📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6,268 dokumenANALISIS SPEKTRAL REFLEKTANSI TANAMAN PERTANIAN ( STUDI KASUS : KABUPATEN BANDUNG DAN SUBANG )
Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi penginderaan jauh dalam memperoleh informasi tentang suatu obyek, daerah, atau fenomena yang ada secara temporal, maka satelit penginderaan jauh sangat berpotensi untuk dipergunakan dalam kajian kondisi tanaman pertanian di suatu daerah. Dengan biaya yang relatif murah, informasi terkini tentang kondisi tanaman pertanian yang umumnya memiliki cakupan luas dapat diperoleh dalam waktu yang relatif cepat, sehingga pola perubahan lahan pertanian, identifikasi, inventarisasi, pengukuran dan karakteristik tanaman pertanian dapat dianalisis dengan lebih cepat dan tepat. Hingga saat ini informasi mengenai tanaman pertanian suatu daerah secara temporal dan up to date dibutuhkan oleh pemerintah daerah baik propinsi, kabupaten dan kota. Dalam mengidentifikasi tanaman pertanian menggunakan satelit penginderaan jauh sering mengalami kendala, dikarenakan tidak adanya data yang bisa dijadikan acuan dalam mengenali karakteristik suatu tanaman. Untuk itu diperlukan suatu kajian mengenai karakteristik spektral reflektansi tanaman pertanian yang kemudian dapat menyusun sebuah kamus yang berfungsi sebagai acuan dalam interpretasi data citra satelit. Kamus spektral tersebut dapat membantu, mempermudah, dan mempercepat identifikasi tanaman pertanian dalam pengolahan citra satelit, dan membantu pihak yang berwenang dalam mengambil suatu kebijakan atau keputusan.
KORELASI MORFOLOGI PARTIKEL KATODE LINI0,5MN1,5O4 TERHADAP KINERJA ELEKTROKIMIA PADA BATERAI ION LITIUM
Peningkatan kebutuhan baterai ion litium (LIBs) dan tantangan berupa jangkauan berkendara yang lebih jauh pada electric vehicle (EV) mendorong fokus pengembangan pada katode dengan tegangan operasional dan kepadatan energi tinggi. Katode spinel LiNi0.5Mn1.5O4 (LNMO) dengan tegangan operasional dan kepadatan energi yang tinggi, jalur difusi ion 3D, serta struktur bebas kobalt menjadi salah satu kandidat yang kuat dan menjanjikan. Namun, komersialisasi LNMO masih terhambat oleh masalah fundamental yaitu stabilitas struktur pada tegangan tinggi. Salah satu strategi yang sering digunakan adalah rekayasa morfologi partikel. Pada penelitian ini, dilakukan sintesis material katode LNMO dengan morfologi berbeda melalui metode kopresipitasi sederhana untuk dianalisis hubungan dengan kinerja elektrokimianya. Material yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi untuk menginvestigasi struktur kristal, morfologi, dan kinerja elektrokimianya menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM), pengujian charge-discharge, dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Masing-masing material menunjukkan karakteristik elektrokimia yang berbeda: LNMO-P (polihedral) unggul dalam kapasitas, LNMOO (oktahedral) unggul dalam stabilitas, dan LNMO-T (oktahedral terpotong) unggul dalam rate capability. Karakteristik ini dibuktikan dengan kapasitas discharge awal LNMO-P sebesar 135,02 mAh g -1 , stabilitas siklus LNMO-O dengan retensi kapasitas sebesar 95,26% setelah 200 siklus, dan kemampuan rate capability LNMO-T dengan kapasitas discharge 108,54 mAh g -1 pada 5C. Perbedaan ini disebabkan karena tiap morfologi mengekspos faset yang berbeda, yaitu faset {111} untuk stabilitas struktur dan faset {100} untuk peningkatan kinetika transfer ion Li+ .
PENGARUH AI-GENERATED KEY VISUALS TERHADAP NIAT PENGGUNAAN LAYANAN DIGITAL BANKING PADA KAMPANYE PROMOSI BERBASIS WHATSAPP: PERAN MEDIASI ATTENTION DAN TRUST
Perkembangan pesat pada teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif telah mengubah praktik pemasaran digital, termasuk peningkatan penggunaan konten promosi yang dihasilkan oleh AI dalam kampanye promosi digital. Di industri perbankan digital, komunikasi promosi melalui platform seperti WhatsApp menjadi semakin penting karena meningkatnya jumlah konsumen yang aktif secara digital dan megunakan WhatsApp sebagai media komunikasi sehari-hari. Diluar dari adanya efisiensi (dalam SLA pembuatan konten promosi dan budget) yang dapat di optimalkan melalui pembuatan konten dengan teknologi AI generatif, terdapat juga kekhawatiran mengenai apakah visual promosi yang dihasilkan AI mampu menarik perhatian pengguna, membangun kepercayaan, dan mendorong niat pengguna untuk menggunakan layanan perbankan digital. Studi-studi yang sudah dilakukan sebelumnya memberikan wawasan yang beragam mengenai efektivitas dan persepsi dalam keaslian konten visual yang dihasilkan oleh AI, khususnya di industri yang menjual jasa atau produk dengan keterlibatan tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini menyelidiki pengaruh visual promosi yang dihasilkan AI terhadap niat penggunaan dalam kampanye promosi perbankan digital berbasis WhatsApp, dengan perhatian dan kepercayaan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS. Penelitian ini dilakukan menggunakan data survei yang dikumpulkan dari 159 responden di Jabodetabek yang aktif menggunakan layanan perbankan digital dan berfokus pada Generasi Y & Z. Model penelitian yang diusulkan akan mengkaji efek langsung dari konten visual yang dihasilkan AI terhadap perhatian, kepercayaan, dan niat penggunaan, serta efek mediasi dari perhatian dan kepercayaan pada hubungan antara visual promosi yang dihasilkan AI dan niat penggunaan. Mengikuti kerangka konseptual yang telah dibentuk, hipotesis yang diajukan adalah bahwa konten visual yang dihasilkan AI secara positif memengaruhi perhatian, kepercayaan, dan niat penggunaan, sementara perhatian dan kepercayaan secara positif memengaruhi niat penggunaan dan memediasi hubungan antara konten visual yang dihasilkan AI dan niat penggunaan. Temuan menunjukkan bahwa konten visual yang dihasilkan AI memiliki efek positif dan signifikan terhadap perhatian, kepercayaan, dan niat penggunaan. Konten visual yang dihasilkan AI secara signifikan memengaruhi perhatian (? = 0,741; p < 0,001) dan kepercayaan (? = 0,764; p < 0,001), membuktikan bahwa konten visual yang dihasilkan AI yang menarik secara visual, informatif, dan kredibel efektif dalam menarik perhatian pengguna dan memperkuat kepercayaan terhadap layanan perbankan digital. Konten visual yang dihasilkan AI juga memiliki efek langsung yang positif dan signifikan terhadap niat penggunaan (? = 0,213; p = 0,014), meskipun efek langsungnya tidak sekuat jika dibandingkan dengan efek tidak langsung melalui perhatian dan kepercayaan. Lebih lanjut, perhatian memiliki efek terkuat pada niat penggunaan (? = 0,487; p < 0,001), sementara kepercayaan juga secara positif memengaruhi niat penggunaan (? = 0,255; p = 0,003). Analisis berbasis mediasi juga menunjukkan bahwa perhatian dan kepercayaan secara signifikan memediasi hubungan antara konten visual yang dihasilkan AI dan niat penggunaan, dengan perhatian bertindak sebagai variabel mediasi yang lebih kuat.
PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING PARAMETER LINGKUNGAN BERBASIS ARDUINO BERBIAYA MURAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN EFEK GAS RUMAH KACA DAN FOTOSINTESIS
Keterbatasan media pembelajaran berbasis eksperimen menyebabkan pengamatan perubahan parameter lingkungan pada materi efek gas rumah kaca dan fotosintesis belum dapat dilakukan secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring lingkungan berbasis Arduino sebagai media pembelajaran efek gas rumah kaca dan fotosintesis, menguji kinerja sistem dalam mengukur parameter lingkungan pada kondisi yang berbeda, serta menyusun modul ajar eksperimen. Sistem yang dikembangkan berupa greenhouse dua ruang berbasis Arduino yang dilengkapi sensor MQ135, DHT22, dan LDR. Data hasil pengukuran ditampilkan secara real-time melalui LCD dan Graphical User Interface (GUI), kemudian diuji melalui model efek gas rumah kaca dan eksperimen fotosinteisis pada kondisi terang dan gelap. Hasil kalibrasi menunjukkan sensor LDR memiliki nilai R² sebesar 0,9803 dan 0,9725, sedangkan sensor MQ135 memberikan performa terbaik menggunakan regresi polinomial dengan nilai R² sebesar 0,850 dan 0,975. Sensor DHT22 menghasilkan nilai MAE sebesar 0,836°C dan 1,418°C, serta RMSE sebesar 1,070°C dan 1,657°C. Pada eksperimen fotosintesis, konsentrasi CO? pada ruang terang menurun dari 105 ppm menjadi 89,13 ppm, sedangkan pada ruang gelap meningkat dari 173 ppm menjadi 201,67 ppm selama pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring yang dikembangkan mampu melakukan pengukuran dan visualisasi suhu, kelembaban, konsentrasi CO?, dan intensitas cahaya secara real-time pada berbagai kondisi eksperimen. Selain menghasilkan instrumen yang berfungsi dengan baik, penelitian ini juga menghasilkan modul ajar eksperimen sebagai panduan penggunaan sistem pada materi efek gas rumah kaca dan fotosintesis di jenjang IPA SMP, Fisika SMA, dan Biologi SMA.
REPRESENTASI VISUAL KELUARGA DALAM BUKU CERITA BERGAMBAR DAN PENERIMAANNYA PADA ANAK DARI IBU TUNGGAL
Tidak semua anak tumbuh dalam struktur keluarga yang lazim direpresentasikan dalam buku cerita anak Indonesia, yakni dikelilingi kehadiran lengkap figur ibu dan ayah. Ketimpangan antara realitas sosial dan keterbatasan representasi visual ini berisiko menciptakan alienasi simbolik bagi anak dari keluarga ibu tunggal. Kajian ini menawarkan kebaruan dengan menjembatani analisis wacana multimodal dan pengukuran afektif empiris untuk mengungkap dinamika negosiasi identitas pada pembaca usia 6-7 tahun. Melalui desain embedded mixed-methods, penelitian ini membedah representasi visual pada enam buku cerita bergambar yang mencakup kategori keluarga ibu tunggal, keluarga inti, dan keluarga besar. Analisis dilakukan melalui strategi encoding visual menggunakan kerangka Visual Grammar yang diintegrasikan dengan proses decoding melalui instrumen klasifikasi biner dan uji statistik Wilcoxon. Temuan mengungkap bahwa representasi keluarga ibu tunggal yang mengusung narasi resiliensi memberikan pengaruh signifikan dengan kekuatan efek yang besar terhadap peningkatan respons afektif positif anak. Integrasi data menunjukkan adanya pluralitas makna dalam proses decoding, di mana respons anak sangat dipengaruhi oleh resonansi memori personal terhadap detail objek keseharian yang berfungsi sebagai cermin atas realitas anak. Sebaliknya, citra keluarga inti yang terlalu normatif memicu kejenuhan atensi hingga resistensi afektif ekstrem sebagai bentuk oppositional reading. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bagi anak ibu tunggal, validasi struktur realitas merupakan prasyarat mutlak bagi terciptanya rasa aman sebelum mereka mampu mengakses dunia imajinasi. Sebagai implikasi praktis, strategi desain buku cerita bergambar untuk ibu tunggal sebaiknya menerapkan pemanfaatan objek akrab bagi anak, redefinisi otoritas ibu, mitigasi figur ayah, serta kontras warna sebagai navigasi afektif guna menjaga stabilitas emosi pembaca.
