📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5,228 dokumen

ANALISIS UMUR SUDU TURBIN BERDASARKAN PARAMETER CREEP DENGAN METODE ELEMEN HINGGA PADA PLTP LAHENDONG UNIT 1

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang berperan penting dalam mendukung ketahanan energi nasional serta menyediakan suplai listrik yang stabil sebagai sumber energi baseload. Dalam sistem pembangkit ini, turbin uap merupakan komponen utama yang berfungsi mengubah energi termal dari uap panas bumi menjadi energi mekanik yang kemudian dikonversi menjadi energi listrik melalui generator. Keandalan dan efisiensi operasi turbin sangat bergantung pada kondisi komponen sudu turbin yang bekerja pada kondisi operasi yang ekstrem, yaitu temperatur tinggi, tekanan tinggi, serta lingkungan kimia yang agresif. Pada sistem pembangkit panas bumi, uap yang digunakan untuk menggerakkan turbin sering kali mengandung gas non-kondensabel seperti karbon dioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S), yang berpotensi menciptakan lingkungan korosif dan mempercepat proses degradasi material. PLTP Lahendong Unit 1 di Sulawesi Utara merupakan salah satu pembangkit panas bumi yang memiliki peran penting dalam sistem kelistrikan regional dengan kapasitas terpasang sebesar 20 MW. Unit pembangkit ini mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2001 dan telah beroperasi selama lebih dari dua dekade. Seiring dengan meningkatnya akumulasi jam operasi, komponen-komponen kritis pada turbin mengalami proses penuaan material yang dapat memengaruhi integritas struktural dan keandalannya. Sudu turbin merupakan salah satu komponen yang paling rentan terhadap kerusakan karena secara langsung terpapar aliran uap berkecepatan tinggi serta berbagai kontaminan kimia yang terkandung di dalam fluida panas bumi. Kondisi ini menyebabkan sudu turbin berpotensi mengalami berbagai mekanisme kerusakan seperti creep, korosi, erosi, fatigue, dan stress corrosion cracking (SCC), yang dalam jangka panjang dapat memicu terjadinya kegagalan struktural komponen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kerusakan yang terjadi pada sudu turbin PLTP Lahendong Unit 1 serta mengevaluasi umur sisa komponen berdasarkan mekanisme degradasi material yang terjadi selama operasi. Pendekatan penelitian dilakukan melalui analisis kerusakan menggunakan data inspeksi Non- Destructive Test (NDT), evaluasi perubahan mikrostruktur material menggunakan metode in-situ metallography, serta analisis numerik menggunakan simulasi metode elemen hingga (finite element method). Analisis tersebut mempertimbangkan parameter operasi aktual pembangkit seperti temperatur uap, ii tekanan operasi, serta durasi operasi yang diperoleh dari data log sheet operasional pembangkit. Metode inspeksi material yang digunakan dalam penelitian ini meliputi berbagai teknik pengujian non-destruktif seperti ultrasonic test (UT), magnetic particle test (MPT), dan penetrant inspection untuk mendeteksi adanya cacat permukaan maupun cacat internal pada material sudu turbin. Selain itu, pengujian metalografi in-situ dilakukan untuk mengamati perubahan mikrostruktur material yang terjadi akibat paparan temperatur tinggi dan tegangan jangka panjang selama masa operasi turbin. Melalui pengamatan mikrostruktur, indikasi kerusakan akibat creep dapat diidentifikasi melalui keberadaan microvoids, cavities, oriented cavities, maupun microcracks yang terbentuk pada batas butir material. Perubahan mikrostruktur tersebut menjadi indikator penting dalam mengevaluasi tingkat kerusakan material dan memperkirakan sisa umur pakai komponen. Hasil analisis menunjukkan bahwa degradasi material pada sudu turbin dipengaruhi oleh kombinasi faktor termal, mekanis, dan kimia dari lingkungan operasi panas bumi. Interaksi antara temperatur tinggi, tegangan jangka panjang akibat gaya sentrifugal turbin, serta lingkungan korosif dari gas-gas non-kondensabel dapat mempercepat proses degradasi material pada sudu turbin yang terbuat dari Martensitic Stainless Steel (SS 410). Dalam kondisi operasi jangka panjang, proses creep dapat menyebabkan pembentukan rongga mikro (microcavities) yang kemudian berkembang menjadi retakan mikro dan retakan makro yang berpotensi menyebabkan kegagalan struktural komponen apabila tidak terdeteksi secara dini. Melalui pendekatan analisis terpadu yang menggabungkan inspeksi material, evaluasi mikrostruktur, serta simulasi numerik, penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi degradasi aktual pada sudu turbin serta estimasi sisa umur operasionalnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penerapan strategi pemeliharaan berbasis kondisi (condition-based maintenance) serta perencanaan pemeliharaan turbin yang lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, keandalan operasi PLTP Lahendong Unit 1 dapat tetap terjaga sekaligus meminimalkan risiko kegagalan komponen yang tidak terprediksi serta meningkatkan umur pakai aset pembangkit secara keseluruhan.

