan. Analisis SWOT juga digunakan untuk mengevaluasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan implementasi strategi transformasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi transformasi digital yang terintegrasi, yang memadukan pendekatan berbasis data dengan pendekatan tradisional seperti lokakarya komunitas, dapat meningkatkan kesadaran merek dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa pemanfaatan data analitik, optimasi konten kreatif, serta adaptasi terhadap tren digital memiliki peran penting dalam menciptakan strategi pemasaran yang efektif. Selain itu, studi ini menekankan pentingnya memahami kebutuhan audiens secara mendalam untuk menghasilkan kampanye yang relevan dan berdaya saing. Kontribusi penelitian ini mencakup wawasan praktis tentang penerapan strategi berbasis data dalam transformasi digital, serta panduan bagi agensi kreatif dalam mengelola kombinasi strategi digital dan tradisional untuk mendukung keberhasilan klien mereka di era digital. Studi ini juga memberikan rekomendasi spesifik untuk Erji Project dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas kampanye pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital.
PROPOSAL STRATEGI PEMASARAN UNTUK PELUNCURAN KEMBALI SKINTIFIC ULTRA LIGHT SERUM SUNSCREEN DI TIKTOK
Industri perawatan kulit telah mengalami lonjakan global yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sektor perawatan kulit telah mengalami ekspansi global yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa produk perawatan kulit Tiongkok telah berhasil memasuki pasar Indonesia, termasuk Skintific, yang telah menarik perhatian pelanggan Indonesia. Skintific Ultra Light Serum Sunscreen, produk tabir surya yang sebelumnya sukses dihentikan karena masalah yang dihadapi oleh bagian lain dari unit bisnis tersebut. Dalam persaingan yang sangat kompetitif, Skintific berjuang untuk secara efektif menyampaikan kualitas penjualan unik dari produk tabir surya yang diluncurkan kembali karena formula dan kemasannya tetap tidak berubah. Rencana pemasaran Skintific diharapkan dapat meningkatkan efisiensi teknik pemasaran. Penelitian ini menggunakan analisis eksternal dan internal. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif menggunakan kuesioner dan kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan penanggung jawab dari kampanye tabir surya yang diluncurkan kembali dan pelanggan tabir surya Skintific. Hasilnya menunjukkan bahwa Skintific harus lebih meningkatkan pemasaran digital strategisnya dan strategi pemasaran lainnya seperti penetapan harga dan promosi strategis, hubungan dengan afiliasi, dan manajemen hubungan pelanggan.
PENGARUH PEMASARAN DIGITAL TERHADAP MINAT BELI YAYASAN AL-AZHAR MEDAN
Sektor pendidikan di Indonesia sedang mengalami transformasi yang signifikan seiring dengan perkembangan teknologi digital yang mengubah praktik tradisional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin terkoneksi. Penelitian ini berfokus pada Yayasan AlAzhar Medan, pelopor pendidikan swasta berbasis Islam di Medan, Indonesia, yang menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan strategi pemasaran digital untuk meningkatkan keterlibatan online dan tingkat pendaftaran siswa. Meskipun memiliki kehadiran yang kuat di platform media sosial, situs web yayasan ini belum memenuhi ekspektasi pengguna dalam hal fungsionalitas, interaktivitas, dan pengalaman pengguna. Akibatnya, kontribusi pendaftaran online terhadap total pendaftaran tetap rendah, yang mencerminkan peluang yang belum dimanfaatkan secara optimal dalam platform digital.Penelitian ini menganalisis dampak elemen pemasaran digital, termasuk Search Engine Marketing (SEM), Social Media Marketing (SMM), Content Marketing (CM), Display Marketing (DM), dan Email Marketing (EM), terhadap minat beli konsumen dengan menggunakan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) sebagai kerangka teoritis. Pendekatan campuran diterapkan dengan menggabungkan wawasan kualitatif dari wawancara