SINTESIS TURUNAN KUINAZOLIN TERDEUTERASI DAN POTENSINYA SEBAGAI INHIBITOR EGFR (ANTIKANKER) DAN BACE-1 (ALZHEIMER)
Kuinazolin merupakan senyawa N-heterosiklik yang telah banyak dimanfaatkan sebagai kerangka dasar dalam pengembangan obat antikanker, khususnya sebagai inhibitor EGFR generasi pertama dan kedua, seperti gefitinib, erlotinib, afatinib, dan dacomitinib. Selain itu, kerangka kuinazolin berpotensi dikembangkan sebagai inhibitor BACE-1 pada penyakit Alzheimer. Pada domain tirosin kinase EGFR, cincin kuinazolin berikatan pada kantong pengikatan ATP (ATP-binding site), di mana atom nitrogen pada cincin kuinazolin membentuk ikatan hidrogen dengan residu Met793 yang berada pada daerah hinge, sehingga menstabilkan pengikatan ligan pada situs aktif dan menghambat aktivitas tirosin kinase. Sementara itu pada BACE-1, cincin kuinazolin berinteraksi dengan residu katalitik Asp32 dan Asp228 pada sisi aktif enzim sehingga menghambat pemotongan amyloid precursor protein (APP) menjadi peptida ?-amiloid. Selain kerangka kuinazolin, substituen pada posisi C-4 juga diketahui berkontribusi terhadap interaksi dengan kantong hidrofobik protein target sehingga modifikasi pada posisi ini banyak dilakukan untuk meningkatkan aktivitas dan selektivitas senyawa. Meskipun demikian, keberadaan gugus metoksi pada posisi C-7 cincin kuinazolin rentan mengalami reaksi O-demetilasi yang dikatalisis oleh CYP450 terutama CYP2D6, menghasilkan metabolit hidroksi (–OH). Proses metabolisme ini meningkatkan polaritas senyawa sehingga mempercepat eliminasi, menurunkan stabilitas metabolik, dan berpotensi mengurangi efektivitas senyawa. Salah satu strategi yang banyak dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah deuterasi, yaitu penggantian atom hidrogen dengan deuterium pada gugus metoksi di posisi C-7 yang rentan mengalami reaksi O-demetilasi oleh enzim CYP2D6. Ikatan C–D yang lebih kuat dibandingkan ikatan C–H menyebabkan tahap pemutusan ikatan selama reaksi O-demetilasi berlangsung lebih lambat sehingga laju metabolisme oksidatif dapat diperlambat melalui kinetic isotope effect, tanpa mengubah sifat elektronik maupun interaksi senyawa dengan residu penting pada kantong pengikatan ATP EGFR dan sisi aktif BACE-1. Pendekatan ini telah diterapkan pada beberapa obat, seperti deutetrabenazine yang disetujui FDA pada tahun 2017 untuk pengobatan korea pada penyakit Huntington (Huntington's disease-associated chorea) dan tardive dyskinesia, serta deuruxolitinib yang memperoleh persetujuan FDA pada tahun 2024 untuk pengobatan alopecia areata. Kedua obat tersebut menunjukkan peningkatan stabilitas farmakokinetik dan tolerabilitas dibandingkan senyawa induknya (nonterdeuterasi). Pada penelitian ini telah disintesis delapan turunan 4- anilinokuinazolin terdeuterasi (4a–h) melalui reaksi substitusi nukleofilik aromatik menggunakan CD3OD dan NaOH 50% (w/v) dengan rendemen sekitar 90–97%. Senyawa 4a–h kemudian direduksi gugus -NO2 menjadi delapan turunan kuinazolin-4,6-diamina (5a–h) dengan kondisi optimum reaksi menggunakan tiourea dioksida 5 ekivalen dan NaOH 1 M dalam metanol, menghasilkan rendemen sekitar 82–90%. Struktur senyawa 4h dikonfirmasi lebih lanjut melalui analisis Single-Crystal X-ray Diffraction (SC-XRD) yang menunjukkan bahwa senyawa ini mengkristal dalam sistem ortorombik dengan grup ruang Pbca (No. 61) sebagai solvat DMSO. Struktur yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dengan nilai final R-index sebesar 0,0443 dan telah didaftarkan pada Cambridge Crystallographic Data Centre (CCDC No. 2527423). Hasil analisis menunjukkan bahwa cincin kuinazolin bersifat hampir planar dengan sudut torsi gugus anilino sebesar ?30,4° terhadap cincin kuinazolin, menyerupai konformasi twisted aniline pada inhibitor EGFR seperti gefitinib. Kisi kristal distabilkan oleh ikatan hidrogen N–H···O antara gugus NH anilin dengan molekul DMSO solvat. Seluruh senyawa kemudian diuji aktivitas penghambatannya terhadap EGFR dan BACE-1 secara in vitro. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa senyawa 4g yang memiliki substituen 3,4-dikloroanilin memiliki aktivitas penghambatan EGFR tertinggi dengan persen inhibisi sebesar 65,96 ± 0,72% pada konsentrasi 100 nM. Sementara itu, senyawa 4h yang memiliki substituen 4-trifluorometilanilin menunjukkan aktivitas penghambatan BACE-1 tertinggi dengan persen inhibisi sebesar 101,93 ± 1,08% pada konsentrasi 100 µM. Secara keseluruhan, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa deuterasi pada posisi C-7 berpotensi meningkatkan aktivitas penghambatan terhadap BACE-1 pada beberapa turunan, yang ditunjukkan oleh peningkatan aktivitas inhibisi senyawa 4a, 4d, dan 4e dibandingkan senyawa nonterdeuterasinya.
PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK SAWIT MELALUI TRANSESTERIFIKASI DENGAN KATALIS CAO BERBASIS CALCIUM GLYCEROLATE: PENGARUH JENIS KATALIS DARI LIMBAH BIOMINERAL–GLISEROL
Sektor transportasi merupakan penyumbang emisi CO? global terbesar, mencapai sekitar 35%, yang terutama berasal dari penggunaan bahan bakar. Diesel termasuk bahan bakar dengan emisi CO? tinggi (±10 kg CO?/gallon), bersifat tidak terbarukan, serta berpotensi menghasilkan emisi SOx. Biodiesel hadir sebagai alternatif dengan karakteristik serupa, namun berpotensi lebih unggul karena bersifat terbarukan, mampu menurunkan emisi CO? (kg CO2-eq) hingga 74%, dan meningkatkan angka setana. Namun, proses transesterifikasi konvensional dengan katalis basa homogen masih memiliki keterbatasan, seperti kesulitan pemisahan produk, tidak dapat diregenerasi, serta bersifat korosif. Salah satu alternatif potensial dari metode ini adalah penggunaan katalis heterogen karena mudah dipisahkan, dapat diregenerasi, dan memiliki korosivitas lebih rendah. Sejalan dengan hal tersebut, pengembangan CaO dari prekursor berbasis limbah biomineral dan gliserol melalui pembentukan calcium glycerolate berpotensi meningkatkan sifat katalitik, khususnya total basicity dan karakteristik pori, sekaligus mendorong valorisasi limbah. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan eksplorasi penggunaan katalis CaO dari prekursor calcium glycerolate yang disintesis dari limbah biomineral-gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh jenis prekursor CaO berupa eggshell, snailshell, dan Ca(OH)2 terhadap performa transesterifikasi minyak goreng sawit. Transesterifikasi dilakukan pada boiling flask kapasitas 250 mL dengan suhu 60°C selama 2 jam, dan catalyst load 7% b/b basis kering. Parameter yang diukur mencakup yield, komposisi, karakteristik biodiesel, parameter kinetika transesterifikasi, hingga karakteristik katalis dari uji kualitatif CaO, XRD, total basicity, SEM, dan BET. Analisis statistik juga dilakukan melalui ANOVA dan uji post-hoc Tukey serta Games-howell. Hasil penelitian untuk katalis heterogen menunjukkan bahwa jenis katalis memberi pengaruh signifikan terhadap yield dan %FAME dengan nilai tertinggi yield sebesar 88,36% b/b dari CH-CaO dan %FAME sebesar 99,74% (area%) dari CG(E)-CaO namun perbedaan prekursor tersebut tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap komposisi senyawa dominan pada biodiesel. Jenis katalis juga memiliki pengaruh signifikan terhadap konstanta laju reaksi dengan nilai tertinggi diperoleh CH-CaO sebesar 0,05 menit-1. Hasil pengujian karakteristik CaO menunjukkan bahwa pola XRD sesuai dengan kristalin CaO, total basicity tertinggi diperoleh pada CH-CaO sebesar 13,65 mmol/gram, volume pori tertinggi diperoleh CH-CaO & CG(E)-CaO sebesar 0,155 cm3/gr, dan luas permukaan tertinggi diperoleh pada CG(S)-CaO sebesar 3,67 m2/gr.
EKSPLORASI ALKALOID INDOL MONOTERPEN DARI DAUN KOPSIA FRUTICOSA (APOCYNACEAE) DAN PENENTUAN STEREOKIMIA ABSOLUTNYA
Tumbuhan famili Apocynaceae dikenal sebagai sumber alkaloid bioaktif yang memiliki efek terapeutik, termasuk aktivitas antikanker (vinblastin) dan antipsikotik (alstonin). Berbagai senyawa dari famili ini menunjukkan aktivitas antikanker berdasarkan hasil uji praklinik. Salah satu spesies yang termasuk dalam famili Apocynaceae adalah Kopsia fruticosa. Di Indonesia, tumbuhan ini dikenal dengan nama lokal pink kopsia. Tumbuhan K. fruticosa telah diketahui menghasilkan metabolit sekunder utama yaitu alkaloid indol monoterpen (MIA). Sejumlah senyawa MIA di antaranya menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap berbagai sel kanker seperti sel BGC-823 (karsinoma lambung), MCF-7 (kanker payudara), W480 (kanker usus), HS-1, HS-4, SCL-1, dan A431 (dermatoma). Selain itu, beberapa senyawa MIA dari K. fruticosa seperti mersinin A dan kopsinin telah diuji aktivitas MDR reversal, antialergi, antidiabetes, dan antitusif. Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan terhadap daun K. fruticosa yang tumbuh di Kebun Raya Bogor, Indonesia, dua senyawa MIA telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi sebagai frutikosamin dan frutikosin. Stereokimia relatif dari kedua senyawa telah ditentukan berdasarkan data NMR dan putaran optik spesifik. Namun, stereokimia absolut kedua senyawa tersebut belum ditetapkan. Selain itu, dalam proses pemisahan, masih terdapat fraksi yang mengandung senyawa lain yang berpotensi untuk dapat dipisahkan lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian lanjutan ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi alkaloid indol monoterpen lain dari daun K. fruticosa. Selain itu, dilakukan pula penentuan stereokimia absolut dari senyawa hasil isolasi. Ekstraksi senyawa alkaloid dari daun K. fruticosa Indonesia diawali dengan maserasi serbuk daun kering denagan metanol. Terhadap ekstrak metanol dilakukan ekstraksi asam-basa