📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 110 dokumen

GANGGUAN KEUANGAN PADA SEKTOR TEKSTIL DI INDONESIA: RASIO KEUANGAN KOMPREHENSIF DALAM MEMBEDAKAN WILAYAH YANG BERMASALAH DAN YANG TIDAK BERMASALAH

The Indonesian textile industry is one of the main economic sectors that contributes to exports and employment. However, in the last decade, this sector has experienced major challenges, such as increasing textile imports from China, intense competition in the global market, and the economic impact of the COVID-19 pandemic. Many textile companies are facing financial difficulties that lead to financial distress, even bankruptcy. Therefore, an in-depth analysis is needed regarding the factors that contribute to the financial resilience of companies in this industry. This study aims to identify differences in financial ratios between textile companies that experience financial distress and those that do not, using the Altman Z-Score model. Financial data from textile companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2014-2023 are analyzed to evaluate aspects of liquidity, profitability, solvency, operational efficiency, and market valuation. Statistical techniques such as normality test, independent t-test, and Mann-Whitney U test are used to test the significance of differences in financial ratios between the two groups of companies. The results of the study show that financial ratios such as Current Ratio, Quick Ratio, Gross Profit Margin, Return on Assets, and Times Interest Earned significantly differentiate companies experiencing financial distress from those that are not. Meanwhile, ratios such as Debt to Equity Ratio and Inventory Turnover do not show significant differences. These findings provide insights for textile industry stakeholders to focus more on crucial financial aspects in preventing bankruptcy and increasing company competitiveness in an increasingly competitive market.

2025
👤 Penulis: Farhan Bagas Andaru
🏷️ Keuangan Industri Textil 🏷️ Analisis Keuangan 🏷️ Pandemi Covid-19

MODEL LINEAR TINGKAT KESEHATAN BANK SYARIAH BERDASARKAN METODE RISK BASED BANK RATING

Penulis mengevaluasi tingkat kesehatan bank syariah menggunakan metode Risk Based Bank Rating (RBBR). Model yang dikembangkan menggunakan data laporan keuangan Bank NTB Syariah dan Bank Victoria Syariah setiap triwulan. Penelitian ini menggunakan regresi linear berganda untuk memahami hubungan antara rasio keuangan seperti Non Performing Financing (NPF), Financing to Deposit Ratio (FDR), Good Corporate Governance (GCG), Return on Asset (ROA), Net Operating Margin (NOM), dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap skor kesehatan bank yang diperoleh melalui RBBR. Penelitian ini menggunakan Microsoft Excel untuk membantu konstruksi model linear. Hasil signifikansi parameter dari model linear digunakan untuk mendeteksi anomali dalam perilaku bank dalam mempertahankan skor kesehatannya. Anomali ini dianalisis lebih lanjut dengan memeriksa laporan keuangan tahunan untuk memberikan penilaian kualitatif terhadap kesehatan bank syariah.

2025
👤 Penulis: Sarah Alyssa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Keuangan 🏷️ Manajemen Risiko

STRATEGI BISNIS UNTUK PERTUMBUHAN BERKELANJUTAN PERUSAHAAN ENERGI TERBARUKAN JEPANG DALAM ANGGARAN MODAL DAN STRUKTUR MODAL (STUDI KASUS: ERENA ENGINEERING CO., LTD., OSAKA, JAPANG)

