📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5,228 dokumenPENENTUAN SUKU BUNGA OPTIMALUNTUK STABILITAS KEUANGAN INDONESIA BERBASIS SISTEM KONTROL FUZZY
Suku bunga optimal merupakan instrumen utama bank sentral dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung stabilitas keuangan secara keseluruhan. Tugas Akhir ini mengusulkan pendekatan penentuan suku bunga optimal yang mengintegrasikan sistem inferensi fuzzy Tsukamoto, kerangka kebijakan moneter New Keynesian, serta metode kontrol optimal Linear Quadratic Regulator (LQR) dalam sistem ruang keadaan dinamis untuk periode Januari 2022 hingga Desember 2024. Tugas Akhir ini membahas tiga permasalahan utama yaitu pembangunan model fuzzy Tsukamoto untuk prediksi inflasi yang memanfaatkan hubungan antara pertumbuhan kredit dan inflasi inti, pemilihan aturan kebijakan moneter New Keynesian untuk merekomendasikan suku bunga dengan fungsi kerugian bank sentral terendah, serta perancangan sistem kontrol optimal yang mampu mengarahkan variabel makroekonomi menuju target secara efisien dan stabil. Selanjutnya, akan dievaluasi ketiga aturan kebijakan moneter, yaitu Aturan Taylor, Aturan Fisherian, dan Aturan Lean-Against-the-Wind, yang menghasilkan suku bunga rekomendasi pada berbagai skenario perekonomian Indonesia. Aturan kebijakan terpilih dijadikan target dalam perancangan sistem ruang keadaan dinamis yang dikendalikan menggunakan LQR. Performa sistem loop tertutup dengan kontrol LQR kemudian dibandingkan dengan sistem tanpa kontrol menggunakan fungsi biaya sebagai metrik utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerangka kebijakan moneter yang adaptif terhadap ketidakpastian memberikan rekomendasi suku bunga optimal bagi Bank Indonesia yang mendukung pencapaian stabilitas harga dan keuangan di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks.
PENGEMBANGAN SISTEM PREDIKSI BANJIR DAN ESTIMASI KERUGIAN EKONOMI BERBASIS COUPLED MODEL WRF/WRF-HYDRO DAN MACHINE LEARNING DI KAWASAN BALEENDAH
Kawasan Baleendah di DAS Citarum Hulu merupakan salah satu titik banjir paling kronis di Indonesia, dengan 14 kejadian banjir dan lebih dari 61.000 jiwa terdampak pada 2024. Pekerjaan ini mengembangkan kerangka sistem prediksi banjir end-to end yang mengintegrasikan model atmosfer WRF untuk menghasilkan curah hujan, model hidrologi WRF-Hydro untuk menghasilkan debit sungai, dan surrogate model berbasis machine learning (ML) untuk memetakan kedalaman rendaman, diakhiri estimasi kerugian ekonomi multisektoral (Expected Damage/ED). Dari sepuluh skenario parameterisasi, skema WSM3-KF-ACM2 terpilih sebagai konfigurasi WRF terbaik (RMSE kalibrasi 1,60 mm/jam; validasi 2,58 mm/jam). Konfigurasi ini menjadi forcing bagi WRF-Hydro yang dikalibrasi melalui 54 kombinasi parameter menggunakan NSE* (NSE terkoreksi cross-correlation lag), menghasilkan NSE* 0,711 (kalibrasi) dan 0,481 (validasi). Dekomposisi galat pewaktuan mengungkap lag intrinsik WRF-Hydro (~3–6 jam) sebagai komponen dominan dibanding keterlambatan presipitasi WRF. Surrogate model ElasticNet Polynomial yang dilatih pada 14 skenario HEC-RAS 2D menghasilkan rata-rata RMSE 0,043 m dan F1-score 0,969 berdasarkan uji Leave-One-Out Cross Validation. Pada validasi operasional, model mencapai RMSE 0,062 m (F1-score 0,990) pada kasus berdebit puncak mendekati Q1 dan 0,241 m (F1-score 0,981) pada kasus berdebit puncak mendekati Q100 dengan input FNL. Durasi pemetaan genangan tereduksi dari 3.429 detik menjadi 0,003 detik per prediksi, meskipun lead-time total sistem (~12 jam) tetap didominasi komputasi hulu. Estimasi ED mencapai Rp605,31 miliar (galat ?9,15%, FNL) dan Rp548,97 miliar (?17,61%, GFS) pada kasus mendekati Q100, serta Rp367,05 miliar (?5,39%) pada kasus mendekati Q1. Galat di bawah 20% menegaskan keandalan sistem untuk peringatan dini near real-time.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PEMANFAATAN GELEMBUNG MIKRO DAN NANO SEBAGAI ADITIF DEXLITE (B35) TERHADAP PRESTASI KERJA MESIN DIESEL