dengan larutan asam asetat 10% dan larutan amonia 10% yang kemudian dilakukan ekstraksi cair-cair untuk memperoleh ekstrak alkaloid total. Pemisahan senyawa pada ekstrak alkaloid dilakukan dengan berbagai teknik kromatografi, meliputi kromatografi kolom gravitasi (KKG) dan kromatografi radial (KR). Uji kemurnian senyawa dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan tiga sistem eluen berbeda. Identifikasi struktur senyawa hasil isolasi dilakukan berdasarkan analisis spektroskopi NMR 1D (1H dan 13C) dan 2D (HSQC, HMBC, dan COSY). Selanjutnya dilakukan penentuan stereokimia absolut senyawa hasil isolasi menggunakan electronic circular dichroism (ECD) dan single-crystal X-ray diffraction (SC-XRD). Pada penelitian ini telah diisolasi dan diidentifikasi dua senyawa MIA selain frutikosamin dan frutikosin, yaitu metil N1-dekarbometoksikanofrutikosinat (4,8 mg) yang memiliki kerangka kanofrutikosinat dan KF-3 (9,8 mg) yang memiliki kerangka aspidofraktinin. Metil N1-dekarbometoksikanofrutikosinat memiliki nilai putaran optik spesifik 23,0 [????]???? +249,5° (c 0,073; CHCl3) sedangkan senyawa KF-3 menunjukkan nilai 23,0 rotasi [????]???? +21° (c 0,050; CHCl3). Senyawa metil N1-dekarbometoksikanofrutikosinat sebelumnya telah dilaporkan dari K. officinalis, K. arborea, K. hainanensis, dan K. pitardii, namun baru pertama kali dilaporkan dari K. fruticosa. Sementara itu, senyawa KF-3 diusulkan sebagai senyawa dengan kerangka analog dari frutikosin yang teroksidasi pada posisi C-3 dan strukturnya masih dalam proses konfirmasi. Sementara itu, senyawa frutikosamin dan frutikosin berhasil direkristalisasi dan hasil analisis ECD serta SC-XRD menunjukkan bahwa konfigurasi absolut (2S,6R,7R,16S,17R,20R,21S)- frutikosamin dan (2S,6R,7R,16R,17R,20R,21S)-frutikosin. Penentuan konfigurasi absolut dari kedua senyawa ini untuk pertama kali dilaporkan pada penelitian ini. Selanjutnya, stereokimia dari metil N1-dekarbometoksikanofrutikosinat dan KF-3 saat ini disarankan pula sebagai (2S,6R,7R,20R,21S)-metil N1-dekarbometoksikanofrutikosinat dan (2S,6R,7R,16R,17R,20R,21S)-KF-3 berdasarkan kemiripan struktur dan data spektroskopi dengan senyawa frutikosin.
MODIFIKASI LAPISAN TRANSPOR ELEKTRON SNO2 MELALUI PENAMBAHAN CARBON DOTS UNTUK PENINGKATAN KINERJA SEL SURYA PEROVSKIT
Sel surya perovskit (perovskite solar cells, PSCs) merupakan teknologi fotovoltaik yang berkembang pesat karena memiliki efisiensi tinggi, biaya produksi yang relatif rendah, dan proses fabrikasi yang sederhana. Namun, performa PSCs masih dibatasi oleh kehilangan muatan dan rekombinasi pada antarmuka perangkat. Pada arsitektur n-i-p, SnO? banyak digunakan sebagai lapisan transpor elektron (ETL), tetapi keberadaan cacat permukaan seperti oxygen vacancies dapat meningkatkan rekombinasi dan menurunkan efisiensi perangkat. Penelitian ini mengkaji pengaruh konfigurasi nitrogen pada nitrogen-functionalized carbon dots (N-CDs), yaitu pyrrolic-N, pyridinic-N, dan graphitic-N, terhadap sifat elektronik SnO? serta kinerja PSCs berbasis perovskit triple-cation Cs-FA-MA. N-CDs disintesis melalui metode hidrotermal dengan variasi prekursor untuk menghasilkan dominasi konfigurasi nitrogen yang berbeda, kemudian diinkorporasikan ke dalam lapisan SnO? sebagai ETL. Karakterisasi dilakukan untuk mengevaluasi struktur kimia, sifat optik, tingkat energi, mobilitas elektron, serta dinamika transfer muatan pada antarmuka ETL/perovskit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan N-CDs tidak menurunkan transparansi optik SnO? secara signifikan dan mampu memperbaiki kualitas antarmuka melalui pengurangan cacat permukaan serta peningkatan transpor elektron. Seluruh jenis N-CDs memberikan peningkatan performa dibandingkan dengan SnO? tanpa modifikasi, namun efeknya bergantung pada konfigurasi nitrogen yang dominan. N-CDs kaya pyridinic-N, menunjukkan hasil terbaik dengan penyelarasan tingkat energi yang lebih baik, mobilitas elektron yang lebih tinggi, serta ekstraksi elektron yang lebih cepat sehingga mampu menekan rekombinasi muatan. Perangkat PSCs dengan ETL SnO? termodifikasi N-CDs kaya pyridinic-N menghasilkan power conversion efficiency (PCE) tertinggi sebesar 17,40%, lebih tinggi dibandingkan perangkat berbasis SnO? pristine (14,85%) maupun konfigurasi nitrogen lainnya. Selain itu, perangkat ini mempertahankan sekitar 67% dari PCE awal setelah penyimpanan selama 1008 jam tanpa enkapsulasi, menunjukkan peningkatan stabilitas yang signifikan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa konfigurasi ikatan C–N pada N-CDs merupakan faktor penting dalam rekayasa antarmuka PSCs berbasis SnO?. Konfigurasi pyridinic-N terbukti paling efektif dalam meningkatkan sifat elektronik ETL, memperbaiki ekstraksi muatan, meningkatkan efisiensi konversi daya, dan memperkuat stabilitas perangkat. Temuan ini memberikan pemahaman tentang hubungan antara struktur kimia N-CDs dan kinerja PSCs.
