📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5,228 dokumenPREDIKSI UTILISASI PERANGKAT OPTICAL LINE TERMINAL MENGGUNAKAN ALGORITMA LONG SHORT-TERM MEMORY UNTUK MENDUKUNG KEPUTUSAN PENINGKATAN PERANGKAT
Pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan pengguna seiring berjalannya waktu. Peningkatan pengguna cukup signifikan pernah terjadi pada saat pandemi COVID-19 dan terus mengalami peningkatan setelahnya. Peningkatan pengguna ini pun berpengaruh terhadap ketersedian kapasitas jaringan yang ditawarkan oleh perusahaan telekomunikasi. Sehingga perusahaan dituntut untuk selalu bersedia memberikan investasi terhadap perangkat telekomunikasi agar tetap memenuhi kebutuhan pengguna. Namun ada kalanya perusahaan masih menerapkan proses perhitungan modal/capital expenditure yang kurang efektif dengan metode perhitungan manual pada data yang sangat banyak. Pada tugas akhir ini, dilakukan perencanaan sebuah aplikasi berbasis web yang membantu proses perhitungan modal perangkat optical line terminal (OLT) pada jaringan telekomunikasi. Produk ini memiliki fitur prediksi utilisasi perangkat OLT menggunakan program bantu machine learning neural network serta proses otomasi pengolahan data dan perhitungan modal yang bertujuan untuk mempermudah proses perhitungan modal dan memberikan gambaran tren utilisasi perangkat OLT. Penggunaan machine learning dilakukan pada masing-masing port perangkat OLT untuk memahami tingkah laku tren utilisasi port tersebut, sehingga mampu memberikan prediksi tren utilisasi untuk satu tahun ke depan. Model machine learning yang digunakan pada tugas akhir ini adalah Long Short-Term Memory (LSTM). Model LSTM digunakan karena performanya yang baik untuk pengolahan data yang memiliki fokus terhadap waktu, sehingga nantinya hasil kedua model ini akan dibandingkan untuk memberikan gambaran umum kepada pengguna. Proyek ini memiliki beberapa tahap seperti pra-proses data, pelatihan model, prediksi tren utilisasi masing-masing port perangkat OLT, serta menampilkan seluruh hasil pada aplikasi web. Pada tahap pra-proses data, data mentah terlebih dahulu dibersihkan karena adanya kemungkinan duplikasi data, data tak wajar, dan masalah lainnya sehingga sebagian data diganti nilai-nya dengan menyesuaikan aturan yang diberikan, sebagian data dihapus, dan ada juga penambahan data untuk menyesuaikan kebutuhan data, setelahnya data dinormalisasi agar sesuai dengan kebutuhan masukan model LSTM. Pada tahap pelatihan model serta prediksi tren, data yang sudah diolah dijadikan sebagai masukan dan keluaran masing-masing model, sehingga model dapat memahami pola tren utilisasi dan mampu memberikan prediksi yang baik. Pengukuran performa model akan dievaluasi dari nilai metrik R2 (Determinasi Koefisien) serta grafik perbanding antara training loss dan validation loss. Setelahnya, keseluruhan hasil dan informasi dari proses sebelumnya akan ditampilkan pada aplikasi web agar pengguna dapat memahami setiap proses yang telah dilakukan beserta dapat melihat hasil akhir perhitungan modal. Harapannya keseluruhan tahap ini dapat diproses secara otomasi oleh aplikasi sehingga pengguna tidak perlu lagi mengatur keseluruhan proses masing-masing secara manual. Hasil dari proyek ini menunjukkan bahwa keseluruhan proses dapat membantu proses perhitungan modal, dimana keseluruhan proses dilakukan secara otomasi yang dapat dipantau pengguna hanya pada satu aplikasi web. Prediksi tren utilisasi yang diberikan oleh LSTM pun dapat membantu perusahaan dalam memahami port dan perangkat OLT mana yang perlu penambahan perangkat. Walaupun demikian, model LSTM masih memberikan pola prediksi yang cukup kurang merepresentasikan pola tren utilisasi aktual pada sebagian port OLT, hal ini dikarenakan kurangnya data aktual sehingga kedua model masih belum berhasil menangkap pola tren utilisasi perangkat tersebut. Sebagai kesimpulan, proyek ini menunjukkan potensi dari aplikasi web ini dalam mempermudah perhitungan modal oleh perusahaan dengan proses otomasinya dan kemampuan model LSTM dalam memprediksi tren utilisasi perangkat OLT. Walaupun hasil prediksi masih belum merepresentasikan tren utilisasi aktual dari sebagian perangkat OLT pada saat pembuatan proyek ini, harapannya dengan adanya proses otomasi, model tersebut akan terus belajar dan memberikan hasil yang lebih baik lagi.
