πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5,228 dokumen

PENGARUH KONSENTRASI SN TERHADAP SIFAT MEKANIK PADUAN MG-SN DENGAN SIMULASI MOLECULAR DYNAMICS

Peningkatan emisi pada sektor transportasi mendorong perlunya pengembangan material yang ramah lingkungan. Salah satu strategi realistis yang dapat diterapkan adalah lightweighting pada komponen otomotif untuk menurunkan konsumsi energi dan emisi. Magnesium merupakan material struktural ultraringan dengan densitas sekitar 1,74 g/cm3, namun keterbatasan sifat mekanik membatasi aplikasinya terutama pada komponen otomotif. Penguatan paduan Mg dengan unsur tanah jarang terbukti efektif tetapi kurang ekonomis, sehingga Sn dipilih sebagai unsur paduan alternatif karena mampu meningkatkan kekuatan dan kekakuan Mg melalui mekanisme solid solution strengthening serta pengendalian pergerakan dislokasi dengan biaya yang lebih rendah. Rangkaian simulasi menggunakan metode molecular dynamics dilakukan untuk menganalisis pengaruh penambahan unsur Sn pada paduan MgSn. Simulasi diawali dengan membuat struktur sel tunggal HCP MgSn dengan penambahan konsentrasi Sn (0; 0,2; 0,4; 0,6; 0,8; 1; 2; dan 3 at.%) sebagai random solid solution. Struktur kemudian dimodelkan menggunakan potensial interatomik MEAM pada temperatur konstan 300 K. Selanjutnya, dilakukan minimisasi energi untuk memperoleh parameter kisi kesetimbangan, diikuti dengan proses relaksasi termal menggunakan ensemble NPT (300 K, 1 bar). Pengujian mekanik dilakukan melalui uniaxial tensile dan uniaxial compressive untuk menghasilkan kurva stress-strain, yang kemudian digunakan untuk menentukan nilai ultimate tensile strength, yield strength, dan Young’s modulus. Evolusi struktur kristal serta perilaku dislokasi dianalisis menggunakan common neighbor analysis (CNA) dan dislocation extraction analysis (DXA). Sedangkan stacking-fault energy (SFE) dihitung dari perbandingan energi struktur sempurna dan struktur yang mengandung stacking fault yang dinormalisasi terhadap luas bidang kesalahan tumpuk. Penambahan Sn pada paduan MgSn menunjukkan peningkatan terhadap nilai UTS (4,09 GPa menjadi 4,94 GPa), yield strength (2,89 GPa menjadi 3,02 GPa), dan Young’s modulus (51,28 GPa menjadi 53,53 GPa) seiring dengan peningkatan konsentrasi Sn. Peningkatan tersebut disebabkan oleh distorsi kisi yang menghambat pergerakan dislokasi dan memperkuat ikatan antaratom. Penambahan Sn >1 at.% juga meningkatkan nilai SFE dari 397 mJ/m2 pada Mg murni menjadi 407 mJ/m2 pada MgSn 3 at.%. Sedangkan penambahan Sn ? 1 at.% menghasilkan nilai SFE yang relatif sama bahkan lebih rendah daripada Mg murni yaitu 396 mJ/m2 pada MgSn 0,4 at.%. Hal ini disebabkan oleh perubahan struktur kristal dari HCP menjadi amorf akibat penambahan Sn yang mengubah kestabilan dislokasi dan struktur kristal sehingga mempengaruhi ketangguhan dan deformasi material.

2026
πŸ‘€ Penulis: Zulfi Akbar Harahap
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK KINEMATIK GPS UNTUK PENGAMATANDEFORMASI LEMPENG BUMI

Setiap penentuan posisi menggunakan metode GPS memiliki berbagai faktor yang mempengaruhi tingkat ketelitian, seperti panjang baseline pengamatan, problem penentuan ambiguitas fase secara on-the-fly, kelambatan akibat medium propagasi di atmosfer, cycle slip, serta bias residual lainnya. Dalam penelitian ini dilakukan penilaian kualitas data pengamatan kinematik GPS pada suatu jaring yang telah ditentukan sehingga diperoleh nilai ketelitian data agar dapat memberikan gambaran kualitas data pengamatan. Dari hasil pengolahan dengan menggunakan RTKLIB diperoleh gambaran ketelitian berupa nilai residu dan nilai variansi. Hasil simulasi pengamatan kinematik GPS menunjukkan bahwa semakin panjang baseline pengamatan maka semakin besar nilai residu dan nilai variansinya. Untuk panjang baseline 400 m nilai residu sebesar 1-2 cm dan nilai variansi berkisar diantara 0.01-0.02 cm2; untuk panjang baseline 7.1 km nilai residu berkisar diantara 0-13 cm dengan variansi sebesar 0.20-0.21 cm2; dan untuk panjang baseline 94.9 km nilai residu berkisar diantara 14-120 cm dan nilai variansi sebesar 0.47-0.97 cm2. Kemungkinan terjadinya perbedaan dengan nilai akibat ketidak-akuratan data pengamatan dengan nilai yang sebenarnya sebesar 0.5 cm. Menurut hasil penelitian, pada panjang baseline yang relatif pendek (dibawah 10 km), penggunaan kombinasi model koreksi ionosfer Estimated Slant Total Electron Content dan koreksi troposfer Saastamoinen memberikan hasil yang terbaik. Sedangkan untuk baseline dengan panjang dibawah 100 km penggunaan model koreksi troposfer Zenith Total Delay memberikan hasil terbaik. Dengan mengetahui karakteristik kinematik GPS diharapkan deformasi lempeng bumi β€”baik di darat maupun di dasar laut, dapat diamati dari waktu ke waktu. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan penelitian terkait fenomena deformasi lempeng bumi yang akurat, murah dan cepat.