PENGEMBANGAN DAN EVALUASI MODEL INTERVENSI DIGITAL TERINTEGRASI SAHABAT DM UNTUK MENINGKATKAN SELFMANAGEMENT DAN KENDALI GLIKEMIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA LAYANAN KESEHATAN PRIMER DI KOTA BANDUNG
International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan jumlah penderita diabetes melitus (DM) di Indonesia dapat mencapai 28,57 juta pada 2045, menjadikan Indonesia sebagai negara penderita DM ketujuh terbesar di dunia. Edukasi terstruktur untuk meningkatkan manajemen perawatan DM telah terbukti efektif membantu pasien, tetapi keterbatasan waktu di layanan primer seringkali membuat proses konseling tidak optimal. Di sisi lain pemanfaatan teknologi digital saat ini menawarkan peluang untuk meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri pasien dalam mengelola penyakit kronis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan layanan digital edukasi gaya hidup sehat berkelanjutan sebagai panduan pengelolaan dan penatalaksanaan diabetes melitus, dengan tujuan akhir menurunkan HbA1c dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods sequential exploratory yang terdiri atas empat tahapan utama, dengan integrasi metode kualitatif dan kuantitatif. Tahap pertama merupakan studi kualitatif eksploratif yang bertujuan untuk menggali ekspektasi dan kebutuhan pasien terhadap layanan digital dalam pengelolaan T2DM. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 20 responden yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan perangkat lunak NVivo untuk mengidentifikasi tema-tema utama, yang kemudian menjadi dasar pengembangan fitur dan konten intervensi digital. Tahap kedua adalah tahap pengembangan aplikasi digital Sahabat DM menggunakan pendekatan research and development (R&D) berbasis desain partisipatif. Proses ini melibatkan masukan dari pasien dan tenaga medis / kesehatan untuk memastikan bahwa aplikasi memenuhi kebutuhan pengguna. Aplikasi memuat edukasi audio visual (video) berdurasi 1–2 menit tentang gaya hidup sehat, pengelolaan diet, aktivitas fisik, informasi obat, efek sampingnya tanaman berkhasiat, dan teknik relaksasi, materi edukasi per pekan. Tahap ketiga merupakan uji Usability aplikasi secara kuantitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Penilaian/evaluasi dilakukan menggunakan instrumen System Usability Scale (SUS) dan Single Ease Question (SEQ) terhadap sejumlah pengguna terbatas untuk menilai kemudahan penggunaan dan kenyamanan akses -fitur aplikasi. Hasil uji Usability pada tahap ketiga menunjukkan bahwa aplikasi memiliki tingkat kelayakan penggunaan yang baik, dengan skor System Usability Scale (SUS) sebesar 72 dengan kategori B (good) dan skor Single Ease Question (SEQ) rata-rata 5 yang menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai setiap tugas dalam aplikasi dapat diselesaikan dengan tingkat kemudahan yang relatif baik digunakan dan diterima oleh pengguna. Tahap keempat adalah implementasi intervensi digital melalui desain kuantitatif quasieksperimental dengan pre-test and post-test control group. Sebanyak 100 pasien T2DM dengan kadar HbA1c tidak terkontrol (> 8%) direkrut dari 10 Puskesmas di Kota Bandung selama periode Desember 2023 hingga Juni 2024. Responden dibagi secara seimbang ke dalam dua kelompok: kelompok intervensi (n=50) yang menerima layanan digital Sahabat DM selama 24 pekan, dan kelompok kontrol (n=50) yang memperoleh konseling konvensional dari Puskesmas. Materi edukasi digital diberikan secara rutin setiap pekan melalui media audio-visual, yang berfokus pada peningkatan kesadaran, edukasi berkelanjutan, dan penguatan perilaku hidup sehat. Hasil studi menunjukkan bahwa proporsi responden kelompok intervensi dengan kadar HbA1c 8–9% mengalami penurunan signifikan dari 40% pada awal seleksi menjadi 7% setelah 6 bulan intervensi. Sementara itu, pada kelompok kontrol, proporsi responden dengan HbA1c 6–8% menurun dari 44% menjadi 20% setelah konseling konvensional selama periode yang sama. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis aplikasi digital Sahabat DM efektif dalam menurunkan kadar HbA1c, meningkatkan pemahaman pasien terhadap pengelolaan diabetes melitus, berpotensi diintegrasikan ke layanan primer sebagai model edukasi diabetes berbasis teknologi. serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat dan berkelanjutan.
PENERAPAN RETRIEVAL-AUGEMENTED GENERATION (RAG) UNTUK MENGURANGI HALUSINASI PADA SISTEM TANYA JAWAB SEJARAH INDONESIA
Large Language Model (LLM) memiliki kelemahan berupa halusinasi, yakni kecenderungan menghasilkan informasi yang tidak akurat atau tidak dapat diverifikasi. Pada domain sejarah Indonesia, kelemahan ini diperparah oleh dugaan bahwa sebagian topik sejarah nasional periode 1945–1998 minim representasi pada model bahasa global yang dilatih dominan pada teks berbahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan merancang sistem tanya jawab berbasis Retrieval-Augmented Generation (RAG) yang sesuai dengan karakteristik domain sejarah Indonesia untuk mengurangi halusinasi, serta mengukur efektivitasnya dibandingkan LLM tanpa RAG dan mengidentifikasi karakter pertanyaan tempat efektivitasnya paling menonjol. Tiga arsitektur RAG diimplementasikan di atas komponen yang konsisten sebagai analisis pendukung trade off. Tiga arsitektur yang diimplementasikan adalah Naive RAG, Advanced RAG dengan reranking, dan Modular RAG dengan query rewriting, dengan komponen dasar berupa hybrid retrieval (BM25 dan dense embedding), generator Llama 3.1 8B Instruct kuantisasi 4-bit yang dijalankan secara lokal, dan korpus empat buku sejarah Indonesia. Evaluasi dilakukan dalam dua eksperimen berurutan pada 150 pertanyaan yang sama, dengan Eksperimen 2 menambahkan perbaikan struktur chat template baseline untuk menutup celah false refusal yang teridentifikasi pada Eksperimen 1. Metrik acuan utama adalah answer correctness dari framework RAGAS, yang mengukur kebenaran jawaban terhadap ground truth? faithfulness, answer relevancy, context precision, serta EM dan F1 token-overlap diperlakukan sebagai metrik pendukung. Hasil evaluasi menunjukkan efektivitas RAG bersifat kondisional terhadap karakter pertanyaan. Berdasarkan answer correctness, Advanced RAG mengungguli baseline pada pertanyaan faktual (0,386 versus 0,335) dan tokoh/peristiwa (0,550 versus 0,439), sedangkan pada pertanyaan kronologis baseline masih kompetitif akibat efek distractor retrieval. Advanced RAG juga memimpin faithfulness sebagai indikator keterikatan jawaban pada sumber. Advanced RAG direkomendasikan sebagai konfigurasi yang paling sesuai untuk domain sejarah Indonesia, dengan aturan pemakaian per kategori: efektif mengurangi halusinasi pada pertanyaan faktual dan tokoh/peristiwa, sementara pertanyaan kronologis memerlukan penanganan lanjutan.