2026
👤 Penulis: Reza Muhamad
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PEMODELAN PELUANG GOL PADA FUTSAL SATU-LAWAN-SATU MENGGUNAKAN SIMULASI KINEMATIKA DAN GEOMETRI SHOOTING

Penelitian ini memperluas metrik Expected Goals (xG) pada skenario futsal satu- lawan-satu menjadi fungsi probabilitas gabungan spasio-temporal menggunakan Agent-Based Modeling. Melalui metode Monte Carlo berbasis komputasi JavaScript, probabilitas gol dievaluasi dengan mengonfrontasikan kecepatan proyektil (15, 25, dan 35 m/s) terhadap latensi motorik biologis penjaga gawang (200 ms). Perhitungan ruang lintasan diekstraksi secara dinamis menggunakan algoritma bisektor sudut bukaan gawang (open angle) dan terintegrasi dengan Continuous Collision Detection (CCD). Hasil regresi fungsi Sigmoid terhadap data simulasi membuktikan bahwa peningkatan energi kinetik memicu pergeseran drastis pada titik ekuilibrium (peluang gol 50%). Jarak kritis (x0) terdorong mundur dari 9,23 meter pada kecepatan 15 m/s menjadi 19,24 meter pada 35 m/s, sementara ambang batas sudut ( ?0 ) menyusut ketat dari 0,21 menjadi 0,09 radian. Disimpulkan bahwa momentum proyektil ekstrem memicu kelumpuhan reaksi (reaction paralysis) yang secara efektif menetralkan parameter jarak tembak. Peluang gol terbukti merupakan hasil irisan mutlak antara ketersediaan celah geometri dan keunggulan waktu kinematika, di mana sisa probabilitas kegagalan asimtotik murni diakibatkan oleh inakurasi biomekanik penendang (angular noise).

2026
👤 Penulis: Anzet Dianto Pebriwan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN KATALOG KOMODITAS TERINTEGRASI TKDN DAN MEKANISME MONITORING DALAM PROSES PENGADAAN DI PT BUMI ENERGI

PT Bumi Energi merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor energi dan berkontribusi dalam mendukung kebijakan industri nasional melalui praktik pengadaannya. Berdasarkan Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2022, BUMN diwajibkan memprioritaskan pengadaan produk dalam negeri, dengan pengawasan oleh Kementerian ESDM serta BPKP. Meskipun demikian, banyak BUMN, termasuk PT Bumi Energi, masih menghadapi tantangan dalam penerapannya, seperti vendor yang belum memahami cara melakukan selfassessment nilai TKDN, sementara pelaporan perusahaan masih mengandalkan data TKDN yang dideklarasikan sendiri oleh vendor. Selain itu, belum terdapat pedoman teknis yang jelas mengenai penerapan mekanisme monitoring dan sanksi TKDN, padahal hal ini sangat krusial terutama untuk pengadaan strategis. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan PT Bumi Energi sebagai unit analisis. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, telaah dokumen internal dan pedoman kebijakan. Untuk memperoleh wawasan praktik terbaik, dilakukan benchmarking dengan perusahaan hulu migas yang telah menerapkan kebijakan TKDN secara efektif. Analisis difokuskan pada identifikasi kesenjangan dan hambatan implementasi, yang kemudian menjadi dasar dalam merumuskan rekomendasi strategi perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum optimalnya implementasi TKDN dipengaruhi oleh ketiadaan regulasi sektoral yang secara rinci mengatur pelaksanaan TKDN di sektor pertambangan dan minerba, berbeda dengan sektor migas yang telah memiliki ketentuan komprehensif termasuk penerapan sanksi. Perbandingan dengan perusahaan serumpun mengindikasikan tantangan serupa, terutama pada aspek monitoring dan verifikasi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penguatan kemampuan pengguna dalam proses monitoring melalui pendampingan oleh tim P3DN perusahaan. Penelitian ini juga menyarankan pemanfaatan dokumentasi capaian TKDN dari proyek sejenis sebagai referensi penetapan nilai minimum TKDN pada pengadaan berikutnya, dengan catatan spesifikasi dan kondisi pasar tetap relevan.

