📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5,228 dokumen

STUDI INTERAKSI IONIK NORFLOKSASIN DAN LEVOFLOKSASIN DENGAN KETOPROFEN TERHADAP POTENSI ANTIBIOTIK DAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASI

Norfloksasin dan levofloksasin merupakan antibiotik golongan fluoriquinolon dari generasi berbeda yang umum digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Norlfoksasin memiliki kelarutan yang rendah didalam air, sebaliknya, levofloksasin memiliki kelarutan yang tinggi, meskipun demikian, keduanya sama-sama bersifat tidak stabil terhadap cahaya dan oksigen. Dalam penanganan infeksi, antibiotik seringkali diberikan bersama dengan antiinflamasi, salah satunya adalah NSAID. Ketoprofen merupakan obat golongan NSAID yang banyak digunakan dalam praktik klinis untuk mengelola peradangan dan nyeri yang terkait dengan infeksi bakteri, namun memiliki kelarutan yang rendah didalam air. Penelitian terdahulu melaporkan pembuatan garam multikomponen antara antibiotik dan antiinflamasi dapat meningkatkan sifat fisikokimia, potensi antibiotik, dan aktivitas antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sintesis, karakterisasi, analisis stabilitas, kelarutan, potensi antibiotik, dan aktivitas antiinflamasi dari garam norfloksasinketoprofen dan levofloksasin-ketoprofen. Pembuatan diagram fase biner digunakan sebagai langkah awal untuk memprediksi jenis interaksi pada sistem multikomponen yang terbentuk dan dan menentukan rasio molar stoikiometri yang tepat, dilanjutkan dengan pembuatan garam multikomponen menggunakan teknik Solvent Drop Grinding (SDG) dengan perbandingan 1:1 yang dikonfirmasi menggunakan elektrothermal, Differential Scanning Calorimetry (DSC), dan Powder X-Ray Diffractometry (PXRD). Selanjutnya, Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR) digunakan untuk menganalisis interaksi struktur. Uji stabilitas fisik dilakukan secara organoleptik dalam kondisi terkontrol (25±5°C/RH 70-80%) selama 4 minggu, diikuti dengan pengamatan perubahan struktural menggunakan PXRD. Uji kelarutan dilakukan menggunakan metode spektrofotometer derivatif UV, pengukuran potensi antibiotik menggunakan metode mikrodilusi terhadap bakteri Gram-positif (Staphylococcus aureus) dan Gram-negatif (Escherichia coli), serta uji antiinflamasi in vivo terhadap tikus Wistar. Garam norfloksasin-ketoprofen dan levofloksasin-ketoprofen berhasil disintesis dan dikarakterisasi. Pembentukan garam multikomponen terjadi akibat interaksi ionik antara gugus N-piperazin dari norfloksasin dan levofloksasin dengan gugus karboksilat dari ketoprofen. Garam yang terbentuk terbukti meningkatkan stabilitas norfloksasin dan levofloksasin, begitu pula kelarutan ketoprofen dan norfloksasin. Selain itu, potensi antibiotik dan aktivitas antiinflamasi juga mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian, kedua garam multikomponen ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat baru, disertai dengan uji lanjutan seperti uji toksisitas in vivo dan uji klinis.

2026
👤 Penulis: Nadhira Dzaky Naushafira
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENENTUAN ANGGOTA GUGUS GALAKSI MENGGUNAKAN METODE RED SEQUENCE DENGAN PERTIMBANGAN POPULASI RUANG REDSHIFT-WARNA

Gugus galaksi adalah struktur terbesar dan termasif yang terikat oleh gravitasi di alam semesta yang bisa bertindak sebagai laboratorium studi evolusi galaksi dan struktur skala besar. Dalam studi gugus galaksi, identifikasi galaksi anggota gugus krusial untuk menentukan batasan-batasan fisis gugus. Mengingat metode yang ada kerap menghasilkan luaran yang bervariasi, proses identifikasi ini menjadi permasalahan yang tidak trivial. Penelitian ini berfokus pada penentuan keanggotaan 11 gugus galaksi dengan rentang nilai redshift 0.1 < z < 0.6 yang diambil dari katalog Reionization Lensing Cluster Survey (RELICS). Langkah pertama penelitian ini adalah identifikasi Brightest Cluster Galaxy (BCG) melalui seleksi visual galaksi tercerlang pada citra yang sesuai dengan karakteristik BCG, dan berikutnya diverifikasi secara individu melalui platform ”Navigate” yang disediakan oleh Sloan Digital Sky Survey (SDSS). Nilai redshift (z) dari BCG yang terpilih tersebut kemudian ditetapkan sebagai acuan utama untuk estimasi jarak gugus. Keanggotaan gugus dalam studi ini didefinisikan utamanya sebagai populasi galaksi pembentuk pola red sequence yang dapat terlihat pada Color- Magnitude Diagram (CMD). Memanfaatkan informasi jarak dari redshift fotometrik, distribusi galaksi ditinjau pada Color-redshift Diagram (CRD) menggunakan bantuan peta kontur rapat jumlah. Pemotongan data berdasarkan nilai kontur diaplikasikan pada dua bandwidth warna, yaitu berdasarkan selisih magnitudo pada filter f606w—f814w dan f814w—f105w, untuk mengeliminasi populasi galaksi di luar red sequence. Hasil pemotongan dari kedua bandwidth tersebut divisualisasikan pada CMD untuk mengonfirmasi keberadaan red sequence, dan katalog galaksi anggota final dibentuk dari irisan (intersection) kedua dataset tersebut. Evaluasi terhadap katalog Wen & Han (2024) menunjukkan perbedaan jumlah anggota antara 3,81% hingga 120,93%, dengan rata-rata selisih nilai redshift sebesar 0,038. Berdasarkan hasil yang didapat, metodologi yang digunakan dalam penelitian ini dapat menjadi pertimbangan ketika melakukan analisis gugus galaksi karena memberikan pendekatan baru terkait proses identifikasi anggota gugus

