📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5,228 dokumen

PERANCANGAN DASHBOARD UNTUK PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN OBJECTIVES KEY RESULTS PADA PT CERITA PROGRESIF INDONESIA

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dashboard pemantauan Objectives Key Results (OKR) pada PT Cerita Progresif Indonesia (Diceritain), sebuah health-tech startup yang berfokus pada layanan kesehatan mental di Indonesia. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah proses pelaporan OKR yang masih dilakukan secara manual dengan delay hingga dua minggu, tidak adanya visualisasi data terintegrasi, serta terjadinya inkonsistensi data antar divisi. Penelitian ini menghasilkan empat output utama. Pertama, metodologi perancangan dashboard yang disintesis dari enam metodologi acuan (Gupea, Turban, Eva, Pureshare, User Centric, dan Noetix) dengan pendekatan usage-centered dan top-down yang sesuai dengan karakteristik startup. Kedua, identifikasi kebutuhan informasi bisnis mencakup empat area utama: Financial Metrics, Customer Metrics, Internal Process, dan Learning & Growth untuk empat divisi pengguna. Ketiga, rancangan prototipe dashboard strategis menggunakan Google Data Studio yang terintegrasi dengan Google Cloud Firestore. Keempat, evaluasi terhadap rancangan yang menunjukkan pemenuhan seluruh kebutuhan fungsional dan non-fungsional, serta hasil pengujian usability menggunakan System Usability Scale (SUS) dengan skor 77.5 yang menunjukkan prototipe layak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dashboard yang dirancang mampu mengatasi permasalahan delay pelaporan dan minimnya visualisasi data, serta memberikan platform pemantauan terintegrasi yang efisien secara biaya bagi perusahaan.

2026
👤 Penulis: R. B. Krishnamurti
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Digitalisasi Manajemen

ANALISIS PEKERJAAN DI KSP TRI GUNA MULYA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI

Cooperatives is a business entity that has member and each person has their duties and responsibilities which has cooperatives principle and based on the people's economy in accordance with the principle of kinship. Cooperatives in this case can increase financial inclusion or ease of public access to financial services, such as saving and loans. As one of the cooperative that can support the financial inclusion, KSP Tri Guna Mulya should have a good management team in managing the financial and sustainability of the cooperative's performance. However, the result of interview that had been conducted KSP Tri Guna Mulya show that there is decreasing employee performance during work because of mixing job between employee. Therefore, this research is conducted to increase the employee performance in KSP Tri Guna Mulya with help them to understand the duties and responsibility that need to be done. This can be done through conducting job analysis, since there is unclear job analysis that could make the employee confused about their duties. This research using primary through questionnaire and interview and secondary data such as organizational structure in order to conduct job description and job specification. Researcher using the Spencer and Spencer dictionary as the tool during determine the competencies that needed by the cooperative to be part of its job specification. The current job that had be done in KSP Tri Guna Mulya was compared with the result of job analysis and it show that there are some positions that have overlapping With the new job analysis, it could be improve performance and reduce the less conscientious of the employee toward their duties and responsibility. This result may not be able to be used to other cooperative. However, the method are still can be used to design a clear job list for employee. Keyword: Job Analysis, Job Description, Job Specification

2026
👤 Penulis: I Gusti Ayu Diah Widiarini
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kepemimpinan Cooperative 🏷️ Analisis Pekerjaan

JARUM MIKRO TERLARUT BERBASIS POLIMER TERINTEGRASI NANOEMULSI KURKUMIN TERLAPISI KITOSAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI SISTEM PENGHANTARAN TRANSDERMAL UNTUK TERAPI KANKER

