📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 113 dokumenPENGEMBANGAN STRATEGI BISNIS DENGAN MENGGUNAKAN PERENCANAAN SKENARIO PADA PT BANGGAI LNG DALAM MENGHADAPI TANTANGAN MASA DEPAN DI INDUSTRI LNG
Industri gas alam cair (LNG) mengalami perubahan yang signifikan akibat permintaan global yang berfluktuasi, transisi ke energi terbarukan, dan perubahan peraturan. Sebagai salah satu produsen LNG, Indonesia memainkan peran penting di pasar global, dan PT Banggai LNG (PT BLNG) adalah kontributor utama di sektor ini. Berlokasi di Sulawesi Tengah, PT BLNG memproses gas dari lapangan Senoro-Toili dan Matindok, menghasilkan 2 juta ton LNG per tahun untuk ekspor dan konsumsi domestik. Penelitian ini menggunakan pendekatan multimetode, dengan menggabungkan analisis PESTEL, Porter's Five Forces, kerangka kerja VRIO, dan analisis SWOT, serta perencanaan skenario, untuk mengevaluasi posisi strategis perusahaan, mengembangkan strategi bisnis, dan mengidentifikasi jalur untuk ketahanan dan pertumbuhan di tengah ketidakpastian. Penelitian ini mengkaji kondisi pasar LNG, dengan menekankan pada volatilitas harga global akibat transisi energi dan kompetisi energi terbarukan. Kebijakan Indonesia menyeimbangkan ekspor dengan keamanan energi domestik, sehingga menimbulkan tantangan dan peluang bagi PT BLNG. Analisis PESTEL mengeksplorasi faktor-faktor lingkungan makro seperti stabilitas politik, peraturan lingkungan, tren ekonomi, pergeseran teknologi, dan transisi energi yang berkelanjutan. Analisis VRIO digunakan untuk mengevaluasi kemampuan internal PT BLNG, yang mengungkapkan kekuatan perusahaan dalam efisiensi operasional, kemitraan strategis, dan akses ke cadangan gas berkualitas tinggi. Sumber daya ini sangat berharga dan langka, namun risiko peniruan dan kendala peraturan menimbulkan tantangan bagi keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Melengkapi hal ini, analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan utama (misalnya, produksi yang handal, Lokasi strategis), kelemahan (misalnya, fasilitas terminal yang terbatas, ketergantungan pada ladang gas tertentu), peluang (misalnya, perluasan pasar regional), dan ancaman (misalnya kelebihan pasokan global). Analisis Porter’s five forces menilai persaingan industri, mengungkap kekuatan tawarmenawar pemasok yang moderat, kekuatan pembeli yang tinggi karena meningkatnya alternatif, dan persaingan yang ketat dari produsen LNG regional. Hambatan untuk masuk tetap tinggi, karena sifat operasi LNG yang padat modal, tetapi pengganti seperti energi terbarukan menjadi semakin kompetitif. iv Perencanaan skenario kemudian digunakan untuk mensintesiskan analisis-analisis ini ke dalam strategi yang dapat ditindaklanjuti. Dua ketidakpastian yang sangat penting - Regulasi Pemerintah (Mendukung vs. Membatasi) dan Harga (Tinggi vs. Rendah) - menentukan empat skenario: “Pertumbuhan Stabil tetapi Terbatas”, “Pasar yang Berkembang”, “Pasar yang Menantang”, dan “Menguntungkan tetapi Terkendala”. Dalam skenario “Pertumbuhan Stabil tetapi Terbatas”, PT BLNG beroperasi secara efisien dalam kondisi harga yang rendah namun dengan peraturan yang mendukung, dengan fokus pada manajemen biaya dan prioritas pasar domestik. Skenario “Pasar yang Berkembang”, yang ditandai dengan harga yang tinggi dan peraturan yang mendukung, memungkinkan PT BLNG untuk memperluas produksi, mendapatkan kontrak ekspor, dan berinvestasi pada teknologi yang canggih. Sebaliknya, skenario “Pasar yang Menantang” mewakili lingkungan yang terkendala dengan harga rendah dan peraturan yang membatasi, di mana PT BLNG harus memprioritaskan pengurangan biaya, kepatuhan, dan diversifikasi energi terbarukan untuk mempertahankan operasi. Terakhir, skenario “Menguntungkan tetapi Terkendala” menyeimbangkan harga tinggi dengan peraturan yang ketat, yang mengharuskan PT BLNG untuk mengoptimalkan strategi kepatuhan, memaksimalkan ekspor bernilai tinggi, dan berinvestasi dalam teknologi pengurangan emisi. Indikator-indikator peringatan dini diidentifikasi untuk setiap skenario, termasuk perubahan dalam perpajakan karbon, prakiraan permintaan LNG, dan kebijakan energi pemerintah. Peta jalan implementasi lima tahun menguraikan strategi yang dapat ditindaklanjuti yang disesuaikan dengan setiap skenario, mulai dari optimalisasi biaya dan peningkatan infrastruktur hingga diversifikasi pasar. Penelitian ini menunjukkan nilai dari pengintegrasian kerangka kerja VRIO, PESTEL, SWOT, dan Porter’s five forces dalam pendekatan perencanaan skenario. Dengan menyelaraskan keputusan strategis dengan dinamika pasar dan kapabilitas internal, PT BLNG dapat secara efektif menavigasi ketidakpastian di pasar LNG. Selain itu, temuan-temuan penelitian ini menyoroti pentingnya fleksibilitas, keberlanjutan, dan kolaborasi para pemangku kepentingan dalam memastikan daya saing dan ketahanan jangka panjang. Penelitian ini memberikan kerangka kerja yang kuat bagi PT BLNG untuk beradaptasi dengan transisi energi global, mempertahankan posisinya sebagai produsen LNG terkemuka, dan berkontribusi pada tujuan energi Indonesia