2026
👤 Penulis: Daanish Ernesto A K Monterroso
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KEBEBASAN SIPIL, PEMBANGUNAN EKONOMI, DAN KETERBUKAAN PERDAGANGAN: BUKTI DARI ANALISIS LINTAS NEGARA

Penelitian ini mengkaji hubungan antara kebebasan sipil dan keterbukaan perdagangan antarnegara, dengan perhatian khusus pada peran pembangunan ekonomi. Dengan menggunakan data lintas negara dari 100 negara yang dirata-ratakan selama periode 2019±2023, analisis ini menggunakan regresi Ordinary Least Squares (OLS) untuk menilai apakah kebebasan sipil berkaitan dengan keterbukaan perdagangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebebasan sipil tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap keterbukaan perdagangan setelah faktor-faktor makroekonomi dikendalikan. Sebaliknya, GDP per kapita muncul sebagai prediktor yang kuat dan konsisten terhadap keterbukaan perdagangan, yang menyoroti peran dominan pembangunan ekonomi dalam membentuk integrasi perdagangan. Untuk menguji kemungkinan adanya heterogenitas, sebuah model regresi hierarkis dengan istilah interaksi antara kebebasan sipil dan tingkat pendapatan diestimasi. Hasil interaksi menunjukkan tidak ada bukti bahwa tingkat pendapatan memoderasi hubungan antara kebebasan sipil dan keterbukaan perdagangan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebebasan sipil tidak memiliki peran sebagai pendorong langsung maupun yang bergantung pada tingkat pendapatan terhadap keterbukaan perdagangan, melainkan berfungsi sebagai kondisi institusional latar belakang.

2026
👤 Penulis: Irsan Indra Kusuma
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

INVESTIGASI MEKANISME MOBILISASI MINYAK OLEH BIOSURFAKTAN BERBASIS RHAMNOLIPID DAN SOPHOROLIPID MELALUI OBSERVASI LANGSUNG PADA MIKROMODEL