Jarum Mikro terlarut (JMt) merupakan salah satu sistem penghantaran obat transdermal yang bersifat minimal invasif, biokompatibel, dan mampu menghantarkan obat secara terkontrol melalui pembentukan mikrokanal pada kulit. Sistem ini berpotensi meningkatkan efisiensi penghantaran obat dibandingkan dengan rute konvensional. Integrasi JMt dengan sistem nano menjadi pendekatan yang menjanjikan untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitas zat aktif yang memiliki keterbatasan fisikokimia. Salah satu senyawa yang memerlukan strategi penghantaran inovatif adalah kurkumin, yaitu senyawa polifenol alami yang memiliki aktivitas antikanker yang kuat melalui mekanisme induksi apoptosis dan penghambatan proliferasi sel. Meskipun demikian, pemanfaatan kurkumin dalam terapi kanker masih terhambat oleh kelarutan air yang sangat rendah, stabilitas yang terbatas, serta bioavailabilitas yang rendah ketika diberikan secara oral. Oleh karena itu, pengembangan sistem penghantaran berbasis nano yang dikombinasikan dengan JMt menjadi alternatif yang rasional untuk meningkatkan efektivitas terapeutik kurkumin dalam terapi kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan JMt berbasis asam hialuronat (AH), polivinil alkohol (PVA), dan karboksimetil selulosa (CMC) sebagai sistem penghantaran transdermal untuk terapi kanker. Sistem JMt tersebut kemudian diintegrasikan dengan nanoemulsi kurkumin berlapis kitosan (NE-Kur-Kit) yang dirancang sebagai sistem penghantaran obat responsif terhadap pH untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitas kurkumin. Selanjutnya, aktivitas antikanker dari NE-Kur-Kit dievaluasi melalui pengujian sitotoksisitas terhadap sel kanker MCF-7. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan formulasi, karakterisasi fisikokimia, uji pelepasan obat dan stabilitas, evaluasi sitotoksisitas secara in vitro, serta pengujian karakteristik dan permeasi JMt secara ex vivo. Nanoemulsi kurkumin berlapis kitosan diformulasikan dengan variasi konsentrasi kitosan untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap stabilitas dan profil pelepasan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem NE-Kur-Kit memiliki sifat pelepasan obat yang sangat responsif terhadap pH, dengan pelepasan kurkumin jauh lebih tinggi pada kondisi asam (pH 5,4) dibandingkan dengan kondisi fisiologis normal (pH 7,4). Pada pH 5,4, pelepasan kurkumin mencapai 93,57% (1 mg/mL kitosan), 50,60% (2 mg/mL), dan 31,16% (4 mg/mL), sedangkan pada pH 7,4 pelepasan obat sangat rendah, yaitu 3,20%, 3,06%, dan 0,34%. Berdasarkan uji stabilitas, konsentrasi kitosan 2 mg/mL merupakan kondisi optimum yang memiliki stabilitas dan responsivitas pH yang baik. Evaluasi aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7 menggunakan metode MTT menunjukkan bahwa formulasi NE-Kur-Kit secara signifikan meningkatkan potensi antikanker kurkumin. Kurkumin bebas memiliki nilai IC50 sebesar 6,997 µg/mL, sedangkan setelah diformulasikan dalam bentuk NE-Kur-Kit, nilai IC50 menurun drastis menjadi 1,638 µg/mL, yang menunjukkan peningkatan efikasi sitotoksik lebih dari empat kali lipat. Integrasi NE-Kur-Kit ke dalam sistem JMt berbasis AH, PVA, dan CMC menghasilkan JMt dengan karakteristik fisik yang baik, namun JMt berbasis CMC menunjukkan sifat mekanik paling rendah dibandingkan dengan AH dan PVA, sehingga berpotensi membatasi kemampuan penetrasinya. Uji permeasi ex vivo menunjukkan bahwa JMt berbasis AH memberikan kinerja paling optimal, dengan permeasi kurkumin sebesar 59,74% pada pH 7,4 dan meningkat menjadi 86,11% pada pH 5,4 dalam waktu 7 jam, sedangkan JMt berbasis PVA menunjukkan permeasi yang lebih rendah, yaitu 17,71% (pH 7,4) dan 34,58% (pH 5,4). Perbedaan ini berhubungan dengan sifat AH yang lebih higroskopis dan amorf yang mempercepat disolusi JMt dan difusi obat, sementara struktur semi-kristalin PVA lebih resisten terhadap penetrasi air sehingga pelepasan dan permeasi berlangsung lebih lambat dan terkontrol. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi sistem nanoemulsi kurkumin berlapis kitosan yang responsif terhadap pH dengan JMt berbasis polimer, serta evaluasi sistematis aktivitas sitotoksiknya terhadap sel MCF-7. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah penting dalam pengembangan sistem penghantaran obat transdermal yang cerdas, terarah, dan noninvasif untuk terapi kanker serta membuka peluang pengembangan lanjutan menuju aplikasi praklinik dan klinis. Kata kunci: kurkumin, nanoemulsi, jarum mikro terlarut, penghantaran transdermal, sel MCF-7, kitosan, sistem pH responsif

2026
👤 Penulis: Winda Trisna Wulandari
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENINGKATAN KINERJA PREDIKSI LINK BERBASIS EMBEDDING DENGAN PENGELOMPOKAN VEKTOR