ANALISIS PENGARUH KESADARAN DAN PENGAWASAN TERHADAP KEPATUHAN K3 PADA PEKERJA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS RUMAH SAKIT UNIT PELAKSANA TEKNIS KUPANG DI PROVINSI NTT)
Setiap penyelenggaraan pekerjaan dalam sektor konstruksi tidak lepas dari isu keselamatan dan kesehatan kerja dalam pelaksanaanya.Terutama dalam hal kesadaran dan pengawasan terhadap kepatuhan keselamatan dan kesehatan kerja.Hal ini ditunjukan dengan tingginya angka kecelakaan kerja dari seluruh sektor sebesar 7.35 % pada tahun 2020 berdasarkan data Badan Pusat Stastik (BPS) Nusa Tenggara Timur.Dan menyumbang sebesar 10.84 % dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2018 pada sektor konstruksi.Sektor jasa konstruksi adalah salah satu sektor yang paling berisiko terhadap kecelakaan kerja,oleh karena itu penulis ingin mengidentifikasi pengaruh kesadaran dan pengawasan terhadap kepatuhan K3 dan merumuskan strategi dalam meningkatkan kepatuhan K3 pada pekerja proyek rumah sakit unit pelaksana teknis kupang.Data yang diambil berdasarkan penyebaran kuisoner dan wawancara.Dari hasil deskriptif untuk masing-masing variabel berdasarkan hasil kuisoner yaitu kesadaran,pengawasan dan kepatuhan K3.Dengan masing-masing kriteria yang valid dan reliabel berjumlah 18 kriteria variabel kesadaran,12 kriteria variabel pengawasan dan 8 kriteria variable kepatuhan K3 secara mayoritas menjawab setuju dan sangat setuju.Maka dari itu pekerja secara sadar akan kepatuhan K3,serta adanya pengawasan kepada pekerja dalam penerapan kepatuhan K3.Dan para pekerja patuh terhadap penerpan K3 di proyek rumah sakit unit pelaksana teknis kupang.Sedangkan strategi yang dirumuskan menggunakan metode analisis SWOT untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi kekuatan,kelemahan,peluang,dan ancaman dalam pelaksanaan K3.Dari hasil analisis SWOT dari pengabungan hasil eksiting dan hasil wawancara terhadap pihak HSE officer dan HSE supervisor.Maka didaptkan enam strategi alternatif yang tepat dan dapat digunakan untuk meningkatkan kepatuhan K3.
MANAJEMEN STRATEGIS UNTUK MENINGKATKAN POSISI UNIVERSITAS PADJADJARAN DI QS WORLD UNIVERSITY RANKINGS
Universitas Padjadjaran (Unpad) telah menetapkan tujuan untuk masuk dalam peringkat 300 universitas terbaik dunia pada tahun 2029. Untuk mencapai tujuan ini, Unpad mengembangkan strateginya sambil mempertahankan reputasi akademik yang kuat di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk melihat apa yang telah dilakukan Unpad untuk meningkatkan peringkatnya saat ini dan mengidentifikasi bagaimana cara meningkatkannya. Untuk mencapai hal ini, studi ini menggunakan metode campuran dengan data primer dan sekunder. Analisis yang dilakukan mencakup analisis eksternal dan internal, penilaian strategis menggunakan analisis SWOT, Evaluasi Faktor Eksternal dan Internal, serta Matriks I/E. Skor Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) Unpad sebesar 3,18 dan Evaluasi Faktor Internal (IFE) sebesar 2,7 menunjukkan kondisi eksternal yang mendukung dan kekuatan internal yang sedikit di atas rata-rata, menempatkan Unpad dalam sel II dari matriks I/E, di mana strategi pertumbuhan dan pembangunan merupakan respons yang paling tepat dalam situasi ini. Untuk menyimpulkan analisis, strategi tingkat bisnis, strategi tingkat korporat, dan strategi fungsional dari analisis TOWS ditetapkan. Studi ini menemukan bahwa Integrated Cost Leadership and Differentiation adalah strategi yang paling sesuai untuk Unpad. Dari tiga directional strategies, growth adalah pilihan yang paling ideal bagi Unpad dalam strategi tingkat korporat. Selain itu, enam strategi fungsional dibedakan dalam sepuluh aktivitas utama. Aktivitas-aktivitas tersebut adalah: Memperkuat Posisi Global melalui Pemasaran, Penempatan, dan Branding; Memperkuat Kolaborasi Penelitian Global untuk Menangani Kesenjangan dalam Parameter QS WUR; Membedakan Unpad dalam Kompetisi Global melalui Keunggulan Akademik; Meningkatkan Akreditasi Internasional dan Kualitas Akademik; Meningkatkan Produktivitas Penelitian dan Pengakuan Global; Mengoptimalkan Strategi Keuangan untuk Mendukung Pertumbuhan QS WUR; Meningkatkan Pengembangan Fakultas dan Sumber Daya Manusia; Memanfaatkan Transformasi Digital dan Teknologi Informasi; Memperkuat Tata Kelola Institusional dan Keselarasan Keberlanjutan; dan Mengoptimalkan Kemitraan dan Kriteria Kolaborasi Internasional. Pada akhirnya, studi ini memberikan kesimpulan dalam bentuk roadmap yang terdiri dari tiga fase: jangka pendek, menengah, dan panjang. Hal ini memberikan kesempatan bagi Unpad untuk terus berinovasi dalam pengelolaan institusinya secara berkala.