2026
👤 Penulis: Ade Febriyani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PROJECT MANAGEMENT OFFICE MODEL TO SUPPORT BUSINESS PROCESS POST ORGANIZATION CHANGES: A CASE STUDY OF LAND MATTERS & FORMALITIES

Perubahan organisasi pada ABC Corporation juga berdampak pada Divisi Land Matters & Formalities (LMF). Perubahan terjadi pada beberapa aspek diantaranya perluasan wilayah kerja dan peningkatan jumlah program kerja. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan kompleksitas operasional, tetapi juga menimbulkan tantangan dalam perencanaan, koordinasi, dan monitoring program kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan organisasi terhadap aktivitas operasional LMF, mengidentifikasi kebutuhan dan ekspektasi internal stakeholder dalam mendukung efektivitas operasional, serta menentukan pendekatan desain kerangka manajemen proyek yang paling sesuai dengan kebutuhan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap internal stakeholder LMF. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur persepsi terhadap dampak perubahan organisasi, kebutuhan peran integrasi, dan preferensi model Project Management Office (PMO). Analisis data dilakukan menggunakan uji reliabilitas, statistik deskriptif, analisis korelasi, serta regresi berganda untuk mengidentifikasi model PMO yang paling signifikan dalam menjawab kebutuhan pasca perubahan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan organisasi berdampak signifikan terhadap kompleksitas aktivitas operasional LMF, khususnya dalam perencanaan dan pemantauan program kerja lintas zona. Pemangku kepentingan internal secara konsisten menunjukkan kebutuhan yang tinggi terhadap peran integrasi, terutama dalam perencanaan terpusat, sistem monitoring kinerja, kejelasan peran dan tanggung jawab, serta sistem kerja yang adaptif. Lebih lanjut, hasil regresi berganda menunjukkan bahwa PMO dengan pendekatan Manajemen Strategis memiliki pengaruh paling signifikan dibandingkan model Control & Monitoring dan Methodology & Competency. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pembentukan PMO Manajemen Strategis sebagai enabler strategis untuk meningkatkan efektivitas operasional LMF pasca perubahan organisasi. Implementasi PMO ini diharapkan dapat memperkuat integrasi, tata kelola, dan pengambilan keputusan lintas fungsi secara berkelanjutan

2026
👤 Penulis: Kezia Eunike
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMBERIAN INSENTIF BERBASIS KONTRIBUSI INDIVIDU DI PERUSAHAAN JASA KONSULTANSI PT X

PT X sebagai perusahaan jasa konsultansi menghadapi tantangan dalam pemberian insentif yang konsisten, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan, karena saat ini kontribusi individu belum tercatat serta terolah secara kuantitatif melalui mekanisme yang terintegrasi. Kondisi tersebut menimbulkan kesulitan evaluasi kinerja konsultan berbasis data aktual proyek, sehingga keputusan insentif masih dipengaruhi subjektivitas dan tidak dapat dilacak. Penelitian ini bertujuan merancang Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk pemberian insentif berbasis kontribusi individu dengan memanfaatkan data timesheet sebagai sumber bukti aktivitas. Penelitian dilakukan melalui studi pendahuluan dan pemetaan kebutuhan, kemudian mengumpulkan serta mengevaluasi beberapa model insentif dari literatur dan menyeleksinya bersama problem owner untuk memperoleh model yang paling sesuai dengan konteks PT X. Setelah model terpilih, rancangan sistem disusun melalui perancangan struktur timesheet, logika perhitungan insentif yang menggabungkan aspek kontribusi kuantitatif dan kualitatif, serta perancangan antarmuka pengguna dalam bentuk prototipe. Prototipe kemudian diuji melalui simulasi perhitungan serta kegiatan verifikasi dan validasi untuk memastikan kesesuaian aturan, konsistensi alur input–proses–output, dan relevansi keluaran rekomendasi bagi pengambilan keputusan manajerial. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar pengembangan sistem insentif yang lebih adil, transparan, dan berbasis kontribusi aktual dalam lingkungan kerja proyek di PT X.

