📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 91 dokumen

ANALISIS INTERAKSI TANAH STRUKTUR UNTUK STABILITAS DERMAGA, STUDI KASUS: LOKASI JAKARTA UTARA

Pada Tugas Akhir ini akan Menganalisis upgrade desain struktur dermaga, yang pada kondisi awal merupakan kondisi deck on pile dilakukan upgrade menjadi Sheet Pile Quaywall. Proyek upgrade Dermaga Studi Kasus Jakarta ini merupakan proyek yang berlokasi di Jakarta Utara. Pembangunan proyek ini dilakukan diatas kondisi tanah lunak. Hal ini menjadi tantangan dikarenakan perlunya perlakuan khusus kepada tanah lunak. Laporan tugas akhir ini meliputi interpretasi data tanah hasil penyelidikan tanah, upgrade dermaga yang awalnya menggunakan slab on pile menjadi sheetpile quaywall dan juga, penentuan panjang penetrasi, pengecekan stabilitas, pengecekan batas defleksi lateral, pengecekan profil Sheetpile. Selain itum pada pengerjaan tugas ini akan dianalisis pada kondisi drain dan undrain Pemodelan dengan bantuan perangkat lunak PLAXIS 2D dengan menggunakan beberapa kondisi, diantaranya kondisi gempa, kondisi layan, kondisi saat sebelum dan setelah soil improvemebt dan juga kondisi drain dan undrain. Berdasarkan hasil pengecekan treatment rigid inclusion yang dilakukan mampu untuk memperkuat tanah, dengan pilihan spasi rigid inclusion 4 meter dengan LTP setebal 0,4 meter.

2024
👤 Penulis: Andri Andriansyah
🏷️ Geoteknik 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Analisis Struktur

PERANCANGAN DERMAGA PENUMPANG TIPE DECK ON PILE DI PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA

Sebagai negara maritim dengan wilayah laut yang sangat luas, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan infrastruktur yang mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam sektor pariwisata dan rekreasi. Kepulauan Untung Jawa, yang memiliki keindahan alam yang luar biasa, menawarkan potensi besar untuk pengembangan pariwisata, yang memerlukan fasilitas pendukung yang memadai. Dalam upaya meningkatkan jumlah wisatawan dan memajukan perekonomian lokal, pembangunan dermaga penumpang yang modern dan efisien menjadi sangat penting. Tugas Akhir ini membahas proses perancangan struktur dermaga penumpang tipe deck on pile di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Ruang lingkup pembahasan meliputi pengumpulan dan pengolahan data, perancangan desain awal (preliminary design) untuk memastikan struktur dapat menahan beban yang bekerja, pemodelan dan analisis struktur menggunakan software SAP 2000, perancangan penulangan elemen struktural, serta analisis daya dukung tanah baik secara aksial maupun lateral. Elemen struktural yang dirancang meliputi balok, pelat, tiang pancang, dan pile cap. Pemodelan dan analisis dilakukan dengan memperhatikan batasan nilai UCR dan defleksi yang dapat diterima sesuai standar. Output dari pemodelan berupa desain optimum, yang mencakup gaya dalam dan reaksi perletakan struktur dermaga, digunakan untuk desain tulangan elemen struktural dan analisis daya dukung tanah. Struktur dermaga yang dirancang memiliki dimensi panjang 75 meter dan lebar 15 meter dengan elevasi +2,5 meter dari LWS, serta menggunakan tiang pancang berdiameter 400 mm dengan ketebalan 12 mm, yang dipancang hingga kedalaman 14 meter dari dasar laut. Hasil dari Tugas Akhir ini meliputi dimensi struktur dermaga, fasilitas berlabuh dan bertambat kapal, detail penulangan elemen struktural, serta kedalaman pemancangan tiang pancang.