ANALISIS STRATEGIS PERTUMBUHAN RA FATIMAH SRIWIJAYA
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memainkan peran penting dalam membentuk generasi yang kompetitif dan tangguh. RA Fatimah Sriwijaya, sebuah lembaga PAUD berbasis Islam di Palembang. Sekolah ini menghadapi tantangan yang signifikan, termasuk penurunan jumlah siswa. Faktor-faktor yang berkontribusi termasuk beban keuangan pada keluarga berpenghasilan rendah, tekanan ekonomi dari pandemi COVID-19, dan meningkatnya persaingan dari lembaga PAUD lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pertumbuhan yang efektif untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan RA Fatimah. Dengan menggunakan kerangka kerja internal (rantai nilai, evaluasi sumber daya) dan eksternal (PESTEL, Porter's Five Forces, dan analisis pesaing), penelitian ini mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Temuan-temuan tersebut disintesiskan melalui analisis SWOT, IFE, EFE, dan TOWS untuk memprioritaskan strategi-strategi yang dapat ditindaklanjuti. Metodologi deskriptif kualitatif digunakan, dengan menggunakan wawancara, survei, dan catatan kelembagaan sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan RA Fatimah terletak pada reputasi positif, guruguru yang kompeten, dan kepercayaan masyarakat yang kuat dari mulut ke mulut (WOM). Kelemahannya adalah proses administrasi yang masih manual, fasilitas yang terbatas, dan metode pemasaran yang masih konvensional. Peluang muncul dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan pendidikan Islam dan kemajuan teknologi, sementara ancaman meliputi persaingan dan persepsi biaya yang tinggi. Strategi yang diusulkan termasuk mempertahankan pendekatan kepemimpinan biaya untuk RA Fatimah untuk melayani keluarga berpenghasilan menengah ke bawah dan mendirikan RA Fatimah Plus untuk menargetkan segmen berpenghasilan menengah ke atas. Penelitian ini berkontribusi pada literatur manajemen pendidikan dan memberikan solusi praktis bagi RA Fatimah dan lembaga serupa untuk meningkatkan operasi, mengatasi tantangan, dan beradaptasi dengan permintaan pasar yang terus berkembang. Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak jangka panjang dari strategi-strategi ini dan melakukan studi banding dengan lembaga pendidikan lainnya.
USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK DIUSULKAN KEPADA KLIEN: PERLUASAN PASAR STRATEGIS DAN OPTIMASI KAPASITAS PRODUKSI BAGI USAHA GULA CAIR PT. GULA MANIS
Studi ini menyelidiki perluasan pasar strategis dan optimalisasi kapasitas produksi untuk bisnis gula cair PT. Gula Manis, dengan menangani masalah kritis kurangnya pemanfaatan sumber daya karena ketergantungan perusahaan pada satu klien utama di sektor minuman berkarbonasi. Sejak beralih ke produksi gula cair pada tahun 2020, PT. Gula Manis telah melakukan investasi signifikan dalam teknologi manufaktur canggih dan langkah-langkah pengendalian kualitas yang ketat. Namun, basis klien yang terbatas telah membatasi kemampuan perusahaan untuk sepenuhnya memanfaatkan kemampuan ini, yang menyebabkan inefisiensi dan hilangnya peluang pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, yang mengintegrasikan wawasan kualitatif dari wawancara mendalam dan diskusi kelompok fokus (FGD) dengan data kuantitatif yang dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Tujuan studi ini adalah untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif yang tidak hanya memperluas portofolio klien perusahaan tetapi juga mengoptimalkan penggunaan fasilitas produksinya. Analisis ini mencakup faktor internal dan eksternal, termasuk analisis SWOT yang komprehensif, analisis VRIO, dan aktivitas rantai nilai, untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman strategis. Temuan mengungkapkan bahwa PT. Gula Manis memiliki potensi signifikan untuk mendiversifikasi basis kliennya dalam industri makanan dan minuman yang lebih luas, khususnya di sektor-sektor seperti susu, gula-gula, dan minuman siap saji. Studi ini merekomendasikan perubahan strategis menuju upaya pemasaran yang terarah dan eksplorasi kemitraan baru untuk meningkatkan jangkauan pasar. Selain itu, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya mempertahankan standar kualitas produk dan layanan pelanggan yang tinggi untuk membedakan PT. Gula Manis dalam lanskap pasar yang kompetitif. Dengan menerapkan strategi yang diusulkan, PT. Gula Manis tidak hanya dapat meningkatkan pangsa pasarnya tetapi juga mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dengan memanfaatkan sepenuhnya kapasitas produksinya dan mengurangi ketergantungan pada satu klien. Studi ini berkontribusi pada wacana yang lebih luas tentang pemasaran strategis dan pengoptimalan sumber daya di pasar industri khusus, menawarkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi perusahaan serupa yang menghadapi tantangan dalam perluasan pasar dan pemanfaatan sumber daya.