2026
👤 Penulis: Aalia Khairunnisa Primaputri
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data

PREDIKSI LOG VP/VS MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING DAN KARAKTERISASI RESEVOIR BERBASIS CPEI PADA ZONA OVERPRESSURE, LAPANGAN BEKAPAI, CEKUNGAN KUTAI

Parameter kecepatan gelombang geser (Vs) merupakan komponen elastik yang sangat penting dalam karakterisasi reservoir, karena berperan dalam penentuan sifat mekanik batuan, evaluasi parameter elastik, serta identifikasi kondisi tekanan bawah permukaan. Namun, keterbatasan data log Vs pada beberapa sumur menyebabkan perlunya upaya prediksi untuk memperoleh informasi elastik yang lebih lengkap dan konsisten pada seluruh interval penelitian. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, penelitian ini melakukan estimasi Vs melalui pendekatan prediksi log Vp/Vs menggunakan metode machine learning yang akan ditransformasi menjadi Vs. Selain pemodelan Vs, penelitian ini juga menganalisis atribut inversi CPEI untuk memahami karakter petrofisika reservoir. Atribut CPEI menunjukkan korelasi sebesar 0.74 terhadap saturasi air dengan parameter n = 0.1, m = 0.2, dan chi = –30. Turunan CPEI terhadap parameter AI dan Vp/Vs digunakan untuk mendapatkan trend kompaksi yang memiliki korelasi terhadap parameter petrofisik yaitu porositas dan volume of shale. Hasil menunjukkan bahwa dCPEI/dVp/Vs memiliki korelasi 0.56 terhadap densitas dan dCPEI/dAI memiliki korelasi 0.7 terhadap volume of shale. Parameter-parameter tersebut kemudian diterapkan pada hasil inversi seismik dan terbukti efektif dalam mengidentifikasi zona reservoir hidrokarbon. Zona reservoir tersebut dicirikan oleh nilai CPEI yang rendah, dCPEI/dVp/Vs yang tinggi, kombinasi dCPEI/dVp/Vs–porositas yang tinggi, serta dCPEI/dAI yang rendah.

2026
👤 Penulis: Muhammad Raihan Ulil Albab
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KARAKTERISASI RESERVOIR DAN ESTIMASI SUMBER DAYA GAS PADA FORMASI ARANG TENGAH, LAPANGAN HKM, CEKUNGAN NATUNA BARAT

Lapangan HKM yang terletak di Laut Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, merupakan lapangan penghasil hidrokarbon pada Formasi Arang Tengah yang diendapkan pada Miosen Awal hingga Miosen Tengah. Kehadiran hidrokarbon terkonfirmasi melalui data drill stem test (DST) yang menunjukkan adanya aliran gas pada interval FAT-1 dan FAT-2. Pada sumur AR-1, laju alir produksi gas pada interval FAT-1 mencapai 39 MMSCFD pada tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi reservoir berdasarkan hasil analisis stratigrafi dan struktur geologi, menentukan kualitas reservoir berdasarkan hasil analisis petrofisika, serta mengestimasi sumber daya gas pada interval FAT-1 dan FAT-2. Data yang digunakan meliputi laporan dan deskripsi batuan inti, log tali kawat dari lima sumur, data seismik 3D, laporan routine core analysis (RCAL), dan dokumen pendukung lainnya. Analisis fasies menunjukkan bahwa interval FAT-1 terdiri dari sembilan litofasies yang membentuk asosiasi fasies marshes, intertidal flat, distributary mouth bar, dan delta front yang mencerminkan lingkungan tide-dominated delta. Berdasarkan stratigrafi sikuen, interval FAT-1 terendapkan pada highstand system tract, dengan puncak reservoir dibatasi sequence boundary dan dasar reservoir dibatasi oleh flooding surface. Sementara itu, interval FAT-2 terendapkan pada highstand system tract, dengan puncak dan dasar reservoir dibatasi oleh flooding surface. Struktur geologi pada area penelitian adalah antiklin dengan arah barat laut–tenggara. Analisis petrofisika pada lima sumur menunjukkan bahwa interval FAT-1 memiliki ketebalan net pay berkisar 7–100 ft dengan rata-rata 45,07 ft, sedangkan interval FAT-2 berkisar 1–25 ft dengan rata-rata 11,33 ft. Interval FAT-1 memiliki rata-rata net-to-gross 0,40, porositas efektif 0,25, saturasi air 0,27, volume serpih 0,44, dan permeabilitas 1.681,11 mD. Sementara itu, interval FAT-2 memiliki rata-rata netto- gross 0,21, porositas efektif 0,20, saturasi air 0,41, volume serpih 0,43, dan permeabilitas 72,88 mD. Asosiasi fasies distributary mouth bar memiliki properti petrofisika terbaik dibandingkan asosiasi fasies lainnya. Estimasi sumber daya gas dilakukan dengan menetapkan kedalaman lowest known gas (LKG) pada 4.783,0 ft SSTVD untuk interval FAT-1 dan 4.583,7 ft SSTVD untuk interval FAT-2, menghasilkan estimasi sumber daya gas masing-masing 255,3 BCF dan 49,6 BCF.