Penurunan produksi minyak pada reservoir yang telah menjalani tahap primer dan sekunder sering meninggalkan minyak yang masih terperangkap di pori-pori batuan, sulit untuk dimobilisasi karena keterbatasan mekanisme perpindahan fluida pada skala pori. Untuk mengatasi tantangan ini, teknik Enhanced oil recovery menggunakan biosurfaktan seperti rhamnolipid dan sophorolipid telah banyak dipertimbangkan, mengingat sifatnya yang ramah lingkungan dan stabil pada kondisi reservoir. Namun, studi komparatif mengenai kinerja kedua biosurfaktan ini pada konsentrasi rendah dan dalam kondisi variasi salinitas yang berbeda masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan rhamnolipid dan sophorolipid dalam menurunkan tegangan antamuka, memodifikasi sifat keterbasahan, dan meningkatkan mobilisasi minyak, dengan menggunakan mikromodel pola heterogen dan pola Berea untuk visualisasi langsung. Pengujian pertama yang dilakukan adalah analisis tegangan antamuka, dari hasil menunjukkan pola penurunan yang konsisten pada konsentrasi rhamnolipid 0,05% dan sophorolipid 0,1%, yang menjadi nilai Critical Micelle Concentration. Penurunan tegangan antarmuka yang signifikan terlihat pada salinitas 10.000 ppm dan 20.000 ppm, yang sejalan dengan hasil pengamatan mikromodel yang menunjukkan pecahnya minyak menjadi tetesan kecil. Meskipun sophorolipid juga menunjukkan penurunan tegangan antarmuka lebih tinggi dibandingkan dengan rhamnolipid pada kondisi yang sama. Pengamatan perilaku fasa mengungkapkan bahwa pada seluruh variasi salinitas dan variasi konsentrasi, tidak terbentuk mikroemulsi meskipun dilakukan penyimpanan selama 21 hari pada suhu 60°C. Rhamnolipid dan sophorolipid hanya menghasilkan fasa minyak dan fasa air. Selain itu, pengukuran sudut kontak menunjukkan bahwa kedua biosurfaktan dapat menurunkan sudut kontak secara signifikan baik pada suhu ruang maupun suhu reservoir. Pada salinitas 10.000 ppm, rhamnolipid menurunkan sudut kontak hingga 31°, sementara sophorolipid mencapai 39°. Pada salinitas 30.000 ppm, sudut kontak kedua biosurfaktan masih dapat turun hingga 59,5°, menunjukkan kestabilan biosurfaktan pada kondisi reservoir. Uji mikromodel pola heterogen dengan sudut orientasi 0° menunjukkan bahwa injeksi rhamnolipid dan sophorolipid dapat meningkatkan mobilisasi minyak secara signifikan, dengan peningkatan recovery factor sebesar 15% lebih tinggi dibandingkan tanpa biosurfaktan pada salinitas 10.000–20.000 ppm. Pada mikromodel pola Berea, rhamnolipid lebih efektif dalam meningkatkan mobilisasi minyak, dengan peningkatan recovery factor sebesar 28% lebih tinggi dibandingkan dengan sophorolipid. Visualisasi mekanisme penurunan IFT pada micromodel pola Berea menunjukkan bahwa biosurfaktan efektif mengurangi gaya tarik antar fasa, yang mempercepat pergerakan minyak. Sedangkan mekanisme keterbasahan alteration pada visualisasi mikromodel pola Berea menunjukkan bahwa kedua biosurfaktan dapat mengubah sudut kontak dari intermediate-wet menjadi water-wet. Secara keseluruhan, pengujian mikromodel mengindikasikan bahwa penggunaan biosurfaktan dapat meningkatkan recovery factor, dengan hasil terbaik pada rhamnolipid dibandingkan sophorolipid. Pada mikromodel pola heterogen dengan salinitas 10.000 ppm, recovery factor rhamnolipid mencapai 77,98%, sedangkan sophorolipid hanya mencapai 66,54%. Pada salinitas 20.000 ppm, recovery factor rhamnolipid mencapai 70,65% dan sophorolipid 65,30%. Pada salinitas 30.000 ppm, rhamnolipid menunjukkan recovery factor sebesar 61,86%, sedangkan sophorolipid 53,77%. Pada mikromodel pola Berea, rhamnolipid menunjukkan hasil recovery factor yang lebih baik pada semua variasi salinitas, dengan recovery factor pada salinitas 10.000 ppm mencapai 89,99% dan sophorolipid 68,43%. Hasil ini menunjukkan bahwa rhamnolipid lebih efektif dalam meningkatkan efisiensi perolehan minyak di reservoir berpori.

2026
👤 Penulis: Kaffa Faiqoh Alhimmah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

MENYEIMBANGKAN TUNTUTAN DAN SUMBER DAYA: PERSPEKTIF JOB DEMANDS– RESOURCES (JD-R) TERHADAP PENYESUAIAN KERJA, INTERAKSI, DAN PENYESUAIAN UMUM EKSPATRIAT INDONESIA DI BELANDA

Meningkatnya ketergantungan pada ekspatriat dalam bisnis global telah mendorong perhatian akademik terhadap bagaimana individu menyesuaikan diri dengan pekerjaan dan kehidupan di luar negeri. Meskipun memiliki peran strategis, ekspatriat sering menghadapi tantangan terkait tuntutan pekerjaan, interaksi antarbudaya, dan kondisi kehidupan sehari-hari yang dapat memengaruhi kinerja dan kesejahteraan mereka. Penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada ekspatriat Barat, menggunakan pendekatan kuantitatif, serta jarang menerapkan kerangka terintegrasi yang mencakup faktor pekerjaan dan non-pekerjaan. Perhatian terhadap ekspatriat Indonesia di konteks Eropa seperti Belanda masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana job demands dan job resources membentuk penyesuaian kerja, interaksi, dan penyesuaian umum ekspatriat Indonesia di Belanda. Dengan menggunakan model Job Demands–Resources (JD-R) dan teori penyesuaian ekspatriat, penelitian terapan ini menerapkan kerangka teoritis yang telah mapan untuk menganalisis permasalahan penyesuaian di dunia nyata. Desain kualitatif digunakan untuk menggali pengalaman hidup secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan sepuluh ekspatriat Indonesia yang tinggal dan bekerja di Belanda dengan latar belakang pekerjaan dan status hukum yang beragam. Analisis dilakukan menggunakan thematic analysis berdasarkan enam tahap Braun dan Clarke, dengan model JD-R sebagai lensa analitis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspatriat menghadapi tuntutan pekerjaan yang signifikan, seperti ekspektasi kinerja tinggi, ambiguitas peran, dan kebutuhan belajar mandiri secara cepat. Tuntutan ini memerlukan upaya kognitif dan emosional yang berkelanjutan, terutama pada tahap awal pekerjaan. Namun, keberadaan sumber daya seperti atasan yang suportif, kerja tim yang kolaboratif, dan kesempatan pengembangan keterampilan berperan sebagai faktor penyangga yang membantu proses adaptasi. Penyesuaian interaksi dipengaruhi oleh hambatan bahasa dan perbedaan gaya komunikasi, khususnya antara budaya tidak langsung Indonesia dan gaya langsung Belanda. Paparan berulang membantu proses adaptasi bertahap. Dukungan jaringan sesama warga negara menjadi sumber daya sosial penting yang mengurangi rasa isolasi. Penyesuaian umum menjadi dimensi paling menantang secara struktural, terutama terkait perumahan, administrasi perbankan, dan sistem kesehatan. Secara keseluruhan, penyesuaian ekspatriat merupakan proses dinamis yang dipengaruhi tuntutan organisasi, sumber daya yang tersedia, norma antarbudaya, dan kondisi struktural negara tujuan. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan implikasi praktis bagi organisasi dan pembuat kebijakan.