2026
πŸ‘€ Penulis: Ditha Daratama Nurhadi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Geofisika 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PEMETAAN BAHAYA PROBABILISTIK JATUHAN TEFRA DI GUNUNG MERAPI DAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN MODEL TEPHRA2: KASUS ERUPSI TUNGGAL DENGAN ANGIN PADA MUSIM YANG BERBEDA

Jatuhan tefra merupakan salah satu bahaya utama dari erupsi gunung berapi yang sering terjadi di Indonesia. Pola sebaran dan deposisi tefra tidak hanya bergantung pada kekuatan letusan gunung berapi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi angin di berbagai lapisan atmosfer. Variabilitas angin musiman di Indonesia berperan penting dalam menentukan arah dan jangkauan sebaran tefra, namun kajian kuantitatif yang secara khusus menilai pengaruhnya terhadap bahaya jatuhan tefra masih terbatas. Pengaruh variasi angin musiman terhadap sebaran dan probabilitas jatuhan tefra dianalisis menggunakan simulasi dengan model numerik Tephra2. Simulasi dilakukan dengan skenario erupsi yang merepresentasikan karakteristik letusan Gunung Merapi tahun 2010. Seluruh parameter erupsi meliputi tinggi kolom erupsi, laju keluaran massa, distribusi ukuran partikel, dan durasi letusan ditetapkan konstan untuk mengisolasi pengaruh angin. Kondisi angin direpresentasikan oleh data angin reanalysis ERA5 pada beberapa lapisan tekanan yang dikelompokkan ke dalam musim hujan (DJF), musim kemarau (JJA), serta dua musim peralihan (MAM dan SON). Beberapa prosedur telah dikembangkan untuk memungkinkan menjalankan model Tephra2 dengan masukan profil angin setiap 6 jam. Distribusi spasial jatuhan tefra dengan berbagai densitas kemudian dipetakan sebagai probabilitas keterlampauan (exceedance probability) untuk musim-musim terkait. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa jatuhan tefra dengan densitas tinggi terkonsentrasi di dekat kawah, sementara kondisi angin secara signifikan memengaruhi pola deposisi tefra untuk densitas menengah dan rendah. Selain itu, ditemukan bahwa akibat angin timuran di lapisan atas, jatuhan tefra cenderung menyebar ke arah barat pada setiap musim. Sebaran ke arah barat paling kuat terjadi selama musim JJA karena angin timuran di lapisan bawah yang relatif kuat. Variasi distribusi jatuhan tefra lebih beragam pada musim-musim lainnya. Analisis probabilistik menunjukkan bahwa keterlampauan massa tefra bervariasi secara spasial dan musiman, dengan paparan tertinggi diamati di sektor barat Gunung Merapi, khususnya di Kecamatan Srumbung, pada musim JJA dan SON, serta yang terendah pada musim DJF.

2026
πŸ‘€ Penulis: Finkan Rahma Yuditya
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS POTENSI PELAKSANAAN KONSEP ASTROWISATA STARFISHING DI DESA WISATA JASRI, KARANGASEM, BALI.