2024
👤 Penulis: Raden Muhammad Adityo Fatih
🏷️ Struktur Beton 🏷️ Pembangunan Pariwisata 🏷️ Analisis Struktur

PEMODELAN DAN KARAKTERISASI KETANGGUHAN RETAK INTRALAMINAR DAN TRANSLAMINAR PADA KOMPOSIT KUASI UNIDIREKSIONAL

Seiring dengan kemajuan teknologi khususnya di dalam bidang struktur ringan, penggunaan material komposit dalam berbagai produk semakin marak dipakai. Komposit kuasi-unidireksional merupakan salah satu contoh komposit yang diperkuat dengan serat kontinu. Dalam penggunaannya, komposit dapat mengalami kegagalan melalui deformasi dan retakan. Oleh karena itu, pengetahuan ketangguhan retak untuk material ini sangat penting untuk memprediksi kegagalan dan merancang produk yang lebih efektif. Tugas sarjana ini membahas ketangguhan retak yang disebabkan oleh kerusakan intralaminar dan translaminar. Spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah spesimen komposit karbon/epoksi dengan skema lapisan [90°]8s untuk menganalisis kerusakan intralaminar dan [90°/0°]4s untuk menganalisis kerusakan translaminar yang dipelajari melalui pendekatan eksperimental dan simulasi. Pekerjaan eksperimental mencakup perancangan dan pelaksanaan compact tension test, sementara simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak metode elemen hingga Abaqus CAE. Sebagai hasil, spesimen dengan skema lapisan [90°]8s berhasil menghasilkan propagasi retak sepanjang spesimen untuk menciptakan kerusakan intralaminar. Ditemukan bahwa ketangguhan retak untuk kerusakan intralaminar pada spesimen ini adalah 6,92 N/mmdan berhasil melakukan simulasi kerusakan dengan metode cohesive zone. Sementara itu, spesimen dengan skema lapisan [90°/0°]4s gagal menghasilkan propagasi retak untuk menciptakan kerusakan translaminar sehingga ketangguhan retaknya tidak dapat dianalisis. Buckling dan kerusakan matris terjadi selama pengujian. Pemodelan menggunakan kriteria Hashin juga tidak dapat mensimulasikan kerusakan kompleks yang terjadi pada eksperimen. Hasil lain yang ditemukan adalah bahwa model uji tapered-rear dapat mengurangi penurunan gaya akibat buckling saat eksperimen compact tension.

2024
👤 Penulis: Alexander Gilbert C.W.
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Hidrologi

DESAIN STRUKTUR ANJUNGAN LEPAS PANTAI TIPE TETAP PADA KONDISI IN-SERVICE DAN ANALISIS METODE REVERSE UPENDING DALAM PROSES DECOMMISIONING RIG-TO-REEF

Minyak bumi dan gas alam merupakan sumber daya alam yang sangat diperlukan oleh banyak industri, sehingga pemenuhannya menjadi hal yang penting. SKK Migas mencanangkan peningkatan produksi migas menjadi satu juta barel per hari hingga tahun 2030. Anjungan lepas pantai adalah komponen vital dalam pencarian dan pemenuhan kebutuhan sumber daya alam, khususnya minyak bumi dan gas alam. Dalam perencanaan dan pembuatan anjungan lepas pantai, diperlukan analisis pembebanan, inplace, seismic, dan fatigue. Selain itu, masa layan struktur dan ketersediaan sumur migas juga harus diperhatikan. Berdasarkan PP RI No. 17 Tahun 1974 tentang pengawasan pelaksanaan eksploitasi minyak dan gas bumi di daerah lepas pantai, Pasal 21 menyatakan bahwa struktur yang sudah tidak digunakan perlu dilakukan decommissioning. Proses decommissioning dapat dilakukan dengan mengambil struktur sepenuhnya (complete removal) atau sebagian (partial removal) dengan berbagai metode seperti rig to reef, toppling, atau floater, bergantung pada karakteristik struktur dan lokasinya. Salah satu proses yang banyak digunakan adalah rig to reef, yaitu mengubah fungsi struktur menjadi terumbu karang. Dalam perubahan struktur menjadi terumbu buatan, beberapa kriteria harus dipenuhi agar proses rig to reef berjalan sesuai rencana. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam rig to reef adalah reverse upending, di mana posisi struktur diubah dari vertikal menjadi horizontal setelah diangkat menggunakan main hook yang dikaitkan pada salah satu sisi struktur dan aux hook yang dikaitkan pada bagian atas struktur untuk kemudian diturunkan ke dasar laut. Analisis struktur pada saat proses reverse upending meliputi mudline clearance, stabilitas pada sudut yaw, dan beban maksimum yang terjadi pada setiap hook yang ada, serta sling yang terhubung pada tiap hook. Analisis lifting juga dilakukan sebelum proses reverse upending atau saat struktur diangkat vertikal ke atas. Perkalian DAF (Dynamic Amplification Factor) diperlukan pada beban statis maksimum pada saat lifting untuk mempertimbangkan beban dinamis yang mungkin terjadi. Proses reverse upending ini juga harus memenuhi kriteria dari GL Noble Denton 0027 dan 0028.