2026
👤 Penulis: Muhammad Rasha Emir Rafferty
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kepemimpinan

MITIGASI BENCANA BANJIR DI KOTA MAKASSAR DENGAN MENGINTEGRASIKAN NILAI-NILAI PAPPASANG (STUDI KASUS: KELURAHAN PACCERAKKANG, KECAMATAN BIRINGKANAYA)

Selain faktor cuaca ekstrim, penurunan daya dukung lingkungan memberikan pengaruh yang cukup besar pada peningkatan risiko bencana banjir di wilayah Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Dengan mengambil studi kasus di wilayah tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan merancang suatu media mitigasi bencana banjir dengan pendekatan sosial struktural yang diadopsi dari salah satu kearifan lokal setempat, yakni nilai-nilai pappasang tentang panduan sikap dan perilaku untuk meningkatkan kesadaran risiko dan mendorong kapasitas adaptif masyarakat dalam menghadapi risiko bencana banjir. Melalui observasi dan wawancara masyarakat di tujuh lokasi rawan banjir wilayah Kelurahan Paccerakkang, serta penelusuran pustaka dan wawancara bersama akademisi dan budayawan di Kota Makassar, ditemukan beberapa nilai nilai pappasang yang relevan dan memiliki potensi untuk dikembangkan dalam perancangan media mitigasi bencana banjir. Nilai-nilai yang dimaksud yaitu; menyangkut pentingnya pemahaman dan kesadaran masyarakat maupun pemerintah setempat atas keterlibatannya pada penurunan daya dukung infrastruktur dan lingkungan alam sekitar; kepedulian lingkungan dan kolektivitas (gotong royong) dalam menjaga dan meningkatkan kembali daya dukung tersebut; dan peningkatan kesiapsiagaan, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di daerah yang sangat rentan dilanda bencana banjir. Hasil temuan ini kemudian dianalisis dan diinterpretasikan sehingga menghasilkan sebuah gagasan dan strategi peningkatan kesadaran risiko masyarakat melalui media informasi berupa peta risiko banjir. Peta risiko banjir ini dapat diterapkan melalui skema penyaluran media informasi yang telah dirumuskan berdasarkan pertimbangan kondisi masyarakat setempat. Dengan demikian, hasil rancangan peta risiko banjir yang telah disalurkan secara masif nantinya dapat menstimulasi lahirnya respons kognitif masyarakat untuk melakukan serangkaian tindakan adaptif, baik secara proaktif maupun secara reaktif dalam meminimalisir risiko bencana banjir di wilayah Kelurahan Paccerakkang

2026
👤 Penulis: Al Muhamat Fatahudin Saifudin
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

POTENSI ENERGI SURYA BERDASARKAN SEBARAN TUTUPAN AWAN PADACITRA AVHRR HARIAN DENGAN METODE KLASIFIKASI K-MEANS DANOVERLAY WEIGHTED SUM

Indonesia, terbentang di garis khatulistiwa memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi surya. Konsumsi energi dari bahan bakar fosil sudah dalam taraf mengkhawatirkan diiringi dengan peningkatan volume gas rumah kaca dari bahan bakar fosil. Indonesia dengan potensi energi suryanya yang begitu besar seharusnya dapat memanfaatkan sumber daya ini dengan optimal. Dalam pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga surya dibutuhkan kajian awal untuk menentukan tempat yang layak karena besarnya pengaruh tutupan awan terhadap efisiensi pembangkit listrik tenaga surya. Tutupan awan merupakan salah satu faktor dalam efisiensi kerja pembangkit listrik tenaga surya. Dalam tugas akhir ini dilakukan kombinasi metode klasifikasi k-means dan weighted sum overlay pada citra AVHRR harian terhadap tutupan awan di pulau Kalimantan yang menghasilkan peta potensi energi surya berdasarkan sebaran tutupan awan dalam periode Juni sampai September 2010 dan 2012. Dengan hasil ini diharapkan memberikan suatu kajian awal untuk melihat potensi energi surya di suatu lokasi pada rentang waktu tertentu berdasarkan banyak sedikitnya tutupan awan dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh.