DESAIN DAN EVALUASI KERANGKA KERJA ASESMEN DIAGNOSTIK MISKONSEPSI BERBASIS NATURAL LANGUAGE PROCESSING DAN LARGE LANGUAGE MODELS: STUDI DENGAN INSTRUMEN TES THREE-TIER FORCE CONCEPT INVENTORY
Miskonsepsi pada konsep dasar mekanika masih bersifat persisten, baik pada siswa maupun mahasiswa calon guru fisika, sehingga berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kualitas pembelajaran fisika. Meskipun instrumen ThreeTier Force Concept Inventory (FCI) efektif dalam mengidentifikasi miskonsepsi konseptual, penerapannya secara konvensional masih kurang efisien untuk kelas besar dan terbatas dalam memberikan umpan balik diagnostik secara cepat. Perkembangan Natural Language Processing (NLP) dan Large Language Models (LLMs) membuka peluang untuk mengotomatisasi diagnosis miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan memvalidasi kerangka kerja asesmen diagnostik miskonsepsi berbasis NLP-LLM yang transparan menggunakan instrumen Three-Tier FCI. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development berbasis model ADDIE. Dataset terdiri atas 1.200 respons mahasiswa calon guru fisika pada konsep mekanika Newtonian, meliputi jawaban pilihan ganda, respons penalaran, dan tingkat keyakinan. Seluruh respons dinilai oleh human rater dan didukung oleh expert ground truth yang divalidasi oleh dua ahli fisika. Kerangka kerja ini dievaluasi menggunakan model NLP SBERT, SciBERT, PhysBERT, dan LLM GPT-5-mini melalui skema Zero-Shot dan Expert-Guided Prompting. Validasi dilakukan melalui train-test split, stratified cross-validation, optimasi threshold, ROC-AUC, Weighted F1-score, dan Cohen’s Kappa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Expert-Guided LLM memperoleh performa terbaik dengan nilai ROC-AUC sebesar 0.895, Cohen’s Kappa sebesar 0.66, dan Weighted F1-score sebesar 0.86. Hasil ini menunjukkan kemampuan diskriminasi yang kuat serta tingkat kesepakatan substantial dengan human rater. Kerangka kerja ini juga mengintegrasikan Explainable AI melalui visualisasi SHAP-style pada NLP, confidence score dan penjelasan diagnostil pada LLM, serta analisis highconfidence heatmap. Fitur tersebut memungkinkan identifikasi miskonsepsi persisten pada respons dengan tingkat keyakinan tinggi. Secara keseluruhan, kerangka kerja yang diusulkan mampu meningkatkan efisiensi, dan transparansi, dan nilai pedagogis asesmen diagnostik pada kelas fisika berskala besar.
COSMOLOGICAL AXIS OF KNOWLEDGE: PERPUSTAKAAN UMUM SENI DAN BUDAYA DENGAN PENDEKATAN NEUROARCHITECTURE DI KOTA YOGYAKARTA
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola akses informasi masyarakat, namun turut memengaruhi menurunnya minat literasi dan apresiasi terhadap budaya lokal. Permasalahan tersebut menuntut hadirnya perpustakaan yang mampu bertransformasi menjadi ruang publik yang mengintegrasikan fungsi pendidikan, pelestarian budaya, dan interaksi sosial. Topik tugas akhir ini berfokus pada perancangan Perpustakaan Umum Seni dan Budaya sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya yang mendukung SDG 4 (Quality Education), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), dan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penyediaan ruang belajar yang inklusif serta peningkatan akses terhadap pengetahuan dan budaya. Isu utama yang melatarbelakangi perancangan adalah rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia, perubahan perilaku belajar di era digital, serta semakin memudarnya identitas budaya lokal akibat arus globalisasi. Kondisi tersebut menuntut hadirnya fasilitas publik yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai budaya lokal. Tipologi bangunan yang dipilih adalah Perpustakaan Umum Seni dan Budaya di Kota Yogyakarta. Tipologi ini dipilih karena perpustakaan memiliki peran strategis sebagai pusat literasi, pelestarian warisan budaya, ruang kolaborasi, serta inovasi akses pengetahuan yang relevan dengan karakter Yogyakarta sebagai kota pelajar dan pusat seni budaya Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah Neuroarchitecture, yang mengintegrasikan prinsip ilmu saraf ke dalam desain arsitektur untuk menciptakan ruang yang mendukung kenyamanan, konsentrasi, kesejahteraan emosional, dan interaksi sosial. Pendekatan tersebut dipadukan dengan konsep Cosmological Axis of Knowledge yang mengadaptasi Sumbu Filosofi Yogyakarta serta konsep Tri Nga (Ngerti–Ngrasa–Nglakoni) sebagai dasar pembentukan pengalaman ruang yang menghubungkan proses memahami, menghayati, dan mengimplementasikan pengetahuan. Metode perancangan dilakukan melalui studi literatur, analisis tapak, studi preseden, analisis pengguna, dan pengembangan konsep desain secara komprehensif. Perancangan ini bertujuan menghasilkan perpustakaan yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga sebagai ruang belajar, berekspresi, dan berinteraksi yang mampu meningkatkan literasi masyarakat, melestarikan seni dan budaya lokal, serta menghadirkan pengalaman ruang yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Luaran yang dihasilkan berupa rancangan arsitektur "Cosmological Axis of Knowledge: Perpustakaan Umum Seni dan Budaya dengan Pendekatan Neuroarchitecture di Kota Yogyakarta" yang diharapkan dapat menjadi model pengembangan perpustakaan publik masa depan yang menghubungkan warisan budaya, teknologi, dan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