Proyeksi peningkatan produksi dan konsumsi biodiesel di Indonesia pada 2030–2050 mencerminkan peran strategisnya dalam mencapai target emisi nol bersih. Di sisi penawaran, kebijakan pembangunan infrastruktur dan penerapan campuran B40–B50 mendukung proyeksi peningkatan produksi biodiesel. Sementara itu, konsumsi biodiesel pada sektor transportasi terus meningkat selama beberapa tahun terakhir. Namun, biodiesel memiliki kelemahan utama: nilai kalornya lebih rendah daripada nilai kalor diesel. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai kalor Dexlite dan prestasi kerja mesin diesel yang mengonsumsinya melalui penambahan gelembung mikro dan nano (GMN). Pendekatan ini didasarkan pada Nakatake et al. (2013) dan Oh et al. (2013) yang melaporkan peningkatan prestasi kerja mesin diesel dan bensin melalui penambahan GMN. Selain itu, penelitian ini merupakan salah satu studi awal yang mengoptimasi parameter pembangkitan GMN dalam Dexlite dan menentukan pengaruh penambahannya terhadap nilai kalor Dexlite. Berdasarkan penelitian ini, durasi pembangkitan GMN dan kecepatan aliran Dexlite optimal untuk GMN oksigen adalah 10 menit dan 30 liter per menit, sedangkan untuk GMN hidrogen adalah 8,73 menit dan 29,95 liter per menit. Penambahan GMN oksigen dan GMN hidrogen pada parameter pembangkitan optimal meningkatkan nilai kalor Dexlite sebesar 2,74% dan 4,77%. Sementara itu, efisiensi termal mesin diesel yang mengonsumsi Dexlite dengan GMN menunjukkan peningkatan rata-rata 0,60% dan 4,77% untuk oksigen dan hidrogen secara berturut-turut. Pengujian prestasi kerja mesin diesel dilakukan tanpa replikasi karena keterbatasan jumlah sampel sehingga pengaruh pendekatan ini belum dapat dikonfirmasi secara statistik. Namun, kecenderungan yang diamati menunjukkan potensi pendekatan ini sehingga layak untuk dikembangkan, khususnya melalui pengendalian gas terlarut dalam bahan bakar.
VARIABILITAS MIXED LAYER DEPTH DAN OKSIGEN TERLARUT DI TELUK TOMINI
Pemanasan global menyebabkan kenaikan suhu permukaan laut yang berdampak pada penguatan stratifikasi termal dan perubahan Mixed Layer Depth (MLD), yang secara langsung dapat memengaruhi distribusi Dissolved Oxygen (DO) di kolom air. Teluk Tomini sebagai perairan semi-tertutup di bagian timur Indonesia dipengaruhi oleh sistem monsun dan pertukaran massa air dengan Laut Maluku, namun kajian komprehensif mengenai variabilitas MLD dan DO di wilayah ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi variasi spasial dan temporal MLD serta DO, sekaligus menganalisis hubungan dinamika MLD terhadap distribusi DO di Teluk Tomini selama periode 1993–2024. Data MLD diperoleh dari perhitungan menggunakan ambang batas suhu ?T ? 0,2°C dari suhu di kedalaman referensi 10 meter. Analisis temporal MLD dan DO mencakup perhitungan tren, FFT, dan Cross-Correlation Function (CCF) terhadap indeks ENSO. Hasil menunjukkan MLD berfluktuasi antara 15–50 meter dengan tren penipisan -0,1832 m/tahun seiring kenaikan suhu permukaan laut +0,0198°C/tahun. MLD terdalam dijumpai pada musim barat (hingga 36 meter) akibat penguatan wind-driven mixing, sedangkan MLD terdangkal (<20 meter) terjadi pada musim peralihan II. Monsun mendominasi variabilitas MLD pada periode 0,25 dan 0,5 tahun, sementara ENSO memengaruhi MLD dengan lag waktu sekitar 1 bulan (r = -0,44). Variabilitas DO di kedalaman MLD relatif homogen