2024
👤 Penulis: Mufida Abdillah Al Khoir
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Pembebanan Minyak Bumi 🏷️ Proses Decommissioning

PERANCANGAN DERMAGA CURAH KERING TIPE DECK ON PILE DI PLTU SURALAYA, KECAMATAN PULOMERAK, KOTA CILEGON, BANTEN

Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, dengan geografis seperti itu dibutuhkan peningkatan berbagai fasilitas dalam usaha pemenuhan kebutuhan masyarakat agar kesejahteraan dapat semakin merata di seluruh penjuru negeri.Salah satu kebutuhan pokok masyarakat adalah kebutuhan atas energi listrik, salah satu bentuk pemenuhan tersebut adalah dengan memabangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan bahan bakar utamanya yaitu batu bara, salah satu PLTU besar yang menyalurkan energi listrik ke beberapa daerah Jawa Barat dan DKI Jakarta adalah PLTU Suralaya, yang seiring waktu semakin besar dan membutuhkan fasilitas dermaga tersendiri untuk menyuplai batu bara dengan lebih efektif. Tugas Akhir ini membahas tentang perancangan struktur dermaga curah kering di Pembangkit Listrik Tenaga Uap Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten yang berisi perancangan struktur dermaga dengan tujuan untuk melayani bongkar muat curah kering, yaitu batu bara. Lingkup pembahasan dari Tugas Akhir meliputi pengumpulan dan pengolahan data, perancangan desain awal (preliminary design) struktur agar dapat menahan beban yang bekerja, pemodelan dan analisis struktur dengan software SAP 2000, perancangan penulangan elemen struktural, beserta analisis daya dukung tanah struktur, baik aksial maupun lateral. Elemen struktural pada struktur mencakup balok, pelat, tiang pancang, dan pile cap. Pemodelan dan analisis struktur akan dilakukan sesuai dengan batasan nilai UCR dan defleksi yang dapat diterima oleh struktur sesuai batasan standar. Output dari pemodelan berupa desain optimum dan akan didapatkan gaya dalam beserta reaksi perletakan struktur dermaga yang akan digunakan pada desain tulangan elemen struktural dan analisis daya dukung tanah. Struktur dermaga hasil perancangan memiliki dimensi panjang 260 m dan lebar 30 m, struktur dermaga memiliki elevasi sebesar +3,5 m dari LWS. Berdasarkan desain struktur optimum, tiang pancang yang digunakan untuk struktur adalah 1000 mm dengan ketebalan 20 yang perlu dipancang hingga kedalaman 25 m di bawah dasar laut agar memenuhi kebutuhan gaya aksial dan lateralnya. Hasil dari Tugas Akhir ini berupa dimensi struktur beserta dimensi elemen struktural dari struktur, fasilitas berlabuh dan bertambat kapal, detail penulangan elemen struktural dermaga, beserta kedalaman pemancangan tiang pancang.