Knowledge graph digunakan untuk menyimpan sekumpulan fakta dalam bentuk triple SPO (subjek, predikat, objek) atau (entitas, relasi, entitas). Salah satu masalah yang umum terjadi pada KG adalah KG tidak lengkap yaitu terdapat salah satu bagian entitas atau relasi yang hilang. Penggunaan KG tidak lengkap dapat menurunkan akurasi suatu task. Relasi yang hilang merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada KG tidak lengkap. Untuk melengkapi link atau relasi yang hilang dapat menggunakan prediksi link. Seiring bertambahnya fakta yang perlu disimpan, ukuran KG juga bertambah besar, terdiri dari jutaan entitas dan relasi. Semakin besar KG, maka semakin besar juga peluang KG tersebut tidak lengkap dan waktu yang dibutuhkan untuk memprediksi relasi yang hilang juga semakin meningkat. Oleh karena itu, akurasi hasil prediksi dan efisiensi waktu prediksi pada metode prediksi link perlu ditingkatkan. Embedding merupakan salah satu pendekatan yang digunakan pada prediksi link. Embedding mengubah representasi entitas dan relasi sebagai vektor dalam ruang dimensi tertentu. Proses utama prediksi link berbasis embedding terdiri atas tiga tahap yaitu embedding, scoring, dan pemeringkatan. Embedding mengubah entitas dan relasi menjadi nilai vektor. Scoring menghitung skor setiap triple menggunakan scoring function tertentu dan pemeringkatan mengurutkan triple berdasarkan skor dari yang tertinggi hingga terendah. Hasil prediksi ditentukan dari skor setiap triple. Semakin tinggi skor, semakin besar kemungkinan triple tersebut valid. Clustering digunakan untuk mengelompokkan data berdasarkan kesamaan tertentu. Teknik ini dapat diterapkan pada prediksi link berbasis embedding untuk mengelompokkan vektor sehingga prediksi link dilakukan pada cluster tertentu. Dengan membatasi jumlah vektor yang perlu diproses pada proses scoring dan pemeringkatan triple, waktu yang dibutuhkan untuk proses prediksi menjadi lebih efisien dan meningkatkan peluang hasil prediksi yang lebih akurat. Eksperimen penelitian dilakukan pada tiga dataset: WN18RR, WN11 dan FB13. Teknik prediksi link berbasis embedding yang digunakan sebagai metode baseline adalah TransE dan eksperimen menggunakan beberapa dimensi embedding rentang 50 hingga 200. Pengelompokan vektor menggunakan dua skema yaitu Balanced Iterative Reducing and Clustering Using Hierarchies (BIRCH) dan pengelompokan berdasarkan kesamaan relasi. Kualitas cluster dievaluasi menggunakan Silhouette Coefficient (SC) dan akurasi prediksi link menggunakan Hits@N, Mean Rank (MR), Mean Reciprocal Rank (MRR). Pengukuran efisiensi waktu berdasarkan waktu yang digunakan untuk memprediksi seluruh data uji pada setiap dataset. Metode prediksi link berbasis embedding dengan pengelompokan vektor diberi nama Link Prediction Clustering (LPC). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kualitas cluster memiliki nilai rentang 0,86 hingga 0,93. Nilai ini mengindikasikan bahwa pengelompokan vektor mendekati nilai 1, yang berarti kualitas cluster yang dihasilkan bagus. Oleh karena itu pengelompokan vektor dapat digunakan untuk membatasi area prediksi link. Pemilihan kelompok vektor menggunakan pengukuran jarak terdekat antara triple yang akan diprediksi dengan cluster yang ada, menggunakan Euclidean dan Mahalanobis. Berdasarkan hasil perhitungan relatif terhadap metode baseline, penerapan kelompok vektor terbukti dapat meningkatkan akurasi hasil prediksi Hits@1 rentang 10% – 98% dan mempersingkat waktu prediksi rentang 62% - 99,96%. Berdasarkan hasil penelitian, LPC terbukti berhasil meningkatkan akurasi hasil prediksi link sekaligus mengurangi waktu prediksi link pada KG tidak lengkap dan berukuran besar. Kebaharuan dan orisinalitas penelitian ini terletak pada penerapan pengelompokan vektor hasil embedding. Kontribusi utama disertasi ini adalah menghasilkan metode prediksi link berbasis embedding yang lebih akurat dan waktu prediksi lebih efisien dengan pengelompokan vektor hasil embedding.

2026
👤 Penulis: Fitri Susanti
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