sepanjang tahun (6,42– 6,58 mg/L). Analisis tren menunjukkan adanya peningkatan DO sebesar 0,0007 mg/L per tahun, namun besarnya peningkatan tersebut sangat kecil sehingga tidak memberikan dampak yang signifikan secara ekologis. Pengaruh ENSO terhadap DO lebih lemah (r = -0,23) dibanding terhadap MLD, karena DO juga dikontrol oleh proses biologis dan kimiawi yang memiliki dinamikanya sendiri. Dinamika MLD berpengaruh signifikan terhadap distribusi vertikal DO, namun kondisi DO di lapisan campuran tetap stabil dan berkualitas baik sepanjang tiga dekade pengamatan. Tren penipisan MLD jangka panjang akibat pemanasan global perlu terus dipantau karena berpotensi dalam membatasi distribusi oksigen ke lapisan lebih dalam sehingga dapat berdampak pada produktivitas dan kesehatan ekosistem Teluk Tomini di masa mendatang.
KONSEP ZERO DELTA Q MELALUI ANALISIS KESESUAIAN INFRASTRUKTUR PENGENDALI RISIKO BANJIR : STUDI KASUS JAKARTA
Banjir pluvial di Jakarta mendominasi kejadian banjir akibat peningkatan koefisien limpasan (C) seiring perkembangan kawasan terbangun. Hal ini disebabkan oleh curah hujan ekstrem, perubahan tata guna lahan, dan kapasitas sistem drainase yang belum memadai. Selain itu, penurunan muka tanah akibat ekstraksi air tanah yang berlebihan dan ketergantungan pada sumber air baku dari luar wilayah memperburuk situasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi hidrologi dan hidraulika guna memahami pola debit banjir, mengevaluasi efektivitas penerapan prinsip zero delta Q (ZDQ) berbasis Sustainable Urban Drainage Systems (SuDS), serta merumuskan rekomendasi integrasi tata guna lahan dengan kapasitas sistem tata air untuk mengurangi risiko banjir pada kawasan strategis terpilih sekaligus mendukung penerapan Nature-based Solutions (NbS). Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif berbasis data spasial, hidrologi, dan hidraulika dengan menggunakan perangkat lunak QGIS dan model HEC-RAS 2D. Pemodelan dilakukan dengan lima skenario, yaitu: (1) kondisi eksisting, (2) normalisasi saluran penghubung (PHB), (3) normalisasi saluran dan penerapan ZDQ, (4) peningkatan kapasitas saluran, penerapan ZDQ, dan penyediaan tampungan berbasis SuDS, serta (5) integrasi skenario 4 dan sistem pompa. Evaluasi berdasarkan luas genangan, kedalaman genangan, durasi genangan, serta klasifikasi tingkat ancaman banjir mengacu peraturan yang berlaku. Hasil analisis skenario 1 menunjukkan bahwa sistem drainase belum mampu menampung debit Q10, dengan luas genangan mencapai 91,87 ha, kedalaman genangan rata-rata sebesar 0,55 m, dan durasi surut rata-rata selama 4 jam. Pelaksanaan intervensi skenario 2 sampai dengan 5 mampu menurunkan dampak banjir secara signifikan, terutama pada skenario 5 memberikan kinerja terbaik melalui penurunan luas genangan menjadi 0,01 ha (99,9%), kedalaman genangan rata-rata menjadi 0,10 m, serta percepatan durasi surut menjadi rata-rata 2 jam. Selain itu, penyediaan tampungan rekayasa sebesar 588 m³ pada skenario 4 dan 5 berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air baku alternatif. Penelitian ini juga merekomendasikan penerapan terintegrasi infrastruktur pengendalian banjir sebagai pendekatan yang dapat direplikasi pada kawasan lain untuk meningkatkan ketahanan terhadap banjir dan mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
PENGEMBANGAN CONSENT MANAGEMENT SYSTEM DAN BREAK-GLASS UNTUK REKAM MEDIS ELEKTRONIK BERBASIS FHIR DAN DS4P STUDI KASUS: SATUSEHAT PLATFORM