Makalah ini menyajikan analisis menyeluruh tentang strategi bisnis untuk pemilihan proyek yang bertujuan membangun rantai pasokan bahan bakar biomassa yang kuat dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan, menggunakan kasus Serena Engineering Co., Ltd., sebuah perusahaan energi terbarukan Jepang yang pionir. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi masalah bisnis inti dari Serena Engineering Co., Ltd. dan mengusulkan strategi untuk memilih proyek yang sesuai yang mengatasi masalah ini. Untuk mengusulkan strategi yang efektif, penulis melakukan dua langkah analitis: pertama, analisis internal dan eksternal untuk mengidentifikasi proyek potensial yang selaras dengan strategi dasar yang diinginkan; kedua, analisis keuangan dari laporan keuangan keseluruhan Serena Engineering Co., Ltd. dan proyeksi arus kas untuk setiap proyek potensial guna merumuskan strategi bisnis untuk pemilihan proyek. Serena Engineering Co., Ltd. memiliki empat proyek potensial: - Proyek A: Pabrik Terpadu Pelet Hijau & Tenaga Listrik - Proyek B: Akuisisi Vertikal Pabrik Pengolahan Minyak Sawit - Proyek C: Ekspansi Geografis: Membangun Tumpukan PKS Tambahan - Proyek D: Ekspansi Khusus: Memperbesar Kapasitas Inventaris dari Tumpukan yang Ada Analisis menunjukkan bahwa Proyek A mungkin menawarkan kontribusi tertinggi untuk menyelesaikan masalah bisnis perusahaan. Pemeriksaan menyeluruh tentang struktur modal dan pemilihan mitra ekuitas untuk Proyek A dilakukan untuk merumuskan rencana implementasi proyek.

2025
👤 Penulis: Sho Iwaki
🏷️ Energi Terbarukan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Analisis Keuangan

PEMODELAN FINANCIAL DISTRESS DI SEKTOR TEKNOLOGI INDONESIA (DAN US) PADA MASA TECH WINTER

Istilah “tech winter” telah tercipta untuk mendeskripsikan terjadinya penurunan performa finansial perusahaan di sektor teknologi. Layoff sudah menjadi kejadian yang umum terjadi pada sektor teknologi sejak tahun 2023, memotivasi perlunya sebuah model financial distress spesifik untuk sektor teknologi yang dapat digunakan untuk menganalisa sektor teknologi dari sudut pandang finansial. Model financial distress digunakan untuk mendeskripsikan dan memprediksi resiko perusahaan mengalami kesulitan finansial, tidak hanya kebangkrutan, yang cukup untuk memaksa perusahaan melakukan layoff dan pengurangan aset. Riset ini menggunakan factor analysis yang sudah sering digunakan di bidang psikoanalisis dan keuangan. Factor analysis sudah berhasil dilakukan sebagai bentuk pengurangan dimensi untuk mengekstraksi dan mengurangi jumlah input finansial (rasio finansial dan/atau variabel lain) menjadi kumpulan variabel dengan jumlah yang lebih sedikit, sehingga lebih mudah untuk diinterpretasi. Termasuk di riset ini adalah penggunaan entropi Shannon untuk menjelaskan total isi informasi dan melakukan pengurangan dimensi lebih jauh sebelum dilakukannya regresi logistik. Regresi logistic dilakukan untuk membangun model financial distress dengan keluaran probabilitas dan klasifikasi kesulitan finansial, diberikan input dengan jumlah yang sudah dikurangi sebelumnya melalui factor analysis dan entropi. Riset ini menggunakan sampel perusahaan dari NASDAQ dan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terdaftar sebagai perusahaan teknologi, dengan tambahan perusahaan lain dari sektor lain sebagai perbandingan. Pada akhirnya, riset ini mengajukan sebuah implementasi model financial distress yang dapat digunakan untuk menganalisa trend financial distress untuk perusahaan di sektor teknologi.

2025
👤 Penulis: Sergio Ryan Wibisono
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keuangan

PENERAPAN INDEKS US UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PEMBIAYAAN PROYEK PERBAIKAN BISNIS PERUSAHAAN YANG SEDANG KESULITAN (STUDI KASUS PT BEKERJA CEPAT SELALU, SEBUAH PLATFORM PERDAGANGAN ELEKTRONIK DARING KE LURING SEKTOR OTOMOTIF)