Astrowisata merupakan bentuk pariwisata minat khusus yang sedang berkembang, tetapi perkembangannya yang mengintegrasikan kearifan lokal maritim masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan astrowisata melalui konsep Starfishing di Desa Wisata Jasri, Bali, yang menggabungkan pengamatan langit malam dengan pengalaman melaut menggunakan jukung tradisional. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini memetakan tingkat kesiapan destinasi serta mengidentifikasi parameter risiko yang mungkin terjadi dan strategi untuk mengatasinya. Hasil studi menunjukkan bahwa Desa Wisata Jasri memiliki potensi unggul sebagai destinasi astrowisata dengan kualitas langit malam pada Skala Bortle 3, yang memungkinkan pengamatan benda langit dan navigasi bintang secara visual dengan baik. Kesiapan infrastruktur dan antusiasme sumber daya manusia lokal menjadi modal kuat dalam pengembangan nilai ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Namun, penelitian ini mengidentifikasi tantangan kritis berupa risiko keselamatan, potensi polusi cahaya terhadap ekosistem pesisir, serta keterbatasan literasi digital dan standarisasi perangkat keselamatan pada armada jukung. Studi ini menyimpulkan bahwa pengembangan Starfishing di Desa Wisata Jasri sangat layak untuk dilaksanakan dengan strategi optimalisasi yang tepat. Rekomendasi utama meliputi pembangunan infrastruktur aksesibilitas seperti dermaga ponton, penerapan manajemen operasional berbasis data meteorologi yang presisi, serta penguatan kapasitas pemandu melalui sinkronisasi navigasi tradisional dan astronomi modern. Melalui kolaborasi strategis antar pemangku kepentingan, Starfishing diharapkan dapat menjadi model astrowisata berkelanjutan yang memperkuat lanskap ekonomi lokal berbasis konservasi langit malam.

2026
πŸ‘€ Penulis: Farzana Kalyana Kretya Lubis
🏷️ Astrowisata 🏷️ Desa Wisata 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

IDENTIFIKASI PENGARUH KEBIJAKAN TERHADAP GENTRIFIKASI KOMERSIAL KAWASAN CIBADUYUT

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan drastis jumlah unit usaha pengrajin di Sentra Industri Sepatu dan Olahan Kulit Cibaduyut dari 844 unit pada tahun 2014 menjadi 205 unit pada tahun 2025, yang mengindikasikan terjadinya pelemahan basis produksi dan pergeseran fungsi kawasan. Fenomena ini cenderung dipahami sebagai dampak mekanisme pasar, terutama akibat masuknya produk impor murah. Namun, penelitian ini mengajukan argumen bahwa transformasi Cibaduyut tidak semata-mata dipicu oleh dinamika pasar, melainkan merupakan bagian dari proses gentrifikasi komersial yang didorong secara struktural oleh kebijakan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran kebijakan dalam mendorong gentrifikasi komersial serta menjelaskan bagaimana relasi aktor dan konfigurasi kekuasaan membentuk restrukturisasi ruang dan ekonomi kawasan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui analisis kronologi kebijakan, analisis hierarki untuk memetakan relasi kebijakan langsung dan tidak langsung, serta analisis argumen untuk menguji hubungan kausal antara kebijakan dan transformasi kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gentrifikasi komersial di Cibaduyut terkonfirmasi dan bersifat dominan state-led, dipicu oleh intensifikasi pembangunan, agenda peremajaan kawasan, penguatan industri kreatif, serta kebijakan tata ruang yang mendorong komersialisasi dan peningkatan nilai lahan. Transformasi ini mencerminkan pergeseran dari sentra produksi berbasis komunitas menjadi kawasan perdagangan dan jasa.

2026
πŸ‘€ Penulis: Annisa Edi Setiyani
🏷️ Gentrifikasi Komersial 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Kebijakan Publik

STUDY PENENTUAN NILAI KAPASITANSI PARASITIK PADA MOTOR INDUKSI DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ANSYS ELECTRONICS DESKTOP (AED)

Motor induksi tiga fasa merupakan motor listrik yang banyak digunakan pada berbagai pengaplikasian industri karena memiliki konstruksi yang sederhana, efisien yang tinggi, serta tingkat keandalan yang baik. Pada struktur motor induksi terdapat interaksi elektromagnetik antar komponen seperti stator, rotor, dan frame. Interaksi tersebut dapat menimbulkan kapasitansi parasit yang terbentuk akibat adanya beda potensial listrik yang dipisahkan oleh udara maupun material isolasi. Kapasitansi parasit pada motor induksi umumnya terdiri dari kapasitansi statorframe (Csf), rotor-frame (Crf) dan stator-rotor (Csr). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dari kapasitansi parasit pada motor induksi tiga fasa. Simulasi dilakukan menggunakan software ANSYS Maxwell dengan metode matriks kapasitansi guna menentukan hubungan kapasitif antar stator- rotor, dan frame. Model ini dilakukan dalam dengan variasi slot stator yang berubah yaitu, 30, 36, 42 dan 48 serta variasi jarak antar stator-rotor dari 5 mm hingga 10 mm. Dari variasi jarak sehingga simulasi dilakukan dengan dua kondisi elektromagnetik yaitu stator membesar dan rotor mengecil untuk mengamati pengaruh perubahan dimensi terhadap distribusi medan lsitrik dan nilai kapasitansi yang dihasilkan. Hasil simulasi menunjukkan perubahan dari jumlah stator dan jarak stator-rotor mempengaruhi yang signifikan pada kapasitansi stator-rotor dan rotor-frame, dimana nilai Csr dan Crf cendrung menurun seiring dengan bertambahnya jarak jarak stator-rotor. Sedangkan pada kapasitansi stator-frame cendrung lebih konstan untuk seluruh variasi slot stator dan jarak stator-rotor. Hal ini menunjukkan bahdwa distribusi medan listrik antar stator frame lebih dipengaruhi oleh geometri motor dibandingkan perubahan parameter slot. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebiih baik mengenai karakteristik kapasitansi parasit pada motor induksi serta menjadi dasar dalam analisis fenomena arus bocor dan tengana poros pada system penggerak listrik.