COST ANALYSIS IN PT. HI (A CAR ASSEMBLING COMPANY)
Makanan adalah salah satu kebutuhan primer manusia yang paling venting karena tanpa makan, manusia tidak akan bisa hidup. Kebutuhan akan akan atau Pangan adalah salah satu dari tiga kebutuhan primer disamping Sandang dan Papan. Dalam kebutuhan Pangan, terdapat berbagai variasi untuk memenuhi keinginan atas selera makanan dari kebutuhan pokok manusia ter but, diantaranya adalah makanan khas Jawa. Berdasarkan hasil interview dan observasi, penulis memilih makanan Jawa karena di Bandung belum ada cafe yang menjual makanan Jawa dan memiliki tempat nyaman yang berkonsep modern Jawa. Berdasarkan interview terhadap 20 mahasiswa UNPAD Ekstensi Fikom, 18 orang menyukai menu yang telah ditawarkan Java Blend dan dari 20 orang mahasiswa ITB yang diinterview, 17 orang menyukai menu yang ditawarkan Java Blend. Estimasi terhadap jumlah mahasiswa yang tinggal di Tubagus Ismail adalah 700 orang, berarti 90%nya adalah 630 orang yang akan suka dan memberi tanggapan positif terhadap Java Blend Cafe. Manusia selain mencari makanan yang enak, mereka juga mencari tempat yang nyaman dalam menikmati hidangan yang mereka makan. Di era sekarang ini, manusia gemar untuk mengunjungi cafe-cafe yang selain bisa untuk makan enak, juga bisa digunakan untuk tempat bersantai dan saling mengobrol dengan kerabat mereka atau biasa disebut "nongkrong", dan banyak cafe-cafe yang bersaing untuk menarik kepercayaan dan mencari pembeli sebanyak-banyaknya. Untuk memenuhi keinginan tersebut, Java Blend akan hadir di Jalan Raya Tubagus Ismail Raya No 2G sebagai cafe yang menyuguhkan berbagai makanan khas Jawa dan memiliki tempat yang nyaman dan dan berkonsep Jawa Modern. Mayarakat yang tinggal di Bandung, terutama daerah sekitar Tubagus Ismail dan Jalan Raya Dago akan bisa menikmati suguhan-suguhan ala Jawa dari Java Blend Cafe. Makanan spesial yang dijual oleh cafe cafe yang bernama Java Blend ini adalah Es Podeng, Es Dingin-dingin Empuk, Java Blend Sandwich, Sate Ponorogo, dan Angsle. Selain dapat menikmati suguhan hidangan, masyarakat juga akan bisa menikmati suasana dan kenyamanan tempat yang disuguhkan Java Blend. Dengan diiringi musik dari komputer dan juga sofa yang empuk dan nyaman, masyarakat dijamin akan nyaman dan merasa puas untuk selalu datang ke Java Blend Cafe. Dengan modal investasi awal Rp 143,282,400.00, Java Blend memiliki Market Size sebesar Rp 1,915,100 yang berasal dari Menu Siang sebesar Rp 783,200 dan Menu Malam sebesar Rp 1,131,900. Java Blend Cafe menawarkan IRR sebesar 37.59%, payback period delapan bukan dan NPV sebesar Rp 153,989,083 pada tahun ke 2.
SERVICESCAPE MANAGEMENT ANALYSIS OF AUTO CARE CENTER 2
Dengan banyaknya pertumbuhan bisnis jasa salon mobil di kota Bandung salah satu penyebabnya adalah bertambahnya jumlah kendaraan yang ada di kota ini, dalam radius 5 km diperkirakan telah terdapat tempat salon mobil sebanyak 10-20 tempat, dengan berkembangnya bisnis ini maka timbullah persaingan. Salah satu hal yang ikut mempengaruhi ketahanan hidup sebuah industri jasa cuci mobil adalah bagaimana pelayanan di tempat salon mobil tersebut mampu memuaskan pelanggannya. Begitu pula dengan industri jasa salon mobil Auto Care Center 2 memiliki tujuan tercapainya kualitas pelayanan yang menjadi kebutuhan dan harapan pelanggan. Masalah-masalah penelitian adalah lokasi salon mobil Auto Car Centre 2 Bandung berada di tempat yang tidak banyak dilalui oleh kendaraan dibanding lokasi jalan Tubagus Ismail Raya dan jalan Dago; masih terbatasnya pengetahuan konsumen akibat periklanan yang dilakukan oleh manajemen salon mobil Auto Car Centre 2 Bandung masih terbatas; dan masih belum maksimalnya pengelolaan, desain dan lengkapnya dari servicescape/servicescape management pada car salon Auto Care Centre 2 Bandung. Berdasarkan hal tersebut maka yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana servicescape yang dilaksanakan oleh salon mobil Auto Care Center 2 Bandung mampu memenuhi harapan para pelanggannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: upaya meningkatkan jumlah pemilik kendaraan mobil untuk mengunjungi car salon Auto Care Center 2 Bandung melalui servicescape/servicescape management; pelayanan car salon Auto Care Center 2 Bandung berupa servicescape yang diinginkan oleh konsumen sehingga dapat memberikan kepuasan, dan konsep dan desain servicescape / servicescape management yang memiliki keunikan atau karakteristik seperti apa yang diinginkan oleh konsumen dari car salon Auto Care Center 2 Bandung agar dapat memberikan kepuasan. Proses penelitian menggunakan metode penelitian empiris, yang dibagi menjadi dua kategori: Metode Eksplorasi (penelitian ini dilakukan karena masalah belum jelas), dan Metode Deskriptif. Berdasarkan rekomendasi bahwa penulis memberikan konsep dan desain servicescape / servicescape manajemen yang telah disesuaikan dengan keinginan konsumen, diharapkan memberikan kepuasan kepada konsumen, dan diharapkan memiliki keunikan yang mudah diingat dan membedakan dengan salon mobil yang lain, dan dapat meningkatkan jumlah pelanggan, baik yang tinggal di daerah ddekat dengan salon mobil Auto Care Center Bandung 2 pada khususnya, dan di daerah kota Bandung pada umumnya. Interior masa depan dari car salon Auto Care Center 2 mobil yang penulis disarankan, tentu saja, berdasarkan analisis penulis ya telah disesuaikan dengan servicescape tambahan di masa depan sesuai dengan Mirapan konsumen, seperti adanya lounge internet, kafe, spa, dan ruang tunggu nyaman, dan sesuai dengan konsep atau keunikan yang diinginkan konsumen terhadap konsep "one stop shopping yang akan dimiliki oleh car salon Auto Care Center 2 di masa depan. Kata Kunci-Servicescape, Manajemen tata ruang usaha, Salon Mobil