Sistem rekam medis elektronik pada SATUSEHAT Platform saat ini masih menggunakan mekanisme persetujuan umum yang belum memungkinkan pasien untuk mengendalikan akses data secara granular. Selain itu, sistem belum menerapkan segmentasi data sensitif, belum menyediakan jejak audit yang tahan terhadap manipulasi, serta belum memiliki protokol akses darurat yang terstruktur. Tugas Akhir ini merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi prototipe Consent and Policy Gateway berbasis Fast Healthcare Interoperability Resources (FHIR) untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sistem yang dikembangkan menyediakan mekanisme persetujuan granular yang memungkinkan pasien mengatur akses berdasarkan jenis data, peran klinisi, dan tujuan penggunaan data. Selain itu, sistem menerapkan kebijakan Attribute-Based Access Control (ABAC) yang dipadukan dengan pelabelan keamanan Data Segmentation for Privacy (DS4P). Untuk mendukung kebutuhan akses darurat, sistem menyediakan protokol break-glass dengan autentikasi tambahan berupa Time-based One-Time Password (TOTP) serta token dengan masa berlaku terbatas. Sistem juga dilengkapi audit trail berbasis hash-chaining guna menjamin integritas dan ketertelusuran setiap aktivitas akses data. Berdasarkan pengujian black-box, seluruh skenario berhasil dijalankan sesuai rencana pengujian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem telah memenuhi seluruh kebutuhan fungsional dan nonfungsional yang ditetapkan. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa mekanisme pengendalian akses berbasis persetujuan granular, segmentasi DS4P, akses darurat terkontrol, serta audit yang tahan terhadap manipulasi dapat diimplementasikan pada sistem rekam medis elektronik berbasis FHIR. Prototipe yang dikembangkan juga berpotensi menjadi lapisan middleware atau gateway tambahan pada SATUSEHAT Platform untuk meningkatkan kontrol akses, perlindungan privasi data sensitif, serta auditabilitas akses rekam medis elektronik.
STRUKTUR KECEPATAN GELOMBANG GESER DI BAWAH NUSANTARA (IBU KOTA BARU INDONESIA) DAN WILAYAH SEKITARNYA MENGGUNAKAN AMBIENT NOISE TOMOGRAPHY
Ibu Kota Nusantara ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 di Kalimantan Timur, di atas Cekungan Kutai yang merupakan cekungan sedimen Tersier terbesar di Indonesia. Meskipun kawasan ini dipilih karena risiko geologi yang relatif rendah, kondisi tektonik regionalnya dicirikan oleh sistem sesar aktif, termasuk Sesar Naik Loa Haur-Separi yang baru teridentifikasi. Penelitian ini menerapkan metode ambient noise tomography (ANT) menggunakan rekaman 13 seismometer broadband selama enam bulan untuk mengkarakterisasi struktur kerak dangkal secara tiga dimensi. Korelasi silang antar pasangan stasiun menghasilkan fungsi Green empiris, dari mana kurva dispersi kecepatan grup gelombang Rayleigh pada rentang periode 0,4–6,3 s diekstraksi. Inversi tomografi gelombang permukaan menghasilkan model kecepatan gelombang geser (Vs) tiga dimensi hingga kedalaman ~6,5 km. Hasil tomografi menunjukkan nilai Vs absolut yang rendah dan konsisten (1,4–1,9 km/s) pada kedalaman 0–6,5 km, mengindikasikan dominasi sedimen tebal Cekungan Kutai. Anomali perturbasi Vs positif pada zona Antiklin Samarinda berorientasi NNE-SSW mencerminkan struktur fold-and-thrust belt, sedangkan wilayah Nusantara menunjukkan anomali negatif yang mengindikasikan sedimen Tersier belum terkonsolidasi dengan porositas tinggi. Kontras lateral Vs yang signifikan memungkinkan identifikasi Sesar Naik Loa Haur-Separi dari kedalaman 2–6,5 km dengan sudut kemiringan ~7°, konsisten dengan geometri low-angle thrust fault. Penelitian ini menghasilkan model Vs kerak dangkal tiga dimensi pertama di bawah wilayah Nusantara, sekaligus memberikan informasi penting mengenai geometri sesar bawah permukaan dan implikasinya terhadap bahaya seismik ibu kota baru Indonesia.