dengan orang tua siswa dan analisis kuantitatif dari survei terhadap 200 responden. Studi ini juga mencakup analisis alat pemasaran untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang faktor internal dan eksternal yang memengaruhi efektivitas pemasaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Yayasan Al-Azhar Medan mengungguli pesaing dalam hal lalu lintas situs web, metrik keterlibatan seperti durasi kunjungan rata-rata dan rasio pentalan (bounce rate) menunjukkan interaksi pengguna yang rendah. Desain situs web saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan calon siswa dan orang tua, yang mengutamakan navigasi yang lancar, konten informatif, dan fitur interaktif. Analisis statistik mengonfirmasi bahwa SEM, SMM, CM, DM, dan EM secara signifikan memengaruhi minat beli, dengan Display Marketing menunjukkan dampak terbesar. Strategi pemasaran digital yang diusulkan menekankan peningkatan fungsionalitas situs web, integrasi alat simulasi biaya, dan pemanfaatan kampanye email yang dipersonalisasi untuk meningkatkan keterlibatan pengguna secara mendalam. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi bidang pemasaran digital di sektor pendidikan dengan menunjukkan bagaimana strategi yang terarah dapat menjembatani kesenjangan antara kehadiran digital dan konversi pengguna. Rekomendasi mencakup rencana implementasi bertahap untuk pengembangan ulang situs web dan kampanye pemasaran terintegrasi untuk memposisikan Yayasan AlAzhar Medan sebagai pemimpin dalam pendidikan Islam di era digital. Strategi-strategi ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat pendaftaran online, memperkuat kesadaran merek, dan menyediakan pengalaman digital yang berpusat pada pengguna sesuai dengan visi dan nilainilai institusi
Sektor makanan dan minuman di Kota Bekasi menghadirkan tantangan yang cukup besar bagi LHBG, mengingat perusahaan tersebut baru saja meresmikan lokasi barunya di kawasan ini. Agar berhasil dalam lanskap persaingan ini, LHBG harus merancang rencana pemasaran yang disesuaikan dengan karakteristik pasar Kota Bekasi yang unik. Studi ini memadukan metodologi kualitatif dan kuantitatif untuk mengevaluasi secara komprehensif berbagai masalah internal dan eksternal yang memengaruhi perusahaan. Elemen internal dinilai menggunakan kerangka kerja STP (Segmentasi, Penargetan, dan Penempatan) yang dipadukan dengan Bauran Pemasaran, sedangkan komponen eksternal diteliti melalui wawasan Perilaku Konsumen, Lima Kekuatan Porter, dan Analisis Pesaing yang menyeluruh. Hasil dari evaluasi ini disintesis melalui Analisis SWOT untuk menentukan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Matriks TOWS digunakan untuk menghasilkan taktik pemasaran alternatif. Pada tahap akhir, strategi-strategi ini diperingkat dan dimodifikasi oleh Analisis SMART, yang menjamin pemilihan pendekatan yang paling berhasil dan layak untuk dilaksanakan. Hasil-hasil tersebut menggarisbawahi tiga teknik dasar bagi LHBG. Awalnya, diferensiasi produk akan dicapai melalui penawaran yang khas, termasuk versi yang sehat (croissant bebas gluten, vegan, dan rendah gula) dan barang musiman, untuk menarik konsumen yang sadar kesehatan dan berorientasi pada tren. Kedua, metode penetapan harga seperti penawaran bundling dan program loyalitas disarankan untuk meningkatkan nilai dan menumbuhkan loyalitas klien. Pada akhirnya, pemasaran digital melalui inisiatif media sosial yang dinamis seperti Instagram dan TikTok, kemitraan dengan influencer lokal, dan penawaran daring eksklusif dapat meningkatkan pengenalan merek dan mengurangi persaingan dari produk pengganti. Dengan menjalankan teknik-teknik ini, LHBG dapat meningkatkan posisi pasarnya, menarik pelanggan baru, dan memperkuat loyalitas merek. Studi ini menawarkan strategi pragmatis untuk perusahaan kecil di pasar yang kompetitif dan menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan kekuatan internal dengan peluang eksternal untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan..