MODEL KONSEPTUAL ADOPSI INTELIGENSI ARTIFISIAL UNTUK ARSITEKTUR ORGANISASI

Arsitektur organisasi atau enterprise architecture (EA) merupakan abstraksi tentang kondisi organisasi saat ini, kondisi yang diinginkan di masa depan, serta tahapan transisi untuk mencapainya. Pada era Industri 4.0, perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut organisasi memiliki arsitektur organisasi yang mampu memanfaatkan Inteligensi Artifisial atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data. EA yang ada seperti Zachman dan The Open Group Architecture Framework (TOGAF) telah banyak digunakan, namun sebagian besar belum mengadopsi AI secara menyeluruh di seluruh domain arsitekturnya. Keterbatasan tersebut menghambat organisasi dalam merespon perubahan lingkungan bisnis dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model konseptual adopsi Inteligensi Artifisial untuk arsitektur organisasi yang mengadopsi AI ke dalam lima domain utama EA, yaitu arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur teknologi, dan arsitektur keamanan. Model konseptual ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan organisasi akan model arsitektur yang berorientasi pada pengambilan keputusan berbasis data. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Design Science Research Methodology (DSRM) dengan tahapan identifikasi masalah, penentuan tujuan, desain dan pengembangan model, serta evaluasi awal terhadap konsep yang dikembangkan. Penelitian hingga tahap ini menghasilkan model konseptual adopsi AI ke dalam EA, yang memadukan TOGAF Architecture Development Model (ADM) sebagai kerangka utama dengan Business Architecture Body of Knowledge (BIZBOK) pada domain bisnis. Model ini menekankan adopsi AI dalam domain bisnis, data, aplikasi, teknologi, dan keamanan secara terintegrasi untuk membangun arsitektur organisasi yang berbasis data. Penelitian ini mengembangkan Model Konseptual adopsi AI dalam EA dengan memasukkan komponen adopsi AI ke dalam lima domain EA : arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur teknologi, dan arsitektur keamanan. Model konseptual ini dibangun dengan memadukan struktur domain EA (mengacu pada TOGAF dan BIZBOK) dengan tiga komponen utama adopsi AI: (1) Machine Intelligence Continuum (MIC), (2) AI Technologies; serta (3) AI Use. Integrasi ini menghasilkan model arsitektur yang tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga mampu mendukung keputusan berbasis data. Lapisan etika AI ditempatkan sebagai fondasi lintas domain untuk memastikan pemanfaatan AI selaras dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, keadilan, perlindungan data, keamanan, dan keberlanjutan. Evaluasi model dilakukan melalui studi kasus observasional pada lima perguruan tinggi—tiga di Indonesia dan dua di luar negeri—dengan pendekatan pemetaan kondisi AS-IS dan perancangan kondisi TO-BE, analisis kesenjangan lintas domain EA, serta pemetaan praktik AI terhadap komponen MIC, AI Technologies, dan AI Use. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model konseptual ini layak digunakan sebagai kerangka analitis untuk mengkaji kesiapan, keterpaduan, dan peran AI dalam EA, khususnya pada konteks layanan akademik. Model yang dihasilkan memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan EA berbasis AI dan menjadi dasar bagi penelitian lanjutan, termasuk validasi pakar dan pengujian empiris pada lingkungan operasional nyata

2026
👤 Penulis: Leni Fitriani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Enterprise Architecture (Ea) 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

RISK QUANTIFICATION OF TAIL STRIKE DURING TAKEOFF PHASE USING SUBSET SIMULATION

Keselamatan penerbangan senantiasa menjadi prioritas utama dalam industri dirgantara. Fase lepas landas merupakan fase yang sangat sensitif terhadap faktor manusia maupun teknis, yang berpotensi menghadirkan risiko langka namun kritis seperti peristiwa tail strike. Meskipun penelitian terdahulu telah meninjau risiko ini, sering kali terdapat keterbatasan dalam mengintegrasikan dinamika terbang dengan teknik probabilitas tingkat lanjut sehingga presisi dari kuantifikasi risiko menjadi terbatas. Penelitian ini menjawab keterbatasan tersebut dengan menerapkan kuantifikasi risiko probabilistik untuk mengevaluasi probabilitas insiden tail strike pada pesawat Boeing 747 saat fase lepas landas. Tujuan penelitian ini dicapai melalui pengembangan model dinamika untuk menghitung tail clearance serta penetapan limit state function, ????(????), yang didefinisikan sebagai tail clearance, di mana ????(????)?0 mendefinisikan sebuah kegagalan. Dengan menggunakan metode Subset Simulation untuk mengestimasi probabilitas di berbagai kondisi operasional, penelitian ini memperoleh nilai probabilitas kegagalan, ????????, sebesar 5.63×10?7, yang dikategorikan sebagai extremely remote failure oleh EASA. Hasil dari analisis sensitivitas manual mengidentifikasi bahwa ground speed merupakan faktor risiko utama, di mana rotasi di bawah kecepatan yang seharusnya (under speed rotation) memicu terjadinya tail strike. Selain itu, penggunaan defleksi elevator yang tidak terlalu agresif ditemukan efektif dalam menurunkan probabilitas kegagalan. Sebagai kesimpulan, risiko tail strike dapat dimitigasi secara efektif melalui manajemen kecepatan rotasi dan kontrol pitch yang disesuaikan dengan berat serta konfigurasi pesawat.

2026
👤 Penulis: Rangga Brava Ivanza
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

AURA BIRU 4: REFLEKSI 25 TAHUN OTONOMI PERGURUAN TINGGI

Tidak ada deskripsi.