PEMANAFAATAN INFORMASI BATIMETRI UNTUK KEPERLUAN PELETAKAN PIPA BAWAH LAUT
Survei batimetri merupakan bagian dari survei hidrografi dimana dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, salah satu manfaat survei batimetri adalah untuk peletakan pipa bawah laut. Untuk melakukan survei batimetri dalam keperluan peletakan pipa sangat dibutuhkan ketelitian yang tinggi agar tidak terjadi kesalahan pemberian informasi pada pengguna. Studi kasus dalam tugas akhir ini dilakukan di Perairan Tanjung Priok. Dalam survei ini data yang diperoleh meliputi data kedalaman dan posisi titik fiks perum serta data pengamatan pasut Pulau Damar. Kualitas dari survei ini memenuhi ketelitian yang disyaratkan dimana dari data pengecekan kedalaman pada jalur utama dan jalur silang memenuhi kesalahan maksimum (?) = . Jalur pipa yang akan ditentukan sedapat mungkin aman, memudahkan proses pemasangan pipanya, dan mempunyai jarak terpendek. Jalur pipa yang ditentukan pada survei ini merupakan jalur pipa yang dianalisis dari data batimetri dimana diperoleh jalur pipa yang melewati tengah-tengah koridor survei yang sesuai dengan yang direncanakan.
ANALISIS KANDUNGAN KLOROFIL-A PADA LAMUN ENHALUS ACOROIDES DI PERAIRAN SANUR, BALI
Klorofil-a pada lamun Enhalus acoroides merupakan indikator sensitif terhadap kesehatan perairan. Perairan Sanur memiliki karakteristik lingkungan beragam, yang diwakili oleh Pantai Sindhu (wisata padat, subtrat berpasir), Pantai Karang (wisata tinggi, subtrat berbatu), dan Pantai Semawang (tenang). Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan klorofil-a dan pengaruh parameter kualitas air (suhu, salinitas, pH, DO). Penelitian dilakukan pada 14 – 17 Oktober 2025 saat surut terendah. Sampel daun diambil dengan metode transek garis sepanjang 120 m (interval 20 m) dan kuadrat 50×50 cm. Analisis klorofil-a menggunakan ekstraksi DMSO (70°C selama 24 jam) dan uji spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata klorofil-a sebesar 0,5851 mg/g. Kandungan tertinggi ditemukan di Pantai Semawang (0,5851 mg/g), diikuti Pantai Karang (0,5648 mg/g), dan terendah di Pantai Sindhu (0,5547 mg/g). Pola spasial menunjukkan kandungan klorofil-a tertinggi pada jarak 20 – 40 m dari garis pantai (0,60 mg/g) dan menurun pada 60 – 100 m (0,55 mg/g). Parameter kualitas air secara umum berada pada batas aman (suhu 31,1 – 31,6°C, salinitas 30 – 30,4 ppt, pH 8,22 – 8,25), namun kadar DO tergolong rendah (4,58 – 4,86 mg/L) terutama pada Pantai Sindhu. Dapat disimpulkan bahwa kandungan klorofil-a di Perairan Sanur berada pada kategori sedang-rendah, dengan Pantai Semawang sebagai lokasi terbaik, sedangkan Pantai Sindhu mengalami tekanan lingkungan akibat aktivitas wisata yang padat dan rendahnya kadar DO berkontribusi pada stres lamun.