2026
πŸ‘€ Penulis: Veby Rizky Diviralda
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Elektromagnetik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENENTUAN STRATEGIS TARGET PASAR PEMBERI KERJA UNTUK PLATFORM REKRUTMEN DIGITAL PRA-PELUNCURAN: STUDI KASUS LOKERKU

Penelitian ini membahas permasalahan strategis yang dihadapi Lokerku, sebuah platform rekrutmen digital yang masih berada pada tahap pra-peluncuran, terkait belum ditetapkannya target pasar pemberi kerja yang jelas untuk peluncuran awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi segmen pemberi kerja yang paling sesuai dalam pasar rekrutmen Jakarta serta merumuskan strategi pemasaran yang mendukung proses masuknya platform ke pasar. Penelitian menggunakan pendekatan pemecahan masalah secara kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder serta Focus Group Discussion (FGD) internal bersama tim Lokerku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa startup tahap pertumbuhan menengah di Jakarta merupakan segmen yang paling sesuai sebagai target pasar awal karena memiliki kebutuhan rekrutmen yang relatif konsisten untuk talenta lulusan baru dan kandidat tingkat awal serta menunjukkan kesesuaian dengan fitur utama Lokerku, khususnya sistem pencocokan kandidat dan dukungan pengembangan karier. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan strategi pemasaran terarah melalui penjangkauan LinkedIn, keterlibatan dalam ekosistem startup, serta program percontohan bagi pemberi kerja untuk mendorong adopsi awal platform.

2026
πŸ‘€ Penulis: Amanda Wijaya
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Rekrutmen Digital 🏷️ Pemasaran Startup

OPTIMASI SIMULTAN KONFIGURASI LOADING ARM MULTI PRODUK DAN PENUGASAN MOBIL TANGKI PADA LOADING BAY TERMINAL BBM TESIS

Distribusi BBM memiliki kompleksitas operasional yang tinggi karena mobil tangki umumnya berkonfigurasi multi kompartemen dan dapat mengangkut lebih dari satu jenis produk dalam satu perjalanan, sementara kapasitas layanan sangat ditentukan oleh konfigurasi fasilitas pada filling shed. Pada studi kasus Depot Teluk Kabung (Sumatra Barat), depot menyalurkan BBM ke sekitar 165 SPBU dan memiliki 17 loading bay, namun kondisi aktual menunjukkan setiap loading bay hanya memiliki satu loading arm produk. Akibatnya, mobil tangki yang membawa dua produk berbeda berpotensi harus melakukan pengisian dua kali pada loading bay yang berbeda sehingga waktu layanan per shipment meningkat, sedangkan untuk produk yang sama, keterbatasan jumlah arm menghambat pengisian paralel. Literatur pada konteks fuel terminal masih dominan membahas VRP dan scheduling, sementara struktur keputusan yang menggabungkan capacity design fasilitas pemuatan dan assignment kendaraan dalam satu model relatif belum banyak disentuh. Karena itu, posisi penelitian ini diklaim sebagai model perencanaan secara simultan untuk mencari konfigurasi loading arm multi produk dan penugasan mobil tangki pada loading bay, dengan rujukan struktur keputusan dari dua studi warehouse yaitu (Young et al., 2023) dan (Derhami et al., 2018). Secara konseptual, sel pada gudang dipandang sepadan dengan loading bay, iii sementara kapasitas fisik seperti pemilihan racking dan block stacking diposisikan sepadan dengan jumlah dan konfigurasi loading arm per produk. Penelitian ini mengembangkan model optimasi (MILP) yang secara simultan menentukan jumlah loading arm per produk di setiap loading bay dan mengalokasikan setiap mobil tangki ke tepat satu loading bay sehingga seluruh kompartemen kendaraan diisi pada bay yang sama dengan batas jam operasi harian. Untuk skala besar, model dilengkapi greedy heuristic sebagai metode praktis ketika penyelesaian eksak menjadi berat secara komputasi Hasil uji komputasi menunjukkan bahwa model optimasi yang dikembangkan mampu merepresentasikan keputusan terintegrasi antara konfigurasi jumlah loading arm multi produk pada setiap loading bay dan alokasi kendaraan multi kompartemen ke bay layanan. Pada skala data kecil hingga menengah, solver LINGO mampu mencapai solusi global optimal dengan GAP 0% dan waktu komputasi singkat. Namun, ketika ukuran masalah meningkat, waktu komputasi LINGO cenderung naik dan pada beberapa skenario mencapai batas waktu maksimum sehingga solusi berada pada kategori layak. Di sisi lain, algoritma heuristik greedy menghasilkan kualitas solusi yang kompetitif dengan rata-rata GAP terhadap LINGO sekitar 4,9% serta waktu komputasi jauh lebih cepat, sehingga sesuai untuk skala data besar. Secara operasional, konfigurasi fasilitas multi produk dan penugasan kendaraan yang simultan menurunkan kebutuhan kendaraan berpindah antar bay, meningkatkan paralelisme layanan, dan memperbaiki efisiensi waktu operasi pengisian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan terintegrasi dapat mendukung pemenuhan permintaan SPBU secara lebih andal. Pengembangan lanjutan mencakup integrasi time windows, perencanaan multi periode, serta pemodelan gangguan operasional.