2024
👤 Penulis: Moh Iqbal Al-Fathan
🏷️ Pembangkit Listrik Tenaga Uap 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Dermaga Curah Kering

KARAKTERISASI DAN PEMODELAN NON-LINEARITAS PADA KOMPOSIT QUASI-UD DENGAN MEMERHATIKAN EFEK LAJU REGANGAN

Redesain Pasar Kiaracondong dirancang untuk meningkatkan kinerja pasar sehingga peran pasar sebagai wadah kegiatan sosial dan ekonomi dapat ditingkatkan. Struktur yang dibangun merupakan struktur beton bertulang tiga lantai dengan struktur atap baja. Lokasi proyek berada di Bandung dengan kategori desain seismik D dan kategori risiko seismik III, sehingga Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dipilih sebagai sistem struktur bangunan dan Sistem Rangka Baja dengan Bresing Konsentris dipilih sebagai sistem struktur atap baja. Perancangan struktur beton dilakukan dengan bantuan perangkat lunak ETABS dan mengacu pada ketentuan di SNI 2847 : 2019 dan SNI 1727 : 2019, sedangkan perancangan atap dilakukan secara terpisah dengan bantuan perangkat lunak SAP 2000 dan mengacu pada ketentuan di SNI 1729 : 2020. Pada analisis struktur, dilakukan pengecekan struktur terhadap gempa sesuai dengan ketentuan pada SNI 1726 : 2019. Sambungan fasad ke struktur beton pada bangunan juga didesain sesuai dengan ketentuan pada AISC Design Guide 1. Desain ini dilakukan untuk memperhitungkan pengaruh beban gempa pada elemen nonstruktural terhadap struktur sehingga didapat desain yang lebih konservatif. Hasil dari perancangan struktur ini meliputi dimensi dan konfigurasi penulangan setiap elemen struktur, konfigurasi sambungan elemen beton – baja, serta gambar Detailed Engineering Drawing untuk setiap elemen struktur.

2024
👤 Penulis: Rajendra Raditya Kusuma
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Desain Bangunan

PERANCANGAN STUKTUR DERMAGA PETIKEMAS PELABUHAN KUALA TANJUNG, KABUPATEN BATU BARA, SUMATERA UTARA

Kabupaten Batu Bara adalah sebuah kabupaten yang terletak di Pulau Sumatera, tepatnya di wilayah Sumatera Utara. Kabupaten ini memiliki peran yang signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang pesat di Sumatera, khususnya di Sumatera Utara. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan infrastruktur yang memadai untuk mendukung perkembangan tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan membangun Pelabuhan Kuala Tanjung, yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di wilayah Sumatera. Selain berfungsi sebagai penghubung antar wilayah di Indonesia, Pelabuhan Kuala Tanjung juga dirancang untuk menjadi pelabuhan internasional yang akan menghubungkan logistik Indonesia dengan negara-negara lain. Laporan Tugas Akhir ini membahas perancangan struktur dermaga peti kemas dengan jenis dermaga deck on pile sebagai bagian dari perencanaan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, sesuai dengan kriteria desain yang berlaku. Dalam Tugas Akhir ini, pembahasan mencakup pengolahan data lingkungan, perhitungan beban yang bekerja pada struktur dermaga, penentuan dimensi dermaga dan elemen strukturnya, pemodelan dan analisis struktur dermaga, penulangan elemen struktural, serta analisis daya dukung tanah.Data lingkungan dan operasional diolah untuk menghitung besarnya beban yang bekerja pada struktur dermaga. Pemodelan dan analisis struktur dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SAP2000 untuk mengevaluasi kekuatan struktur dermaga terhadap beban yang diterimanya. Hasil analisis akan menghasilkan nilai Unity Check Ratio (UCR) dan nilai defleksi struktur yang harus memenuhi kriteria desain, yaitu nilai UCR berada dalam rentang 0,8 hingga 1,0, serta defleksi struktur tidak melebihi batas defleksi yang diizinkan. Penulangan elemen struktural dermaga dilakukan berdasarkan gaya dalam yang diperoleh dari hasil pemodelan analisis struktur yang sudah optimal. Analisis daya dukung tanah dilakukan untuk menentukan kedalaman tiang pancang yang diperlukan agar dapat menahan beban reaksi perletakan pada struktur dermaga. Hasil perencanaan desain dermaga menunjukkan bahwa dermaga akan memiliki dimensi panjang 650 meter dengan lebar 50 meter. Dermaga direncanakan memiliki elevasi +5,0 meter dari LWS (Lowest Water Springl) dan kedalaman perairan -15 meter dari LWS (Low Water Spring). Elemen struktural yang direncanakan untuk dermaga mencakup pelat, balok, tiang pancang, dan pile cap. Setelah dilakukan optimasi, dipilih tiang pancang dengan diameter 2540 mm dan ketebalan 90 mm. Berdasarkan analisis daya dukung tanah, tiang pancang ini akan dipasang hingga kedalaman 20,7 meter dari elevasi dasar laut (seabed). Hasil dari Tugas Akhir ini mencakup perencanaan yang meliputi desain dimensi dermaga, fasilitas untuk kapal berlabuh dan bertambat, dimensi elemen struktural dermaga, penulangan elemen struktural, serta kedalaman tiang pancang dermaga.