Studi ini menyelidiki strategi perbaikan untuk merevitalisasi e-commerce otomotif daring-ke-luring yang sedang berjuang untuk memulihkan kondisi perusahaan melalui diversifikasi bisnis, analisis keuangan, dan penerapan Indeks US untuk menentukan metode pembiayaan yang paling baik. Penelitian ini meneliti data primer yang diperoleh dari wawancara dengan staf manajemen penting, di samping data sekunder yang bersumber dari perusahaan itu sendiri, makalah industri, dan data pasar. Teknik penelitian menggunakan pendekatan kualitatif untuk merumuskan ide-ide pemulihan kondisi perusahaan dan pendekatan kuantitatif menggunakan Indeks US untuk menilai dan mengidentifikasi kemungkinan pembiayaan yang terbaik. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa kesulitan utama perusahaan adalah komplikasi dalam proses integrasi sistem, perbedaan paritas harga di pasar, dan biaya operasional yang tinggi, sedangkan peluang hadir dalam pasar suku cadang otomotif yang berkembang dan meningkatnya digitalisasi pada industri otomotif. Penerapan Indeks US memberikan kerangka kerja untuk menilai opsi pembiayaan bagi perusahaan. Studi ini diakhiri dengan memberikan rekomendasi strategis untuk peningkatan operasional perusahaan dan strategi keuangan untuk memfasilitasi proses pemulihan kondisi perusahaan, serta membantu proses bisnis secaras praktis dan pemahaman teoritis tentang taktik rehabilitasi perusahaan di era digital.

2025
👤 Penulis: Hendro
🏷️ E-Commerce Otomotif 🏷️ Revolusi Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keuangan

KELAYAKAN FINANSIAL PELUNCURAN PRODUK BARU PADA PT. REFRACTORINDO GRAHA DINAMIKA

Penelitian ini menyelidiki kelayakan finansial untuk meluncurkan produk baru— refraktori plastik—di PT. Refractorindo Graha Dinamika. Perusahaan ini bertujuan untuk mendiversifikasi produknya dengan mempertahankan daya saing di pasar refraktori yang sedang berkembang di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metodologi terstruktur yang dimulai dengan analisis lingkungan bisnis menggunakan kerangka kerja PESTLE dan Porter, kemudian menghitung Weighted Average Cost of Capital (WACC) perusahaan, dan menyusun proyeksi arus kas lima tahun yang terperinci, dengan memasukkan variabel-variabel seperti prakiraan penjualan, biaya operasional, dan harga pokok penjualan (HPP). Metrik penganggaran modal—Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), Payback Period (PP), dan Discounted Payback Period (DPP) —diterapkan untuk mengevaluasi kelayakan finansial investasi pada tiga mesin produksi yang berasal dari dalam negeri, yang sangat penting untuk memproduksi refraktori plastik. Hasilnya menunjukkan bahwa produk baru ini layak secara finansial, dengan NPV positif, IRR yang melebihi WACC, dan periode pengembalian modal yang dapat diterima. Analisis sensitivitas menggunakan simulasi Monte Carlo lebih lanjut menilai dampak ketidakpastian dalam volume penjualan terhadap hasil keuangan. Penelitian ini memberikan wawasan bagi PT. Refractorindo Graha Dinamika mengenai keputusan apakah akan menerima atau menolak akuisisi investasi modal baru.

2025
👤 Penulis: Muhammad Anandito Attaya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keuangan

TINGKAT ADAPTIBILITAS MODEL BISNIS WARALABA DI MANAJEMEN PROPERTI RESIDENSIAL SEWAAN DI INDONESIA.

Studi ini menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi adopsi model bisnis waralaba di kalangan pemilik properti sewa residensial di Indonesia. Dengan urbanisasi yang pesat dan meningkatnya permintaan terhadap properti sewa di kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, para pemilik properti menghadapi tantangan dalam mengelola aset mereka secara efisien. Banyak properti ini berkinerja kurang optimal akibat praktik manajemen yang usang. Adopsi model bisnis waralaba menawarkan solusi potensial dengan menyediakan manajemen profesional, standarisasi operasional, dan peningkatan daya saing di pasar. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana empat faktor utama keuangan, operasional, pasar, dan regulasi mempengaruhi proses pengambilan keputusan pemilik properti dalam mempertimbangkan waralaba. Dengan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keuangan dan pasar, seperti biaya investasi awal dan permintaan pasar, secara signifikan memengaruhi adopsi model waralaba. Faktor operasional dan regulasi juga memiliki peran penting, meskipun dalam tingkat yang lebih rendah. Temuan ini menyarankan bahwa meskipun model waralaba memiliki potensi untuk meningkatkan pasar properti sewa di Indonesia, para pemilik properti harus mempertimbangkan dengan cermat komitmen keuangan dan operasional yang dibutuhkan. Studi ini memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi pemilik properti, pewaralaba, dan pembuat kebijakan yang ingin mendorong industri properti sewa yang lebih kompetitif dan dinamis di Indonesia