2026
πŸ‘€ Penulis: Dwitra Harkinata
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

EVALUASI LAYANAN PENGEMBANGAN BISNIS PADA INKUBASI BERBASIS UNIVERSITAS: STUDI KASUS THE GREATER HUB

Inkubator bisnis berbasis universitas dipandang sebagai penghubung penting dalam memfasilitasi bisnis rintisan dengan menggabungkan sumber daya akademis dengan layanan inkubasi bisnis. Meskipun inkubator bisnis semakin banyak didirikan, hanya sedikit penelitian yang dilakukan untuk mengukur dampak layanan inkubasi bisnis terhadap pengembangan kemampuan kewirausahaan, kecuali kinerja bisnis jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas layanan pengembangan bisnis yang diberikan oleh The Greater Hub SBM ITB, yang berafiliasi dengan Institut Teknologi Bandung. Penelitian ini berfokus pada pengukuran dampak layanan terhadap kemampuan menengah, yaitu peningkatan dampak sosial dan pembangunan aliansi, dan pengaruhnya terhadap logika pengambilan keputusan kewirausahaan, yaitu kausalitas dan eksperimentasi & kerugian yang terjangkau. Pendekatan penelitian kuantitatif, yaitu penelitian penjelasan kuantitatif, digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan inkubasi bisnis yang diberikan oleh The Greater Hub SBM ITB dalam mengembangkan kemampuan menengah dan pengaruhnya terhadap logika pengambilan keputusan kewirausahaan. Populasi penelitian ini terdiri dari 266 startup yang telah diinkubasi di The Greater Hub SBM ITB dari tahun 2019 hingga 2025. Pemodelan persamaan struktural digunakan sebagai teknik analisis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan pengembangan bisnis memiliki dampak yang kuat pada pembangunan aliansi ekosistem dan bahwa dampak tersebut terbatas pada kemampuan penskalaan. Penskalaan dampak sosial terkait positif dengan perencanaan terstruktur, sementara pembangunan aliansi sangat terkait dengan pengambilan keputusan yang adaptif dalam lingkungan yang tidak pasti. Studi ini menyimpulkan bahwa inkubator berbasis universitas harus dinilai berdasarkan kapasitas mereka untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan daripada berfokus pada kriteria berbasis output.

2026
πŸ‘€ Penulis: Putri Dzakiyah Suharyono
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

MENGEVALUASI KELAYAKAN KOMERSIAL PERAWATAN KULIT YANG TERINSPIRASI DARI TOKEK DAN DIREKAYASA SECARA BIOTEKNOLOGI UNTUK PIGMENTASI