2026
👤 Penulis: Farrel Hadi
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STUDY OF PREIMPLANTATION CELL EMBRYO STAGE USING IPSC AND HPSC USING DIFFERENT INDUCTION METHODS

Ethical debates about Embryonic Stem Cell focus on obtaining preimplantation embryos, as this sacrifices potential infants. To address this, BGI is studying if more accessible induced pluripotent stem cells can be used in primed-to-preimplantation inducing mediums. This study aims to compare the differences in known preimplantation stage markers in cells undergoing different induction methods. Determining variable genes, differentially expressed genes, and upregulated pathways between 12-Day (4CL medium) H9 embryonic stem cell line and public 12-Day (5iLAF medium) G15.AO induced pluripotent stem cells, analysed differentially expressed genes were dot-plotted to select for pre-implantation stage markers. Followed by induction of Pluripotent primed stem cells of embryonic and induced origin in 4CL, a primed-to-preimplantation inducing medium made by BGI, for 12 days. Samples tested for presence of Early Embryo Stage and Preimplantation markers (KLF17, ZFP42, TFCP2L1, DNMT3L) using Quantitative Polymerase Chain Reaction. Shared variable gene S100A6’s, determined to impact the efficiency of post-to-preimplantation induction. via CacyBP/SIP inhibition, acting as WNT inhibitor, through degradation of b-catenin. Independent T-tests of QPCR showed, H9 and U2 samples, cell lines had no significant difference collectively, and primed Day 1 and 4CL Day 12 samples did. Before 4CL induction. U2 is already producing REX1 at a higher expression, further induced by 4CL medium. TFCP2L1 and DNMT3L results show U2 is more conducive for epiblast-like cells while H9 favours blastocysts. REX1 shows remnant signs of WNT signal alterations from its previous induction process, adding variability in using pre-induced cell lines for post-to-preimplantation induction.

2026
👤 Penulis: Vittoreo R. Wargakusumah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Stem Cell 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KASGOT PELET TERHADAP KUALITAS TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.)

Sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan komoditas sayuran dengan konsumsi rata-rata mencapai 2.483 kg per kapita per tahun. Pada tahun 2022, Indonesia memproduksi sawi hijau sebanyak 760,608 ton. Akan tetapi, produksi sawi hijau yang menurun pada tahun 2023 menjadi 686,876 ton berbanding terbalik dengan konsumsi masyarakat Indonesia. Penurunan produksi sawi hijau di Indonesia disebabkan oleh penurunan kualitas tanah akibat tingginya penggunaan pupuk kimia sintetik dalam jangka waktu yang panjang. Salah satu upaya perbaikan kualitas tanah adalah melalui pemberian pupuk organik. Pupuk kasgot adalah pupuk organik yang berasal dari residu biokonversi larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly) yang mengandung unsur hara tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik pelet kasgot terhadap kualitas media tanam sawi hijau. Penelitian dilakukan di Greenhouse Labtek IA Kampus ITB Jatinangor pada bulan Desember, 2024 sampai bulan Februari, 2025. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan yaitu Pupuk NPK, pupuk kasgot pelet, pupuk kasgot curah, pupuk kasgot pelet + Pupuk NPK, dan Pupuk Kasgot Curah + Pupuk NPK dengan 4 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik kasgot pelet tidak berbeda nyata dalam pengamatan kualitas tanah yaitu suhu, kelembaban, pH dan porositas tanah dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Meski demikian, pengamatan kadar klorofil menunjukkan pemberian pupuk NPK secara nyata menurunkan kadar klorofil tanaman sawi pada perlakuan Pupuk NPK.