2025
👤 Penulis: Ghifari Nizar Putera Irgi
🏷️ Manajemen Properti 🏷️ Model Bisnis Waralaba 🏷️ Analisis Keuangan

DAMPAK FINANSIAL DARI PENUGASAN PENYEDIAAN DAN PENYALURAN BBM SUBSIDI DI PT PERTAMINA (PERSERO)

-

2025
👤 Penulis: Yezsa Bella Nugroho
🏷️ Ekonomi Pertambangan 🏷️ Analisis Keuangan

STUDI KELAYAKAN KEUANGAN MIDDLEMIST FLORIST UNTUK EKSPANSI

Studi ini menilai kelayakan ekspansi Middlemist Florist dengan membuka tiga kios baru di lokasi strategis di Indonesia. Didirikan pada tahun 2021, Middlemist adalah pemain utama di industri florist yang menawarkan rangkaian bunga segar dengan desain eksklusif. Dengan meningkatnya persaingan, Middlemist bertujuan meningkatkan pendapatan dan memperluas jangkauan pasar melalui strategi bisnis inovatif. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menganalisis data keuangan dari 2021 hingga 2024, termasuk laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas. Proyeksi keuangan dievaluasi menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period. NPV proyek ekspansi adalah IDR 32,7 juta, dengan IRR 66,52%, jauh lebih tinggi dari Weighted Average Cost of Capital (WACC) 6,78%. Nilai PI sebesar 3,18 menunjukkan pengembalian finansial yang signifikan, dan Payback Period diperkirakan 1 tahun 6 bulan, menunjukkan pengembalian investasi cepat. Setiap kios diperkirakan menghasilkan pendapatan tahunan IDR 51,6 juta, dengan target penjualan bulanan IDR 4,3 juta. Keberhasilan ekspansi bergantung pada kemampuan Middlemist memanfaatkan tren musiman dan permintaan pelanggan. Tantangan utama meliputi persaingan dengan florist lain dan kebutuhan untuk mempertahankan kualitas serta inovasi. Studi ini merekomendasikan meningkatkan strategi pemasaran digital, berkolaborasi dengan penyelenggara acara, dan fokus pada operasional berkelanjutan dengan mendukung petani lokal. Pendapatan dari kios baru diharapkan mendukung toko utama dan mendiversifikasi produk. Temuan menunjukkan ekspansi ke tiga lokasi strategis tidak hanya memiliki potensi pendapatan yang kuat, tetapi juga akan memperkuat posisi Middlemist di pasar florist Indonesia yang berkembang. Ekspansi ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi penyedia bunga premium yang memberikan makna pada setiap momen penting pelanggan.

2024
👤 Penulis: Lorensia Christina
🏷️ Ekonomi Perusahaan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keuangan

PENENTUAN STRUKTUR MODAL OPTIMAL PT. WASKITA KARYA TBK (PERSERO)

PT Waskita Karya Tbk, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkemuka di Indonesia, memainkan peran penting dalam pembangunan infrastruktur nasional. Namun, tantangan besar muncul akibat ketergantungan perusahaan pada pembiayaan utang yang menyebabkan struktur modal menjadi tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan struktur modal optimal PT Waskita Karya dan memberikan solusi strategis guna mendukung keberlanjutan bisnisnya. Berdasarkan analisis proyeksi keuangan tahun 2025, struktur modal optimal dapat dicapai pada rasio utang 15%, dengan Weighted Average Cost of Capital (WACC) sebesar 7,50%. Pada kondisi ini, nilai perusahaan dapat dimaksimalkan hingga Rp25.175 miliar. Studi ini merekomendasikan tiga langkah utama: restrukturisasi utang melalui negosiasi dan debt-to-equity swap, penjualan aset non-strategis untuk melunasi utang berbunga tinggi, serta efisiensi operasional dengan fokus pada proyek bernilai tinggi. Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan struktur modal yang strategis bagi keberlanjutan PT Waskita Karya. Dengan implementasi yang terarah, perusahaan diharapkan dapat menurunkan risiko keuangan, meningkatkan nilai perusahaan, dan tetap menjadi mitra andalan dalam pembangunan infrastruktur nasional.