2026
👤 Penulis: Aufa Rakan Hakim
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS NUMERIK PENGARUH PENGGUNAAN GURNEY FLAP TERHADAP PERFORMA TURBIN WELLS PROFIL NACA 0020 DI OSCILLATING WATER COLUMN (OWC)

Turbin Wells pada sistem Oscillating Water Column (OWC) mampu mengonversi aliran udara bolak balik menjadi daya poros, namun performanya menurun pada koefisien aliran tinggi akibat stall. Penelitian ini mengkaji modifikasi bilah turbin Wells profil NACA 0020 melalui penambahan Gurney flap pada trailing edge dengan variasi flap height (FH) dan flap width (FW) yang disusun menggunakan RSM–CCD untuk memperoleh konfigurasi yang paling efektif. Simulasi dilakukan dengan CFD kondisi tunak pada ANSYS Fluent untuk ???? = 0,1 hingga 0,350 dan dilanjutkan hingga ????= 0,4 untuk mengamati perilaku pasca stall. Kinerja dievaluasi menggunakan koefisien torsi ????????, koefisien input ????????, dan efisiensi ????, dengan tambahan efisiensi rata rata ???????????? dan koefisien torsi rata rata ????????????????. Hasil menunjukkan Gurney flap meningkatkan torsi pada zona pra stall hingga ????= 0,3. Berdasarkan perbandingan efisiensi rata rata ????????????,dipilih tiga konfigurasi yang memberikan peningkatan paling konsisten pada rentang pra stall, yaitu modifikasi 1, 6, dan 8. Kemudian ketiganya ditinjau kembali menggunakan ????????????????untuk memastikan peningkatan torsi rata rata tetap kuat. Nilai ???????????????? baseline 0,1969 meningkat menjadi 0,2445 (Modifikasi 1), 0,2400 (Modifikasi 6), dan 0,2610 (Modifikasi 8), dengan peningkatan terbesar 32,58 persen pada Modifikasi 8. Modifikasi 8 juga menghasilkan efisiensi rata rata sebesar 52,40% mengalami kenaikan 7,9% dibandingkan dengan kondisi baseline. Pada perluasan kondisi pasca stall, performa bilah termodifikasi bertahan lebih lama dibanding baseline sebelum koefisien torsi berubah menjadi negatif pada sekitar ????= 0,4, yang menandakan batas operasi efektif telah terlampaui.

2026
👤 Penulis: Imam Habib Farhan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERENCANAAN METODE PELAKASANAAN KONSTRUKSI PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM TEKNIK 1B ITB JATINANGOR

Perencanaan metode konstruksi merupakan hal yang penting dalam perancangan proyek konstruksi karena berkaitan langsung dengan penentuan durasi dan biaya konstruksi proyek yang dijelaskan terpisah. Perencanaan dimulai dengan pembuatan Work Breakdown Structure (WBS) dilanjutkan dengan menghitung kuantifikasi volume pekerjaan dan merancang metode konstruksi sesuai gambar dan spesifikasi proyek. Perencanaan metode diawali dengan pekerjaan persiapan yang kemudian dilanjutkan pekerjaan tanah yang terdiri dari pekerjaan galian dan timbunan. Pekerjaan dinding penahan tanah dilakukan setelah pekerjaan galian. Pekerjaan pondasi terdiri dari pekerjaan pondasi tiang pancang dan pile cap yang pekerjaannya dimulai dari utara gedung dan berakhir pada timur gedung. Pekerjaan struktur atas terdiri dari struktur baja dan struktur beton yang menggunakan struktur beton bertulang dengan metode cast in situ. Selain itu direncanakan pula pekerjaan arsitektural dan finishing yang meliputi pekerjaan dinding, pekerjaan lantai, pekerjaan kusen, pekerjaan plafond, dan pekerjaan pengecatan.