2026
👤 Penulis: Rosa Khairunnisa
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PEGEMBANGAN LAYANAN KONSULTASI INVESTASI BERBASIS ANALYSIS-SUPPORT TOOL UNTUK MENINGKATAN KAPABILITAS ANALISIS INVESTOR RITEL

Pertumbuhan jumlah investor ritel di pasar modal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tidak sepenuhnya diiringi oleh peningkatan kapabilitas analisis investasi yang terstruktur. Meskipun literasi dan partisipasi investasi mengalami peningkatan, banyak investor masih mengandalkan rekomendasi informal, opini pihak ketiga, serta strategi berbasis momentum dalam pengambilan keputusan. Kondisi ini menunjukkan bahwa permasalahan utama bukan semata-mata keterbatasan akses informasi, melainkan ketiadaan support tools yang mampu menerjemahkan literasi keuangan menjadi proses analisis yang sistematis dan konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi secara konseptual model layanan konsultasi investasi yang dirancang untuk memperkuat investor capabilities melalui integrasi analytical support tools dan pendampingan personal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif yang berlandaskan kerangka problem–solution fit dan product–market fit. Studi dilakukan di Lampung dengan melibatkan investor ritel yang dipilih secara purposive, terdiri dari profesional, pengusaha, pensiunan, dan pekerja awal karier yang telah memiliki pengalaman investasi namun belum memiliki kerangka analisis yang terstruktur. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur untuk menggali proses pengambilan keputusan investasi, keterbatasan analitis, pola ketergantungan terhadap rekomendasi, serta persepsi terhadap layanan berbasis support tools. Data dianalisis menggunakan thematic analysis melalui proses open coding dan pengelompokan tema yang selaras dengan konstruk problem–solution fit, value proposition, dan product–market fit. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama. Pertama, keterbatasan struktur analisis, di mana responden mengalami kesulitan dalam membaca laporan keuangan, melakukan valuasi, memprioritaskan indikator yang relevan, serta mengelola risiko secara sistematis. Kedua, pola ketergantungan terhadap rekomendasi eksternal, yang menunjukkan bahwa keputusan investasi sering kali tidak berbasis kerangka evaluasi yang konsisten. Ketiga, kebutuhan akan support tools yang terstruktur, berupa roadmap analisis, mekanisme evaluasi yang lebih sederhana, serta pendampingan dalam interpretasi data. Keempat, persepsi nilai dan penerimaan layanan, di mana responden menilai bahwa integrasi analytical support tools dan sesi coaching personal dapat meningkatkan kejelasan, kepercayaan diri, dan disiplin dalam pengambilan keputusan. Temuan ini mengonfirmasi adanya problem–solution fit karena solusi yang dirancang secara langsung menjawab kesenjangan struktural yang dialami investor ritel. Dari perspektif product–market fit, hasil validasi kualitatif menunjukkan adanya persepsi kegunaan, relevansi, dan kesiapan adopsi pada segmen sasaran. Model yang dikembangkan menggeser orientasi layanan konsultasi dari pendekatan berbasis rekomendasi menjadi pendekatan penguatan kapabilitas analitis. Fokus layanan bukan pada pemberian prediksi saham, melainkan pada pembangunan struktur berpikir dan mekanisme pengambilan keputusan yang sistematis. Meskipun penelitian ini terbatas pada validasi kualitatif dalam konteks wilayah tertentu dan belum menguji kinerja finansial, penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan model konsultasi investasi berbasis empowerment yang selaras dengan kebutuhan pengguna dan kesiapan pasar.

2026
👤 Penulis: Mohammad Rizki Arif Kesuma
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Investasi

KAJIAN KINERJA SAMBUNGAN BALOK-KOLOM BAJA DENGAN KUNCIAN TARIK SEBAGAI ELEMEN SEKRING YANG DAPAT DIGANTI

Gempa bumi merupakan salah satu beban ekstrem yang paling kritis bagi struktur bangunan, khususnya pada sistem rangka baja yang mengandalkan kinerja sambungan balok–kolom untuk mempertahankan stabilitas global saat mengalami deformasi besar. Sambungan tahan gempa konvensional umumnya mengandalkan plastifikasi pada elemen utama, yang berpotensi menimbulkan kerusakan permanen dan menyulitkan proses pemulihan pascagempa. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan konsep sambungan balok–kolom baja dengan mekanisme interlock sebagai elemen replaceable fuse, yang dirancang untuk melokalisasi plastifikasi pada komponen yang dapat diganti. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan bertahap yang mencakup analisis numerik tingkat komponen dan sambungan, serta pengujian eksperimental sambungan skala penuh dengan pembebanan siklik. Analisis numerik digunakan untuk mengkaji pengaruh parameter geometrik dan mekanisme kerja sambungan, sementara pengujian eksperimental bertujuan memverifikasi respons aktual dan mekanisme plastifikasi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plastifikasi utama berhasil terlokalisasi pada elemen interlock, sementara elemen struktur utama tetap berada dalam kondisi elastis hingga deformasi besar. Hasil pengujian eksperimental dibandingkan secara langsung dengan hasil analisis numerik dalam hal perilaku gaya–deformasi global, lokasi plastifikasi dominan, serta perkembangan mekanisme kegagalan. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa model numerik mampu merepresentasikan mekanisme utama transfer gaya dan plastifikasi yang direncanakan pada elemen interlock. Meskipun terdapat sedikit perbedaan bentuk kurva histeresis pada deformasi besar, nilai gaya maksimum dan lokasi plastifikasi dominan yang diperoleh dari hasil numerik dan eksperimental tetap berada pada tingkat yang sebanding. Kalibrasi model numerik dilakukan dengan menyesuaikan parameter gap awal antar pelat interlock agar lebih representatif terhadap kondisi fabrikasi aktual. Penyesuaian ini terbukti mampu memperbaiki representasi respons awal sambungan, khususnya terkait kekakuan awal dan fenomena pinching, serta menghasilkan kesesuaian yang lebih baik dengan hasil eksperimen hingga deformasi menengah. Meskipun respons kuantitatif pada deformasi besar masih menunjukkan perbedaan, konsistensi kapasitas puncak dan mekanisme plastifikasi utama tetap terjaga. Temuan ini menunjukkan bahwa sambungan interlock memiliki konsistensi mekanisme, di mana mekanisme plastifikasi dan urutan kegagalan yang direncanakan tetap terjaga meskipun terdapat ketidaksempurnaan fabrikasi seperti variasi gap dan slip awal. Dengan demikian, konsep sambungan balok–kolom baja dengan elemen replaceable fuse yang diusulkan dinilai valid secara mekanisme dan kinerja, serta memiliki potensi untuk meningkatkan kemudahan perbaikan dan ketahanan struktur terhadap gempa bumi.