2024
👤 Penulis: Samuel Nicodemus Dioloi S
🏷️ Geodesi 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

DESAIN DAN ANALISIS KEKUATAN MEMANJANG KAPAL TANKER KONDISI EKSISTING UNTUK KEPERLUAN KONVERSI MENJADI FLOATING STORAGE OFFLOADING (FSO)

Kapal merupakan alat transportasi laut yang bergantung jenisnya, dapat melayani berbagai kebutuhan manusia. Dalam industry minyak dan gas, dimana banyak kegiatan produksi terjadi di laut lepas, kapal tanker seringkali dikonversi menjadi fasilitas produksi terapung. Analisis kekuatan memanjang kapal kandidat adalah persyaratan regulasi yang harus dipenuhi sebelum konversi dilakukan untuk memastikan kapasitas dan kebutuhan modifikasi structural yang perlu dilakukan. Dalam kasus ini, kapal tanker minyak MT Ratu Rengganis akan dikonvesi menjadi Floating Storage Offloading (FSO), sehingga analisis kekuatan memanjang perlu diakukan. Pada studi ini dilakukan pemodelan dan analisis kekuatan memanjang struktur kapal tanker. Analisis yang dilakukan mengacu pada standar Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Untuk mengetahui kapasitas struktur dalam beberapa scenario yang telah ditentukan, dilakukan analisis dan perhitungan nilai shear force, bending moment, section modulus, inertia, stress, serta ultimate strength yang terjadi pada struktur kapal. Scenario diambil berdasarkan keadaan kapal saat datang menjemput cargo dengan tangka kosong serta keadaan dalam keadaan full load. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, didapatkan nilai shear force Maksimum adalah 1313tonne dan bending moment maksimum adalah 46.616 ton.m, serta didapatkan nilai stress maksimum yang dialami kapal dalam scenario yang dianalisis adalah 102.7 Mpa. Nilai ini masih berada dalam batas yang ditentukan oleh standar biro klasifikasi. Hasil Analisis pada struktur local juga menunjukan nilai ultimate strength yang dimiliki struktur yaitu 470 Mpa. Hasil dari tugas akhir ini, struktur kapal dinilai masih memenuhi keadaan layak layan dan dapat menerima beban tambahan hingga senilai 175 MPa.