STRATEGI PENGEMBANGAN MODEL PERMAKULTUR SEBAGAI DESAIN SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN (STUDI KASUS DI RUMAH KAYU PERMAKULTUR BANDUNG (RKP))
Pertanian berkelanjutan dengan pendekatan permakultur yang diinisiasi oleh Bill Mollison dan David Holmgren pada tahun 1970-an merupakan solusi yang menarik dalam merespon kerusakan lingkungan dan aspek sosial akibat Revolusi Hijau. Perkembangan permakultur di Indonesia masih lambat dalam menghadapi tantangannya yaitu, pendidikan, lingkungan dan ekonomi. Terdapat salah satu pusat pengembangan permakultur di Bandung, Jawa Barat, yaitu Rumah Kayu Permakultur Bandung (RKP) di Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Penerapan sistem permakultur sudah dilakukan sebagai pola hidup sehat dalam skala rumah tangga sejak tahun 2010, menunjukkan kehidupan yang bersinergi dengan alam secara lokal. Pada penelitian ini dilakukan studi kasus di lokasi tersebut pada tahun 2023. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi penerapan prinsip permakultur sebagai desain sistem pertanian berkelanjutan, menganalisis manfaat model permakultur, dan menentukan strategi pengembangan model permakultur sebagai sistem pertanian berkelanjutan. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif yang diolah berdasarkan hasil observasi, wawancara, kuesioner, dan studi pustaka. Penentuan strategi pengembangan model permakultur sebagai desain sistem pertanian berkelanjutan dianalisis menggunakan analisis SWOT. Teknik pengambilan responden secara sensus sebanyak tujuh orang yang terdiri dari pemilik, pegawai, dan relawan. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya implementasi dari penerapan etika dan prinsip permakultur di RKP melalui kegiatan produksi, edukasi, dan wisata. Kegiatan produksi memenuhi dua belas prinsip permakultur yang dapat mendukung kegiatan edukasi dan wisata sehingga menciptakan kemandirian pangan, penggunaan sumber daya alam yang efektif, dan peningkatan pendapatan. Hasil identifikasi penerapan prinsip permakultur yang diterapkan di RKP yaitu: ? Prinsip ke-3 (peroleh hasil), menunjukkan adanya kegiatan suatu sistem produksi yang dapat menghasilkan kebutuhan hidup melalui kegiatan budidaya pertanian organik dan unit usaha menjual barang dan jasa; ? Prinsip ke-4 (pengaturan mandiri dan terima umpan balik), menunjukkan adanya kegiatan yang mampu berkembang dari sebuah sistem yang dapat dikendalikan secara mandiri melalui kegiatan program edukasi dan wisata; ? Prinsip ke-5 (menggunakan dan menghargai sumber daya terbarukan), menunjukkan adanya kegiatan yang mampu memaksimalkan sumber daya energi menjadi energi terbarukan melalui pembuatan arang aktif hayati (biochar); ? Prinsip ke-7 (desain pola ke detail), menunjukkan adanya kegiatan sebuah sistem yang didesain berdasarkan pola secara alami yang lebih spesifik melalui sistem zonasi dan sistem budidaya pertanian secara polikultur dengan metode raised bed dan ? Prinsip ke-9 (menggunakan solusi kecil dan lambat), menunjukkan adanya kegiatan yang merespon perubahan menggunakan sumber daya lokal sederhana dengan hasil jangka panjang melalui adanya biopori di berbagai titik area. Penerapan prinsip permakultur di RKP menunjukkan adanya manfaat secara ekologi yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan keanekaragaman hayati sebagai indikator kesehatan lingkungan, manfaat sosial ditunjukkan dengan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan keluarga serta manfaat ekonomi menunjukkan adanya unit usaha penjualan produk organik dan jasa sebagai peningkatan pendapatan. Berdasarkan hasil analisis SWOT menunjukkan adanya delapan strategi alternatif dalam pengembangan model permakultur yang dikelompokkan menjadi tiga aspek pengembangan permakultur yaitu aspek produksi, aspek edukasi, dan aspek wisata sebagai desain sistem pertanian berkelanjutan. Strategi ke-1, memanfaatkan peningkatan prospek pemasaran produk organik dengan berperan aktif di media informasi digital. Strategi ke-2, meningkatkan kesadaran pelestarian lingkungan melalui program wisata edukasi yang interaktif. Strategi ke-3, pengembangan inovasi produk kit pertanian praktis yang tersedia dalam paket yang bervariasi sesuai kebutuhan. Strategi ke-4, membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan melalui pengalaman langsung di lapangan terkait aktivitas mendukung pelestarian lingkungan. Strategi ke-5, melaksanakan kemitraan yang partisipatif untuk menghasilkan produk diversifikasi. Strategi ke-6, melakukan kegiatan kemasyarakatan yang partisipatif untuk meningkatkan kesadaran pelestarian lingkungan. Strategi ke-7, membangun komunitas pertanian yang berdaya. Strategi ke-8, melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan aktivitas permakultur untuk meningkatkan kesadaran peduli lingkungan.
USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PT VILLABOUTIQUE DEVELOPMENT
PT Villa Boutique Development merupakan perusahaan real estate di Kota Bandung sedang menghadapi tantangan dalam meningkatkan penjualan. Perusahaan berjuang dengan keterbatasan sumber daya manusia, inefisiensi operasional, dan kendala keuangan, yang semuanya berdampak pada kinerja penjualan dan potensi pertumbuhannya. Meskipun memiliki target penjualan yang ambisius, perusahaan secara konsisten berkinerja buruk, hanya mencapai sebagian kecil dari tujuannya karena strategi pemasaran yang tidak efektif dan kurangnya jangkauan yang ditargetkan. Situasi ini menggarisbawahi perlunya strategi pemasaran yang komprehensif untuk meningkatkan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja PT Villa Boutique Development, menggunakan kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan direktur dan karyawan perusahaan, bersama dengan survei menggunakan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari berbagai laporan, artikel, dan sumber media sosial. Penelitian ini juga mencakup analisis konsumen secara mendalam, dengan fokus pada segmentasi, penargetan, dan pemosisian (STP). Untuk analisis eksternal, studi ini meneliti lingkungan umum, tren industri, dan lanskap pesaing. Faktor internal dieksplorasi melalui analisis sumber daya dan analisis rantai nilai. Analisis SWOT dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan, yang menginformasikan pembuatan matriks TOWS untuk rekomendasi strategis. Berdasarkan analisis ini, strategi bisnis yang paling cocok untuk PT Villa Boutique Development adalah fokus diferensiasi. Strategi pemasaran kemudian diusulkan menggunakan bauran pemasaran 4P (Produk, Harga, Promosi, dan Tempat). Strategi yang diusulkan meliputi diversifikasi sumber pendanaan, pembentukan departemen SDM khusus, dan pergeseran ke segmen pasar premium.
EKPLORASI STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN UNTUK BAJA PERKASA ROOF
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi internal dan eksternal Baja Perkasa Roof, faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan customer dalam membeli atap genteng metal pasir, dan strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan angka penjualan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi internal dan eksternal Baja Perkasa Roof memiliki beberapa kekuatan, seperti kapasitas produksi harian yang besar (6.000 meter), produk bersertifikat dari Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Bahan dan Barang Teknik, garansi produk, produk bebas bahan kimia, dan armada pengiriman yang handal. Namun demikian, terdapat beberapa kelemahan, antara lain harga produk yang lebih tinggi dibandingkan dengan kompetitor, belum memiliki mesin cetak genteng sendiri, belum memiliki mesin pengering, sistem administrasi yang belum terintegrasi, dan belum memiliki hak paten produk. Dibalik semua itu masih terdapat peluang pertumbuhan pendudukan yang akan mempengaruhi permintaan genteng metal pasir, walaupun produk-produk impor juga terus berdatangan ke Indonesia. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan klien untuk membeli produk atap metal pasir antara lain kualitas produk yang baik, harga produk, kemudahan dan fleksibilitas pembayaran, dan layanan pengiriman yang memuaskan. Strategi yang direkomendasikan berdasarkan analisis TOWS untuk meningkatkan angka penjualan Baja Perkasa Roof antara lain memproduksi produk dengan harga yang lebih rendah untuk bersaing dengan kompetitor, gencar melakukan promosi produk bersertifikat, menawarkan program loyalty point kepada pelanggan, dan membeli mesin cetak genteng sendiri.
USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH PENDAFTARAN SISWA PONDOK PESANTREN (STUDI KASUS PONDOK PESANTREN ANNIDA)
Pondok Pesantren Annida menghadapi tantangan dalam meningkatkan pendaftaran siswa di tengah meningkatnya permintaan akan pendidikan Islam yang berkualitas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktorfaktor eksternal dan internal yang mempengaruhi daya saing dan proses pengambilan keputusan calon siswa dan mengusulkan strategi pemasaran yang sesuai untuk mencapai target 50 pendaftaran siswa baru per tahun mulai tahun ajaran 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, dengan menggunakan data primer dari kuesioner dan wawancara dengan para pemangku kepentingan, yang dikombinasikan dengan data sekunder dari tinjauan literatur. Penelitian ini menggabungkan Analisis PESTEL, Lima Kekuatan Porter, Analisis Pesaing, dan Analisis Pelanggan untuk evaluasi eksternal. Untuk analisis internal, alat-alat seperti STP (Segmentasi, Targeting, Positioning), Analisis rantai nilai, Kerangka kerja VRIO, dan Bauran Pemasaran 7P digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Temuan-temuan tersebut disintesiskan dengan menggunakan Analisis SWOT dan Matriks TOWS untuk mengembangkan strategi yang dapat ditindaklanjuti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kunci yang mempengaruhi pengambilan keputusan siswa meliputi proses, promosi, dan bukti fisik. Kekuatan Annida, seperti program bahasa asing yang unik, studi tematik, fasilitas yang memadai, kurang dimanfaatkan karena visibilitas pemasaran yang terbatas. Peluang eksternal, termasuk digitalisasi pendidikan yang cepat dan meningkatnya permintaan akan pendidikan berbasis Islam, dapat dimanfaatkan melalui strategi pemasaran digital yang ditargetkan. Studi ini merekomendasikan untuk meningkatkan kehadiran pemasaran digital Annida melalui platform media sosial, meningkatkan infrastruktur fisik, menambah program ahfidz, memperkuat hubungan dengan alumni dan mitra universitas. Penerapan sistem komunikasi yang terintegrasi dan fokus pada pengembangan posisi merek yang kuat akan membantu membedakan Annida dari para pesaing dan meningkatkan visibilitasnya di antara calon siswa dan keluarga mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur pemasaran pendidikan Islam dengan menyoroti pentingnya Bauran Pemasaran 7P dan strategi branding modern dalam meningkatkan kinerja institusi.
PENERAPAN PROSES ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS DALAM SOLUSI BISNIS UNTUK MENANGANI PENURUNAN PENJUALAN PADA UKM (STUDI KASUS: TB. BUYUNG MAS PUTRI)
Penelitian ini membahas mengenai penurunan penjualan yang dialami oleh TB. Buyung Mas Putri, sebuah toko bahan bangunan di Indramayu, yang disebabkan oleh inefisiensi dalam proses manual, tidak adanya platform pemasaran digital dan e-commerce, serta pelaporan keuangan yang tidak teratur. Ditambah dengan meningkatnya persaingan pasar, tantangan-tantangan ini berdampak signifikan pada kinerja penjualan. Untuk mengatasi masalah-masalah ini, penelitian ini menggunakan kombinasi metode analisis: analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal, matriks TOWS untuk mengembangkan strategi yang dapat ditindaklanjuti, Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengevaluasi dan memberi peringkat strategi, analisis Fishbone dan KepnerTregoe untuk mengungkap akar permasalahannya. Temuan-temuan tersebut menyoroti empat strategi utama: mengotomatiskan manajemen inventaris, menerapkan alat-alat manajemen keuangan dan pengambilan keputusan, berkolaborasi dengan kontraktor, dan mengadopsi platform pemasaran digital dan e-commerce. Dengan menerapkan strategi-strategi ini, TB. Buyung Mas Putri dapat memulihkan pertumbuhan penjualan
PEMILIHAN OPSI INVESTASI RIG TERBAIK UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKTIVITAS RIG PADA PERTAMINA DRILLING DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS
Pertamina Drilling merupakan bagian dari Sub Holding Upstream Pertamina sebagai services subsidiary dengan bisnis penyediaan rig sebagai alat utama pekerjaan pemboran minyak maupun workover. Salah satu customer Pertamina Drilling adalah Zona 7. Saat ini pelaksanaan pekerjaan well intervention di Zona 7 menggunakan rig own asset sendiri serta pemenuhan dari pihak eksternal (baik PT. Pertamina Drilling maupun drilling contractor lainnya), hingga saat ini jumlah atas rig Workover untuk melaksanakan pekerjaan well intervention masih belum mencukupi. Dengan adanya kebutuhan akan rig workover di wilayah Zona 7 tersebut, PT. Pertamina Drilling merencanakan untuk melakukan investasi rig 550 HP dalam rangka memenuhi permintaan market tersebut. Dalam pelaksanaan investasi tersebut mempunyai potensi kendala yaitu mendapatkan rig 550 HP dengan performance tidak dapat mencapai target produktivitas rig sebesar 85%. Untuk mendapatkan rig 550 HP yang mempunyai performance dapat mencapai target produktivitas rig sebesar 85%, maka diperlukan langkah-langkah alternatif. Dengan spesifikasi rig yang tepat, mengingat untuk mendukung kegiatan workover akan diperlukan rig yang memiliki kecepatan dismantle, performa yang bagus dan optimalisasi biaya operation serta maintenance. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penulis menggunakan Analisa SWOT untuk mengetahui situasi kinerja rig serta metode diagram tulang ikan untuk mencari beberapa kemungkinan penyebab permasalahan tersebut. Dari hasil Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pakar di Pertamina Drilling dihasilkan beberapa alternatif solusi antara lain (1) Brand New Rig Mechanical, (2) Brand New Rig Electrical, (3) Refurbish Rig. Software Super Decision digunakan untuk melakukan perhitungan dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang digunakan untuk memilih solusi terbaik berdasarkan kriteria sebagai berikut: Capital Expenditure, Delivery Time, Maintainability, Operability dan Durability. Solusi terbaik berdasarkan analisis AHP adalah Brand New Rig Mechanical dengan nilai sebesar 62,2%. Untuk memastikan hasil analisis AHP terealisasi, maka disusunlah rencana pelaksanaan agar solusi ini dapat terlaksana sesuai waktu, biaya dan tidak terdapat masalah keselamatan.