EVALUATING STRATEGIC SHOPPER BASED ENVIRONMENT TO CREATE EXCELLENT SHOPPING EXPERIENCE:A CASE STUDY OF LEE COOPER INDONESIA STAND ALONE STORE PONDOK INDAH MALL
Dewasa ini, berbagai merek fashion melakukan berbagai strategi untuk menjadi lebih menarik, lebih unggul, dan lebih berkualitas sembari tetap menawarkan harga yang terjangkau. Kendati demikian, apakah hal tersebut nenjamin bahwa masyarakat memilih produk mereka? Lee Cooper Indonesia (LCI) adalah salah satu merek denim yang paling tua di negeri ini. Saat ini Lee Cooper telah membuka lebih dari 100 toko dengan dua jenis yang berbeda yaitu Shop in Shop (SIS) dan Stand Alone Shop (SAS). Lee Cooper Indonesia juga berusaha untuk selalu melakukan inovasi baru agar menjadi pilihan konsumen Indonesia. Ironisnya, beberapa tahun terakhir Lee Cooper Indonesia mengalami penurunan penjualan pada toko SAS. Menurut pre-survei, hal ini terjadi karena kebanyakan pelanggan tidak cukup tertarik untuk membeli produk, mengalami kesulitan untuk menemukan produk yang mereka inginkan, dan hanya 10% dari mereka menyadari adanya di promosi di dalam toko. Oleh karena itu, laporan ini akan menganalisis lingkungan toko saat ini termasuk desain toko, aspek ambient toko, dan aspek sosial Lee Cooper Indonesia Pondok Indah Mall Stand Alone Shop (SAS). Pada akhirnya analisa tersebut akan digunkan untuk membangun pengalaman berbelanja yang makimal dan kepuasan bagi konsumen Lee Cooper. Desain lingkungan toko yang baru juga akan dianalisa menggunakan Satisfaction Research untuk menguji tingkat diterimanya desain oleh konsumen dan manajemen Lee Cooper.
PEMODELAN RISIKO POLUSI UDARA TERHADAP KESEHATAN SECARA SPASIAL DENGAN PENYESUAIAN KURVA KERENTANAN
Polusi udara dapat membahayakan kesehatan manusia dan menyebabkan sekitar 4,2 juta kematian setiap tahunnya. Untuk meminimalisir dampaknya, sangat penting untuk melakukan pemodelan risiko polusi udara secara spasial. Studi ini bertujuan untuk memodelkan risiko polusi udara secara spasial menggunakan kurva kerentanan. Penelitian ini mempertimbangkan tiga parameter utama: bahaya, kerentanan, dan paparan, sesuai dengan standar Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Bahaya polusi udara dihitung dengan mengintegrasikan data dari stasiun lapangan global dan pengamatan satelit, dengan mempertimbangkan sumber polutan, kondisi meteorologi, dan faktor lingkungan. Parameter kerentanan dianalisis menggunakan kurva kerentanan yang memperhitungkan intensitas bahaya dan dampak polusi udara, khususnya tingkat kematian yang disebabkan oleh polusi udara. Parameter paparan melibatkan distribusi populasi manusia di berbagai wilayah. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola dan karakteristik distribusi risiko polusi udara secara global dengan lebih akurat. Wawasan ini penting untuk mengembangkan sistem mitigasi multi-polutan udara yang efektif. Studi ini menunjukkan bahwa Asia dan Afrika memiliki risiko polusi udara tertinggi, dengan distribusi polusi udara tertinggi berada di Bangladesh, India, Pakistan, Rwanda, dan China, dengan indeks polusi masing-masing 0,554, 0,422, 0,415, 0,322, dan 0,303. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan publik terhadap risiko polusi udara, sehingga berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
KESIAPAN KLASTER INDUSTRI BATIK KAMPUNG BATIK KAUMAN, KOTA PEKALONGAN DALAM BERTRANSISI MENUJU EKONOMI SIRKULAR
Kampung Batik Kauman di Kota Pekalongan merupakan klaster industri batik berbasis warisan budaya yang kini dihadapkan pada tuntutan transisi menuju ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk penerapan praktik ekonomi sirkular berdasarkan prinsip 9R, mengevaluasi kesiapan klaster dalam bertransisi, serta menganalisis faktor pendorong dan penghambat yang mempengaruhinya. Analisis dilakukan menggunakan tiga kerangka terintegrasi, yaitu prinsip 9R, kerangka kinerja klaster Razminien? (2021), serta Institutional Isomorphism dan Contextual Interaction Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku IKM telah menerapkan sejumlah prinsip sirkular secara intuitif dan organik, meskipun tanpa pemahaman konseptual yang memadai. Dari 20 IKM, hanya 9 yang memiliki skor penerapan 9R di atas nol, sementara prinsip Refuse dan Recover belum diterapkan akibat keterbatasan yang ada. Evaluasi kesiapan klaster mengungkap kondisi yang lemah di seluruh dimensi, dengan klaster dikategorikan pada level Reactive dengan indikasi awal menuju Proactive. Faktor penghambat utama terletak pada rendahnya kapasitas kognitif dan belum optimalnya tekanan regulatif maupun normatif, sedangkan motivasi intrinsik pelaku usaha menjadi potensi utama yang dapat dikembangkan. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi intervensi yang lebih kontekstual dan berlapis, dengan rekomendasi prioritas yaitu penguatan kapasitas pengetahuan ekonomi sirkular, optimalisasi peran paguyuban, serta pengembangan regulasi dan pembiayaan kolektif yang lebih inklusif untuk mendukung transisi klaster menuju ekonomi sirkular.