2026
👤 Penulis: Tidak diketahui
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pendidikan Tinggi

INTEGRATED HYDRODYNAMIC AND THERMAL MODELING TO ANALYZE THE INFLUENCE OF JETTY STRUCTURES AND POWER PLANT DISCHARGE AT THE JAVA 7 COAL-FIRED POWER PLANT, SERANG, BANTEN, INDONESIA

Wilayah pesisir yang menjadi lokasi infrastruktur pembangkit listrik skala besar dicirikan oleh interaksi kompleks antara dinamika laut alami dan struktur rekayasa. Operasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batubara di wilayah pesisir menghasilkan pembuangan panas secara kontinu melalui sistem air pendingin, sementara infrastruktur pendukung seperti jetty memberikan batasan fisik terhadap sirkulasi perairan. Kombinasi pengaruh tersebut berpotensi mengubah kondisi hidrodinamika lokal, memengaruhi distribusi suhu dan salinitas, serta memodifikasi proses pencampuran di perairan sekitarnya. Oleh karena itu, analisis yang komprehensif dan terintegrasi terhadap proses-proses tersebut menjadi penting untuk mendukung pengelolaan operasi pembangkit listrik pesisir yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial. PLTU Java 7 yang berlokasi di perairan pesisir Serang, Banten, Indonesia, memiliki peran strategis dalam memasok energi listrik untuk Pulau Jawa. Pembangkit ini menggunakan air laut sebagai media pendingin yang kemudian dibuang kembali ke lingkungan laut dengan suhu yang lebih tinggi. Selain itu, struktur jetty dibangun untuk mendukung kegiatan transportasi bahan bakar dan operasional pembangkit. Meskipun infrastruktur tersebut sangat penting bagi operasional pembangkit, keberadaannya dapat memengaruhi pola arus serta penyebaran plume suhu dan salinitas yang dihasilkan dari pembuangan air pendingin. Pemahaman terhadap interaksi ini sangat krusial dalam mengevaluasi potensi dampak lingkungan dan sosial di wilayah pesisir sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh struktur jetty dan pembuangan air pendingin terhadap karakteristik hidrodinamika, suhu, dan salinitas di perairan pesisir sekitar PLTU Java 7 menggunakan pendekatan pemodelan numerik terintegrasi. Pemodelan hidrodinamika dua dimensi dilakukan menggunakan MIKE 21 untuk mensimulasikan elevasi muka air, tinggi gelombang signifikan, serta kecepatan arus horizontal rata-rata kedalaman. Model dikembangkan, dikalibrasi, dan diverifikasi menggunakan data observasi yang tersedia untuk memastikan bahwa hasil simulasi merepresentasikan kondisi hidrodinamika wilayah studi secara realistis. Untuk menangkap proses hidrodinamika multiskala secara memadai, diterapkan pendekatan pemodelan bersarang (nested modeling). Model skala regional terlebih dahulu dibangun untuk merepresentasikan dinamika pasang surut, gelombang, dan arus dalam skala besar. Hasil dari model regional ini kemudian digunakan sebagai kondisi batas bagi model lokal dengan resolusi lebih tinggi yang berfokus pada area sekitar pembangkit dan struktur jetty. Pendekatan ini memungkinkan transfer gaya hidrodinamika regional ke dalam domain lokal secara konsisten, di mana pengaruh struktur dan proses pembuangan panas menjadi lebih dominan. Berdasarkan hasil pemodelan hidrodinamika dua dimensi bersarang, model tiga dimensi dikembangkan menggunakan MIKE 3 untuk mensimulasikan distribusi suhu dan salinitas akibat pembuangan air pendingin. Kerangka pemodelan tiga dimensi ini dirancang untuk merepresentasikan stratifikasi vertikal, proses pencampuran, serta perilaku plume dalam kolom air. Kalibrasi dan verifikasi model suhu dan salinitas dilakukan menggunakan data observasi yang tersedia guna mengevaluasi keandalan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur jetty secara signifikan memengaruhi kondisi hidrodinamika lokal dengan mengubah arah dan kecepatan arus di sekitar area pembangkit. Perubahan hidrodinamika ini berdampak pada jalur dispersi serta sebaran spasial plume suhu dan salinitas. Simulasi tiga dimensi menunjukkan bahwa pembuangan panas dapat menyebabkan stratifikasi lokal pada kondisi tertentu, sementara gaya hidrodinamika dan pengaruh struktur mendorong proses pencampuran serta pemisahan plume di area lain. Interaksi antara hidrodinamika, pembuangan panas, variasi salinitas, dan struktur jetty memiliki peran penting dalam mengendalikan perilaku plume termal, yang berimplikasi pada pengelolaan sistem pendingin dan mitigasi dampak lingkungan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pemodelan terintegrasi menggunakan MIKE 21 dan MIKE 3 merupakan kerangka yang andal untuk menganalisis proses hidrodinamika dan termal yang saling berinteraksi di lingkungan pembangkit listrik pesisir. Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk mendukung kajian dampak lingkungan dan sosial, pengelolaan wilayah pesisir, serta operasi pembangkit listrik yang berkelanjutan, dan dapat menjadi referensi bagi studi serupa di wilayah pesisir lainnya.