PENGARUH PELARUT TERHADAP TOTAL KANDUNGAN FENOLIK, FLAVONOID, DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK SIMPLISIA CASCARA KOPI ROBUSTA
Cascara, produk samping dari pengolahan biji kopi, memiliki potensi besar untuk divalorisasi menjadi sumber senyawa bioaktif fungsional. Varian kopi Robusta (Coffea canephora) diketahui memiliki dinding sel yang lebih kaku, sehingga memerlukan optimasi ekstraksi yang tepat untuk melepaskan senyawa antioksidannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tiga jenis pelarut polar (air, etanol, dan metanol) terhadap Total Phenolic Content (TPC), Total Flavonoid Content (TFC), serta aktivitas antioksidan ekstrak cascara robusta. Ekstraksi dilakukan pada simplisia mentah cascara yang telah dikeringkan menggunakan inkubator shaker pada suhu operasi 40 °C dengan kecepatan agitasi 120 rpm selama 90 menit. Ekstrak cair yang dihasilkan kemudian dianalisis kandungan fenolik totalnya menggunakan metode Folin-Ciocalteu, kandungan flavonoid total dengan metode kolorimetri aluminium klorida (AlCl3), dan kapasitas penangkal radikal bebas menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) Scavenging Assay (IC50). Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang terbalik antara kuantitas senyawa terekstrak dengan potensi penangkal radikal bebasnya. Pelarut air secara kuantitatif menghasilkan kandungan fenolik total tertinggi sebesar 2,19 ± 0,13 mg GAE/g dan kandungan flavonoid total sebesar 0,28 ± 0,45 mg QE/g, akibat tingginya kepolaran air yang memaksimalkan difusi senyawa-senyawa polar dari dalam matriks dinding sel. Akan tetapi, aktivitas antioksidan terkuat justru ditunjukkan oleh pelarut metanol dengan nilai IC50 sebesar 103.66 ± 44.44 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa metanol jauh lebih selektif dalam menarik senyawa agen antioksidan. Di sisi lain, pelarut air turut melarutkan komponen penyerta yang tidak aktif (seperti gula dan protein alami), sehingga menurunkan efektivitas antioksidan murni pada ekstrak tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan membuka peluang luas bagi pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi produk olahan bernilai tinggi.
SINTESIS KATALIS ASAM HETEROGEN DARI BIOCHAR SARGASSUM SP. DENGAN PERLAKUAN ASAM DUA TAHAP UNTUK REAKSI ESTERIFIKASI ASAM OLEAT
Penggunaan biodiesel di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, hingga 19,52 juta kL akibat adanya implementasi B50 (campuran biodiesel 50% dari energi fosil) pada tahun 2026. Produksi biodiesel umumnya menggunakan katalis homogen, yaitu katalis dengan fasa yang sama dengan reaktan seperti NaOH, KOH, dan H2SO4, meskipun sifatnya korosif dan sulit dipisahkan. Sebagai alternatif, katalis heterogen dikembangkan karena memiliki fasa yang berbeda dengan reaktan dan produk sehingga lebih mudah dipisahkan dan berpotensi untuk digunakan kembali. Selain itu, bahan baku biodiesel, seperti crude palm oil (CPO) atau palm fatty acid distillate (PFAD), memiliki kadar asam lemak bebas (FFA) yang tinggi sehingga membutuhkan perlakuan awal dengan esterifikasi oleh katalis asam. Maka dari itu, dalam penelitian ini dilakukan produksi katalis asam heterogen dari biochar Sargassum sp. melalui perlakuan asam fosfat (H3PO4) 30% (w/w), karbonisasi dengan variasi suhu (250, 350, dan 450 ?), dan sulfonasi oleh asam sulfat (H2SO4) 98% untuk reaksi esterifikasi asam oleat. Asam oleat dipilih sebagai bahan baku penelitian karena merepresentasikan asam lemak bebas yang umum ditemukan dalam minyak nabati. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi suhu karbonisasi dan persentase katalis pada perolehan biodiesel, konversi FFA, dan karakteristik biodiesel yang dihasilkan. Karakteristik katalis dianalisis melalui BET, SEM-EDS, dan titrasi asam-basa. Selanjutnya, katalis digunakan dalam reaksi esterifikasi asam oleat pada kondisi rasio molar metanol:OA 12:1, suhu reaksi 90 ? selama 3 jam, dengan persentase katalis (6, 9, dan 12% w/w OA). Hasil penelitian menunjukkan katalis terbaik diperoleh pada suhu karbonisasi 350 ? dengan luas permukaan 0,804 m2 /g, volume pori 0,001 cm3 /g, ukuran pori 6,54 nm, dan keasaman katalis 1,46 mmol/g dengan struktur amorf, tidak rata, dan berpori. Suhu karbonisasi memberikan pengaruh signifikan terhadap keasaman katalis dengan rentang 0,62–2,50 mmol/g. Kemudian, suhu karbonisasi dan persentase katalis memberikan pengaruh signifikan terhadap perolehan biodiesel (77,33– 85,73% w/w), konversi FFA (77,93–98,10% w/w), serta densitas (0,867–0,876 g/mL) dan viskositas kinematik (3,537–5,598 cSt). Biodiesel hasil esterifikasi pada kondisi terbaik (350?–6%) memiliki persentase FAME sebesar 88,13% (w/w), dengan konversi FFA sebesar 94,38% (w/w), dan perolehan biodiesel 85% (w/w), serta densitas dan viskositas sesuai SNI 7182:2024, menunjukkan potensi katalis asam heterogen Sargassum sp. untuk reaksi esterifikasi.