DINAMIKA SOSIAL MASYARAKAT DAN PELAYANAN INFRASTRUKTUR SOSIAL PADA TAHAP OPERASIONAL STASIUN KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG TEGALLUAR KABUPATEN BANDUNG 2023-2026
Penelitian ini mengkaji dinamika sosial masyarakat dan peran infrastruktur sosial pada tahap operasional Stasiun Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Tegalluar di kawasan peri-urban. Pembangunan infrastruktur transportasi berskala besar mendorong perubahan fisik, sosial, dan ekonomi kawasan yang memengaruhi kehidupan masyarakat lokal. Namun, penelitian terkait KCJB masih lebih banyak berfokus pada dampak fisik dan ekonomi, sementara kajian mengenai peran infrastruktur sosial dalam mendukung adaptasi masyarakat terhadap perubahan kawasan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dinamika sosial masyarakat di kawasan sekitar Stasiun KCJB Tegalluar pada tahap operasional, khususnya terkait persepsi, respons, dan bentuk adaptasi masyarakat terhadap rencana pengembangan kawasan serta, dengan memperhatikan peran infrastruktur sosial dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan demand-oriented dan induktif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan studi dokumen. Analisis dilakukan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis tematik interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di sekitar Stasiun KCJB Tegalluar berada dalam kondisi sosial transisional antara karakter perdesaan dan perkotaan. Kehadiran stasiun mendorong perubahan aktivitas ekonomi menuju sektor perdagangan, jasa, dan usaha informal, serta memengaruhi pola interaksi sosial akibat meningkatnya mobilitas kawasan. Persepsi masyarakat terhadap perubahan kawasan bersifat ambivalen, sebagian masyarakat memandang KCJB sebagai peluang peningkatan aksesibilitas dan ekonomi, sementara sebagian lainnya menunjukkan ketidaksiapan dan kekhawatiran terhadap perubahan kawasan yang berlangsung cepat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa perubahan kawasan yang berlangsung cepat memunculkan tekanan adaptasi dan ketidakpastian bagi masyarakat lokal. Dalam kondisi tersebut, infrastruktur sosial berperan penting dalam membantu masyarakat mempertahankan kehidupan sosial dan beradaptasi melalui hubungan sosial, ruang interaksi komunitas, dan dukungan antarwarga.
PENENTUAN PENYESUAIAN RISIKO IFRS 17 BERDASARKAN BEST ESTIMATE LIABILITY (BEL) PADA DUA LINI BISNIS MENGGUNAKAN METODE PAIDINCURRED CHAIN MODEL
Perusahaan asuransi dituntut untuk mengestimasi besar pembayaran klaim dan lonjakan tak terduga dari berbagai lini bisnis agar tidak terjadinya gagal bayar. Antisipasi ini dapat dilakukan melalui perhitungan penyesuaian risiko berbasis segitiga run-off. Dalam pembayaran klaim, perusahaan tidak membayarkan secara langsung hingga lunas sehingga dapat dibentuknya segitiga run-off dengan informasi besar klaim yang dibayar dan besar klaim yang harus dibayarkan dengan tahun kejadian dan tahun perkembangan tertentu. Dalam memprediksi besar liabilitas terbaik dapat diterapkan metode paid-incurred chain (PIC) model. Prediksi besar liabilitas untuk lini bisnis properti dan motor vehicle (MV) diterapkan metode bootstrap pada data untuk menghasilkan berbagai skenario data observasi baru dan simulasi monte-carlo pada segitiga run-off baru tersebut sehingga diperoleh banyakanya bangkitan nilai best estimate liability (BEL). Penyesuaian risiko dihitung menggunakan dua metode kuantitatif, yaitu value at risk (VaR) dan condition tail expectation (CTE). Pada tingkat kepercayaan 95% penyesuaian risiko kumulatif dari dua lini bisnis tersebut adalah sebesar Rp 2,11 triliun dan Rp 2,90 triliun dengan metode VaR dan CTE secara berturut-turut. Penyesuaian risiko yang besar sebagian besar disebabkan lini bisnis properti.