OPTIMALISASI KUALITAS DATA PERTANAHAN MENJADI DATA SIAP ELEKTRONIK MELALUI PENINGKATAN BERTAHAP (STUDI KASUS DI KABUPATEN CIREBON)
Peningkatan kualitas data pertanahan yang siap mendukung sistem elektronik merupakan kebutuhan mendesak di era digitalisasi pelayanan pertanahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kondisi eksisting data pertanahan di Kabupaten Cirebon, (2) mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya kualitas data pertanahan di Kantor Pertanahan Kabupaten Cirebon, dan (3) menentukan strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas data pertanahan. Penelitian ini menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, and Growth), fishbone, dan SWOT. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen pertanahan di BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kualitas data pertanahan di Kabupaten Cirebon masih perlu dilakukan peningkatan terkait kualitas data. Hal ini ditunjukkan dengan masih adanya anomali pada bidang tanah. Faktor utama yang menyebabkan rendahnya kualitas data adalah pengadaan peta foto yang masih mencakup 29% wilayah Kabupaten Cirebon, masih banyak bidang K4 (KW 4, KW 5, dan KW 6) sebanyak 78.609 bidang di Kabupaten Cirebon, keterbatasan sumber daya manusia dibandingkan dengan permintaan layanan, kurangnya kemampuan penggunaan perangkat lunak pemetaan, ketidaksesuaian metode dalam tahapan pekerjaan, tuntutan kementerian dalam menyediakan data siap elektronik, dan terbatasnya anggaran untuk penambahan sumber daya manusia. Berdasarkan temuan tersebut, beberapa strategi untuk meningkatkan kualitas data pertanahan meliputi melakukan koordinasi lintas sektor dengan instansi pemerintah pusat maupun daerah dalam pemenuhan dukungan teknis maupun non teknis, penggunaan teknologi termutakhir untuk mempercepat proses perbaikan dan validasi, peningkatan kompetensi SDM, melakukan percepatan pemetaan foto udara sebagai upaya melengkapi kebutuhan peta dasar pertanahan, dan melakukan implementasi kebijakan berupa juknis peningkatan kualitas data KW 1-6. Penerapan strategi ini dapat memberikan peningkatan jumlah data siap elektronik yaitu sebesar 2,17% untuk Surat Ukur Elektronik dan sebesar 1,28% untuk Buku Tanah Elektronik.
MENGATASI TANTANGAN BISNIS PANEL SURYA: STUDI KASUS ENERGIAS DI INDONESIA
Perubahan iklim dan ketergantungan terhadap sumber energi fosil yang terbatas telah menimbulkan krisis energi dan ketidakstabilan ekonomi di seluruh dunia dan Indonesia. Ketrgantungan terhadapan energi tidak terbarukan juga mengancam keberlangsungan dari lingkungan di Indonesia. Hal tersebut membuat adanya keinginan akan energi terbarukan, salah satunya dengan menggunakan tenaga surya. Dengan letak geografisnya yang strategis di garis khatulistiwa, Indonesia memiliki potensi besar untuk penggunaan dan pengembangan energi tenaga surya dan dapat menjadi salah solusi untuk memenuhi kebutuhan energi sekaligus mengurangi emisi karbon. Energias, sebagai perusahaan kecil yang bergerak di bidang penyedia dan pemasangan panel surya, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi terbarukan dan terjangkau di Indonesia. Dalam penelitian ini penulis bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi tantangan yang dihadapi perusahaan kecil dalam industri energi terbarukan dengan menggunakan pendekatan VRIO dan PESTLE. Analisis VRIO digunakan untuk mengidentifikasi sumber daya internal yang dimiliki oleh Energias serta memberikan evaluasi, factor internal apa yang mempengaruhi kinerja Energias selama menjalankan bisnis di sektor ini. Di sisi lain, analisis PESTLE mengevaluasi faktor-faktor eksternal yang berpengaruh bagi Energias dan bisnis sejenis, termasuk potensi besar energi surya, kebijakan pemerintah, dinamika pasar, dan tren teknologi, yang memengaruhi perkembangan perusahaan dalam konteks ekonomi lokal dan global. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan daya saing Energias dalam pasar energi terbarukan, serta menawarkan wawasan bagi pelaku usaha kecil lainnya dalam memanfaatkan peluang dan mengatasi tantangan di sektor energi surya di Indonesia.