2026
👤 Penulis: Aurelya Betha Sonia
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

BERADAPTASI DENGAN PERUBAHAN: PERAN PRAKTIK PEMASARAN INTERAKTIF DALAM EVOLUSI INDUSTRI PENERBITAN BUKU

Penelitian ini mengkaji salah satu tantangan utama yang dihadapi industri penerbitan buku di Indonesia, yaitu bagaimana beradaptasi dengan disrupsi digital dan perubahan perilaku konsumen di tengah penurunan penjualan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola yang berulang dalam perilaku pembaca. Meskipun banyak pembaca masih menyatakan preferensi terhadap buku fisik, preferensi tersebut tidak selalu tercermin dalam keputusan pembelian, sehingga terlihat adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan dan apa yang benar-benar dibeli. Untuk memahami kesenjangan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan mixedmethod dengan mengombinasikan survei kuantitatif terhadap 1.000 responden dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan praktisi industri terpilih, yaitu Gramedia, Mizan, Transmedia Pustaka, Unpad Press, Indscript, dan Bitread Publishing. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa permasalahan utama tidak terletak pada format buku itu sendiri, melainkan pada bagaimana buku diposisikan, diperkenalkan, dan dihadirkan dalam konteks keseharian pembaca. Dengan mengacu pada perspektif network society dari Castells, pendekatan adaptive marketing dari McKinsey, serta kerangka STP dan interactive marketing, penelitian ini menunjukkan pendekatan segmentasi demografis konvensional saja tidak lagi memadai. Sebaliknya, strategi yang lebih adaptif seperti persona, komunikasi dua arah, dan pembangunan komunitas tampak berperan dalam memperkuat nilai yang dirasakan oleh pembaca. Selain itu, praktik co-creation dan keterlibatan aktif penulis juga berpotensi mendorong keterikatan pembaca yang lebih mendalam. Penelitian ini tidak bermaksud menawarkan solusi yang bersifat final, melainkan mengusulkan sebuah kerangka strategis yang membantu menjelaskan bagaimana penerbit dapat merespons perubahan perilaku pembaca. Temuan ini memberikan implikasi praktis yang dapat ditransfer ke berbagai jenis penerbit, baik penerbit komersial besar maupun penerbit independen dan akademik, sekaligus berkontribusi pada diskusi mengenai adaptasi industri penerbitan dalam menghadapi transformasi digital.

2026
👤 Penulis: Anita Hairunnisa
🏷️ Pemasaran Interaktif 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KUALITAS TATA KELOLA INSTITUSIONAL DAN TRANSPARANSI PAJAK PERUSAHAAN: PERAN MODERASI TATA KELOLA PERUSAHAAN, BUKTI DARI PERUSAHAAN MULTINASIONAL UNI EROPA VS AS

Transparansi pajak perusahaan semakin menjadi aspek penting dalam pelaporan korporasi. Namun demikian, secara empiris masih belum dapat dipastikan apakah institusi negara asal yang lebih kuat mendorong perusahaan untuk mengungkapkan informasi perpajakan secara lebih luas. Skripsi ini menganalisis apakah rule of law dan control of corruption berhubungan dengan transparansi pajak perusahaan, serta apakah kualitas tata kelola perusahaan memperkuat hubungan tersebut, dengan menggunakan sampel perusahaan multinasional terbuka di Uni Eropa dan Amerika Serikat selama periode 2019–2023 dan model panel fixed effects. Hasil penelitian tidak mendukung efek positif yang diprediksi. Rule of law tidak signifikan secara statistik untuk perusahaan AS, tetapi bernilai negatif dan signifikan untuk perusahaan UE, sedangkan control of corruption tidak signifikan secara statistik di kedua kawasan. Efek moderasi juga secara umum tidak signifikan, dengan ditemukan bukti lemah mengenai interaksi negatif rule of law pada perusahaan UE. Studi ini berkontribusi dengan menunjukkan, dalam desain komparatif UE–AS, bahwa kualitas institusional yang lebih kuat tidak selalu menghasilkan transparansi pajak yang lebih tinggi dalam analisis intra-perusahaan.

2026
👤 Penulis: Ammara Hanna Lutfiya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA TERAPUNG DI AREA PELABUHAN