USULAN INISIATIF PEMASARAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN ASET DIGITAL MILIK SENDIRI: STUDI KASUS BABYCARE USULAN INISIATIF PEMASARAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN ASET DIGITAL MILIK SENDIRI
Dalam beberapa tahun terakhir, kami mengamati tren yang berkembang menuju ecommerce dalam industri perdagangan ritel. Namun, Babycare tidak dapat secara efektif memanfaatkan aset digital mereka sendiri (situs web dan aplikasi seluler) untuk mendapatkan penjualan online. Dalam penelitian ini, penulis mengumpulkan beberapa wawasan dari pemangku kepentingan internal, dan penulis juga melakukan survei pelanggan untuk mengamati hambatan yang dihadapi oleh Babycare. Dan penelitian ini menemukan bahwa beberapa hambatan utama termasuk kesadaran yang rendah tentang aset digital milik Babycare, dan kebutuhan untuk meningkatkan customer journey. Penelitian ini mengusulkan tiga inisiatif pemasaran digital berdasarkan wawasan yang dikumpulkan. Inisiatif pertama adalah membangun kesadaran dengan aset digital milik Babycare di antara calon konsumen. Kedua, meningkatkan kualitas customer journey untuk memberikan pengalaman berbelanja yang mulus bagi konsumen. Dan inisiatif terakhir adalah membuat konten yang meliputi keseluruhan funnel pemasaran. Melalui inisiatif pemasaran digital yang diusulkan, Babycare dapat memiliki dasar untuk meningkatkan keefektifan pemasaran digitalnya. Inisiatif yang diusulkan ini diharapkan dapat membangun kehadiran digital yang kuat, meningkatkan kepuasan pelanggan dan mengendalikan penjualan online Babycare
RENCANA BISNIS STRATEGIS UNTUK EKSPANSI LANTAI BUMI KE JAKARTA: MENCAPAI PERTUMBUHAN BERKELANJUTAN DAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DALAM INDUSTRI KOPI.
Lantai Bumi Coffee telah sukses menjadi salah satu merek kopi spesial yang dikenal luas di Yogyakarta selama sembilan tahun terakhir, Kini, perusahaan merencanakan ekspansi ke Kemang, Jakarta, dengan tujuan memperluas jangkauan pasar dan memanfaatkan peluang di kawasan yang dikenal sebagai pusat gaya hidup modern, Jakarta, khususnya Kemang, menawarkan prospek pasar yang menjanjikan berkat populasi urban yang besar, tren konsumsi kopi yang meningkat, serta kebutuhan akan ruang sosial yang nyaman, Ekspansi ini dirancang untuk mengkombinasikan pengalaman minum kopi berkualitas dengan konsep eco-urban, menghadirkan suasana alami yang harmonis dengan nuansa modern, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang berfokus pada pengembangan bisnis Lantai Bumi Coffee di Jakarta, Data diperoleh melalui Focus Group Discussions (FGDs) dan wawancara mendalam untuk mengeksplorasi kebutuhan konsumen serta mengevaluasi potensi dan tantangan pasar, Analisis lingkungan eksternal dilakukan menggunakan kerangka kerja PESTEL dan Porter’s Five Forces, sementara strategi internal dirumuskan melalui Business Model Canvas dan Balanced Scorecard, Kombinasi metode ini bertujuan untuk memastikan rencana ekspansi yang terintegrasi dan berkelanjutan, Penelitian menemukan bahwa Kemang memiliki potensi pasar yang besar, didukung oleh populasi muda yang dinamis, daya beli yang kuat, serta kebutuhan akan ruang sosial yang mendukung produktivitas dan interaksi, Namun, tantangan seperti persaingan ketat di industri kopi, fluktuasi harga bahan baku, dan kebutuhan untuk menerapkan praktik bisnis yang ramah lingkungan harus diantisipasi, Dengan menerapkan strategi diferensiasi melalui inovasi produk, pemasaran digital, dan penguatan identitas merek, Lantai Bumi Coffee diproyeksikan dapat menarik perhatian konsumen serta meningkatkan peluang investasi untuk ekspansi lebih lanjut di masa depan,
STARTEGI MARKETING UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK (KASUS STUDI: VEGO)