DEVISING A MARKETING STRATEGY BY MEASURING SHOPPINGMOTIVATION, CHANNEL ANALYSIS, AND EXTERNAL INFLUENCES, ACASE OF KEBAYA FOR YOUNG WOMEN
Kebaya is a traditional blouse-dress combination that becomes the national costume of Indonesian women. Until 1990, Indonesian kebaya was made only by cotton and silk which has monotone and unattractive design for women in that era. Until the huge turn over point happened. In the middle of 1990s, Edward Hutabarat and Ghes Panggabean launched the innovation of kebays with more modern design, and contained the value of immediacy and luxury. It is called Kebaya Modification, Since that time, kebaya became popular again and the trend is upgrading mory and more. One of company that provides kebaya is Jaka Hong. Established in 1983, they sell kebayas through their store in Tanah Abang. The majority of their customer came from middle aged women and adult women. However, a circulation of customer is needed by every company to gain sales growth is the long term. If Jaka Hong could attract more youth customer, they could grab customer's loyalty since their youth age. So in the future, these women will trust Jaka Hong as their kebaya provider. Therefore, the goal of this final project is to collect the understanding of young women market segment for Jaka Hong. The understanding covers: knowing the young women's shopping motivation and their desired total consumption experience, the analysis of effective channel for them, their external influence factors in buying kebaya, and their favorite type of kebaya. Hopefully, the results will lead to the creation of effective marketing strategies in approaching this market segment. This research measures similar 24 statements of shopping motivation with Kim studies (2006). These statements include Arnold and Reynolds's (2003) 18 hedonic shopping degrees and Babin et al's 6 utilitarian shopping degrees. At the end, factor analysis is used to find young women's desired sotal consumption experience. Based on Yous-Kyung Kim and Pauline Sullivan's book, Experiential Retailing (2007), hedonic and utilitarian shopping motivation are not mutually exclusive. So, customer's desired total consumption experience could come from the varied shopping motivation degrees. As the theoretical foundation, Kevin McCornak's theory about Channel Analysis (2007) and Paul Christ's theory about External Influence Factors (2008) are used. The history and information about kebaya this research came from several sources such as interview, internet, and magazine. This research quantitative method. Two types of questionnaire spread to young women aged 20-29 years old in Jakarta and Bandung. The first one contains shopping motivations questions while the second one contaim questions of channel analysis, external influence factors, and favorite type of kebaya The result of this research identifies seven variations of shopping motivation degrees: "Adventure and Gratification Shopping", "Value Shopping", "Role Shopping", "Social Shopping", "Idca Shopping", "Achievement", and "Efficiency". With the mapping scoring method, "Role Shopping and "Achievement" got the highest score. However, there are no significant differences with the other variations. From the channel analysis, it is found that young women choose internet, magazine, and malls for their information source. For the purchase channel, they usually use internet, traditional store, and malls. Their kebaya purchase decision was influenced by family, friends, magazine, and imeret, and direct experience in Malis and kebaya Boutiques. Kebaya with brocade material, ribbon embroidery ornament, and songket sarong become young women's favorite. The insignificant difference between variations of degrees lead to a conclusion that all of the shopping motivation have to be served. Channel analysis result also states that several channels are effective to approach young women. In buying kebaya they also influenced in several external factors. Therefore, the recommended marketing strategy for Jaka Hong is divided into short term, mid-term, and long term. Key Words: Kebaya, Marketing. Total Consumption Experience, Shopping Afativation, Channel Analysis
INFLUENCE OF FACILITY AND SERVICE QUALITY TOWARDS FACULTY OFPHARMACY STUDENT SATISFACTION
Penelitian ini membahas hubungan antara fasilitas dan kualitas pelayanan yang ada di fakultas farmasi terhadap kepuasan mahasiswa. Program $1 fakultas Farmasi adalah fakultas yang paling populer dan paling besar di Universitas Setia Budi, sehingga pantas untuk mengukur kepuasan mahasiswa. Untuk dapat mencapai standar kualitas dari fakulats, penelitian ini bertujuan untuk mengukur kepuasan mahasiswa berdasatkan kualitas pelayanan dan fasilitas dan menganalisa masalah yang berhubungan. Sebelum kepemilikan yang baru, Universitas Setia Budi adalah salah satu yang paling populer karena Fakultas Farmasinya adalah yang terbaik di Jawa Tengah. Saat ini, fakultas farmasi di USB adalah kedua terbaik di area Solo dan juga berada di posisi kedua di tingkat universitas swasta. Untuk tingkat universitas negri di area Solo, USB berada pada posisi ketiga. Universitas adalah salah