Patimban menghadapi peningkatan permintaan daya listrik akibat besarnya skala aktivitas operasional, dengan kebutuhan listrik tahunan yang diproyeksikan mencapai 38,86 GWh pada tahap pengembangan akhir. Walaupun pemerintah Indonesia berkomitmen pada konsep "Green Port", yang mana memprioritaskan energi berkelanjutan untuk mengurangi emisi, pasokan listrik saat ini masih sangat bergantung pada sumber bahan bakar fosil. Situasi ini menciptakan konflik manajemen energi bagi kegiatan operasional Pelabuhan Patimban. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut, studi ini mengusulkan pembangkit listrik tenaga surya terapung (Floating Photovoltaic/FPV) berkapasitas 78,6 MWp. Tata letak yang diusulkan terdiri dari 20 pulau terapung yang dikategorikan ke dalam tiga tipe berbeda: enam pulau masing-masing berkapasitas 3,09 MWp, tujuh pulau berkapasitas 3,64 MWp, dan tujuh pulau berkapasitas 4,93 MWp. Penempatan pulau-pulau ini secara khusus mempertimbangkan alur navigasi maintenance boat untuk memastikan akses operasional yang efisien. Kelayakan desain ini dievaluasi menggunakan simulasi numerik, di mana setiap pulau PV terapung dimodelkan sebagai rigid body yang dirangkai dari beberapa jenis modul floater yang tersedia. Pertama, karakteristik hidrodinamika struktur dimodelkan menggunakan OrcaWave, sebuah perangkat lunak berbasis boundary element method (BEM). Setiap pulau kemudian dikenakan beban lingkungan yang berasal dari angin, arus, serta gelombang air laut, baik first-order maupun second-order wave. Gaya ini dihitung secara analitis dan diaplikasikan sebagai beban titik (point load) selama simulasi dinamis di OrcaFlex. Sistem penambatan (station-keeping) menggunakan material polyester berdiameter 18 mm untuk mengamankan struktur. Analisis difokuskan pada faktor-faktor kritis seperti offset pulau dan tegangan tali tambat (mooring tension) untuk memastikan struktur tetap stabil dan mematuhi standar yang relevan. Terakhir, gaya reaksi yang dihasilkan pada dasar laut akibat mooring dianalisis untuk merancang angkur pemberat (deadweight anchors) dengan mempertimbangkan kriteria spesifik untuk stabilitas vertikal, lateral, guling (overturning), dan daya dukung tanah (bearing capacity).

2026
👤 Penulis: Rafi Valencio Rahman
🏷️ Energi Terbarukan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

EVALUASI DAMPAK PELATIHAN DI BAWAH PROGRAM DESA BAKTI BCA TERHADAP KAPABILITAS DAN HASIL EKONOMI DI DESA WISATA HIJAU BILEBANTE

Studi ini mengevaluasi dampak pelatihan di bawah Program Desa Bakti BCA terhadap kemampuan dan hasil ekonomi peserta di Desa Wisata Hijau Bilebante, Indonesia. Studi ini membahas keterbatasan umum dalam pelaporan CSR, di mana keberhasilan sering digambarkan melalui aktivitas dan hasil daripada perubahan penerima manfaat yang terukur. Menggunakan desain retrospektif satu kelompok sebelum-sesudah, studi ini menafsirkan temuan melalui perspektif model logika, yang didukung oleh ISO 26000 dan GRI 203/413. Analisis didasarkan pada tanggapan kuesioner terstruktur dari 31 peserta yang menilai kondisi mereka sebelum pelatihan dan kondisi mereka saat ini setelah pelatihan. Data dibersihkan, dipasangkan, dikodekan, dan dikonversi sebelum analisis validitas, reliabilitas, dan deskriptif. Normalitas dinilai menggunakan uji ShapiroWilk; karena data berpasangan tidak normal, Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon digunakan, sedangkan ukuran efek digunakan untuk menafsirkan besarnya perubahan dan mengevaluasi hipotesis penelitian. Temuan ini mengungkapkan pola peningkatan yang konsisten di seluruh tahapan model logika. Pada tingkat output, rata-rata kelompok meningkat dari 2,153 menjadi 3,911. Di seluruh 42 indikator hasil, skor rata-rata naik dari 2,737 menjadi 4,438, sementara indikator ekonomi berbasis Likert meningkat dari 2,824 menjadi 4,290. Perubahan ini signifikan secara statistik dan didukung oleh ukuran efek yang besar secara seragam. Peningkatan terkuat ditemukan pada pendapatan bruto, kemandirian ekonomi, dan persepsi keamanan peserta dalam menyampaikan pendapat dan memberikan umpan balik program. Secara substansial, hasil penelitian juga menunjukkan peningkatan yang nyata dalam perkiraan pendapatan bruto, yang menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan dikaitkan dengan kesiapan ekonomi dan kondisi mata pencaharian yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa program pelatihan ini menghasilkan peningkatan multidimensional yang bermakna yang melampaui penyampaian pelatihan hingga penguatan kemampuan, partisipasi masyarakat, dan peningkatan ekonomi tidak langsung. Studi ini memberikan bukti praktis untuk akuntabilitas CSR dan memberikan dasar terstruktur untuk penyempurnaan program, pelaporan keberlanjutan, dan replikasi dalam konteks desa wisata lainnya.