Konsumen perawatan kulit terus mengkhawatirkan masalah pigmentasi seperti melasma, flek hitam, warna kulit tidak merata, dan hiperpigmentasi pasca inflamasi (PIH). Karena kurangnya penyesuaian dalam perawatan kulit tradisional, banyak orang masih merasakan hasil yang bervariasi bahkan dengan beragam solusi pencerah. Wawasan biologis baru yang dapat mengarah pada penggunaan kosmetik yang lebih terfokus diberikan oleh penemuan ilmiah terbaru, termasuk pengamatan bahwa mutasi pada gen SPINT1 mempengaruhi proses pigmentasi pada tokek Lemon Frost. Hasil ini menjadi landasan teoritis untuk Radiance, pendekatan perawatan kulit presisi yang terinspirasi dari tokek yang mencakup peptida bioteknologi, bahan aktif berbasis bukti, dan penyesuaian opsional berbasis DNA. Sehubungan dengan perawatan kulit berbasis bioteknologi, penelitian ini mengamati persepsi pelanggan, tantangan adopsi, faktor kepercayaan, dan kelayakan komersial. Minat pelanggan terhadap penyesuaian berbasis DNA adalah sedang (rata-rata = 3,28/5), namun niat membeli mereka jauh lebih rendah (rata-rata = 2,62/5), menurut survei utama (n = 53), yang didominasi oleh responden berusia antara 18 dan 24 tahun. Kekhawatiran mengenai akurasi, harga premium, privasi data, dan waktu yang dibutuhkan untuk menerima hasil berbasis DNA merupakan empat kendala utama yang selalu muncul. Di sisi lain, indikator pembangunan kepercayaan yang paling kuat ditemukan dalam rekomendasi dokter kulit dan bukti studi klinis, diikuti oleh bukti sosial seperti gambar sebelum dan sesudah. Menurut perkiraan keuangan berdasarkan pemodelan COIL Task 2, Radiance dapat memperoleh keuntungan sebesar AUD 525,216 dan penjualan sebesar AUD 4,48 juta selama periode lima tahun, dengan titik impas sebesar 6,686 unit. Temuan-temuan ini menunjukkan adanya peluang finansial yang signifikan, mengingat pertimbangan yang cermat terhadap harga, transparansi, dan kepercayaan. Berdasarkan temuan penelitian secara keseluruhan, bioteknologi yang terinspirasi dari tokek menawarkan potensi untuk menciptakan produk perawatan kulit yang lebih akurat. Namun, keterlibatan dokter kulit, tata kelola data yang etis, validasi ilmiah, dan komunikasi efektif yang menjembatani kesenjangan antara minat teoritis dan perilaku pembelian aktual semuanya diperlukan untuk keberhasilan penerapan. Radiance menunjukkan bagaimana psikologi konsumen dan keahlian biologis dapat digunakan untuk menciptakan strategi bisnis perawatan kulit presisi yang sukses.

2026
πŸ‘€ Penulis: Hilman Zhafiri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

EVALUASI KEBIJAKAN OPERASIONAL SISTEM PRODUKSI SEPABLOCK MENGGUNAKAN PENDEKATAN SIMULASI

Industri ketenagalistrikan memiliki tanggung jawab fundamental untuk selalu memenuhi permintaan energi listrik, namun pemenuhan tersebut dihadapkan pada dua tantangan utama, yaitu ketidakpastian permintaan dan kompleksitas penentuan konfigurasi sistem yang melibatkan konsekuensi teknis dan biaya operasional. Tantangan ini juga terjadi pada sistem distribusi PT PLN (Persero) UP3 Jambi, dimana masih sering terjadi pemadaman akibat defisit daya yaitu permintaan lebih besar dari kapasitas yang tersedia. Dalam periode 2018–2025, tercatat 60 kali pemadaman dengan rata-rata durasi 102 menit akibat defisit daya dengan total kerugian sebesar Rp. 504.431.452. Akar permasalahan tersebut adalah belum terintegrasinya proses prediksi beban listrik dengan proses perencanaan kapasitas jaringan distribusi listrik dan penentuan konfigurasi jaringan, dimana keputusan operasional masih bertumpu pada data historis dan konfigurasi eksisting yang bersifat statis sehingga tidak mempertimbangkan kemungkinan kenaikan beban yang dapat menyebabkan trip. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem prediksi permintaan beban listrik dan perencanaan kapasitas jaringan distribusi listrik berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan Mixed-Integer Linear Programming (MILP) dimana model prediksi yang dibentuk menggunakan metode statistik multiple linear regression (MLR) dengan variabel meliputi beban historis, data kalender, kondisi cuaca, jumlah pelanggan, serta variabel teknis operasional. Pemilihan variabel pada penelitian ini menggunakan stepwise regression, serta evaluasi model menggunakan MAPE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MLR mampu menghasilkan tingkat akurasi prediksi yang kompetitif, dengan MAPE di bawah 5% pada horizon waktu per jam, per hari dan perbulan yaitu MAPE per jam 3,74%, MAPE per hari 4,76% dan MAPE per bulan 4,62% sehingga layak digunakan sebagai input bagi optimasi konfigurasi. ii Perencanaan kapasitas jaringan distribusi listrik dan rekonfigurasi jaringan pada penelitian ini menunjukkan potensi pengurangan biaya kerugian energi, biaya unmet demand dan biaya kejadian trip melalui rekomendasi rekonfigurasi switching yang dapat diterapkan pada sistem IoT–SCADA, sehingga konfigurasi jaringan dapat disesuaikan secara adaptif terhadap perubahan beban. Berdasarkan hasil optimasi, sebanyak 21 feeder di rekonfigurasi dengan total biaya sebesar Rp. 28.622.992,78 dengan penghematan sebesar 76,44% dibanding sistem aktual.