2024
👤 Penulis: Tiara Pramitha Putri Bhary
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Konversi Kapal Tanker Menjadi Fso 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Analisis Teknis

STUDI PERBANDINGAN SAFETY FACTOR DAN STRENGTH FACTOR PADA PILLAR TAMBANG BAWAH TANAH MENGGUNAKAN PEMODELAN NUMERIK BERDASARKAN KRITERIA HOEK & BROWN

Dalam kegiatan penambangan bawah tanah, diperlukan suatu penyangga untuk menjaga lubang bukaan dari keruntuhan dan kegiatan penambangan dapat dilakukan dengan sukses. Salah satu alat penyangga tersebut adalah pilar. Untuk memastikan keamanan tersebut, dilakukan perhitungan seputar kekuatan dan nilai dan arah tegangan yang dialami oleh pilar tersebut. Adapun ada nilai yang biasanya digunakan untuk mengukur keamanan model adalah Factor of Safety. Studi tugas akhir ini berusaha mencari hubungan antara Strength Factor dan Factor of Safety pada pilar tambang bawah tanah dengan variasi width to height ratio dan mengetahui apakah Strength Factor dapat merepresentasikan faktor keamanan dari suatu kondisi tersebut. Analisis yang telah dilakukan menghasilkan nilai Strength Factor dan Factor of Safety menunjukkan tren serupa dan meningkat seiring dengan peningkatan width to height ratio. Akan tetapi, nilai Strength Factor cenderung lebih tinggi dari Factor of Safety dikarenakan perbedaan perbandingan yang dilakukan dalam perhitungan yang dapat menyebabkan estimasi yang berlebihan dari keamanan pilar.

2024
👤 Penulis: Enver Hardiono
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Penambangan Bawah Tanah 🏷️ Model Numerik

PEMODELAN GETARAN SISTEM BATANG KANTILEVER DENGAN SUMBER EKSITASI MASSA BOLAK-BALIK

Perawatan mesin berbasis getaran merupakan salah satu jenis perawatan prediktif yang dapat dilakukan pada mesin bolak-balik. Mesin bolak-balik menghasilkan gaya dan momen penggetar yang tidak hanya terdiri dari satu frekuensi saja sehingga getaran dengan sumber eksitasi massa bolak-balik perlu dimodelkan untuk memahami karakteristik getaran yang dihasilkan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memodelkan getaran pada sistem batang kantilever dengan sumber eksitasi massa bolak-balik. Penelitian ini diawali dengan mengukur parameter fisik perangkat uji yang berupa batang kantilever yang menumpu mesin bolak-balik. Hasil pengukuran kemudian digunakan untuk menghitung gaya dan momen teoretis serta memodelkan frekuensi natural. Hasil pemodelan frekuensi natural selanjutnya digunakan sebagai masukan untuk pemodelan kurva magnitudo FRF. Hasil pemodelan kurva magnitudo FRF kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran FRF. Penelitian ini kemudian dilanjutkan dengan pemodelan spektrum getaran sistem batang kantilever dengan sumber eksitasi massa bolak-balik untuk dibandingkan dengan hasil pengukuran getaran pada kondisi operasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa spektrum gaya dan momen penggetar teoretis sudah mampu menunjukkan puncak pada frekuensi 1XRPM dan 2XRPM. Selain itu, hasil pemodelan frekuensi natural juga menunjukkan bahwa batang kantilever memiliki frekuensi natural dengan modus getar akibat bending dan puntir. Frekuensi natural hasil pemodelan memiliki galat relatif maksimal sebesar 9,1% terhadap hasil pengukuran. Walaupun demikian, pemodelan kurva magnitudo FRF dan spektrum getaran masih memiliki galat yang sangat besar terhadap hasil pengukuran.

2024
👤 Penulis: Fauzanul Ardhi
🏷️ Kontrol Getaran 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Model Matematika