2024
👤 Penulis: Arya Bintang Raihandika
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keuangan 🏷️ Strategi Bisnis

(UJI TUNTAS KEUANGAN MERGER DAN AKUSISI XL AXIATA DAN SMARTFREN TELECOM)

Penelitian ini mengkaji uji tuntas keuangan (financial due diligence) atas rencana penggabungan antara PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom dalam industri telekomunikasi Indonesia yang sangat kompetitif. Analisis ini menilai kelayakan merger dengan fokus pada kinerja keuangan, potensi sinergi, dan risiko. Menggunakan metodologi Discounted Cash Flow (DCF), penelitian ini menyoroti profitabilitas yang kuat dan efisiensi operasional PT XL Axiata, didukung oleh arus kas yang stabil dan tingkat utang yang terkendali. Sebaliknya, PT Smartfren Telecom menghadapi tantangan likuiditas dan solvabilitas, ditandai dengan rasio utang terhadap ekuitas yang tinggi serta pendapatan yang tidak stabil. Meski terdapat perbedaan tersebut, merger diproyeksikan menghasilkan nilai sinergi sebesar Rp 8,626 miliar melalui efisiensi operasional, penghematan biaya, dan peluang pertumbuhan pendapatan. Manfaat utama mencakup skala ekonomi, optimalisasi alokasi sumber daya, serta perluasan pasar melalui layanan bundling dan strategi cross-selling. Namun, analisis Altman Z-Score menunjukkan risiko kesulitan keuangan, sehingga diperlukan manajemen keuangan dan restrukturisasi yang hati-hati bagi kedua perusahaan. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi pasca-merger untuk merealisasikan sinergi yang diharapkan, dengan mengatasi tantangan seperti penyelarasan budaya perusahaan, optimalisasi tenaga kerja, dan kepatuhan terhadap regulasi. Dinamika industri yang lebih luas, termasuk perkembangan teknologi yang pesat dan perubahan preferensi konsumen, menuntut investasi strategis dalam inovasi, seperti implementasi 5G dan peningkatan pengalaman pelanggan. Temuan ini memberikan wawasan yang dapat diimplementasikan terkait strategi penciptaan nilai, sekaligus menekankan pentingnya mitigasi risiko dan perencanaan integrasi yang kuat. Penelitian ini menawarkan kerangka kerja untuk mengevaluasi merger di sektor padat modal, dengan menyeimbangkan analisis keuangan dan visi strategis untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan serta nilai bagi pemangku kepentingan.

2024
👤 Penulis: Muhammad Livain Ilhami
🏷️ Merger Dan Akuisisi 🏷️ Industri Telekomunikasi Indonesia 🏷️ Analisis Keuangan