2026
👤 Penulis: Prima Sukma Yuana
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

DAMPAK DARI POLA MANAJEMEN KONSTRUKSI PADA KUALITAS RUMAH PADA PERUMAHAN, STUDI KASUS: VILLA RIZKI INSANI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola manajemen kontraktor, khususnya sistem self-performing dan sub-contracting, terhadap kualitas bangunan pada proyek perumahan. Satu sisi terdapat penganggung jawab di lapangan yang penuh merencanakan, memimpin, mengawasi, dan menyelesaikan proyek konstruksi dari awal hingga serah terima yang dikenal sebagai Project Manager (PM). Gaya kepemimpinan Project Manager (PM) dalam pelaksanaannya. Studi kasus dilakukan pada proyek perumahan Vila Rizki Insani dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis kualitatif Data kuantitatif diperoleh dari pengelompokan unit rumah berdasarkan status penjualan, yaitu unit yang telah akad dan unit ready stock, serta klasifikasi tingkat komplain menjadi ringan, sedang, dan moderat. Sementara itu, data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dengan PM, mandor, estate, dan penghuni untuk memahami praktik manajemen lapangan dan pola kepemimpinan yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jumlah komplain absolut pada sistem self-performing lebih tinggi, persentase komplain terhadap total unit yang dikerjakan justru lebih rendah dibandingkan dengan sistem sub-kontrak. Temuan lapangan juga mengindikasikan bahwa gaya kepemimpinan yang dominan diterapkan adalah kepemimpinan transaksional, yang lebih efektif pada sistem self-performing karena adanya kontrol langsung terhadap tenaga kerja dan proses kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas bangunan ditentukan oleh pola manajemen kontraktor dan pengelolaan tenaga kerja, sementara kepemimpinan PM berperan sebagai faktor pendukung dalam meningkatkan efektivitas sistem kerja.

2026
👤 Penulis: Muhammad Yusuf Ali
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kepemimpinan Proyek 🏷️ Analisis Kualitas Bangunan

USULAN PERBAIKAN MANAJEMEN PERENCANAAN BAHAN BAKAR DIESEL DAN JET FUEL DI PT PERTAMINA MENGGUNAKAN SIX SIGMA DMAIC

PT Pertamina (Persero) menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan pasokan dan permintaan bahan bakar diesel dan jet, yang mengakibatkan peningkatan biaya logistik, ketersediaan bahan bakar untuk memenuhi permintaan publik, ketidakpuasan publik, dan tantangan dalam mencapai kemandirian energi dan mengurangi defisit neraca perdagangan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah ketidaksesuaian antara perkiraan permintaan dan perencanaan produksi bahan bakar diesel dan jet di Pertamina strategi untuk mengatasinya. Studi ini menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif, menggunakan data primer dan sekunder, dalam kerangka Six Sigma DMAIC. Secara keseluruhan, berdasarkan hasil analisis, perencanaan permintaan dan produksi masih suboptimal terlihat dari nilai MAPE perencanaan permintaan diesel 5,89% dan 11,26% untuk bahan bakar jet, keduanya di atas batas SLA 5%. Akar penyebab kondisi ini adalah mekanisme yang suboptimal untuk memprediksi permintaan secara akurat. Perencanaan produksi kilang juga suboptimal, dengan MAPE sebesar 2,88% untuk perencanaan produksi diesel dan 8,27% untuk bahan bakar jet. Diesel berada dalam kisaran yang diizinkan, tetapi bahan bakar jet berada di atas batas SLA 5%. Akar penyebab kondisi ini adalah prediksi permintaan yang tidak akurat, jadwal perbaikan yang tidak sesuai dengan kondisi permintaan, dan waktu henti operasional yang tidak terjadwal. Metode hibrida disimulasikan untuk meningkatkan akurasi perencanaan permintaan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa untuk bahan bakar diesel, model hibrida ARIMA–XGBoost menghasilkan MAPE sebesar 4,21%, dan untuk bahan bakar jet, model SARIMA–LSTM menghasilkan MAPE sebesar 4,00%, keduanya berada dalam batas SLA yang ditentukan. Selain itu, strategi solusi yang diusulkan mencakup penyesuaian proses bisnis dan target kinerja, penyesuaian jadwal perbaikan berdasarkan permintaan musiman, dan pemeliharaan preventif digital, yang didukung oleh grafik kontrol, dasbor pemantauan, audit, dan standardisasi. Solusi ini diharapkan dapat diimplementasikan sebagai inisiatif strategis untuk mengatasi masalah yang muncul.