STRATEGI BISNIS UNTUK KILANG MINYAK YANG PALING KOMPLEKS DI INDONESIA
Kilang Balongan didesain dan dibangun dengan menggunakan teknologi dan konfigurasi yang paling mutakhir saat itu sehingga dapat mengolah minyak mentah berat/sangat berat dengan berharga murah untuk menjadi berbagai produk bahan bakar, petrokimia, dan produk–produk lainnya. Meskipun telah dilengkapi konfigurasi sangat canggih (11.9 NCI) jauh melebihi kilang–kilang domestik Indonesia maupun kilang–kilang minyak di Asia, Kilang Balongan mengalami tekanan keekonomian dari berbagai faktor eksternal, misalnya kenaikan harga minyak mentah maupun preferensi jenis produk yang dihargai lebih tinggi oleh pasar. Penelitian ini ingin menjawab dan merumuskan strategi agar Kilang Balongan dapat meningkatkan kinerja operasi dan keekonomiannya ke depannya. Tiga aspek strategi yang diteliti dan dievaluasi yang kemudian diajukan sebagai temuan utama dalam penelitian ini, adalah strategi pemanfaatan alternatif minyak mentah potensial, strategi diversifikasi produk unggulan mengacu kepada tren harga produk di pasar, serta strategi investasi rendah biaya yang memiliki potensi diaplikasikan sesegera mungkin. Penelitian ini secara umum menggunakan metode kuantitatif dengan pengambilan data primer namun juga dilengkapi dengan diskusi informal dengan narasumber terkait tanpa menggunakan kuisioner. Selanjutnya data dari data data tersebut dilakukan pengolahan dengan meggunakan metodologi yang disusun oleh penulis sendiri. Dalam penelitian ini juga diperoleh bahwa fleksibilitas dalam pemilihan dan pengolahan minyak mentah potensial dengan harga atraktif menjadi kunci utama untuk menjamin keberlangsungan operasional dan bisnis Kilang Balongan. Dengan menggunakan seleksi spesifikasi teknis dan perhitungan keekonomina diperoleh dua crude alternatif yang sesuai untuk Kilang Balongan. Berdasarkan SWOT Analyis guna meningkatkan profitabilitas, Kilang Balongan harus mampu menaikan produksi diesel yang saat ini memiliki harga relative lebih tinggi daripada gasoline. Dalam rangka meningkatkan produksi diesel tersebut optimasi pengolahan LCO ex stream DCO ke Unit ARHDM merupakan salah satu upaya yang dapat memberikan dampak finansial yang lebih baik.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TAMBAK POLIKULTUR DI KECAMATAN CANTIGI, KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT
Komoditas perikanan merupakan salah satu komoditas yang tersedia secara melimpah dan memiliki prospek untuk dikembangkan. Pengembangan komoditas perikanan (khususnya ikan bandeng, udang vaname, dan udang windu) dapat dilakukan melalui budidaya polikultur tambak di Kabupaten Indramayu dengan didukung kondisi ekologis dan geografis. Pengembangan budidaya tambak polikultur tersebut sejalan dengan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) tahun 2020–2024 dan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Indramayu tahun 2021–2026. Namun demikian, pengembangan komoditas perikanan melalui budidaya polikultur tambak belum sepenuhnya berjalan secara optimal. Hal ini terindikasi dari penurunan produktivitas ikan bandeng dan udang vaname sebagai komoditas polikultur yang dibudidayakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh profil budidaya tambak, aspek teknik budidaya, pemasaran, keuntungan, dan sumber daya manusia serta menyusun tujuan/sasaran, strategi, arah kebijakan, arahan program, indikator program (outcome), dan rekomendasi pengembangan usaha tambak bagi pembudidaya tambak, pemerintah daerah setempat, serta instansi terkait. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan pendekatan menggunakan teknik observasi langsung, penyebaran kuisioner kepada responden, serta studi literatur. Uji two-way MANOVA (Multivariate Analysis of Variance) dilakukan untuk menentukan perbedaan pengaruh antara produktivitas ikan bandeng, produktivitas udang vaname, dan keuntungan sebagai variabel dependen terhadap faktor teknis budidaya dan faktor sumber daya manusia sebagai variabel independen. Jenis budidaya pada teknis budidaya yang dilakukan serta tingkat keterampilan sumber manusia yang ada menjadi salah satu kekuatan ataupun kelemahan pada faktor internal usaha budidaya polikultur tambak. Dalam menentukan tujuan/sasaran, strategi, arah kebijakan, arahan program, indikator program (outcome), dan rekomendasi, dilakukan analisis SWOT (Strength-Weakness-Opportunities-Threat) AHP (Analytical Hierarchy Process) menggunakan software Super Decision untuk menganalisis faktor kekuatan serta kelemahan yang merupakan faktor internal serta faktor peluang dan tantangan yang menjadi faktor eksternal pada usaha budidaya polikultur tambak di Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas ikan bandeng, produktivitas udang vaname, dan keuntungan secara bersama-sama menunjukkan perbedaan terhadap faktor teknis budidaya dan sumber daya manusia. Namun secara individual, produktivitas ikan bandeng, produktivitas udang vaname, dan keuntungan secara bersama-sama tidak menunjukkan perbedaan pada perbedaan faktor teknis budidaya (budidaya tradisional, semi intensif, dan intensif) maupun perbedaan faktor sumber daya manusia (terampil dan kurang terampil). Terdapat 11 strategi pengembangan usaha budidaya polikultur tambak yang dirumuskan berdasarkan metode SWOT dan prioritas strategi diurutkan menggunakan metode AHP. Tiga strategi dengan prioritas tertinggi yang dapat diterapkan antara lain melakukan promosi untuk perluasan jangkauan pemasaran, melakukan penyesuaian grade produk terhadap permintaan pasar, serta pembentukan dan penguatan lembaga pokdakan/kelompok pembudidaya ikan yang terorganisir.