2026
👤 Penulis: Muhammad Sapto Nugroho
🏷️ Konstruksi Proyek 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Biaya

STUDI PENAMBAHAN BIJIH SAPROLIT UNTUK NETRALISASI ASAM DI PROSES RECYCLE LEACHING PADA LARUTAN ARTIFISIAL HASIL PELINDIAN PRODUK HIGH PRESSURE ACID LEACHING (HPAL)

High-pressure acid leaching (HPAL) merupakan proses pengolahan bijih laterit tipe limonit secara hidrometalurgi yang paling banyak diadopsi secara global. Proses ini memanfaatkan asam sulfat untuk melindi logam pada suhu dan tekanan tinggi (240–270 °C, 33–55 atm) untuk melarutkan nikel dan kobalt dari bijih limonit. Namun, proses HPAL memiliki kekurangan, yaitu besarnya volume limbah padat yang dihasilkan. Untuk setiap ton nikel yang diproduksi, diperkirakan 1,4– 1,6 ton limbah juga dihasilkan. Untuk mengatasi tantangan ini, dilakukan penelitian untuk menguji kemampuan bijih saprolit sebagai agen netralisasi pada proses yang disebut recycle leaching dimana saprolit ditambahkan ke larutan hasil pelindian (pregnant leach solution, PLS) HPAL yang masih mengandung asam bebas. Proses ini mampu menetralkan asam dan sekaligus melarutkan nikel tambahan dari saprolit tanpa memerlukan penambahan asam baru sehingga berpotensi untuk mengurangi penggunaan reagen netralisasi umum seperti kapur dan batu kapur yang berpotensi mengurangi volume limbah padat yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu preparasi, percobaan pendahuluan, dan percobaan utama. Pada tahap pendahuluan, desain percobaan menggunakan metode design of experiment (DoE) full factorial 2³ dengan dua replikasi untuk mengidentifikasi kontribusi masing-masing faktor terhadap konsentrasi asam bebas. Percobaan utama kemudian dirancang menggunakan metode Taguchi Orthogonal Array L? dengan dua replikasi untuk menentukan kondisi optimum. Pelindian dilakukan pada PLS artifisial produk HPAL dalam reaktor leher tiga pada temperatur 95 °C dengan pengadukan 400 rpm. Konsentrasi asam bebas dianalisis menggunakan metode titrasi asam-basa dengan NaOH 0,2 N, sedangkan kadar logam yang terlarut dianalisis menggunakan atomic absorption spectroscopy (AAS). Setelah kondisi optimum ditemukan, dilakukan percobaan lanjutan untuk menentukan persen ekstraksi logam dan kinetika pelindian pada kondisi optimum. Hasil percobaan menunjukkan bahwa rasio bijih/H2SO4 memberikan kontribusi tertinggi (76,88 %) terhadap penurunan konsentrasi asam bebas, diikuti oleh rasio S/L slurry (15,91 %) dan waktu pelindian (4,52 %). Konsentrasi asam bebas minimum dicapai pada kondisi optimum dengan rasio bijih/H2SO4 1,7 pada rasio S/L 0,43 g/mL dengan waktu pelindian 7 jam dimana diperoleh penurunan konsentrasi asam bebas dari 60 g/L menjadi sekitar 13,6 g/L. Persen ekstraksi logam pada kondisi optimum recycle leaching menunjukkan bahwa magnesium mengalami pelindian paling tinggi, mencapai sekitar 45,10 %, diikuti kobalt sebesar 37,76 %, besi sebesar 34,54 %, dan nikel 21,90 %.