2026
πŸ‘€ Penulis: Anggi Adilta Wijaya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

MERANCANG STRATEGI GO-TO-MARKET YANG EFEKTIF UNTUK SUPLEMEN TIDUR TERINSPIRASI HIBERNASI (LIMUSLEEP)

Kurang tidur telah menjadi masalah yang meluas, terutama di kalangan mahasiswa dan profesional yang bekerja di Australia. Banyak orang dewasa tidak tidur sesuai rekomendasi 7-9 jam per malam, dan hal ini menyebabkan penurunan kinerja kognitif, berkurangnya produktivitas, dan menurunnya kesejahteraan secara keseluruhan. Masalah tidur kronis juga dikaitkan dengan risiko kesehatan yang lebih serius, termasuk penyakit kardiovaskular, obesitas, kecemasan, dan depresi. Kebanyakan orang yang menghadapi masalah ini tidak mencari obat resep, tetapi mereka juga menginginkan sesuatu yang lebih efektif daripada tips gaya hidup dasar, itulah mengapa terdapat celah nyata di pasar untuk suplemen tidur alami yang didukung sains. Proyek ini mengembangkan strategi go-to-market (GTM) dan positioning untuk LimuSleep, sebuah konsep suplemen tidur yang saya kerjakan sebagai bagian dari unit Entrepreneurship Experience di Deakin University bersama tim saya, The Gherkins. LimuSleep terinspirasi dari penelitian hibernasi pada lemur kerdil berekor gemuk, menggunakan narasi ilmiah ini untuk memposisikan suplemen alami di sekitar gagasan tidur yang dalam dan berfokus pada pemulihan. Masalah bisnis utamanya adalah bahwa LimuSleep memiliki konsep yang menarik dan validasi awal, tetapi belum memiliki strategi yang jelas tentang bagaimana produk ini harus diposisikan atau dibawa ke pasar. Tanpa menyelesaikan hal ini, merek tersebut berisiko terlalu kabur untuk menonjol atau terlalu teknis untuk dipahami oleh konsumen sehari-hari. Proyek ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama adalah mengevaluasi bagaimana merek suplemen tidur yang ada memposisikan diri mereka dan mengidentifikasi celah. Kedua adalah mengembangkan proposisi nilai yang terdiferensiasi untuk LimuSleep. Ketiga adalah merancang rencana GTM terstruktur yang mencakup segmen target, saluran utama, dan pesan inti. Saya menggunakan kerangka kerja yang menggabungkan analisis PESTEL, Porter's Five Forces, analisis SWOT, dan Competitive Profile Matrix, yang semuanya didukung oleh survei kuantitatif terhadap 31 responden di Australia berusia 18-40 tahun yang mengalami kesulitan tidur secara rutin. Data sekunder dari laporan pasar, materi kompetitor, dan literatur akademik juga digunakan. Sekitar 87,1% responden tidur kurang dari tujuh jam pada hari kerja, 67,7% khawatir tentang efek samping suplemen, dan 93,5% merasa sulit untuk mempercayai merek baru. Blackmores adalah merek yang paling dikenal dengan tingkat kesadaran 80,6%, sementara kompetitor dari segmen nutrisi olahraga seperti Red Dragon dan EHP Labs tetap bersifat niche. Meskipun ada tekanan kompetitif ini, 100% responden menilai konsep LimuSleep lebih unik dibandingkan produk yang sudah ada dan 93,5% menganggapnya kredibel secara ilmiah, yang menunjukkan bahwa sudut pandang terinspirasi hibernasi merupakan pembeda yang nyata. Namun, kepercayaan tetap menjadi hambatan terbesar terhadap konversi, dan temuan ini sangat memengaruhi strategi yang direkomendasikan. Tiga alternatif strategis dievaluasi menggunakan kerangka keputusan Kepner-Tregoe. Strategi hibrida farmasi-digital dipilih sebagai opsi terbaik. Pendekatan yang direkomendasikan dimulai dengan peluncuran digital langsung ke konsumen untuk pengujian pasar yang cepat, kemudian beralih ke distribusi farmasi pada Fase 2 untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas institusional, dan akhirnya menargetkan mahasiswa pada Fase 3 melalui produk uji coba dengan harga lebih rendah sebesar AUD 35. Rencana implementasi penuh berjalan selama 12 bulan, membutuhkan estimasi AUD 151.000-228.000 pada Tahun 1, dan memproyeksikan sekitar 3.300 unit terjual dengan titik impas tercapai pada pertengahan Fase 3. Kesimpulan utamanya adalah bahwa cerita ilmiah LimuSleep benar- benar menjadi pembeda, tetapi keberhasilan komersial bergantung pada prioritas terhadap orang dewasa yang bekerja sebagai segmen utama terlebih dahulu, memimpin dengan konten yang didukung sains dan direkomendasikan oleh profesional kesehatan, serta mengamankan distribusi farmasi sebagai mekanisme utama pembangun kepercayaan untuk mengubah minat menjadi pembelian aktual.