PERANCANGAN ULANG INTEGRASI KOMPONEN PADA PLATFORM BUS LISTRIK

Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia saat ini sedang meningkat. National Center for Sustainable Transportation Technology (NCSTT) ITB ikut serta dalam mendukung kendaraan listrik di Indonesia berupa pengembangan bus listrik. Bus listrik ini dibuat melalui proses konversi, yaitu mengubah kendaraan mesin pembakaran internal (ICE) menjadi kendaraan listrik (EV). Pengembangan bus listrik ini telah mencapai tahap purwarupa konversi pertama dan terdapat modifikasi tata letak komponen elektrik untuk desain berikutnya karena lokasi center of gravity (CoG) yang belum sama dengan sebelum konversi. Akibatnya, terdapat perubahan bracket komponen elektrik terhadap platform bus sehingga perlu dianalisis karakteristik dari bracket terbaru dengan mempertimbangkan beban statik dan frekuensi pribadinya. Akibat adanya modifikasi tata letak pada platform, kondisi kabel yang terhubung antar komponen elektrik menjadi tidak sesuai. Oleh karena itu, proses merute dan pendataan kembali kabel diperlukan dengan mengikuti desain platform terbaru setelah modifikasi. Tugas sarjana ini dimulai dengan mempelajari desain platform terbaru dan pendataan kabel serta bracket. Untuk bracket, desain bracket terbaru kemudian dilakukan simulasi untuk analisis statik terhadap beban komponen elektrik dan analisis modal yang mempertimbangkan frekuensi kecepatan putar electric motor. Hasil dari simulasi statik menunjukkan bahwa bracket tidak mengalami deformasi plastis karena lebih rendah dari batas yield strength dan terdapat beberapa bracket yang belum memenuhi minimum SF untuk kendaraan. Hasil dari simulasi modal yaitu terdapat beberapa bracket yang mengalami resonansi akibat dari nilai frekuensi pribadinya berada dalam rentang frekuensi kecepatan putar electric motor. Dalam hal kabel, kemudian dibuat desain rute kabel dan dihasilkan data kebutuhan kabel yang sesuai untuk kebutuhan platform terbaru.

2024
👤 Penulis: Dhiyaa Al Dien Faathira
🏷️ Konversi Bus Listrik 🏷️ Desain Elektrik Kendaraan Listrik 🏷️ Analisis Struktur

STUDI KEAMANAN GEOTEKNIK TANGGUL LAUT TIPE CAISSON KOMPOSIT VERTIKAL TANPA ISIAN TANAH DENGAN METODE PERBAIKAN TANAH PVD, PRELOADING, DAN DEEP CEMENT MIXING DI LOKASI TELUK JAKARTA

Pembangunan tanggul laut di Teluk Jakarta merupakan salah satu upaya menyelesaikan permasalahan banjir rob di Pesisir Utara Jakarta akibat elevasi tanah di daratan Jakarta yang terus turun dan naiknya elevasi muka air laut. Pembangunan tanggul laut di Teluk Jakarta dahulu termasuk dalam program strategis nasional, yaitu NCICD : National Capital Integrated Coastal Development. Selama ini, tanggul laut yang banyak diterapkan di Indonesia adalah tipe tiang pancang dan tumpukan batu. Studi mengenai tanggul laut tipe caisson di Indonesia masih sedikit dan belum pernah diterapkan di Indonesia untuk tanggul laut. Padahal tipe caisson potensial untuk diterapkan di Indonesia sebagai alternatif tipe tiang pancang dan tumpukan batu. Salah satu variasi tanggul laut tipe caisson adalah caisson komposit vertikal yang mengombinasikan caisson dengan tumpukan batu di bawah caisson. Kelebihan tipe caisson komposit vertikal dibandingkan tipe tiang pancang adalah pengerjaannya lebih mudah dan lebih murah untuk laut yang dalam dan tanah lunak yang tebal. Kelebihan tipe caisson komposit vertikal dibandingkan ..

2024
👤 Penulis: Derpris Folmen
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Pembangunan Lingkungan

STUDI PERBANDINGAN SAFETY FACTOR DAN STRENGTH FACTOR PADA PEMODELAN NUMERIK UNTUK ANALISIS KESTABILAN TEROWONGAN BERDASARKAN KRITERIA MOHR-COULOMB