satu bentuk dari pelayanan, dimana kualitas pelayanan dan fasilitas penting dalam mempengaruhi evaluasi mahasiswa secara keseluruhan. Kepuasan mahasiswa adalah hasil dari evaluasi mahasiswa terhadap pengalaman edukasi di fakultas Hasil dari penelitian mengindikasikan ketika tingkat fasilitas dan kualitas pelayanan menurun, maka tingkat kepuasan mahasiswa juga memurun. Ada korelasi positf diantara pelayanan kualitas terhadap kepuasan dan fasilitas terhadap kepuasam. Penemuan dalam penelitian ini adalah secara bersama sama, fasilitas dan kualitas pelayanan memberikan pengaruh sebanyak 45,9% terhadap kepuasan mahasiswa. Dimana pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan memberikan sedikit lebih tinggi dibandingkan fasilitas terhadap kepuasan mahasiswa. Fakultas Farmasi perlu mengerti bahwa fasilitas dan kualitas pelayanan berlaku sebagai faktor dan bukan sebagai faktor utama dalam menentukan kepuasa mahasiswa Di dalam penelitian, fasilitas yang perlu di perbaiki adalah ruang organisasi mahasiswa, internet, suhu kelas, keamanan, sistem IT, perpustakaan, lab praktikum dan lab komputer. Untuk kualitas pelayanan, fakultas telah mendapatkan respons yang cukup positif, namun masih perlu ditingkatkan untuk dapat meningkatkan kualitas fakultas secara keseluruhan. Kata kunci: kepuasan mahasiswa, fasilitas, kualitas pelayanan
PERANCANGAN USULAN INTERVENSI PERILAKU MENGEMUDI DI ATAS BATAS KECEPATAN JALAN TOL MELALUI PENDEKATAN PEMODELAN DAN SIMULASI MENGEMUDI
Pengembangan infrastruktur jalan tol di Indonesia mengalami peningkatan pesat sejak tahun 2015. Namun, pertumbuhan tersebut diiringi dengan tingginya angka kecelakaan dan fatalitas, di mana sekitar 42,9% kecelakaan di jalan tol dikaitkan dengan perilaku mengemudi di atas batas kecepatan. Secara umum, kecelakaan lalu lintas di jalan tol dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu faktor lingkungan, kendaraan, dan pengemudi—di mana faktor pengemudi menyumbang sekitar 85% dari keseluruhan kasus. Meski penelitian mengenai perilaku mengemudi telah banyak dilakukan, studi yang mengintegrasikan pemodelan perilaku dan pengujian eksperimental untuk memahami perilaku mengemudi di atas batas kecepatan, khususnya melalui simulator mengemudi dalam konteks negara berkembang seperti Indonesia, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model perilaku mengemudi di atas batas kecepatan di jalan tol Indonesia dengan menekankan peran faktor psikologis individual, serta mengevaluasi peran perspektif waktu masa depan dalam memengaruhi perilaku tersebut secara eksperimental, sebagai dasar perancangan intervensi perilaku yang berbasis bukti empiris. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahapan. Tahap pertama berfokus pada pengembangan model perilaku berdasarkan integrasi Theory of Planned Behavior (TPB), Theory of Normative Social Behavior (TNSB), Zimbardo Time Perspective Inventory (ZTPI-18), dan Big Five Inventory (BFI-10). Model ini diuji melalui survei kepada pengemudi yang memiliki pengalaman berkendara di jalan tol. Hasil analisis tahap pertama berhasil mengidentifikasi sejumlah variabel signifikan yang mempengaruhi kecenderungan melanggar batas kecepatan, dengan perspektif waktu masa depan (Future Time Perspective/FTP) menunjukkan peran prediktif yang menonjol. Tahap kedua dilakukan melalui eksperimen menggunakan simulator mengemudi berbasis komputer untuk menguji secara kausal perbedaan perilaku mengemudi antara pengemudi dengan FTP tinggi dan FTP rendah dalam lingkungan jalan tol virtual. Data yang dikumpulkan mencakup kecepatan rata-rata, frekuensi, dan durasi mengemudi di atas batas kecepatan, aktivitas gelombang otak beta dan gamma, variabilitas denyut jantung (Heart Rate Variability/HRV), serta persepsi beban kerja mental menggunakan NASA Task Load Index (NASA-TLX). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa partisipan dengan FTP rendah cenderung mengemudi lebih cepat, lebih sering mengemudi di atas batas kecepatan, dan melaporkan beban kerja mental yang lebih tinggi dibandingkan partisipan dengan FTP tinggi, disertai perbedaan respons fisiologis dan kognitif yang konsisten. Temuan dari Penelitian Tahap I dan Tahap II tersebut selanjutnya diintegrasikan untuk merumuskan rancangan intervensi perilaku yang menargetkan determinan perilaku utama yang teridentifikasi secara empiris. Rancangan intervensi disusun menggunakan kerangka Behaviour Change Wheel (BCW) dengan memetakan determinan perilaku ke fungsi intervensi dan Behavior Change Techniques (BCT), yang kemudian ditranslasikan ke dalam elemen pesan dan media intervensi yang sesuai dengan konteks mengemudi. Secara keseluruhan, penelitian ini telah menghasilkan model perilaku mengemudi di atas batas kecepatan yang terintegrasi secara teoretis dan tervalidasi secara eksperimental, serta mengembangkan rancangan intervensi perilaku yang diturunkan secara sistematis dari temuan empiris tersebut. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkuat peran perspektif waktu dalam perilaku mengemudi berisiko, serta kontribusi praktis sebagai dasar pengembangan intervensi keselamatan jalan tol yang lebih terarah dan kontekstual di Indonesia.