OPTIMALISASI INFRASTRUKTUR DAN PENGELOLAAN SAMPAH DI WILAYAH TERDAMPAK GEMPA, KECAMATAN CUGENANG, KABUPATEN CIANJUR

Gempa 5.6 SR di Kabupaten Cianjur berdampak negatif di Kecamatan Cugenang, Kota Cianjur. Terdapat 379 jiwa meninggal dunia, 9718 jiwa luka-luka, dan 13834 jiwa mengungsi. Setelah terjadinya gempa, pengelolaan sampah di posko pengungsian tidak dilakukan secara optimal, di mana sampah umumnya dibakar atau ditimbun tanpa pemilahan. Berdasarkan hasil sampling pada Januari 2024, total sampah yang dihasilkan di lima desa terpilih (Desa Benjot, Gasol, Mangunkerta, Wangunjaya, dan Sukamanah) mencapai 6,32 ton/hari. Terdapat beberapa alternatif yang diajukan untuk menyelesaikan permasalahan sampah putrescible dan anorganik di pengolahan sampah yang akan dibangun di Kecamatan Cugenang. Alternatif terpilih dipilih dengan metode Simple Additive Weight (SAW) dengan mempertimbangkan tinjauan pustaka dan beberapa aspek termasuk efisiensi pengolahan, dampak lingkungan, dan biaya operasional. Pengolahan menggunakan BSF dapat mengolah 41,47% sampah atau sekitar 2,62 ton/hari, sementara insinerasi mampu mereduksi 38,64% sampah anorganik atau 2,44 ton/hari. analisis keuangan menunjukkan bahwa proyek ini profitable, dengan Net Present Value (NPV) sebesar Rp 438.273.700 dan Paybacck Period selama 4 tahun dengan skema retribusi Rp 10.000 per kepala keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis BSF dan insinerasi efektif dalam mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA, sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Diharapkan, sistem ini dapat diimplementasikan sebagai solusi berkelanjutan untuk pengelolaan sampah di Kecamatan Cugenang dan wilayah terdampak lainnya.

2024
👤 Penulis: Azzumardi Asra A. Thalib
🏷️ Optimalisasi Pengelolaan Sampah 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Lingkungan 🏷️ Analisis Keuangan

ANALISIS PROYEKSI INVESTASI ASET TRANSPORTASI BUS SEBAGAI BAGIAN DARI STRATEGI PENGEMBANGAN UNIT USAHA JASA TRANSPORTASI WISATA DAN NON-WISATA PADA KOPERASI BMJ

Koperasi Berau Marine Jaya (BMJ) merupakan jenis Koperasi Jasa dan telah memiliki beberapa bidang usaha yang pernah dijalankan. Salah satu bidang usaha yang sudah menjadi rencana bidang usaha tahun 2020, yaitu penyedia jasa transportasi bis wisata dan non-wisata. Tahun 2020-2021 menjadi tantangan berat bagi BMJ, dikarenakan melakukan pembelian 1 (satu) unit bis wisata, namun terhambat dengan pandemic COVID-19, menyebabkan asset yang telah dibelanjakan untuk unit usaha transportasi, tidak dapat memberikan kontribusi positif kepada anggota koperasi khususnya. Potensi bisnis jasa transportasi wisata di Kabupaten Berau, masih sangat menarik, sesuai dengan data kunjungan wisatawann di Kabupaten Berau, terus meningkat selamat 3 (tiga) tahun terakhir, namun untuk dapat menlanjutkan bidang usaha agar dapat beroperasi secara normal, sesuai dengan pemenuhan persyaratan aspek legal pemerintahan, sangatlah tidak mudah. Oleh sebab itu, diperlukan penilaian kembali studi kelayakan bisnis jasa transportasi bis dalam pengambilan keputusan serta mengakomodasi kondisi bisnis saat ini dan selama perjalanan bisnis tersebut beroperasi. Tugas akhir ini berfokus pada lingkup proyeksi investasi aset transportasi bus sebagai bagian dari strategi pengembangan layanan transportasi pariwisata dan non-pariwisata yang komprehensif dalam segala aspek bisnis, dengan melakukan penilaian deskriptif dengan menggunakan PESTEL analysis, analisa SWOT, dan analisa kelayakan proyeksi keuangan, yaitu indikator keuangan seperti Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV), Payback Period, dan Profitability Index. Adapun hasil dari perhitungan indicator keuangan nya yaitu IRR sebesar 17.3%, NPV sebesar Rp 833,807,163, Payback Period selama 5 tahun, dan Profitability Index sebesar 1. Hasil analisa proyeksi keuangan ini menunjukkan nilai positif untuk dapat menghasilkan keuntungan. Manajemen Koperasi BMJ, harus mengambil langkah cepat untuk dapat memutuskan rencana implementasi bisnis jasa transportasi bis dalam pemenuhan persyaratan aspek legal dan pendanaan.