2026
👤 Penulis: Arif Afrizal
🏷️ Six Sigma 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Data

MENINGKATKAN PENGALAMAN DAN KETERLIBATAN PELANGGAN DENGAN MENGINTEGRASIKAN FOUR REALMS OF EXPERIENCE DAN INOVASI MODEL BISNIS: STUDI KASUS PENDEKATAN BERBASIS KOMUNITAS EUTERRIA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan strategis yang dihadapi oleh Euterria, sebuah merek perawatan wajah berbasis nano-technology, dalam menerjemahkan nilai ilmiah produk menjadi keterlibatan pelanggan yang bermakna. Meskipun menawarkan inovasi nano-technology dan formulasi berbahan alami, temuan awal menunjukkan bahwa tingginya rasa ingin tahu pelanggan belum sepenuhnya menghasilkan keterikatan emosional maupun kepercayaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan kerangka Design Thinking melalui tahapan Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test untuk mengembangkan solusi bisnis yang berpusat pada pelanggan. Penelitian ini mengusulkan strategi aktivasi berbasis komunitas yang mengintegrasikan Business Model Innovation dan Four Realms of Experience (Entertainment, Educational, Esthetic, dan Escapist) melalui aktivitas gamified sampling, edukasi nano-technology, konsultasi perawatan kulit, serta keterlibatan digital. Validitas temuan diperkuat melalui triangulasi menggunakan Instagram Insights yang menunjukkan 3.734 interaksi dengan dominasi konten Reels sebesar 83,5% serta 487 kali share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pengalaman berbasis layanan mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan, brand recall, dan purchase intention. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran dari pendekatan yang berfokus pada produk menuju model pengalaman berbasis layanan mampu meningkatkan pembentukan kepercayaan, daya ingat merek, serta niat pembelian. Dengan menekankan interaksi yang berorientasi pada nilai serta konsultasi personal.

2026
👤 Penulis: Morita Uli Gloria Siahaan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENINGKATAN KINERJA OPERASIONAL MELALUI KEAMANAN PSIKOLOGIS DAN FOLLOWERSHIP: STUDI KASUS PEKERJA HARIAN LEPAS PADA CV. ADIK WIJAYA

Pasar tenaga kerja Indonesia didominasi oleh sektor informal, di mana sekitar 60% tenaga kerja beroperasi tanpa kontrak formal, terutama pada sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Penelitian ini mengangkat fenomena "Paradoks Modal Manusia" di CV. Adik Wijaya, sebuah UKM keluarga di Subang, di mana ketergantungan pada pekerja harian lepas seringkali memicu masalah integritas operasional, seperti manipulasi data dan perilaku diam (defensive silence) akibat rendahnya keamanan psikologis. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif melalui metodologi "Five Whys" dan Model Followership Kelley, penelitian ini mengkaji bagaimana intervensi perilaku dapat mentransformasi pengikut tipe "Pasif" atau "Pragmatis" menjadi mitra "Teladan" (Exemplary). Temuan menunjukkan bahwa ketidakkonsistenan data operasional saat ini disebabkan oleh rasa takut rasional terhadap manajemen yang punitif, bukan karena ketidakmampuan teknis. Implementasi kepemimpinan berbasis supervisi dan rutinitas daily check-in terbukti berhasil menurunkan hambatan interpersonal dalam berkomunikasi, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang aman (safe-learning). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika tata kelola relasional menggantikan taktik komando-kendali yang kaku, pekerja informal menunjukkan loyalitas yang lebih tinggi, keterlibatan proaktif, dan transparansi data yang lebih baik. Penelitian ini memberikan kerangka kerja strategis bagi UKM di Indonesia untuk mengoptimalkan tenaga kerja informal dengan memprioritaskan kontrak psikologis di atas perjanjian hukum formal guna mencapai keunggulan operasional yang berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Bernadine Charis Adika Purna
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi
Halaman 47 dari 349
💬