FINANCIAL FEASIBILITY STUDY OF KUNCIRAN - SERPONG TOLL ROADPT. JASA MARGA TBK
Peningkatan secara signifikan terhadap kepemilikan kendaraan pribadi dan umum adalah salah satu problem yang ada di negara berkembang seperti Indonesia. Secara umum peningkatan ini setara dengan pertumbuhan penduduk yang terjadi di negara Indonesia pula. Peningkatan yang sangat pesat ini harus diimbangi dengan infrastruktur dan kebijakan yang cukup pula. Contoh infrastruktur yang bisa menopang peningkatan kendaraan adalah jalan tol, jembatan layang, lahan parkir, dll. Jalan tol misalnya menjadi alternatif yang sangat baik dalam mengurangi kemacetan dan menambah aksesibilitas. Di dalam riset ini, penulis akan melakukan uji kelayakan pada jalan tol 'Kunciran-Serpong' yang merupakan proyek jalan tol Jasa Marga. Dari hasil analisa secara finansial, didapatkan bahwa proyek tol 'Kunciran-Serpong' yang mempunyai masa konsesi selama 35 tahun, memiliki nilai NPV sebesar Rp 1,351 trilyun, dengan IRR dan WACC sebesar 22,28% dan 14,72% secara berturut-turut dan juga titik BEP proyek selama 12,68 tahun. Berdasarkan studi kelayakan, hasil analisa tersebut adalah layak dan baik untuk investasi. Oleh karena itu penulis menganjurkan Pemerintah Indonesia dan Jasa Marga sebagai investor, debitur dan kontraktor utama untuk menerima dan menjalankan proyek jalan tol "Kunciran-Serpong'. Di jalankannya proyek jalan tol 'Kunciran-Serpong' akan dapat mengurangi masalah yang ada, tapi tidak menghilangkannya. Oleh karena itu penulis merekomendasikan kepada Pemerintah dan Jasa Marga untuk melakukan kerja sama terutama dalam hal kebijakan terhadap kendaraan. Contohnya adalah eskalasi pada jalan tol tidak perlu dilakukan kembali. Yang harus dilakukan adalah mengimplementasikan pajak yang besar terhadap pemilik kendaraan ataupun menghilangkan subsidi bensin pada kendaraan pribadi. Namun, Pemerintah juga harus memberikan solusi seperti pembuatan transpotasi massal untuk penduduk misalnya kereta bawah tanah, kereta monorail atau bus way. Kata-kata kunci: Studi kelayakan, NPV, IRR, Titik BEP, WACC, Jalan tol, Jasa Marga
SPATIAL EQUITY PENYEDIAAN TAMAN PUBLIK BERBASIS ANALISIS SUPPLY-DEMAND DAN AKSESIBILITAS DI KOTA BANDUNG
Ketersediaan dan aksesibilitas ruang terbuka hijau (RTH), khususnya taman sebagai ruang publik, merupakan aspek penting dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan dan inklusif. Namun, distribusi taman di kawasan perkotaan masih sering tidak sesuai dengan distribusi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat spatial equity layanan taman di Kota Bandung melalui integrasi analisis ketersediaan taman (supply), distribusi penduduk (demand), dan aksesibilitas berbasis jaringan (accessibility). Penelitian menggunakan pendekatan urban analytics berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data taman diperoleh melalui kurasi RDTR Kota Bandung dengan fokus pada taman kota, taman kecamatan, dan taman kelurahan. Analisis demand dilakukan menggunakan pendekatan dasymetric mapping berbasis bangunan pada grid heksagonal, sedangkan analisis aksesibilitas dilakukan menggunakan metode service area berbasis jaringan jalan dengan skenario waktu tempuh 5, 10, dan 15 menit. Tingkat spatial equity dianalisis menggunakan indikator green space service coverage rate (C), green space recreation opportunity index (R), dan regional evenness (Skor G). Metode location-allocation digunakan dalam menentukan lokasi prioritas pengembangan taman. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa distribusi taman di Kota Bandung masih menunjukkan ketimpangan, terutama pada kawasan permukiman padat di luar pusat kota. Sebagian besar wilayah berada pada kategori kemerataan rendah hingga sangat rendah, khususnya skenario 5 menit berjalan kaki. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pendekatan konvensional berbasis jumlah penduduk administratif seperti SNI dan Permen PU belum mampu merepresentasikan kebutuhan layanan taman secara aktual. Dengan demikian, pendekatan berbasis spatial equity dan real demand lebih efektif dalam mendukung perencanaan taman yang lebih adil dan berbasis kebutuhan masyarakat.