2026
👤 Penulis: Indrawanto Sahama
🏷️ Desain Retrospektif 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EVALUASI DAMPAK LINGKUNGAN DARI REFRIGERAN BER-GWP TINGGI DAN EKSPLORASI ALTERNATIF BERKELANJUTAN UNTUK REFRIGERASI KOMERSIAL DI INDONESIA

Indonesia's commercial refrigeration sector relies heavily on R-404A, a refrigerant with a high Global Warming Potential (GWP) targeted for phase-down under the Kigali Amendment. This study evaluates the thermodynamic performance, technical feasibility, and environmental impact of replacing R-404A with low-GWP alternatives R-407F and R-454C in a 15.00 kW commercial system. Thermodynamic metrics, primarily Coefficient of Performance (COP) and Volumetric Cooling Capacity (VCC), were obtained using Aspen HYSYS simulations. A feasibility assessment compared drop-in versus retrofit scenarios to ensure cooling loads were maintained. Additionally, the study forecasted nationwide direct emissions from 2025 to 2045 and conducted a Total Equivalent Warming Impact (TEWI) analysis to quantify the comprehensive lifecycle carbon footprint. Results indicate that R-407F offers the highest efficiency (COP 1,52) as a viable drop-in replacement. Conversely, R-454C provides a 96% reduction in GWP but operates at a lower efficiency (COP 1,41), requiring a 16,09% compressor capacity upscale (retrofit) to prevent excessive duty cycles. Emission forecasts show that transitioning to R-454C would reduce national direct emissions by 96,41% by 2045. TEWI analysis reveals that while R-407F currently yields the lowest overall lifecycle footprint, R-454C offers superior long-term climate benefits by minimizing the environmental impact of refrigerant leaks. Ultimately, this research provides essential engineering and policy data for Indonesia's transition to sustainable refrigeration.

2026
👤 Penulis: Muhammad Attila Farrel Ardan
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

FORMULASI SERUM NANOSUSPENSI UNTUK MENGURANGI UKURAN PARTIKEL TEMU PUTIH (CURCUMA ZEDOARIA (CHRISTM.) ROSCOE)

Temu puth atau or Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe tanaman yang umum digunakan sebagai bahan pangan dan obat tradisional. Rimpang dari tanaman tersebut mengandung zat kurkuminoid, zat yang umum ditemukan pada genus Curcuma dengan manfaatnya yang melimpah termasuk sebagai antoksidan. Meski temu puth memiliki manfaat yang berlimpah, manfaat tersebut terhambat oleh tngkat kelarutan dalam air yang rendah, terutama berkaitan dengan aktvitas dan permeasinya pada kulit. Tujuan dari penelitan ini adalah mengurangi ukuran ekstrak C.zedoari untuk sediaan kulit. Beberapa metode hadir sebagai opsi untuk meningkatkan permeasi ekstrak tersebut, dengan metode nanosuspensi sebagai metode terpilih. Nanosuspensi tersebut menggunakan satu dari tga jenis ekstrak yang dihasilkan, yang masing-masing memiliki kandungan kurkuminoid dan aktvitas antoksidannya sendiri. Kandungan nanosuspensi yang dihasilkan adalah 1% ekstrak C.zedoaria, 0,2% Cocamidopropil betaine, 2% Tween 20, 2% propilen glikol, dan ditambahkan hingga 100% dengan air. Nanosuspensi yang dihasilkan memiliki tampilan berwarna cukup kuning dan keruh, dengan diameter ukuran partkel 1243.1 nm dan pH 5.8. Nanosuspensi kemudian diuji permeasi yang memperoleh puncak fux pada jam pertama, lalu mengalami penurunan pada jam kedua hingga jam ke-lima dari pengujian.

2026
👤 Penulis: Muhammad Farhan Rizqi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KUANTIFIKASI RISIKO KETERCAPAIAN TARGET PENERIMAAN IURAN BPJS KESEHATAN DENGAN INTERVENSI KEPESERTAAN

Keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Kesehatan sangat bergantung pada keseimbangan kondisi keuangan lembaga sehingga pencapaian target penerimaan iuran menjadi fokus utama manajemen risiko. Penelitian ini bertujuan mengembangkan framework kuantifikasi risiko penerimaan iuran menggunakan model deret waktu ARIMAX dengan variabel eksogen jumlah peserta aktif. Proyeksi kepesertaan diperoleh dari mengaplikasikan model rantai Markov yang telah dimodifikasi sedangkan simulasi Monte Carlo diterapkan untuk mengestimasi distribusi penerimaan iuran tahunan dan menghitung peluang ketercapaian target. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ARIMAX mampu menangkap keterkaitan antara dinamika kepesertaan dan penerimaan iuran. Model terbaik untuk data tahun 2022-2024 adalah ????????????????????????(0, 1, 0) dengan nilai MAPE sebesar 1,95% pada data pengujian. Tanpa intervensi tambahan, peluang ketercapaian target Rp168,5 triliun hanya sebesar 37,00%. Dari tiga skenario intervensi yang diuji, skenario peningkatan peserta baru dinilai paling efisien dengan peluang keberhasilan 96,38%. Kerangka kerja ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sistem peringatan dini bagi manajemen risiko.

2026
👤 Penulis: Fransisca Benedicta
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko
Halaman 45 dari 349
💬