Popularitas vegetarianisme dan pola makan berbasis nabati yang semakin meningkat di Indonesia memberikan peluang unik bagi VEGO untuk memasuki pasar yang sedang berkembang. Namun, merek ini menghadapi hambatan seperti rendahnya kesadaran merek dan penjualan yang tidak merata, yang membatasi jangkauan pasar dan potensi pertumbuhannya. Penelitian ini menganalisis teknik untuk meningkatkan kesadaran merek VEGO dan daya saingnya di industri makanan vegetarian. Penelitian ini mengadopsi pendekatan mixed-methods, menggabungkan data survei kuantitatif dari 206 responden dengan wawasan kualitatif dari wawancara mendalam. Analisis klaster mengungkapkan lima kelompok konsumen dengan preferensi unik, yang membawa VEGO untuk memilih Klaster 3: Pendukung Keberlanjutan sebagai target pasar utama mereka. Responden dalam klaster ini memprioritaskan kemasan ramah lingkungan, bahan alami, dan harga yang terjangkau, yang sejalan dengan prinsip dasar dan produk VEGO. Studi ini menggunakan metode pemasaran seperti kerangka kerja STP, analisis PESTEL, dan model Five Forces Porter untuk mengkaji dinamika pasar dan menciptakan strategi pemasaran yang disesuaikan. Temuan utama menyoroti pentingnya menggunakan platform digital seperti Instagram dan TikTok untuk promosi, melibatkan influencer yang peduli lingkungan, dan menerapkan teknologi modern untuk meningkatkan kualitas dan umur simpan produk. Strategi pemasaran yang diusulkan bertujuan untuk memperkuat posisi unik VEGO sebagai merek produk berbasis jamur yang berkelanjutan dan peduli kesehatan. Dengan memenuhi kebutuhan konsumen dan menyelaraskan strateginya dengan tren pasar yang berkembang, VEGO diharapkan dapat meningkatkan kesadaran merek, mendorong loyalitas pelanggan, dan mencapai kesuksesan jangka panjang di pasar makanan vegetarian yang kompetitif.
DARI KOMUNITAS KRIPTO KE MASYARAKAT LUAS: ANALISIS INNOVATION VALUE CHAIN DALAM PEMASARAN NON-FUNGIBLE TOKEN (NFT) OLEH PERUSAHAAN LAUNCHPAD PT. GASPAD DI INDONESIA
Di Indonesia, meskipun kesadaran akan Non-Fungible Token (NFT) dan manfaatnya telah meningkat, literasi dan adopsi kripto masih dalam tahap awal, menyebabkan banyak orang memandang teknologi ini dengan skeptis di industri Web3, terutama di ranah NFT. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi Innovation Value Chain (IVC) dalam strategi PT. Gaspad untuk menembus pasar massal melalui kolaborasi dengan Ultra Milk pada proyek Icownic Patch. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif, memanfaatkan wawancara semiterstruktur dengan pemangku kepentingan utama dari PT. Gaspad dan Ultra Milk, serta analisis data sekunder dari dokumen resmi dan publikasi media. Penelitian ini meneliti tiga tahap proses IVC - Idea Generation, Idea Conversion, dan Idea Diffusion - dalam konteks upaya PT. Gaspad untuk memperkenalkan NFT kepada target audiens di Indonesia. Penelitian ini menyelidiki tantangan, peluang, dan proses pengambilan keputusan yang terlibat dalam pengembangan dan peluncuran NFT Icownic Patch. Temuan utama mengungkapkan pertimbangan strategis di balik pilihan PT. Gaspad menggunakan NFT untuk membentuk Ultra Milk melakukan penetrasi pasar massal, bagaimana kerangka kerja IVC memerlukan adaptasi untuk perusahaan jasa dan kolaborasi lintas industri, efektivitas strategi komunikasi yang disesuaikan dalam memperkenalkan konsep Web3 melalui dinamika kolaboratif antara paemangku kepentingan utama, dan pendekatan inovatif yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam memperkenalkan teknologi Web3 kepada target audiens. Studi ini juga menyoroti critical success factors dan key performance indicators yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas proyek. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman mengenai bagaimana teknologi baru seperti NFT dapat diintegrasikan ke dalam model bisnis dan strategi marketing saat ini, memberikan wawasan tentang penerapan praktis kerangka kerja IVC dalam konteks inovasi digital dan memberikan panduan bagi perusahaan yang ingin memanfaatkan teknologi Web3 di pasar yang berkembang.