MODEL DEPLOYMENT SISTEM OTOMASI INSPEKSI KONTAINER DI PELABUHAN
Sektor logistik Indonesia masih menghadapi tantangan efisiensi dengan biaya logistik mencapai 14,29% dari PDB, lebih tinggi dibandingkan negara maju yang kurang dari 10%. Proses inspeksi peti kemas di pelabuhan masih bergantung pada metode manual berbasis checklist dan belum terintegrasi secara digital dengan alur kerja pelabuhan maupun sistem kepabeanan. Tugas akhir ini bertujuan merumuskan model deployment Sistem Inspeksi Kontainer Digital Terintegrasi yang andal di lingkungan PT IPC Terminal Petikemas (PT IPC TPK), Pelabuhan Tanjung Priok. Kendala utama meliputi keterbatasan konektivitas jaringan ke pusat data Pelindo, persyaratan keamanan data sesuai Kebijakan TI Holding Pelindo, serta integrasi non-disruptif dengan sistem operasional 24 jam (TOS, DAQ, OCR, LPR, WIM, RPM, dan Barrier Gate). Metode yang digunakan adalah Iterative Development yang dipandu Double Diamond Framework dan prinsip tata kelola COBIT. Kebutuhan dikumpulkan melalui wawancara dan observasi lapangan, lalu dilanjutkan analisis komparatif model deployment, perancangan arsitektur, serta evaluasi melalui pengujian CI/CD dan load testing. Hasil tugas akhir menunjukkan bahwa model hybrid on-premise tiga tingkat merupakan solusi paling layak. Tier 1 menempatkan AI service Docker di Server 1 GRAHA untuk inferensi lokal, Tier 2 menempatkan backend dan basis data di Cloud Pelindo Hub dengan dua lapis isolasi, sedangkan Tier 3 memanfaatkan Cloudflare Workers untuk frontend dashboard. Arsitektur teknis yang dirancang mencakup WireGuard VPN antar-tier, tiga pipeline CI/CD GitHub Actions independen, strategi backup MongoDB berbasis pointin- time recovery (PITR) dengan full backup berkala, serta stack pemantauan cAdvisor, Prometheus, dan Grafana. Evaluasi memverifikasi kesesuaian terhadap kontrol tata kelola utama, ketahanan pipeline terhadap delapan skenario kegagalan, latensi p95 sebesar 1,05 hingga 1,18 detik (?2 detik), dan integritas audit trail 100%. Interpolasi terkalibrasi-GPU mengestimasi kebutuhan komputasi lapangan ?815 sparse INT8 TOPS per gate dengan memori sebagai faktor pengikat. Model yang diusulkan layak secara teknis pada lingkup infrastruktur, konektivitas, CI/CD, pemulihan data, dan pemantauan, dengan validasi lanjutan diperlukan pada lingkungan produksi Pelindo.
EVALUASI DAN OPTIMASI PENGELOLAAN AIRTANAH PADA AREA OPERASIONAL PT XYZ
Peningkatan pengambilan airtanah dikhawatirkan memicu penurunan muka airtanah yang signifikan dan risiko degradasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pemompaan serta mengoptimalkan debit pengambilan airtanah agar tetap mematuhi kriteria zonasi konservasi airtanah yang ditetapkan pemerintah. Penelitian menggunakan pendekatan pemodelan numerik aliran airtanah pada skala lokal dengan perangkat lunak MODFLOW-NWT. Untuk mencapai solusi ekstraksi yang paling efisien, dilakukan analisis optimasi otomatis menggunakan perangkat lunak GWM-VI (Groundwater Management – Version Independent) yang mengintegrasikan simulasi aliran ke dalam kerangka kerja optimasi berbasis fungsi tujuan dan batas teknis (constraints). Model dikonstruksi dengan mengintegrasikan data geologi, log pemboran, dan survei geofisika untuk merepresentasikan sistem akuifer multilapisan. Proses kalibrasi dilakukan pada kondisi tunak dan transien untuk memastikan akurasi model sebelum digunakan dalam simulasi skenario hingga tahun 2031. Hasil simulasi menunjukkan bahwa debit pemompaan maksimal berpotensi menyebabkan penurunan muka airtanah (MAT) melampaui ambang batas 40% pada tahun 2026, yang mengubah status menjadi zona rawan. Melalui pendekatan optimasi matematis berbasis matriks respons pada GWM-VI, didapatkan kombinasi debit optimal yang mampu menjaga seluruh titik pengamatan tetap berada dalam zona aman hingga akhir periode proyeksi. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa evaluasi kuantitatif respons sistem akuifer untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air di area industri.