2026
👤 Penulis: Evander Sebastian Setiawan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENENTUAN DESKRIPTOR MOLEKUL SENYAWA TURUNAN 2-ANILINOPIRIMIDIN YANG BERPENGARUH TERHADAP AKTIVITAS INHIBISI FOKAL ADESI KINASE

Kanker ovarium menempati peringkat ke-3 sebagai penyebab kematian akibat kanker. Salah satu penyebabnya adalah resistensi sel kanker terhadap pengobatan kemoterapi yang ada, sehingga dibutuhkan pengembangan obat. Aktivitas Fokal Adesi Kinase (FAK) yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi sel kanker terhadap terapi yang dijalani. Sebuah studi menunjukkan potensi turunan 2-anilinopirimidin sebagai inhibitor FAK. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan model Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas (HKSA) untuk mengidentifikasi parameter fisikokimia yang berperan dalam aktivitas penghambatan terhadap FAK, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengembangan senyawa turunan 2-anilinopirimidin baru dengan nilai IC50 yang lebih baik. Sebanyak 45 senyawa turunan 2-anilinopirimidin dimodelkan dalam bentuk struktur tiga dimensi, kemudian dioptimasi dengan metode Density Functional Theory (DFT) dengan pendekatan fungsi B3LYP dan basis set 6-31G, dan dihitung nilai deskriptor molekulnya dengan menggunakan beberapa perangkat lunak. Data senyawa yang diperoleh dibagi menjadi training set dan test set. Model dibangun dengan training set menggunakan regresi multilinier dan divalidasi secara internal. Tidak ada model akhir yang diperoleh dari penelitian ini karena belum memenuhi seluruh kriteria, akan tetapi, berdasarkan hasil analisis deskriptor pada model yang dihasilkan, deskriptor LogS, Rotbonds, TPSA, HBA, momen dipol, dan polarisabilitas adalah deskriptor-deskriptor yang memberikan pengaruh terhadap aktivitas inhibisi FAK.

2026
👤 Penulis: Helen Vanako
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

RECOMMENDATIONS AND DEVELOPMENT OF REGULATORY FRAMEWORKS FOR THE CERTIFICATION OF ELECTRIC PROPULSION SYSTEMS IN ADVANCED AIR MOBILITY AIRCRAFT IN INDONESIA

The rapid development of Advanced Air Mobility (AAM) technologies has prompted Indonesia's Directorate General of Civil Aviation (DGCA) to develop a robust national certification framework. This study identifies regulatory requirements for Electric Propulsion Systems (EPS) by benchmarking Indonesian regulations against certification frameworks established by EASA and FAA. In addition, a Functional Hazard Assessment (FHA) is conducted to evaluate potential EPS failure modes in lift-and-cruise eVTOL aircraft. The analysis indicates that AAM certification requirements depend on the architecture of the electric propulsion system and the intended operational scenarios. It also reveals regulatory gaps related to high-voltage electrical hazards, battery thermal runaway, distributed propulsion architectures, and cascade failure mechanisms. The FHA results show that failures such as loss of vertical thrust and energy system failures have high safety criticality, requiring stringent safety and reliability requirements at both aircraft and system levels. Based on these findings, this study recommends the adoption or harmonization with EASA SC-VTOL and SC E-19 or FAA AC 21.17-4 as interim references to support the safe integration of AAM certification in Indonesia.

2026
👤 Penulis: Melynessa I.A.H. Sitompul
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS POLA SPASIAL KENYAMANAN LINGKUNGAN PERKOTAAN DENGAN PENDEKATAN XAI DAN BERBASIS DATA TERBUKA (STUDI KASUS KOTA BANDUNG)

Urbanisasi dan perubahan iklim meningkatkan ketidaknyamanan lingkungan perkotaan di kota-kota negara berkembang seperti Indonesia, termasuk Kota Bandung. Kajian kenyamanan kota di Indonesia masih didominasi oleh pendekatan dimensi kenyamanan termal dengan infrastruktur data yang terbatas. Penelitian ini mengembangkan Indeks Kenyamanan Lingkungan Perkotaan (Urban Environmental Comfort Indeks/UECI) guna mengidentifikasi pola spasial kenyamanan multidimensi dan menganalisis faktor pendorongnya yang terkait morfologi kota dengan pendekatan Explainable Artificial Intelligence (XAI) berbasis open-source data. UECI disusun sebagai indeks komposit nonkompensatori menggunakan metode Mazziotta–Pareto Index yang mengintegrasikan dimensi termal, kualitas udara, visual, dan persepsi kenyamanan. Untuk memodelkan faktor pendorong, penelitian ini membandingkan model Random Forest dengan model GraphSAGE yang merepresentasikan hubungan spasial dan bentuk kota dalam struktur graf. Hasil pemetaan menunjukkan tipologi kenyamanan yang jelas, di mana kawasan relatif nyaman terkonsentrasi di bagian utara dan timur yang lebih hijau dan berkepadatan bangunan lebih rendah, sedangkan kawasan tidak nyaman dan kritis didominasi oleh koridor permukima dan komersial padat di bagian selatan dan barat. Model GraphSAGE mencapai akurasi sekitar 62% dan melampaui Random Forest dan menegaskan pentingnya konteks spasial dalam memprediksi kenyamanan. Analisis XAI dengan SHAP mengungkapkan bahwa kepadatan dan ketinggian bangunan, jarak ke jalan arteri dan kolektor, kedekatan terhadap badan air, serta intensitas aktivitas komersial berinteraksi secara non-linear, sehingga menuntut strategi penataan ruang adaptif yang sensitif terhadap tipologi kawasan untuk meningkatkan kenyamanan lingkungan perkotaan.