TINGKAT KENYAMANAN BERLARI KORIDOR JALAN DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN INDIKATOR RUNNABILITY
Tren pertumbuhan pelari terus meningkat di Indonesia dan populer di area perkotaan, salah satunya di Kota Bandung. Hal ini menunjukkan bahwa koridor jalan bukan hanya sebagai jalur mobilitas, tetapi juga sebagai elemen ruang publik yang berperan sebagai wadah aktivitas fisik dan rekreasi. Namun, tren pertumbuhan ini tidak diimbangi dengan kualitas koridor yang memadai untuk berlari. Kebutuhan pelari berbeda dengan pejalan kaki sehingga tingkat kenyamanan berlari atau runnability menjadi lebih rinci daripada walkability. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas koridor jalan di Kota Bandung berdasarkan indikator runnability yang divalidasi dengan persepsi pelari Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan jenis eksploratif pada lokasi penelitian Kota Bandung, yang dilakukan dengan pendekatan spasial dengan skala segmen jalan 50 m. Penelitian ini diawali dengan menentukan indikator runnability melalui tinjauan literatur. Kandidat indikator tersebut dinilai signifikansinya melalui kuesioner persepsi yang diberikan kepada 111 pelari Kota Bandung sehingga didapatkan 10 indikator paling signifikan menurut persepsi pelari di Kota Bandung. Selanjutnya untuk menentukan tingkat kenyamanan tiap segmen jalan akan diidentifikasi berdasarkan indikator runnability persepsi pelari secara spasial. Penelitian ini menggunakan data sekunder untuk menganalisis setiap indikator, termasuk penggunaan data street view imagery (SVI) untuk melihat perspektif objektif dan subjektif. Juga dilakukan evaluasi perbandingan terhadap intensitas penggunaan koridor dari strava run heatmap. Rekomendasi intervensi didapatkan dari matriks perbandingan runnability dengan run heatmap, yang terbagi menjadi lima intervensi, yakni prioritas peningkatan, peningkatan kualitas, dipertahankan, ditingkatkan bertahap, dan tidak diintervensi. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat 56% segmen jalan yang perlu dilakukan intervensi untuk meningkatkan kualitas koridor lari di Kota Bandung. Diharapkan penelitian ini dapat memberi gambaran runnability di Kota Bandung serta menjadi landasan peningkatan kualitas koridor jalan untuk mewujudkan kota yang lebih ramah pelari
ANALISIS KEADILAN SPASIAL PERMUKIMAN KUMUH DI KOTA BANDUNG BERBASIS INDEKS AKSESIBILITAS DAN DETEKSI CITRA SATELIT
Keadilan merupakan salah satu prinsip yang secara ideal mendasari praktik pembangunan perkotaan. Permukiman kumuh dengan karakteristik yang heterogen menjadi salah satu komponen kota yang relatif menerima ketidakadilan spasial secara masif, seperti keterbatasan akses masyarakat terhadap hunian layak, fasilitas dasar, hingga sumber daya perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keadilan spasial permukiman kumuh di Kota Bandung melalui Indeks Aksesibilitas Kumuh (IAK) dan deteksi citra satelit. Penelitian yang menggunakan pendekatan spasial-kuantitatif ini terdiri dari empat tahapan utama, yaitu identifikasi karakteristik permukiman kumuh, deteksi sebaran dan dinamika permukiman kumuh menggunakan object-based image analysis (OBIA), pengukuran tingkat keadilan spasial melalui Indeks Aksesibilitas Kumuh (IAK), dan penentuan prioritas penanganan melalui eksplorasi kawasan. Hasil komparasi citra Landsat 9, Sentinel-2A, dan Airbus Image menunjukan bahwa Sentinel-2A menjadi citra dengan performa terbaik, yaitu overall accuracy sebesar 81%, producer’s accuracy sebesar 73%, dan user’s accuracy sebesar 86,9%. Berdasarkan hasil deteksi, luas permukiman kumuh Kota Bandung menurun dari 516,91 hektare di 2017 menjadi 381,63 hektare pada 2023, dan diproyeksikan menjadi 110,63 hektare di 2042. Namun, penurunan ini tidak serta merta menunjukan bahwa masyarakat permukiman kumuh memiliki hidup yang lebih adil dan sejahtera. Nilai IAK permukiman kumuh Kota Bandung sebagai representasi tingkat keadilan spasial berada pada rentang 0,009 hingga 0,371 dengan rata-rata 0,198. Dibandingkan dengan permukiman formal, hanya 12 dari 140 permukiman kumuh yang memiliki nilai aksesibilitas lebih tinggi dibandingkan rata-rata sampel permukiman formal. Secara sebaran spasial, permukiman kumuh di bagian tengah kota cenderung memiliki nilai aksesibilitas yang lebih baik dibandingkan permukiman kumuh di pinggiran kota yang tidak hanya lebih rendah tetapi juga lebih resisten dalam hasil proyeksi. Pemahaman atas temuan kondisi keadilan spasial tersebut diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam perumusan kebijakan penanganan permukiman kumuh yang berorientasi pada keadilan.