2024
👤 Penulis: Said Muchsin
🏷️ Kepripihan Bisnis 🏷️ Manajemen Koperasi 🏷️ Analisis Keuangan

ANALISIS PROYEK INVESTASI PADA PEMBANGUNAN TEMPAT PENGOLAHAN DAN PEMROSESAN AKHIR SAMPAH (TPPAS) PROVINSI JAWA BARAT MELALUI SKEMA KERJASAMA PEMERINTAH DAN BADAN USAHA (KPBU) (STUDI KASUS: TPPAS REGIONAL PROVINSI JAWA BARAT WILAYAH CIAYUMAJAKUNING)

Kawasan perkotaan menghadapi tantangan akibat pertumbuhan populasi dan peningkatan aktivitas perkotaan di sektor-sektor seperti perumahan, industri, dan perdagangan. Salah satu permasalahan yang muncul adalah jumlah sampah yang terus meningkat. Masalah sampah di Indonesia semakin memburuk setiap tahun. Karena semakin sulit menemukan lahan untuk tempat pembuangan sampah (TPA), beberapa kota dan kabupaten tetangga telah mengembangkan pengadaan dan pemanfaatan tempat pembuangan bersama (TPA Regional). Pemerintah bertanggung jawab dan berkewajiban untuk menyediakan infrastruktur, termasuk tempat pembuangan sampah akhir. Namun, ada kesenjangan keuangan yang perlu diisi karena keterbatasan pendanaan untuk pengembangan infrastruktur. Oleh karena itu, pemerintah bermaksud menggunakan program Kemitraan Pemerintah-Swasta (PPP) untuk melibatkan sektor swasta dan meringankan tekanan keuangan pada penyediaan infrastruktur publik. Analisis investasi dilakukan untuk meneliti proyeksi keuangan proyek ini menggunakan analisis penganggaran modal. Ada tiga skenario dalam proyek ini: skenario dengan pendanaan menggunakan VGF, menggunakan AP, dan dari pihak swasta. Hasil menunjukkan bahwa skenario dengan menggunakan VGF 60% merupakan skenario terbaik atau paling optimal. Nilai NPV yang dihasilkan menunjukkan angka positif sebesar Rp 104,639,009,004. Periode pengembalian modal akan terjadi 7,79 tahun setelah proyek dimulai. Tingkat Pengembalian Internal (IRR) yang dihasilkan sebesar 19,15%, yang lebih tinggi dari Biaya Modal Rata-rata Tertimbang (WACC) sebesar 11,36%. Dapat disimpulkan bahwa proyek pengembangan Tempat Pemrosesan Sampah Regional (TPPAS) di Jawa Barat layak secara finansial.

2024
👤 Penulis: Anisa Rizkitaliani
🏷️ Ekonomi Publik 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Sampah 🏷️ Analisis Keuangan

PERENCANAAN LAYOUT DAN ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PENGEMBANGAN ZONA MARINA DI PELABUHAN BOOM MARINA, KABUPATEN BANYUWANGI, PROVINSI JAWA TIMUR

Pelabuhan Boom Marina di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, adalah pelabuhan wisata yang berpotensi menarik kunjungan kapal yacht domestik dan internasional. Namun, fasilitas yang ada, terutama dermaga dan layanan pendukung, masih terbatas untuk menampung peningkatan jumlah kapal. Pengembangan zona marina dengan kapasitas dan fasilitas yang lebih memadai sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan pariwisata bahari. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan tata letak (layout) dan menganalisis kelayakan finansial pengembangan zona marina. Evaluasi dilakukan terhadap kondisi eksisting serta kebutuhan fasilitas tambahan seperti perluasan dermaga, area parkir kapal, dan layanan perbaikan. Analisis finansial menggunakan metode NPV, IRR, dan PP menunjukkan bahwa proyek ini layak secara ekonomi, dengan NPV positif, IRR di atas tingkat diskonto, dan PP yang cepat. Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan kapal yacht, memperkuat sektor pariwisata maritim, dan memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah.

2024
👤 Penulis: Rijalulhaqqi Hamidi
🏷️ Pariwisata Maritim 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keuangan
Halaman 5 dari 8
💬