2026
👤 Penulis: M Fairuz Tsany
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Pola Spasial

IDENTIFIKASI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN TOPOGRAFI DIWILAYAH PERTAMBANGAN MENGGUNAKAN LIDAR (LIGHT DETECTION ANDRANGING)

Pertambangan memiliki dampak positif bagi negara. Termasuk sebagai dampak positif adalah sumber devisa negara, sumber pendapatan asli daerah, dan menciptakan lapangan kerja. Namun pertambangan juga memiliki dampak negatif. Dampak negatif dari pertambangan salah satunya adalah kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh pertambangan yaitu perubahan tutupan lahan, perubahan topografi, dan kerusakan tubuh tanah (Arwan, 2011). Pada penelitian ini hanya difokuskan pada perubahan tutupan lahan dan perubahan topografi. Tujuh puluh persen kerusakan hutan di Indonesia diakibatkan oleh aktivitas pertambangan (Kemenhut) dan laju kerusakan hutan mencapai 1.315.000 Ha per tahun (FAO). Untuk itu perlu adanya monitoring kerusakan lingkungan. Salah satu teknologi yang sedang berkembang saat ini yaitu LIDAR. LIDAR dapat menghasilkan informasi topografi permukaan bumi dalam posisi horizontal dan vertikal. Salah satu keunggulan LIDAR adalah dapat mengakusisi data yang cukup cepat pada area yang luas. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan tutupan lahan dan perubahan topografi pada area pertambangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah vegetasi mengalami penurunan 230.533 hektar pada tahun 2010 sampai 2012. Dan volume topografi meningkat 18 juta m3 karena terdapat akumulasi material di area pertambangan.

2026
👤 Penulis: Ferdie Misnadi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR DAS MELAYU KOTA BIMA, NUSA TENGGARA BARAT

Banjir sering menjadi persoalan bagi masyarakat, terutama di daerah perkotaan seperti Kota Bima. DAS Melayu merupakan salah satu area yang sering mengalami permasalahan banjir. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kapasitas alur sungai yang tidak memadai untuk menampung debit puncak, pengaruh karakteristik lahan dengan infiltrasi rendah, tingginya curah hujan, serta letak geografis di kawasan pesisir yang berpotensi terdampak arus balik air laut (back water). Tugas akhir ini bertujuan untuk merencanakan sistem pengendalian banjir yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Metodologi penelitian menggunakan data sekunder yang dianalisis secara hidrologi dan hidraulika. Analisis hidrologi dilakukan untuk menghitung debit banjir rencana dengan bantuan perangkat lunak Excel dan QGIS. Selanjutnya, analisis hidraulika untuk memodelkan genangan dan mengevaluasi alternatif solusi penanganan banjir dilakukan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS. Dari beberapa alternatif yang dimodelkan, solusi kombinasi antara normalisasi sungai dan pembangunan tanggul pengaman (parapet) menjadi pilihan optimal. Hasil pemodelan menunjukan bahwa penerapan solusi kombinasi ini mampu mereduksi volume banjir rencana secara signifikan, yaitu sebesar 71.18%. Oleh karena itu, alternatif terpilih direkomendasikan sebagai solusi teknis yang komprehensif untuk pengendalian banjir di DAS Melayu dengan estimasi total biaya konstruksi sebesar sebesar Rp90.447.109.213,36.

2026
👤 Penulis: Miftahul Jannah
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Geografis
Halaman 46 dari 349
💬