SINTESIS SENSOR GLUKOSA BERBASIS POLIANILINA DENGAN METODE ONE-POT ELECTROPOLYMERISATION DALAM FLOW CELL
Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, dengan lebih dari 20 juta penderita saat ini. Kebutuhan akan perangkat diagnostik yang cepat dan terjangkau mendorong pengembangan biosensor elektrokimia berbasis polimer konduktif sebagai solusi Point-of-Care Testing (POCT). Penelitian ini mengembangkan biosensor glukosa berbasis polianilina (PANI) pada screen-printed carbon electrode (SPCE) menggunakan pendekatan one-pot Electropolymerisation dalam sistem flow cell. Parameter elektropolimerisasi dioptimasi melalui metode chronoamperometry (CA), diikuti evaluasi tiga strategi imobilisasi enzim glukosa oksidase (GOx): PANI+GA+GOx, PANI/GA/GOx, dan PANI+GOx. Karakterisasi dilakukan menggunakan FTIR-ATR, SEM-EDX, cyclic voltammetry (CV), differential pulse voltammetry (DPV), dan chronoamperometry (CA). Kondisi optimum elektropolimerisasi dicapai pada konsentrasi anilin 10 mM dalam 0,1 M H?SO?, potensial +0,6 V, selama 10 menit. Sistem imobilisasi PANI+GA+GOx memiliki morfologi permukaan granular yang tersebar secara merata, serta terkonfirmasi terjadi peningkatan kandungan oksigen dari 14,63% menjadi 18,32% berdasarkan analisis EDX. Kondisi optimum flow cell diperoleh pada laju alir 20 ml/hr dan pH 4. Sistem PANI+GA+GOx dalam konfigurasi flow cell menghasilkan sensitivitas tertinggi sebesar 58,96 ?A·mM?¹·cm?² (DPV, 1–10 mM, R² = 0,921) dan LOD terendah 15,47 ?M (CA, 10–100 ?M, R² = 0,950). Selektivitas terhadap dopamin, asam askorbat, dan asam laktat dikonfirmasi dengan respons interferan yang sangat minimal. Penelitian ini membuktikan bahwa biosensor PANI melalui one-pot electropolymerisation dalam flow cell merupakan pendekatan yang efektif dan reprodusibel, berpotensi dikembangkan sebagai perangkat POCT ekonomis untuk pemantauan diabetes di fasilitas kesehatan primer.
STRATEGY DEVELOPMENT OF TOP BUAH SEGAR: SWOT AND TOWS MATRIXANALYSIS
Nowadays, people's need of comfort is increasing. Modern people tend to go to modern market which is more comfortable compared to the traditional market. People's paradigm has shifted from not only concern with low prices, but also concern with the pleasantness of a store or market. One of the example of a modern market is Top Buah Segar. First established in jl. Caman in the city of bekasi, as the only modern market in the area that specializing in selling fruits, Top Buah Segar earn themself a large amount of money. But when they entering the third year, their sales is going down drastically. Meanwhile, The Top Buah Segar branch in Cibubur has gain a lot of profit and manage to maintain their customer untill now. This paper will explain and describe the phenomenon of Top Buah Segar and finding the problems using research methodologies such as interview, literature study, and Questionnaire. writer conducted interview with the store manager of Top Buah segar to get more information related to the factors that affect Top Buah Segar. Because the branch in Cibubur has a better performance, writer will create a strategy based on the Cibubur branch performance to increase the performance of Top Buah Segar in Bekasi. The tools used in this research were SWOT and TOWS Analysis, and questionnaire. SWOT Analysis was used to identify the internal and external factors affected Top Buah Segar in the industry from the perception of the company itself. On the other hand, questionnaire which based on Marketing Mix 7P strategy identified the internal factors of firm from customers' perception. After all tools were done executed, the researcher found strength, weaknesses, opportunities and threats of Top Buah Segar Bekasi The weakness were the lack of the employees, the physical evidence, the price and the rest is the strength of Top Buah Segar. The opportunities of Top Buah Segar Bekasi are mainly because theres 3 housing estate nearby and theres a school will be built next to the store while the threats are from other stores like Giant and Indomaret. After performed data analysis, the conclusion and recommendation were made. Top Buah Segar in Bekasi lack in almost every aspect of the Markting Mix 7p, while Top Buah Segar in Cibubur excell at every aspect. In order to increase its performance the researcher recommend that Top Buah Segar Bekasi need to hire more employees to better manage the stores, create a marketing team to search and maintain customers, and they need to fix the physical evidence. Keyword: Marketing Mix Analysis, SWOT, Basic Model of Strategic Management, Top