2026
πŸ‘€ Penulis: Andrew Josse Jeremia Lumban Tobing
🏷️ Suplemen Tidur 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kepatuhan Kesehatan

PENGARUH KEPEMILIKAN SELEBRITI TERHADAP NIAT BELI MELALUI PERSEPSI KEASLIAN: STUDI KASUS PADA RARE BEAUTY OLEH SELENA GOMEZ

Meningkatnya konsep celebrity-owned brands semakin berkembang dan memengaruhi perilaku konsumen, khususnya konsumen yang menaruh perhatian besar pada autentisitas dalam komunikasi merek. Berbeda dengan endorsement, celebrity-owned brands menunjukkan keterlibatan langsung dalam pengembangan dan pengelolaan merek, sehingga berpotensi meningkatkan kepercayaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh celebrity ownership terhadap purchase intention pada Rare Beauty oleh Selena Gomez melalui perceived authenticity sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan kerangka Stimulus-Organism-Response (SOR), di mana celebrity ownership berperan sebagai stimulus, perceived authenticity sebagai organism, dan purchase intention sebagai respons. Meaning Transfer Theory oleh McCracken digunakan untuk menjelaskan bagaimana nilai dan identitas selebritas dapat ditransfer ke merek dan selanjutnya memengaruhi konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner daring kepada 123 responden di Indonesia berusia 18-28 tahun yang telah mengenal Rare Beauty. Data dianalisis menggunakan SPSS dan hasil penelitian menunjukkan bahwa celebrity ownership berpengaruh positif terhadap perceived authenticity dan purchase intention. Selain itu, perceived authenticity juga berpengaruh positif terhadap purchase intention. Analisis mediasi menunjukkan bahwa perceived authenticity memediasi secara penuh hubungan antara celebrity ownership dan purchase intention.

2026
πŸ‘€ Penulis: Sandreena Syifa Maharani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Persepsi Keaslian Merek 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KERANGKA STRATEGI PEMASARAN PRA PELUNCURAN UNTUK LOKERKU: STUDI EKSPLORATIF TENTANG FAKTOR PENDORONG ADOPSI PADA INDIVIDU KARIER AWAL DI JAKARTA

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kerangka strategi pemasaran pra peluncuran bagi LokerKu, yaitu platform rekrutmen digital yang dirancang untuk mendukung pencari kerja karier awal di Jakarta. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi platform digital baru dalam menarik calon pengguna sebelum memasuki pasar. Dalam konteks tersebut, pemahaman mengenai persepsi target pengguna terhadap konsep platform yang ditawarkan menjadi penting untuk menyusun strategi masuk pasar yang efektif. Penelitian ini menggunakan kerangka Difusi Inovasi dari Rogers dengan fokus pada empat atribut utama, yaitu keunggulan relatif, kesesuaian, kompleksitas, dan kemudahan diamati. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif eksploratif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur terhadap individu karier awal berusia 19 sampai 25 tahun di Jakarta yang memiliki pengalaman dalam mencari pekerjaan atau magang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LokerKu dipersepsikan secara positif ketika diposisikan sebagai platform yang tidak hanya menyediakan informasi lowongan kerja. Partisipan menilai fitur seperti pencocokan kerja yang terarah, dukungan penyusunan curriculum vitae, persiapan wawancara, dan pelacakan lamaran sebagai fitur yang relevan dan bernilai. Keunggulan relatif terlihat dari kemampuan platform dalam memberikan arahan dan dukungan yang lebih jelas selama proses pencarian kerja, sedangkan kesesuaian tercermin dari kecocokan antara konsep platform dengan kebutuhan pengguna karier awal. Kesederhanaan, kejelasan, serta visibilitas progres juga menjadi faktor penting dalam membentuk persepsi positif. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa LokerKu perlu diposisikan sebagai pendamping karier yang terpercaya bagi pencari kerja karier awal dengan menekankan dukungan yang praktis, kredibilitas, kemudahan penggunaan, serta komunikasi nilai yang jelas sebelum peluncuran.

2026
πŸ‘€ Penulis: Rava Ahmad
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PRINSIP TATA KELOLA INTEGRASI KPBU DALAM KERANGKA P3NK UNTUK PENGEMBANGAN TOD DI KAWASAN METROPOLITAN INDONESIA

Abstrak bisa dilihat di filenya

2026
πŸ‘€ Penulis: Bariq Akmal
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi
Halaman 48 dari 349
πŸ’¬