Salah satu fungsi terowongan adalah sebagai akses utama dalam kegiatan penambangan bawah tanah, dan pembukaan lubang pada massa batuan mengubah kondisi tegangan lokal. Oleh karena itu, diperlukan perhitungan besar dan arah tegangan setelah pembukaan lubang untuk memastikan stabilitas terowongan. Penelitian ini mengkaji perbedaan antara FoS dan SF pada massa batuan di sekitar terowongan dengan variasi rasio ?h/?v (K). Studi ini penting untuk menentukan apakah SF dapat digunakan sebagai FoS. Analisis yang telah dilakukan didapatkan bahwa Nilai SF mendekati Nilai FoS untuk setiap rasio K, kecuali pada K=1. Hal ini dikarenakan nilai tegangan umum (???????? dan ????????) principal stress pada titik yang jauh dari pusat terowongan akan mendekati nilai tegangan in situ sehingga rasio yang digunakan pada perhitungan SF akan semakin besar.

2024
👤 Penulis: Farrel Rheza Prakusya
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Kontrol Kualitas Batuan 🏷️ Teknik Analisis Tegangan

STRESS ANALYSIS OF PIPING SYSTEM IN THE NEW ROUTE AT PRODUCTION WELL 3 IN PT PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY KARAHA BODAS

On December 24, 2022, several piping system routes at PT Geothermal Energy Karaha Bodas experienced damage caused by an earthquake. The piping system affected by the earthquake includes the piping system located at production well 6. Due to the unsafe conditions of production well 6 caused by the subsidence of the land, PT Geothermal Karaha Bodas constructed a new production well within production well 3. Piping systems require careful design and calculations to ensure their safety and optimal performance. Stress analysis helps predict the design life of a piping system. In addition to stress analysis, this thesis also includes calculations and selection of the appropriate pipe wall thickness for the analyzed piping system, as well as seismic analysis, which involves calculations in the event of external factors such as earthquake loads. Therefore, this bachelor thesis aims to conduct piping stress analysis and seismic load analysis using Caesar II software on the newly rerouted piping system. The stress analysis was conducted following the guidelines of ASME B31.1, ASME B36.10M, ASCE 7, and SNI 1726:2019 for the Karaha Bodas piping system. This modeling is conducted on five pipe sizes with nominal diameters of 100 mm, 200 mm, 250 mm, 300 mm, and 350 mm, respectively. The piping stress analysis resulted in a highest stress reaching 221719.80 kPa under expansion load conditions, and the lowest stress of 62475.03 kPa under sustained load conditions. The seismic load analysis resulted in a highest stress of 131321.80 kPa under operating conditions in the +Z direction and a lowest stress-to-allowable stress ratio of 69511.10 kPa under occasional conditions in the -X direction.

2024
👤 Penulis: Farrell Mac Zuhayr
🏷️ Piping Teknik Geothermal 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Analisis Gempa Bumi

ANALISIS PERBAIKAN TANAH LUNAK DENGAN VACUUM PRELOADING DAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA, STUDI KASUS PROYEK PEKERJAAN RANCANG BANGUN TERMINAL KALIBARU TAHAP 1B

Pada Proyek Pekerjaan Rancang Bangun Terminal Kalibaru Tahap 1B, kondisi eksisting dari tanah merupakan tanah lumpur (slurry), sehingga menyebabkan permasalahan dimana bangunan tidak dapat langsung dibangun di atas lapisan tanah karena tanah lempung lunak memiliki risiko penurunan tanah yang sangat tinggi ketika dibebani, kemampuan konsolidasi yang tinggi, serta daya dukung yang relatif rendah. Maka dari itu, diperlukan perbaikan tanah (soil improvement) untuk mengatasi hal tersebut dengan menggunakan metode Vacuum Preloading dan Prefabricated Vertical Drain (PVD). Pada tugas akhir penelitian ini akan dilakukan analisis pengaruh dari penggunaan kedua metode tersebut pada pengerjaan proyek. Pemodelan dengan metode elemen hingga akan menggunakan PLAXIS 2D dengan memodelkan tiga macam pemodelan yaitu Mohr-Coulomb, Hardening Soil, dan Soft Soil.

2024
👤 Penulis: Riordan Arfariq Prada
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Struktur
Halaman 5 dari 7
💬