PERANCANGAN JEMBATAN SEMI-INTEGRAL PRESTRESSED CONCRETE I GIRDER DAN EVALUASI KINERJA DENGAN PUSHOVER ANALYSIS
Konektivitas antarwilayah melalui infrastruktur jalan tol memerlukan elemen jembatan yang andal terhadap beban layan maupun beban seismik, mengingat Indonesia merupakan wilayah dengan aktivitas kegempaan tinggi. Penelitian ini membahas perancangan struktur jembatan semi-integral dengan PCI Girder setinggi 1,7 m sebagai struktur elevated pada ruas Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 1, STA 74+750, serta evaluasi kinerjanya menggunakan Pushover Analysis. Struktur yang dirancang merupakan jembatan multi bentang tiga bentang dengan delapan PCI Girder per bentang sepanjang 30 m, dimodelkan menggunakan MIDAS Civil dengan pembebanan mengacu pada SNI 1725:2016 dan perencanaan tahan gempa sesuai SNI 2833:2016. Desain mencakup seluruh elemen struktur mulai dari abutment, pier, pierhead, PCI Girder beserta tendon prategang, diafragma, slab UHPC, pilecap, hingga pondasi tiang bor. Evaluasi seismik melalui Pushover Analysis menghasilkan performance point pada arah longitudinal dengan base shear 10.770 kN dan displacement kepala pier 251,3 mm, serta arah transversal dengan base shear 20.860 kN dan displacement 60,5 mm. Berdasarkan batasan drift mengacu pada ATC-40, level kinerja struktur pada gempa dengan probabilitas terlampaui 7% dalam 75 tahun adalah Life Safety (LS). Tinjauan mekanisme plastis menunjukkan bahwa first yield terjadi pada pangkal dan ujung atas pilar, sesuai prinsip hierarki plastifikasi yang mensyaratkan plastic hinge terbentuk pada elemen yang mudah diinspeksi dan diperbaiki, sehingga konektivitas dan keandalan struktur jembatan tetap terjaga pascagempa.
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN MULTIKRITERIA UNTUK MENINGKATKAN KEHANDALAN COOLING TOWER: PENERAPAN VALUE FOCUS-THINKING DAN ANALYTIC- HIERARCHY PROCESS DI PT. KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL RU III PLAJU
Menara pendingin memainkan peranan penting dalam menjaga kontinuitas operasional kilang dengan menyediakan air pendingin untuk unit proses dan sistem utilitas. Struktur menara pendingin telah beroperasi selama lebih dari tiga puluh tahun menggunakan bahan struktural kayu dan telah mengalami deteriorasi progresif yang disebabkan oleh paparan jangka panjang terhadap kelembapan, lingkungan kimia, beban operasional, dan degradasi biologis. Frekeunsi kerusakan yang meningkat memerlukan kegiatan perbaikan pemeliharaan yang sering melalui penggantian sebagian dan sektoral. Karena menara pendingin adalah aset utilitas yang kritis, pemilihan strategi perbaikan yang paling tepat akan menjadi keputusan strategis penting bagi perusahaan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi harapan pemangku kepentingan terkait keandalan operasional mendara pendingin, mengevaluasi alternatif pemeliharaan dan perbaikan yang tersedia, serta menentukans strategi yang paling tepat menggunakan pendekatan pengambilan keputusan multi-kriteria yang terstruktur. Penelitian ini mengadopsi pendekatan campuran yang mengintegrasikan Value-Focused Thinking (VFT), Analytic Hierarchy Process (AHP), dan Cost/Benefit Analysis (CBA). Integrasi metode-metode ini memungkinkan nilai-nilai pemangku kepentingan yang bersifat kualitatif dan evaluasi keputusan yang bersifat kuantitatif untuk digabungkan secara sistematis dalam proses pengambilan keputusan yang komprehensif. Lima kriteria evaluasi utama muncul dengan kontinuitas operasional diidentifikasi sebagai kriteria terpenting dan tiga alternatif strategis dihasilkan dan dievaluasi. Integrasi analisis Biaya/Manfaat dan dinormalisasi untuk integrasi ke dalam model sintesis AHP menunjukkan bahwa revitalisasi menara pendingin yang ada menggunakan struktur kayu adalah alternatif yang paling disukai. Kemudian, uji sensitivitas lebih lanjut dilakukan untuk mengevaluasi ketahanan model keputusan yang menghasilkan alternatif yang dipilih tetap menjadi opsi dengan peringkat tertinggi di semua kasus evaluasi, menujukkan model keputusan yang stabil dan dapat diandalkan.